Finance Training

Building a Trusted Whistleblowing System: Mengungkap Fraud Melalui Budaya Speak Up

Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks, organisasi menghadapi berbagai risiko pelanggaran seperti fraud, penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, serta pelanggaran etika lainnya. Berbagai studi menunjukkan bahwa sebagian besar kasus fraud justru terungkap melalui informasi dari pihak internal organisasi, khususnya melalui laporan dari karyawan atau pihak yang mengetahui adanya pelanggaran. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pelaporan yang efektif menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian internal organisasi. Salah satu mekanisme yang banyak digunakan adalah Whistleblowing System (WBS), yaitu sistem yang memungkinkan karyawan maupun pihak eksternal untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara aman dan rahasia. Namun, dalam praktiknya masih banyak organisasi yang memiliki sistem whistleblowing tetapi belum berjalan secara optimal, baik karena rendahnya kepercayaan terhadap sistem, kurangnya perlindungan bagi pelapor, maupun belum jelasnya mekanisme pengelolaan laporan. Oleh karena itu, organisasi perlu memahami bagaimana merancang dan mengelola Whistleblowing System yang efektif, mulai dari desain sistem, mekanisme perlindungan pelapor, hingga pengelolaan laporan dan pembentukan budaya speak up. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman praktis mengenai penerapan sistem whistleblowing yang terpercaya serta mampu mendukung terciptanya budaya integritas dalam organisasi. Tujuan Training Training ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep, peran, dan implementasi Whistleblowing System (WBS) sebagai salah satu mekanisme penting dalam mendeteksi dan mencegah fraud di organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis mengenai bagaimana merancang, mengelola, serta mengevaluasi sistem whistleblowing yang efektif, terpercaya, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami proses pengelolaan laporan whistleblowing secara profesional, mulai dari penerimaan laporan, penilaian awal, hingga tindak lanjut dalam bentuk investigasi. Di samping itu, peserta juga diharapkan dapat memahami pentingnya perlindungan terhadap whistleblower serta strategi membangun budaya speak up yang mendukung integritas organisasi. Manfaat Training Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: Memahami konsep dan peran strategis Whistleblowing System dalam mendeteksi dan mencegah fraud di organisasi. Meningkatkan kemampuan dalam merancang dan mengelola sistem whistleblowing yang efektif dan terpercaya. Memahami mekanisme perlindungan whistleblower serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pelaporan. Meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan menilai laporan pelanggaran, termasuk proses verifikasi dan penentuan tindak lanjut laporan. Memahami praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan Whistleblowing System yang diterapkan di berbagai organisasi. Mendorong terbentuknya budaya speak up dan budaya integritas dalam lingkungan organisasi. Target Peserta Training ini ditujukan bagi individu yang memiliki peran dalam pengelolaan tata kelola organisasi, manajemen risiko, kepatuhan, serta penanganan laporan pelanggaran. Peserta yang direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini antara lain: Tim Governance, Risk, and Compliance (GRC) Satuan Pengawas Internal / Internal Audit Tim Fraud Risk Management dan Fraud Investigation Unit Kepatuhan (Compliance) dan Legal Tim Manajemen Risiko (Risk Management) Pengelola Whistleblowing System (WBS Administrator) Human Capital / Human Resources (HR) yang menangani pelanggaran karyawan Manajemen dan pimpinan unit kerja yang berperan dalam penguatan budaya integritas di organisasi Pelatihan ini juga relevan bagi organisasi yang sedang membangun, mengembangkan, atau mengevaluasi implementasi Whistleblowing System sebagai bagian dari penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan upaya pencegahan fraud. Metode Pembelajaran Pelatihan ini disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan aplikatif, yang meliputi: Presentasi materi Diskusi interaktif Studi kasus Sharing pengalaman praktis Materi Training Fraud Landscape and the Role of Whistleblowers Fraud trends di organisasi modern Statistik sumber deteksi fraud Peran whistleblower dalam mengungkap fraud Studi kasus fraud yang terungkap melalui whistleblower Fundamentals of Whistleblowing System (WBS) Definisi whistleblowing Prinsip dasar sistem pelaporan yang efektif Hubungan WBS dengan governance, risk management, dan compliance Regulasi dan kebijakan terkait whistleblowing Designing a Trusted Whistleblowing System Struktur organisasi pengelola WBS Channel pelaporan (hotline, email, aplikasi, website) Anonymous reporting system Kebijakan dan prosedur whistleblowing Whistleblower Protection & Confidentiality Risiko yang dihadapi whistleblower Mekanisme perlindungan pelapor Anti-retaliation policy Pengelolaan kerahasiaan informasi Workshop: Evaluating Existing WBS Mengidentifikasi gap dalam sistem WBS organisasi Diskusi kelompok mengenai perbaikan sistem whistleblowing Managing Whistleblowing Reports  Proses penerimaan laporan Preliminary assessment laporan Kriteria laporan yang layak ditindaklanjuti Prioritas penanganan kasus From Whistleblowing to Investigation Transformasi laporan menjadi investigasi Pengumpulan bukti awal Dokumentasi kasus Koordinasi dengan tim investigasi Handling False or Malicious Reports Risiko laporan palsu Teknik verifikasi laporan Penanganan laporan yang tidak valid Building a Speak Up Culture Hambatan psikologis dalam pelaporan Faktor organisasi yang menghambat whistleblowing Strategi membangun budaya speak up Peran leadership dalam budaya integritas Best Practices Whistleblowing System Benchmark praktik terbaik global Digital whistleblowing system Monitoring dan evaluasi WBS FACILITATOR Jonny ST, MM, CBIA, CFE Beliau adalah seorang Senior Trainer dan praktisi Internal Audit, Risk Management, serta Fraud Prevention dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri perbankan nasional. Ia memiliki keahlian mendalam dalam pengendalian internal, manajemen risiko, investigasi fraud, serta kepatuhan operasional perbankan. Dengan pengalaman praktis yang luas, Jonny sering dipercaya sebagai trainer dan fasilitator dalam berbagai program pelatihan terkait audit internal, manajemen risiko, pengendalian operasional, dan pencegahan fraud, dengan pendekatan pembelajaran yang sistematis, aplikatif, dan berbasis studi kasus nyata di dunia perbankan. Saat ini Jonny menjabat sebagai Assistant Vice President – Internal Audit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), salah satu bank terbesar di Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab melakukan audit internal terhadap unit operasional dan cabang, mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal serta manajemen risiko, dan mengidentifikasi potensi fraud di dalam organisasi. Selain itu, ia juga aktif memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis, berkontribusi dalam pengembangan kebijakan internal, serta berperan sebagai internal trainer dalam program pengembangan kompetensi di bidang manajemen risiko dan pengendalian operasional. Jonny memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti dan saat ini sedang menempuh Magister Manajemen di PPM University. Ia juga memegang sejumlah sertifikasi profesional bergengsi, antara lain Certified Fraud Examiner (CFE) dari Association of Certified Fraud Examiners, Risk Management Level 5 dari LSPP, serta Bank Internal Audit Supervisor Certification dari BNSP. Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan profesional seperti Fraud Prevention & Detection (Forensic Data Analytics), Continuous Audit Methodology, Data Science Academy, Digital Forensics Incident Response, serta forum anti-fraud dan knowledge forum di industri perbankan untuk terus memperbarui wawasan dan praktik terbaik di bidang audit, risiko, dan investigasi fraud.

