Operation Training

Inventory Management As a competitive weapon

Overview Meningkatnya kebutuhan customer dengan berbagai variasi produk, membuat banyak perusahaan meninjau kembali strategi inventory mereka. Variasi SKU yang banyak dengan qty sedikit, akan menimbulkan problem dalam mengatur strategi inventory.

Improving Your Equipment Through TPM & OEE

Equipment atau mesin dalam industri manufaktur berbasis padat modal ataupun semi padat modal merupakan salah satu jenis investasi ataupun asset yang paling utama dari suatu perusahaan yang harus selalu dipelihara dan ditingkatkan efektivitasnya maupun efisiensinya. Sayangnya pada kebanyakan implementasi dari pemeliharaan, perusahaan hanya menerapkan pemeliharaan jenis Breakdown Maintenance, yaitu  melakukan perbaikan/pemeliharaan manakala terjadi kerusakan, Dengan konsep breakdown maintenance ini tentu efektivitas dan efisiensi proses tidak akan meningkat dan itu berarti menyia-nyiakan asset perusahaan.

Training Hazardous Material Handling

Training Hazardous Material Handlingsalah satu tujuannya adalah bagaimana memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai dengan undangan-undangan yang berlaku. Deskripsi Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 dan No. 18 tahun 1999, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah B3 adalah bahan / limbah yang disebabkan oleh sifat, pengangkutan atau sumber daya berbahaya untuk tenaga kerja dan dapat digunakan untuk lingkungan. Upaya pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 harus dilakukan untuk mencegah dan mengubah lingkungan yang akan muncul akibat perbaikan atas penggunaan bahan ini. Berbagai cara yang diterapkan dari setiap lembaga / industri mungkin sudah rutin dilakukan dan dilakukan yang berkaitan dengan B3 ini, tetapi mungkin tetap saja dapat memperoleh tantangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Tak jarang, aparat hukum dan media massa ikut terlibat dengan isu B3 ini yang berakibat pada konflik demi kepentingan. Bagaimana mengatasi masalah non-teknis Pelatihan ini sedikit membahas B3, limbah B3 dan porsi terbesarnya untuk mempelajari teknik pengendalian B3 ditinjau dari segi hokum. Dalam pelatihan ini juga akan diberikan panduan teknis untuk menyelamatkan B3 dengan aman, efisien dan berkenan dengan peraturan yang diperlukan agar keuangan dapat dikontrol dengan lebih terperinci. Selama sesi pelatihan, peserta juga akan menerima contoh-contoh kasus untuk memperdalam pengetahuan dalam mengelolah B3 dan limbahnya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Penanganan Material Berbahaya ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai dengan undangan-undangan yang berlaku Memahami karakteristik B3 dan limbah dengan klasifikasi bahaya Memahami dan memahami cara penerapan simbol dan label B3 dan limbah B3 menurut standar yang berlaku Mengetahui teknik pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 dengan efektif dan berbiaya murah. Memahami MSDS dan cara mereplikasinya dengan cara yang lebih sederhana. Mengetahui jenis-jenis alat K3 yang terkait dengan pengelolaan B3 dan limbah B3. Target Peserta Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya ini ditujukan untuk para: Staf / Operator produksi, Petugas Lingkungan, K3 / petugas keselamatan, pembelian staf, petugas laboratorium dan profesional lainnya yang terlibat dalam administrasi administrasi dan teknis B3 dan limbah B3. Metode Pelatihan Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode interaktif yang membahas semi-lokakarya dimana peserta akan langsung membahas topik yang disajikan, diberi contoh aplikasi yang diperbarui dan telah teruji, serta berbagi informasi tentang hal-hal yang praktis dan mudah digunakan dalkam usaha pengelolaan B3 dan limbah B3 . Outline Materi Pelatihan Materi Pelatihan Penanganan Bahan Berbahaya yang akan dibahas adalah: Diskusi dan pemahaman singkat: B3 dan limbah B3 menurut peraturan perundang undangan Peraturan lain yag terkait Simbol dan label Karakteristik B3 dan limbah B3 dan bagaimana Identifikasi bahayanya. Teknik da metoda Pengendalian B3 dan limbah B3 : Pengendalian teknis / operasional Kisah sukses penerapan metode ramah serta tidak mencemari Lingkungan Pengendalian dokumen B3 dan limbah B3 Pemahaman dan cara Pemakaian Alat Pelindung Diri yang benar Lembar Data Keselamatan Bahan Lembar (MSDS) : Memahami MSDS Informasi apa saja yang dipahami dan dipahami cara penginformasiannya yang efektif. Contoh-contoh Penanganan Limbah B3 : Persyaratan teknis dan administrasi pengelolaan limbah B3 Penanganan limbah B3 menurut konsep “dari buaian sampai liang kubur” Informasi terkait Manajemen Limbah Industri di Indonesia Testimoni “materi sangat baik hingga dapat diimplementasikan” “Materi sesuai dengan pekerjaan” “Sangat baik” “Bagus dalam penyampaiannya & berpengalaman” “Materi yg disampaikan sangat releva & sesuai dengan kebutuhan perusahaan & akan diimplementasikan di lapangan” “Baik sekali untuk pengetahuan tentang Limbah” “Sangat menguasai Materi & Familiar” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Hazard Identification and KYT training

