Operation Training

Online Training : CDM (Clean Development Mechanism)

Pelaku industri di Indonesia semakin di buka peluang untuk ikut berpartisipasi di dalam issue global warming melalui program CDM (Clean Development Mechanism). Berawal dari kesepakatan Kyoto Protocol bahwa sebanyak 55 negara maju di dunia sepakat untuk menurunkan GHG (Green House Gases) atau gas rumah kaca sebesar 5% dari tahun 1990 dahulu. Salah satu cara yang di pergunakan adalah melalui program CDM di negara berkembang termasuk di Indonesia. Banyak industri di Indonesia yang mempunyai peluang besar, misalnya pembangkit listrik, tambang, industri manufacture, industri penerbangan, perkebunan, peternakan, dll dapat menjalankan program CDM ini misalnya dengan mengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memasang anaerobic system di dalam pengolahan limbah, program energy saving dll.. Dari project tersebut PBB lewat badan UNFCCC akan memberikan CER (Certified Emission Reduction) kepada pelaku industri yang di hargai setara dengan sejumlah berat CO2 yang bisa di turunkan. 1 CER = 1 ton CO2 berharga sekitar 5 – 50 USD. Kondisi saat ini, penurunan GHG dan proyek CDM adalah langkah yang paling baik ditempuh untuk menurunkan biaya operasi dengan cara-cara yang lebih hemat, terukur dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyak pelaku industri yang sebetulnya sudah dan sedang melakukan aktifitas ini, tetapi karena tidak memahami prosedur claim CDM, maka kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar bisa terbuang percuma. Training dikemas dengan menarik dengan menghadirkan nara sumber yang sudah berpengalaman dalam dunia industri, mempersiapkan PIN (project idea note) dan mempunyai relasi yang luas terhadap international CDM consultant. Peserta Penanggung jawab produksi, Manajer Lingkungan, Manajer pembangkit listrik, Manajer konversi energi, Pengelolah sampah perkotaan, Manajer facility Sasaran Pelatihan Pengenalan tentang CDM (Clean Development Mechanism) Peserta bisa mengevaluasi peluang CDM di masing-masing industri Cara mendapatkan insentive dari progam CDM Feasibility study sebuah project CDM Outline Materi Prinsip dasar Kyoto Protocol dan Global Warming Prinsip dasar CDM (Clean Development Mechanism) Evaluasi project industri untuk mendapatkan peluang insentive CDM Prosedural untuk program CDM Membuat PIN (Project Idea Note) langkah awal program CDM PIN untuk fuel switching PIN untuk anaerobic system WWT Contoh PDD (project design document) Beberapa konsultan CDM

Online Training : Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result

Genba Kaizen adalah suatu metode  Improvement yang sudah sangat populer di Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan. Kata Genba berasal dari bahasa Jepang yang berarti di lapangan / di area kerja. Sedangkan kata Kaizen adalah Improvement yang berkelanjutan. Sehingga secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area produksi. Dalam training ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan minded  ini Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil dan sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan genba kaizen, membuka mata kita bahwa improvement dilakukan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung Balance Loss, Standart Time sampai dengan cara menghitung Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Outline Materi Konsep dasar dan Mengapa perlu Genba Kaizen Prinsip-prinsip improvement Perhitungan Manufacturing Cost Cara Observasi di area kerja dengan menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri), dasar dari motion mind Cara mencari Muda (Pemborosan/ Ketidakefektifan) dalam area kerja  Jenis-jenis Muda dan pengaruhnya.  Step-Step pelaksanaan Genba Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi. Pemangkasan waktu kerja. Bagaimana cara menghitung Data Time Study, Balance Loss, Standard Time, Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 2 hari (10 Jam) Peserta Supervisor / Foreman / Teknisi Produksi Supervisor/ Foreman / Teknisi Engineering Supervisor/ Foreman / Teknisi Maintenance

Online Training : Supply Chain Management Training

Concept, Solution & Application Tentang Pelatihan Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Siapa yang perlu hadir Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Tujuan Pelatihan Memahami konsep dan proses aplikasi supply chain management Memahami manfaat dan bagaimana mengaplikasikan supply chain management Memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management Memahami solusi sekaligus penerapan Manfaat Pelatihan Seluruh peserta akan mendapatkan Supply Chain Mgmt Toolkit Lengkap yang dikemas dalam softcopy berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dll Pelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta  dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on Approach Seluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management AGENDA PELATIHAN Supply Chain Management Supply Chain Management Concept Core Processes Of Supply Chain Management Supply Chain Strategies Best Practice Supply Chain Management Supply Chain Configuration Problem and Issues Latihan dan studi kasus ( Part I) Scope of Supply Chain Problem Supply Chain Management Problem Domain A Systems Perspective on Supply Chains Supply Chain Management Process Aligning Objectives  Latihan dan studi kasus ( Part II)  Supply Chain Solution and Application An Integrated Framework Solution Simulation Modeling Approaches Information Technology Support Problem Solving Review of Applied Solution Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator

Online Training : Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO

Pentingnya RSPO & ISPO Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah. Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO. Tujuan Program bertujuan membantu perserta pelatihan  untuk : Memahami pentingnya RSPO dan ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO Materi Pelatihan Materi Pelatihan yang akan disampaikan mencakup sebagai berikut : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar – dasar RSPO Dan ISPO Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan CPO , Sejarah RSPO Dan ISPO Lingkup RSPO Dan ISPO, Manajemen Perkebunan, dan Manfaat RSPO Dan ISPO Pentingnya Peduli Dan PahamRSPO Dan ISPO 2 Penerapan  Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO   Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO , Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO , Integrasi antara RSPO dengan ISPO Pedoman Penerapan dan contoh penerapan pendekatan ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 9001 dan PDCA, Sertifikasi RSPO Dan ISPO 3 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO   Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 4 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO   Peraturan terkait Perijinan Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 5 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 6 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 7 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Metode Pelatihan Pelatihan  dijalankan dengan metoda : Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Hasil Akhir Dari  Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah : Peserta  memahami RSPO & ISPO Peserta memahami metoda dan tahapan Penerapan RSPO & ISPO Durasi Pelatihan Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut :   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Dasar Dasar RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test

Online Training : Production & Planning Inventory Control

Meningkatnya persaingan, variasi produk yang tinggi, product life cycle yang pendek menuntut perusahaan untuk dapat menyeimbangkan demand dan kapasitas. Bagaimana menyeimbangkan demand dan kapasitas akan dikupas secara detail dalam sales and operation plan. S&OP merupakan pintu masuk menuju master production schedule yang akan membuat produk sesuai prioritas kebutuhan customer. Dengan melakukan 5 langkah S&OP, perusahaan dapat memenuhi customer order tepat waktu, dengan cost yang minimal. Peserta Sales & marketing manager Manufacturing Manager Production Planner Material Manager Material controller Master scheduler Outline Materi Master Planning of Resource model Production plan Sales and Operation Plan Master scheduling Rough cut capacity plan Time Fence Available to promise Product structure (bill of material) Material requirement plan (MRP) Capacity requirement plan Shop floor activity Backward / forward scheduling Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan.