Mastering Risk Management : A Practical Guide to ISO 31000:2018 for Risk Leaders

Latar Belakang Di era bisnis yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, organisasi menghadapi berbagai risiko, mulai dari gangguan operasional, ketidakpastian finansial, hingga tekanan regulasi dan risiko digital. Tanpa pendekatan yang terstruktur, risiko-risiko ini dapat berdampak signifikan pada kinerja dan keberlanjutan organisasi. ISO 31000:2018 menyediakan pedoman yang diakui secara global untuk membangun kerangka kerja Enterprise Risk Management (ERM) yang efektif. Namun, banyak organisasi masih kesulitan menerjemahkan prinsip-prinsip ini menjadi implementasi praktis. Program pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membekali peserta pemahaman konseptual sekaligus alat praktis untuk menerapkan manajemen risiko secara efektif di organisasi. Tujuan Training Pelatihan ini bertujuan untuk: Memberikan pemahaman menyeluruh tentang prinsip, kerangka kerja, dan proses ISO 31000:2018 Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko Membekali peserta dengan alat praktis untuk penanganan dan pemantauan risiko Memperkuat kemampuan pengambilan keputusan berbasis risiko Mendukung pengembangan budaya sadar risiko di organisasi Manfaat Training Peserta akan memperoleh: Pemahaman praktis tentang Enterprise Risk Management (ERM) Pengalaman langsung membangun risk register dan risk matrix Alat dan template siap pakai untuk implementasi di organisasi Kemampuan pengambilan keputusan yang berbasis risiko Wawasan tentang praktik terbaik dan kesalahan umum Target Peserta Peserta yang direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini antara lain: Manajer Risiko / Petugas Risiko Auditor Internal Petugas Kepatuhan (Compliance Officer) Manajer Senior / Kepala Departemen Manajer Proyek Profesional Governance, Risk & Compliance (GRC) Metode Pembelajaran Pelatihan ini disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan aplikatif, yang meliputi: Presentasi materi Diskusi interaktif Studi kasus Sharing pengalaman praktis Outline Materi Training HARI PERTAMA The Strategic Role of Risk Management  Risk landscape (VUCA, digital risk, ESG)  Risk vs opportunity mindset  Role of risk leaders ISO 31000:2018 Overview Principles of risk management Key concepts & terminology  Benefits & common pitfalls Risk Management Framework Leadership & integration Framework design & implementation Evaluation & improvement Risk Management Process (Part 1) Scope, context & criteria Risk identification techniques (SWOT, PESTLE, RBS) Risk Identification Exercise Case study Build initial risk register HARI KEDUA  Risk Analysis & Evaluation Likelihood & impact Risk matrix Risk prioritization Risk Assessment Exercise  Build risk matrix Analyze & evaluate risks Risk Treatment & Decision Making Risk treatment options• Risk appetite & tolerance Risk-based decision making Monitoring, Review & Reporting KRIs Risk reporting Continuous improvement End-to-End Risk Simulation Develop risk register, analysis & treatment  Group presentation Key takeaways, feedback, closing remarks Facilitator : Jonny ST, MM, CBIA, CFE Beliau adalah seorang Senior Trainer dan praktisi Internal Audit, Risk Management, serta Fraud Prevention dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri perbankan nasional. Ia memiliki keahlian mendalam dalam pengendalian internal, manajemen risiko, investigasi fraud, serta kepatuhan operasional perbankan. Dengan pengalaman praktis yang luas, Jonny sering dipercaya sebagai trainer dan fasilitator dalam berbagai program pelatihan terkait audit internal, manajemen risiko, pengendalian operasional, dan pencegahan fraud, dengan pendekatan pembelajaran yang sistematis, aplikatif, dan berbasis studi kasus nyata di dunia perbankan. Saat ini Jonny menjabat sebagai Assistant Vice President – Internal Audit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), salah satu bank terbesar di Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab melakukan audit internal terhadap unit operasional dan cabang, mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal serta manajemen risiko, dan mengidentifikasi potensi fraud di dalam organisasi. Selain itu, ia juga aktif memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis, berkontribusi dalam pengembangan kebijakan internal, serta berperan sebagai internal trainer dalam program pengembangan kompetensi di bidang manajemen risiko dan pengendalian operasional. Jonny memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti dan saat ini sedang menempuh Magister Manajemen di PPM University. Ia juga memegang sejumlah sertifikasi profesional bergengsi, antara lain Certified Fraud Examiner (CFE) dari Association of Certified Fraud Examiners, Risk Management Level 5 dari LSPP, serta Bank Internal Audit Supervisor Certification dari BNSP. Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan profesional seperti Fraud Prevention & Detection (Forensic Data Analytics), Continuous Audit Methodology, Data Science Academy, Digital Forensics Incident Response, serta forum anti-fraud dan knowledge forum di industri perbankan untuk terus memperbarui wawasan dan praktik terbaik di bidang audit, risiko, dan investigasi fraud.

Practical Fraud Identification and Investigation Techniques

Fraud atau kecurangan merupakan salah satu risiko yang paling signifikan dalam organisasi modern. Berbagai studi menunjukkan bahwa organisasi di seluruh dunia mengalami kerugian yang cukup besar akibat fraud yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas proses bisnis, pemanfaatan teknologi digital, serta tekanan terhadap pencapaian target kinerja, potensi terjadinya fraud menjadi semakin besar. Fraud dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti penyalahgunaan aset, korupsi, maupun manipulasi laporan keuangan yang dapat berdampak pada kerugian finansial, menurunnya reputasi organisasi, serta hilangnya kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, organisasi memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi indikasi fraud sejak dini serta memahami metode investigasi yang tepat dalam menangani dugaan kecurangan. Training “Practical Fraud Identification and Investigation Techniques” dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep fraud, faktor penyebab terjadinya fraud, teknik identifikasi fraud dalam proses bisnis, hingga metode investigasi yang digunakan oleh fraud examiner. Pelatihan ini juga memberikan pendekatan yang bersifat praktis dan aplikatif melalui diskusi kasus dan simulasi sehingga peserta dapat memahami bagaimana proses identifikasi dan investigasi fraud dilakukan secara sistematis dalam organisasi. Tujuan Training Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dasar fraud serta dampak yang ditimbulkan terhadap organisasi. Memahami faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan fraud. Mengidentifikasi berbagai jenis fraud yang umum terjadi dalam organisasi. Memahami konsep dan langkah-langkah fraud identification dalam proses bisnis. Menggunakan metode dan teknik untuk menemukan indikator atau red flags fraud. Memahami peran dan karakteristik seorang fraud examiner. Menerapkan metodologi fraud examination secara sistematis. Memanfaatkan analisis data sebagai bagian dari proses investigasi fraud. Menggunakan teknik interview dan interrogation dalam proses pemeriksaan fraud. Menganalisis indikasi fraud melalui studi kasus dan simulasi investigasi. Manfaat Training Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: Meningkatkan kemampuan peserta dalam mendeteksi indikasi fraud secara dini. Memberikan pemahaman mengenai metode investigasi fraud yang sistematis dan profesional. Membantu organisasi memperkuat sistem pengendalian internal terhadap potensi fraud. Meningkatkan kapasitas SDM dalam mendukung fungsi audit internal, manajemen risiko, dan kepatuhan. Target Peserta Training ini ditujukan bagi profesional yang memiliki peran dalam pengawasan, pengendalian, dan investigasi dalam organisasi, antara lain: Internal Auditor Risk Management Officer Compliance Officer Fraud Investigator Finance & Accounting Staff Legal Officer Management yang terlibat dalam fungsi pengawasan internal Metode Pembelajaran Pelatihan ini disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan aplikatif, yang meliputi: Presentasi materi Diskusi interaktif Studi kasus Simulasi investigasi Sharing pengalaman praktis Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik identifikasi dan investigasi fraud dalam pekerjaan sehari-hari. Materi Training Hari Pertama Opening & Introduction Introduction to Fraud Fraud Definition Impact of fraud Fraud perpetrator Why People Commit Fraud Fraud Triangle Fraud Scale Motivation of Fraud Type of Fraud Asset misappropriation Corruption Financial statement fraud Fraud Identification Concept Definition of Fraud Identification Step of Fraud Identification Fraud Identification Method Fraud Identification Techniques in Business Processes Case Study Discussion Identifying indicators of fraud in a case Hari Kedua Review Materi Hari Pertama Forensic Accounting Definition of Fraud Examiner Auditor vs Fraud Examiner Characteristic Fraud Examiner Fraud Examiner Mindset Fraud Examination Methodology Predication concept Fraud analysis trail Data Analysis and Data Evidence Interview Interview vs Interrogation Technique Facilitators of communication Interview mechanics Structured interrogation flowchart Simulation & Closing Discussion Facilitator Jonny ST, MM, CBIA, CFE Beliau adalah seorang Senior Trainer dan praktisi Internal Audit, Risk Management, serta Fraud Prevention dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri perbankan nasional. Ia memiliki keahlian mendalam dalam pengendalian internal, manajemen risiko, investigasi fraud, serta kepatuhan operasional perbankan. Dengan pengalaman praktis yang luas, Jonny sering dipercaya sebagai trainer dan fasilitator dalam berbagai program pelatihan terkait audit internal, manajemen risiko, pengendalian operasional, dan pencegahan fraud, dengan pendekatan pembelajaran yang sistematis, aplikatif, dan berbasis studi kasus nyata di dunia perbankan. Saat ini Jonny menjabat sebagai Assistant Vice President – Internal Audit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), salah satu bank terbesar di Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab melakukan audit internal terhadap unit operasional dan cabang, mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal serta manajemen risiko, dan mengidentifikasi potensi fraud di dalam organisasi. Selain itu, ia juga aktif memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis, berkontribusi dalam pengembangan kebijakan internal, serta berperan sebagai internal trainer dalam program pengembangan kompetensi di bidang manajemen risiko dan pengendalian operasional. Jonny memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti dan saat ini sedang menempuh Magister Manajemen di PPM University. Ia juga memegang sejumlah sertifikasi profesional bergengsi, antara lain Certified Fraud Examiner (CFE) dari Association of Certified Fraud Examiners, Risk Management Level 5 dari LSPP, serta Bank Internal Audit Supervisor Certification dari BNSP. Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan profesional seperti Fraud Prevention & Detection (Forensic Data Analytics), Continuous Audit Methodology, Data Science Academy, Digital Forensics Incident Response, serta forum anti-fraud dan knowledge forum di industri perbankan untuk terus memperbarui wawasan dan praktik terbaik di bidang audit, risiko, dan investigasi fraud.

