Operational Risk Management & Assurance Framework (ORMAF)

Operational Risk Management & Assurance Framework (ORMAF)
Print Outline

TECHNICAL OPERATIONAL RISK MANAGEMENT (ORM) : ORM FRAMEWORK, KEY RISK INDICATOR & LOSS DATA MANAGEMENT

Deskripsi

“Dalam perspektif manajemen risiko,paradigma High Risk High Return tidak lagi relevan… Karena sesungguhnya yang berlaku adalah HIGH RISK HIGH CAPITAL…”

Kata risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Risiko dapat dikatakan merupakan akibat atau penyimpangan realisasi dan rencana yang mungkin terjadi secara tak terduga. Risiko diartikan sebagai ketidakpastian yang ditimbulkan oleh adanya berbagai hal. Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan. Sedangkan dari sudut pandang bisnis, secara umum risiko  dapat didefinisikan sebagai potensi atau kemungkinan  terhadap suatu kejadian yang dapat berpengaruh secara negatif terhadap pendapatan dan modal. 

Memahami konsep risiko secara luas, merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan teknik manajemen risiko. Kegagalan dalam mengelola risiko dapat menyebabkan kerugian yang significant atau kemungkinan terburuk  dapat menyebabkan kebangkrutan.

Risiko operasional adalah risiko yang timbul pada aktifitas seluruh unit kerja di perusahaan. Risiko operasional disebabkan tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau problem eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan / Bank.

Untuk mengelola risiko operasional diperlukan alat control yaitu tools assessment yang diimplementasikan secara periodic, general assessment atau pun bisnis assessment yang dilakukan pada masing-masing unit kerja.

Tujuan dan Manfaat

Dengan mengikuti training ini peserta diharapkan dapat:

1.Mengidentifikasi risiko yang timbul pada unit kerja masing-masing dengan   menggunakan Proses Risk Analysis (PRA).
2.Menyusun tools assessment control standard baik Generic Control Assessment  maupun Business Control Assessment (G/BKCSA).
3.Membuat Key Risk Indicator (KRI) dan Business Continuity Plan scenario (BCP) & Call Tree.
4.Mengimplementasikan Basic Control.
5.Membuat laporan Risk Profile sesuai 7 Type Risiko Menurut Basel untuk perbankan.
6.Memastikan tercapainya kontrol atas proses yang dijalankannya terselenggara dengan efektif dan efisien, melalui Management Control.

Outline Pelatihan

1st day :

Basic Philosophy Operational Risk

  1. Operational Risk Management & Assurance Framework
  2. Proses Risk Analysis (PRA)
  3. Generic Key Control Standard Assessment (GKCSA)
    • GKCSA for HR
    • GKCSA for IT/ Security Management
    • GKCSA for Compliance
    • GKCSA for Finance
    • GKCSA for Building Management
  4. Business Key Control Standard Assessment (BKCSA)
  5. Risk Control Worksheet

2nd day :

Key Risk Indicator & Business Continuity Plan

  1. Key Risk Indicator
    • Penetapan Treshold (ambang batas)
    • Identifikasi Indikator Risiko (Green-Amber-Red)
  2. Business Continuity Plan (BCP) scenario & Call tree
  3. Basic Control (Manual & Automacy)
  4. Risk Profile Report (7 Risk Type – Basel II)

Output Peserta

  • Peserta memiliki awareness terkait risiko operasional dari setiap aktivitas yang dijalankan Bank / Perusahaan
  • Peserta lebih terampil dalam mengelola, mengukur dan melaporkan terjadinya kerugian operasional menggunakan berbagai Risk Assessment tools peserta
  • Peserta memiliki kemampuan untuk menentukan langkah mitigasi untuk meminimalisir terjadinya kerugian atas operasional Bank/ Perusahaan

Facilitator

Luh Putu Puji Trisnawati, SE, M.Si

Beliau seorang praktisi perbankan selama 23 tahun dan terakhir bekerja sebagai Unit Operation Risk Manager di Bank Swasta Nasional. Saat ini disamping mengajar dikampus juga beliau mengajar profesional di sebuah lembaga pendidikan profesi. Beliau lulus sertifikasi sebagai trainer tersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Topik yang dikuasai antara lain : KPI – Strategic Management – Leadership – Marketing – Finance dan lainnya.
Metoda yang beliau terapkan adalah: studi kasus – game yang menunjang teori – diskusi – sharing experience – dan lainnya sehingga membuat peserta sangat puas. Dalam workshop ini peserta akan mendapatkan terbaik dari yang terbaik .

Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@valueconsulttraining.com

× Support Chat