Category Archives: Managerial Skills Training

How to Manage Performance

Training Description

Dunia bisnis saat ini sedang dipengaruhi oleh “badai” krisis ekonomi dan keuangan.  Banyak perusahaan yang tidak dapat bertahan dalam situasi krisis tersebut sehingga terjadi moratorium perusahaan yang bersifat massal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi negara terganggu. Hal ini juga dialami oleh Indonesia walaupun dampak yang dirasakan tidak terlalu besar seperti di Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara lainnya.

Training Within Industry Job Instruction

Training Within Industry (TWI) Job Instrusctionadalah Training Program yang didesain untuk Manager, Supervisor dan Leader dalam Industri (seperti Pabrik, Bengkel, dll). Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat dan cukup banyak Pekerja keluar masuk, maka Training ini diperlukan agar Industri bisa menyiapkan dengan cepat dan tepat Job Instruction untuk para pekerjanya, tanpa ketergantungan dengan pihak luar. Training Program ini juga melatih Peserta tidak hanya bagaimana membuat Job Instruction, tetapi juga melatih Peserta untuk mengajar para Anak buahnya (pekerja) dengan cara yang menarik, tepat sasaran dan efektif.

Becoming Professional

Kinerja organisasi juga tergantung dari kinerja staf-nya.  Kurang dapatnya seseorang bekerja sama yang bisa disebabkan karena emosi yang tidak stabil, atau kemampuan komunikasi yang terbatas merupakan ciri-ciri kurangnya staf tersebut mengembangkan sikap profesional.

Strategi and initiative management Office

Outline Materi

Materi training yang akan di bahas topik Strategi and initiative management Office adalah :

  1. Strategi and Performace Focused Oeganization;
  2. Peranan SIMO dalam perencanaan strategi;
  3. Peranan SIMO dalam manajemen kinerja;
  4. Peranan SIMO dalam manajemen initiatif;
  5. Manajemen Perubahan;
  6. Latihan dan Feedback

Basic Supervisory Training

Basic Supervisory Skills Training merupakan suatu program training awal yang diberikan kepada mereka yang akan atau baru mendapatkan suatu perubahan peran dari ‘bekerja sendiri’ menjadi bekerja ‘melalui orang lain’ (supervisi).  Kegagalan utama yang sering dialami supervisor baru dalam menjalani proses transisi ini adalah kegagalannya untuk melihat peran barunya dan ‘kegagapan’-nya untuk mengemban tugas baru tersebut.