Operation Training

L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance

Deskripsi Pembiayaan transaksi ekspor impor, sangat penting peranannya dalam pelaksanaan perdagangan internasional, Transaksi perdagangan ekspor impor dimulai dengan adanya sales kontrak, negoisasi dokumen dan akhirnya dilakukannya penagihan pembayaran. Untuk menunjang kemudahan khususnya transaksi ekspor impor diperlukan metode pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan importir. Ada bermacam-macam pembiayaan dalam transaksi eksport impor dan yang paling utama adalah Letter of Credit. Untuk memperlancar urusan tersebut para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tata cara ekspor dan impor yang menggunakan L/C maupun Non L/C sebagai basis aturan internasional seperti UCP 600 dan ISBP. Kemampuan dan pengetahuan tentang pembiayaan ekspor impor terutama Letter of Credit mutlak harus dikuasai bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam perdagangan international seperti personel bank, perusahaan ekspor impor, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, instansi pemerintah yang berwenang dalam bidang perdagangan international dan lain-lain. Dengan demikian, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ekspor impor sangat perlu mendapatkan pelatihan ini,dalam rangka  mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam hal pembiayaan transaksi ekspor impor terutama Letter of Credit. Pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance ini akan dibimbing oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun di bidang perdagangan international  ekspor impor, yang telah sering memberikan pelatihan secara public dan in house, secara  step by step agar bisa menggunakan proses  pembiayaan Letter of Credit dalam transaksi ekspor impor secara efektif dan efisien. Di akhir sesi pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance, peserta akan semakin   merasakan  manfaat  pelatihan  dengan  adanya praktek pengisian dan studi kasus tentang Letter of Credit serta pembahasan terhadap masalah-masalah yang selama ini sering dialami dilapangan. Target Peserta Pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance ini ditujukan untuk para: Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Metode Pelatihan Training L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance dilaksanakan dengan metode: Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance adalah : Perdagangan Internasional : Manfaat dan hambatan dalam perdagangan international Syarat-syarat dasar menjadi eksportir dan importir Incoterm 2010 / Syarat penyerahan Barang : EX-Works, FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran International : Advance Payment.. Open Account, Consignment,. Collection,. Dan L/C Documentary Letter of Credit dalam transaksi Ekspor Impor : Prosudur penerbitan Letter of credit, – Dasar hukum Letter of credit, Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Letter of credit, Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit, Manfaat dan fungsi Letter of credit Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) : Pengertian, – Sejarah penerbitan UCP 600, Manfaat dan fungsi UCP 600, Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit : Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Langkah-langka pembukaan Letter of Credit  untuk Transaksi Ekspor Impor : langkah-langkah Impor Menggunakan Letter of Credit (L/C), syarat-syarat pembukaan L/C, Pembiayaan Bank Untuk Importir yang menggunakan L/C Langkah-langkah Ekspor Menggunakan Letter of Credit (L/C), Negoisasi wesel ekspor. Pembiayaan Transaksi Ekspor Impor Pinjaman Trusk receipt (TR), Shipping Guaranty (SG), Offshore Borrrowing, diskonto wesel berjangka, bangker acceptance, Forfaiting, Factoring dan Standby Letter of Credit Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. Ceklist key  Letter of Credit  untuk eksportir dan importir Studi kasus di dalam Letter of Credit Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Kupas Tuntas Penyusunan SOP dan KPI

