Operation Training

Online Training : Lean Manufacturing Management

Training Lean Manufacturing Management Deskripsi Training Lean Manufacturing Management Pelatihan ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari dan memahami cara analisis manajemen produksi mutakhir. Peserta pelatihan akan dengan mudah dapat memahami konsep serta permasalahan manajerial seperti Manufacturing Resource Planning (MRP II), Total Quality Management, Sistem manajemen mutu ISO 9000, Just-in Time (JIT), strategi manajemen produksi serta pemecahan operasional yang berkaitan dengan manajemen produksi. Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan case method. Di akhir pelatihan akan dibahas kasus Resource Requirement Planning sebuah industri manufaktur. Pembahasan kasus dilakukan di dalam kelompok peserta , setelah itu dilakukan presentasi kelompok dan diskusi kelas. Tujuan Training Lean Manufacturing Management Tujuan dari pelatihan ini adalah : Memahami berbagai aspek Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami konsep dasar Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami penerapan teknik-teknik  Perencanaan & Pengendalian  Produksi Memahami cara pemecahan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan. Sasaran Pelatihan ini diperuntukan bagi eksekutif perusahaan  tingkat pertama  dan Eksekutif perusahaan  tingkat menengah   baik yang berasal dari fungsi produksi atau fungsi lainnya yang berhubungan erat dengan aktifitas manajemen produksi. Training Outline Introduksi Manajemen Produksi Terpadu Karakteristik  sistem manajemen produksi  dan lingkungannya, Persoalan yang biasa dihadapi oleh manajemen perusahaan manufaktur. Kerangka perencanaan dan pengendalian produksi. Mengenal  konsep Just-in Time (JIT),Total  Quality Management  (TQM) dan Manufacturing resource  Planning  (MRP II). Diskusi tentang masalah manajemen produksi yang dihadapi. Komponen utama perencanaan dan pengendalian produksi. Hirarki perencanaan. Demand management. Aggretate planning. Perencanaan penjualan dan operasi. Master Production schedule (MPS) Material Requirement Planning (MRP). Capacity Requirement Planning (CRP) Prakiraan kebutuhan barang. Apa yang dimaksud dengan peramalan. Demand. Seasonality. Sumber data Teknik prakiraaan kebutuhan barang. Latihan dan ilustrasi prakiraan kebutuhan barang. Variabel yang digunakan dalam  perencanaan agregat. Apa yang dimaksud dengan perencanaan agregat. Manfaat perencanaan agregat. Strategi perencanaan agregat. Metoda perencanaan agregat. Studi kasus dan latihan perencanaan agregat. Beberapa teknik prakiraan kebutuhan barang. Manajemen material. Pengertian manajemen material. Klasifikasi material. Perencanaan kebutuhan barang. Manajemen pengadaan barang. Manajemen pergudangan dan distribusi. Administrasi  persediaan. Pengendalian persediaan (inventory  control). Mengenal teknik pengendalian persediaan. Biaya persediaan. Optimasi persediaan. Model matematik  inventory  control. Latihan aplikasi konsep inventory control. Manufacturing  Resource  Planning  (MRP II). Penjelasan umum tentang konsep  Material Requirement Planning (MRP)dan Manufacturing  Resource  Planning (MRP II). Pengaruh  konsep MRP dan MRP II terhadap perencanaan usaha dan perencanaan produksi. Diskusi tentang implementasi konsep MRP dan MRP II. Master Production Scheduling  (MPS). Manajemen permintaan produk. Model matematik prakiraan  (forecasting). Teknik penyusunan Master Production scheduling (MPS). Teknik penyusunan  Bill of Material  (BOM). Diskusi tentang implementasi konsep MPS dan BOM. Material Requirement Planning  (MRP). Penjelasan umum tentang MRP. Permintaan material dependen dan independen. Proses perencanaan material. Schedule dan  Planned order release. Pola pengambilan keputusan MRP. Latihan penyusunan MRP. Diskusi .Capacity  Resource Planning  (CRP). Pengertian umum tentang konsep CRP. Analisis lokasi fasilitas. Kapasitas dan pembebanannya. Alternate resource  planning. Pengendalian shopfloor. Arti dan manfaat pengendalian shopfloor Penentuan prioritas setiap shop order. Pemeliharaan data kuantitas work in process. Penyediaan  data aktual output dari setiap proses yang ada. Melakukan pengukuran efisiensi di shop floor. Diskusi masalah shopfloor control. Studi Kasus perencanaan sistem produksi (Resource Requirement Planning). Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Diskusi dan presentasi. Metode Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: Penyampaian teori. Studi Kasus Latihan Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan Evaluasi

Online Training : Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering

Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah suatu adalah suatu pengupasan yang sangat practical tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya. Dalam training ini akan dikupas secara practical bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan suatu mesin. Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya. Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin. Sasaran Pelatihan Peserta training dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktifitas dari suatu unit mesin / line Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam “Problem Solving” suatu mesin Peserta training dapat melakukan observasi suatu kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi. Peserta training dapat menguasai step-step “Problem Solving” dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi. Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Natural Deterioration” atau “Forced Deterioration” Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan suatu mesin Peserta training dapat membuat “Pareto Chart”  sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Quality of Product” di level yang tinggi Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi Peserta training dapat membuat suatu grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 1 hari (5 jam) Peserta Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Online Training : L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance

