Penerapan Risk Based Approach (RBA) Terkait Program APU & PPT Sektor Perbankan Berbasis POJK 2017

JADWAL

18-19 Feb 2019

LOKASI

Jakarta

HARGA

Rp 4.150.000 - Group
Rp 4.350.000 - Early Bird
Rp 4.850.000 - On The Spot
Rp 5.225.000 - Full Fare

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan POJK terbaru No 12/POJK.01/2017 terkait dengan penerapan program APU dan PPT di sektor jasa keuangan. Semakin berkembangnya kompleksitas produk dan layanan jasa bank termasuk pemasarannya (multi channel marketing), serta semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi pada industri jasa keuangan maka semakin tinggi risiko bank digunakan sebagai sarana pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.  

Pelatihan ini akan memberikan panduan bagi bank dalam pembuatan pedoman & standard operating procedure (SOP) berbasis risiko (RBA) , serta pembuatan laporan terkait program anti pencucian uang & pencegahan pendanaan terorisme (APU & PPT) dengan teknis pelaksanaannya yang sistematis dan terstruktur sehingga dapat mendeteksi risiko-risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme secara dini.  Pelatihan akan membahas studi kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional.

Manfaat Pelatihan

Memberikan skill dan pengetahuan bagi para karyawan yang berhubungan dengan customer pada khususnya dan para karyawan pada umumnya untuk hal-hal sbb:

  • budaya sadar risiko pencucian uang, pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas marketing, account officer, front liner (teller, customer service), dan operation.
  • teknik mitigasi risiko-risiko berdasarkan pendekatan risiko (risk based approach) yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan POJK,  dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD) yang applicable dan dibutuhkan oleh sektor perbankan sekarang ini

Profil Peserta

Karyawan front liner, middle management yang berhubungan dengan customer, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT, legal, GCG, corporate secretary, audit internal, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll di sektor perbankan.

Outline

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan POJK terbaru No 12/POJK.01/2017 terkait dengan penerapan program APU dan PPT di sektor jasa keuangan. Semakin berkembangnya kompleksitas produk dan layanan jasa bank termasuk pemasarannya (multi channel marketing), serta semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi pada industri jasa keuangan maka semakin tinggi risiko bank digunakan sebagai sarana pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.   

Pelatihan ini akan memberikan panduan bagi bank dalam pembuatan pedoman & standard operating procedure (SOP) berbasis risiko (RBA) , serta pembuatan laporan terkait program anti pencucian uang & pencegahan pendanaan terorisme (APU & PPT) dengan teknis pelaksanaannya yang sistematis dan terstruktur sehingga dapat mendeteksi risiko-risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme secara dini.  Pelatihan akan membahas studi kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional.

Manfaat Pelatihan

Memberikan skill dan pengetahuan bagi para karyawan yang berhubungan dengan customer pada khususnya dan para karyawan pada umumnya untuk hal-hal sbb:

  • budaya sadar risiko pencucian uang, pendanaan terorisme pada setiap karyawan terutama petugas marketing, account officer, front liner (teller, customer service), dan operation.
  • teknik mitigasi risiko-risiko berdasarkan pendekatan risiko (risk based approach) yang mungkin timbul pada area yang rentan dengan pencucian uang dan pendanaan terorisme sesuai dengan POJK,  dan UU terkait
  • memberikan panduan penerapan prinsip customer due diligence (CDD) yang applicable dan dibutuhkan oleh sektor perbankan sekarang ini

Profil Peserta

Karyawan front liner, middle management yang berhubungan dengan customer, unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program APU-PPT, legal, GCG, corporate secretary, audit internal, divisi kepatuhan, petugas front liner, dll di sektor perbankan. 

Outline

  1. Knowledge Check
  2. Budaya sadar risiko “financial crime”
  3. Overview kasus  dan trend financial crime terkini terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme
  4. Overview PBI No 12/POJK.01/2017
  5. Overview UU No 8 Tahun 2010 dan UU No 9 Tahun 2013
  6. Overview Peraturan Presiden No 13 Tahun 2018
  7. Peran dan fungsi petugas UKK (Unit Kerja Khusus) dalam Peranan Penerapan CDD berbasis risiko
  8. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD)
    • Kewajiban mengimplementasikan Prinsip CDD
    • Jenis CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi nasabah
  9. Pembuatan Profil Nasabah Berdasarkan Risiko (RBA) dengan Pendekatan 4 Faktor Risiko Utama
    • nasabah;
    • negara/area geografis/yurisdiksi;
    • produk/jasa/transaksi; atau
    • jaringan distribusi (delivery channels)
  10. Pemahaman Definisi-Definisi Terkait RBA :
    • Risk Appetite, Risk Tolerance, Risk Capacity, Inherent Risk, Residual Risk
  11. Enam (6) Tahap Siklus Pendekatan Berbasis Risiko (RBA)
  12. Penanganan customer berisiko tinggi (high risk customer)
  13. Teknik Identifikasi Aktifitas Transaksi Mencurigakan (TKM)
  14. Berbagai teknis money laundering (ML) dan pendanaan terorisme dengan menggunakan berbagai produk sektor perbankan.
  15. Latihan pembuatan matrix risiko (likelihood dan impact) nasabah berbasis RBA dan penerapannya terhadap pemantauan TKM dan pengkinian data.

Facilitator

Kurnia Hadi

Profesional trainer yang pernah berkarir di 3 bank multinasional (Korea Exchange Bank Danamon, Indonesia Dai-Ichi Kangyo Bank, HSBC) lebih dari 19 tahun dengan spesialisasi Trade Finance, Corporate & Institutional Banking, Cash Management, Wealth Management, Personal Financial Services, Payroll, Quality Assurance, dan Micro Banking. 

Konsultan manajemen, bisnis, dan keuangan dari 2012

Pembicara dalam konferensi tingkat internasional “Commodity Trade and Finance World Asia 2012” di Marina Bay Sand hotel  di Singapore pada tanggal 28-29 Maret 2012.

Fasilitator Public dan In House Training sejak tahun 2012 untuk berbagai topik manajemen, banking & finance, sales/marketing, operation, risk, dan management yang sudah membawakan lebih dari 90 kelas public dan in house training untuk perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia di berbagai sektor usaha.

Berpengalaman sejak 2013 memberikan pelatihan  mengenai APU-PPT, KYC/CDD dan Anti Money Laundering sebanyak 12 kelas in house dan 10 kelas public training.


Form Registrasi

* Required information.

Topik

Tanggal
Tipe
Nama*
Job Title
Perusahaan

Alamat Perusahaan

Email*
Telepon Mobile*
Telepon/Ext
Pilihan Gift Training *Tergantung ketersediaan stock TasVoucher MatahariVoucher CarrefourVoucher MAP
Fax
Pesan
Close Menu