Kupas Tuntas Penyusunan SOP & KPI salah satu tujuannya adalah untuk memahami pentingnya Balanced Scorecard untuk pencapaian Visi, menarik hubungan antara Balanced Scorecard, Business Process, KPI & SOP Deskripsi Karena peserta akan mendapatkan langsung 3 konsep dalam 1 kali pelatihan. Lebih hemat waktu & biaya. Dapat ilmu Balanced Scorecard yang terbukti berhasil dimana-mana. Selain itu juga kiat membangun KPI & SOP yang efektif. Jadi membantu tiap individu dalam organisasi melaksanakan tugas & tanggung jawab pekerjaan, sehingga kualitas kerja dapat konsisten & tidak terjadi lempar tanggung jawab. Jika organisasi anda mempunyai kemauan untuk memperbaiki prosedur untuk menunjang kualitas kerja disini tempatnya. Ajak 3-4 orang agar hasilnya lebih mantap! (KPI) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Kupas Tuntas Penyusunan SOP&  KPI ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami penitngnya Balanced Scorecard untuk pencapaian Visi Menarik hubungan antara Balanced Scorecard, Business Process, KPI & SOP. (KPI) Mengimplementasikan SOP & KPI Kelak dapat meregistrasi ke ISO (KPI) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Kupas Tuntas Penyusunan SOP & KPI adalah : Mengapa SOP & KPI penting (KPI) Tujuan Strategy Map dan  Balanced Scorecard & KPI Penyusunan KPI tingkat perusahaan, department & Individual (KPI) Menganalisa Internal Process (KPI) Kiat  membuat Standard Operating Procedures yang berhubungan dengan ISO 9001:2008 (KPI) Praktek membuat Standard Operating Procedures berbasis KPI & BSC Audit Standard Operating Procedures yang ada (KPI) Job Analysis, Job Description, Job Responsibility (KPI) Kiat & hambatan dalam Penyusunan Standard Operating Procedures (KPI) Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Training Just in Time

Dalam implementasi JIT, sebuah perusahaan dituntut menghasilkan output berkualitas dalam jumlah yang tepat dan pada tempat yang tepat pula, dengan material, waktu proses, tenaga kerja, ruangan, waktu set up, mesin, dll seminimal mungkin. Dengan demikian pemborosan (muda) akan berkurang, persediaan dapat ditekan dan proses produksi akan mengalir, tidak tersendat-sendat.

ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek

Deskripsi Manajemen risiko memungkinkan manajemen perusahaan mewujudkan sasaran-sasaran bisnis, operasional, dan keuangan pada proses pengadaan dan proyek dengan lebih baik dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat dan aktivitas yang terkendali. Terutama sekali manajemen risiko mendukung manajemen dalam membuat perencanaan dan merancang proses untuk mencegah atau menghindari risiko  sekaligus untuk menangkap dan mengeksploitasi peluang, menangani situasi yang benar-benar tidak diduga dengan adanya  contingency planning yang lebih baik.  Manajemen risiko juga memungkinkan manajemen mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas secara efektif dan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek atau kegiatan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki yang lebih besar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek dikembangkan dengan merujuk pada standar internasional yang sangat banyak digunakan pada proses pengadaan dan manajemen proyek yakni Australia/New Zealand Standard (AS/NZS 4360:2004). Proses manajemen risiko yang digunakan oleh standar ini telah diadopsi ke dalam ISO 31000:2009 tentang manajemen risiko, sehingga pemahaman mengenai implementasi ISO 31000:2009 pada proses manajemen proyek dan pengadaan dapat meningkatkan kapabilitas manajer proyek dan project management office (PMO) dalam manajemen risiko proyek dan pengadaannya. Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek disajikan secara praktis dengan kombinasi teori dan contoh-contoh praktis yang relevan.  Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek adalah : Paradigma baru risiko dan manajemen risiko Manajemen risiko proyek: antara SKILL versus LUCK Berbagai kasus kerugian dan bencana yang timbul dari kegagalan manajemen risiko proyek Project KPIs) versus Operational and Strategic KPIs Overview ISO 310000 Risk Management Guidelines Framework implementasi dan continues improvement manajemen risiko proyek Sistem informasi dan pelaporan manajemen risiko proyek Project Risk Based Audit Studi kasus: evaluasi tender  Proses dan perencanaan proyek Fasilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA. Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Inventory Management Strategy for Integrated Productivity

Pengertian Inventory Management adalah kegiatan untuk mengawasi dan mengendalikan atas pemesanan, penyimpanan dan penggunaan komponen, yang akan digunakan dalam produksi barang-barang serta akan dijual termasuk mengawasi dan mengendalikan kuantitas dan kualitas produk yang telah jadi untuk dijual. Inventory Management adalah  seperangkat aset utama yang merupakan investasi suatu item untuk dijual atau digunakan dalam produksi barang yang dijual, dan membutuhkan biaya dalam penyimpanannya, melacak dan memastikan persediaan untuk menghindari masalah keuangan yang signifikan.

Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training

Increasing Manufacturing Profit by “Lego Assembly Line Simulation Training”adalah sebuah design training program terbaru yang diciptakan untuk mem”visualisasi”kan kinerja sebuah Company ke dalam sebuah Simulasi suatu Assembly Line. Attractive…., itulah sebutan yang paling tepat untuk model training terbaru ini. Karena di dalam training ini para peserta training akan bermain dengan menggunakan lego untuk mengassembly sebuah “product” (ala operator) dengan menggunakan metode dan konsep Plant Manufacturing. Setelah bermain, para peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan berlatih menghitung berapa Production Cost yang dikeluarkan dalam menciptakan sebuah produk. Selain itu peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation juga akan akan menghitung Management Index yang lain seperti: berapa Added Value dari sebuah produk, berapa BEP yang dibutuhkan dan berapa persen Profit Ratio yang dihasilkan. Selain itu lebih detail lagi, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation juga akan menghitung Component of Cost dari sebuah “produk” seperti Production Time, Operator Charge, Assembly Processing Cost serta Machine Depreciation. “Improvement is never Ending”. Sebuah pepatah yang patut untuk di implementasikan. Untuk itu, setelah peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation memahami cara menghitung berbagai Management Index yang merupakan indikasi performance dari sebuah company, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan di latih untuk melakukan improvement manufaturing cost dari sisi Production Cost melalui “Improvement Metode Kerja” atau dalam bahasa Jepangnya di kenal dengan istilah “Gemba Kaizen”. Production Cost yang rendah adalah merupakan daya saing tersendiri bagi sebuah company yang tidak gampang ditiru oleh company yang lain. “Creative” adalah salah satu kata kunci yang dapat menjamin kelangsungan hidup sebuah company di masa depan. Untuk itu, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation selanjutnya juga akan diberi bekal tentang apa itu “Value Engineering”. Kreativitas yang dikeluarkan setelah memahami Value Engineering akan langsung diimplementasikan ke dalam Simulasi Assembly Line dan tentunya akan dapat dihitung langsung keuntungan yang di dapat melalui Value Engineering. Simulasi dengan memasukkan ilmu “Value Engineering” merupakan Final Project dari training ini. Karena peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation ini adalah dari berbagai macam departemen dalam sebuah company maka diharapkan masing-masing peserta training juga dapat lebih memahami proses dan biaya proses dari masing-masing bagian / departemen sehingga secara keseluruhan dapat berkontribusi dalam menurunkan biaya suatu product (COGS suatu product ). Training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan dijalankan dengan metode grup (minimal 2 grup dengan masing-masing grup minimal 5 orang). Dengan adanya metode grouping ini maka suasana training akan lebih hidup karena 2 atau 3 group tersebut akan berlomba siapa yang menang (Profit lebih besar) dalam menjalankan sebuah “Mini Company”. Target Peserta Pelatihan Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training ini ditujukan untuk para: Manager & Supervisor (minimum) dari berbagai bidang departemen seperti Production, Engineering / Maintenance, Production Engineering, PPIC, Purchasing, QA/QC, Marketing, Finance, dll.  Metode Pelatihan Training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training dilaksanakan dengan metode: In Class Training / Seminar Diskusi Grup Latihan di Kelas Project Simulation (4 kali exercise, Basic – Final Project) dengan menggunakan permainan Lego Durasi : 2 hari (14 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Implementing HSE Audit System

Setelah semua program dan strategi HSE diterapkan, maka perlu di lakukan Auditing atau pemeriksaan sebagai bagian dari tinjauan ulang atau “Review”. Audit ini wajib dilakukan untuk memastikan bahwa program HSE yang di terapkan telah mencapai sasaran yang ditetapkan atau tidak, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan :

Implementasi HSE Di Pergudangan

Tujuan dari kursus ini adalah memberikan bekal teknik khusus kepada para karyawan, manager/supervisor (produksi, maintenance, distribusi, warehouse, dll), dasar-dasar bagaimana cara yang efektif dalam melakukan ”action” dilapangan sehingga penerapan HSE menjadi lebih mudah dan baik. Diharapkan dengan memberikan bekal khusus bagi para manager/supervisor dan karyawan, maka akan memudahkan manajemen dalam penerapan HSE dilapangan yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja para karyawan dan menghindarkan mereka bahaya kecelakaan.