Deskripsi Bahaya  yang terjadi dalam suatu proses produksi akan menimbulkan Kerusakan pada saat itu juga (Tiba-tiba Hancur)  lama penanganannya tidak ada yang mampu dipredikasikannya, tergantung dari kerusakan yang terjadi. Belum lagi jika terjadi bahaya seperti ini yang dikeluarkan pada manusia. (Hazard Identification and KYT training) Di dalam pelatihan ini akan dipaparkan secara sederhana, praktis dilakukan, dikidetifikasi bahaya yang akan terjadi melalui metode “Keselamatan Menemukan Masalah” serta melatih kepekaan kita terhadap bahaya yang akan terjadi di hari berikutnya melalui Pelatihan KYT (Pelatihan Kiken Yochi).(Hazard Identification and KYT training) Melalui 2 metode ini, bahaya akan dapat dicegah, juga orang yang menjalankan mesin akan semakin meningkat dibandingkan dengan bahaya yang akan terjadi pada akhirnya. Kecelakaan dapat diperoleh, Productivitas akan meningkat.(Hazard Identification and KYT training) Target Peserta Identifikasi Pelatihan Hazard dan pelatihan KYT ini ditujukan untuk para: Teknisi / Supervisor / Foreman Pemeliharaan / Teknik. Operator mesin / Pemimpin Line / Kepala Regu / Supervisor Produksi.Dan lain-lain. Metode Pelatihan Pelatihan Hazard Identification and KYT training dilaksanakan dengan metode: Seminar / Pelatihan Kelas / In House Training Dialog Interaktif / Berbagi Diskusi Grup Latihan di kelas & Studi Kasus Outline Materi Pelatihan materi yang akan membahas topik Hazard Identification and KYT Training  adalah: Sejarah Perkembangan Dunia Industri Tujuan Penjaminan Keamanan (= Memastikan Keamanan) Sistem Keamanan Pembuatan prosedur Start up dan Shut Down mesin Ilustrasi 3 Dimensi Pembuatan Peta Keselamatan Identifikasi, Pengelompokan dan Penanganan Keselamatan Menemukan Masalah Apa itu KYT Cara dan Metode pembuatan serta penerapan KYT Eliminasi Finding Item Yang Tidak Perlu Apa itu OPL (Pelajaran Satu Poin) Durasi : Seminar / Pelatihan Kelas >>> 1 hari (7 jam) Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan,  saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan, mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan, kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali, diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Basic dari Jepang, disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Sertifikat penerimaan ini tidak diperoleh secara resmi tetapi juga dengan bantuan di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil,  sertifikat yang diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan,  berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 kelompok TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 kelompok Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.

