{"id":771,"date":"2022-07-06T07:25:45","date_gmt":"2022-07-06T07:25:45","guid":{"rendered":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/?p=771"},"modified":"2022-07-12T15:34:27","modified_gmt":"2022-07-12T15:34:27","slug":"10-langkah-cara-melakukan-tna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/10-langkah-cara-melakukan-tna\/","title":{"rendered":"10 langkah cara melakukan TNA"},"content":{"rendered":"<p><strong>1. Atur konteks sebelum melakukan TNA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Suatu keharusan ketika anda akan melakukan TNA, fokus training ini akan menentukan ruang lingkup dan topik yang perlu dibahas. Biasanya, konteks TNA selalu terkait tentang rencana bisnis, tujuan serta targetnya.<\/li>\n<li>Tim dari setiap departemen memiliki tujuan yang pasti, semuanya mengarah pada perbaikan bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat penting memiliki konteks karena seluruh program berpusat di sekitarnya.<\/li>\n<li>Cara terbaik dalam mengatur konteks adalah dengan fokus pada pertumbuhan pengembangan perusahaan secara keseluruhan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan dan sikap yang diperlukan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Langkah kedua dari cara melakukan TNA adalah bahwa setiap pekerjaan memerlukan keterampilan yang perlu di poles dengan baik, ilmu yang harus di upgrade dan yang paling penting dari itu semua adalah sikap, yang dimana mencakup etiket ditempat kerja.<br \/>\nKemampuan yang bervariasi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya, masing-masing membutuhkan keahlian yang berbeda.<\/li>\n<li>Anda harus memperhatikan training tersebut, jangan membuat kesalahan dengan sepenuhnya berfokus pada individu. Tujuan anda harus memenuhi tujuan perusahaan. Apa yang anda ajarkan selama training harus berdampak langsung pada perkembangan perusahaan.<br \/>\nIni penting karena anda menentukan apa dan yang akan anda ajarkan pada karyawan anda, sehingga mempengaruhi produktifitas anda dalam jangka panjang. Jika terlalu sedikit anda akan mengalami kerugian, terlalu banyak maka karyawanmu akan berhenti, hanya karena mereka tidak mampu dalam menangani informasi yang di dapat.<\/li>\n<li>Klien baru anda mencari seseorang yang berpengalaman dalam menggunakan MS.Office suite, kreatif dan dapat melakukan presentasi yang sederhana namun penting.<\/li>\n<li>Pada hal ini, dalam training harus menyertakan panduan terperinci dari MS.Office suite, terutama berfokus pada aplikasi (Ms Word, Powerpoint, Excell dan lainnya). Secara kreatif harus diajarkan dengan cara yang tidak hanya menunjukan orisinalitasnya namun juga dalam mewujudkan cita-cita perusahaan anda. Jika anda berada di dalam perusahaan desain grafis dan motto perusahaan anda yaitu \u201ckesempurnaan\u201d. Maka pastikan untuk memasukan definisi kesempurnaan (menurut perusahaan anda) di dalamnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>3. Memperkuat individu saat melakukan TNA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Setelah anda menetapkan tujuan dan target perusahaan, saatnya untuk fokus pada karyawan. Karyawan akan memiliki rekam jejak pada kinerja mereka di masa lampau dan untuk membuat rencana training yang efektif, maka diperlukannya audit TNA. Anda dapat melakukannya dengan meninjau catatan kinerja sebelumnya atau dengan bertanya pada manajer tim.<\/li>\n<li>Memperkirakan kemampuan karyawan akan membantu anda untuk fokus pada TNA dengan akurasi dan efisiensi yang lebih besar. Jika bukan dengan audit, kemungkinan anda hanya akan memasukan\/mendapatkan sedikit informasi, sehingga hanya akan membuang-buang waktu dan sumber daya yang ada.<\/li>\n<li>Jika anda adalah perusahaan pengembangan perangkat lunak dan klien telah meminta anda untuk mengembangkan aplikasi khusus untuk mencari tahu biaya\/anggaran.<br \/>\nHarus diperhatikan bahwa 5 dari 10 pengembang saat ini cukup mahir, sementara sisanya masih berjuang dalam memahami interface yang di adopsi pada awal tahun. Ketika anda berfokus pada bagaimana melakukan TNA, anda harus fokus pada karyawan tersebut serta cara bagaimana menggunakan perangkat lunak.