Operation Training

Stock Opname Asset

Deskripsi Pelatihan Pelatihan Stock Opname Asset dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, merekonsiliasi, mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan fisik aset. Materi disesuaikan dengan karakteristik lingkungan manufaktur, khususnya aset produksi, testing/quality equipment, engineering & maintenance equipment, material handling, IT, kendaraan dan aset kantor. Seluruh angka, nomor aset, lokasi internal dan nama custodian dalam contoh kasus merupakan data simulasi untuk pelatihan, bukan data internal perusahaan. Tujuan Pelatihan Memahami pengertian, tujuan, prinsip dan ruang lingkup Stock Opname Asset. Memahami hubungan Stock Opname dengan Asset Management, Asset Register dan Internal Control. Mengidentifikasi aset yang relevan di lingkungan manufaktur. Menyusun rencana, tim, area, jadwal dan dokumen Stock Opname. Melakukan physical verification dari register-to-floor dan floor-to-register. Memverifikasi Asset ID, serial number, lokasi, pihak yang bertanggung jawab/pengguna (custodian), kondisi dan status aset. Mengidentifikasi match, location difference, custodian difference, damaged, idle, missing, unrecorded, no tag dan duplicate asset. Melakukan rekonsiliasi, analisis selisih, risk assessment dan root cause analysis. Menyusun laporan hasil Stock Opname dan corrective action plan. Kompetensi Akhir Peserta Peserta diharapkan mampu menerapkan alur: REGISTER -> PHYSICAL VERIFY -> RECONCILE -> ANALYZE -> REPORT -> ACTION Struktur Silabus Modul Topik Utama Kompetensi 1 Pengertian Stock Opname Memahami konsep, tujuan, prinsip, ruang lingkup dan objek Stock Opname Asset. 2 Persiapan Stock Opname Mampu menyiapkan scope, population, tim, database, dokumen, tagging dan rencana kerja. 3 Pelaksanaan Stock Opname Mampu melakukan verifikasi fisik, identifikasi, lokasi, custodian, kondisi dan dokumentasi. 4 Prosedur Stock Opname Mampu menerapkan SOP, flow process, kontrol perpindahan aset dan prinsip four-eyes. 5 Evaluasi Hasil Stock Opname Mampu melakukan reconciliation, exception analysis, risk assessment, root cause dan action plan. Modul Pelatihan MODUL 1 – PENGERTIAN STOCK OPNAME Definisi dan tujuan Stock Opname Asset. Stock Opname sebagai bagian dari Asset Management dan Internal Control. Perbedaan Asset Register dengan Physical Asset. Prinsip existence, completeness, accuracy, validity, accountability dan traceability. Perbedaan Stock Opname Asset dan Stock Opname Inventory. Jenis aset dalam lingkungan manufaktur: production equipment, testing equipment, engineering/maintenance equipment, material handling, IT, office, electrical equipment dan kendaraan. Register-to-floor dan floor-to-register. MODUL 2 – PERSIAPAN STOCK OPNAME Menentukan scope, periode, lokasi, jenis aset dan population. Membentuk Stock Opname Team dan menetapkan roles & responsibilities. Menyiapkan Asset Register: Asset ID, description, category, brand/model, serial number, acquisition date/cost, location, department, custodian, condition, status dan book value. Menyiapkan dokumen: mutasi, disposal, aset baru, maintenance, Stock Opname form, berita acara, denah dan asset tag. Asset tagging: Asset ID, barcode/QR code dan serial number. Menentukan full count atau sampling sesuai tujuan dan risiko. Asset movement control/freeze selama pelaksanaan. Briefing, keselamatan kerja dan pembagian area. MODUL 3 – PELAKSANAAN STOCK OPNAME Urutan Physical Verification: Cari Asset ID. Cocokkan Asset Tag. Cocokkan Serial Number. Cocokkan Description. Verifikasi Location. Verifikasi Custodian/Pihak yang Bertanggung Jawab. Verifikasi Condition. Dokumentasikan foto bila diperlukan. Tetapkan status hasil pemeriksaan. MODUL 4 – PROSEDUR STOCK OPNAME SOP end-to-end: Planning -> Preparation -> Briefing -> Movement Control -> Physical Verification -> Recording -> Reconciliation -> Investigation -> Reporting -> Corrective Action Blind count bila dibutuhkan untuk mengurangi confirmation bias. Four-eyes principle untuk aset bernilai tinggi/berisiko tinggi. Pemisahan peran antara pemegang/pengguna aset dan verifikator. Dokumentasi exception dan bukti pendukung. Pengendalian akses dan keselamatan saat pemeriksaan area produksi. MODUL 5 – EVALUASI HASIL STOCK OPNAME Rekonsiliasi Register vs Physical. Exception analysis. Accuracy rate, missing rate dan exception rate. Analisis Quantity + Value + Risk. Risk classification: Low, Medium, High/Critical. Root Cause Analysis dengan 5 Why. Corrective Action dan Preventive Action. Management reporting. Facilitator Natar Adri Beliau berpengalaman di bidang Corporate Planning, Finance, Accounting, serta Office & Warehouse Management  sejak karir pertamanya selama 7 tahun di Djajanti Group dengan posisi terakhir sebagai Accounting Manager, keterlibatan Adri juga sebagai Financial Restrukturing saat Djajanti Group masuk ke dalam BPPN, kemudian melanjutkan karirnya di perbankan selama 2 tahun di HSBC sebagai Business Banking Officer Corporate Specialist. Adri juga terlibat sebagai Financial Specialist dalam pembuatan Master Plan dan Bisnis Plan untuk  BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), serta menguasai model implementasi 5S System dan Production Management. Adri memperoleh pasca sarjananya di bidang Manajemen dari Universitas Gadjah Mada. Beliau pernah turut serta mengembangkan sumber daya manusia dan membangun Departement Marketing Support & Training di Prudential BancBali. Natar Adri juga ikut membuat Master Plan & Business Plan, serta melakukan project promosi pariwisata untuk kawasan Sabang. Sebagai seorang konsultan, ia telah terlibat dalam berbagai proyek pengembangan keahlian SDM, antara lain pada topik-topik Accounting & Business Banking, Handling Customer & Complaints, Office & Filing Management, serta Financial Management  & Retirement Planning. Adri juga menulis buku dengan judul ”Solusi Cerdas Mengatasi Hutang dan Kredit” , “Investasi Mudah dan Murah” dan “80 Bisnis Sampingan Modal < 5Juta”