Warehouse Management Improvement

DESKRIPSI Proses operasional di Warehouse memiliki pola aktifitas yang dinamis berdasarkan; klasifikasi, resiko, & perputaran inventory. Basis sektor alorganisasi/institusi/korporasi serta dinamika teknologi & konsep terkini dari Supply Chain Management juga,sangat berperan penting terhadap cara kita mengelola warehouse secara; efektif, efisien, terukur, & akuntabel. Pengelolaan warehouse memerlukan investasi yang besar untuk; infrastruktur, teknologi, tool kits, hingga biaya outsourcing. Kualitas pengelolaan Warehouse menjadi key success factors dalam Supply Chain Management, dimana semua proses material & product handling sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi pengelola warehouse dalam merespon kebutuhan para pihak yang terkait, baik user internal, klien, maupun end customer. TUJUAN TRAINING Dalam training ini peserta akan mempelajari konsep & implementasi perbaikan secara menyeluruh proses pengelolaan warehouse dengan konsep 5-S, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan dapat langsung mengimplementasikannya di lapangan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami konsep terbaru & terkini warehouse management Memahami prinsip & konsep improvement dalam pengelolaan warehouse Memberikan usulan proposal inovasi kepada manajemen perusahaan untuk menjadikan proses pengelolaan warehouse yang lebih efektif, efisien,terukur, aman, & nyaman. Menerapkan secara konsisten & berkesinambungan prinsip 5-S & lean improvement Mempertahankan & meningkatkan services level kepada user internal, klien, & end customer METODE TRAINING Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta 40% proposal inovasi & solusi yang langsung diimplementasikan di lapangan TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain Management, Logisticians, & Store Keeper. Stafpelaksana lapangan, mulaidari picker, operator, stock control, & admin Team internal yang terkait (HSSE, Finance, Commercial, & Internal Control) Level Management, Supervisor, & Stafyang terkait dengan pengelolaan Warehouse & Inventory Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Pertemuan Hari Pertama Waktu Agenda 08.00 – 08.30 Registrasi peserta & pembukaan training 08.30 – 10.15 Optimalisasi Fungsi Warehouse –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) 10.30 – 12.00 Material Handling & Warehouse Facilities –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 12.00 – 13.00 Istirahat&makansiang 13.00 – 14.45 Perencanaan Tata-Letak (Lay-Out) –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 14.45 – 15.00 Rehat kopi (coffee break) 15.00 – 16.30 Mengukur Kinerja Pengelolaan Warehouse –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 16.30 – 17.00 Review materi hari pertama Pertemuan Hari Kedua Waktu Agenda 08.00 – 08.30 Registrasi peserta 08.30 – 10.15 Mengelola Resiko & Keselamatan Kerja –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) 10.30 – 11.30 Mengelola Penyimpanan Inventory –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 11.30 – 13.30 Istirahat, shalatJum’at(untuk Muslim), &makansiang 13.30 – 14.45 Penerapan Manajemen Visual –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 14.45 – 15.00 Rehat kopi (coffee break) 15.00 – 16.30 Audit Warehouse & Implementasi 5-S –   Pemaparan materi –   Tanya-jawab langsung –   Diskusi, studi kasus, & action plan 16.30 – 16.45 Review materi hari kedua 16.45 – 17.00 –    Feed-back, evaluasi, & foto bersama –    Pembagian sertifikat & penutupan training

Security Management Assessment

Pendahuluan Security Management Assessment merupakan pengelolaan yang bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki penyebab dan faktor resiko dari celah gangguan dan ancaman keamanan di perusahaan. Tidak banyak praktisi security yang memahami bahwa untuk menyusun rencana dan mengelola pengamanan korporat yang komprehensif, harus dilakukan dengan sebuah pengelolaan yang bernama security management assessment. Melaluikegiatantersebut, segala jenis informasi yang dibutuhkan untuk menyusun perencanaan keamanan akan diidentifikasi, dikumpulkan, dipilah dan dianalisa, akan dikelola sedemikian rupa sehingga pengamanan koorporat akan terlaksana dengan sangat baik.  Dari paparan di atas tampak jelas, bahwa security management assessment merupakan mata pusat rantai terpenting dalam lingkaran pelaksanaan pengamanan.Tanpa didukung oleh pengelolaan pengamanan yang berkualitas dapat dipastikan rencana pengamanan yang disusunakan jauh dari sempurna. Sebagai akibatnya akan banyak tercipta security holes atau lubang-lubang pengamanan, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melaksanakan aksinya. Tujuan  Setelah mengikuti training Security Management Assessment ini, peserta ditargetkan : Dapat memahami 6 Pilar Management Security Memiliki Pengetahuan tentang Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Organisasi, Perusahaan dan atau Instansi/Lembaga Negara. Memiliki Pemhaman 5 Prinsip Pengorganisasi Security Mampu melakukan analisis Physical Protection System (PPS) Memiliki pengetahuan tentang system pengamanan yang terintegral dan sempurna. Mampu membangun Elemen-Elemen Sistem Pengamanan dan menilai karakter orang. Dapat melakukan teknik investigasi dan interograsi Mampu melakukan fungsi intelijen Pengamanan Mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman yang dihadapi perusahaan, baik dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Mampu melakukan identifikasi dan analisa kerentanan (vulnerability assessment) pada aset yang dilindungi. Mampu melakukan identifikasi dan analisa kemampuan pengamanan (capability assessment) yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. Analisa risiko keamanan (security risk analysis) yang dihadapi perusahaan. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang parameter minimal dalam melakukan security risk assessment. Mampu menyusun checklist security risk assessment. Materi : Pengertian Pengamanan Manusia sebagai Pelaku 6 Pilar Management Security 5 Prinsip Pengelolaan Security Physical Protection System (PPS) Segitiga Pengamanan Intelijen Pengamanan Menanggulangi AncamanTeroris Memelihara Elemen Properti Manajemen Konflik dan Permasalahan SOP Umum Pengamanan Ceklist Pengamanan Ancaman dan Risiko Keamanan dalam Rantai Pasok Peserta  Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager, Risk Management Manager dan personil lain yang terkait dengan keamanan/pengamanan perusahaan. Metode  Presentation Discussion Simulation Case Study Evaluation

