Category Archives: Corporate Communication Series

Meng OPTIMALKAN Peran HUMAS

PENDAHULUAN

Permulaan bulan Oktober 2017 ini, Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden, Johan Budi, ketika menjadi narasumber dalam Forum Merdeka Barat 9 di Bandung, menyatakan belum optimalnya peran hubungan masyarakat (humas). Banyak capaian Pemerintah kurang terekspos, menganjurkan Kementerian terkait bersama Pemda perlu mengoptimalkan peran humas. Informasi perlu dikemas dengan baik agar menarik bagi masyarakat. Ditambahkan bahwa humas sekarang juga harus mengikuti perkembangan media social.

Tujuan Workshop

  • Memahami dan melaksanakan Strategi Kehumasan yang tepat
  • Membina hubungan yang efektif dengan Media (Media Relations)
  • Menyiapkan Program-program kehumasan: penulisan Press Release, penulisan artikel, perencanaan dan mengadakan kunjugan ke tempat-tempat yang harus lebih diekspos (site visits), mengadakan Press Coference
  • Memahami Komunikasi Eksternal yang Efektif
  • Menyiapkan berita yang bermakna dan penting untuk disiarkan oleh Media (news worthy)
  • Membentuk tim Humas yang Percaya Diri dan Trampil
  • Memahami Media Konvensional dan Digital PR – termasuk Media Sosial
  • Mengevaluasi Program untuk Revisi dan Perbaikan

Berikut tinjaun ilmiah Strategi PR (Kehumasan) yang akan diperdalam untuk pemahaman dan pelaksanaan lapangan:

Proses PERENCANAAN STRATEGI PR

Langka Empat Langkah

  • MEndefinisikan Masalah
  • Perencanaan dan peograman
  • Mengambil tindakan dan komunikasi
  • Mengevaluasi program

Langkah Perencanaan Strategis dan Outline Program

  • Problem, perhatian atau peluang apa yang sedang terjadi
  • Analisis situasi (Internal dan Eksternal)
  • Tujuan Program
  • Publik Sasaran
  • Sasaran apa yang harus dicapai
  • Startegi aksi
  • Strategi komunikasi apa isi pesan yang harus di sampaikan
  • Rencana Implementasi
  • Rencana evaluasi
  • Umpan Balik dan Penyesuaian program

Yang Wajib Menhadiri Workshop

Kepala Divisi Humas (Komunikasi) dengan seluruh jajaran stafnya; Sekretaris Kementerian/Pemda/Instansi pemerintah; Bupati/Wakil Bupati; Walikota/Wakil Walikota; Wakil Gubernur.

Facilitator

Lead Trainer: Drs. Ludwig Suparmo, M.Si: praktisi Humas, Akademisi Ilmu Komunikasi selama 30 (tigapuluh tahun) lebih. Membaktikan  Pelatihan dan Penyertaan bagi perusahaan swasta dan instansi Pemerintah.

Good Corporate Governance – Best Practice (BUMN)

GCG atau Tata kelola Perusahaan yang Baik merupakan “Conditio sine Quanon” bagi perusahaan BUMN/organisasi bisnis, baik dibidang finansial/perbankan/asuransi maupun industri modern menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat serta arahan pemerintah.

Out-Line Pelatihan

  1. Dari Visi, Misi dan Value ke Corporate Culture
  2. Pembinaan Corporate Culture ke Good Corporate Governance
  3. Studi Kasus perusahaan yang melaksanakan GCG dengan berhasil sangat baik
  4. Best Practice Code of Conduct sebagai pelaksanaan GCG

Lead Trainer:

Ludwig Suparmo

Ludwig mendapat undangan presentasi untuk BI Jawa Tengah di Magelang; membahas kasus Ibu Miranda Gultom sebagai imbas Issue komunikasi; turut serta sebagai pelatih berkomunikasi dengan baik bagi wajib pajak di Dirjen Pajak Pusat ketika sosialisasi kesadaran bagi wajib pajak. September 2017, memberikan problem solving dalam mengajag karyawan dalam pelaksaan Code of Conduct.

Percaya Diri (PD)

Menimbulkan dan membina Percaya Diri (PD) merupakan hal utama dalam membawakan diri didalam pergaulan masyarakat; baik itu secara terbatas diantara keluarga dan teman-teman, lebih lagi jika keluar dari lingkungan zona nyaman, diantara orang banyak.

Strategi Pembentukan Opini Publik

Pemahaman secara komprehensif Opini Publik yang bertumpu pada ilmu Public Relations sangat penting dikuasai bagi manajer/kader/pimpinan. Opini Publik atau Public Opinion merupakan fenomena dalam kehidupan sosial dan politik dan dalam dua dekade terakhir menjadi sorotan pinting di Indonesia.

Integrated Corporate Communication

DESKRIPSI PROGRAM

Komunikasi yang berjalan terpisah di masing-masing departemen, berarti proses komunikasi perusahaan tersebut tidak terintegrasi. Padahal jika proses komunikasi tersebut berjalan terintegrasi, akan ada banyak benefit yang bisa diperoleh suatu organisasi/perusahaan.