{"id":900,"date":"2022-07-26T13:36:24","date_gmt":"2022-07-26T13:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/?p=900"},"modified":"2022-07-26T13:36:24","modified_gmt":"2022-07-26T13:36:24","slug":"leadership-scorecard","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/leadership-scorecard\/","title":{"rendered":"Leadership Scorecard"},"content":{"rendered":"\r\n\r\nAlexander Agung adalah salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah. Daerah taklukannya membentang dari Yunani sampai ke ke Himalaya India. Ingin bukti? \u00a0Di India ada kota Bucephala yang didirikan sebagai kenangan akan kudanya &#8211; Bucephalus &#8211; yang meninggal di kota itu. Kepemimpinannya \u00a0yang besar juga nyata membantunya menghancurkan Persia, pasukan terbesar pada zaman itu. Meskipun Alexander menaklukkan banyak kerajaan, namun kerajaannya sendiri tidak bertahan lama. Begitu ia meninggal, seluruh kerajaannya segera pecah. Apalagi ia-nya tidak mempersiapkan penerus. \u00a0Hilangnya faktor kepemimpinan ini menyebabkan pasukannya langsung tercerai berai.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Leadership di bisnis. <\/strong>Nah, perang di dunia bisnis juga perlu kepemimpinan. McKinsey tampil dengan faktor <em>Style<\/em> dalam 7S nya untuk memperkenalkan pentingnya unsur kepemimpinan. Hal yang sama juga dipertegas oleh David G Thomson dalam <em>The 7 Essentials of\u00a0 High Growth Companies. <\/em>Ia bahkan menambahkan rumus baru yakni: <em>Apply inside-outside leadership to the entire management team. <\/em>Artinya terapkan duo kepemimpinan terpadu, satu yang menghadapi pihak eksternal, (pasar, pelanggan, aliansi, dan masyarakat) \u00a0sementara lainnya menangani operasi internal. Jadi bakat yang terdapat pada manajemen saling melengkapi satu sama lain. Karenanya perusahaan bisa mengatasi tantangan yang terjadi di internal maupun eksternal. Semuanya ditangani dengan baik. Contohnya bisa ditemukan di Microsoft (Bill Gates dan Steve Balmer) dan Apple (dulunya Steve Jobs dan Tim Cooks). Mereka ibaratnya seperti pasangan Batman dan Robin.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nTopik pelatihan kepemimpinan karenanya jadi laris manis.\u00a0 Banyak perusahaan mengirimkan orang-orangnya agar dengan instant bisa mendapatkan ilmu kepemimpinan yang \u201cbaik\u201d. Yang \u201cbaik\u201d? Ya, karena kebanyakan mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang dinilai \u201cbaik\u201d oleh bawahannya sehingga mampu mempengaruhi mereka. Ingat kata bapaknya Leadership &#8211; Dr. John C. Maxwell: <em>\u201cLeadership Is Influence: Nothing More, Nothing Less. <\/em><em>\u201c<\/em>. Masalahnya, apakah itu cukup?\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Leadership harusnya \u201dbaik dan benar\u201d. <\/strong>Sayangnya, dalam perang bisnis yang makin kejam ini, kepemimpinan yang \u201dbaik\u201d tidaklah cukup. Tidak cukup hanya membuat pengikut setia dan mau mengikuti petunjuk pemimpinnya. Kepemimpinan yang \u201dbaik\u201d itu harus diimbangi dengan kepemimpinan yang \u201dbenar\u201d, dalam arti harus bisa mencapai tujuan perusahaan. Percuma bila kepemimpinan hanya membuat bawahan senang, tetapi perusahaan menderita kerugian. Artinya harus ada kontribusi kepemimpinan yang bisa diukur terhadap organisasi dan pemegang saham.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nKeyakinan ini awalnya mendapatkan pembenaran dari \u201dmbah\u201dnya manajemen, Peter F Drucker melalui wasiatnya &#8211; <em>Management by Objectives<\/em> (MBO) &#8211; di 1954 dalam buku <em>The Practice of Management.<\/em>\u00a0 Intinya setiap individu dalam organisasi\u00a0 harus bergerak bersama mencapai tujuan yang terukur. Ini tentunya membutuhkan kepemimpinan yang \u201dbenar\u201d. Beliau juga memperkenalkan isitilah baru &#8211; yang sampai sekarang masih dipakai &#8211; yakni S.M.A.R.T. \u00a0Singkatan dari <em>Specific, Measurable, Agreed, Realistic <\/em>dan <em>Time related. <\/em>Perhatikan adanya kata-kata <em>measurable<\/em> di S.M.A.R.T. Artinya kalau mau maju, ya harus bisa diukur. \u201d<em>What gets measured gets done<\/em>\u201d, pesan Drucker.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSemuanya ini semakin dipertajam saat Balanced Scorecard (BSC) dengan 4 perspectivenya merasuki cara\u00a0 manajemen puncak mengelola organisasi. BSC yang menyeimbangkan peran <em>financial<\/em> dengan peran lainnya (<em>customer-internal process-learning growth<\/em>) memang punya unsur magis yang tinggi. Karenanya mulai timbul gelombang pemikiran akan pentingnya kuantifikasi kepemimpinan yang seimbang.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBagaimana mengukur kepemimpinan yang seimbang? Emmett Murphy \u00a0pernah mencobanya dalam Leadership Intelegence Quotient (LIQ). \u00a0Selama 6 tahun, ia \u00a0mempelajari 18.000 manajer di 562 organisasi besar dan kecil di hampir semua jenis industri. Baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia. Diidentifikasi lebih dari 1.000 individu yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan luar biasa. Lalu Murphy mengisolasi ciri khas kepemimpinan itu. Diklaim hasil penelitiannya diuji coba di GM, AT &amp; T, IBM, McDonald, Johnson &amp; Johnson, Xerox, dan Chase Manhattan.\u00a0 Walau dilaporkan berhasil baik, namun LIQ masih belum terkoneksi dengan BSC.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nJawaban yang lebih pas dari pertanyaan diatas, muncul dari <a href=\"http:\/\/www.amazon.com\/s\/ref=ntt_athr_dp_sr_1?