Pembiayaan transaksi ekspor impor, sangat penting peranannya dalam pelaksanaan perdagangan internasional, Transaksi perdagangan ekspor impor dimulai dengan adanya sales kontrak, negoisasi dokumen dan akhirnya dilakukannya penagihan pembayaran. Untuk menunjang kemudahan khususnya transaksi ekspor impor diperlukan metode pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan importir. Ada bermacam-macam pembiayaan dalam transaksi eksport impor dan yang paling utama adalah Letter of Credit. Untuk memperlancar urusan tersebut para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tata cara ekspor dan impor yang menggunakan L/C maupun Non L/C sebagai basis aturan internasional seperti UCP 600 dan ISBP. Kemampuan dan pengetahuan tentang pembiayaan ekspor impor terutama Letter of Credit mutlak harus dikuasai bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam perdagangan international seperti personel bank, perusahaan ekspor impor, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, instansi pemerintah yang berwenang dalam bidang perdagangan international dan lain-lain. Dengan demikian, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ekspor impor sangat perlu mendapatkan pelatihan ini,dalam rangka  mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam hal pembiayaan transaksi ekspor impor terutama Letter of Credit. Pelatihan ini akan dibimbing oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun di bidang perdagangan international  ekspor impor, yang telah sering memberikan pelatihan secara public dan in house, secara  step by step agar bisa menggunakan proses  pembiayaan Letter of Credit dalam transaksi ekspor impor secara efektif dan efisien. Di akhir sesi, peserta akan semakin   merasakan  manfaat  pelatihan  dengan  adanya praktek pengisian dan studi kasus tentang Letter of Credit serta pembahasan terhadap masalah-masalah yang selama ini sering dialami dilapangan. Metode Pelatihan Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Peserta Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Outline Materi Perdagangan Internasional Manfaat dan hambatan dalam perdagangan international Syarat-syarat dasar menjadi eksportir dan importir Incoterm 2010 / Syarat penyerahan Barang EX-Works, FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran International Advance Payment.. Open Account, Consignment,. Collection,. Dan L/C Documentary Letter of Credit dalam transaksi Ekspor Impor Prosudur penerbitan Letter of credit, – Dasar hukum Letter of credit, Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Letter of credit, Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit, Manfaat dan fungsi Letter of credit Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Pengertian, – Sejarah penerbitan UCP 600, Manfaat dan fungsi UCP 600, Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Langkah-langka pembukaan Letter of Credit  untuk Transaksi Ekspor Impor langkah-langkah Impor Menggunakan Letter of Credit (L/C), syarat-syarat pembukaan L/C, Pembiayaan Bank Untuk Importir yang menggunakan L/C Langkah-langkah Ekspor Menggunakan Letter of Credit (L/C), Negoisasi wesel ekspor. Pembiayaan Transaksi Ekspor Impor Pinjaman Trusk receipt (TR), Shipping Guaranty (SG), Offshore Borrrowing, diskonto wesel berjangka, bangker acceptance, Forfaiting, Factoring dan Standby Letter of Credit Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. Ceklist key  Letter of Credit  untuk eksportir dan importir Studi kasus di dalam Letter of Credit

Online Training : Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir

BACKGROUND Tingginya tingkat persaingan organisasi bisnis dewasa ini semakin menuntut adanya proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus dilakukan oleh semua karyawan yang terlibat langsung pada kegiatan dokumentasi arsip. Ketika pemberkasan arsip sudah makin bertambah, jika tidak dikelola dengan baik, maka pertumbuhan arsip sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus segera dilakukan adalah pertama, membuat tata kelola arsip yang baik, di mana pembuatan kode klasifikasi, index, nama subyek arsip sampai dengan pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik harus disusun secara logis dan sistematis berdasarkan kebutuhan user dan kepentingan pimpinan setiap departemen, kedua, membuat jadwal retensi arsip dan ketiga,  membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip yang dibutuhkan ketika dilakukan proses internal audit ataupun eksternal audit. Arsip merupakan rekaman informasi penting dalam media apapun yang umumnya digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan kegiatan dalam suatu organisasi. Hal ini merupakan konsep dari Undang – undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Dengan memanfaatkan arsip seoptimal mungkin dapat dicapai tujuan manajemen office modern yaitu perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat sehingga dapat meningkatkan services, baik kepada internal customer ataupun external customer. OBJECTIVES Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Memahami regulasi kearsipan terakhir yang sudah diberlakukan di Republik Indonesia beserta struktur perundang-undangannya. Memahami pengertian Kearsipan, Arsip dinamis, Arsip aktif, Arsip inaktif, Arsip vital, Arsip static, Unit pengolah, Unit kearsipan, Jadwal Retensi Arsip, Penyusutan arsip, Pemusnahan arsip Penyerahan arsip statis, Pemeliharaan arsip, Penggunaan arsip, Pemberkasan, Retensi arsip berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Memahami pengertian dan tujuan manajemen kearsipan. Memahami fungsi – fungsi manajemen kearsipan. Memahami peran dan manfaat pengelolaan arsip dalam organisasi. Memahami konsep model siklus hidup pengelolaan arsip pada sistem manajemen kearsipan. Memahami konsep mail handling baik untuk incoming letter ataupun outgoing letter. Memahami konsep  5 macam sistem pengindeksan dokumen. Memahami pembuatan kode klasifikasi, index, nama subyek arsip sampai dengan pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik. Memahami prosedur pemberkasan arsip. Memahami tahapan-tahapan filing system. Mengetahui tools filing system yang terbaru dengan contoh praktek penggunaannya. Memahami prosedur distribusi arsip berdasarkan Undang-undang no. 43 tahun 2009. Memahami tahapan-tahapan pembentukan jadwal retensi arsip. Memahami tahapan-tahapan penyusutan arsip. Memahami tahapan-tahapan pemusnahan arsip. Mengetahui 4 cara pemusnahan arsip. Mengetahui contoh SOP Manajemen Kearsipan yang cukup lengkap. Membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip. Membuat pembuatan nomor surat keluar secara otomatis dengan aplikasi Excel. SYLLABUS Struktur perundang-undangan yang diberlakukan di Republik Indonesia. Pemaparan dari isi Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dan penjelasan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang tersebut dalam pengertian secara umum sebagai berikut : Kearsipan, Arsip dinamis, Arsip aktif, Arsip inaktif, Arsip vital, Arsip statis, Unit pengolah, Unit kearsipan, Jadwal Retensi Arsip, Penyusutan arsip, Pemusnahan arsip Penyerahan arsip statis, Pemeliharaan arsip, Penggunaan arsip, Pemberkasan, Retensi arsip Pengertian manajemen kearsipan. Tujuan manajemen kearsipan. Fungsi – fungsi manajemen kearsipan. Peran arsip dalam organisasi. Manfaat pengelolaan arsip. Model siklus hidup pengelolaan arsip. Mail handlingincoming letter. Mail handlingoutgoing letter.  5 macam sistem pengindeksan arsip. Pembuatan kode klasifikasi arsip. Pembuatan kode index arsip. Pembuatan nama subyek arsip. Pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik. Prosedur pemberkasan arsip. Tahapan-tahapan filing system. Tools filing system yang terbaru dengan contoh praktek penggunaannya. Memahami prosedur distribusi arsip berdasarkan Undang-undang no. 43 tahun 2009. Memahami tahapan-tahapan pembentukan jadwal retensi arsip. Memahami tahapan-tahapan penyusutan arsip. Memahami tahapan-tahapan pemusnahan arsip. Mengetahui 4 cara pemusnahan arsip. Mengetahui contoh SOP Manajemen Kearsipan yang cukup lengkap. Membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip. Membuat pembuatan nomor surat keluar secara otomatis dengan aplikasi Excel. AUDIENCE TARGET         Staff atau Leader yang bertanggung jawab dalam proses filing document DURATION 2  Hari    :  09.00  s/d 15.00 WIB TRAINING METHOD Terangkan – Tunjukkan – Lakukan Dengan metode ini Anda akan mengenal subyek pelatihan secara lebih baik, karena langsung ditunjukkan oleh ahlinya, dan Anda akan diajak untuk langsung melakukan/ menggunakannya.