Online Training : Lean Manufacturing

LATAR BELAKANG Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Lean improvement. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan lean improvement merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang harus dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Lean adalah suatu metode  Improvement  yang sudah sangat populer pada dunia industri saat ini yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan. Penarapan Lean yang berkelanjutan secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area proses. Dalam training ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan Lean Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil dan sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan perbaikan, membuka mata kita bahwa improvement dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung balance Loss, standart time sampai dengan cara menghitung saving cost dan ROI dari suatu improvement SASARAN PROGRAM Tujuan Akhir dari Implementasi Lean improvement bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat.                                             . OUTLINE MATERI Memahami konsep Lean Improvement Memahami teknik-teknik Lean Mengintegrasikan teknik-teknik Lean Memahami langkah-langkah penerapan Lean Peserta mampu menemukan waste yang terjadi di area kerja Peserta memahami teknik dan metode perbaikan di area kerja Peserta mampu menganalisa ketidakseimbangan line proses dan mengukur performance proses. Peserta mampu  mengidentifikasi peluang untuk perbaikan di tempat kerja dan menyusun rencana perbaikan Memahami konsep produktivitas dan daya saing Memahami dan mampu value added & non value added analysis Memahami  langkah – langkah penerapan SMED system Mampu menerapkan SMED secara sistematis Mampu melakukan analisa proses set up time Mampu melakukan perpendekan pada waktu set up untuk meningkatkan produktivitas Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S RUNDOWN : HARI PERTAMA : LEAN FUNDAMENTAL PRODUCTIVITY IMPROVEMENT STRATEGY Lean Thinking Fenomena Toyota Strategi Toyota dalam menerapkan Lean Manufacturing 5 Prinsip implementasi Lean Improvement Strategi Peningkatan proses melalui efisiensi VALUE DEFINITION Value added vs Non Value Added 2 type of Non value Added Cost cutting vs cost reduction Study kasus : latihan identifikasi value activity pada proses kerja masing-masing WASTE ELIMINATION Identifikasi waste (Muda-Mura-Muri) Aplikasi Konsep 3G : Gemba-Gembutsu-Genjitsu Film : Waste Elimination Latihan : identifikasi waste di tempat kerja masing-masing Study kasus : identifikasi kasus di beberapa proses kerja VALUE STREAM MAPPING & PROCESS CYCLE EFFICIENCY Teknik melakukan Value Stream Analysis Langkah-langkah analisa VSM Menghitung Process Cycle Efficiency (PCE) Latihan : melakukan analisa VSM di tempat kerja masing-masing HARI KEDUA : MAKING PRODUCTION FLOW Strategi Lean Layout Aplikasi one piece flow Takt Time Matrix Skills Training within Industry (TWI) Latihan : analisa Lean Layout dan Tak Time REDUCING SET UP TIME (QUICK CHANGE OVER) Analisa OEE mesin produksi Memahami 6 big losses pada mesin Teknik melakukan SMED Aplikasi 4 langkah SMED Latihan : melakukan analisa SMED QUALITY AT SOURCES Teknik build in quality Analisa 5 Why Jidoka Poka Yoke Statistical Process Control Manajemen Visual Latihan : Analisa 5 Why STRATEGI PENERAPAN LEAN IMPROVEMENT Langkah-langkah memulai Lean Manufacturing Kunci sukses implementasi Lean Manufacturing Study Kasus : membangun perusahaan Lean Action Plan : Rencana penerapan Lean di Perusahan FACILITATOR

Online Training: Security Management

Latar Belakang Setiap perusahaan perlu melakukan perlindungan atas seluruh asset yang dimiliki, tenaga kerjanya maupun iklim usahanya. Apalagi dalam satu dasawarsa terakhir ini Indonesia malah belum mampu menunjukkan kepada dunia luar sebagai negara yang aman dan nyaman bagi warganya maupun warga negara asing lainnya. Hal ini ditandai dengan masih maraknya gangguan keamanan berusaha, baik pemogokan maupun kasus teror bom yang terjadi sejak tahun 2000 (peristiwa bom malam Natal) hingga 17 Juli 2009 yang baru lalu yang dikenal dengan bom JW Marriots dan Ritz Carlton Hotel. Bertolak dari hal tersebut diatas disadari perlunya peningkatan fungsi Satuan Pengaman (Security) perusahaan, dari sekedar fungsi pengendali tata tertib menjadi satu Satuan Pengaman yang mampu bertindak cepat, tepat dan mampu menilai setiap gejala yang dapat menimbulkan bahaya atau gangguan di lingkungan perusahaan, dan kemudian menetralisaikannya. Pelatihan ini diselenggarakan dalam 2 (dua ) hari, dan diharapkan para peserta setelah mengikuti akan memperoleh pengetahuan dan kiat-kiat baru dalam melaksanakan tugas pokoknya. Pokok Bahasan Tugas Utama Security (Satuan Pengaman) Perusahaan Manajemen Security serta Pengorganisasiannya Security Intelligence Mengenal Sumber Gangguan & Ancaman Panduan Menyusun Security Manual Metode Pelatihan Interaktif, dengan komunikasi yang saling mengisi, Diskusi kelompok, Latihan kelompok dan latihan Individu Target Peserta HRD Manager, GA Manager, Security Manager, Chief of Security dan mereka yang ingin meningkatkan peran Security lebih baik lagi  Facilitator

