TRAINING BACKGROUND
Setiap organisasi yang berorientasi pada profit ataupun services masih berkutat pada penguatan fungsi struktur organisasi yang diwakili dalam hal ini oleh departemen masing-masing. Begitu pekerja ditempatkan di dalam departemennya, maka ia seringkali menganggap bahwa departemennya tersebut merupakan batasan dimana ia harus berada. Hal ini mengakibatkan komunikasi antar departemen sangat terbatas. Anggota departemen hanya melakukan tugas yang menjadi tanggung jawab departemennya, tidak fokus pada proses input atau output yang mengalir dari atau ke customer – nya, baik untuk internal ataupun external customer, sehingga sering mengabaikan komunikasi informal dengan departemen lain (Requirements and feedback) yang berakibat terjadinya Functional Silos di dalam organisasi bisnis tersebut.
Saat ini telah terjadi perubahan dari memandang sebuah perusahaan sebagai beberapa departemen menjadi fokus pada proses bisnis yang dilakukan. Pimpinan perusahaan ataupun departemen yang bertanggungjawab pada suatu proses harus mampu membuat pemodelan proses bisnis agar dapat mengetahui proses – proses yang sudah ada bekerja, mengetahui proses apa yang harus dikerjakan dan kaitannya dengan proses yang lain, membantu memastikan konsistensi dalam pelaksanaan proses dan yang paling penting dapat mengidentifikasi masalah dan kelemahan proses bisnis yang ada sehingga dapat dikembangkan proses yang lebih baik.
Dengan membuat pemodelan proses bisnis dengan tool BPMN (Business Process Modeling Notation) berarti ada usaha untuk memperbaiki proses dan berarti juga akan memperbaiki bisnis organisasi tersebut.
TRAINING OBJECTIVES
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu :
- 1. Memahami proses bisnis secara umum dalam konteks organisasi dan mengetahui fenomena functional silos yang terjadi pada organisasi perusahaan.
- 2. Mengetahui proses-proses bisnis yang ada dalam setiap organisasi dengan rangkaian aktifitas utamanya yang terhubung ke dalam sistem informasi.
- 3. Mengetahui komponen-komponen kunci pemicu kejadian proses bisnis dan klasifikasi utama dalam proses bisnis.
- 4. Memahami perbaikan proses bisnis dan tools yang digunakan dalam pembuatan dokumentasinya.
- 5. Mengetahui manfaat memperbaiki proses bisnis dan pengertian pemodelannya.
- 6. Mengetahui komponen-komponen yang harus ada dalam pemodelan proses bisnis dan tujuan pembuatan pemodelannya.
- 7. Mengetahui tahapan – tahapan pembuatan pemodelan proses bisnis
- 8. Menyelesaikan 3 (tiga) study kasus secara mandiri.
TRAINING SYLLABUS
1. Proses bisnis secara umum
2. Proses bisnis konteks organisasi.
3. Fenomena functional silos pada perusahaan.
4. 3 (tiga) proses bisnis yang ada dalam setiap organisasi.
5. 5 (lima) kegiatan manajemen organisasi yang terhubung ke dalam information system.
6. Hubungan antara proses bisnis, information system dan aktifitas utama management.
7. 5 (lima) komponen kunci pemicu kejadian proses bisnis.
8. 3 (tiga) klasifikasi utama dalam proses bisnis.
9. Perbaikan proses bisnis metode ESIA :
1) Eliminate
2) Simplify
3) Integrate
4) Automate
10. Tool-tool dokumentasi proses bisnis :
1) Relationship Mapping
2) Flowchart
3) Cross-Functional Flowchart
4) Work-Flow Chart
11. Manfaat – manfaat memperbaiki proses bisnis.
12. Definisi Pemodelan Proses Bisnis (Business Process Modelling Definition):
1) Flow Diagrams
2) Concerned With ‘Mapping’ and ‘Workflow’
3) Sequence of Activities
4) Events, Actions And Links
5) Sequence & Organizational Operations
13. Komponen-komponen yang harus ada dalam pemodelan proses bisnis :
1) Business actor
2) Business worker
3) Association and generalization relation
4) Business entity
5) Business use case diagram
6) Activity diagram
7) Organization unit
14. Tujuan pembuatan pemodelan proses bisnis.
15. Mengetahui tahapan – tahapan pembuatan pemodelan proses bisnis
16. Pemodelan proses bisnis dengan metode REAL :
1) Resources
2) Events
3) Agents
4) Locations
17. Cases Study
TRAINING AUDIENCE
Pimpinan Departemen, Pimpinan organisasi atau Perusahaan, Departemen IT
TRAINING DURATION : 2 Hari : 08.30 s/d 16.00 WIB
TRAINING INVESTMENT : 4.850.000 / Person
TRAINING METHOD :
1) 30% Theory
2) 70% Practices
3) Dynamic and interactive training presentation
4) Role Play from Cases Study Functional Silos