Online Training : Maintenance Manajemen Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin

Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis. Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance. Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%. Outline Materi Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting. Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition. Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance. Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance. Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin. Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line. Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus  Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam)  Peserta Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Online Training : Green Belt Lean Six Sigma (Sertifikasi International)

LATAR BELAKANG  : Pelatihan Green Belt Lean Six Sigma akan memberikan perangkat yang lebih comprehensive dibandingkan pelatihan Yellow Belt. Berbagai perangkat untuk melakukan analisis dan pemecahan masalah (problem solving) dengan metode DMAIC untuk meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya tentu peningkatan revenue dan net profit perusahaan. Berbeda dengan lulusan Yellow Belt yang umumnya bertindak sebagai anggota tim continuous improvement, maka lulusan Green Belt akan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat memimpin  tim perbaikan proses di suatu unit di dalam sebuah organisasi. Dengan mengambil sertifikat ini, Anda akan menjadi  seorang professional yang akan berkontribusi memberikan added value pada organisasi melalui perbaikan proses kerja di unit Anda.  Untuk itu kami The Lean Six Sigma Company Indonesia  yang merupakan Lembaga pelatihan internasional dengan sertifikasi ISO 18404 dan ISO 13053 menyelenggarakan Pelatihan  Green Belt Lean Six Sigma untuk  memenuhi kebutuhan profesionalitas Anda. MANFAAT PELATIHAN  : Seseorang dengan sertifikasi Green Belt akan dapat : Memahami filosofi Lean Six Sigma dan mengaplikasikannya dalam bidang pekerjaannya. Mengoptimalkan proses menggunakan struktur DMAIC Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan Mengidentifikasi potensi perbaikan dan memilih suatu  proyek improvement Menganalisa suatu masalah Mendapatkan dan menggali suatu akar permasalahan (root cause) dan mencapai solusi yang optimal Mendapatkan sertifikat teori setelah lulus dalam ujian Green Belt Dapat melanjutkan perolehan sertifikat praktek sebagai Green Belt  jika selesai mengerjakan praktek proyek improvement METODE PELATIHAN : Materi Simulasi Ice breaking Ujian Sertifikasi DURASI PELATIHAN : 6 Hari Pelatihan  ( 09.00 s/d 16.00 WIB ) 48 jam (6 hari teori, simulasi virtual dengan MIRO software, diskusi interaktif, Analisa statistik dengan program Minitab persiapan untuk  praktik pengerjaan project) 2 jam Ujian PESERTA : Mahasiswa tingkat akhir Fresh Graduate, post graduate Professional (dalam bidang Business atau Process Improvement) Perwakilan dari Institusi atau Perusahaan (yang sedang atau akan mengerjakan project improvement, efisiensi, dan sejenisnya) KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN : Memiliki Visi Perencanaan dan Pengaturan (Planning and Organizing) Berorientasi pada hasil Kolaborasi Berorientasi kepada pelanggan Kemampuan Analisa Kesadaran pada lingkungan kerja Kreativitas Keahlian Empathy Inisiatif Kesadaran akan kualitas AGENDA PELATIHAN :   Hari ke 1 Bagian Pertama : Lean Thinking Filosofi, sejarah  dan latar belakang Lean Lean dan Theory of Constraints (TOC) Lean Roadmap Customer value add analysis Business value add dan non value add 8 kategori “waste” Simulasi 1 Value Stream Mapping(VSM) Flow Line balancing dan Takt time Hari ke 2 Pull dan Little’s law Kanban, safety stock, dan replenishment pull Simulasi 2 Poka Yoke 5S dan Visual Management SMED dan pengurangan waktu set up 5 Why Bagian Kedua : Six Sigma Modul 1  Pengantar Latar Belakang Six Sigma Struktur organisasi di dalam Six Sigma Perbaikan menggunakan metode DMAIC Penggunaan Six Sigma di dalam Proses Transaksional Implementasi Six Sigma Hari ke 3 Modul 2 Define Aturan dan Pentingnya fasa DEFINE Voice of the Customer (VOC) The CTQ project Pembentukan tim proyek Six Sigma Project Charter Six Sigma KANO Model Arahan untuk CTQs Pemilihan Proyek SIPOC Stakeholders diagram Modul 3 : Measure Penentuan Proyek Y Jenis-jenis Data Perencanaan Pengumpulan Data Dasar Performance Sistem Pengukuran (Measure) Penentuan Tujuan Perbaikan Kapabilitas Proses Hari ke 4 Modul 4 Dasar-dasar Statisktik Apakah Statistik itu? Konsep Dasar Histogram dan distribusi normal Modul 5 & 6 : Analisa Kemungkinan Akar Penyebab Masalah Prioritisasi Faktor Penyebab Teknis Analisa melalui Grafik Penyebab dan Konsekuensinya FMEA Hari ke 5 Modul 7 : Improve Pengembangan Solusi Uji Coba terhadap Solusi Teknik untuk Pengembangan Ide Pemilihan Solusi Terbaik Pelaksanaan Proyek Perdana( Pilot Project) Modul 8 : Control Control Plan dan Mekanisme Kontrol Implementasi dan Penentuan Solusi Dokumentasi Proyek Penutupan Proyek Hari ke 6 Modul 9 : Sertifikasi dan Praktek Singkat Pelaksanaan Tugas Praktek di bawah Arahan Seorang Coach REGISTRASI : Formulir Pendaftaran  ( https://forms.gle/BVvYoQAsE4rnPsNC9 )