Online Training : Cold Chain Management : Basic Concept & Best Practice

Deskripsi Program training yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan produk yang memerlukan suhu terkendali dalam cold chain. Training ini mencakup konsep dasar, praktik terbaik, serta strategi untuk memastikan produk yang sensitif terhadap suhu tetap terjaga kualitasnya selama proses transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Peserta akan mempelajari tentang regulasi, teknologi pemantauan suhu, manajemen risiko, pemilihan kemasan yang tepat, serta praktik keselamatan dan kebersihan yang diperlukan dalam lingkungan cold chain Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta tentang konsep dasar Cold Chain Management dan praktik terbaik untuk memastikan penanganan produk yang sensitif terhadap suhu dengan aman dan efisien. Mempersiapkan peserta dengan pengetahuan yang benar untuk mengelola cold chain dengan efisiensi dan menjaga integritas produk melalui berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tujuan Pelatihan Anda akan memahami definisi dan pentingnya cold chain management, dan peran produk yang memerlukan suhu terkendali dalam berbagai industri. Anda akan memiliki pengetahuan tentang komponen-komponen kunci dalam cold chain, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi, serta peran peralatan untuk mengendalikan suhu, seperti freezer dan kendaraan berpendingin. Anda akan mempelajari manajemen risiko dalam cold chain dengan mengidentifikasi potensi risiko dalam cold chain seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan gangguan transportasi. Serta, strategi untuk mengurangi risiko dan pengembangan rencana kontingensi. Melakukan analisis studi kasus dari berbagai sektor yang menunjukkan keberhasilan dan tantangan dalam cold chain management, dan pembelajaran dari pengalaman industri yang nyata. Materi Pelatihan Pengenalan Cold Chain Management Definisi dan pentingnya Cold Chain Management Industri dan sektor utama yang mengandalkan Cold Chain Signifikansi menjaga kualitas dan keamanan produk Memahami peran produk yang sensitif terhadap suhu Memahami Komponen Cold Chain Mengidentifikasi komponen utama sistem Cold Chain Tinjauan tentang unit penyimpanan dengan suhu terkendali Pertimbangan transportasi dan distribusi untuk barang-barang yang sensitif terhadap suhu Bahan kemasan dan teknik insulasi Regulasi dan Standar Cold Chain Tinjauan tentang badan regulasi internasional dan nasional Persyaratan kepatuhan untuk menangani produk farmasi, makanan, dan produk yang sensitif terhadap suhu lainnya Praktik terbaik untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi Cold Chain Pemantauan dan Teknologi Cold Chain Pentingnya pemantauan dan pelacakan real-time dalam manajemen rantai dingin Pengenalan tentang alat pemantauan suhu dan perekam data (data loggers) Mengimplementasikan teknologi IoT dan sensor untuk meningkatkan visibilitas Studi kasus yang menunjukkan dampak teknologi dalam manajemen rantai dingin Manajemen Risiko Cold Chain Mengidentifikasi risiko dan tantangan potensial dalam logistik Cold Chain Strategi untuk penilaian dan mitigasi risiko Menangani masalah umum seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan kesalahan manusia Mengembangkan rencana kontingensi untuk mengatasi keadaan darurat Praktik Terbaik dalam Penanganan Cold Chain Teknik penyimpanan dan penanganan yang tepat untuk berbagai produk yang sensitif terhadap suhu Pemeliharaan Cold Chain dan pemeriksaan peralatan rutin Pelatihan personel dan implementasi Prosedur Operasional Standar (SOP) Menghindari kontaminasi silang dan menjaga standar kebersihan Studi Kasus dan Contoh Industri Menganalisis studi kasus sukses dalam manajemen Cold Chain dari berbagai industri Belajar dari kegagalan dan kejadian masa lalu untuk mencegah masalah di masa depan Diskusi kelompok interaktif dan latihan pemecahan masalah Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk terus meningkatkan praktik Cold Chain Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Supply Chain dan/atau Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang cold chain management. Facilitator :

Online Training: ISO 14001 2015

Tujuan dari penerapan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001:2015 adalah sebagai standar internasional yang mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Dampak positif terbesar terhadap lingkungan kiranya adalah pengurangan limbah berbahaya. Salah satu faktor yang sangat penting dalam rantai produksi untuk menjaga keramahan lingkungan tersebut adalah bagaimana produsen / pemasok dapat menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Dalam pelatihan ini membahas secara detail dan terperinci standar internasional yang hadir untuk mendukung proteksi lingkungan dan pencegahan pencemaran, dan memenuhi kebutuhan sosial ekonomi. Penerapan ISO 14001 memberikan  manfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan dengan memperhatikan aspek dan dampak lingkungan, mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar TUJUAN TRAINING Setelah mengikuti Training ISO 14001 ini peserta diharapkan : Dapat memahami pengertian dasar lingkungan, isu-isu mengenai lingkungan baik domestik maupun global dan tragedi lingkungan yang terjadi akibat perilaku yang tidak bijak. Memahami pengelolaan lingkungan berdasarkan ISO 14001;2015. Memahami Konsep Manajemen Lingkungan. Memahami tentang Peraturan Perundangan dan Persyaratan lainnya terkait pengelolaan Lingkungan. Memahami konsep Produk Go Green. SILABUS Pengantar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Interpretasi Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14001:2015 Pemahaman Persyaratan  ISO 14000:2015 dan Integrasinya dengan undang-undang   Lingkungan Hidup Definisi Klausul-klausul ISO 14001;2015 Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan Sistem sertifikasi ISO 14001 : 2015 METODE Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. FACILITATOR

Online Training : Incident Investigation

Incident mengakibatkan kerugian bagi setiap organisasi/perusahaan, karena akan mempunyai pengaruh negatif terhadap citra perusahaan, moral para pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisais setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang. Tujuan pelatihan Setelah mengikuti pelatihan para peserta diharapkan akan dapat: Mengetahui apa tanggung jawabnya sebagai anggota team Accident/Incident Investigation; Mampu menentukan informasi apa yang harus dikumpulkan selama investigasi; Mampu meng-interview orang-orang yang mempunyai pengetahuan terkait dengan masalah/penyebab kecelakaan secara efisien; Mampu menggunakan 5 Why, Why Tree dan (Comprehensive List of Causes, CLC) untuk menentukan Root and System Causes; Mampu mengembangkan konklusi yang tepat tentang sebab-sebab kecelakaan, dan membuat usulan efektif untuk tindakan perbaikan. Mengetahui langkah-langkah dalam menganalisis kecelakaan Materi Pelatihan Definisi  Kecelakaan kerja, Teori Kecelakan, Jenis-jenis kecelakaan Loss Causation Models from Frank Birds, including Domino Theory,  Loss Control process Tugas & Tanggung Jawab Team. Prosedur Investigasi Kecelakaan, Teknik & Proses Investigasi Kecelakaan. Metode Investigasi Kecelakaan. Studi Kasus 1 Studi Kasus 2 Sistem Membuat Pelaporan kecelakaan. Metode Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Facilitator