Digital SOP Governance & AI Documentation

Digital SOP Governance & AI Documentation

Deskripsi / Kata Pengantar Masih sering menemukan SOP yang terlalu panjang, formatnya tidak konsisten, sulit di-review, atau sudah berubah tetapi versi dokumennya belum jelas? Proses update SOP membutuhkan waktu lama karena harus membaca dokumen satu per satu, mencari perubahan, memperbaiki format, dan memastikan isi SOP tetap sesuai dengan proses yang berjalan? Gunakan AI untuk membuat pengelolaan SOP lebih cepat, rapi, dan terkontrol. Dalam training ini, peserta akan mempraktekkan bagaimana AI dapat membantu pekerjaan SOP mulai dari drafting, review, improvement, version control, knowledge management. AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat pekerjaan, sementara review, approval, ownership, dan governance tetap berada pada pihak yang bertanggung jawab. Peserta akan belajar menggunakan AI untuk membantu menyusun draft SOP, menemukan bagian yang perlu diperbaiki, membandingkan perubahan antar versi, dan mengubah informasi dalam SOP menjadi knowledge yang lebih mudah dicari dan digunakan. Di akhir training, peserta diharapkan mampu menggunakan AI untuk membantu mengelola minimal 1 contoh SOP mulai dari review hingga perbaikannya, sekaligus memahami cara membuat proses pengelolaan SOP menjadi lebih konsisten dan mudah dipelihara. Tujuan Pelatihan (Learning Objectives) Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Menggunakan AI untuk menyusun draft SOP berdasarkan proses kerja dan informasi yang tersedia. Menggunakan AI untuk mereview isi SOP, menemukan bagian yang tidak jelas, tidak konsisten, atau tidak sesuai dengan proses yang berjalan. Memanfaatkan AI untuk membantu memperbaiki dan menyempurnakan SOP agar lebih mudah dipahami dan digunakan. Mengelola perubahan dan version control SOP dengan lebih terstruktur menggunakan AI sebagai alat bantu. Mengubah informasi dalam SOP menjadi knowledge yang lebih mudah dicari, dipahami, dan digunakan kembali untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Sasaran Kompetensi Pengetahuan (Knowledge): Memahami bagaimana AI dapat membantu SOP drafting, SOP review, improvement, version control, dan knowledge management. Memahami prinsip dasar SOP governance agar dokumen tetap konsisten, terkontrol, dan sesuai dengan proses kerja yang berjalan. Memahami bagaimana informasi dalam SOP dapat dikelola menjadi knowledge yang mudah ditemukan dan digunakan kembali. Keterampilan (Skills) Menggunakan AI untuk membuat draft SOP dari informasi proses yang tersedia. Menggunakan AI untuk mereview isi SOP, menemukan gap, ketidakkonsistenan, atau informasi yang perlu diperjelas. Menggunakan AI untuk membantu membandingkan dan memperbaiki perubahan antarversi SOP. Mengubah isi SOP menjadi knowledge yang lebih terstruktur dan mudah digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Sikap Kerja (Attitude) Terbiasa melihat SOP sebagai dokumen kerja yang harus mudah dipahami, digunakan, dan dipelihara, bukan sekadar dokumen untuk memenuhi kebutuhan administrasi. Teliti dalam melakukan review dan memastikan perubahan SOP tetap sesuai dengan proses yang sebenarnya. Menggunakan AI sebagai work assistant, namun tetap melakukan review dan validasi sebelum SOP atau knowledge digunakan. Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background. Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar). Target Peserta SOP/Document Controller yang bertanggung jawab terhadap kelengkapan, konsistensi, dan pengendalian dokumen. Business Process / Process Improvement yang terlibat dalam penyusunan dan improvement SOP. Quality Assurance / Quality Management yang melakukan review dan governance terhadap dokumen proses. Process Owner / Process Coordinator yang bertanggung jawab memastikan SOP sesuai dengan proses kerja yang dijalankan. Manager & Supervisor yang bertanggung jawab terhadap standarisasi proses dan dokumentasi di unit kerjanya. Staff/Officer yang rutin membuat, memperbarui, mereview, atau mengelola SOP dan process documentation. Project Team yang membutuhkan SOP dan process documentation sebagai bagian dari implementasi atau perubahan proses. Professional dari berbagai lini divisi, seperti Operations, HR, Finance, Procurement, Customer Service, dan divisi lainnya yang memiliki tanggung jawab terhadap SOP atau process documentation. Outline Training Hari Pertama: ACCELERATE SOP DRAFTING & REVIEW WITH AI Modul 1: AI-Assisted SOP Drafting Modul 2: AI-Assisted SOP Review Modul 3: AI-Assisted SOP Improvement & Standardization Praktik Individu & Diskusi: Peserta memilih 1 SOP yang sedang digunakan atau sedang disusun di unit kerjanya. Peserta menggunakan AI untuk membantu membuat draft atau mereview SOP, kemudian mengidentifikasi bagian yang perlu dilengkapi, diperjelas, atau diperbaiki. Workshop: Peserta membandingkan Current SOP (before) vs. Improved SOP (after) dan menjelaskan perubahan yang dibuat serta alasan perbaikannya. Hari Kedua: GOVERN, CONTROL & USE YOUR SOP KNOWLEDGE Modul 4: AI-Assisted SOP Version Control Modul 5: AI for SOP Governance & Document Control Modul 6: Turn SOP into Digital Knowledge Praktik Individu: Melanjutkan SOP yang telah diperbaiki pada Hari Pertama untuk melakukan version comparison, change summary, dan knowledge extraction dengan bantuan AI. Final Workshop: Menyelesaikan 1 mini Digital SOP Governance Project secara end-to-end, mulai dari: SOP Draft / Current SOP, AI-Assisted Review, SOP Improvement, Version & Change Control, Knowledge Extraction, Digital Knowledge Reference Metode Pelatihan: Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning, Presentasi Interaktif Praktik Individu Diskusi Kelompok Studi Kasus Simulasi / Workshop Sharing Best Practice Tanya Jawab Evaluasi Pembelajaran Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh SOP atau process documentation yang relevan dengan pekerjaannya untuk digunakan dalam praktik. Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan. Facilitator Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur. Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving. Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta. Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas

Design Thinking: Turn Ideas into Innovation & Continuous Improvement

Design Thinking Turn Ideas into Innovation & Continuous Improvement

Deskripsi / Kata Pengantar Punya ide improvement, tetapi hasilnya belum tentu menyelesaikan masalah yang sebenarnya? Atau solusi sudah dibuat, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna? Design Thinking membantu melihat masalah dari sudut pandang pengguna sebelum menentukan solusi. Dengan memahami User Needs, Pain Points, dan Problem yang sebenarnya, ide yang dihasilkan dapat menjadi lebih tepat sasaran. Design Thinking: Turn Ideas into Innovation & Continuous Improvement mengajak peserta mempraktikkan proses tersebut secara langsung. Peserta akan mulai dengan memahami pengguna dan menentukan masalah yang perlu diselesaikan. Dari sana, ide dikembangkan menjadi solusi yang kemudian dicoba dan diperbaiki berdasarkan feedback. Setelah training, peserta diharapkan mampu menggunakan pendekatan ini untuk mengembangkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna dan pekerjaan. Tujuan Pelatihan (Learning Objectives) Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dasar Design Thinking dan kaitannya dengan Innovation & Continuous Improvement. Memahami pentingnya melihat masalah dari perspektif pengguna. Mengidentifikasi kebutuhan dan pain points pengguna. Mendefinisikan masalah secara lebih jelas sebelum mencari solusi. Menghasilkan berbagai alternatif ide untuk menjawab permasalahan. Mengembangkan ide menjadi solusi sederhana yang dapat diuji. Mempraktikkan proses Design Thinking melalui latihan dan studi kasus. Mengevaluasi solusi berdasarkan feedback dan perspektif User / Stakeholder. Mengidentifikasi satu peluang penerapan Design Thinking dalam pekerjaan. Sasaran Kompetensi Pengetahuan (Knowledge): Memahami cara berpikir Design Thinking dalam melihat dan menyelesaikan masalah. Memahami mengapa kebutuhan pengguna perlu dipahami sebelum menentukan solusi. Mengenali User Needs, Pain Points, dan Problem Statement sebagai dasar pengembangan solusi. Memahami pentingnya mencoba solusi dan mendapatkan feedback sebelum melakukan penerapan lebih lanjut. Keterampilan (Skills): Melihat masalah dari sudut pandang pengguna. Menggali kebutuhan dan pain points yang relevan dengan masalah. Menyusun problem statement yang lebih fokus. Menghasilkan beberapa alternatif ide sebelum memilih solusi. Mengubah ide menjadi solusi sederhana yang dapat dicoba. Menggunakan feedback User / Stakeholder untuk memperbaiki solusi. Menghubungkan proses tersebut dengan peluang improvement dalam pekerjaan. Sikap Kerja (Attitude): Tidak terburu-buru menentukan solusi sebelum memahami masalahnya. Mau melihat masalah dari sudut pandang pengguna, termasuk ketika berbeda dengan asumsi internal. Terbuka terhadap ide yang berbeda dari solusi awal. Bersedia mengubah atau memperbaiki solusi setelah mendapatkan feedback. Target Peserta Manager Supervisor Staff/Officer Administrative & Support Function HR Finance Sales & Marketing Operations Project Team Professional dari berbagai fungsi yang terlibat dalam innovation, problem solving, process improvement, atau pengembangan solusi. Outline Training Hari Pertama: UNDERSTAND THE PROBLEM BEFORE CREATING THE SOLUTION Modul 1: Understanding Design Thinking Modul 2: Understand Your User Modul 3: Define the Right Problem Praktik Individu & Diskusi: Peserta diberikan contoh masalah sederhana dan mendiskusikan: “Apa masalahnya?” vs “Apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna?” Peserta mengidentifikasi User, Needs, dan Pain Points berdasarkan kasus yang diberikan. Simulasi: Peserta menyusun problem statement berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan pain points. Hari Kedua: TURN IDEAS INTO SOLUTIONS Modul 4: Generate Ideas Modul 5: Build & Test Your Solution Modul 6: Improve Your Solution Praktik Individu: Peserta menghasilkan beberapa alternatif ide berdasarkan problem statement dari Day 1, kemudian memilih satu ide untuk dikembangkan. Simulasi/Workshop: Peserta membuat solusi sederhana dari ide yang dipilih, kemudian melakukan mini testing dan mendapatkan feedback. Peserta mendapatkan feedback dari User / Stakeholder terhadap solusi yang dibuat, kemudian melakukan perbaikan / improvements berdasarkan feedback tersebut. Final Workshop: From Problem to Improved Solution Mengembangkan 1 solusi dari masalah yang dipilih, melakukan mini testing dan mendapatkan feedback, kemudian menghasilkan improved solution berdasarkan kebutuhan User / Stakeholder. Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning: Presentasi Interaktif Praktik Individu Diskusi Kelompok Studi Kasus Simulasi / Workshop Sharing Best Practice Tanya Jawab Evaluasi Pembelajaran • Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh yang relevan dengan topik training untuk digunakan dalam praktik. • Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan. Facilitator Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur. Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving. Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta. Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Padjadjaran. Dengan kombinasi pengalaman praktis, improvement, data analysis, AI & automation, serta pengalaman sebagai trainer, Nina membantu organisasi membangun budaya Continuous Improvement, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, serta memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan.

AI-Assisted Root Cause Analysis : Find the Real Cause, Faster

AI-Assisted Root Cause Analysis : Find the Real Cause, Faster

Deskripsi Masalah yang sama terus berulang. Root Cause Analysis (RCA) sudah dilakukan, tetapi corrective action yang dibuat belum menyelesaikan masalah sampai ke akar. Salah satu penyebabnya adalah analisis berhenti pada symptom atau penyebab yang paling mudah terlihat. Padahal, root cause perlu diuji sebelum dijadikan dasar tindakan. AI-Assisted Root Cause Analysis: Find the Real Cause, Faster menggunakan AI sebagai thinking assistant untuk membantu memperluas eksplorasi penyebab dan mempertajam pertanyaan RCA. AI membantu membuka kemungkinan yang mungkin terlewat, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa berdasarkan fakta dan human judgment. Dalam training ini, peserta akan langsung mempraktekkan proses tersebut pada studi kasus. Hasil akhirnya adalah RCA yang lebih tajam dan dapat digunakan sebagai dasar corrective action. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Memahami bagaimana AI dapat membantu proses Root Cause Analysis. Menggunakan AI untuk menggali kemungkinan penyebab masalah. Menggunakan AI untuk mempertajam pertanyaan dan analisis RCA. Menilai beberapa kemungkinan root cause sebelum menentukan penyebab yang perlu divalidasi. Memvalidasi hasil AI dengan fakta dan human judgment. Menentukan corrective action berdasarkan root cause yang telah divalidasi. Mempraktikkan AI-assisted RCA melalui studi kasus dan simulasi. Sasaran Kompetensi Pengetahuan (Knowledge): Memahami perbedaan antara symptom, cause, dan root cause. Memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk membantu proses RCA. Memahami cara memberikan konteks masalah agar AI dapat membantu eksplorasi penyebab. Memahami pentingnya evidence dan human judgment sebelum menetapkan root cause. Memahami hubungan antara root cause dan corrective action. o Keterampilan (Skills) Mendefinisikan masalah sebelum mulai mencari penyebab. Menggunakan AI untuk membuka kemungkinan penyebab yang mungkin terlewat. Mengembangkan pertanyaan untuk menggali penyebab lebih dalam. Membandingkan beberapa kemungkinan root cause. Menentukan evidence yang masih diperlukan untuk melakukan validasi. Menggunakan human judgment untuk menilai hasil analisis AI. Menyusun corrective action yang benar-benar berkaitan dengan root cause. Sikap Kerja (Attitude) Tidak langsung menerima jawaban AI sebagai fakta. Mau mempertanyakan kembali hasil analisis ketika evidence belum cukup. Terbuka melihat kemungkinan penyebab yang berbeda dari asumsi awal. Tetap menempatkan human judgment sebagai bagian penting dalam RCA. Fokus menyelesaikan penyebab masalah, bukan hanya membuat symptom terlihat selesai. Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background. Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar). Target Peserta Manager Supervisor Team Leader Process Improvement / Business Process Quality Assurance / Quality Control Operations Project Team Professional yang terlibat dalam problem solving, corrective action, atau continuous improvement. Outline Training Hari Pertama: UNDERSTAND THE PROBLEM & FIND THE ROOT CAUSE Modul 1: Root Cause Analysis Fundamentals Modul 2: AI as Your RCA Thinking Assistant Modul 3: From Possible Causes to Root Cause Praktik Individu & Diskusi: Peserta diberikan contoh masalah dan mengidentifikasi: What happened?  What is the symptom?  What could be causing it? Peserta memberikan satu contoh masalah kepada AI dan meminta AI membantu menghasilkan possible causes serta pertanyaan yang perlu digali lebih lanjut. o Workshop: Peserta menggunakan AI untuk mengeksplorasi kemungkinan penyebab, kemudian menggunakan human judgment untuk memilih penyebab yang perlu divalidasi. Hari Kedua: VALIDATE & TAKE ACTION Modul 4: Validate the Root Cause Modul 5: Turn Root Cause into Corrective Action Modul 6: AI-Assisted RCA in Practice Praktik Individu: Peserta diberikan beberapa kemungkinan root cause dan diminta menentukan mana yang perlu divalidasi lebih lanjut. o Simulasi/Workshop: Peserta mendiskusikan hasil RCA dengan tim atau stakeholder untuk menguji root cause dan menyepakati corrective action. Final Workshop: AI-Assisted Root Cause Analysis Challenge; Problem, Possible Causes, Investigation Questions, Root Cause , Validation, Corrective Action Metode Pelatihan: Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning, Presentasi Interaktif Praktik Individu Diskusi Kelompok Studi Kasus Simulasi / Workshop Sharing Best Practice Tanya Jawab Evaluasi Pembelajaran Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh situasi RCA yang biasa dihadapi dalam pekerjaan agar latihan dapat langsung dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan. Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan. Facilitator Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur. Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving. Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta. Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Padjadjaran. Dengan kombinasi pengalaman praktis, improvement, data analysis, AI & automation, serta pengalaman sebagai trainer, Nina membantu organisasi membangun budaya Continuous Improvement, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, serta memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan.