Penerapan Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT)

Pelatihan APU PPT ini memberikan pemahaman tentang penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Pelatihan ini bisa diikuti oleh kalangan Perbankan maupun industri keuangan non bank. Materi disusun berdasarkan POJK No. 23/POJK.01/2019 dan UU terkait APU-PPT dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal, dibawakan oleh praktisi perbankan yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan memiliki Sertifikasi Managemen Risiko. Outline Program Framework APU-PPT Konsep 3 (Tiga) Lini Pertahanan (Three Lines of Defence) Risiko Nasabah, Produk, Negara/Area Geografis, dan Jaringan Distribusi (distribution channels) Pendekatan Berbasis Risiko – Matriks Kemungkinan & Dampak (Likelihood & Impact Matrix) Modus Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal Penerapan Customer Due Diligence (CDD) & Enhanced Due Diligence (EDD) High Risk Customer, Business, Countries dan PEP Pemutusan/Penghentian/Pemblokiran Pelaporan ke Pejabat Senior, Direksi & PPATK Dokumentasi & Pengkinian Tujuan Pelatihan Meningkatkan pemahaman tentang penerapan program APU-PPT sesuai peraturan OJK Memahami Prinsip dan Implementasi Know Your Customer (KYC) Memahami Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM) dan Pelaporannya Facilitator Sumyta Ester Mastrida Beliau adalah seorang profesional dengan 30 tahun pengalaman di industri perbankan dengan keahlian kuat di bidang Audit, Credit Initiation & Legal Documentation, Fraud Detection, Quality Assurance, dan Business Development. Ia juga terlibat dalam berbagai task force strategis seperti Credit Acquisition System, SME Reentry, penyelesaian dokumen agunan bermasalah, serta Fraud Risk Assessment. Sumyta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi di Universitas HKBP Nommensen, Medan (1984–1989) dan memiliki berbagai sertifikasi, termasuk Bank Risk Management Level 1–3, Leadership for Middle Management, Advance Credit Analyst, Legal Documentation, Creative Problem Solving, dan Fraud Detection. Dalam perjalanan kariernya, Sumyta memegang berbagai posisi penting. Pada 201–2021, ia berperan di ORM & QA SME & Consumer dengan fokus memastikan kualitas seluruh siklus kredit serta mengidentifikasi ketidaksesuaian proses dengan regulasi. Sebelumnya, periode 2016–2019 ia menangani Credit Process and Performance Control, termasuk percepatan persetujuan kredit, deteksi fraud melalui aplikasi Instinct, evaluasi Credit Authority Limit, standarisasi data valuasi agunan, dan percepatan penyelesaian dokumen pending di notaris dan BPN. Pada 2014–2016, ia mengembangkan bisnis melalui cross-selling produk Adira Finance serta pemanfaatan Branchless Banking (Laku Pandai). Pengalaman awal kariernya dimulai dari Internal Audit/SKAI (1991–2004), termasuk sebagai Head of Division Audit Credit SME & Consumer, sebelum kemudian melanjutkan ke Quality Assurance Lending and Funding (2004–2014) dengan fokus mendeteksi fraud, memberikan rekomendasi sanksi, serta meningkatkan proses untuk mencegah potensi fraud dan keluhan nasabah.

Online Training : Cashflow & Treasury Management (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Training Cashflow & Treasury Management mempelajari bagaimana mengingatkan peserta aksioma untuk mengelola pengeluaran, penerimaan kas, bagaimana meningkatkan kemampuan dalam menganalisa arus kas, mendeteksi permasalahan yang ada, dan hal lainnya terkait Cashflow & Treasury Management. Deskripsi Pelatihan Cashflow & Treasury Management ini akan memberikan pemahaman, wawasan yang berkaitan dengan manajemen perbendaharaan (treasury management), manajemen kas (cash management). Dengan memiliki pemahaman ini, resiko mengelola cashflow treasury akan dapat dikurangi seoptimal mungkin. Keberhasilan mengelola cashflow  treasury management sangat ditentukan oleh kecakapan para manager, staff yang terkait dengan proses,aktivitas finance, marketing, HR operation, accounting serta budgeting. Training Cashflow & Treasury Management ini penting untuk dapat mengelola departemen, mempersiapkan untuk keputusan terkait dengan Keputusan proyek, operasional lainnya dimana pemahaman cash flow treasury management sangat diperlukan dalam kehidupan perusahaan secara individu maupun perusahaan Sasaran Pelatihan Melalui training Cashflow & treasury management ini diharapkan peserta akan mampu: Mengoptimalkan kemampuan para peserta untuk dapat mengelola sumber dana perusahaan. 1. Mengingatkan peserta aksioma untuk mengelola pengeluaran, penerimaan kas. 2. Meningkatkan kemampuan dalam menganalisa arus kas, mendeteksi permasalahan yang ada. 3. Menguasai teknik aplikatif dalam menyusun perencanaan, pengendalian arus kas . 4. Menguasai teknik pencegahan kerugian akibat transaksi kas dalam mata uang asing 5. Mengelola titik optimum kas agar tidak kelebihan, kekurangan dari kebutuhan kas Target Peserta Peserta dalam pelatihan Cashflow & treasury management ini diharapkan adalah Staff senior dan manajer di bidang accounting, finance, treasury, audit, risk management dan professional yang ingin meningkatkan keahlian dalam konsep dan aplikasi cash flow dan treasury management. Outline Materi Day 1 & Day 2 09:00 – 15 :00 1. Memahami konsep cash, instrument liquidity, fund flow. 2. Memahami Fungsi, Tugas, Kontribusi Cash and Treasury Management Role Treasury and Cash Management Profitabilitas vs. Liquiditas vs Leverage Cash Flow Cycle dan Cash Flow Driver 3. Analisa dan Pengendalian Arus Kas Analisa Arus Kas dengan Analisa Rasio Cash Flow From Operation Analysis Menginterpretasi Hasil Analisa Arus Kas Threshold Controls and Analysis Pengendalian Arus Kas dengan Report 4. Menyusun Perencanaan Arus Kas Memahami Siklus dan Karakteristik Arus Kas Detail Tahapan Perencanaan Cash Flow Template Perencanaan Cash Flow Periodic Rolling Forecast Short term planning 5. Cash and Liquidity Management Penyusunan penaksiran kas (cash forecast) dan anggaran kas (cash budget) Teknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka pendek (deposito, saham, reksadana, dll). Teknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka panjang (deposito, saham, reksa dana, property, emas, dll). 6. Strategic Cash Management 7. Mencegah Kecurangan Kas Metovasi/penyebab kecurangan kas. Mendeteksi Skimming, Cash Larceny, Billing Scheme & Expense Reimbursement Scheme Teknik Pencegahan Kecurangan Cash 8. Investasi, Financing, and Borrowing Debt Capacity Investing Excess Cash Borrowing For Cash Shortfalls Financing 9. Managing Treasury Department Internal Controls Centralize or Decentralize Treasury Bank Relations Performance Measurement Treasury System Facilitator

Applied Finance For Non Finance Executive (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Para eksekutif non keuangan sering berkepentingan dengan laporan keuangan, namun  seringkali merasa sulit dengan bahasa keuangan. Sementara semakin tinggi posisi seorang eksekutif seringkali terpaksa harus bertemu dengan laporan keuangan. Mengerti dengan jelas fungsi dan peranan laporan keuangan dalam menjalankan suatu organisasi sangatlah penting bagi seorang eksekutif. Dengan menghindari jargon-jargon keuangan yang terkadang sangat membingungkan bagi para eksekutif non keuangan, training ini secara menyeluruh tapi mudah, dengan menjelaskan secara detail tentang : Pelaporan keuangan, Laporan rugi/laba dan neraca, rasio keuangan, arus kas, biaya dan pengendalian anggaran biaya, penilaian investasi modal. AGENDA TRAINING : Sesi 1 : Dasar-Dasar Keuangan Bagi Eksekutif Non Keuangan – Aspek Eksternal dan Internal. Topik dalam perusahaan yang dipengaruhi isu keuangan. Pentingnya laporan keuangan bagi stakeholders. Manfaat informasi keuangan bagi internal dan eksternal dan metode pelaporannya. Memahami value of company dari laporan keuangan. Sesi 2 : Nilai Waktu Uang Prinsip dasar nilai waktu uang Perbandingan nilai masa lampau, sekarang, dan masa depan. Perbandingan metode sederhana, bunga majemuk dan anuitas. Sesi 3 & 4 :  Analisa Laporan Keuangan dan Analisa Arus Kas Sekilas proses dan siklus pembuatan laporan keuangan. Dasar-dasar persamaan dari siklus akuntansi Pemahaman pembedaan pencatatan untuk Cash Basis dan Accrual Basis yang berpengaruh terhadap laporan pendapatan dan biaya perusahaan. Analisa Laporan Keuangan: Common Size Financial Statements Percentage Change Statements Critical Financial Ratios: Analisa Rasio Profitabilitas. Analisa Rasio Likuiditas. Analisa Rasio Aktivitas. Analisa Rasio Solvabilitas. Tips membaca dan menganalisa Neraca Apa saja yang terdapat dalam laporan Arus Kas…? Analisa arus kas operasional Analisa arus kas investasi Analisa arus kas pendanaan Diskusi dan kasus. Sesi 5 : Metode Penilaian Investasi. (Capital Budgeting From Concepts to Case Studies) Penggunaan metode payback period (waktu pulang pokok). Penggunaan metode net present value / NPV  (Nilai Sekarang Bersih). Penggunaan metode Internal Rate of Return / IRR. Diskusi dan kasus. Sesi 6 : Perhitungan Z-Score Sebagai Indikator Kebangkrutan Perusahaan Definisi Kebangkrutan. Indikator dari penentu kebangkrutan di perusahaan. 3 metode Z-Score sebagai indikaror kebangkrutan perusahaan Diskusi dan kasus. Facilitator

