Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks, organisasi menghadapi berbagai risiko pelanggaran seperti fraud, penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, serta pelanggaran etika lainnya. Berbagai studi menunjukkan bahwa sebagian besar kasus fraud justru terungkap melalui informasi dari pihak internal organisasi, khususnya melalui laporan dari karyawan atau pihak yang mengetahui adanya pelanggaran. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pelaporan yang efektif menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian internal organisasi.
Salah satu mekanisme yang banyak digunakan adalah Whistleblowing System (WBS), yaitu sistem yang memungkinkan karyawan maupun pihak eksternal untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara aman dan rahasia. Namun, dalam praktiknya masih banyak organisasi yang memiliki sistem whistleblowing tetapi belum berjalan secara optimal, baik karena rendahnya kepercayaan terhadap sistem, kurangnya perlindungan bagi pelapor, maupun belum jelasnya mekanisme pengelolaan laporan.
Oleh karena itu, organisasi perlu memahami bagaimana merancang dan mengelola Whistleblowing System yang efektif, mulai dari desain sistem, mekanisme perlindungan pelapor, hingga pengelolaan laporan dan pembentukan budaya speak up. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman praktis mengenai penerapan sistem whistleblowing yang terpercaya serta mampu mendukung terciptanya budaya integritas dalam organisasi.
Tujuan Training
Training ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep, peran, dan implementasi Whistleblowing System (WBS) sebagai salah satu mekanisme penting dalam mendeteksi dan mencegah fraud di organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis mengenai bagaimana merancang, mengelola, serta mengevaluasi sistem whistleblowing yang efektif, terpercaya, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami proses pengelolaan laporan whistleblowing secara profesional, mulai dari penerimaan laporan, penilaian awal, hingga tindak lanjut dalam bentuk investigasi. Di samping itu, peserta juga diharapkan dapat memahami pentingnya perlindungan terhadap whistleblower serta strategi membangun budaya speak up yang mendukung integritas organisasi.
Manfaat Training
Pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
- Memahami konsep dan peran strategis Whistleblowing System dalam mendeteksi dan mencegah fraud di organisasi.
- Meningkatkan kemampuan dalam merancang dan mengelola sistem whistleblowing yang efektif dan terpercaya.
- Memahami mekanisme perlindungan whistleblower serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pelaporan.
- Meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan menilai laporan pelanggaran, termasuk proses verifikasi dan penentuan tindak lanjut laporan.
- Memahami praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan Whistleblowing System yang diterapkan di berbagai organisasi.
- Mendorong terbentuknya budaya speak up dan budaya integritas dalam lingkungan organisasi.
Target Peserta
Training ini ditujukan bagi individu yang memiliki peran dalam pengelolaan tata kelola organisasi, manajemen risiko, kepatuhan, serta penanganan laporan pelanggaran. Peserta yang direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini antara lain:
- Tim Governance, Risk, and Compliance (GRC)
- Satuan Pengawas Internal / Internal Audit
- Tim Fraud Risk Management dan Fraud Investigation
- Unit Kepatuhan (Compliance) dan Legal
- Tim Manajemen Risiko (Risk Management)
- Pengelola Whistleblowing System (WBS Administrator)
- Human Capital / Human Resources (HR) yang menangani pelanggaran karyawan
- Manajemen dan pimpinan unit kerja yang berperan dalam penguatan budaya integritas di organisasi
Pelatihan ini juga relevan bagi organisasi yang sedang membangun, mengembangkan, atau mengevaluasi implementasi Whistleblowing System sebagai bagian dari penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan upaya pencegahan fraud.