Hazard Identifiaction Risk Assessment

Deskripsi Penilaian risiko merupakan hal yang diwajibkan bagi semua industri untuk tingkat / posisi. Kenapa demikian? Karena di setiap lini pekerjaan harus ada dari setiap kegiatan yang ada. Pemangkasan setiap orang dalam menyelesaikan masalah akan menentukan proses penanggulangan yang akan dilakukan. Pekerjaan rutin yang dilakukan setiap saat haruslah dilakukan proses HIRA (identifikasi bahaya & penilaian risiko), dari proses ini maka dapat dilakukan prioritas cara penanggulangan, baik teknik, prosedur sistem maupun proteksi menggunakan PPE (alat pelindung diri). Pekerjaan yang sifatnya tidak rutin, maka perlu izin untuk bekerja yang sudah diperlukan proses penilaian risiko yang diperlukan. Begitu pula dalam dokumen CSMS (sistem manajemen keselamatan kontraktor), proses dasar yang dilakukan dalam tender pekerjaan adalah Penilaian Risiko, yaitu menganalisa risiko dari pekerjaan tsb, yang kemudian akan di tentukan kualitas kontraktor yang akan di pilih. Penilaian risiko dapat dilakukan melalui JSA (analisis keselamatan kerja), bisa juga dilakukan melalui TRA (penilaian risiko tugas), yang sifatnya lebih detail dan lebih terperinci. Tujuan Pelatihan Penilaian Risiko Identifikasi Bahaya Setelah Ikut Pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya Peserta dapat mempertimbangkan cara penilaian risiko Peserta dapat melakukan proses JSA Peserta bisa mempersiapkan program penanggulangannya Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Penilaian Risiko Identifikasi Bahaya adalah: Proses mengakhiri kecelakaan kerja Identifikasi bahaya JSA (analisis keselamatan kerja) Penilaian Risiko Tugas (TRA) Program kerja Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrokimia, manufaktur, minyak & gas, perkebunan, konsultasi dll. Mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Pertemuan konsultasi dan pelatihan di perusahaan besar seperti BP, Cargill, grup Sinarmas, Mayora, Indofood dan lain-lain. Semenjak 2008 juga berperan sebagai instruktur EPCM Manajer Pengendalian Pencemaran Lingkungan, sebagai salah satu program sertifikasi manajer lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Human Performance in Safety Program

Latar Belakang Sebagaimana kita ketahui bahwa ujung tombak setiap program adalah manusia, termasuk dalam safety program sekalipun. Berkaitan dengan hal tersebut ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu bahwa manusia memiliki keterbatasan.

Human Error in Safety Implementation

Latar Belakang Identifikasi kebutuhan pengetahuan safety yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan memang penting. Setelah identifikasi tentu harus diikuti dengan pemenuhan atas gap persyaratan dengan kondisi aktual yang ada. Metode yang digunakan bisa berupa pelatihan, sosialisasi, safety meeting, pamflet, spanduk, sticker, dan sebagainya.

HSE for Oil and Gas Training

HSE for Oil and Gas Training mempelajari mengenai menyiapkan CSMS programs dan implementasinya, mengenal system management K3 dan pelaksanaannya, bagaimana waste management dan implementasinya dan hal lainnya terkait HSE for Oil and Gas. Deskripsi Perusahaan bidang petrochemical, oil & gas menjadi industri yang paling ketat dalam menerapkan kebijakan HSE health safety & environment. Banyak orang yang menginginkan bekerja di area ini dengan standard safety yang tinggi, tentu dengan remunerasi yang lebih baik pula. Begitu pula semakin banyaknya pekerja kontraktor yang bekerja di area oil & gas akan semakin banyak pula resiko kecelakaan kerja. Tercatat di berbagai data bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada kontraktor di bandingkan pegawai tetap di perusahaan tersebut. (HSE) Mengenal dunia HSE di oil & gas yang mempunyai standard acuan yang lebih tinggi, penting bagi siapa saja yang menginginkan masuk dan bekerja di area oil & gas ini. Di mulai dari standard kesehatan yang tinggi melalui medical check up, keterampilan dan pengalaman, training yang mencukupi dan lain sebagainya. Bagi kontraktor harus menyiapkan CSMS program contractor safety management system yang seringkali menjadi kendala bagi banyak kontraktor. (HSE) Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang menginginkan masuk dunia oil & gas, bagi kontraktor untuk mempersiapkan system CSMS dan lain sebagainya. Selepas workshop, peserta di ajak bergabung di dalam forum diskusi tentang EHS yang ada di Indonesia, sehingga pekerjaan yang baru bisa di support dengan komunitas yang baru dengan members lebih dari 4000 orang praktisi EHS di Indonesia. (HSE) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HSE for Oil and Gas Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan HSE (health, safety & environment) bidang Oil & Gas Persiapan memasuki dunia oil & gas (skill, kesehatan, training) Mengenal dan proakif di program HSE area Oil & Gas Menyiapkan CSMS programs dan implementasinya Mengenal system Management K3 dan pelaksanaannya Waste Management dan implementasinya Mengikuti Health Promotion Program Menjalan Permit to Work (PA, IA) Memahami Emergency Response System Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik HSE for Oil and Gas Training adalah : Day 1 Pengenalan HSE Oil & Gas Mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management Mengenal HSE program Oil & Gas Implementasi dan pengukuran program K3 Permit to work dan system isolasi Day 2 CSMS (Contractor Safety Management System) Emergency respon program dan implementasinya Accident reporting & investigation Waste management Studi case Testimoni “Materi relevan & Dapat diimplementasikan dalam pekerjaan” “Cukup menguasai materi” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS)

