Pelatihan penyusunan RIPPM (Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) penting dilakukan agar perusahaan dan pihak terkait mampu merancang program sosial yang tepat sasaran, berbasis data, serta sesuai dengan regulasi sektor ESDM. Beberapa alasan utama pentingnya pelatihan RIPPM bagi perusahaan tambang, oil company dan gas adalah
- Memenuhi Kewajiban Regulasi. Pelatihan ini membantu perusahaan memahami aturan hukum yang berlaku, seperti Peraturan Menteri ESDM mengenai kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menyusun dokumen RIPPM.
- Menyusun Program yang Terarah. Melalui pelatihan ini, penyusun dokumen dapat membuat peta jalan (roadmap) jangka pendek, menengah dan panjang yang sistematis untuk 5 tahun ke depan.
- Mendorong Kemandirian Masyarakat. Pelatihan membekali peserta cara merumuskan program nyata yang tidak hanya bersifat amal, melainkan membangun kemandirian ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga sekitar.
- Mengurangi Risiko Sosial. Perusahaan dapat mempelajari cara menganalisis dampak sosial dan meredam potensi konflik di wilayah operasional demi menjaga izin sosial beroperasi (Social Licence to Operate).
- Mendukung Target ESG. Dokumen RIPPM yang baik membantu perusahaan memenuhi standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG)
Maka, dalam konteks itulah pelatihan Mem,buat Rencana Induk Program Pengembangan Masyarakat dengan Model LFA-TOC untuk Perusahaan Tambang, Oil dan Gas menjadi penting bagi professional di departemen PPM/Comdev/CSR yang mengelola isu PPM.
METODE PELATIHAN
Metode yang dipakai dalam pelatihan atau workshop ini adalah mengikuti pendidikan dan prinsip orang dewasa yakni, ceramah, tanya jawab, diskusi kelas, diskusi kelompok, tugas kelompok, presentasi kelompokberbasis 8 topik utama, rule play dan studi kasus.
OUTLINE MATERI
Materi pelatihan ini terdiri atas:
- Dasar Hukum dan Kebijakan
- Tahapan Penyusunan RIPPM dengan Model LFA-TOC: Impact, Outcome, Output
- Operasional Plan/Activites: Desain 8 Pilar Program Utama PPM
- Perencanaan Anggaran
- Monitoring & Evaluasi
- Penulisan Laporan
- Pengelolaan Pengetahuan (KSD)
FACILITATOR
William E Aipipidely MA
Beliau adalah seorang profesional trainer dengan spesialisasi pada peningkatan kualitas pekerja profesional berbasis hasil (result-oriented). Fokus pelatihannya meliputi manajemen strategis organisasi, organizational development, project management, desain program berbasis LFA/TOC/RBM/PCM untuk CSR, Monev/MEL Program, general management, evaluasi program, leadership, HRM, public speaking, strategi komunikasi, lobbying & negotiation, coaching skill, inclusive advocacy, stakeholders engagement, exit strategy, MSC story, fundraising & diversifikasi pendanaan, community development, CSR issues, government & community relations, serta report writing berbasis knowledge management dan GEDSI.
Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun memimpin perusahaan dan organisasi—profit, non-profit, CSR, hingga lembaga internasional—dari level staf, jurnalis, project officer, field manager, program manager, hingga direktur program, direktur proyek, dan direktur eksekutif. William merupakan lulusan S1 Geologi UGM dan S2 Komunikasi UGM, serta menempuh studi non-gelar Filsafat-Agama dan Mini MBA. Dari perjalanan akademik dan profesional tersebut, ia memiliki kompetensi kuat dalam facility management, general management, analisis kebutuhan, perencanaan program, pengelolaan fasilitas kerja, hingga manajemen anggaran.
Sebagai narasumber dan fasilitator, William telah memberikan pelatihan di lembaga nasional, perusahaan, pemerintah, dan mitra internasional seperti BI, BP, ExxonMobil, DSN-LG, Kemendikbud, Kemendagri, Pemprov DIY, USAID, UNDP, Miserior, perusahaan sawit, bank, NGO nasional, hingga CSO lokal. Selain itu, sebagai mantan jurnalis, ia telah menulis tujuh buku bertema sosial dan kepemimpinan, dua biografi pengusaha, jurnal manajemen strategis, serta menjadi kolumnis di berbagai media nasional dan lokal.
Saat ini, di sela penyusunan proposal doktoral, William aktif menjadi narasumber, trainer, penulis, dan mengelola kebun integrated farming di Cangkringan–Bimomartani, Sleman, Yogyakarta.