Cashflow & Treasury Management (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Training Cashflow & Treasury Management ini akan memberikan pemahaman dan wawasan yang berkaitan dengan manajemen perbendaharaan (treasury management) dan manajemen kas (cash management). Banyak hal yang harus diketahui bagi mereka yang bekerja di bagian treasury dan manajemen kas. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manajemen perbendaharaan diantaranya adalah capital budgeting, manajemen kredit, pembayaran dividen, analisis dan perencanaan keuangan, manajemen pensiun, manajemen asuransi dan risiko. Hal-hal yang harus diketahui mengenai manajemen kas diantaranya adalah konsep kas dan nilai waktu uang, sistem pengendalian internal dan akuntansi kas, teknik peramalan kas, penganggaran kas, dan analisis investasi surat berharga. Dengan memiliki pemahaman cash flow and treasury ini, resiko mengelola cashflow dan treasury akan dapat dikurangi seoptimal mungkin. Keberhasilan mengelola cashflow dan treasury management sangat ditentukan oleh kecakapan para manager dan staff yang terkait dengan proses dan aktivitas finance, marketing, HRD operation, accounting serta budget. Training ini penting untuk dapat mengelola departemen dan mempersiapkan untuk keputusan terkait dengan Keputusan proyek dan operasional lainnya dimana pemahaman cash flow dan treasury management sangat diperlukan dalam kehidupan perusahaan secara individu maupun korporat Sasaran pelatihan Melalui training Cashflow & treasury management ini diharapkan peserta akan mampu: Mengoptimalkan kemampuan para peserta untuk dapat mengelola sumber dana perusahaan. Mengingatkan peserta aksioma untuk mengelola pengeluaran dan penerimaan kas Meningkatkan kemampuan dalam menganalisa arus kas dan mendeteksi permasalahan yang ada Menguasai teknik aplikatif dalam menyusun perencanaan dan pengendalian arus kas . Menguasai teknik pencegahan kerugian akibat transaksi kas dalam mata uang asing Mengelola titik optimum kas agar tidak kelebihan dan kekurangan dari kebutuhan kas Target peserta Peserta dalam pelatihan Cashflow & treasury management ini diharapkan adalah Staff senior dan manajer di bidang accounting, finance, treasury, audit, risk management dan professional yang ingin meningkatkan keahlian dalam konsep dan aplikasi cash flow dan treasury management. * Peserta di Wajibkan membawa LAPTOP Outline Cashflow & treasury management 1. Memahami konsep cash dan instrument liquidity dan fund flow. 2. Memahami Fungsi, Tugas dan Kontribusi Cash and Treasury Management Role Treasury and Cash Management Profitabilitas vs. Liquiditas vs Leverage Cash Flow Cycle dan Cash Flow Driver 3. Analisa dan Pengendalian Arus Kas Analisa Arus Kas dengan Analisa Rasio Cash Flow From Operation Analysis Menginterpretasi Hasil Analisa Arus Kas Threshold Controls and Analysis Pengendalian Arus Kas dengan Report 4. Menyusun Perencanaan Arus Kas Memahami Siklus dan Karakteristik Arus Kas Detail Tahapan Perencanaan Cash Flow Template Perencanaan Cash Flow Periodic Rolling Forecast Short term planning 5. Cash and Liquidity Management Penyusunan penaksiran kas (cash forecast) dan anggaran kas (cash budget) Teknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka pendek (deposito, saham, reksadana, dll). Teknik manajemen kas: strategi instrument investasi jangka panjang (deposito, saham, reksa dana, property, emas, dll). 6. Strategic Cash Management 7. Mencegah Kecurangan Kas Metovasi/penyebab kecurangan kas. Mendeteksi Skimming, Cash Larceny, Billing Scheme & Expense Reimbursement Scheme Teknik Pencegahan Kecurangan Cash 8. Investasi, Financing, and Borrowing Debt Capacity Investing Excess Cash Borrowing For Cash Shortfalls Financing 9. Managing Treasury Department Internal Controls Centralize or Decentralize Treasury Bank Relations Performance Measurement Treasury System

Online Training : Finance For Non Finance

Training Finance For Non Finance mempelajari mengenai bagaimana memahami balance sheet and the income statement, bagaimana mampu mengunakan 7 keputusan Keuangan financial sebagai analysis tool, bagaimana pemahaman akan pentingnya  liquidity planning, dan hal – hal lain terkait Finance For Non Finance. Fakta di banyak perusahaan membuktikan bahwa pemahaman atas liku-liku fundamental keuangan di kalangan eksekutif dari bidang non-keuangan telah menjadi salah satu kunci sukses. Pelatihan Finance for Non Finance membantu memberikan pemahaman mengenai finance kepada orang-orang non finance dengan cara yang mudah. Menghasilkan laba, tumbuh berkembang merupakan tujuan perusahaan yang sangat mendasar. Kinerja ini merupakan hasil kerjasama prima dari seluruh eksekutif dan karyawan. Eksekutif atau Manajer yang memahami liku-liku keuangan pasti akan menghasilkan keputusan bisnis yang lebih lengkap dan lebih matang. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Finance For Non Finance ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Understand 10 Aksioma Keuangan sebagai the meaning and the function of corporate finance as one of the important aspects in a corporate system. Memahami balance sheet and the income statement. Mampu mengunakan 7 keputusan Keuangan financial sebagai analysis tool. Pemahaman akan pentingnya  liquidity planning. Pengertian akan process of profit planning. Kemampuan untuk analyze investment. Memahami budgeting process. Kriteria dalam pembuatan SOP Keuangan Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Finance For Non Finance adalah : Fungsi dari financial management. Cash flow and the cost classification in a company. Financial statements. Ratio analysis. Cash flow analysis The fund needed planning. The profit planning with the break-even point approach. Different method of investment analysis. Budgeting process. Sesi Training Introduction To fundamentals of finance a.   Finance and Accounting Manager: Role and Functions b.   An Overview of Financial Statement c.   What is Accounting Profit Interpreting Financial Statements a.    The cash-flow cycle b.    The balance sheet c.    The Income Statement d.    Sources and uses of funds statements e.    Financial statements and the value problem Market value versus book value Accounting income versus economic income Evaluating Financial Performance a.   Profitability ratios b.   Liquidity ratios c.   Leverage ratios Time Value of Money a.   Future Value b.   Present Value c.   Valuing annuities Capital Budgeting: Decision Criteria a. Net Present Value (NPV) b. Internal Rate of Return (IRR) c. Economic Value Added (EVA) Cost Analysis and Profit Planning Fixed and Variable Costs Break-even Analysis Contribution        Margin Analysis Traditional Cost Accounting and Its Limitations Metode Pelatihan Program ini mengkombinasikan berbagai latihan praktis dan menyenangkan dilengkapi dengan berbagai tips/teknik praktis untuk memahami, mengelola, menganalisis informasi keuangan secara efektif dan efisien untuk mengingkatkan kualitas penyelesian masalah dan pengambilan keputusan. Berbagai aktivitas dalam program akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi ide dan pembelajaran dari pengalaman mengelola keuangan pribadi maupun profesional. Contoh kasus yang dipakai akan menyesuaikan dengan keadaan perusahaan di Indonesia ataupun bidang perusahaan anda. Target Peserta Executive Perusahaan Terkait General Manager dan Manager fungsi-fungsi non Keuangan/Akuntansi dan yang terkait. Para Staf fungsi non Keuangan/Akuntansi Manajer dan Staf profesional (key staff) lainnya yang terlibat dalam perencanaan usaha, dan peningkatan kinerja perusahaan Facilitator Ghani Basyar, SE, MM. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnis di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesia dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep. Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Risk Awareness, Audit Dan Antifraud