Improving Your Equipment Through TPM & OEE

Equipment atau mesin dalam industri manufaktur berbasis padat modal ataupun semi padat modal merupakan salah satu jenis investasi ataupun asset yang paling utama dari suatu perusahaan yang harus selalu dipelihara dan ditingkatkan efektivitasnya maupun efisiensinya. Sayangnya pada kebanyakan implementasi dari pemeliharaan, perusahaan hanya menerapkan pemeliharaan jenis Breakdown Maintenance, yaitu  melakukan perbaikan/pemeliharaan manakala terjadi kerusakan, Dengan konsep breakdown maintenance ini tentu efektivitas dan efisiensi proses tidak akan meningkat dan itu berarti menyia-nyiakan asset perusahaan.

Training Hazardous Material Handling

Training Hazardous Material Handlingsalah satu tujuannya adalah bagaimana memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai dengan undangan-undangan yang berlaku. Deskripsi Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 dan No. 18 tahun 1999, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah B3 adalah bahan / limbah yang disebabkan oleh sifat, pengangkutan atau sumber daya berbahaya untuk tenaga kerja dan dapat digunakan untuk lingkungan. Upaya pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 harus dilakukan untuk mencegah dan mengubah lingkungan yang akan muncul akibat perbaikan atas penggunaan bahan ini. Berbagai cara yang diterapkan dari setiap lembaga / industri mungkin sudah rutin dilakukan dan dilakukan yang berkaitan dengan B3 ini, tetapi mungkin tetap saja dapat memperoleh tantangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Tak jarang, aparat hukum dan media massa ikut terlibat dengan isu B3 ini yang berakibat pada konflik demi kepentingan. Bagaimana mengatasi masalah non-teknis Pelatihan ini sedikit membahas B3, limbah B3 dan porsi terbesarnya untuk mempelajari teknik pengendalian B3 ditinjau dari segi hokum. Dalam pelatihan ini juga akan diberikan panduan teknis untuk menyelamatkan B3 dengan aman, efisien dan berkenan dengan peraturan yang diperlukan agar keuangan dapat dikontrol dengan lebih terperinci. Selama sesi pelatihan, peserta juga akan menerima contoh-contoh kasus untuk memperdalam pengetahuan dalam mengelolah B3 dan limbahnya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Penanganan Material Berbahaya ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai dengan undangan-undangan yang berlaku Memahami karakteristik B3 dan limbah dengan klasifikasi bahaya Memahami dan memahami cara penerapan simbol dan label B3 dan limbah B3 menurut standar yang berlaku Mengetahui teknik pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 dengan efektif dan berbiaya murah. Memahami MSDS dan cara mereplikasinya dengan cara yang lebih sederhana. Mengetahui jenis-jenis alat K3 yang terkait dengan pengelolaan B3 dan limbah B3. Target Peserta Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya ini ditujukan untuk para: Staf / Operator produksi, Petugas Lingkungan, K3 / petugas keselamatan, pembelian staf, petugas laboratorium dan profesional lainnya yang terlibat dalam administrasi administrasi dan teknis B3 dan limbah B3. Metode Pelatihan Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode interaktif yang membahas semi-lokakarya dimana peserta akan langsung membahas topik yang disajikan, diberi contoh aplikasi yang diperbarui dan telah teruji, serta berbagi informasi tentang hal-hal yang praktis dan mudah digunakan dalkam usaha pengelolaan B3 dan limbah B3 . Outline Materi Pelatihan Materi Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya yang akan dibahas adalah: Diskusi dan pemahaman singkat: B3 dan limbah B3 menurut peraturan perundang undangan Peraturan lain yag terkait Simbol dan label Karakteristik B3 dan limbah B3 dan bagaimana Identifikasi bahayanya. Teknik da metoda Pengendalian B3 dan limbah B3 : Pengendalian teknis / operasional Kisah sukses penerapan metode ramah serta tidak mencemari Lingkungan Pengendalian dokumen B3 dan limbah B3 Pemahaman dan cara Pemakaian Alat Pelindung Diri yang benar Lembar Data Keselamatan Bahan Lembar (MSDS) : Memahami MSDS Informasi apa saja yang dipahami dan dipahami cara penginformasiannya yang efektif. Contoh-contoh Penanganan Limbah B3 : Persyaratan teknis dan administrasi pengelolaan limbah B3 Penanganan limbah B3 menurut konsep “dari buaian sampai liang kubur” Informasi terkait Manajemen Limbah Industri di Indonesia Testimoni “materi sangat baik hingga dapat diimplementasikan” “Materi sesuai dengan pekerjaan” “Sangat baik” “Bagus dalam penyampaiannya & berpengalaman” “Materi yg disampaikan sangat releva & sesuai dengan kebutuhan perusahaan & akan diimplementasikan di lapangan” “Baik sekali untuk pengetahuan tentang Limbah” “Sangat menguasai Materi & Familiar” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Hazard Identification and KYT training