Online Training : Kaizen in The Office

Ribet, puyeng, capek duluan, ogah-ogahan untuk bertindak itu adalah perasaan yang kita rasakan kalau kita berurusan dengan dokumen. Padahal dokumen adalah bukti diatas kertas yang mau tidak mau harus dibuat, disimpan, dikelola dengan baik dan suatu saat sangat dibutuhkan lagi oleh kita. Dengan tidak terorganisasinya dokumen dengan baik maka proses yang berhubungan dengan data akan menjadi sangat lama, padahal kita sendiri dan tentu saja pelanggan kita sangat tidak mau menerima keadaan “Lama” tersebut. Kaizen adalah suatu metode yang sudah teruji kehandalannya dalam hal mempersingkat pekerjaan menjadi lebih sederhana, mudah dilaksanakan oleh semua orang dan hasil akhirnya adalah mempercepat suatu pekerjaan. Sehingga secara keseluruhan suatu proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya adalah memperbanyak jumlah pelanggan (wajib pajak) atau memperkecil jumlah tenaga yang dibutuhkan. Ilustrasinya….. Yang sebelumnya untuk melayani 1 Wajib Pajak memakan waktu 30 menit, bisa dipersingkat menjadi 15 menit. Yang sebelumnya dalam 1 hari hanya bisa melayani 750 wajib pajak, setelah Kaizen, dapat melayani sampai 1500 Wajib Pajak. Dalam training ini akan dipelajari tentang konsep 5S / 5R yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih rapi, mudah dikerjakan dan sederhana, pemetaan proses kerja, metode observasi di lapangan tentang pemborosan dalam proses pekerjaan, menentukan jenis pemborosan dari 7 macam jenis pemborosan yang ada, sampai dengan mempelajari tools dan teknik dalam melakukan kaizen atau improvement untuk menjadikan pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Outline Materi Apa itu Kaizen ? Konsep dasar dan Mengapa perlu Kaizen Apa itu 5S / 5R (Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin) Konsep 5S / 5R, Definisi dan Sasaran 5S / 5R Hubungan antara 5S / 5R dan Kaizen Prinsip-prinsip Kaizen Cara Observasi di area kerja menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan Cara mencari Pemborosan dalam area kerja serta pengaruhnya dalam produktifitas Teknik pemetaan proses kerja dan improvementnya Step-Step pelaksanaan Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi serta pemangkasan waktu proses. Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / Online Training >>> 2 hari (10 jam) Peserta Pegawai yang bertugas dalam pengelolaan dan pengolahan Dokumen serta person yang ingin mempelajari tentang Kaizen

Online Training : Modern HSE Management System

Sebagaimana yang tertuang di dalam Permenaker 05/Men/1996, Health Safety Environment atau K3 merupakan suatu hal yang wajib untuk dilaksanakan diseluruh industri yang memiliki tingkat bahaya yang potensial baik manufaktur; garment, shoes, electric equipt, dll. Ilmu K3 berkembang sangat pesat, tidak hanya membahas masalah yang berhubungan dengan terjadinya kebakaran, akan tetapi Hygiene, dan kondisi lingkungan kerja juga menjadi perhatian dari K3. K3 juga menjadi standar mutu bagi sebuah perusahaan yang ingin masuk ke pasar global. Terdapat standar-standar industri internasional yang mencakup K3 atau HSE ini seperti ISO 14000, OHSAS 18001, dll. Hal ini menunjukkan bahwa ketika suatu industri ingin maju, dia tidak hanya harus menjamin kontinuitas pasokan barang hasil jadinya saja ke pasaran, akan tetapi proses pembuatannya harus mengikuti syarat dan standar internasional K3 yang berlaku. Dengan melakukan penerapan Manajemen system K3/HSE secara konsisten justru membuat suatu industri akan semakin produktif dan mampu menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Hal ini ditunjukkan dari berkurangnya kecelakaan kerja, kecakapan buruh dalam operasi meningkat, dan kepercayaan konsumen bagi perusahaan yang menerapkan K3 ini akan bertambah, yang tentunya keuntungan perusahaan akan meningkat pula. Course ini berisi wawasan dasar yang perlu dimiliki oleh setiap orang di dalam Perusahaan yang akan memulai inisiatif dalam area tersebut atau terlibat sehari-hari di dalamnya (seperti; Manager Produksi, Manager Pabrik, Supervisor, dan para pembuat kebijakan K3 dalam perusahaan, dll.) Outline Materi Durasi 5 Jam (09.00 – 15.00 WIB) 1.   Fakta-Fakta tentang K3 / HSE 2.   Mengapa K3 Sangat Penting 3.   Kondisi Lapangan yang Ada Saat Ini. 4.   Teori Domino Kecelakaan kerja 5.   Manajemen K3 6.   Manfaat Penerapan K3 7.   Komitmen Penerapan Sistem Manajemen K3 8.   Penetapan Tujuan dan Ruang Lingkup 9.   Penetapan Kebijakan 10.  Dokumentasi Sistem Manajemen K3 11.  Dokumentasi Proses 12.  Pengendalian Dokumen 13.  Manajemen Resiko 14.  Identifikasi dan Pengendalian Resiko Kecelakaan 15.  Pembuatan Sasaran K3 16.  Pembuatan Program K3 17.  Penglolaan SDM dalam manajemen K3 18.  Pengelolaan Komunikasi 19.  Pengelolaan Operasi 20.  Penanggulangan Kondisi Darurat dan Bencana 21.  Emergency Plan 22.  Evaluasi dan Perbaikan Sistem K3

Online Training : Maintenance Management (Preventive and Predictive Maintenance)