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;ie=UTF8&amp;field-author=Dave%20Ulrich\">Dave Ulrich<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.amazon.com\/s\/ref=ntt_athr_dp_sr_2?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;ie=UTF8&amp;field-author=Jack%20Zenger\">Jack Zenger<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.amazon.com\/s\/ref=ntt_athr_dp_sr_3?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;ie=UTF8&amp;field-author=Norman%20Smallwood\">Norman Smallwood<\/a> dalam <em>Results-based Leadership.<\/em> Disebutkan bahwa kepemimpinan yang efektif sebenarnya adalah hasil kali antara attribute kepemimpinan (seperti karakter, gaya, nilai dan seterusnya) dengan hasil yang dicapai. \u00a0\u00a0Ada 4 parameter hasil yang seharusnya diukur yakni: hasil bagi pegawai (<em>employee results<\/em>), hasil bagi organisasi (<em>organization results<\/em>) , hasil bagi pelanggan (<em>customer results<\/em>) dan hasil bagi investor (<em>investor results<\/em>). Penulis menyebutnya sebagai <em>Balanced Leadership Scorecard<\/em>.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nApa saja yang diukur pada <em>employee results<\/em>? Banyak, misalnya: fungsi pemberdaya (seperti penciptaan lebih banyak pemimpin dan mendorong inovasi<em>) <\/em>, fungsi panutan, dan <em>trust<\/em>. <em>\u201dLeadership is about managing people, not structure, \u201c<\/em> kata Robby Johan saat membenahi Garuda Indonesia. Bagaimana dengan penciptaan <em>Entrepreneurship Skills<\/em>?\u00a0 Penulis mengusulkan agar istilahnya diganti saja menjadi Intrapreneurship, yang berarti berjiwa entrepreneur namun tetap di dalam (intra) perusahaan. Berbahaya kalau tetap menggunakan istilah <em>Entrepreneurship<\/em>. Dikawatirkan profesionalnya pada keluar dan menjadi pesaing baru.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPengukuran fungsi pensinergi (contohnya penyelarasan antar departemen) dan fungsi pendobrak (misalnya mendorong perubahan bergerak maju ,<em> clearness<\/em>, dan menangani kompleksitas bisnis) patut dipertimbangkan pada <em>organization results<\/em>.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nTentunya pengukuran fungsi eksekusi yang berdampak terhadap pelanggan (seperti <em>co-creation <\/em>dengan customer dan peningkatan <em>customer intimacy<\/em>) pantas dimasukkan dalam <em>customer results<\/em>. Garuda di 1998,\u00a0 penerbangannya sering terlambat. Jelas konsumen pada kecewa. Ketepatan waktu penerbangan (on time performance\/OTP) Garuda hanya sekitar 80-an persen, sementara rata-rata industri di atas 90%. Maka dibuat target mencapai OTP di atas 90% dan hasilnya? Berhasil mencapai 94%!\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nLalu apa yang akan diukur pada <em>investor results<\/em>? Gampang. Cukup G.L.E.P (yakni <em>Growth, Liquidity, Efficiency<\/em> dan <em>Profitability),<\/em> kata Rodolfo Balmater &#8211; pakar keuangan dan mantan Ernst &amp; Young &#8211; kolega penulis di NACD (<em>National Associations of Commissioners and Directors<\/em>). Penulis sendiri ingin menambahkan satu faktor lagi yakni: <em>Contribution to Society<\/em> agar makin <em>sustainable.<\/em> Bagaimana pendapat anda? <strong>Lessons Learned. <\/strong>Kepemimpinan tidak cukup mengandalkan faktor \u201dbaik\u201d. Harus ditambahkan faktor \u201dbenar\u201d sehingga seimbang. Kepemimpinan juga sebaiknya bisa diukur agar bisa disempurnakan. Tantangan berikutnya adalah: bagaimana memasukkan unsur Balanced Leadership Scorecard ini kedalam KPI Individu? Bagaimana pembobotannya? Ada saran?\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n&nbsp;\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penulis\u00a0 :<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daniel Saputro, MM., MBA. <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSenior Corporate Advisor\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDaniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)\u00a0 \u2013 People Development\u00a0 \u2013 Process \u2013 Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nNuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPerusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDi sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju\u00a0 perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI\u00a0 berbasis balanced Scorecard.","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alexander Agung adalah salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah. Daerah taklukannya membentang dari Yunani sampai ke ke Himalaya India. Ingin bukti? \u00a0Di India ada kota Bucephala yang didirikan sebagai kenangan akan kudanya &#8211; Bucephalus &#8211; yang meninggal di kota itu. Kepemimpinannya \u00a0yang besar juga nyata membantunya menghancurkan Persia, pasukan terbesar pada zaman itu. Meskipun Alexander &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/leadership-scorecard\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Leadership Scorecard<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-900","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengembangan-sdm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=900"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/900\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":907,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/900\/revisions\/907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}