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>4. Mengidentifikasi tujuan utama TNA<\/strong><\/p>\n<p>Tidak jarang karyawan tidak memiliki pemahaman yang utuh tentang pekerjaannya. Berfikir bahwa masalah akan terselesaikan seiringnya kemajuan yang dilakukan, anda mungkin ingin tetap memeriksannya saat membuat suatu penilaian atau menyusun TNA secara umum.<br \/>\nMateri mana yang bisa anda isi akan membuat sesi training anda lebih efektif dalam mempersiapkan karyawan anda.<\/p>\n<p><strong>5. Berinteraksi dengan karyawan anda merupakan langkah penting saat melakukan TNA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Hal baik dalam menerima masukan dari stake holders juga dapat memastikan bahwa anda tidak melewatkan sesuatu yang penting. Jadi, ada baiknya untuk berinteraksi dengan tim dan meminta mereka untuk dapat memberikan informasi yang berguna. Ini dapat membantu anda dalam membuat program training yang lebih baik atau menyempurnakan aspek-aspek tertentu.<\/li>\n<li>Dengan karyawan menghabiskan banyak waktu bersama dan saling bertukar pikiran pada kemampuan yang mereka miliki pasti akan berguna.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>6. Melakukan analisis<\/strong><\/p>\n<p>Ini adalah cara yang bagus untuk mengumpulkan informasi serta mudah disiapkan. Buatlah daftar pertanyaan yang menurut anda relevan dengan pekerjaan tersebut dan berikan pada karyawan anda. Mereka akan lebih dapat menghemat waktu secara lebih baik dan akurat, yang dimana akan membantu anda dalam mengarahkan dengan tepat.<br \/>\nMisalnya, untuk sebuah program, anda menemukan bahwa 67% orang memilih penjelasan pada bagian tertentu. Kemudian anda dapat menyertakan bagian khusus dalam program TNA secara lebih detail. Sementara itu anda juga dapat mempelajari topik yang menurut karyawan anda lebih mudah dimengerti dan mampu bagi mereka.<\/p>\n<p><strong>7. Menyarankan program pengembangan<\/strong><br \/>\nAda saat-saat ketika karyawan anda tidak tahu apa yang mereka tidak ketahui. Anda harus tahu apa persyaratannya. Menyarankan beberapa modul pelatihan dan mengamati tanggapan mereka. Anda yang akan membuat keputusan, namun masukan dari karyawan anda juga dapat membantu.<\/p>\n<p><strong>8. Peningkatan program harus di identifikasi saat melakukan TNA<\/strong><br \/>\nSeorang karyawan bersedia untuk bekerja lebih dari satu jam untuk meningkatkan keterampilan mereka dan biarkan mereka melakukannya. Anda dapat mencoret nama karyawan dari pelatihan tersebut bagi mereka yang bisa menyelesaikannya sendiri dan fokus pada mereka yang membutuhkan penjelasan secara lebih baik.<\/p>\n<p><strong>9. Hitung ROI<\/strong><br \/>\nLangkah penting dalam melakukan proses TNA adalah perhitungan ROI. Menginvestasikan sumber daya ke dalam program training, jadi pastikan ada pengembalian yang wajar atas investasi tersebut. Menghitung angka untuk menentukan biaya keseluruhan yang terkait dengan training dan seberapa efektifnya dalam menghasilkan keuntungan di masa mendatang.<\/p>\n<p><strong>10. Menyelesaikan kesepakatan<\/strong><br \/>\nInformasi yang anda kumpulkan dalam semua proses di atas digabungkan dalam langkah ini. Disinilah anda menerapkan semua yang anda telah pelajari. Anda juga harus menimbang training tersebut dan memprioritaskan mana yang membutuhkan perhatian segera daripada yang dapat dilakukan nanti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Atur konteks sebelum melakukan TNA Suatu keharusan ketika anda akan melakukan TNA, fokus training ini akan menentukan ruang lingkup dan topik yang perlu dibahas. Biasanya, konteks TNA selalu terkait tentang rencana bisnis, tujuan serta targetnya. Tim dari setiap departemen memiliki tujuan yang pasti, semuanya mengarah pada perbaikan bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/10-langkah-cara-melakukan-tna\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">10 langkah cara melakukan TNA<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":828,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengembangan-sdm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=771"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":821,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions\/821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}