Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah

Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah

Print Outline

JADWAL

29-30 Aug 2019

LOKASI

Jakarta

HARGA

Rp 4.150.000 - Group
Rp 4.350.000 - Early Bird
Rp 4.850.000 - On The Spot
Rp 5.225.000 - Full Fare

Indonesia memiliki jumlah penduduk paling besar di Asia Tenggara. Namun faktanya penetrasi keuangan Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di Asean, hanya 21,7%. Padahal Filipina saja sudah di atas 30%, bahkan Malaysia di kisaran 60-70% (OJK, 2014). Minimnya pemahaman masyarakat akan produk dan lembaga jasa keuangan ini menyebabkan banyak masyarakat kurang dapat mengelola keuangannya dengan baik. Sehingga kebutuhan edukasi keuangan sangat dibutuhkan, sehingga akan lebih masyarakat yang dapat mengetahui dan kemudian tertarik untuk membiasakan hidup produktif serta belajar berinvestasi untuk masa depan.

Hal ini terutama diperlukan bagi perempuan yang terkenal sangat hobi belanja. Sebuah survey yang dilakukan OnePoll menjelaskan bahwa rata-rata perempuan menghabiskan waktu 3 tahun untuk berbelanja sepanjang hidupnya. Serta dari 2.000 perempuan yang diteliti tersebut rata-rata berbelanja sebanyak 301 kali dalam setahun.

Frekuensi yang cukup sering tersebut nyatanya tidak beriring dengan pemahaman konsep belanja yang baik. Sebanyak 70% masyarakat disinyalir tak punya rencana keuangan jangka panjang (Ekonomi, 2002). Sehingga tidak mengherankan bila kebanyakan dari item belanjaannya tersebut lebih bersifat konsumtif.

Pendidikan formal memang diharapkan dapat menjadi penyangga renggangnya pemahaman belanja yang baik ini dikalangan masyarakat. Namun ternyata tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku keuangan (financial habit) pelajar dan mahasiswa juga tidak jauh dari cenderung konsumtif (Majalah SWA, 2015). Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, sebuah penelitian pada 2009 lalu menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa di Malaysia juga memiliki pengetahuan keuangan (financial literacy) yang kurang tinggi, dan hal ini dapat menyebabkan pada saat membuat keputusan keuangan setiap hari menjadi tidak terarah dengan tepat. Sehingga dalam hal ini pelatihan informal semacam ini perlu ditingkatkan. Agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang cukup terhadap pengaturan keuangan yang baik.

Lantas, mengapa perempuan lebih membutuhkan pelatihan ini? Berdasarkan penelitian di tahun 2006, 2008, dan 2009 disebutkan bahwa laki-laki memiliki kecendrungan lebih baik dalam membuat keputusan keuangan, karena memiliki pemahaman finansial yang lebih tinggi. Bahkan laki-laki relatif lebih mandiri secara finansial serta lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dibandingkan perempuan. Demikian pula penelitian terkait dengan tingkat pemahaman keuangan masyarakat terdidiknya. Hasilnya membuktikan bahwa mahasiswa masih mungkin lebih tepat mengelola keuangan dibanding mahasiswi. Terutama yang berkaitan dengan pengetahuan investasi, kredit, dan asuransi.

Sehingga melalui program pelatihan ini para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai perencanaan keuangan yang sederhana dan mudah diterapkan. Dengan metode penyampaian yang dibawakan secara :

  1. Menginspirasi dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya dalam kegiatan rutinnya sehari-hari.
  2. Praktis karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan studi kasus.
  3. Menyenangkan  dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang menyenangkan, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan.