Warehouse Design to Increasing Warehouse Efficiency

Deskripsi Pelatihan Warehouse Design dirancang untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada peserta tentang sejumlah konsep dan prinsip yang diperlukan untuk merancang dan mengoptimalkan tata letak gudang yang efisien. Dengan memahami konsep-konsep dalam Warehouse Design, peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan dalam merancang dan mengelola gudang dengan lebih efisien, meningkatkan produktivitas operasional, dan mengoptimalkan aliran material dalam supply chain. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang desain gudang yang efisien, serta memahami faktor-faktor kunci yang harus dipertimbangkan dalam merancang dan mengoptimalkan tata letak gudang. Yang akan dipelajari Anda akan memahami definisi dan pentingnya Warehouse Design yang efisien. Peran Warehouse Design dalam Supply Chain dan operasi bisnis. Anda dapat menentukan kebutuhan dan persyaratan unik gudang berdasarkan jenis produk, volume, dan karakteristik lainnya. Mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam merancang gudang yang sesuai. Anda dapat mempelajari dan memahami prinsip-prinsip dasar dalam merancang gudang yang efisien. Penggunaan teknologi dan otomasi dalam desain gudang. Anda dapat menentukan pilihan tipe tata letak gudang yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tata letak yang optimal. Anda akan mampu menerapkan teknologi yang sesuai dalam Warehouse Design, seperti sistem manajemen gudang (WMS) dan otomasi. Penggunaan teknologi RFID, barcode, dan sistem informasi dalam pengelolaan gudang. Anda akan memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan aliran material dan pengaturan ruang dalam gudang. Penerapan prinsip-prinsip Lean dan Six Sigma dalam gudang. Materi Pelatihan Pengenalan Warehouse Design Definisi dan tujuan dari Warehouse Design Pentingnya Warehouse Design yang efisien dalam Supply Chain Peran gudang dalam logistik dan distribusi produk Tren dan inovasi terkini dalam Warehouse Design 2. Analisis Kebutuhan Gudang Menentukan persyaratan dan kebutuhan unik gudang Faktor-faktor yang mempengaruhi desain gudang (seperti jenis produk, volume, rotasi, dll.) Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam Warehouse Design 3. Prinsip-prinsip Warehouse Design Prinsip-prinsip dasar dalam merancang gudang yang efisien Penggunaan teknologi dalam desain dan otomasi gudang Mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan dalam desain gudang 4. Tata Letak Gudang Pemilihan tipe tata letak gudang (seperti tata letak fungsional, tata letak produk, tata letak proses, dll.) Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan tata letak yang optimal Studi kasus tentang tata letak gudang 5. Penggunaan Teknologi dalam Warehouse Design Teknologi dan perangkat lunak yang dapat membantu dalam desain gudang Sistem manajemen gudang (Warehouse Management System – WMS) Penggunaan sistem otomasi dan robotik untuk meningkatkan efisiensi operasional 6. Manajemen Inventory dalam Gudang Praktik terbaik untuk manajemen inventory yang efisien dan akurat Penggunaan sistem pelabelan dan identifikasi produk (barcode, RFID, dll.) Strategi pengendalian persediaan dan perencanaan kebutuhan gudang 7. Efisiensi Operasional Gudang Mengoptimalkan aliran material dan pengaturan ruang gudang Prinsip-prinsip Lean dalam gudang Pelatihan personel dan pengembangan tim operasional yang efisien 8. Studi Kasus dan Contoh Warehouse Design Menganalisis studi kasus tentang Warehouse Design yang baik di berbagai industri Memahami keuntungan dan tantangan dari implementasi Warehouse Design yang efisien Diskusi kelompok dan sharing pengalaman antar peserta 9. Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk menerapkan pengetahuan dalam praktik sehari-hari Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang warehouse management. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Standard Transport Costing

Deskripsi Menentukan standar biaya transportasi merupakan satu tahapan yang sangat penting di dalam menjalani proses logistik bagi suatu perusahaan, terutama dengan fluktuasi harga BBM solar subsidi. Ketidakpahaman dalam menentukan standard biaya untuk transportasi tentunya akan menghabiskan banyak waktu dalam proses negosiasi penyesuaian tarif transportasi. Program pelatihan ini dirancang untuk mempermudah para praktisi dalam menganalisis faktor-faktor yang menjadi dasar dalam penentuan standard biaya transportasi. Tujuan pelatihan Standard Transport Costing adalah memberikan pemahaman dasar-dasar dalam menentukan standard biaya transportasi dan menentukan tarif transportasi yang disesuaikan dengan fluktuasi harga BBM. Yang akan dipelajari Anda akan akan mendapatkan pemahaman tentang konsep biaya transportasi dan peran pentingnya. Pemahaman komponen biaya transportasi: bahan bakar, pemeliharaan, gaji sopir, dll. Anda akan mampu dalam menentukan metode penghitungan biaya per kilometer, biaya per ton, dan metode lainnya. Anda dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya dan strategi penyesuaian. Anda akan dapat melakuakn analisis biaya dalam memilih moda dan rute transportasi. Materi Pelatihan Pengenalan konsep biaya transportasi dan peran pentingnya: Memperhitungkan biaya transportasi dengan akurat dalam keputusan logistik. Biaya transportasi dapat memiliki dampak langsung pada rentabilitas dan efisiensi operasional perusahaan. Komponen biaya transportasi: bahan bakar, pemeliharaan, gaji sopir, dll: Mengidentifikasi komponen-komponen utama biaya yang terkait dengan operasional transportasi. Memahami cara menghitung biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, upah sopir, dan komponen biaya lainnya. Metode penghitungan biaya per mil, biaya per ton, dan metode lainnya: Memahami berbagai metode yang digunakan untuk menghitung biaya transportasi, seperti biaya per mil dan biaya per ton. Kapan dan bagaimana menerapkan metode-metode ini dalam berbagai konteks operasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya dan strategi penyesuaian: Memahami bagaimana faktor eksternal seperti kondisi cuaca, lalu lintas, dan fluktuasi harga bahan bakar dapat memengaruhi biaya transportasi. Strategi penyesuaian biaya yang efektif untuk mengatasi fluktuasi harga BBM. Analisis biaya dalam memilih moda dan rute transportasi: Memahami bagaimana menganalisis biaya dalam memilih moda transportasi yang paling efisien. Membandingkan biaya transportasi antara berbagai rute dan alternatif transportasi. Studi kasus implementasi efisien biaya transportasi dalam industri logistik: Menganalisis studi kasus nyata tentang perusahaan yang berhasil mengelola biaya transportasi dengan efektif. Prinsip-prinsip yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Metode Pelatihan Pelatihan akan disampaikan melalui kombinasi presentasi, studi kasus, diskusi interaktif, dan latihan perhitungan biaya. Peserta akan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab untuk pertukaran informasi dan klarifikasi. Target Peserta Pelatihan ini cocok untuk profesional di bidang logistik, manajer supply chain, pengelola transportasi, serta profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang manajemen transportasi, atau praktisi yang terlibat dalam penghitungan dan pengelolaan biaya transportasi. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Logistics Business Strategy