Training Laboratory Information Management System (LIMS) Training menawarkan berbagai kemudahan untuk mendukung operasi laboratorium modern dengan  perangkat lunak (software) & sistem manajemen informasi  (LIMS). Training ini juga mempelajari bagaimana teknologi & vendor LIMS, aspek teknis & standar yang dipakai LIMS  dan gaimana Function Development System (FDS). Deskripsi LIMS bersifat web based sehingga customer Laboratorium termasuk Manajemen dapat melihat hasil analisis yang diinginkan, kapan saja & dimana saja ! LIMS bisa diintegrasikan dengan berbagai instrument Laboratorium sehingga data analisisnya bisa langsung dicatat secara cepat & benar dalam sistem komputer. LIMS dapat juga dikoneksikan dengan sistem aplikasi lain untuk memudahkan pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang dalam suatu Perusahaan atau Instansi. Umumnya fungsi LIMS bisa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu (1)  Manajemen sampel; (2) Instrument & Integrasi Aplikasi; (3) Pertukaran data elektronik; (4) Fungsi – fungsi lainnya seperti Manajemen audit, chain of custody, barcode handling, compliance, customer relationship management, kalibrasi instrument & perawatan, inventory & manajemen instrument, personnel & workload management dsb. Untuk membangun LIMS agar sesuai kebutuhan operasional Laboratorium diperlukan pengetahuan yang baik tentang bagaimana pembuatan sistem yang ada dalam LIMS. Kita juga harus mengerti data – data apa saja yang harus dipersiapkan untuk pembuatan sistem tsb. Walaupun saat in telah banyak vendor  untuk LIMS, namun tidak mudah untuk bisa mendapatkan vendor yang tepat sesuai kebutuhan operasional Laboratorium kita. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan kita tentang LIMS sangat kurang. Penyebab lainnya, kita malah tidak mengerti akan kebutuhan sistem untuk operasional Laboratorium kita sendiri ! Materi Utama Workshop How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) akan memfokuskan pada 3 materi yang penting : Pengenalan tentang LIMS : peserta akan memiliki pengetahuan tentang filosofi dasar & teknis LIMS, keuntungan yang akan diperoleh, organisasi LIMS agar implementasinya bisa baik, strategi agar LIMS bisa benar – benar berfungsi membantu operasional Laboratorium Pembuatan Functional Design System (FDS) LIMS : peserta akan mempunyai kemampuan untuk membangun sistem LIMS yang sesuai dengan kebutuhan operasional Laboratorium Perencanaan proyek LIMS : peserta akan mampu untuk membuat perencanaan & pelaksanaan proyek LIMS secara efektif & efisien Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) adalah : Sejarah LIMS  Teknologi & vendor LIMS  Aspek teknis & standar yang dipakai LIMS  Function Development System (FDS) : pengenalan sistem, Laboratory Operation Workflow, User & Role, Template & Specification, Certificate, Reagent, Inventory dsb Project schedule plan & project kick off meeting Metode Pelatihan Training How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Testimoni “Materi yang diberikan sangat bagus” “Materi yang disampaikan sesuai harapan” “Trainer dalam menyampaikan matei sangat bagus mudah dimengerti untuk diimplementasikan ditempat kerja” “Terima kasih pa Alief atas ilmu yang diberikan semoga bermanfaat buat Saya” “Sangat relevan dengan kebutuhan Laboratorium” “Sangat menguasai materi” Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

