Investasi Rp 3.500.000 | 21-22 Juli 2026
Lokasi : Kuretakeso Hotel – Kemang / Best Western Premier – Cawang / The Aryaduta Hotel Semanggi
Performance Management System dan Management Hubungan Industrial
Deskripsi Program
Modul ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dalam mengelola kinerja karyawan secara terukur serta membangun hubungan industrial yang harmonis dan produktif. Dalam praktiknya, banyak organisasi menghadapi tantangan seperti KPI yang tidak selaras dengan tujuan perusahaan, kurangnya monitoring kinerja, serta tindak lanjut yang tidak efektif. Di sisi lain, hubungan industrial yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu konflik, menurunkan produktivitas, dan bahkan berdampak pada reputasi perusahaan.
Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari cara menyusun Performance Management System (PMS) yang terintegrasi mulai dari penetapan KPI hingga evaluasi dan tindak lanjut kinerja. Selain itu, peserta juga akan dibekali pemahaman dan keterampilan dalam mengelola Hubungan Industrial, termasuk penyusunan PKB/PP, mekanisme komunikasi bipartit dan tripartit, serta penyelesaian perselisihan secara efektif. Dengan penguasaan modul ini, peserta diharapkan mampu menciptakan budaya kinerja tinggi sekaligus menjaga hubungan kerja yang harmonis dan berkelanjutan.
Sasaran Program
Setelah mengikuti modul ini, peserta diharapkan mampu:
- Menyusun KPI individu yang selaras dengan sasaran perusahaan, departemen, dan organisasi.
- Mengembangkan sistem Performance Management System (PMS) yang terstruktur dan terukur.
- Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja karyawan secara berkala.
- Menyusun dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian kinerja (feedback, coaching, improvement plan).
- Memahami konsep dan praktik Hubungan Industrial dalam organisasi.
- Mengelola mekanisme LKS Bipartit dan Tripartit secara efektif.
- Menyusun Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai regulasi.
- Merancang dan mengimplementasikan program penanganan keluh kesah karyawan (grievance handling).
- Menangani dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial secara tepat dan sesuai prosedur.
- Mengintegrasikan manajemen kinerja dengan hubungan industrial untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
OUTLINE MODUL 5 :
- Performance Management System :
- Menyusun KPI Individu – Sasaran Perusahaan, Sasaran Dept dan Sasaran Organisasi.
- Monitoring KPI Individu
- Tindak lanjut dari hasil KPI Individu
- Management Hubungan Industrial :
- LKS Bipartit dan Tripartit.
- Menyusun PKB atau PP.
- Program Penanganan Keluh Kesah
- Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Facilitator :
Fahrulrazi, SE, MM, CHRP, CHRM
Memiliki pengalaman lebih dari 23 tahun berkarir sebagai praktisi di bidang HRD mulai dari bawah sampai menduduki posisi Manajerial di Perusahaan Asing Multinasional dan General Manager di Perusahaan Swasta Nasional. Dengan pengalaman bekerja sebagai praktisi HRD di delapan Perusahaan dengan industri yang berbeda baik Perusahaan Nasional, anak Perusahaan BUMN maupun Perusahaan Multinasional membuatnya banyak mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian terutama yang terkait dengan program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kepemimpinan (Leadership Skill) serta penerapannya di Perusahaan.
Kompetensi yang dimiliki selama berkarir sebagai praktisi HRD adalah tehnik Menyusun Job Analysis, Job Description dan Job Designed, Menyusun Training Need Analysis (TNA), Membuat SOP sesuai standard ISO 9000, Bagaimana menyusun dan membuat PKB/PP, Hard and Soft Skill untuk HR Pemula, Menyusun Performance Appraisal dan KPI, Behavioral Event Interview & Employee Induction, Merancang Simple Salary Structure yang Aplikatif, Set up HR Budgeting & HR Reporting, Benefit and Compensation & Praktek, PHK dan Pesangon, Recruitment Selection Placement and Induction, Leadership Skill serta Problem Solving and Decision Making.
Adapun Perusahaan-perusahaan yang pernah dibantu dalam penerapan program Pengembangan SDM adalah Perusahaan Textile dan Garment, Perusahaan Packaging, Perusahaan Logistics, Anak Perusahaan BUMN, Perusahaan Sertifikasi, Perusahaan Distributor Alat Berat, LSM Kesehatan Asing dan Perusahaan Importir Buah Segar.