AI-Powered Business Process Improvement: Analyze, Improve & Boost Productivity

Pernah menemukan proses kerja yang terlalu panjang, terlalu banyak approval, pekerjaan yang sama dilakukan berulang kali, atau SOP yang sudah tidak sesuai dengan praktik di lapangan? Business Process Improvement biasanya membutuhkan waktu untuk memahami proses, mencari titik masalah, membandingkan alternatif, sampai menyusun perubahan proses dan dokumentasi prosedur. Dengan AI, sebagian pekerjaan tersebut dapat dilakukan lebih cepat. Dalam training ini, peserta akan belajar menggunakan AI untuk membantu menganalisis proses kerja, menemukan titik yang perlu diperbaiki, menyederhanakan alur kerja / workflow, memperbaiki SOP, dan menghitung potensi productivity improvement. Pendekatannya bukan sekadar belajar menggunakan AI tools. Peserta akan langsung menggunakan contoh proses kerja untuk menghasilkan improvement yang konkret. Di akhir training, peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi membawa pulang minimal 1 proses yang sudah dianalisis, minimal 3 improvement opportunities, 1 improved workflow, dan draft improvement SOP/process documentation yang dapat dikembangkan lebih lanjut di tempat kerja. Tujuan Pelatihan (Learning Objectives) Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Mengenali bagian dari proses kerja yang masih terlalu panjang, banyak pekerjaan manual, berulang, atau menimbulkan bottleneck. Memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis proses dan menemukan area yang dapat diperbaiki. Menyusun workflow yang lebih sederhana dan efektif dengan membandingkan kondisi proses saat ini dengan proses yang diusulkan. Memanfaatkan AI untuk memperbaiki SOP agar lebih sesuai dengan proses alur kerja yang dijalankan. Menghasilkan minimal 1 usulan improvement proses yang dilengkapi dengan improved workflow, perbaikan SOP, dan estimasi potensi time saving atau productivity improvement. Sasaran Kompetensi Pengetahuan (Knowledge): Memahami cara melihat “di mana proses kita bermasalah dan apa yang bisa diperbaiki” dengan bantuan AI. Memahami cara menggunakan AI untuk mempercepat process analysis, workflow improvement, SOP review, dan productivity improvement. Memahami bagaimana perubahan pada workflow dapat berdampak pada waktu kerja, aktivitas manual, dan produktivitas tim. Keterampilan (Skills) Menganalisis proses kerja aktual dan menemukan bottleneck, pekerjaan berulang, aktivitas manual, serta tahapan yang dapat disederhanakan. Menggunakan AI untuk mengubah hasil analisis menjadi usulan workflow yang lebih sederhana dan efektif. Menggunakan AI untuk mereview dan memperbaiki SOP agar sesuai dengan proses yang dijalankan. Menghitung atau mengestimasi potensi time saving dan productivity improvement dari perubahan proses. Sikap Kerja (Attitude) Terbiasa melihat pekerjaan sehari-hari dengan pertanyaan sederhana: “Bagian mana yang sebenarnya bisa dibuat lebih mudah?” Mau mencoba cara kerja baru dengan memanfaatkan AI, namun tetap memastikan hasilnya sesuai dengan kondisi proses yang sebenarnya. Fokus pada improvement yang bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi pekerjaan, bukan sekadar menghasilkan output dari AI. Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background. Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar). Target Peserta Manager & Supervisor yang bertanggung jawab terhadap improvement dan performance business process. Staff / Officer yang terlibat dalam data analysis, problem solving, corrective action, atau continuous improvement. Project Team yang menggunakan data dan problem solving dalam menjalankan improvement project. Process Improvement / Business Process Quality Assurance / Quality Control Operations / Operational & Service Excellence Professional yang sehari-hari menangani proses kerja dan ingin menggunakan AI untuk menganalisis, menyederhanakan, dan meningkatkan efektivitas proses. Outline Training Hari Pertama: ANALYZE & IMPROVE YOUR PROCESS WITH AI Modul 1: Finding Improvement Opportunities Modul 2: AI-Assisted Process Analysis Modul 3: Workflow Optimization with AI Praktik Individu & Diskusi: Peserta memilih 1 proses kerja yang benar-benar mereka kerjakan dan mengidentifikasi bagian proses yang paling membutuhkan improvement. Peserta menggunakan AI tools untuk menganalisis proses tersebut dan menemukan bottleneck, pekerjaan berulang, aktivitas manual, atau tahapan yang tidak perlu. Peserta menyusun minimal 3 improvement opportunities dari hasil analisis. Workshop: Peserta mengembangkan beberapa alternatif perbaikan berdasarkan improvement opportunities yang telah ditemukan. Membandingkan Current Workflow vs. Improved Workflow. Memilih dan menyempurnakan 1 improved workflow yang paling sesuai dengan kondisi proses. Hari Kedua: TURN PROCESS IMPROVEMENT INTO BETTER SOP & PRODUCTIVITY Modul 4: AI for SOP Improvement Modul 5: Measuring Productivity Improvement Modul 6: Turning Improvement into Action Praktik Individu: Melanjutkan proses yang telah dianalisis pada Hari Pertama untuk menyempurnakan improved workflow, SOP, dan potential productivity improvement. Menggunakan AI untuk membantu mereview, memperbaiki, dan memvalidasi hasil improvement. o Final Workshop: Menyelesaikan 1 mini Process Improvement Project secara end-to-end, mulai dari: current process, problem & bottleneck, improvement opportunities, improved workflow, SOP improvement, potential productivity improvement. Metode Pelatihan: Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning, Presentasi Interaktif Praktik Individu Diskusi Kelompok Studi Kasus Simulasi / Workshop Sharing Best Practice Tanya Jawab Evaluasi Pembelajaran Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh proses kerja, workflow, atau SOP yang biasa mereka tangani agar latihan dapat langsung dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan. Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan. Facilitator Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur. Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving. Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta. Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Padjadjaran. Dengan kombinasi pengalaman praktis, improvement, data analysis, AI & automation, serta pengalaman sebagai trainer, Nina membantu organisasi membangun