Provide the participants the theory and practical aspects of preventive and predictive maintenance technology. The course will cover topics on maintenance information how preventive and predictive maintenance management, total productive maintenance, parameter monitoring and analysis, schedule maintenance,  maintenance budget estimation, and equipments condition monitoring . How You Will Benefit Understand the maintenance management role as a part of operation management Learn types of maintenance Learn how to balance preventive and predictive maintenance activity Find out how to develop a preventive maintenance program Understand how to develop a plan and schedule of maintenance activity Learn how to measure the achievement of a maintenance department Understand fundamental of predictive maintenance technology Course Outline Basic of Productive Maintenance Introduction to Maintenance Management, The Important of Maintenance Management, The Aspects of Maintenance Management, Terminology of Maintenance Management. Types of maintenance Overhaul Maintenance, Break Down Maintenance,    Preventive Maintenance, Predictive Maintenance, Maintenance Procedure , Work Organization Maintenance Division. Maintenance Planning and Control Maintainability and Reliability, Maintenance Planning, Work Schedule,  Equipment  Replacement. Budget Planning and Maintenance Schedule Introduction to  Maintenance Budget, Maintenance Budget Estimation, Strategy and Replacement method, Objective Performance , Availability. Predictive Maintenance Technique Vibration Monitoring, Thermography, Tribology, Process Parameters, Visual Inspection, Ultrasonic Monitoring. Machine Vibrating Monitoring Basic of vibration, vibration characteristic, transducer for vibration, vibration parameter. Who Should Attend Maintenance personnel, production/operation personnel, engineer and everyone who has interest in maintenance strategy for plant equipment.

Online Training : CDM (Clean Development Mechanism)

Pelaku industri di Indonesia semakin di buka peluang untuk ikut berpartisipasi di dalam issue global warming melalui program CDM (Clean Development Mechanism). Berawal dari kesepakatan Kyoto Protocol bahwa sebanyak 55 negara maju di dunia sepakat untuk menurunkan GHG (Green House Gases) atau gas rumah kaca sebesar 5% dari tahun 1990 dahulu. Salah satu cara yang di pergunakan adalah melalui program CDM di negara berkembang termasuk di Indonesia. Banyak industri di Indonesia yang mempunyai peluang besar, misalnya pembangkit listrik, tambang, industri manufacture, industri penerbangan, perkebunan, peternakan, dll dapat menjalankan program CDM ini misalnya dengan mengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memasang anaerobic system di dalam pengolahan limbah, program energy saving dll.. Dari project tersebut PBB lewat badan UNFCCC akan memberikan CER (Certified Emission Reduction) kepada pelaku industri yang di hargai setara dengan sejumlah berat CO2 yang bisa di turunkan. 1 CER = 1 ton CO2 berharga sekitar 5 – 50 USD. Kondisi saat ini, penurunan GHG dan proyek CDM adalah langkah yang paling baik ditempuh untuk menurunkan biaya operasi dengan cara-cara yang lebih hemat, terukur dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyak pelaku industri yang sebetulnya sudah dan sedang melakukan aktifitas ini, tetapi karena tidak memahami prosedur claim CDM, maka kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar bisa terbuang percuma. Training dikemas dengan menarik dengan menghadirkan nara sumber yang sudah berpengalaman dalam dunia industri, mempersiapkan PIN (project idea note) dan mempunyai relasi yang luas terhadap international CDM consultant. Peserta Penanggung jawab produksi, Manajer Lingkungan, Manajer pembangkit listrik, Manajer konversi energi, Pengelolah sampah perkotaan, Manajer facility Sasaran Pelatihan Pengenalan tentang CDM (Clean Development Mechanism) Peserta bisa mengevaluasi peluang CDM di masing-masing industri Cara mendapatkan insentive dari progam CDM Feasibility study sebuah project CDM Outline Materi Prinsip dasar Kyoto Protocol dan Global Warming Prinsip dasar CDM (Clean Development Mechanism) Evaluasi project industri untuk mendapatkan peluang insentive CDM Prosedural untuk program CDM Membuat PIN (Project Idea Note) langkah awal program CDM PIN untuk fuel switching PIN untuk anaerobic system WWT Contoh PDD (project design document) Beberapa konsultan CDM

Online Training : Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result

Genba Kaizen adalah suatu metode  Improvement yang sudah sangat populer di Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan. Kata Genba berasal dari bahasa Jepang yang berarti di lapangan / di area kerja. Sedangkan kata Kaizen adalah Improvement yang berkelanjutan. Sehingga secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area produksi. Dalam training ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan minded  ini Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil dan sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan genba kaizen, membuka mata kita bahwa improvement dilakukan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung Balance Loss, Standart Time sampai dengan cara menghitung Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Outline Materi Konsep dasar dan Mengapa perlu Genba Kaizen Prinsip-prinsip improvement Perhitungan Manufacturing Cost Cara Observasi di area kerja dengan menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri), dasar dari motion mind Cara mencari Muda (Pemborosan/ Ketidakefektifan) dalam area kerja  Jenis-jenis Muda dan pengaruhnya.  Step-Step pelaksanaan Genba Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi. Pemangkasan waktu kerja. Bagaimana cara menghitung Data Time Study, Balance Loss, Standard Time, Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 2 hari (10 Jam) Peserta Supervisor / Foreman / Teknisi Produksi Supervisor/ Foreman / Teknisi Engineering Supervisor/ Foreman / Teknisi Maintenance

Online Training : Supply Chain Management Training

Concept, Solution & Application Tentang Pelatihan Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Siapa yang perlu hadir Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Tujuan Pelatihan Memahami konsep dan proses aplikasi supply chain management Memahami manfaat dan bagaimana mengaplikasikan supply chain management Memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management Memahami solusi sekaligus penerapan Manfaat Pelatihan Seluruh peserta akan mendapatkan Supply Chain Mgmt Toolkit Lengkap yang dikemas dalam softcopy berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dll Pelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta  dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on Approach Seluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management AGENDA PELATIHAN Supply Chain Management Supply Chain Management Concept Core Processes Of Supply Chain Management Supply Chain Strategies Best Practice Supply Chain Management Supply Chain Configuration Problem and Issues Latihan dan studi kasus ( Part I) Scope of Supply Chain Problem Supply Chain Management Problem Domain A Systems Perspective on Supply Chains Supply Chain Management Process Aligning Objectives  Latihan dan studi kasus ( Part II)  Supply Chain Solution and Application An Integrated Framework Solution Simulation Modeling Approaches Information Technology Support Problem Solving Review of Applied Solution Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator

Online Training : Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO

Pentingnya RSPO & ISPO Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah. Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO. Tujuan Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk : Memahami pentingnya RSPO dan ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO Materi Pelatihan Materi Pelatihan yang akan disampaikan mencakup sebagai berikut : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar – dasar RSPO Dan ISPO Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan CPO , Sejarah RSPO Dan ISPO Lingkup RSPO Dan ISPO, Manajemen Perkebunan, dan Manfaat RSPO Dan ISPO Pentingnya Peduli Dan PahamRSPO Dan ISPO 2 Penerapan  Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO   Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO , Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO , Integrasi antara RSPO dengan ISPO Pedoman Penerapan dan contoh penerapan pendekatan ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 9001 dan PDCA, Sertifikasi RSPO Dan ISPO 3 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO   Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 4 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO   Peraturan terkait Perijinan Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 5 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 6 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 7 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Metode Pelatihan Pelatihan  dijalankan dengan metoda : Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Hasil Akhir Dari  Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah : Peserta  memahami RSPO & ISPO Peserta memahami metoda dan tahapan Penerapan RSPO & ISPO Durasi Pelatihan Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut :   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Dasar Dasar RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test

Online Training : Production & Planning Inventory Control

Meningkatnya persaingan, variasi produk yang tinggi, product life cycle yang pendek menuntut perusahaan untuk dapat menyeimbangkan demand dan kapasitas. Bagaimana menyeimbangkan demand dan kapasitas akan dikupas secara detail dalam sales and operation plan. S&OP merupakan pintu masuk menuju master production schedule yang akan membuat produk sesuai prioritas kebutuhan customer. Dengan melakukan 5 langkah S&OP, perusahaan dapat memenuhi customer order tepat waktu, dengan cost yang minimal. Peserta Sales & marketing manager Manufacturing Manager Production Planner Material Manager Material controller Master scheduler Outline Materi Master Planning of Resource model Production plan Sales and Operation Plan Master scheduling Rough cut capacity plan Time Fence Available to promise Product structure (bill of material) Material requirement plan (MRP) Capacity requirement plan Shop floor activity Backward / forward scheduling Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan.

Warehouse Management Improvement

DESKRIPSI Proses operasional di Warehouse memiliki pola aktifitas yang dinamis berdasarkan; klasifikasi, resiko, & perputaran inventory. Basis sektor alorganisasi/institusi/korporasi serta dinamika teknologi & konsep terkini dari Supply Chain Management juga,sangat berperan penting terhadap cara kita mengelola warehouse secara; efektif, efisien, terukur, & akuntabel. Pengelolaan warehouse memerlukan investasi yang besar untuk; infrastruktur, teknologi, tool kits, hingga biaya outsourcing. Kualitas pengelolaan Warehouse menjadi key success factors dalam Supply Chain Management, dimana semua proses material & product handling sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi pengelola warehouse dalam merespon kebutuhan para pihak yang terkait, baik user internal, klien, maupun end customer. TUJUAN TRAINING Dalam training ini peserta akan mempelajari konsep & implementasi perbaikan secara menyeluruh proses pengelolaan warehouse dengan konsep 5-S, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan dapat langsung mengimplementasikannya di lapangan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami konsep terbaru & terkini warehouse management Memahami prinsip & konsep improvement dalam pengelolaan warehouse Memberikan usulan proposal inovasi kepada manajemen perusahaan untuk menjadikan proses pengelolaan warehouse yang lebih efektif, efisien,terukur, aman, & nyaman. Menerapkan secara konsisten & berkesinambungan prinsip 5-S & lean improvement Mempertahankan & meningkatkan services level kepada user internal, klien, & end customer METODE TRAINING Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta 40% proposal inovasi & solusi yang langsung diimplementasikan di lapangan TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain Management, Logisticians, & Store Keeper. Stafpelaksana lapangan, mulaidari picker, operator, stock control, & admin Team internal yang terkait (HSSE, Finance, Commercial, & Internal Control) Level Management, Supervisor, & Stafyang terkait dengan pengelolaan Warehouse & Inventory Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Pertemuan Hari Pertama Waktu Agenda 08.00 – 08.30 Registrasi peserta & pembukaan training 08.30 – 10.15 Optimalisasi Fungsi Warehouse –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) 10.30 – 12.00 Material Handling & Warehouse Facilities –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 12.00 – 13.00 Istirahat&makansiang 13.00 – 14.45 Perencanaan Tata-Letak (Lay-Out) –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 14.45 – 15.00 Rehat kopi (coffee break) 15.00 – 16.30 Mengukur Kinerja Pengelolaan Warehouse –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 16.30 – 17.00 Review materi hari pertama Pertemuan Hari Kedua Waktu Agenda 08.00 – 08.30 Registrasi peserta 08.30 – 10.15 Mengelola Resiko & Keselamatan Kerja –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) 10.30 – 11.30 Mengelola Penyimpanan Inventory –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 11.30 – 13.30 Istirahat, shalatJum’at(untuk Muslim), &makansiang 13.30 – 14.45 Penerapan Manajemen Visual –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 14.45 – 15.00 Rehat kopi (coffee break) 15.00 – 16.30 Audit Warehouse & Implementasi 5-S –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 16.30 – 16.45 Review materi hari kedua 16.45 – 17.00 –    Feed-back, evaluasi, & foto bersama –    Pembagian sertifikat & penutupan training