Overview Risk Awareness: Risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap perusahaan/ organisasi. Kegagalan dalam mengelola risiko dapat mengakibatkan kerugian finansial, reputasi, dan bahkan operasional. Penting bagi semua karyawan untuk memiliki kesadaran akan risiko dan bagaimana mengelolanya. Audit: Audit internal merupakan fungsi penting dalam memastikan organisasi berjalan dengan efektif dan efisien. Audit internal membantu perusahaan/ organisasi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko, serta meningkatkan tata kelola perusahaan. Penting bagi karyawan untuk memahami peran dan tanggung jawab audit internal. Antifraud: Fraud merupakan ancaman serius bagi perusahaan/ organisasi, dan dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Penting bagi perusahaan untuk memiliki budaya antifraud dan memiliki program antifraud yang efektif. Penting bagi karyawan untuk memahami jenis-jenis fraud, bagaimana mendeteksi fraud, dan apa yang harus dilakukan jika mereka mencurigai adanya fraud. Pelatihan risk awareness, audit, dan antifraud merupakan investasi penting bagi perusahaaan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta melindungi organisasi dari risiko dan fraud. Berikut adalah beberapa contoh kasus yang menunjukkan pentingnya pelatihan risk awareness, audit, dan antifraud: Kasus 1: Sebuah perusahaan mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat penipuan oleh karyawannya. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak memiliki program antifraud yang efektif dan karyawan tidak mengetahui bagaimana mendeteksi fraud. Kasus 2: Sebuah perusahaan mengalami kegagalan dalam implementasi sistem baru karena tidak melakukan audit internal yang memadai. Hal ini mengakibatkan kerugian finansial dan operasional yang signifikan. Kasus 3: Sebuah perusahaan mengalami kerusakan reputasi akibat skandal korupsi. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak memiliki budaya antifraud yang kuat. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa pelatihan risk awareness, audit, dan antifraud dapat membantu organisasi dalam mencegah atau memitigasi kerugian finansial, reputasi, dan operasional. Materi Pelatihan: MATERI BAHASAN : Berikut adalah ringkasan materi pelatihan :  “RISK AWARENESS, AUDIT DAN ANTIFRAUD” : HARI I (PERTAMA) : Pengantar Risk Management Definisi risiko Jenis-jenis risiko dalam perusahaan asuransi jiwa (risiko underwriting, risiko klaim, risiko investasi, dll.) Dampak risiko Identifikasi Risiko Teknik identifikasi risiko (brainstorming, risk mapping, dll.) Faktor-faktor risiko Penilaian Risiko Teknik penilaian risiko (analisis kualitatif, analisis kuantitatif) Pengukuran risiko Pengelolaan Risiko Teknik pengelolaan risiko (mitigasi, transfer, retensi) Program risk management Budaya risk management HARI II (DUA) : Pengantar Audit Internal Definisi audit internal Tujuan audit internal Jenis-jenis audit internal Standar audit internal Peran dan Tanggung Jawab Auditor Internal Kode etik auditor internal Kualifikasi auditor internal Independensi auditor internal Perencanaan Audit Penentuan tujuan audit Penilaian risiko audit Pengembangan program audit Pelaksanaan dan Pelaporan Audit Pengumpulan bukti audit Pengujian substantif Dokumentasi audit Format laporan audit Temuan dan rekomendasi audit Tindak lanjut hasil audit Pengantar Fraud Definisi fraud Jenis-jenis fraud dalam perusahaan asuransi jiwa (fraud underwriting, fraud klaim, fraud investasi, dll.) Dampak fraud Deteksi, pencegahan dan investigasi Fraud Teknik deteksi fraud (red flags, data analytics, dll.) Faktor-faktor risiko fraud Teknik pencegahan fraud (kontrol internal, edukasi karyawan, dll.) Program anti-fraud Teknik investigasi fraud (pengumpulan bukti, wawancara, dll.) Peran auditor internal dalam investigasi fraud Penanganan dan Budaya Fraud Tindakan disiplin terhadap pelaku fraud Pemulihan kerugian akibat fraud Pentingnya budaya anti-fraud Cara membangun budaya anti-fraud TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN Pelatihan ini akan membahas mengenai  “RISK AWARENESS, AUDIT DAN ANTIFRAUD”. Sehingga diharapkan : Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang risiko, audit, dan antifraud. Meningkatkan efektivitas audit internal dalam perusahaan. Memperkuat budaya antifraud dalam perusahaan. Meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko. Meningkatkan kemampuan karyawan dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani fraud. Metode Pembelajaran Trainning “RISK AWARENESS, AUDIT DAN ANTIFRAUD” yang kami selenggarakan menggunakan pelbagai metode pembelajaran, seperti : Diskusi, Coaching, Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming dan Studi Kasus. Fasilitas Pelatihan Berikut ini Fasilitas Pelatihan “RISK AWARENESS, AUDIT DAN ANTIFRAUD”  yang kami berikan sesuai dengan layanan yang dipilih oleh peserta, dengan penyesuaian tertentu sesuai dengan kebutuhan peserta / instansi / perusahaan. Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Amendemen Psak 1, 16 dan 25

Overview Laporan keuangan merupakan penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu memahami dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum yang selanjutnya disebut agar dapat dibandingkan dengan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Selain itu perserta diharapkan dapat mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimal isi laporan keuangan. Materi Pelatihan: Amendemen PSAK 1 – “penyajian laporan keuangan tentang   klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang”: Tujuan Laporan Keuangan Komponen Laporan Keuangan Struktur dan Isi Penyajian Laporan Keuangan Mengklarifikasi salah satu kriteria dalam mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka panjang yaitu mensyaratkan entitas memiliki hak untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas setidaknya selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Menetapkan bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan. Mengklarifikasi bahwa klasifikasi tidak terpengaruh oleh niat atau harapan manajemen tentang apakah entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas. Mengklarifikasi bagaimana kondisi pinjaman mempengaruhi klasifikasi. Memperjelas persyaratan untuk entitas mengklasifikasikan liabilitas berdasarkan pada kemampuan untuk menyelesaikan liabilitas dengan menerbitkan instrumen ekuitas sendiri.     Amendemen PSAK 16 – “aset tetap hasil sebelum penggunaan yang diintensikan”: Paragraf 17(e) – mengklarifikasi hal berikut: Melarang pengurangan hasil neto penjualan setiap item yang     dihasilkan, saat membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen, dari biaya pengujian (seperti sampel yang dihasilkan ketika menguji apakah aset tersebut berfungsi dengan baik). Mengklarifikasi arti dari ‘pengujian’, yang menegaskan bahwa ketika menguji apakah suatu aset berfungsi dengan baik, suatu entitas menilai kinerja teknis dan kinerja fisik dari aset tersebut. Paragraf 20A – menambahkan paragraf 20A yang mengatur: Entitas mengakui hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen dalam Laba Rugi. Selanjutnya entitas mengukur biaya perolehan atas item tersebut    dengan menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. Paragraf 74A – menambahkan paragraf 74A yang mengatur  jika tidak disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan keuangan juga   mengungkapkan: Persyaratan sebelumnya dalam paragraf 74(d) tidak diubah tetapi telah dipindahkan ke paragraf 74A(a). Jumlah hasil dan biaya perolehan (yang masuk dalam L/R sesuai paragraf 20A) terkait item yang dihasilkan yang bukan merupakan output dari aktivitas normal entitas serta pengungkapan pada pos mana dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain  yang mencakup hasil dan biaya perolehan tersebut. Amendemen PSAK 25 – “kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan terkait definisi estimasi akuntansi” : Memperkenalkan definisi “estimasi akuntansi” yaitu jumlah moneter dalam laporan keuangan yang dipengaruhi oleh ketidakpastian pengukuran. Mengklarifikasi bahwa teknik estimasi dan penilaian merupakan contok teknik pengukuran yang digunakan dalam mengembangkan estimasi akuntansi. Mengklarifikasi bahwa perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil informasi baru atau perkembangan baru yang bukan merupakan korelasi kesalahan. Tujuan Dan Manfaat Pelatihan  Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk : Memahami penerapan Amandemen PSAK 1, 16 dan 25 Peserta bisa memahami perihal point-point penting Amandemen PSAK 1, 16 dan 25. Peserta memahami perubahan-perubahan PSAK 1, 16 dan 25. Peserta dapat mengetahui perubahan dan kaitannya dengan penyajian laporan keuangan. Peserta dapat mengidentifikasi transaksi-transaksi yang diperkenankan sejak berlakunya Amandemen PSAK 1, 16 dan 25 Metode Pembelajaran Trainning Amandemen PSAK 1, 16 dan 25 yang kami selenggarakan menggunakan pelbagai metode pembelajaran, seperti : Diskusi, Coaching, Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Ice Breaking dan Studi Kasus. Fasilitas Pelatihan Berikut ini Fasilitas Pelatihan Amandemen PSAK 1, 16 dan 25 yang kami berikan sesuai dengan layanan yang dipilih oleh peserta, dengan penyesuaian tertentu sesuai dengan kebutuhan peserta / instansi / perusahaan. Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Akuntansi Agricultural – PSAK 69 Aset Biological