Lean Six Sigma in the AI Era

Lean Six Sigma in the AI Era

Sudah menggunakan Lean Six Sigma untuk improvement, tetapi masih membutuhkan banyak waktu untuk mengolah data, mencari pola, melakukan analisis, dan menyusun alternatif perbaikan? Atau sudah memahami tools Lean Six Sigma, tetapi ingin mengetahui bagaimana AI dapat membantu membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan praktis? Gunakan ide perbaikan berkelanjutan dengan menggabungkan Lean Six Sigma dan AI tools. Dalam training ini, peserta akan mempraktekkan penggunaan AI sebagai work assistant untuk membantu penerapan Lean Six Sigma, mulai dari data analysis, root cause analysis, improvement, hingga continuous improvement. Di akhir training, peserta akan mencoba bagaimana AI membantu mempercepat pekerjaan improvement yang biasanya memakan waktu—mulai dari mengolah data, memilih tools yang sesuai, menganalisis masalah, membandingkan alternatif solusi, hingga menentukan improvement yang paling layak dilakukan, dan menyusun 1 mini improvement case yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam pekerjaan mereka. Tujuan Pelatihan (Learning Objectives) Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Mengidentifikasi pekerjaan Lean Six Sigma yang dapat dipercepat dengan bantuan AI, terutama dalam data analysis, problem solving, dan continuous improvement. Menggunakan AI untuk mengolah dan mengeksplorasi data, menemukan pola, serta membantu menghasilkan insight untuk analisis Lean Six Sigma. Memanfaatkan AI untuk membantu mempercepat proses analysis dan improvement dalam penerapan Lean Six Sigma. Menggunakan AI untuk membantu mengembangkan, membandingkan, dan mengevaluasi alternatif improvement berdasarkan data dan hasil analisis. Mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan Lean Six Sigma dan continuous improvement tanpa mengabaikan methodology, data, dan human judgment. Sasaran Kompetensi o Pengetahuan (Knowledge): Memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan dalam Lean Six Sigma, terutama data analysis, problem solving, improvement, dan continuous improvement. Memahami berbagai kemungkinan penggunaan AI untuk mengolah data, menemukan pola, memperdalam analisis masalah, dan mengevaluasi improvement. Memahami kapan menggunakan Lean Six Sigma tools tertentu sesuai dengan jenis masalah dan kebutuhan analisis. o Keterampilan (Skills) Menggunakan AI untuk membantu mengeksplorasi dan menganalisis data dalam improvement project. Menggunakan AI untuk membantu memperdalam Root Cause Analysis dengan pendekatan Lean Six Sigma yang sesuai. Menggunakan AI untuk mengembangkan dan membandingkan alternatif improvement berdasarkan hasil analisis. Menggunakan AI untuk membantu mengevaluasi hasil improvement dan menemukan peluang continuous improvement berikutnya. o Sikap Kerja (Attitude) Terbiasa mencari cara untuk membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan efektif dengan memanfaatkan AI. Tidak menjadikan output AI sebagai keputusan akhir, tetapi tetap memeriksa data, methodology, dan kondisi proses. Menggunakan AI sebagai work assistant, bukan sebagai pengganti Lean Six Sigma methodology dan human judgment. Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background. Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar). Target Peserta Lean Six Sigma Practitioner / Improvement Team Continuous Improvement / Business Process Improvement Quality Assurance / Quality Control Operations / Operational Excellence Process Owner / Process Improvement Manager & Supervisor yang bertanggung jawab terhadap improvement dan performance process Staff / Officer yang terlibat dalam data analysis, problem solving, corrective action, atau continuous improvement Project Team yang menjalankan improvement project berbasis data Professional yang sudah mengenal dasar Lean Six Sigma atau problem solving tools dan ingin memanfaatkan AI untuk membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan praktis. Outline Training Hari Pertama: AI FOR DATA ANALYSIS & LEAN SIX SIGMA PROBLEM SOLVING Modul 1: AI for Lean Six Sigma Data Analysis Modul 2: AI for Lean Six Sigma Tools Menggunakan AI untuk membantu memilih dan menggunakan Lean Six Sigma tools yang sesuai dengan jenis masalah dan kebutuhan analisis. Modul 3: AI for Improvement Analysis & Decision Making Praktik Individu & Diskusi: Peserta menggunakan 1 contoh data atau masalah improvement yang relevan dengan pekerjaan untuk melakukan data analysis dengan bantuan AI dan menentukan Lean Six Sigma tools yang sesuai. o Workshop: Peserta menggabungkan hasil data analysis + Lean Six Sigma tools + AI untuk menganalisis masalah, membandingkan alternatif penyebab dan improvement, hingga menentukan 1 improvement decision yang paling sesuai berdasarkan data dan evidence. Hari Kedua: TURN ANALYSIS INTO CONTINUOUS IMPROVEMENT Modul 4: AI for Improvement Solutions o Modul 5: AI for Improvement Evaluation o Modul 6: AI for Continuous Improvement o Praktik Individu: Peserta menggunakan hasil analisis Day 1 untuk menyusun beberapa pilihan solusi perbaikan, kemudian menggunakan AI untuk membandingkan impact, effort, risk, dan feasibility dari masing-masing solusi. Peserta memilih 1 solusi improvement yang paling sesuai untuk dikembangkan lebih lanjut. o Final Workshop: Menyelesaikan 1 mini Lean Six Sigma Improvement Case secara end-to-end, mulai dari data analysis, Lean Six Sigma tools, improvement analysis & decision making, improvement solution, evaluation, continuous improvement opportunity. Metode Pelatihan: Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning, Presentasi Interaktif Praktik Individu Diskusi Kelompok Studi Kasus Simulasi / Workshop Sharing Best Practice Tanya Jawab Evaluasi Pembelajaran Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh data atau improvement problem yang relevan dengan pekerjaannya untuk digunakan dalam praktik. Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan. Facilitator Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur. Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving. Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta. Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black