Deskripsi Logistics Business Strategy melibatkan perencanaan dan pengembangan rencana berkelanjutan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan layanan di seluruh supply chain. Dalam pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana merancang strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam industri logistik yang terus berkembang. Tujuan pelatihan Logistics Business Strategy adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang strategi bisnis khususnya bidang logistik, mencakup berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan rencana strategis yang efektif dan berkelanjutan dalam industri logistik. Yang akan dipelajari Anda akan memiliki kemampuan dalam menganalisis lingkungan eksternal dan internal dalam industri logistik. Pengaruh faktor-faktor seperti teknologi, regulasi, dan persaingan terhadap strategi bisnis logistik. Anda dapat menentukan visi jangka panjang perusahaan logistik. Merumuskan misi dan tujuan strategis yang sesuai dengan visi perusahaan. Anda akan mampu mengidentifikasi berbagai strategi logistik, seperti biaya rendah, diferensiasi, fokus pasar, dan lain-lain. Memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan keunggulan perusahaan logistik. Anda dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kualitas layanan logistik. Strategi pemasaran dan komunikasi untuk membangun hubungan pelanggan yang kuat. Materi Pelatihan Pengenalan Logistics Business Strategy Definisi dan tujuan dari Logistics Business Strategy Peran strategi dalam mencapai keunggulan kompetitif di pasar logistik Tren dan tantangan terkini dalam industri logistik Analisis Lingkungan Bisnis Logistik Menganalisis lingkungan bisnis eksternal dan internal dalam industri logistik Pengaruh teknologi, regulasi, dan faktor-faktor lainnya terhadap Logistics Business Strategy Memahami pesaing dan peluang pasar dalam industri logistik Menentukan Visi dan Misi Perusahaan Logistik Mengartikulasikan visi jangka panjang perusahaan logistik Merumuskan misi dan tujuan strategis yang jelas Hubungan antara visi, misi, dan Logistics Business Strategy Pemilihan Strategi Logistik Mengidentifikasi berbagai strategi logistik, seperti low cost, diferensiasi, fokus pasar, dll. Memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan keunggulan perusahaan logistik Studi kasus tentang penerapan strategi logistik yang sukses Inovasi dan Teknologi dalam Logistik Peran teknologi dalam transformasi bisnis logistik Menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Mengintegrasikan inovasi dalam Logistics Business Strategy Supply Chain Management Pentingnya manajemen rantai pasokan dalam Logistics Business Strategy Kolaborasi dengan mitra bisnis dan pemangku kepentingan dalam supply chain Strategi pengendalian persediaan dan manajemen risiko dalam supply chain Pelanggan dan Layanan dalam Bisnis Logistik Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan di industri logistik Meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan Strategi pemasaran dan komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan Corporate Social Responsibility Menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dalam operasional logistik Manfaat dan tantangan keberlanjutan dalam strategi bisnis logistik Peran tanggung jawab sosial perusahaan dalam mempengaruhi reputasi perusahaan Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Business Development, Project Manager, Strategic Partner Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Logistics Business Strategy. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Effective Spare Part Logistics

Deskripsi Pelatihan Effective Spare Part Logistics merupakan program pelatihan penting bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan dalam mengelola spare part dalam industri yang berorientasi pada layanan. Juga memberikan pemahaman mendalam tentang cara mengelola perbaikan dan pemeliharaan spare part, memastikan ketersediaan spare part untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk mengoptimalkan manajemen logistik spare part, mengurangi biaya yang terkait dengan pengelolaan suku cadang, dan memastikan operasi yang efisien. Anda akan belajar bagaimana mengelola vendor, mempertahankan kontrol kualitas, dan memberikan layanan pelanggan yang luar biasa terkait spare part berdasarkan kebutuhan spesifik industri, tetapi tujuan keseluruhannya adalah untuk membekali anda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola operasi layanan spare part secara efektif. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Anda akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pasokan spare part di organisasi Anda. Yang akan dipelajari Anda akan akan mendapatkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana mengelola logistik spare part dengan efisien. Anda akan mempelajari tentang strategi pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan manajemen persediaan spare part. Anda akan memahami praktik terbaik dalam memilih teknologi dan sistem informasi yang sesuai, serta menerapkan metode pemeliharaan preventif dan prediktif untuk memastikan ketersediaan suku cadang yang tepat waktu. Anda akan dibekali peserta dengan pengetahuan untuk logistik spare part, mengurangi risiko kegagalan peralatan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Materi Pelatihan Pengenalan Logistik Spare Part Definisi dan pentingnya logistik Spare Part Peran logistik dalam memastikan ketersediaan Spare Part yang tepat waktu Tren dan tantangan terkini dalam logistik Spare Part Klasifikasi dan Identifikasi Spare Part Mengenali sistem klasifikasi suku cadang yang efektif Prinsip-prinsip identifikasi dan pemberian kode Spare Part Penerapan teknologi RFID, barcode, dan sistem informasi Spare Part Penyimpanan dan Manajemen Persediaan Spare Part Praktik terbaik dalam penyimpanan Spare Part Mengoptimalkan tingkat persediaan dan siklus pemesanan Pengendalian persediaan untuk menghindari surplus dan kekurangan Spare Part Distribusi dan Pengiriman Spare Part Strategi distribusi Spare Part yang efisien Memilih jalur pengiriman yang tepat Penggunaan teknologi dalam pelacakan pengiriman dan pengiriman real-time Manajemen Supplier dan Kontrak (1 jam) Kemitraan dengan pemasok Spare Part Strategi negosiasi kontrak yang efektif Mengelola risiko dan kualitas dalam manajemen pemasok Teknologi dan Inovasi dalam Logistik Spare Part Pemanfaatan sistem manajemen logistik suku cadang (Spare Parts Management System) Penerapan teknologi dalam logistik Spare Part Studi kasus tentang penerapan teknologi terkini dalam logistik Spare Part Manajemen Return dan Daur Ulang Spare Part Prosedur pengelolaan pengembalian Spare Part Daur ulang dan manajemen limbah Spare Part Praktik terbaik dalam pengelolaan Spare Part bekas Pengukuran Kinerja Logistik Spare Part Indikator kinerja kunci (KPI) dalam logistik Spare Part Menerapkan audit dan evaluasi kinerja logistik Spare Part Penyusunan rencana perbaikan dan pengembangan lebih lanjut Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Pelaku bisnis yang perlu memahami mengapa logistik spare part berbeda Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Spare Part Logistics. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Designing Logistics Network