Overview : Akuntansi agricultural (akuntansi agrikultur) adalah cabang akuntansi yang menangani pencatatan, pengukuran, dan pelaporan transaksi yang terkait dengan aktivitas pertanian dan perkebunan. Industri ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari sektor lain, seperti siklus produksi yang panjang, aset biologis yang mengalami pertumbuhan alami, serta ketidakpastian harga pasar. Dalam konteks ini, akuntansi agrikultur sangat penting untuk memastikan transparansi, akurasi laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku seperti PSAK 69 (Agriculture) dan IAS 41 (International Accounting Standard for Agriculture). Perlunya Akuntansi Agricultural A. Transparansi dan Akurasi Laporan Keuangan Industri pertanian memiliki aset biologis seperti tanaman dan ternak yang mengalami perubahan nilai seiring pertumbuhan. Tanpa sistem akuntansi yang baik, sulit untuk mengukur nilai aset ini secara akurat. Akuntansi membantu dalam penyajian laporan keuangan yang transparan untuk pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, dan regulator. B. Pengukuran Nilai Aset Biologis Dalam agrikultur, tanaman dan hewan mengalami pertumbuhan alami yang meningkatkan nilai ekonominya. Standar akuntansi seperti PSAK 69 mewajibkan perusahaan mengukur aset biologis dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Pengukuran yang tepat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan terkait investasi dan produksi. C. Pengakuan Pendapatan Secara Akurat Berbeda dengan sektor lain, pertanian memiliki siklus produksi yang panjang dan tidak langsung menghasilkan pendapatan. Akuntansi agrikultur memastikan bahwa pendapatan dari hasil panen dan ternak dicatat secara akurat saat dihasilkan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. D. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik Laporan keuangan yang akurat membantu pemilik usaha dan manajemen dalam merencanakan investasi, mengelola risiko, dan menentukan harga jual produk agrikultur. Dengan memahami biaya produksi dan margin keuntungan, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya mereka. E. Kepatuhan terhadap Regulasi dan Standar Akuntansi Perusahaan agrikultur harus mematuhi standar akuntansi yang berlaku di negara mereka untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Akuntansi agrikultur juga membantu dalam kepatuhan pajak, seperti penghitungan pajak penghasilan dan PPN atas hasil pertanian. F. Manajemen Risiko dan Volatilitas Harga Harga hasil pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca, hama, dan kebijakan perdagangan global. Dengan sistem akuntansi yang baik, perusahaan dapat lebih mudah memantau perubahan nilai aset biologis dan menyesuaikan strategi bisnis mereka untuk mengurangi risiko kerugian. OUTLINE PELATIHAN AKUNTANSI AGRICULTURAL 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Pelatihan Pentingnya akuntansi dalam industri agrikultur Regulasi dan standar akuntansi yang relevan Peran akuntansi dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi bisnis agrikultur Tujuan Pelatihan Memahami konsep dasar akuntansi agrikultur Mempelajari pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dalam akuntansi agrikultur Menganalisis studi kasus nyata dalam industri agrikultur Target Peserta Akuntan perusahaan agrikultur Manajer keuangan perusahaan agrikultur Auditor dan konsultan keuangan Mahasiswa atau akademisi yang tertarik dalam akuntansi agrikultur 2. REGULASI DAN STANDAR AKUNTANSI YANG BERLAKU PSAK 69: Agriculture Definisi dan ruang lingkup PSAK 69 Perbedaan dengan standar akuntansi lain (misalnya PSAK 16, PSAK 14) Dampak implementasi PSAK 69 bagi perusahaan agrikultur IFRS dan Standar Internasional Lainnya IAS 41: Agriculture Perbandingan IFRS dengan PSAK dalam konteks agrikultur Peraturan Perpajakan yang Berlaku Perlakuan pajak atas aset biologis dan hasil pertanian Pajak penghasilan untuk sektor agrikultur PPN dan pajak lain yang terkait dengan produk pertanian 3. KONSEP DASAR AKUNTANSI AGRIKULTUR Karakteristik Industri Agrikultur dan Dampaknya terhadap Akuntansi Siklus produksi dan operasional pertanian Variabilitas hasil panen dan harga pasar Pengaruh faktor eksternal (cuaca, hama, kebijakan pemerintah) Pengakuan dan Pengukuran dalam Akuntansi Agrikultur Definisi aset biologis dan hasil pertanian Model pengukuran: Harga perolehan vs nilai wajar Contoh penerapan dalam praktik bisnis agrikultur 4. AKUNTANSI ASET BIOLOGIS Pengakuan Aset Biologis Kapan aset biologis harus diakui dalam laporan keuangan? Jenis aset biologis: tanaman (perkebunan, hortikultura) dan hewan ternak Pengukuran Aset Biologis Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (fair value less cost to sell) Biaya perolehan sebagai alternatif pengukuran Perubahan Nilai Wajar dan Dampaknya pada Laporan Keuangan Keuntungan dan kerugian dari perubahan nilai wajar Contoh perhitungan nilai wajar aset biologis 5. AKUNTANSI HASIL PERTANIAN Pengakuan Hasil Pertanian Kapan hasil pertanian diakui sebagai pendapatan? Contoh penerapan dalam berbagai jenis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan) Pengukuran Hasil Pertanian Metode pengukuran nilai wajar Contoh perhitungan dan jurnal akuntansi hasil pertanian 6. PENERAPAN NILAI WAJAR DALAM AKUNTANSI AGRIKULTUR Fair Value Measurement: Konsep dan Prinsip Definisi nilai wajar dan bagaimana cara menentukannya Sumber data untuk menentukan nilai wajar Metode penilaian nilai wajar (pasar aktif vs estimasi manajemen) Tantangan dalam Pengukuran Nilai Wajar Fluktuasi harga pasar hasil pertanian Tidak adanya pasar aktif untuk aset biologis tertentu Ketidakpastian dalam estimasi biaya untuk menjual 7. PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN KEUANGAN Laporan Laba Rugi dan Neraca Bagaimana aset biologis dan hasil pertanian disajikan dalam laporan keuangan Contoh laporan keuangan perusahaan agrikultur Catatan atas Laporan Keuangan Pengungkapan metode pengukuran aset biologis Perubahan nilai wajar dan dampaknya pada laporan keuangan Estimasi dan asumsi yang digunakan dalam akuntansi agrikultur 8. DAMPAK PERPAJAKAN DALAM AKUNTANSI AGRIKULTUR Pengaruh Perubahan Nilai Wajar terhadap Pajak Perusahaan Ketidaksesuaian antara Laporan Keuangan dan Pajak Strategi Manajemen Pajak untuk Perusahaan Agrikultur 9. STUDI KASUS DAN LATIHAN PRAKTIS Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Agrikultur Simulasi Jurnal Akuntansi Agrikultur Pengakuan dan pengukuran aset biologis Pengakuan hasil pertanian dalam laporan laba rugi Diskusi dan Tanya Jawab Interaktif Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi

Cost Control Management

OVERVIEW : Pengendalian biaya atau cost control merupakan salah satu metode dalam efisiensi biaya. Hal ini tidak terlepas dari pendayagunaan biaya tersebut. Alat yang digunakan anatara lain dibuatnya anggaran.Program ini mengajarkan bagaimana pengendalian biaya yang sebenarnya dan pembuatan anggaran yang masuk akal, layak terap, layak saji, dan layak kontrol. TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN : Peserta pelatihan mampu memahami secara menyeluruh mengenai budget cycle. Peserta pelatihan mampu memahami hubungan antara budget dan     strategic planning. Peserta pelatihan mampu meningkatkan kemampuannya dalam membuat budget dengan beberapa pendekatan aplikatif. Peserta pelatihan mampu meningkatkan pemahaman tentang project budgeting. Peserta pelatihan mampu memahami cost control dengan pendekatan strategic dan taktis MATERI PELATIHAN : Principles of Budgeting and Cost Control Finance Management in Costing and Budgeting Internal Control towards cost Element and Structure Budgeting Cycles Data Sourcing and Organization Environment Analysis Pacing Organization Strategic Plan in budgeting Tactical and Operating plan Operation Cost and term of analysis Expense Budgeting Method Zero-based budgeting Activity base Funding Detail and Completeness Allocations from Cost Centers Technique in Cost Control Forecast vs Historical review Standard Base technique Break Even Analysis • Trending Technique Cost Estimation Method Cost Control in Project and Operation Key factor in project Budgeting Behavior of Project Cost 6. Capital Expenditure Budgeting and Analysis Production Trending and Capital Expenditure review Financial and Accounting view towards Capital Expenditure (CAPEX) Report and Evaluation Verification and Evaluation Method Parameter in Implementation Accuracy and key of Control TARGET PESERTA PELATIHAN Manajer keuangan Staff keuangan atau Accounting Semua pihak yang ingin meningkatkan pengetahuan seputar Cost Control Management METODE PELATIHAN : Penyampaian konsep Diskusi kelompok Latihan Studi kasus Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Cash Management And Treasury Management