High Skilled Rookie Employee

SDM yang muda, penuh semangat dan siap menghadapi tantangan adalah investasi awal yang sangat berharga bagi suatu organisasi / perusahaan. Tetapi jika melihat perkembangan persaingan Bisnis saat ini yang begitu ketat dan meng-global, maka kualifikasi SDM sebagai Human Capital khususnya yang Fresh-Graduate ataupun yang masih minim pengalaman (Rookie) perlu untuk didefinisi ulang.

Guidelines for The Application of QMS ISO 9001 in Local Government

Komitmen Pimpinan adalah sangat penting karena mereka harus merencanakan strategi bisnis, kebijakan, sasaran dan ukurannya, serta mereka harus meninjaunya pula.  Komitmen Pimpinan/ Manajemen Puncak perlu ditetapkan sebelum melangkah lebih jauh dalam rencana menerapkan Sistem Manajemen Mutu pada Institusi Pemerintahan. Tanpa komitmen yang jelas dan tegas maka kecil kemungkinan pelaksanaan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu akan berjalan dan  tercapai baik sesuai dengan yang direncanakan oleh Institusi Pemerintahan .

Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result

Deskripsi Genba Kaizen adalah suatu metode  Improvement yang sudah sangat populer di Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan.(Genba Kaizen) Kata Genba berasal dari bahasa Jepang yang berarti di lapangan / di area kerja. Sedangkan kata Kaizen adalah Improvement yang berkelanjutan. Sehingga secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area produksi. Dalam training Genba Kaizen ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan minded  ini Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil, sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan genba kaizen, membuka mata kita bahwa improvement dilakukan dari hal-hal yang kecil, sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung Balance Loss, Standart Time sampai dengan cara menghitung Saving Cost, ROI dari suatu improvement. (Genba Kaizen) Target Peserta Pelatihan Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result ini ditujukan untuk para: Supervisor / Foreman / Teknisi Produksi Supervisor/ Foreman / Teknisi Engineering Supervisor/ Foreman / Teknisi Maintenance  Metode Pelatihan Training Fundamental Safe Work Practice dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Training Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result adalah : Konsep dasar dan Mengapa perlu Genba Kaizen Prinsip-prinsip improvement Perhitungan Manufacturing Cost Cara Observasi di area kerja dengan menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri), dasar dari motion mind Cara mencari Muda (Pemborosan/ Ketidakefektifan) dalam area kerja  Jenis-jenis Muda dan pengaruhnya.  Step-Step pelaksanaan Genba Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi. Pemangkasan waktu kerja. Bagaimana cara menghitung Data Time Study, Balance Loss, Standard Time, Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Durasi Pelatihan : 2 hari (14 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance, Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan, saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari, mengetrapkan Konsep TPM, Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan, kekurangan dari implementasi TPM, Kaizen ini telah dikenali, diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Fundamental of Reliability Engineering