Metode Pembelajaran
Pelatihan ini disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan aplikatif, yang meliputi:
- Presentasi materi
- Diskusi interaktif
- Studi kasus
- Sharing pengalaman praktis
Materi Training
Fraud Landscape and the Role of Whistleblowers
- Fraud trends di organisasi modern
- Statistik sumber deteksi fraud
- Peran whistleblower dalam mengungkap fraud
- Studi kasus fraud yang terungkap melalui whistleblower
Fundamentals of Whistleblowing System (WBS)
- Definisi whistleblowing
- Prinsip dasar sistem pelaporan yang efektif
- Hubungan WBS dengan governance, risk management, dan compliance
- Regulasi dan kebijakan terkait whistleblowing
Designing a Trusted Whistleblowing System
- Struktur organisasi pengelola WBS
- Channel pelaporan (hotline, email, aplikasi, website)
- Anonymous reporting system
- Kebijakan dan prosedur whistleblowing
Whistleblower Protection & Confidentiality
- Risiko yang dihadapi whistleblower
- Mekanisme perlindungan pelapor
- Anti-retaliation policy
- Pengelolaan kerahasiaan informasi
Workshop: Evaluating Existing WBS
- Mengidentifikasi gap dalam sistem WBS organisasi
- Diskusi kelompok mengenai perbaikan sistem whistleblowing
Managing Whistleblowing Reports
- Proses penerimaan laporan
- Preliminary assessment laporan
- Kriteria laporan yang layak ditindaklanjuti
- Prioritas penanganan kasus
From Whistleblowing to Investigation
- Transformasi laporan menjadi investigasi
- Pengumpulan bukti awal
- Dokumentasi kasus
- Koordinasi dengan tim investigasi
Handling False or Malicious Reports
- Risiko laporan palsu
- Teknik verifikasi laporan
- Penanganan laporan yang tidak valid
Building a Speak Up Culture
- Hambatan psikologis dalam pelaporan
- Faktor organisasi yang menghambat whistleblowing
- Strategi membangun budaya speak up
- Peran leadership dalam budaya integritas
Best Practices Whistleblowing System
- Benchmark praktik terbaik global
- Digital whistleblowing system
- Monitoring dan evaluasi WBS
FACILITATOR
Jonny ST, MM, CBIA, CFE
Beliau adalah seorang Senior Trainer dan praktisi Internal Audit, Risk Management, serta Fraud Prevention dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri perbankan nasional. Ia memiliki keahlian mendalam dalam pengendalian internal, manajemen risiko, investigasi fraud, serta kepatuhan operasional perbankan. Dengan pengalaman praktis yang luas, Jonny sering dipercaya sebagai trainer dan fasilitator dalam berbagai program pelatihan terkait audit internal, manajemen risiko, pengendalian operasional, dan pencegahan fraud, dengan pendekatan pembelajaran yang sistematis, aplikatif, dan berbasis studi kasus nyata di dunia perbankan.
Saat ini Jonny menjabat sebagai Assistant Vice President – Internal Audit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), salah satu bank terbesar di Indonesia. Dalam perannya, ia bertanggung jawab melakukan audit internal terhadap unit operasional dan cabang, mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal serta manajemen risiko, dan mengidentifikasi potensi fraud di dalam organisasi. Selain itu, ia juga aktif memberikan rekomendasi perbaikan proses bisnis, berkontribusi dalam pengembangan kebijakan internal, serta berperan sebagai internal trainer dalam program pengembangan kompetensi di bidang manajemen risiko dan pengendalian operasional.
Jonny memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti dan saat ini sedang menempuh Magister Manajemen di PPM University. Ia juga memegang sejumlah sertifikasi profesional bergengsi, antara lain Certified Fraud Examiner (CFE) dari Association of Certified Fraud Examiners, Risk Management Level 5 dari LSPP, serta Bank Internal Audit Supervisor Certification dari BNSP. Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan profesional seperti Fraud Prevention & Detection (Forensic Data Analytics), Continuous Audit Methodology, Data Science Academy, Digital Forensics Incident Response, serta forum anti-fraud dan knowledge forum di industri perbankan untuk terus memperbarui wawasan dan praktik terbaik di bidang audit, risiko, dan investigasi fraud.