Transisi ISO 14001:2026

(Memahami Perubahan Persyaratan dan Strategi Implementasi  Sistem Manajemen Lingkungan Berdasarkan ISO 14001:2026) Deskripsi Program Perubahan standar ISO 14001:2026 merupakan langkah penting dalam memperkuat penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) agar lebih adaptif terhadap tantangan bisnis, perkembangan regulasi, perubahan iklim, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik keberlanjutan (sustainability). Organisasi yang telah menerapkan ISO 14001:2015 ataupun yang baru mulai menerapkan SML, perlu memahami perubahan tersebut agar proses transisi dapat dilakukan secara sistematis tanpa mengganggu efektivitas sistem yang telah berjalan. Pelatihan Transisi ISO 14001:2026 dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perubahan persyaratan terbaru, interpretasi setiap klausul, serta dampaknya terhadap kebijakan, proses bisnis, dan dokumentasi organisasi. Selain mempelajari perbedaan antara ISO 14001:2015 dan ISO 14001:2026, peserta juga akan dibimbing menyusun strategi implementasi, melakukan gap analysis, serta merancang langkah-langkah transisi yang efektif untuk mendukung keberhasilan proses sertifikasi maupun peningkatan kinerja lingkungan secara berkelanjutan. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami perubahan pada ISO 14001:2026 sekaligus mempersiapkan organisasi dalam melaksanakan proses transisi secara efektif. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami latar belakang dan arah perubahan ISO 14001:2026. Mengidentifikasi perbedaan utama antara ISO 14001:2015 dan ISO 14001:2026. Menginterpretasikan persyaratan baru sesuai konteks organisasi. Melakukan gap analysis terhadap Sistem Manajemen Lingkungan yang telah diterapkan. Menyusun rencana transisi dan implementasi sesuai persyaratan terbaru. Mempersiapkan organisasi menghadapi audit transisi maupun audit sertifikasi. Outline Materi Pengantar Transisi ISO 14001:2026 Perkembangan Sistem Manajemen Lingkungan Latar belakang revisi ISO 14001 Tujuan dan arah perubahan standar Timeline transisi sertifikasi Dampak perubahan terhadap organisasi Gambaran Perubahan ISO 14001:2015 menjadi ISO 14001:2026 Ringkasan perubahan utama Struktur klausul terbaru Persyaratan yang direvisi Penyesuaian istilah dan definisi Implikasi terhadap sistem manajemen Konteks Organisasi dan Isu Strategis Analisis isu internal dan eksternal Kebutuhan serta harapan pihak berkepentingan Integrasi isu perubahan iklim (Climate Change) Penentuan ruang lingkup Sistem Manajemen Lingkungan Kepemimpinan dan Tata Kelola Lingkungan Peran dan komitmen Top Management Penguatan budaya lingkungan Integrasi keberlanjutan dalam strategi organisasi Tanggung jawab dan akuntabilitas Perencanaan Sistem Manajemen Lingkungan Environmental Aspects Environmental Risks & Opportunities, Life Cycle Perspective Compliance Obligations Environmental Objectives Program pencapaian sasaran lingkungan Dukungan Sistem (Support) Sumber daya Kompetensi personel Awareness dan budaya kepedulian lingkungan Komunikasi internal dan eksternal Pengendalian informasi terdokumentasi Operasional Sistem Manajemen Lingkungan Operational Planning and Control Kesiapsiagaan dan tanggap darurat Evaluasi Kinerja Monitoring, Measurement, Analysis & Evaluation Environmental Performance Indicators Internal Audit Management Review Peningkatan Berkelanjutan (Improvement) Penanganan ketidaksesuaian Continual Improvement Workshop Gap Analysis ISO 14001:2026 Identifikasi kesenjangan implementasi Penyusunan Transition Checklist Prioritas perbaikan sistem Penyusunan Action Plan Transisi Studi kasus implementasi Metode Pelatihan Pelatihan disampaikan secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan konsep, diskusi, studi kasus, workshop, serta latihan penyusunan rencana transisi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja. Metode pembelajaran meliputi: Presentasi interaktif Diskusi dan sharing pengalaman Studi kasus implementasi Workshop Gap Analysis Simulasi penyusunan Transition Action Plan Tanya jawab Peserta Pelatihan Program ini direkomendasikan bagi: Environmental Manager HSE/ SHE Manager QHSE Manager Sustainability Manager Management Representative Internal Auditor ISO 14001 Compliance Officer Operational Manager Production Manager Engineering Manager Tim Implementasi ISO 14001 Seluruh personel yang terlibat dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Benefit Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memperoleh manfaat sebagai berikut: Memahami perubahan persyaratan ISO 14001:2026 secara komprehensif. Mengetahui dampak perubahan terhadap Sistem Manajemen Lingkungan organisasi. Mampu melakukan gap analysis berdasarkan persyaratan terbaru. Memiliki panduan dalam menyusun strategi dan roadmap transisi. Lebih siap menghadapi audit transisi maupun audit sertifikasi. Memperoleh contoh implementasi dan praktik terbaik dari berbagai sektor industri. Durasi Pelatihan Program Durasi : 2 Hari Facilitator Made Yenny Puspitarini, ST, M. KKK. Beliau selalu ceria dan semangat dalam setiap  pekerjaannya, selalu memberikan motivasi bagi kliennya agar bisa memberikan prestasi terbaiknya. “Apapun pilihanmu berusahalah menjadi yang terbaik di bidangnya”, itulah motto hidupnya. Pendidikan : S1 Teknik Lingkungan – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS. Kompetensi tambahannya : Ahli K3 Umum, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, Sistem Manajemen K3 ISO 45001: 2018, Sistem Manajemen K3 PP 50/ tahun 2012, Sistem Manajemen K3 Kontraktor (CSMS), Sistem Manajemen Mutu Pendidikan ISO 21001:2018, Internal Audit ISO 19011 : 2018, Internal Auditor SMK3 Kemenaker RI, SMK3 Pandemi Covid ISO PAS 45005:2020, LCA (Life Cycle Assesment), Sertifikasi Industri Hijau, Audit CHSE Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dll. Pengalaman kerja sebelumnya : Kepala Departemen QA dan Pengembangan Produk PT. Wiharta Karya Agung Gresik, QMR (Ass. Mgr) PT. Super Dry Banyuwangi, Environment, Safety & Health Engineer- EESH dept. (Supervisor) PT. LGEIN– Bekasi, Konsultan Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan, dan K3 PT. Surveyor Indonesia – Pekanbaru, Beberapa klien yang pernah ditangani : PT. Chevron Pacific Indonesia – di Duri, Riau , SAMSAT dan Dinas Pertamanan Gresik, PT Pelabuhan Indonesia (Banjarmasin dan Surabaya), Dirjen Bina Marga Kementerian PU Jakarta, PT Angkasa Pura I (Surabaya, Balikpapan dan Makasar), PT Pelindo Marine Service dan PT Lamong Energi Indonesia Surabaya, PT. Cahya Mandiri Gemilang Gresik, PT Parametrik Pilar Utama dan PT Sasana Teknik Indonesia Tangerang. Saat ini menjadi sebagai Tim Ahli K3 BSN sekaligus sebagai delegasi Indonesia sebagai member ISO TC 283, ISO/ TC283 DCCG (Development Country and Co-ordination Group), ISO/ TC283 Oceania and Asia, ISO/ TC283 WG 4 (draft ISO 45004), WG 5 (draft ISO 45006), TG 5 (Auditing Practise) dan TG 6 (Review ISO 45001). Turut melakukan kajian terhadap Draft ISO 45002, 45003, 45004, 45005, 45006 dan membuat Buku Bekerja Aman Selama Pandemi (COVID-19) Bersama pak Masjuli, dkk. Sebagai pengurus di bidang Standardisasi di IIEA (Indonesia ISO Experts Association) Kompetensi Utama ISO 9001 Quality Management System ISO 14001 Environmental Management System ISO 45001 Occupational Health & Safety Management System SMK3 PP No. 50 Tahun 2012 Internal Audit berdasarkan ISO 19011 Contractor Safety Management System (CSMS) Life Cycle Assessment (LCA) Sertifikasi Industri Hijau Auditor CHSE

Online Training : Training Defensive Driving

Deskripsi Pelatihan Pelatihan Defensive Driving dirancang untuk meningkatkan kemampuan driver profesional dalam mengenali bahaya, mengantisipasi risiko, menjaga ruang aman, serta mengambil keputusan berkendara yang selamat. Program ini menekankan praktik Defensive Driving dan prinsip 5 kunci Smith System sebagai panduan perilaku berkendara yang aman dan konsisten. Defensive Driving bukan hanya teknik mengemudi, tetapi juga cara berpikir untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi. Peserta akan memahami bahwa kecelakaan banyak dipengaruhi oleh kebiasaan, emosi, distraksi, tekanan waktu, serta sikap terlalu percaya diri. Melalui pelatihan ini, peserta diarahkan untuk mengubah pola berkendara dari reaktif menjadi proaktif dan antisipatif sehingga mendukung budaya keselamatan kerja, pelayanan unggul, serta target zero preventable accident. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan mindset Defensive Driving sebagai bagian dari profesionalisme kerja. Mengenali potensi bahaya di jalan (hazard recognition) secara lebih cepat dan tepat. Mengimplementasikan prinsip 5 Kunci Smith System dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Mengendalikan perilaku berkendara berisiko seperti speeding, tailgating, distraksi, agresivitas, dan overconfidence. Mengelola emosi dan meningkatkan disiplin berkendara aman. Mendukung budaya HSE perusahaan dan target zero incident. Target Peserta Pelatihan ini ditujukan untuk: Driver Operasional Driver Pool dan Shuttle Driver Logistik & Distribusi Supervisor Fleet / Dispatcher Transport Driver Project / Site Tim HSE & Operation Outline Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari) Hari Pertama Sesi 1 — Konsep Defensive Driving Mindset keselamatan berkendara Tanggung jawab driver profesional Risiko perjalanan dan potensi kecelakaan Konsep preventable accident Perubahan pola berkendara reaktif menjadi proaktif Sesi 2 — Hazard Recognition Mengenali bahaya di jalan Identifikasi perilaku pengguna jalan lain Analisa risiko cuaca dan kondisi jalan Risiko dari kondisi kendaraan Identifikasi blind spot dan ruang aman kendaraan Sesi 3 — Prinsip 5 Kunci Smith System Aim High in Steering Get the Big Picture Keep Your Eyes Moving Leave Yourself an Out Make Sure They See You Sesi 4 — Diskusi dan Studi Kasus Analisa kasus kecelakaan Diskusi faktor penyebab insiden Evaluasi perilaku berkendara Hari Kedua Sesi 5 — Attitude & Behavior Change Pengelolaan emosi saat berkendara Disiplin kecepatan berkendara Menjaga jarak aman Menghindari distraksi saat mengemudi Mengurangi kebiasaan agresif dan overconfidence Sesi 6 — Commentary Drive & Practical Case Simulasi identifikasi bahaya Praktik observasi lingkungan berkendara Commentary drive Evaluasi pengambilan keputusan berkendara Sesi 7 — Komitmen Perilaku Aman Penyusunan rencana perbaikan individu Komitmen budaya berkendara aman Peningkatan pelayanan terhadap customer Dukungan terhadap budaya HSE perusahaan Sesi 8 — Evaluasi Pelatihan Review pembelajaran Evaluasi pemahaman peserta Diskusi tindak lanjut implementasi di lapangan Metode Pelatihan Metode pelatihan dilakukan secara interaktif dan aplikatif melalui: Presentasi materi Diskusi kelompok Studi kasus insiden berkendara Coaching perilaku Commentary drive Sharing pengalaman peserta Evaluasi dan komitmen perubahan perilaku aman Facilitator Team Trainer Value Consult