Deskripsi Konsep strategis dalam merancang aliran material, penyimpanan, dan distribusi yang efisien dalam supply chain sangat krusial, yang dimulai dari pemilihan lokasi fasilitas hingga pengaturan rute distribusi. Oleh karena itu pelatihan Designing Logistics Network memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam merancang jaringan logistik yang responsif dan adaptif terhadap tantangan bisnis yang beragam. Designing Logistics Network melibatkan perencanaan dan pengembangan rencana berkelanjutan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan layanan di seluruh supply chain. Dalam pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana merancang strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam industri logistik yang terus berkembang. Yang akan dipelajari Anda akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana merancang jaringan logistik yang efisien dan responsif. Anda akan memperoleh pengetahuan tentang strategi pemilihan lokasi fasilitas, pengaturan rute distribusi, manajemen persediaan, dan teknologi yang mendukung desain jaringan logistik yang optimal. Anda akan mampu mengembangkan rencana yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja rantai pasokan secara keseluruhan. Materi Pelatihan Pengenalan Designing Logistics Network Definisi dan pentingnya Designing Logistics Network Peran Designing Logistics Network dalam supply chain Tren dan tantangan terkini dalam Designing Logistics Network Kebutuhan dan Analisis Data Mengumpulkan dan menganalisis data operasional dan logistik Mengidentifikasi kebutuhan khusus perusahaan dalam Designing Logistics Network Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam Designing Logistics Network 3. Pemilihan Lokasi Fasilitas • Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi fasilitas logistik (gudang, pabrik, dll.) • Metode pemodelan dan analisis untuk menentukan lokasi yang optimal • Studi kasus tentang strategi pemilihan lokasi fasilitas logistik Tata Letak dan Rute Distribusi Memahami tata letak dan desain fasilitas yang efisien Pengaturan rute distribusi dan jaringan transportasi Menerapkan teknologi dan sistem informasi dalam pengelolaan jaringan logistik Strategi Stok dan Pengendalian Persediaan Mengoptimalkan level persediaan dan stok di berbagai lokasi Penerapan metode pengendalian persediaan dan perencanaan permintaan Strategi penggudangan dan manajemen pergudangan Analisis Kinerja dan Kelayakan Mengevaluasi kinerja jaringan logistik yang ada Menilai efisiensi dan efektivitas operasional jaringan logistik Menganalisis kelayakan finansial dalam merencanakan perubahan atau pengembangan jaringan logistik Teknologi dan Inovasi dalam Designing Logistics Network Peran teknologi dalam memperbaiki efisiensi jaringan logistik Menggunakan sistem informasi geografis (Geographic Information System – GIS) dalam desain jaringan logistik Penerapan teknologi terkini dalam otomatisasi dan manajemen jaringan logistik Studi Kasus dan Contoh Designing Logistics Network Menganalisis studi kasus tentang Designing Logistics Network di berbagai industri Memahami keuntungan dan tantangan dari implementasi desain jaringan logistik yang efisien Diskusi kelompok dan sharing pengalaman antar peserta Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Business Development, Project Manager, Strategic Partner Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Designing Logistics Network. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Cold Chain Management : Basic Concept & Best Practice

Deskripsi Program training yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan produk yang memerlukan suhu terkendali dalam cold chain. Training ini mencakup konsep dasar, praktik terbaik, serta strategi untuk memastikan produk yang sensitif terhadap suhu tetap terjaga kualitasnya selama proses transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Peserta akan mempelajari tentang regulasi, teknologi pemantauan suhu, manajemen risiko, pemilihan kemasan yang tepat, serta praktik keselamatan dan kebersihan yang diperlukan dalam lingkungan cold chain Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta tentang konsep dasar Cold Chain Management dan praktik terbaik untuk memastikan penanganan produk yang sensitif terhadap suhu dengan aman dan efisien. Mempersiapkan peserta dengan pengetahuan yang benar untuk mengelola cold chain dengan efisiensi dan menjaga integritas produk melalui berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tujuan Pelatihan Anda akan memahami definisi dan pentingnya cold chain management, dan peran produk yang memerlukan suhu terkendali dalam berbagai industri. Anda akan memiliki pengetahuan tentang komponen-komponen kunci dalam cold chain, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi, serta peran peralatan untuk mengendalikan suhu, seperti freezer dan kendaraan berpendingin. Anda akan mempelajari manajemen risiko dalam cold chain dengan mengidentifikasi potensi risiko dalam cold chain seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan gangguan transportasi. Serta, strategi untuk mengurangi risiko dan pengembangan rencana kontingensi. Melakukan analisis studi kasus dari berbagai sektor yang menunjukkan keberhasilan dan tantangan dalam cold chain management, dan pembelajaran dari pengalaman industri yang nyata. Materi Pelatihan Pengenalan Cold Chain Management Definisi dan pentingnya Cold Chain Management Industri dan sektor utama yang mengandalkan Cold Chain Signifikansi menjaga kualitas dan keamanan produk Memahami peran produk yang sensitif terhadap suhu Memahami Komponen Cold Chain Mengidentifikasi komponen utama sistem Cold Chain Tinjauan tentang unit penyimpanan dengan suhu terkendali Pertimbangan transportasi dan distribusi untuk barang-barang yang sensitif terhadap suhu Bahan kemasan dan teknik insulasi Regulasi dan Standar Cold Chain Tinjauan tentang badan regulasi internasional dan nasional Persyaratan kepatuhan untuk menangani produk farmasi, makanan, dan produk yang sensitif terhadap suhu lainnya Praktik terbaik untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi Cold Chain Pemantauan dan Teknologi Cold Chain Pentingnya pemantauan dan pelacakan real-time dalam manajemen rantai dingin Pengenalan tentang alat pemantauan suhu dan perekam data (data loggers) Mengimplementasikan teknologi IoT dan sensor untuk meningkatkan visibilitas Studi kasus yang menunjukkan dampak teknologi dalam manajemen rantai dingin Manajemen Risiko Cold Chain Mengidentifikasi risiko dan tantangan potensial dalam logistik Cold Chain Strategi untuk penilaian dan mitigasi risiko Menangani masalah umum seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan kesalahan manusia Mengembangkan rencana kontingensi untuk mengatasi keadaan darurat Praktik Terbaik dalam Penanganan Cold Chain Teknik penyimpanan dan penanganan yang tepat untuk berbagai produk yang sensitif terhadap suhu Pemeliharaan Cold Chain dan pemeriksaan peralatan rutin Pelatihan personel dan implementasi Prosedur Operasional Standar (SOP) Menghindari kontaminasi silang dan menjaga standar kebersihan Studi Kasus dan Contoh Industri Menganalisis studi kasus sukses dalam manajemen Cold Chain dari berbagai industri Belajar dari kegagalan dan kejadian masa lalu untuk mencegah masalah di masa depan Diskusi kelompok interaktif dan latihan pemecahan masalah Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk terus meningkatkan praktik Cold Chain Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Supply Chain dan/atau Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang cold chain management. Facilitator : Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Kupas Tuntas Incoterms 2020