Fundamental of Reliability Engineering Course is designed to teach the skills of Reliability Engineering as detailed in the Facilities Maintenance Management and Reliability Engineering Competency Maps. We will use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plant availability and optimize it against business need. Case studies and exercises will be used to demonstrate availability optimization techniques and their benefits. Goals Goals of Fundamental of Reliability Engineering: Understand the concept of reliability Learn Some Reliability Analysis Techniques Find out how to use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plan reliability Understand the role of Preventive and Predictive Maintenance in Improving Reliability Learn how to create reliability improvement actions in organization  Outline Material Introduction MTBF MTTR Reliability analysis FMEA FTA RBD Weibull Analysis Monte Carlo simulation Preventive Maintenance Predictive maintenance Reliability improvement project planning Equipment performance gap analysis Creating reliability improvement actions in the organization Participants Maintenance, engineering and operations personnel involved in improving reliability, availability, condition monitoring, and maintainability of process equipment and systems. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah seorang praktisi dan trainer di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Management dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan alumi ITB, ia mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan pemasok genset system yang sempat menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam deployment jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya itu, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang management operasi, financial dan sumber daya manusia. Saat ini ia juga aktif sebagai professional trainer di beberapa lembaga trainer dan telah berpengalaman memberikan berbagai topic training untuk perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Total, Holcim, Star Energy, Indoenesian Power dan Viar.

Forecast Accuracy Training for Supply Chain

Deskripsi Program training Forecasting Accuracy for Supply Chain, dibangun untuk menjawab permasalahan yang timbul pada perusahaan yang memiliki tingkat kegiatan Supply Chain (Mata Rantai Pasokan) yang tinggi, sehingga dibutuhkan perkiraan yang tepat (forecasting accuracy) terhadap persediaan barang (stok) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Banyaknya perusahaan retail yang belum siap untuk melakukan perkiraan kebutuhan atau permintaan pelanggan pada event-event tertentu menyebabkan terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan atas suatu produk, sehingga mengakibatkan melonjaknya biaya operasional yang tidak disadari demi menjaga kepuasan pelanggan yang berasal dari jalur distribusi, durasi ketersediaan barang, dan kesiapan sumber daya manusia untuk menanganinya, yang berujung pada kerugian perusahaan. Menghitung akurasi perkiraan permintaan adalah suatu proses untuk menentukan akurasi perkiraan yang dibuat untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu produk, dan memahami serta memprediksi permintaan pelanggan kepada produsen dan/atau distributor guna menghindari resiko kelebihan atau kekurangan persediaan termasuk mempertahankan tingkat persediaan yang cukup, tetapi disisi lain bahwa perkiraan yang dibuat tidak pernah sempurna, sehingga diperlukan untuk mempersiapkan permintaan yang sebenarnya untuk tujuan mempertahankan inventarisasi yang optimal dan rantai pasokan yang efektif, atas pentingnya perkiraan permintaan yang akurat. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Forecast Accuracy Training for Supply Chain ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dapat memperkirakan waktu yang tepat atas adanya event-event tertentu Dapat melakukan antisipasi terhadap persediaan barang produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Dapat menghilangkan biaya overhead operasional, akibat kelebihan dan/atau kekurangan barang persediaan (stok) Dapat menyusun dan membuat perkiraan yang akurat atas terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan. Metode Pelatihan Training Forecast Accuracy Training for Supply Chain dilaksanakan dengan metode: Tutorial yang dikombinasikan dengan diskusi untuk mendapatkan pemahaman pada permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang terbaik terhadap kondisi kelebihan atau kekurangan barang persediaan Melakukan simulasi dengan mempergunakan metode proses imitasi (substitusi), dalam melakukan transformasi pengetahuan dan pengalaman, sehingga mudah diimplementasikan pada alam nyata Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Forecast Accuracy Training for Supply Chain adalah : Pengertian forecasting accuracy supply chain Pemahaman yang mendalam terhadap pengertian Supply Chain Fungsi dan peranan forecasting accuracy supply chain Faktor yang mempengaruhi terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan Forecasting and Aggregate Planning Teknik dalam membuat forecasting pada supply chain Durasi : 2 hari kerja atau 16 (enam belas) jam Referensi : Hyndman, R.J., Koehler, A.B (2005) “Another look at measures of forecast accuracy”, Monash University. Hoover, Jim (2009) “How to Track Forecast Accuracy to Guide Process Improvement”, Foresight: The International Journal of Applied Forecasting. Perez, Hernan David. Supply Chain Roadmap: aligning supply chain with business strategy. ISBN 978-1494200497 Oliver, R. K.; Webber, M. D. (1992) [1982]. “Supply-chain management: logistics catches up with strategy”. In Christopher, M. Logistics: The Strategic Issues. London: Chapman Hall. pp. 63–75. ISBN0-412-41550-X. Jacoby, David (2009). Guide to Supply Chain Management: How Getting it Right Boosts Corporate Performance. The Economist Books (1st ed.). Bloomberg Press. ISBN978-1-57660-345-1. Andrew Feller, Dan Shunk, & Tom Callarman (2006). BPTrends, March 2006 – Value Chains Vs. Supply Chains Blanchard, David (2010). Supply Chain Management Best Practices (2nd ed.). John Wiley & Sons. ISBN978-0-470-53188-4. Supply Chain Management SGS Consumer Testing Services, Retrieved 04/08/2013 Facilitator Setiono Winardi SH., MBA. Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE. Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir. Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut: Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government; Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa; Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa; Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa; Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training First Aid