Sasaran Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah

Setelah mengikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:

  1. Mengetahui Tahapan Perencanaan Keuangan Syariah
  2. Mampu Menyusun Tujuan Keuangan
  3. Dapat Melakukan Pemeriksaan Keuangan
  4. Dapat Mempersiapkan Dana Darurat
  5. Mengerti Pentingnya Proteksi dan Investasi
  6. Dapatkan Tips Praktis Perencanaan Keuangan untuk Muslimah

Garis Besar Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah

Materi Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah yang akan disajikan adalah:

Hari I

No

Hari I

Jam

1

Membangun Kemandirian  
  Mengapa Perencanaan Keuangan Syariah Dibutuhkan

1,5

  Membuat Daftar Belanja & Pemeriksaan Keuangan

1,5

  Mempersiapkan Dana Darurat & Pengenalan Asuransi Syariah

1,5

  Mengelola Hutang

1,5

                                                                                                            

Hari II 

No

Hari II

Jam

1

Percaya Diri hadapi Masa Depan  
  Pengenalan Nilai Ekonomi Waktu

1,5

  Membuat Perencanaan Keuangan Pribadi & Keluarga

3,0

2

Membangun Kepedulian  
  Anggaran untuk Pajak, Zakat & Sumbangan

1,5

Terkait bahan terakhir tentang Pajak dan Zakat didetilkan dan dilanjutkan pada pelatihan Sinergi Pajak dan Zakat, dipertanyakan selanjutnya.

Peserta

Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah ini dirancang untuk para:

  • Masyarakat umum yang ingin memperbaiki pola pengelolaan keuangan pribadinya.
  • Istri / Suami yang ingin menyusun perencanaan keuangan keluarga.
  • Karyawan dan wirausahawan yang ingin membuat rencana keuangan perusahaannya. 

Metode Pelatihan

Pelatihan Perencanaan Keuangan Muslimah dilaksanakan dengan metode:

Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan:

  • Perkuliahan Lanjutan
  • Kelompok diskusi
  • Olahraga
  • Simulasi pengalaman, seperti: Putar , permainan, dan latihan Keterampilan

Fasilitator

Ai Nur Bayinah, SEI., MM., CPMM

AI NUR BAYINAH, SEI., MM., CPMM memiliki pengalaman sebagai pengajar dan akuntansi akuntansi syariah tersertifikasi sejak 2007 dan saat ini diamanahi sebagai Direktur Eksekutif dari unit penelitian bernama SEBI Islamic Business & Economics Research Center (SIBER-C). Beberapa tulisannya telah dimuat di media dan jurnal nasional serta disampaikan dalam seminar dan konferensi nasional maupun internasional. Sebagai penanggungjawab kolom kerjasama SIBER-C dengan media massa nasional, ia setiap bulan menyelenggarakan diskusi ekonomi syariah kontemporer sebagai bahan sosialisasi dan edukasi ekonomi Islam untuk masyarakat Indonesia.

Selain itu, Ibu dua anak ini juga rajin melakukan sosialisasi tentang perencanaan keuangan Syariah melalui situs web aturbelanja .com, serta mengisi kajian di berbagai komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan perkantoran untuk meminta bantuan lebih banyak tentang perempuan yang diperbincangkan dan membantu keuangannya dengan lebih baik . Bukunya yang telah diterbitkan berjudul “Ladies, belanjakan saja semua uangmu!” Dan “Bayar Pajak Lebih Murah”, menjadi bagian dari upaya edukasi tersebut.

Setelah menyelesaikan S2 konsolidasi Investasi Syariah pada program Magister Bisnis dan Keuangan Islam (MBKI) Sekolah Bisnis Pascasarjana, Universitas Paramadina, dan mengambil sertifikasi pengelola keuangan pribadi, ia semakin aktif tentang keuangan Islam, akuntansi, pajak, zakat, wakaf, dan investasi. Di samping ikut membantu mengelola audit, akuntansi dan manajemen keuangan lainnya dari kantor akuntan publik di Jakarta.

 

 Next Schedule:

Jakarta, 03 Jan – 04 Jan 2019
Jakarta, 28 Feb – 01 Mar 2019
Jakarta, 24 May – 25 May 2019
Jakarta, 11 Jul – 12 Jul 2019
Jakarta, 29 Aug – 30 Aug 2019
Jakarta, 07 Nov – 08 Nov 2019

Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@valueconsulttraining.com

× How can I help you?