{"id":910,"date":"2022-07-27T13:18:04","date_gmt":"2022-07-27T13:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/?p=910"},"modified":"2022-07-27T13:18:04","modified_gmt":"2022-07-27T13:18:04","slug":"auto-pilot-business","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/auto-pilot-business\/","title":{"rendered":"Auto Pilot Business"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Adakah negara yang bisa berjalan jika ditinggal presidennya?\r\nBeberapa pakar menyebut nama Amerika Serikat. Bahkan &#8211; karena begitu baiknya\r\nsistem tata negara mereka &#8211; tanpa presiden pun &#8211; negara itu bisa jalan sendiri.\r\n&nbsp;Dalam sejarahnya, ada 8 Presiden yang\r\nmeninggal saat menjabat. Dari 8 tersebut, 4 meninggal karena pembunuhan dan 4\r\nlainnya meninggal alami. Dalam semua kasus ini, Wakil Presiden mengambil alih\r\njabatan kepresidenan tanpa goncangan yang berarti. Bayangkan, apa yag akan terjadi\r\njikalau presiden tidak mempunyai wakil? <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Bagaimana kalau\r\nwakilnya meninggal juga? Tentunya sudah ada juga persiapan siapa yang harus\r\nmenggantikan wapres tersebut. Intinya adalah: jikalau ada sistem yang baik,\r\nmaka kelangsungan hidup suatu organisasi dapat terjaga. Bila tidak ada sistem,\r\nmaka begitu \u201dkaisarnya pergi\u201d, maka jendral dan anak buahnya menjadi kacau balau.\r\nHal ini sudah sering terjadi. Ingat kasusnya Alexander Agung dan raja besar\r\nlainnya? Kerajaan mereka langsung \u201dbubar\u201d saat mereka meninggal&#8230;..Sangat\r\ndisayangkan bukan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Demikian juga di\r\nbisnis. Banyak pebisnis sukses yang membangun \u201dkekaisaran\u201dnya dengan tetesan\r\ndarah dan air mata. Bisnis mereka adalah anak \u201dtunggal\u201d mereka, yang diperhatikan\r\nsecara khusus. Bahkan dalam beberapa kasus, anak \u201dtunggal\u201d ini lebih disayang\r\ndaripada anak biologis sendiri. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Demikian cintanya\r\npada bisnis ini, sehingga mereka sering lupa bahwa ada satu hal yang tak dapat\r\ndihindari yakni: umur yang mengejar terus. Banyak pebisnis yang baru tersadar\r\nketika mereka sudah tak kuat lagi untuk bangun dari tempat tidurnya sendiri.\r\nPadahal mereka tak mempersiapkan pengganti!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Menurut penelitian\r\nArie de Geus dalam The Living Company, rata-rata umur perusahaan di Fortune 500\r\nadalah: 40-50 tahun. Namun 1\/3 dari\r\nperusahan di tahun 1970an hanya bertahan 13 tahun saja! <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Lalu bagaimana\r\nsolusinya? Salah satu yang disarankan adalah: menggunakan Auto Pilot Business.\r\nAgar bisnis bisa berjalan tanpa anda. Jangan sampai hal ini terjadi: bahwa\r\ngenerasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, sedangkan generasi ketiga\r\nmenghabiskan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kata\r\nAuto Pilot sendiri&nbsp; pertama diciptakan\r\noleh <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Sperry_Corporation&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Sperry Corporation<\/a> tahun <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1912\">1912<\/a>. <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Lawrence_Sperry&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Lawrence Sperry<\/a> kemudian mendemonstrasikannya pada <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1914\">1914<\/a> serta membuktikan\r\nkredibilitas penemuannya itu dengan menerbangkan sebuah pesawat tanpa disetir\r\nolehnya. Memang awalnya Auto Pilot berarti sistem mekanikal, elektrikal, termasuk\r\nhidraulik. Yang memandu sebuah <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pesawat\">pesawat<\/a> atau <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kapal\">kapal<\/a>\r\ntanpa campur tangan <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Manusia\">manusia<\/a>. Namun karena terlihat efisien dan efektif, lama\r\nkelamaaan digunakan juga di bisnis. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana memulai Auto Pilot Business ? Mulailah berpikir stratejik ala Sun Tzu. Ubah <em>mind\r\nset<\/em>. Sebagai pemilik bisnis, anda seharusnya berpikir ala &nbsp;sang kaisar yang bertugas menaklukkan daerah\r\nbaru. Kuasai lalu buatlah sistem bisnis. Kemudian bergerak keluar lagi untuk\r\nmenaklukkan daerah baru lainnya. Jangan diam terus di kandang! Ntar \u201ddaerah\r\nkekuasaan\u201d hanya itu ke itu saja. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nah, disinilah diperlukan \u201dmimpi\u201d dari sang kaisar. Mimpi\r\nitu dinyatakan dalam kalimat: <em>\u201dWhat business are we in now?\u201d<\/em> dan <em>\u201cwhat\r\nbusiness should we in for the future?\u201d<\/em>. Mimpi ini kemudian diterjemahkan\r\ndalam bentuk visi perusahaan dan strategi untuk mencapainya. Tahapan untuk\r\nmencapai visi dapat dituangkan dalam bentuk Road Map 5 sampai 10 tahun\r\nmendatang. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Langkah berikutnya adalah perbaiki system sehingga sang\r\nkaisar bisa bergerak keluar. Sistem yang pertama kali harus diperbaiki adalah\r\nsystem keuangan. Mengapa? Karena ini adalah darahnya perusahaan. Kalau sampai\r\nada&nbsp; kebocoran, maka sekuat apa pun\r\nperusahaan, lama kelamaan akan \u201ctenggelam\u201d juga. Baru 2 minggu yang lalu\r\npenulis bertemu dengan pemilik bisnis yang terpukul karena tangan kanannya\r\nsendiri telah melakukan penggelapan &#8211; selama 6 tahun&nbsp; terakhir &#8211; tanpa disadarinya! <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika sistem keuangan dan lainnya sudah berjalan, serahkan kegiatan\r\noperasional ke jendral yang anda percaya&#8230;<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lalu, bagaimana jurus memilih jendral yang tepat?