Training First Aid mempelajari mengenai bagaimana cara mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak, bagaimana mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC, dan hal lain terkait First Aid. Deskripsi Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan  kepada peserta pelatihan untuk dapat memberikan pertolongan pada korban yang mengalami kecelakaan dan sakit mendadak termasuk henti napas dan henti jantung Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training First Aid ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyebutkan penyebab keadaan henti napas dan henti jantung. Mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak. Mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC. Mendemonstrasikan cara memberikan pertolongan pada korban yang mengalami sumbatan jalan napas akibat benda asing. Mendemonstrasikan cara melakukan pembalutan dan pembidaian pada perdarahan dan patah tulang, Metode Pelatihan Training First Aid dilaksanakan dengan metode: Interaktif, mudah diajarkan dengan memakai visual aids, seperti infocus, film dan peralatan pelatihan termasuk resuscitation practice dummies Schedule First Aid Training : 08.00 – 08.15     Pembukaan 08.15 – 09.30     Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat.ABC Resusitasi 09.30 – 09.45     Coffee Break 09.45 – 12.00     First aid case: Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. 12.00 – 13.00     Lunch/Sholat 13.00 – 14.00     Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dan patah tulang)Teknik membalut dan membidai 14.00 – 14.30     Transportasi korban (memindahkan pasien) 14.30  – 14. 45    Coffee Break 14.45 – 16.15      Praktek resursitasi, balut, bidai, hentikan perdarahan, pemindahan korban. 16.10 – 16.45      Simulasi 16.45 – 17.00       Penutupan Outline Materi Materi Training First Aid yang akan dibahas adalah : Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat. ABC Resusitasi. First aid case:Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang) Teknik membalut dan membidai. Transportasi korban Durasi Waktu pelatihan adalah 8 jam. Facilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Sertifikat HIPERKES (Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2014 Instruktur Inhouse Petugas P3K PT MITRAPACK ERA MANDIRI (Jababeka Cikarang), PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cibitung), PT Mondelez Indonesia (Jababeka II Cikarang), PT Pz Cussons Indonesia (Tanggerang), PT Andalan Furnindo, (Marunda Bekasi), PT Sumareccon (Kelapa Gading Jakarta), PT HM Sampoerna Tbk (Kawasan Industri International Center Karawang (2), PT Clarian Adsorben Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap), PT HM Sampoerna Tbk (Morrish Indonesia), PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group) Pelatihan : Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES ), Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi Pengurus IDI Cabang (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementrian Kesehatan RI), Pelatihan Majelis Disiplin Kedokteran Indonesia (MAJELIS KOMITE DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA & IDI Jawa Barat), RTD:  Clinical Application of High Sensitive D-Dimer, Examination in VTE Exlution, Penatalaksanaan Therapi Terkini pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Kalbe Akademia: Acute Coronary Syndrome, Dyslipidemia, Hypertension, and Meal Planning, Workshop Risk and Benefit of Antidiabetic Drug (PT Kalbe Farma tbk), Penatalaksanaan Penyakit Kardiovaskuler (Laboratorium Klinik Prodia), dan lain-lain. Pendidikan : Pendidikan Keprofesian: RS Hasan Sadikin, Bandung (2000-2002) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Bandung (1994-1999)