Security Management Assessment

Pendahuluan Security Management Assessment merupakan pengelolaan yang bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki penyebab dan faktor resiko dari celah gangguan dan ancaman keamanan di perusahaan. Tidak banyak praktisi security yang memahami bahwa untuk menyusun rencana dan mengelola pengamanan korporat yang komprehensif, harus dilakukan dengan sebuah pengelolaan yang bernama security management assessment. Melaluikegiatantersebut, segala jenis informasi yang dibutuhkan untuk menyusun perencanaan keamanan akan diidentifikasi, dikumpulkan, dipilah dan dianalisa, akan dikelola sedemikian rupa sehingga pengamanan koorporat akan terlaksana dengan sangat baik.  Dari paparan di atas tampak jelas, bahwa security management assessment merupakan mata pusat rantai terpenting dalam lingkaran pelaksanaan pengamanan.Tanpa didukung oleh pengelolaan pengamanan yang berkualitas dapat dipastikan rencana pengamanan yang disusunakan jauh dari sempurna. Sebagai akibatnya akan banyak tercipta security holes atau lubang-lubang pengamanan, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melaksanakan aksinya. Tujuan  Setelah mengikuti training Security Management Assessment ini, peserta ditargetkan : Dapat memahami 6 Pilar Management Security Memiliki Pengetahuan tentang Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Organisasi, Perusahaan dan atau Instansi/Lembaga Negara. Memiliki Pemhaman 5 Prinsip Pengorganisasi Security Mampu melakukan analisis Physical Protection System (PPS) Memiliki pengetahuan tentang system pengamanan yang terintegral dan sempurna. Mampu membangun Elemen-Elemen Sistem Pengamanan dan menilai karakter orang. Dapat melakukan teknik investigasi dan interograsi Mampu melakukan fungsi intelijen Pengamanan Mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman yang dihadapi perusahaan, baik dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Mampu melakukan identifikasi dan analisa kerentanan (vulnerability assessment) pada aset yang dilindungi. Mampu melakukan identifikasi dan analisa kemampuan pengamanan (capability assessment) yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. Analisa risiko keamanan (security risk analysis) yang dihadapi perusahaan. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang parameter minimal dalam melakukan security risk assessment. Mampu menyusun checklist security risk assessment. Materi : Pengertian Pengamanan Manusia sebagai Pelaku 6 Pilar Management Security 5 Prinsip Pengelolaan Security Physical Protection System (PPS) Segitiga Pengamanan Intelijen Pengamanan Menanggulangi AncamanTeroris Memelihara Elemen Properti Manajemen Konflik dan Permasalahan SOP Umum Pengamanan Ceklist Pengamanan Ancaman dan Risiko Keamanan dalam Rantai Pasok Peserta  Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager, Risk Management Manager dan personil lain yang terkait dengan keamanan/pengamanan perusahaan. Metode  Presentation Discussion Simulation Case Study Evaluation

Online Training : Lean Manufacturing

LATAR BELAKANG Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Lean improvement. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan lean improvement merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang harus dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Lean adalah suatu metode  Improvement  yang sudah sangat populer pada dunia industri saat ini yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan. Penarapan Lean yang berkelanjutan secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area proses. Dalam training ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan Lean Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil dan sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan perbaikan, membuka mata kita bahwa improvement dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung balance Loss, standart time sampai dengan cara menghitung saving cost dan ROI dari suatu improvement SASARAN PROGRAM Tujuan Akhir dari Implementasi Lean improvement bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat.                                             . OUTLINE MATERI Memahami konsep Lean Improvement Memahami teknik-teknik Lean Mengintegrasikan teknik-teknik Lean Memahami langkah-langkah penerapan Lean Peserta mampu menemukan waste yang terjadi di area kerja Peserta memahami teknik dan metode perbaikan di area kerja Peserta mampu menganalisa ketidakseimbangan line proses dan mengukur performance proses. Peserta mampu  mengidentifikasi peluang untuk perbaikan di tempat kerja dan menyusun rencana perbaikan Memahami konsep produktivitas dan daya saing Memahami dan mampu value added & non value added analysis Memahami  langkah – langkah penerapan SMED system Mampu menerapkan SMED secara sistematis Mampu melakukan analisa proses set up time Mampu melakukan perpendekan pada waktu set up untuk meningkatkan produktivitas Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S RUNDOWN : HARI PERTAMA : LEAN FUNDAMENTAL PRODUCTIVITY IMPROVEMENT STRATEGY Lean Thinking Fenomena Toyota Strategi Toyota dalam menerapkan Lean Manufacturing 5 Prinsip implementasi Lean Improvement Strategi Peningkatan proses melalui efisiensi VALUE DEFINITION Value added vs Non Value Added 2 type of Non value Added Cost cutting vs cost reduction Study kasus : latihan identifikasi value activity pada proses kerja masing-masing WASTE ELIMINATION Identifikasi waste (Muda-Mura-Muri) Aplikasi Konsep 3G : Gemba-Gembutsu-Genjitsu Film : Waste Elimination Latihan : identifikasi waste di tempat kerja masing-masing Study kasus : identifikasi kasus di beberapa proses kerja VALUE STREAM MAPPING & PROCESS CYCLE EFFICIENCY Teknik melakukan Value Stream Analysis Langkah-langkah analisa VSM Menghitung Process Cycle Efficiency (PCE) Latihan : melakukan analisa VSM di tempat kerja masing-masing HARI KEDUA : MAKING PRODUCTION FLOW Strategi Lean Layout Aplikasi one piece flow Takt Time Matrix Skills Training within Industry (TWI) Latihan : analisa Lean Layout dan Tak Time REDUCING SET UP TIME (QUICK CHANGE OVER) Analisa OEE mesin produksi Memahami 6 big losses pada mesin Teknik melakukan SMED Aplikasi 4 langkah SMED Latihan : melakukan analisa SMED QUALITY AT SOURCES Teknik build in quality Analisa 5 Why Jidoka Poka Yoke Statistical Process Control Manajemen Visual Latihan : Analisa 5 Why STRATEGI PENERAPAN LEAN IMPROVEMENT Langkah-langkah memulai Lean Manufacturing Kunci sukses implementasi Lean Manufacturing Study Kasus : membangun perusahaan Lean Action Plan : Rencana penerapan Lean di Perusahan FACILITATOR

Online Training: Security Management

Latar Belakang Setiap perusahaan perlu melakukan perlindungan atas seluruh asset yang dimiliki, tenaga kerjanya maupun iklim usahanya. Apalagi dalam satu dasawarsa terakhir ini Indonesia malah belum mampu menunjukkan kepada dunia luar sebagai negara yang aman dan nyaman bagi warganya maupun warga negara asing lainnya. Hal ini ditandai dengan masih maraknya gangguan keamanan berusaha, baik pemogokan maupun kasus teror bom yang terjadi sejak tahun 2000 (peristiwa bom malam Natal) hingga 17 Juli 2009 yang baru lalu yang dikenal dengan bom JW Marriots dan Ritz Carlton Hotel. Bertolak dari hal tersebut diatas disadari perlunya peningkatan fungsi Satuan Pengaman (Security) perusahaan, dari sekedar fungsi pengendali tata tertib menjadi satu Satuan Pengaman yang mampu bertindak cepat, tepat dan mampu menilai setiap gejala yang dapat menimbulkan bahaya atau gangguan di lingkungan perusahaan, dan kemudian menetralisaikannya. Pelatihan ini diselenggarakan dalam 2 (dua ) hari, dan diharapkan para peserta setelah mengikuti akan memperoleh pengetahuan dan kiat-kiat baru dalam melaksanakan tugas pokoknya. Pokok Bahasan Tugas Utama Security (Satuan Pengaman) Perusahaan Manajemen Security serta Pengorganisasiannya Security Intelligence Mengenal Sumber Gangguan & Ancaman Panduan Menyusun Security Manual Metode Pelatihan Interaktif, dengan komunikasi yang saling mengisi, Diskusi kelompok, Latihan kelompok dan latihan Individu Target Peserta HRD Manager, GA Manager, Security Manager, Chief of Security dan mereka yang ingin meningkatkan peran Security lebih baik lagi  Facilitator

