Investasi Rp 1.500.000,- | Rabu , 4 November 2026
Online Via ZOOM
LATAR BELAKANG
80% masalah yang ada di tempat kerja kita adalah masalah yang kecil / sederhana yang sebenarnya dapat diselesaikan oleh para karyawan sendiri. Agar para karyawan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan melakukan continuous improvement, manajemen perlu memberikan alat bantu penyelesaian masalah.
Salah satu alat bantu yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan karyawan adalah Quality Control Tools yaitu kumpulan teknik statistik sederhana yang sangat efektif untuk memecahkan masalah dan melakukan continuous improvement. Melalui penerapan Quality Control Tools secara konsisten diharapkan setiap karyawan dapat memecahkan masalahnya sendiri di tempat kerjanya
Quality Control Tools, atau sering disebut juga 7 management and planning (MP) tools, pertama kali digagas pada tahun 1972 ketika sekelompok insinyur dan ilmuwan Jepang yang tergabung dalam JUSE (Union of Japanese Scientists and Engineers) melihat perlunya alat untuk memetakan permasalahan secara terstruktur pada tingkatan manajemen menengah ke atas sehingga membantu pengambilan keputusan dan kelancaran komunikasi team kerja di lapangan yang sering berhadapan dengan permasalahan yang terjadi karena kompleksitas 7 Basic Quality Tools, seperti: check sheet, scatter diagram, fishbone diagram, pareto chart, flow charts, histogram, dan SPC. Mereka membentuk sebuah tim untuk meneliti dan mengembangkan alat-alat kendali kualitas baru, tidak semua alat-alat tersebut baru, namun merekalah yang pertama mengumpulkan dan memperkenalkannya. Alat-alat kendali kualitas baru tersebut adalah:
- affinity diagram,
- interrelationship diagram,
- tree diagram,
- matrix diagram,
- matrix data analysis,
- arrow diagram atau activity network diagram, dan
- PDPC (process decision program chart).
Dalam pelatihan ini akan diajarkan satu persatu alat-alat bantu yang termasuk dalam kategori Quality Control Tools, terutama yang seringkali digunakan dalam kegiatan pemecahan masalah maupun dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
SASARAN
- Memahami konsep quality control dan quality improvement
- Memahami dan mampu menggunakan Quality Control Tools untuk pengendalian mutu, memecahkan masalah dan improvement di tempat kerja
- Mampu menggunakan Tools affinity diagram,
- Mampu menggunakan Tools interrelationship diagram,
- Mampu menggunakan Tools tree diagram,
- Mampu menggunakan Tools matrix diagram,
- Mampu menggunakan Tools matrix data analysis,
- Mampu menggunakan Tools arrow diagram atau activity network diagram,
- Mampu menggunakan Tools PDPC (process decision program chart).
- Mampu mengidentifikasi dan menanggulangi permasalahan dalam sistem pengukuran / pengumpulan data dalam menerapkan SPC
- mengidentifikasi variasi suatu karaketristik mutu dan mengidentifikasi sumber-sumber variasi produk/jasa
- Peserta memahami manfaat dan langkahSPC
- Memahami pemakaian Quality Control Tools secara terintegrasi dalam memecahkan masalah
- Mampu mengimplementsikan Teknik Implementasi Quality Control Tools dalam 8 langkah PDCA Cycle
Tujuan dari training Quality Control Tools
Agar peserta dapat diterapkan dalam pekerjaan, sehingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas serta meningkat kerja sama team.
OUTLINE :
Definisi & Konsep Quality Control
- Metode Pengontrolan: PDCA Cycle
- Metode Statistik untuk Pengontrolan Quality Control Tools
Affinity Diagram
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Interrelationship Diagram
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Tree Diagram
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Matrix Diagram
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Matrix Data Analysis
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Diagram Tebar
- Konsep
- Latihan
- Presentasi
Arrow Diagram / Activity Network Diagram
Teknik Implementasi New QC 7 Tools dalam 8 Langkah PDCA Cycle
TRAINER :
Surachman. ST.,MT
Beliau adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.
Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement
Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional,
Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.