Community Development Organization

Objective

CDO merupakan bentuk asli Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikenal sejak tahun 1980an. Proyek-proyek CDO dilaksanakan dilokasi perusahaan beroperasi; terutama di lakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang energi, pertambangan, kehutanan, maritim dan perkebunan. Namun perusahaan sepatu olah raga Amerika terkenal Nike, menganjurkan dan mendanai sebagian sebagai kemitraan berbagai proyek berbasis CDO. Pengalaman saya sebagai trainer CSR di tahun 2015 mendapat tugas memberikan pelatihan kepada beberapa manajer Indonesia yang bekerja di perusahaan investasi Korea berlokasi di Jawa Barat menyelenggarakan CDO (yang oleh perusahaan merupakan salah satu komponen CSR) dalam pengembangan pelatihan menjahit, termasuk menjahit sepatu bagi wanita-wanita pendududk di sekitar lokasi pabrik. Mereka yang lulus pelatihan dapat dipekerjakan sebagai tenaga out-sourching di pabrik Korea yang membuat sepatu Nike berlokasi dekat desa mereka.

Tayangan TV “Kick Andi” di Metro TV beberapa kali mempersembahkan karakter mulia orang-orang Indonesia dalam pengabdian pemberdayaan masyarakt di daerah terpencil ataupun yang masih tertinggal (dalam segi ilmu pengetahuan dan sarana/prasarana), seperti tayangan suatu organisasi dipimpin seorang ibu membuka sekolah SD di NTT; seorang sarjana pertanian mendirikan LSM untuk bimbingan dan penyertaan kaum petani tradisionel yang merubah wawasan hanya dapat menggarap sawah mereka di musim hujan, dengan menggali waduk lokal sebagai tadah hujan, sehingga panen bisa dilakukan 2X setahun yang dulunya hanya sekali setahun; sosok yang ditayangkan itu menjadi pelopor penggerak petani di daerah terpencil di NTB, mendapat penghargaan dari organisasi dunia pemerhati pemberdayaan masyarakat terpencil dan tertinggal.

Memang, ketentuan umum suatu proyek CDO harus dilaksanakan di lokasi yang mengalami underserved and desinvestment community, di mana masyarakat sekitar lokasi usaha perusahaan masih tertinggal dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Tujuan CDO yang mulia adalah mengangkat harakat dan kemakmuran masyarakat tertinggal tersebut dimana perusahaan besar (seperti PT Indonesia Power) bergerak untuk industri dan perkotaan dan mendapatkan hasil komersial.

  • Political will dan commitment yang mantap dan kuat dari pucuk pimpinan
  • Kesediaan dana cukup dan berkelanjutan (minimum 5 tahun)
  • Sistem pengelolaan dan terutama “turunnya” dana harus profesional dengan sistem pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalah gunaan
  • Rekrutmen proyek officer untuk CDO dilaksanakan seteliti mungkin, terutama pimpinan dan anggota CDO harus berwatak “pengabdian” dengan “leadership” tinggi; senang turun ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat tertinggal
  • Penentuan proyek seperti apa harus dilakukan dalam sesi sumbang saran, kemudian gagasan-gagasan yang timbul di “matrix” untuk menentukan satu (hanya satu saja) proyek CDO yang akan dimulai
  • CDO merupakan pengorganisasian manajemen profesional sehingga perlu menetapkan mitra kerja seperti Value Consult sejak pelatihan pertama dan berkelanjutan; karena perlu pelatihan leadership, negotiation skills serta ilmu komunikasi pedesaan dan kehumasan (Public Relations); untuk ini perlu dipersiapkan nota kesepakatan, MOU.
  • Dalam kemitraan dengan Value Consult, profesional yang ditugaskan tidak hanya berkapasitas pelatih atau trainer saja, siapapun yang ditugaskan harus menjalakan juga profesi advokasi dan coaching demi keberhasil proyek CDO ini.
  • Presentasi Power Point Interaktive
  • Presentasi Video dengan pembahasannya
  • Diskusi permasalahan dan opsi problem solving
  • Matrix mendapatkan proyek CDO
  • Diskusi kelanjutan untuk penyertaan pelatihan di lapangan sebagai program pengabdian masyarakat

Drs. Ludwig Suparmo, M.Si. Pelaku manajemen praktis, bekerja 56 tahun di berbagai industri Multi National Companies dan perusahaan nasional terkenal. Sambil bekerja menyelesaikan pendidikan Sarjana FISIP jurusan Adminstrasi Niaga, menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi dengan cum laud ketika berumur 60 tahun. Di undang oleh berbagai perusahaan/instansi pemerintah membagi ilmu dan pengalaman antara lain: Bank Indonesia Jawa Tengah, BPK Jawa Tengah, PELNI, dan beberapa instansi lain. Menjadi Lead Trainer di Value Consult Training & People Development, memberikan pelatihan yang diikuti oleh jajaran pimpinan dan senior maupun junior managers perusahaan BUMN dan Swata. Tiga kali dalam 4 tahun memberikan pelatihan dan simulasi komunikasi dalam Manjemen Krisis untuk perusahaan Fortune 500 yang memiliki 3 pabrik di DKI dan Jawa Barat. Memberikan presentasi sebagai dosen tamu beberapa kali di FISIP Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Univ. BINUS  dan London School of Public Relations. Mantan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi, Jakarta. Menulis beberapa penelitian kualitatif untuk berbagai Jurnal, termasuk Jurnal LIPI dan On-line Journal Pax Humana (UKSW).

Buku Akademik dan Popular Science yang diterbitkan:

  • Aspek  Ilmu Komunikasi dalam Public Relations (2011),
  • Manajemen Krisis (2011),
  • Manajemen Krisis, Isu, dan Risiko (2018),
  • Manajemen Agar Tidak Stres (2018).
  • Dalam proses editing buku Bunga Rampai Pengembangan Karakter – Acuan bagi Program Pemerintah Meningkatkan Kualitas SDM Bangsa (segera terbit di tahun 2019).

Spesialisasi memberi pelatihan/seminar/workshop dalam Pengetahuan Praktis Ilmiah:  CSR/Community Development, Corporate Branding, Integrated Marketing Communication,  Crisis, Issues and Risks Management, Panic & Stress Management, Conflict Management, Compliance Management, Millenneal Generation Management,  dan facilitator: Business English.

Close Menu
WhatsApp chat