&nbsp; Berdasarkan kerangkan DiSC, jikalau perusahaan\r\nanda ingin maju dan bergerak lebih cepat, gunakan jendral bertipe Dominan. Tipe\r\nDominan dikenal sebagai tipe pendobrak dan berani mengambil resiko. Biasanya\r\ndatang dari departemen marketing. Ibaratnya mobil, tipe dominan adalah pedal\r\ngas. Mereka suka tantangan dan senang melakukan hal-hal baru. Mereka haus akan\r\nmasalah-masalah yang menantang. Namun tipe ini juga harus dikontrol. Karena\r\nbiasanya kalau Dominannya terlalu tinggi dan tidak diimbangi oleh unsur\r\nCompliance, maka kelak jendral ini bisa-bisa keluar dan membentuk kekaisaran\r\nsendiri. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Contoh\r\nhal ini sudah banyak. Masih ingat salah satu konsultan pemasaran ternama di\r\nIndonesia? Setelah dengan susah payah mendidik sang jendral, tiba-tiba sang kaisar harus rela\r\nditinggalkan jendralnya sendiri, karena sang jendral berniat membangun\r\nkekaisarannya sendiri. Sekarang kelihatannya malah jadi pesaing&#8230;..Di industri\r\nper-bank-an hal ini juga terjadi. Sang jendral yang memang brilian, akhirnya\r\nmemutuskan untuk mengundurkan diri dan membuka bank sendiri. Karenanya \u2013 sekali\r\nlagi \u2013 sebelum memilih sang jendral, ada baiknya diadakan test&nbsp; komprehensif terlebih dahulu. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kalau\r\nperusahaan anda sudah stabil dan berjalan baik, jendral bertipe Compliance&nbsp; atau Steadyness&nbsp; patut dipertimbangkan. Biasanya jendral ini datangnya\r\ndari departemen keuangan atau departemen umum. Jendral ini cenderung patuh dan\r\nloyal, sehingga unsur <em>financial perspective<\/em> seperti: <em>liquidity,\r\ncosts, efficiency , asset utilisation<\/em> akan terjaga dengan baik oleh jendral\r\nini. Ibaratnya mobil, mereka ahlinya memainkan pedal rem. &nbsp;<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Namun disisi lain, mereka tidak agresif. Jadi ada kemungkinan <em>growth <\/em>perusahaan akan dikorbankan. Karenanya peran mereka harus diimbangi. Menurut David G.Thomson dalam <em>7 Essentials of High Growth Companies<\/em>, harus ada duo-leadership. Sebaiknya pimpinan tipe ini didampingi oleh COO yang agresif sebagai solusinya.<strong>Lesson Learned.<\/strong> Memang bisnis anda sekarang berjalan baik, namun sayangnya anda tak bisa menemaninya terus menerus. Karenanya, persiapkan bisnis yang bisa berjalan tanpa anda. Autopilot bisnis adalah solusinya. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penulis&nbsp; :<\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daniel Saputro, MM., MBA. <\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Senior Corporate\r\nAdvisor<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Daniel Saputro dan\r\ntim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja\r\nperusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di\r\nbidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model\r\n(termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)&nbsp;\r\n\u2013 People Development&nbsp; \u2013 Process \u2013\r\nCulture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nuqul Group\r\n(Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang\r\ntelah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan\r\nbagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea\r\nCukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian\r\nKeuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Perusahaan swasta\r\nnasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement,\r\nTriputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella\r\n(Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa.\r\nIndospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau\r\njuga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP,\r\nHolcim dan banyak lainnya<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Di sisi lain,\r\nDaniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena\r\nitu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah\r\nbisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai\r\nsarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN,\r\nSwa, dan Jakarta Post.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Untuk Family\r\nBusiness, kami membantu suksesi dan transformasi menuju&nbsp; perusahaan yang lebih professional. Dengan\r\ncara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI&nbsp; berbasis balanced Scorecard.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adakah negara yang bisa berjalan jika ditinggal presidennya? Beberapa pakar menyebut nama Amerika Serikat. Bahkan &#8211; karena begitu baiknya sistem tata negara mereka &#8211; tanpa presiden pun &#8211; negara itu bisa jalan sendiri. &nbsp;Dalam sejarahnya, ada 8 Presiden yang meninggal saat menjabat. Dari 8 tersebut, 4 meninggal karena pembunuhan dan 4 lainnya meninggal alami. Dalam &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/pengembangan-sdm\/auto-pilot-business\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Auto Pilot Business<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-910","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengembangan-sdm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":918,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/910\/revisions\/918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/valueconsulttraining.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}