Community Based Security Management pada ekstratif industri

JADWAL

13-14 Nov 2018

LOKASI

Jakarta

HARGA

Rp 4.150.000 - Group
Rp 4.350.000 - Early Bird
Rp 4.850.000 - On The Spot
Rp 5.225.000 - Full Fare

Community Based Security Management pada Ekstratif Industri

Community Based Security Management training bertujuan untuk membentuk hubungan yang selaras antara perusahan dan masyarakat dengan mengurangi dan menangani potensi konflik/gangguan yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan yang terpadu  dan berkelanjutan. Setelah mengikuti pelatihan ini maka peserta akan dapat:

  • Memahami komponen – komponen pembentukan community based security management
  • Memetakan social risk yang berhubungan dengan tahapan – tahapan  operasional perusahaan
  • Bekerjasama dengan stakeholder yang berperngaruh pada penanganan konflik/gangguan di masyarakat
  • menyusun  rencana mitigasi konflik terpadu

Outline Materi

Materi training yang akan di bahas topik Community Based Security Management pada ekstratif industri adalah :

Komponen : 1. Social risk analysis

  • Fenomena mendasar pergeseran tugas dan peran security
  • Pengenalan sistem social dan pendekatan ke  masyarakat
  • Mengidentifikasikan  kerentanan – kerentanan di masyarakat
  • Study paper : Prespektif konflik perusahaan – masyarakat pada ekstratif industri
  • Studi kasus 1 : kerentanan dan konflik perusahaan – masyarakat di wilayah lepas pantai
  • Teori konflik sosial
  • Pemetaan potensi konflik pada tiap tahapan operasional perusahaan

Komponen : 2 . Prinsip – prinsip dan pendekatan community based security management

  • Tujuan, prinsip dan prosedur
  • Kajian community based security management dan UU Object Vital Nasional
  • Best practices  1 : Pengelolaan konflik  dengan nelayan pada operasional offshore
  • Best practices  2 : Pendekatan sosial dalam konflik  lahan pada ekstraktif industry

Komponen : 3 . Mekanisme dan struktur community based security management

  • Model – model community based security management
  • Best practice 3: Community based surveillance
  • Melakukan pemetaan  dan analysis stakeholder
  • Best practice 4: Issues monitoring – SMART monitoring tools
  • Best practice 5: Radio Komunitas
  • Best practice 6: Negosiasi persuasif

Komponen : 4 . Koordinasi dan perencanaan mitigasi konflik

  • Tools perhitungan finansial mitigasi konflik (model IFC)
  • Penyusunan Grievance Mechanism
  • Perencanaan Mitigasi konflik
  • Bedah kasus : Potensi gangguan keamanan saat diberlakukan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014

Durasi Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari efektif .

Facilitator

I Putu Widhiantara Sri Bangun

Putu Widhiantara; berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, komunikasi perubahan prilaku dan mitigasi konflik di tingkat regional dan nasional. Pengalaman kerja dengan banyak lembaga internasional seperti : USAID, FAO, UNICEF, UNDP – CPRU (Conflict Prevention and Recovery Unit), ILO, IOM, SAFE-USAID, AED, VSO (program regional : Indonesia,Philipine dan Thailand). Saat ini bekerja sebagai social reseacher pada dua program Bank Dunia dan juga sebagai konsultan integrated risk management di beberapa perusahan ekstratif industri.

Next Schedule:

Jakarta, 18 Sep – 19 Sep 2018
Jakarta, 13 Nov – 14 Nov 2018
 

training-community-based-security-management-pada-ekstratif-industri

Form Registrasi

* Required information.

Topik

Tanggal
Tipe
Nama*
Job Title
Perusahaan

Alamat Perusahaan

Email*
Telepon Mobile*
Telepon/Ext
Pilihan Gift Training *Tergantung ketersediaan stock TasVoucher MatahariVoucher CarrefourVoucher MAP
Fax
Pesan
Close Menu