International Commercial Terms (Incoterms) merupakan kumpulan ketentuan komersial dalam perdagangan internasional. Ketentuan ini ditinjau setiap 10 tahun sekali. Ketentuan terbaru mulai diberlakukan pada 1 Januari 2020, selanjutnya disebut Incoterms 2020. Incoterms digunakan oleh para pelaku perdagangan internasional ketika mengirim barang dalam transaksi atau kontrak. Dengan berpedoman pada ketentuan tersebut, penjual dan pembeli bisa meminimalkan risiko dan biaya yang muncul dalam proses perdagangan. Pelaku ekspor impor wajib memahami ketentuan dalam incoterms terbaru. Nah, pelatihan ini akan membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan incoterms dengan merujuk pada ICC Incoterms® 2020. Outline : Update Terbaru Incoterms Apa saja perubahan utama dalam Incoterms 2020? DAT diubah menjadi DPU. Ganti asuransi di CIP/CIF. Derail cost di pelabuhan dan tempat pengiriman. International Convention for Safety of Life at Sea (SOLAS). Kententuan seller/buyer menggunakan transportasi sendiri. Incoterms FCA, FOB dan hubunganya dengan bill of lading. Syarat Penyerahan Barang Incoterms 2020 Aplikasi dan panduan umum yang digunakan. Terminologi, latar belakang dan tujuan. Hal-hal yang diatur dan yang tidak diatur. Memahami titik kritis untuk penjual dan pembeli. Peran dan tanggung jawab antara penjual dan pembeli. Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms. Perbandingan Incoterms 2010 dengan Incoterms 2020. Penjabaran Jenis-jenis Incoterms 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU- DELIVERED AT PLACE UNLOADED DDP – DELIVERED DUTY PAID Facilitator : Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Best Practices Supply Chain Management

DESKRIPSI  Supply Chain Management (SCM) adalah aktivitas operasional “end to end”, mulai dari tahap; planning, sourcing, inventory storage, production/implementation, & distribution to end user/end customer, yang disertai proses evaluasi kinerja atas keseluruhan proses implementasi SCM tersebut. Proses SCM banyak terjadi di sektor industri & aktivitas pendukungnya. Sedangkan di aktivitas proyek, eksplorasi, jasa, & layanan publik, proses Supply Chain Management merupakan integrasi antara; perencanaan, pencarian pasokan, pelaksanaan, & penyelesaian pekerjaan, dimana struktur organisasi kerjanya berpusat pada fungsi procurement sebagai aktivitas utama dengan fungsi rantai pasok sebagai aktivitas pendukung. TUJUAN TRAINING Dalam training ini para peserta akan mempelajari konsep & implementasi Supply Chain Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, para peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami konsep, proses, & strategi Supply Chain Management Meningkatkan kinerja Supply Chain Management secara praktis & dinamis. Update dari konsep, best practices, & aplikasi teknologi terkini di bidang Supply Chain Management Melakukan monitoring proses & evaluasi kinerja Supply Chain Management yang lebih efektif, efisien, terukur, & akuntabel Melakukan proses identifikasi, analisa, usulan solusi, inovasi, & implementasi secara nyata METODE TRAINING Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain Analyst, Planner/Estimator, Marketing, Logisticians, & Buyer. Project Team, Operation Support, Corporate Legal, & General Affairs. Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Level Management, Supervisor, & Staf yang terkait dengan pengelolaan Supply Chain Management. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Hari Pertama Sectoral Based Supply Chain, Industry Revolution, & VUCA Supply Chain Operations Reference (SCOR) Plan: Forecast versus Actual Sources: Strategic Sourcing Discussion sharing, case study, & action plan Hari Kedua Make: Production, Processing, & Operations Deliver: Allocation, Storage, & Distribution Management Enterprise Resources Planning (ERP) & Decision Support System (DSS) Supply Chain Improvement Discussion sharing, case study, & action plan RUNDOWN TRAINING  Pertemuan Hari Pertama Waktu Agenda Di Organisir Oleh 08.30 – 09.00 Registrasi peserta Host Admin 09.00 – 09.10 Pembukaan training & perkenalan peserta Host Admin 09.10 – 10.15 Sectoral Based Supply Chain, Industry Revolution, & VUCA Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 10.30 – 12.00 Supply Chain Operations Reference (SCOR) Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 12.00 – 13.00 Istirahat & makan siang (lunch break) Host Admin 13.00 – 14.15 Plan: Forecast versus Actual Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 14.15 – 14.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 14.30 – 15.30 Sources: Strategic Sourcing Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 15.30 – 15.45 Review materi hari pertama Host Admin 15.45 – 16.00 Penutupan training hari pertama & informasi dari penyelenggara Host Admin Pertemuan Hari Kedua Waktu Agenda Di Organisir Oleh 08.30 – 09.00 Registrasi peserta Host Admin 09.00 – 10.15 Make: Production, Processing, & Operations Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 10.30 – 12.00 Deliver: Allocation, Storage, & Distribution Management Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 12.00 – 13.00 Istirahat & makan siang (lunch break) Host Admin 13.00 – 14.15 Enterprise Resources Planning (ERP) & Decision Support System (DSS) Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 14.15 – 14.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 14.30 – 15.30 Supply Chain Improvement Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 15.30 – 15.45 Review materi hari kedua Host Admin 15.45 – 16.00 Feed-back, evaluasi, & foto Bersama Pembagian sertifikat & penutupan training   Host Admin