Advance Total Quality Management (TQM)

Objective

Asal-usul Total Quality Management atau TQM bermula dari pendekatan W. Edwards Deming terhadap manajemen. Pendekatan ini diperkenalkan ke dalam industri Jepang di tahun 1950 dengan banyak keberhasilan. Implementasi TQM di Barat selama tahun 1980-an tidak pernah cukup efektif. Abad ke-21 menawarkan berbagai tantangan baru tapi daya tarik TQM tetap kuat. Variasi pada metodologi TQM adalah perbaikan/peningkatan berkelanjutan (Continuous Improvement),. Semua metodologi ini terfokus pada penyediaan kualitas barang dan jasa. Semua pelanggan terfokus, dan produksi dioptimalkan melalui kerja tim, kepemimpinan dan pengukuran statistik. Fokus utama Total Quality Management dan pendekatan terkait berada/terfokus pada pelanggan. Pelanggan adalah alasan untuk sebuah bisnis tetap ada, dan dengan mengarahkan setiap operasi bisnis terhadap hasil pelanggan dalam hal produk yang berkualitas dan tingkat cacat yang rendah.

Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya “perubahan paradigma” adalah menajamnya persaingan, ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk, pemotongan anggaran serta krisis ekonomi. Meskipun akar Total Quality Management berasal dari model-model perusahaan dan industri, namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen, baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba. terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi TQM sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. Tetapi Total Quality Management kurang begitu dikenal di sektor publik. Namun kini keadaan sudah berubah, faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini, juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan. Namun demikian, penerapan Total Quality Management adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Sebagai contoh, sistem pendidikan, personalia, peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik. Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi, terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi, seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan, tidak jelasnya visi dan misi, penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan Total Quality Management . Potensi keberhasilan Total Quality Management sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan, sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan Total Quality Management . Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen kepada pelanggan . Siapa yang harus ikut Training Total Quality Management:   Manajer, Suvervisor produksi atau proses, karyawan Program Training Total Quality Management

  • Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu:

    1. Memahami pentingnya pengendalian kualitas
    2. Memahami kegiatan-kegiatan utama dalam pengendalian kualitas
    3. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan pengendalian kualitas
    4. Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas
    5. Memahami konsep dan manfaat program pengendalian kualitas
    6. Peserta memahami konsep TQM dan kaitannya dengan berbagai aktivitas peningkatan kualitas.
    7. Peserta mengetahui langkah-langkah praktis dalam menerapkan TQM secara sistematis, efisien dan efektif.
    8. Peserta memahami dan menguasai strategi implementasi dan dapat berperan aktif dalam implementasi TQM.

    Tujuan akhir dari training  TQM bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha   melalui penerapan TQM yang efektif sehingga berdampak pada kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, kerja sama team yang baik, dan mampu menterjemahkan kebijakan top Manajemen, melalui strategy inisiatif dan aksi nyata sehingga laba perusahaan meningkat

  • Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode :

    • 60% landasan teori
    • 40% study kasus, Latihan Praktik
  • AGENDA HARI KE. 1

    1. Pengertian TQM  
    2. Pengukuran Biaya kualitas
    3. Merancang sasaran mutu  
    4. Memanajemeni kualitas dalam proses produksi

    AGENDA HARI KE. 2

    1. Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 1
    2. Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 2
    3. Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 3
    4. Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 4
  • Direktur, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya .

  • Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan.

Surachman. ST.,MT.

Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.

Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement

Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional,

Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Close Menu
WhatsApp chat