OVERVIEW: Kesalahan dalam cash management dan treasury management berakibat fatal dalam kehidupan perusahaan secara individu maupun korporat termasuk yang memiliki cabang di dalam maupun di luar negeri. Kesalahan mengelola kas khususnya dan instrument likuid corporate umumnya telah menyebabkan banyak perusahaan tidak likuid, mengalami kerugian, dan dapat berakhir dengan kebangkrutan. Realita ini bukan hanya terjadi di negara-negara maju, tetapi secara khusus bisa terjadi di Indonesia. Kesulitan mengelola kecukupan kas ditimbulkan lemahnya pengetahuan dalam proses bisnis, lemahnya pengetahuan akan perkembangan teknik dan metode serta model mengelola cash dan profitabilitas korporat secara efektif dan efisien. Melalui pelatihan ini, risiko ini akan dapat dikurangi seoptimal mungkin. Peserta akan dibekali dengan pemahaman dan wawasan baru berkaitan dengan manajemen perbendaharaan dan manajemen kas, serta aplikasi praktisnya, agar mereka yang bekerja di bidang tersebut dapat melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien. TUJUAN Dapat mengelola sumber dana perusahaan dan memiliki kemampuan untuk mengelola pengeluaran dan penerimaan kas; Memiliki kemampuan dalam menganalisa arus kas dan mendeteksi permasalahan yang ada; Dapat menguasai teknik aplikatif dalam menyusun perencanaan dan pengendalian arus kas; Dapat mendeteksi dan mencegah kecurangan arus kas; Dapat menguasai teknik pencegahan kerugian akibat transaksi kas dalam mata uang asing; Mengelola kelebihan, kekurangan dan kebutuhan kas; Dapat melakukan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien berkenaan dengan cash management dan treasury managemen. OUTLINE Memahami konsep cash dan instrument liquidity dan fund flow. Memahami Fungsi, Tugas dan Kontribusi Cash and Treasury Management Role Treasury and Cash Management Profitabilitas vs. Liquiditas vs Leverage Cash Flow Cycle dan Cash Flow Driver Sistem pengendalian internal dan akuntansi untuk kas Analisa dan Pengendalian Arus Kas Analisa Arus Kas dengan Analisa Rasio Cash Flow From Operation Analysis Menginterpretasi Hasil Analisa Arus Kas Threshold Controls and Analysis Pengendalian Arus Kas dengan Report Menyusun Perencanaan Arus Kas Detail Tahapan Perencanaan Cash Flow Template Perencanaan Cash Flow Periodic Rolling Forecast Short term planning Sistem pengawasan kas Rekening giro bank sebagai alat pengawasan kas Cash Management Technique dan penyusunan rekonsiliasi bank Cash Forecast and Cash Budget Cash Management Technique Strategi instrument investasi jangka pendek (deposito, saham, reksadana, dll) Strategi instrument investasi jangka panjang (deposito, saham, reksa dana, property, emas, dll) Manajemen cashflow dampaknya terhadap strategi manajemen pajak perusahaan Analisis pengambilan keputusan dengan analisis rasio cashflow Cashflow quadrant: cara cerdas mengelola uang di masa krisis Capital budgeting Analisis dan perencanaan keuangan Mencegah Kecurangan Kas Mendeteksi Skimming, Cash Larceny, Billing Scheme & Expense      Reimbursement Scheme Teknik Pencegahan Kecurangan Cash Menganalisa dan Mencegah Kerugian Forex and Interest Risk Managing Treasury Department Internal Controls Centralize or Decentralize Treasury Relationship dengan bank komersial dan bank investasi Performance Measurement Treasury System Risk Management and Assurance PARTICPANTS Pelatihan ini disarankan untuk diikuti oleh para staf senior dan manajer di bidang accounting dan finance, treasury, audit, dan risk management yang ingin lebih professional dan meningkatkan keahlian dalam konsep dan aplikasi cash flow dan treasury management Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Psak 73 Dan Penerapannya

Overview : Pada tahun 2020 PSAK 30 Sewa digantikan oleh PSAK 73. Perubahan cukup banyak terutama pada sisi penyewa. PSAK 73 mempengaruhi pajak serta rasio dan kinerja perusahaan. Pada dasarnya lessee akan memperlakukan transaksi sewa sebagai Finance Lease, sehingga harus mencatat aset dan liabilitas di neracanya. Dalam PSAK 73 akan dikenalkan aset baru yaitu Aset Hak Guna / Right of Use of Asset (AHG). PSAK 73 berlaku untuk semua transaksi yang mengandung sewa. Sewa didefinisikan sebagai hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian dalam jangka waktu tertentu. Mengendalikan penggunaan artinya suatu entitas menentukan suatu aset digunakan tetapi mungkin tidak menggunakan secara langsung. Dalam aplikasi PSAK 73 terdapat tantangan diantaranya harus mengumpulkan seluruh kontrak yang mengandung sewa karena biasanya transaksi sewa tidak dilakukan secara terpusat, apalagi yang sebagian besar seluruh hartanya berasal dari sewa, dimana seluruh kontraknya harus dikaji apakah memuat sewa atau tidak. TUJUAN : Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu: Memahami PSAK73 Memahami sewa dan cakupannya Menganalisis perjanjian yang mengandung sewa Menerapkan akuntansi perjanjian konsesi jasa Menjelaskan perkembangan terkini akuntansi sewa Menganalisis gap PSAK 30 dengan PSAK 73 MATERI : PSAK 73 Analisis perjanjian sewa dan perhitungannya Pelaporan di perbankan Perlakuan skema perpanjangan atau modifikasi kontrak sewa Leases Ruang lingkup Mengidentifikasi sewa Akuntasi lesse Akuntansi lessor Sewa Pengertian sewa Perjanjian yang mengandung sewa Akuntansi sewa Klasifikasi sewa Akuntansi lessor Akuntansi lessee Sale and leaseback Perjanjian konsesi jasa dan perkembangan terkini Menjelaskan cakupan sewa Menganalisis perjanjian yang mengandung sewa Menerapkan akuntansi perjanjian konsesi jasa Menjelaskan perkembangan terkini akuntansi sewa Gap analysis PSAK 30 dan PSAK 73 Studi kasus Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Implementasi Risk Management

OVERVIEW : Semakin kompleksnya resiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan disebabkam semakin pesatnya perkembangan lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Penerapan manajemen resiko secara terstruktur dan terintegrasi perlu dilakukan oleh perusahaan agar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan bisnis. Jika dapat dilaksanakan dengan baik, maka manajemen risiko menjadi kekuatan vital bagi corporate governance, sehingga merupakan hal mendesak yang harus diterapkan perusahaan. Risk management adalah suatu ukuran dalam risiko lebih besar atau lebih kecil. Risiko dapat diartikan ketidakpastian, maka risiko terbesar akan tejadi bila terdapat beberapa kemungkina hasil yang masing-masingnya itu terjadi dengan kemungkinan yang sama untuk terjadi. Risk management memungkinkan untuk terlibat secara efekif dalam menghadapi resiko dari peluang yang berhubungan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dengan memberikan nilai tambah. Risk management komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana instansi dalam beroperasi. Risk management mampu menghubungkan suatu hal dalam menetapkan suatu objek berdasarkan tujuan tujuan agar dapat mengelola risiko. TUJUAN : Memahami pentingnya manajemen risiko Memahami konsep mendasar tentang proses manajemen risiko Mengaplikasikan manajemen risiko diperusahaan OUTLINE : Identifikasi RISK Pengertian RISK Overview pengelolaan RISK: esensi, konsep dan framework Pengukuran RISK Probabilitas frekuensi dan severitas Value at RISK Metode-metode pengukuran RISK: Basic Indicator Approach, Standardized Approach, Alternative Standard Approach, Advanced Measurement Approach Bootstrapping dan Simulasi Monte Carlo Manajemen RISK Sistematika proses manajemen RISK Keorganisasian manajemen RISK Menyusun RISK Management Plan Penerapan manajemen RISK Manajemen resiko berbasis ISO 9001 dan ISO 31000 Perhitungan dan dampak RISK Perhitungan terhadap besar tingkat risiko kemungkinan yang dihadapi Dampak dari risiko manajemen terhadap public Solusi/pemecahan masalah dari manajemen risiko Berbagai bentuk resiko di perusahaan manuktur Memahami Bahaya/Hazard dan sumber energy yang dapat menyebabkan bahaya. Identifikasi Bahaya (Hazard) Identifikasi dan menilai Resiko (Risk) Studi Kasus dan Latihan Studi kasus dan latihan penyusunan RISK MANAGEMENT PLAN & CONTROL METODE PELATIHAN : Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Implementasi PSAK 71, PSAK 72, & PSAK 73 Pada Laporan Keuangan

OVERVIEW : Sesuai ketentuan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), PSAK  71, 72, dan 73 yang merupakan adopsi dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional IFRS, akan berlaku efektif per 1 Januari 2020. PSAK 71 mengatur Instrumen Keuangan mengadopsi dari IFRS 9, akan mengubah metode perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Selain industri perbankan dan perusahaan pembiayaan, PSAK 71 juga  berdampak signifikan untuk perusahaan di luar industri keuangan yang mempunyai piutang lebih dari setahun. Sementara PSAK 72 tentang Pendapatan Kontrak dari Pelanggan yang mengadopsi IFRS 15 akan mengubah secara signifikan kapan perusahaan mengakui pendapatan, pengukuran pendapatannya termasuk bagaimana penyajian dan pengungkapannya di laporan keuangan. Sedangkan PSAK 73 mengadopsi IFRS 16 yang mengatur mengenai Sewa (lease) akan mengubah secara signifkan pencatatan transaksi sewa dari sisi pihak penyewa (lessee). Hal yang menjadi tantangan adalah mengumpulkan seluruh kontrak yang mengandung sewa karena biasanya transaksi sewa tidak dilakukan secara terpusat, terutama perusahaan yang memiliki ratusan kantor cabang dan punya banyak anak perusahaan. TUJUAN PELATIHAN: Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan: Mampu memahami perbedaan prinsip dan konsep PSAK 71 (IFRS 9) dengan prinsip dan konsep standard akuntansi versi PSAK 50 dan 55 Mampu memahami secara detail Pengakuan, Pengukuran, Penyajian dan Pengungkapan financial instrument sehingga dapat mencerminkan informasi yang lebih relevan dan handal sesuai dengan IFRS 9 (PSAK 71) Memperoleh pengetahuan yang up to date bagi peserta agar akuntansi financial intrumen yang selama ini dianggap sangat sulit dapat dipahami dengan baik. Juga akan mengetahui bagaimana praktek akuntansi yang dituntut oleh regulator Memahami munculnya transaksi OCI dan menerapkannya dalam hal pembuatan laporan keuangan di perusahaannya.  TARGET PESERTA Pelatihan ini dapat diikuti oleh seluruh karyawan accounting, finance, dan para manager dari Perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan dalam bidang accounting dan pajak khususnya terkait dengan materi PSAK 71, 72 dan 73. OUTLINE TRAINING : Pelatihan ini akan mengupas subtopik dengan lingkup di bawah ini: Latar Belakang Masalah Perubahan Radikal IFRS Dari Rules-based Approach ke arah Principles-based Approach Dari Historical Cost Accounting (HCA) ke arah Fair Value Accounting (FVA) Dari Income Statement Approach ke arah Balance Sheet Approach Konsep Penghasilan Menurut PSAK Berbasis IFRS Konsep Penghasilan Menurut UU PPh PSAK 71 Instrumen Keuangan PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan PSAK 73 Sewa Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Financial Planning, Forecasting and Budgeting