Deskripsi Bahaya  yang terjadi dalam suatu proses produksi akan menimbulkan Kerusakan pada saat itu juga (Tiba-tiba Hancur)  lama penanganannya tidak ada yang mampu dipredikasikannya, tergantung dari kerusakan yang terjadi. Belum lagi jika terjadi bahaya seperti ini yang dikeluarkan pada manusia. (Hazard Identification and KYT training) Di dalam pelatihan ini akan dipaparkan secara sederhana, praktis dilakukan, dikidetifikasi bahaya yang akan terjadi melalui metode “Keselamatan Menemukan Masalah” serta melatih kepekaan kita terhadap bahaya yang akan terjadi di hari berikutnya melalui Pelatihan KYT (Pelatihan Kiken Yochi).(Hazard Identification and KYT training) Melalui 2 metode ini, bahaya akan dapat dicegah, juga orang yang menjalankan mesin akan semakin meningkat dibandingkan dengan bahaya yang akan terjadi pada akhirnya. Kecelakaan dapat diperoleh, Productivitas akan meningkat.(Hazard Identification and KYT training) Target Peserta Identifikasi Pelatihan Hazard dan pelatihan KYT ini ditujukan untuk para: Teknisi / Supervisor / Foreman Pemeliharaan / Teknik. Operator mesin / Pemimpin Line / Kepala Regu / Supervisor Produksi.Dan lain-lain. Metode Pelatihan Pelatihan Hazard Identification and KYT training dilaksanakan dengan metode: Seminar / Pelatihan Kelas / In House Training Dialog Interaktif / Berbagi Diskusi Grup Latihan di kelas & Studi Kasus Outline Materi Pelatihan materi yang akan membahas topik Hazard Identification and KYT Training  adalah: Sejarah Perkembangan Dunia Industri Tujuan Penjaminan Keamanan (= Memastikan Keamanan) Sistem Keamanan Pembuatan prosedur Start up dan Shut Down mesin Ilustrasi 3 Dimensi Pembuatan Peta Keselamatan Identifikasi, Pengelompokan dan Penanganan Keselamatan Menemukan Masalah Apa itu KYT Cara dan Metode pembuatan serta penerapan KYT Eliminasi Finding Item Yang Tidak Perlu Apa itu OPL (Pelajaran Satu Poin) Durasi : Seminar / Pelatihan Kelas >>> 1 hari (7 jam) Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan,  saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan, mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan, kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali, diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Basic dari Jepang, disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Sertifikat penerimaan ini tidak diperoleh secara resmi tetapi juga dengan bantuan di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil,  sertifikat yang diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan,  berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 kelompok TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 kelompok Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.