Failure Mode Analysis of Mechanical Component

Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Untuk memberikan pernyataan dasar filosofi, prinsip, konsep, kemudian untuk memperkenalkan teknik, metodologi penilaian, evaluasi keandalan sebagaimana diterapkan pada komponen mekanik, peralatan, sistem dan sub-sistem pabrik mekanik. Untuk meningkatkan pemahaman tentang kegagalan yang terkait dengan simpul, sebab dan akibatnya.(Failure Mode Analysis) Outline Materi Materi pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component yang akan bahas topik Failure Mode Analysis of Mechanical Component adalah: Pengantar. Implikasi keandalan mekanik. Definisi keandalan mekanik. Keandalan dan tingkat kegagalan. Analisis Keamanan Sistem. Kesalahan manusia Operasi Rutin Operasi Darurat Metode Analisis. Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA) Pohon Acara Pohon kesalahan Prediksi keandalan: Analisis Weibull. Simulasi Ketersediaan Sistem: Simulasi Montecarlo. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Training Essential Supply Chain Management

Tujuan Training Essential Supply Chain Management salah satunya adalah agar kita memahami konsep supply chain, bagaimana SCM (supply chain management) menciptakan value bagi customer. Sejak dikembangkan awal 1990, supply chain management berkembang pesat seiring dengan berkembangnya informasi teknologi dan globalisasi. Hal ini diantaranya ditandai dengan semakin seringnya kita temui supply chain manager di perusahaan yang bertugas untuk memastikan optimasi dari pengelolaan supply chain di perusahaan2 tersebut. Bahkan saat ini Supply Chain Management merupakan competitive advantage penting bagi perusahaan global dalam memberikan pelayanan yang cepat dengan variasi produk yang tinggi dan cost yang rendah, sehingga Perusahaan dapat tetap exist di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam Training Supply Chain Management ini peserta akan dikenalkan dengan konsep supply chain bagaimana SCM (supply chain management) menciptakan value bagi customer menyelaraskan strategi SCM dengan strategi perusahaan metode mengukur & memperbaiki performance SCM Outline Materi Materi Training Supply Chain Management yang akan dibahas adalah : Apa itu Supply Chain Sejarah Supply Chain Manfaat supply chain Key process in supply chain Bagaimana supply chain menciptakan value bagi customer & investor Corporate strategy & supply chain strategy. Bagaimana menyelaraskan kedua strategi tsb Customer focus strategy & market driven strategy Elemen penting menunjang SC strategy Bagaimana mengubah SC strategy menghadapi perubahan pasar Proses mengembangkan sasaran yang terukur Aliansi untuk meningkatkan daya saing SCM Driver & Obstacle Bullwhip Effect Supply Chain Product  Metode Training Training Supply Chain Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Target Training Supply Chain Management ini ditujukan untuk para: Manajer Puncak dan Manajer Madya, khususnya mereka yang berkepentingan dengan penerapan Supply Chain Management, atau yang ditugaskan menangani bidang logistik, Operation Management. Facilitator Iwan Nova, MBA, CPIM. Pengalaman 17 tahun dalam bidang manufacturing beberapa perusahaan MNC seperti Mitsubishi Electric, Sony, Mattel, Pirelli Cables. Lulus dari ITB teknik elektro dan mendapatkan MBA dari Monash University, Memperoleh  sertifikat CPIM (Certified Production Inventory Management) yang dikeluarkan oleh APICS (American Production Inventory Control Society) pada 2005. Iwan pernah mengikuti berbagai short courses di manca negara seperti di Amerika, Malaysia, Jepang dan RRC. Ia telah men deliver berbagai topik training dalam area operation management di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Essential Skills of Procurement Management

Procurement management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & jasa pada korporasi / lembaga / institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur yang terintegrasi, di mana seluruh tahapan proses procurement, mulai dari; planning, sourcing, bidding, kontrak, purchase order, monitoring order, penerimaan barang, hingga evaluasi supplier/vendor dilakukan secara sistemik, akuntabel, & transparan.

ERM berbasis ISO 31000

Apakah enterprise risk management (ERM)? Mengapa ERM penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini? Bagaimana Anda dapat menerapkan ERM secara efektif baik biaya maupun manfaatnya di Perusahaan?