Overiew : Perencanaan keuangan suatu proses yang berkesinambungan dari memimpin dan mengalokasikan sumber daya keuangan untuk memenuhi strategic goals dan objective perusahaan. Output dari perencanaan keuangan mengambil bentuk anggaran. Bentuk yang paling banyak digunakan dari anggaran adalah Budgeted Financial Statements. Landasan untuk Budgeted Financial Statements adalah Detail Budgets. Detail Budgets termasuk perkiraan penjualan, prakiraan produksi, dan perkiraan lain dalam mendukung Financial Plan. Secara kolektif, semua anggaran-anggaran tersebut disebut sebagai Master Budget. Tujuan Memahami analisa financial seperti analisa laporan keuangan hingga menilai bonds Memahami teknik aplikatif dalam melakukan analisa dengan excel Mengoptimalkan analisa keuangan dengan fasilitas scenario Memahami cara mudah penyajian laporan dalam bentuk graphic, table dan sebagainya Outline Introduction Start with Strategic Planning The Sales Forecast Percent of Sales Detail Budgets Budgeted Financial Statements The Cash Budget Summary of the Budgeting Process Additional Concepts in Budgeting Quantitative and Qualitative Techniques Smoothing out the Numbers Regression Analysis Sensitivity Analysis Financial Models Making the Budgeting Process Work Automate the Process Ten Best Practices in Budgeting Exercises Participant Pelatihan ini dapat diikuti oleh staf profesional bidang finance/acconting yang ingin memiliki ketrampilan yang mendasar dalam mengaplikasikan MS Excel secara maksimal untuk menunjang terlaksananya pekerjaan sehari-hari khususnya yang berkaitan dengan analisa laporan keuangan Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Analisa Laporan Keuangan Untuk Analis Kredit (Credit Analyst)

OVERVIEW: Pengelolaan kredit yang sehat merupakan tuntutan bagi kesuksesan operasi bank/ lembaga keuangan non Bank. Untuk itu diperlukan SDM yang betul-betul memahami pelaksanaan pengelolaan kredit secara baik. Disamping itu kemajuan dunia perbankan dan dunia bisnis mengharuskan pengelola tersebut lebih peka dan mempunyai pemahaman yang dalam dan mutakhir serta dituntut untuk memiliki profesionalitas yang tinggi. Dengan pengelolaan perkreditan yang baik, diharapkan akan membuat kredit menjadi sehat yang selanjutnya akan melahirkan bank yang sehat pula, sehingga jauh dari terjadinya kredit bermasalah dan bank/ lembaga keuangan non bank yang bermasalah. Secara spesifik para analis kredit haruslah memahami laporan keuangan nasabahnya dengan benar. Karenanya analis kredit perlu untuk mampu melakukan analisa laporan keuangan nasabahnya secara tepat agar dalam hal bank/ lembaga keuangan non Bank mengambil keputusan yang menyangkut pemberian kredit, perpanjangan, rescheduling maupun tindakan lainnya dapat dilakukan dengan baik. TUJUAN : Memahami konsep kredit serta aplikasinya sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Memahami Analisa Kredit sehingga keputusan kredit dilakukan secara tepat, serta secara kritis mengetahui problematik nasabahnya. Memahami aspek indikasi Risiko dan Mitigasinya dalam perkreditan bank/lembaga keuangan Memahamai bagaimana membina, megawasi, serta mendorong nasabah untuk selalu berhubungan dengan baik dengan bank/ lembaga keuangan serta dapat memenuhi kewajibannya. Memahami Integrated Loan Proccessing perkreditan, bagaimana kredit itu dilaksanakan secara terintegrasi. OUTLINE TRAINING : Aspek Analisa Kredit Aspek Legalitas/Yuridis Aspek Manajemen Aspek Teknis Produksi Aspek Pemasaran Aspek Lingkungan & Sosial Aspek Keuangan Analisa Kuantitatif Cara Menganalisa Laporan Keuangan Aspek Agunan Sumber data laporan keuangan Neraca Laporan Laba-Rugi Laporan perubahan modal Laporan arus kas/cash flow Cara menganalisa laporan keuangan ; Analisa Horizontal Analisa Vertikal Analisa pos neraca / laba rugi Analisa ratio keuangan likuiditas , Risiko illikuid à Cash Flow Current ratio Quick ratio Cash ratio Ratio solvabilitas/leverage ratio à Risiko insolvable Debt to total asset ratio Debt to equity ratio Longterm leverage Ratio aktivitas à Risiko in-efisiensi à Bed debt & inventory yang tidak laku Receivable turn over/days receivable Inventory turn over/days inventory Payable turn over/days payable Working capital turn over Ratio rentabilitas à Risiko ada kerugian, identifikasi penyebabnya Ratio laba kotor terhadap penjualan bersih Ratio laba bersih terhadap penjualan bersih Return on investment Return on equity Ratio lainnya Interest coverage Debt service coverage Cash flow analysis Jumlah dan jangka waktu kredit Kapan dan berapa besar kredit akan ditarik Kapan dan berapa besar angsuran kredit dapat dilakukan Feasibility analysis Payback period Net present value (NPV) Internal Rate of Return (IRR) Sensitivity analysis Antisipasi adanya perubahan variable yang sensitif terhada kondisi keuangan PARTICIPANT Pelatihan ini diadakan untuk para pengelola kredit bank/ lembaga keuangan, baik Account Officer, Relationship Management, Marketing, Credit Recovery maupun supporting unitnya seperti Loan Admin, Remedial, Legal dll Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Accounting Management

OVERVIEW Accounting Management adalah pelatihan yang didesain guna memberikan pengetahuan kepada para peserta terkait dengan strategi / tahapan membangun berbagai teknik dan metode pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dan manajemen di bidang akuntansi.Sehingga dengan manajemen yang baik diharapkan mampu untuk mendapatkan manfaat dalam memacu profitabilitas dan kinerja organisasi keseluruhan. TUJUAN Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan tentang Manajemen Akuntansi dan dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis. OUTLINE Activity-based costing systems Activity-based management Managing customer profitability Managing quality and time to create value Cost volume profit analysis model Cost management and decision making Strategic issues in making long-term capital investment decisions Budgeting and financial planning Standard costing, variance analysis, and kaizen costing Flexible budget, overhead cost management, and activity-based budgeting Organizational design, responsibility accounting, and evaluation of divisional performance Transfer pricing PESERTA Para Manajer, staff finance, manajemen dan akuntansi Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Fraud Prevention and Detection

Overview Pelatihan pencegahan dan deteksi kecurangan bagi auditor dan non auditor dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai kecurangan operasional dan strategi untuk mengatasinya. Pelatihan ini mencakup identifikasi potensi risiko penipuan, teknik deteksi praktis, dan langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko tersebut. Peserta diharapkan mendapatkan wawasan tentang langkah-langkah yang dapat diambil oleh non-auditor untuk mengidentifikasi dan mencegah penipuan dalam organisasi mereka. Tujuan • Meningkatkan pemahaman tentang konsep dan teknik pencegahan fraud. • Mengidentifikasi indikator fraud dalam berbagai konteks non-audit. • Mengembangkan keterampilan deteksi fraud yang efektif. • Menerapkan prosedur pelaporan dan penanganan fraud di luar audit. • Membantu membangun budaya integritas dan kepatuhan di organisasi. Outline Pengenalan Fraud dan Pencegahannya Identifikasi Indikator Penipuan Teknik Deteksi Fraud Prosedur Pelaporan Fraud Analisis Kasus Penipuan Penerapan Kebijakan Pencegahan Fraud Studi Kasus Fraud Non-Audit Teknik Komunikasi dan Pelaporan Etika dan Kepatuhan di Tempat Kerja Penyusunan Laporan dan Dokumentasi Fraud Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.