Hazard Identifiaction Risk Assessment

Deskripsi Penilaian risiko merupakan hal yang diwajibkan bagi semua industri untuk tingkat / posisi. Kenapa demikian? Karena di setiap lini pekerjaan harus ada dari setiap kegiatan yang ada. Pemangkasan setiap orang dalam menyelesaikan masalah akan menentukan proses penanggulangan yang akan dilakukan. Pekerjaan rutin yang dilakukan setiap saat haruslah dilakukan proses HIRA (identifikasi bahaya & penilaian risiko), dari proses ini maka dapat dilakukan prioritas cara penanggulangan, baik teknik, prosedur sistem maupun proteksi menggunakan PPE (alat pelindung diri). Pekerjaan yang sifatnya tidak rutin, maka perlu izin untuk bekerja yang sudah diperlukan proses penilaian risiko yang diperlukan. Begitu pula dalam dokumen CSMS (sistem manajemen keselamatan kontraktor), proses dasar yang dilakukan dalam tender pekerjaan adalah Penilaian Risiko, yaitu menganalisa risiko dari pekerjaan tsb, yang kemudian akan di tentukan kualitas kontraktor yang akan di pilih. Penilaian risiko dapat dilakukan melalui JSA (analisis keselamatan kerja), bisa juga dilakukan melalui TRA (penilaian risiko tugas), yang sifatnya lebih detail dan lebih terperinci. Tujuan Pelatihan Penilaian Risiko Identifikasi Bahaya Setelah Ikut Pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya Peserta dapat mempertimbangkan cara penilaian risiko Peserta dapat melakukan proses JSA Peserta bisa mempersiapkan program penanggulangannya Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Penilaian Risiko Identifikasi Bahaya adalah: Proses mengakhiri kecelakaan kerja Identifikasi bahaya JSA (analisis keselamatan kerja) Penilaian Risiko Tugas (TRA) Program kerja Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrokimia, manufaktur, minyak & gas, perkebunan, konsultasi dll. Mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Pertemuan konsultasi dan pelatihan di perusahaan besar seperti BP, Cargill, grup Sinarmas, Mayora, Indofood dan lain-lain. Semenjak 2008 juga berperan sebagai instruktur EPCM Manajer Pengendalian Pencemaran Lingkungan, sebagai salah satu program sertifikasi manajer lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Human Performance in Safety Program

Latar Belakang Sebagaimana kita ketahui bahwa ujung tombak setiap program adalah manusia, termasuk dalam safety program sekalipun. Berkaitan dengan hal tersebut ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu bahwa manusia memiliki keterbatasan.

Human Error in Safety Implementation

Latar Belakang Identifikasi kebutuhan pengetahuan safety yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan memang penting. Setelah identifikasi tentu harus diikuti dengan pemenuhan atas gap persyaratan dengan kondisi aktual yang ada. Metode yang digunakan bisa berupa pelatihan, sosialisasi, safety meeting, pamflet, spanduk, sticker, dan sebagainya.

HSE for Oil and Gas Training

HSE for Oil and Gas Training mempelajari mengenai menyiapkan CSMS programs dan implementasinya, mengenal system management K3 dan pelaksanaannya, bagaimana waste management dan implementasinya dan hal lainnya terkait HSE for Oil and Gas. Deskripsi Perusahaan bidang petrochemical, oil & gas menjadi industri yang paling ketat dalam menerapkan kebijakan HSE health safety & environment. Banyak orang yang menginginkan bekerja di area ini dengan standard safety yang tinggi, tentu dengan remunerasi yang lebih baik pula. Begitu pula semakin banyaknya pekerja kontraktor yang bekerja di area oil & gas akan semakin banyak pula resiko kecelakaan kerja. Tercatat di berbagai data bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada kontraktor di bandingkan pegawai tetap di perusahaan tersebut. (HSE) Mengenal dunia HSE di oil & gas yang mempunyai standard acuan yang lebih tinggi, penting bagi siapa saja yang menginginkan masuk dan bekerja di area oil & gas ini. Di mulai dari standard kesehatan yang tinggi melalui medical check up, keterampilan dan pengalaman, training yang mencukupi dan lain sebagainya. Bagi kontraktor harus menyiapkan CSMS program contractor safety management system yang seringkali menjadi kendala bagi banyak kontraktor. (HSE) Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang menginginkan masuk dunia oil & gas, bagi kontraktor untuk mempersiapkan system CSMS dan lain sebagainya. Selepas workshop, peserta di ajak bergabung di dalam forum diskusi tentang EHS yang ada di Indonesia, sehingga pekerjaan yang baru bisa di support dengan komunitas yang baru dengan members lebih dari 4000 orang praktisi EHS di Indonesia. (HSE) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HSE for Oil and Gas Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan HSE (health, safety & environment) bidang Oil & Gas Persiapan memasuki dunia oil & gas (skill, kesehatan, training) Mengenal dan proakif di program HSE area Oil & Gas Menyiapkan CSMS programs dan implementasinya Mengenal system Management K3 dan pelaksanaannya Waste Management dan implementasinya Mengikuti Health Promotion Program Menjalan Permit to Work (PA, IA) Memahami Emergency Response System Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik HSE for Oil and Gas Training adalah : Day 1 Pengenalan HSE Oil & Gas Mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management Mengenal HSE program Oil & Gas Implementasi dan pengukuran program K3 Permit to work dan system isolasi Day 2 CSMS (Contractor Safety Management System) Emergency respon program dan implementasinya Accident reporting & investigation Waste management Studi case Testimoni “Materi relevan & Dapat diimplementasikan dalam pekerjaan” “Cukup menguasai materi” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS)