Online Training : Cold Chain Management : Basic Concept & Best Practice

Deskripsi Program training yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan produk yang memerlukan suhu terkendali dalam cold chain. Training ini mencakup konsep dasar, praktik terbaik, serta strategi untuk memastikan produk yang sensitif terhadap suhu tetap terjaga kualitasnya selama proses transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Peserta akan mempelajari tentang regulasi, teknologi pemantauan suhu, manajemen risiko, pemilihan kemasan yang tepat, serta praktik keselamatan dan kebersihan yang diperlukan dalam lingkungan cold chain Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta tentang konsep dasar Cold Chain Management dan praktik terbaik untuk memastikan penanganan produk yang sensitif terhadap suhu dengan aman dan efisien. Mempersiapkan peserta dengan pengetahuan yang benar untuk mengelola cold chain dengan efisiensi dan menjaga integritas produk melalui berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tujuan Pelatihan Anda akan memahami definisi dan pentingnya cold chain management, dan peran produk yang memerlukan suhu terkendali dalam berbagai industri. Anda akan memiliki pengetahuan tentang komponen-komponen kunci dalam cold chain, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi, serta peran peralatan untuk mengendalikan suhu, seperti freezer dan kendaraan berpendingin. Anda akan mempelajari manajemen risiko dalam cold chain dengan mengidentifikasi potensi risiko dalam cold chain seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan gangguan transportasi. Serta, strategi untuk mengurangi risiko dan pengembangan rencana kontingensi. Melakukan analisis studi kasus dari berbagai sektor yang menunjukkan keberhasilan dan tantangan dalam cold chain management, dan pembelajaran dari pengalaman industri yang nyata. Materi Pelatihan Pengenalan Cold Chain Management Definisi dan pentingnya Cold Chain Management Industri dan sektor utama yang mengandalkan Cold Chain Signifikansi menjaga kualitas dan keamanan produk Memahami peran produk yang sensitif terhadap suhu Memahami Komponen Cold Chain Mengidentifikasi komponen utama sistem Cold Chain Tinjauan tentang unit penyimpanan dengan suhu terkendali Pertimbangan transportasi dan distribusi untuk barang-barang yang sensitif terhadap suhu Bahan kemasan dan teknik insulasi Regulasi dan Standar Cold Chain Tinjauan tentang badan regulasi internasional dan nasional Persyaratan kepatuhan untuk menangani produk farmasi, makanan, dan produk yang sensitif terhadap suhu lainnya Praktik terbaik untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi Cold Chain Pemantauan dan Teknologi Cold Chain Pentingnya pemantauan dan pelacakan real-time dalam manajemen rantai dingin Pengenalan tentang alat pemantauan suhu dan perekam data (data loggers) Mengimplementasikan teknologi IoT dan sensor untuk meningkatkan visibilitas Studi kasus yang menunjukkan dampak teknologi dalam manajemen rantai dingin Manajemen Risiko Cold Chain Mengidentifikasi risiko dan tantangan potensial dalam logistik Cold Chain Strategi untuk penilaian dan mitigasi risiko Menangani masalah umum seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan kesalahan manusia Mengembangkan rencana kontingensi untuk mengatasi keadaan darurat Praktik Terbaik dalam Penanganan Cold Chain Teknik penyimpanan dan penanganan yang tepat untuk berbagai produk yang sensitif terhadap suhu Pemeliharaan Cold Chain dan pemeriksaan peralatan rutin Pelatihan personel dan implementasi Prosedur Operasional Standar (SOP) Menghindari kontaminasi silang dan menjaga standar kebersihan Studi Kasus dan Contoh Industri Menganalisis studi kasus sukses dalam manajemen Cold Chain dari berbagai industri Belajar dari kegagalan dan kejadian masa lalu untuk mencegah masalah di masa depan Diskusi kelompok interaktif dan latihan pemecahan masalah Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk terus meningkatkan praktik Cold Chain Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Supply Chain dan/atau Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang cold chain management. Facilitator :

Online Training: ISO 14001 2015

Tujuan dari penerapan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001:2015 adalah sebagai standar internasional yang mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Dampak positif terbesar terhadap lingkungan kiranya adalah pengurangan limbah berbahaya. Salah satu faktor yang sangat penting dalam rantai produksi untuk menjaga keramahan lingkungan tersebut adalah bagaimana produsen / pemasok dapat menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Dalam pelatihan ini membahas secara detail dan terperinci standar internasional yang hadir untuk mendukung proteksi lingkungan dan pencegahan pencemaran, dan memenuhi kebutuhan sosial ekonomi. Penerapan ISO 14001 memberikan  manfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan dengan memperhatikan aspek dan dampak lingkungan, mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar TUJUAN TRAINING Setelah mengikuti Training ISO 14001 ini peserta diharapkan : Dapat memahami pengertian dasar lingkungan, isu-isu mengenai lingkungan baik domestik maupun global dan tragedi lingkungan yang terjadi akibat perilaku yang tidak bijak. Memahami pengelolaan lingkungan berdasarkan ISO 14001;2015. Memahami Konsep Manajemen Lingkungan. Memahami tentang Peraturan Perundangan dan Persyaratan lainnya terkait pengelolaan Lingkungan. Memahami konsep Produk Go Green. SILABUS Pengantar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Interpretasi Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14001:2015 Pemahaman Persyaratan  ISO 14000:2015 dan Integrasinya dengan undang-undang   Lingkungan Hidup Definisi Klausul-klausul ISO 14001;2015 Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan Sistem sertifikasi ISO 14001 : 2015 METODE Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. FACILITATOR