Training Laboratory Information Management System (LIMS) Training menawarkan berbagai kemudahan untuk mendukung operasi laboratorium modern dengan  perangkat lunak (software) & sistem manajemen informasi  (LIMS). Training ini juga mempelajari bagaimana teknologi & vendor LIMS, aspek teknis & standar yang dipakai LIMS  dan gaimana Function Development System (FDS). Deskripsi LIMS bersifat web based sehingga customer Laboratorium termasuk Manajemen dapat melihat hasil analisis yang diinginkan, kapan saja & dimana saja ! LIMS bisa diintegrasikan dengan berbagai instrument Laboratorium sehingga data analisisnya bisa langsung dicatat secara cepat & benar dalam sistem komputer. LIMS dapat juga dikoneksikan dengan sistem aplikasi lain untuk memudahkan pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang dalam suatu Perusahaan atau Instansi. Umumnya fungsi LIMS bisa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu (1)  Manajemen sampel; (2) Instrument & Integrasi Aplikasi; (3) Pertukaran data elektronik; (4) Fungsi – fungsi lainnya seperti Manajemen audit, chain of custody, barcode handling, compliance, customer relationship management, kalibrasi instrument & perawatan, inventory & manajemen instrument, personnel & workload management dsb. Untuk membangun LIMS agar sesuai kebutuhan operasional Laboratorium diperlukan pengetahuan yang baik tentang bagaimana pembuatan sistem yang ada dalam LIMS. Kita juga harus mengerti data – data apa saja yang harus dipersiapkan untuk pembuatan sistem tsb. Walaupun saat in telah banyak vendor  untuk LIMS, namun tidak mudah untuk bisa mendapatkan vendor yang tepat sesuai kebutuhan operasional Laboratorium kita. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan kita tentang LIMS sangat kurang. Penyebab lainnya, kita malah tidak mengerti akan kebutuhan sistem untuk operasional Laboratorium kita sendiri ! Materi Utama Workshop How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) akan memfokuskan pada 3 materi yang penting : Pengenalan tentang LIMS : peserta akan memiliki pengetahuan tentang filosofi dasar & teknis LIMS, keuntungan yang akan diperoleh, organisasi LIMS agar implementasinya bisa baik, strategi agar LIMS bisa benar – benar berfungsi membantu operasional Laboratorium Pembuatan Functional Design System (FDS) LIMS : peserta akan mempunyai kemampuan untuk membangun sistem LIMS yang sesuai dengan kebutuhan operasional Laboratorium Perencanaan proyek LIMS : peserta akan mampu untuk membuat perencanaan & pelaksanaan proyek LIMS secara efektif & efisien Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) adalah : Sejarah LIMS  Teknologi & vendor LIMS  Aspek teknis & standar yang dipakai LIMS  Function Development System (FDS) : pengenalan sistem, Laboratory Operation Workflow, User & Role, Template & Specification, Certificate, Reagent, Inventory dsb Project schedule plan & project kick off meeting Metode Pelatihan Training How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Testimoni “Materi yang diberikan sangat bagus” “Materi yang disampaikan sesuai harapan” “Trainer dalam menyampaikan matei sangat bagus mudah dimengerti untuk diimplementasikan ditempat kerja” “Terima kasih pa Alief atas ilmu yang diberikan semoga bermanfaat buat Saya” “Sangat relevan dengan kebutuhan Laboratorium” “Sangat menguasai materi” Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

High Skilled Rookie Employee

SDM yang muda, penuh semangat dan siap menghadapi tantangan adalah investasi awal yang sangat berharga bagi suatu organisasi / perusahaan. Tetapi jika melihat perkembangan persaingan Bisnis saat ini yang begitu ketat dan meng-global, maka kualifikasi SDM sebagai Human Capital khususnya yang Fresh-Graduate ataupun yang masih minim pengalaman (Rookie) perlu untuk didefinisi ulang.