Training Defensive Driving

Deskripsi Pelatihan Pelatihan Defensive Driving dirancang untuk meningkatkan kemampuan driver profesional dalam mengenali bahaya, mengantisipasi risiko, menjaga ruang aman, serta mengambil keputusan berkendara yang selamat. Program ini menekankan praktik Defensive Driving dan prinsip 5 kunci Smith System sebagai panduan perilaku berkendara yang aman dan konsisten. Defensive Driving bukan hanya teknik mengemudi, tetapi juga cara berpikir untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi. Peserta akan memahami bahwa kecelakaan banyak dipengaruhi oleh kebiasaan, emosi, distraksi, tekanan waktu, serta sikap terlalu percaya diri. Melalui pelatihan ini, peserta diarahkan untuk mengubah pola berkendara dari reaktif menjadi proaktif dan antisipatif sehingga mendukung budaya keselamatan kerja, pelayanan unggul, serta target zero preventable accident. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan mindset Defensive Driving sebagai bagian dari profesionalisme kerja. Mengenali potensi bahaya di jalan (hazard recognition) secara lebih cepat dan tepat. Mengimplementasikan prinsip 5 Kunci Smith System dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Mengendalikan perilaku berkendara berisiko seperti speeding, tailgating, distraksi, agresivitas, dan overconfidence. Mengelola emosi dan meningkatkan disiplin berkendara aman. Mendukung budaya HSE perusahaan dan target zero incident. Target Peserta Pelatihan ini ditujukan untuk: Driver Operasional Driver Pool dan Shuttle Driver Logistik & Distribusi Supervisor Fleet / Dispatcher Transport Driver Project / Site Tim HSE & Operation Outline Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari) Hari Pertama Sesi 1 — Konsep Defensive Driving Mindset keselamatan berkendara Tanggung jawab driver profesional Risiko perjalanan dan potensi kecelakaan Konsep preventable accident Perubahan pola berkendara reaktif menjadi proaktif Sesi 2 — Hazard Recognition Mengenali bahaya di jalan Identifikasi perilaku pengguna jalan lain Analisa risiko cuaca dan kondisi jalan Risiko dari kondisi kendaraan Identifikasi blind spot dan ruang aman kendaraan Sesi 3 — Prinsip 5 Kunci Smith System Aim High in Steering Get the Big Picture Keep Your Eyes Moving Leave Yourself an Out Make Sure They See You Sesi 4 — Diskusi dan Studi Kasus Analisa kasus kecelakaan Diskusi faktor penyebab insiden Evaluasi perilaku berkendara Hari Kedua Sesi 5 — Attitude & Behavior Change Pengelolaan emosi saat berkendara Disiplin kecepatan berkendara Menjaga jarak aman Menghindari distraksi saat mengemudi Mengurangi kebiasaan agresif dan overconfidence Sesi 6 — Commentary Drive & Practical Case Simulasi identifikasi bahaya Praktik observasi lingkungan berkendara Commentary drive Evaluasi pengambilan keputusan berkendara Sesi 7 — Komitmen Perilaku Aman Penyusunan rencana perbaikan individu Komitmen budaya berkendara aman Peningkatan pelayanan terhadap customer Dukungan terhadap budaya HSE perusahaan Sesi 8 — Evaluasi Pelatihan Review pembelajaran Evaluasi pemahaman peserta Diskusi tindak lanjut implementasi di lapangan Metode Pelatihan Metode pelatihan dilakukan secara interaktif dan aplikatif melalui: Presentasi materi Diskusi kelompok Studi kasus insiden berkendara Coaching perilaku Commentary drive Sharing pengalaman peserta Evaluasi dan komitmen perubahan perilaku aman Facilitator Team Trainer Value Consult

Business Excellence Through Six Sigma Green Belt

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan  Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Outline Program Lean Six Sigma Management  Mengintegrasikan metode  Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Sasaran Program  Six Sigma Management Memahami pentingnya Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six SIgma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Rundown kegiatan training  Six Sigma Agenda Hari Ke 1 Perkenalan instruktur Penjelasan tujuan dan sasaran pelatihan Six Sigma Fundamental Focus bisnis Belajar dari Motorola Folosofi Six sigma Dampak pemborosan bag perusahaan Cost vs Improvement Cost of Quality Peningkatan melalui efisisnsi Six Sigma Creating Customer Value Value devinition Implementasi menghilankan pemborosan Analisa Value Added Activity The Eight Wastes Mengukur dan mengendalikan COQ Cost of Quality Elemen Pembagian cost of quality Contoh analisa COQ Sumber data COQ Keuntungan penggunaan COQ Six sigma Improvement Define the problem Analysis Value stream Analysis Value stream sudut pandang Value stream tahapan utama Value stream technique Value stream map Process Cycle Efficiency Langkah Analisa Value Stream Analysis Project charter Contoh dan Latihan project charter Six Sigma Improvement Define The Project Charter Project charter Project statement Goal statement Project stakeholders Project Scope Statement Team Ground Rule Elemen Project Charter Information Distribution Communication Management Plan Agenda Hari Ke 2 Review hari  2 Review Training hari 1 Six Sigma Improvement Measure data Coection & Analysis Impac Analysis Analisa Dampak masalah Rencana pengumpulan data Analisa grafik Contoh penggunaan grafik dosesuaikan dengan kegunaan dan fungsi Six Sigma Improvement Measure performance Type data Calculating Process Capability Defects & Opportunities Unit, Opportunity, Defect Examples Performance Measurement Part per Million Sigma Value Process Variation Process Variation Process Capability Index – CP Process Variation –  Cp Tabel Z Distribution Six Sigma Improvement Analyze Potential Causes ANALYZE – Overview Separating the Vital Few from the “Trivial Many” Jebakan Analisa Penyebab Critical to Quality Sipoc vs Process Map CTQ Vs CTP Causes Effect Matrix Pareto Penyebab Masalah Six Sigma Improvement Analize Root cause Analisa akar penyebab Identifikasi akar penyebab Identifikasi masalah dengan Logic Tree Teknik 5 Mengapa Hypothesis Test Kriteria Keputusan Identify Vital Few Xs & Verification Langkah Pengujian Hypothesis Uji hipotesis Regression One sample proportion test Two sample proportion test Agenda Hari Ke 3 Six Sigma Improvement Identify Solution Panduan 1001 Solusi Tools for Improvement Prioritas perbaikan Jidoka Autonomation Toyota Philosophy : Continuous Improvement Evolusi menuju Jidoka ( Autonomation ) 10 Human error Lakukan Pokayoke Pengecekan dengan Visual Control Contoh penerapan Motion Economics ECRS – improvement strategy Contoh ECRS – improvement strategy Six Sigma Improvement Implement Daftar Kemungkinan Solusi Tentukan suatu solusi yang akan di implementasikan Tentukan suatu solusi yang akan di implementasikan Matric Solusi Daftar Solusi Terpilih Menyusun Rencana Perbaikan Value Added Creation Improvement of Vital Fiew X’s Six Sigma Improvement Control project monitoring Benefits of Control & Monitoring Phase Memeriksa Hasil Perbaikan Evaluasi Hasil Perbaikan Contoh : Memeriksa Hasil Perbaikan Project benefit Perhitungan benefit Improve monitoring Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) Severity Rating Scale Occurrence Rating Scale Detection Rating Scale Stadarisasi Stategy penerapan Six Sigma Improvement adalah Proses Strategi Memulai Improvement Pit Stop Meeting Strategy Presentasi Presentasi kepada manajemen Persiapan Presentasi Strategy Presentasi Pemberian penghargaan Persiapan konvensi Formasi konvensi Susunan acara konvensi Pemberian penghargaan METODE Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. STRATEGI PROGRAM Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus  & Praktik Facilitator Surachman. ST.,MT Beliau adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi

Business Excellence Through Six Sigma Yellow Belt

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan  Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Untuk mengimplementasikan Lean Six Sigma di perusahaan, kita harus memiliki sumber daya manusia yang memadai. Salah satunya adalah di level Yellow Belt, yaitu mereka yang memiliki pemahaman dasar tentang konsep serta familiar dengan cara menganalisis dan pemecahan masalah. Orang-orang tersebut akan berpartisipasi sebagai anggota tim proyek yang akan meninjau perbaikan proses yang mendukung proyek. Tim tersebut harus mampu meninjau manual kualitas perusahaan yang sukses dan menentukan standar yang harus diterapkan Tujuan & Manfaat Pelatihan Memahami konsep Lean dan Six Sigma Memahami Lean Thinking dan Lean Techniques Memahami pentingnya mengeliminasi pemborosan melalui Continuous Improvement Mengintegrasikan Lean and Six Sigma di dalam menjalankan improvement Memahami strategi implementasi Lean Six Sigma di Perusahaan AGENDA HARI KE. 1 Lean Six Sigma Overview Organisasi dan Peran dalam Lean Six Sigma Continuous Improvement fundamental Inisiatif Project Lean Six Sigma AGENDA HARI KE. 2  Customer value vs. waste Customer value vs. waste Flow dalam suatu proses menggunakan konsep Lean Strategy Implementasi  Six Sigma Yelow Belt Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. STRATEGI PROGRAM Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus  & Praktik Facilitator Surachman. ST.,MT Beliau adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Sustainable Procurement Strategy

Sustainable Procurement merupakan pendekatan strategis dalam pengadaan barang dan jasa yang tidak hanya mempertimbangkan harga dan kualitas, tetapi juga dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Di tengah meningkatnya tuntutan keberlanjutan, regulasi global, dan standar ESG (Environmental, Social, Governance), organisasi dituntut memastikan bahwa rantai pasoknya etis, transparan, dan bertanggung jawab. Praktik pengadaan yang tidak berkelanjutan dapat menimbulkan risiko hukum, reputasi, gangguan operasional, serta ketidakstabilan rantai pasok. Pelatihan ini dirancang untuk membantu organisasi mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh siklus pengadaan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pemasok. Peserta akan memahami standar internasional seperti ISO 20400, menerapkan analisis biaya siklus hidup, menilai risiko ESG pemasok, serta mengembangkan kebijakan dan strategi pengadaan yang mendukung keberlanjutan. Dengan mengikuti pelatihan ini, organisasi dapat meningkatkan efisiensi jangka panjang, memperkuat reputasi, memitigasi risiko rantai pasok, dan memenuhi tuntutan regulasi serta ekspektasi investor dan konsumen modern. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan prinsip Sustainable Procurement. Mengidentifikasi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam proses pengadaan. Mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kebijakan dan strategi pengadaan. Menerapkan ISO 20400 sebagai panduan pengadaan berkelanjutan. Melakukan evaluasi pemasok berbasis ESG dan risiko keberlanjutan. Menggunakan pendekatan life cycle cost (LCC) dalam pengambilan keputusan. Mengelola risiko rantai pasok dan meningkatkan resiliensi supply chain. Menyusun spesifikasi, kontrak, dan KPI keberlanjutan. Mengatasi konflik kepentingan dan dilema implementasi. Mengembangkan roadmap implementasi sustainable procurement di organisasi. Target Peserta Pelatihan ini direkomendasikan bagi: Manager & Staff Procurement / Purchasing / Supply Chain Manager Logistik & Vendor Management Tim Keuangan & Penganggaran Tim ESG / Sustainability / CSR Legal & Contract Management Auditor Internal & Risk Management HR & Compliance Officer Pejabat pengadaan pemerintah / BUMN Pimpinan unit kerja yang terlibat dalam pengadaan Outline Materi Pelatihan Hari 1 — Fundamental, Framework & Global Trends Pengantar Sustainable Procurement Evolusi pengadaan: dari cost focus → value & sustainability Dampak rantai pasok terhadap lingkungan, sosial & ekonomi Rantai pasok global sebagai penyumbang emisi karbon Tren global: ESG adoption, net-zero commitment, green economy Konsep Dasar & Prinsip Keberlanjutan Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) Sustainable vs conventional procurement Circular economy & responsible consumption Studi praktik terbaik global & konteks Indonesia Urgensi & Manfaa t Strategis Risiko hukum, reputasi & operasional Kepatuhan regulasi global & nasional Tekanan investor & konsumen terhadap praktik ESG Preferensi Gen Z & milenial terhadap produk berkelanjutan Sustainable procurement sebagai keunggulan kompetitif Standar & Kerangka Internasional ISO 20400 sebagai panduan pengadaan berkelanjutan ISO 26000 & tanggung jawab sosial ESG framework & Sustainable Development Goals (SDGs) Corporate Sustainability Reporting & tren transparansi global Isu Inti dalam Sustainable Procurement Tata kelola & transparansi pengadaan Hak asasi manusia & human rights due diligence Praktik ketenagakerjaan & fair labor practices Perlindungan lingkungan & mitigasi perubahan iklim Anti-korupsi & praktik operasi yang adil Supplier diversity & pemberdayaan ekonomi lokal Tantangan Implementasi di Lapangan Dilema keputusan pengadaan berkelanjutan Konflik kepentingan lintas departemen Keterbatasan supplier berkelanjutan Biaya awal vs efisiensi jangka panjang Risiko greenwashing & standar ganda Hari 2 — Implementasi Strategis & Inovasi Praktis Integrasi Keberlanjutan dalam Siklus Pengadaan Risk & opportunity mapping berbasis ESG Penyusunan spesifikasi & TOR berkelanjutan Evaluasi tender berbasis kriteria sustainability Monitoring & audit keberlanjutan pemasok Continuous improvement & circular lifecycle thinking Supplier Sustainability & Risk Assessment ESG due diligence & supplier risk profiling Human rights & ethical sourcing compliance Responsible sourcing & traceability rantai pasok Strategi mitigasi risiko perubahan iklim & gangguan supply chain Life Cycle Costing & Value-Based Procurement Total Cost of Ownership (TCO) Life Cycle Cost Analysis (LCCA) Efisiensi energi & pengurangan limbah Circular procurement & penggunaan material ramah lingkungan Digitalisasi & Inovasi dalam Sustainable Procurement E-procurement untuk transparansi & akuntabilitas Supplier sustainability performance tracking Carbon footprint tracking & green logistics Blockchain & teknologi traceability supply chain Data analytics untuk pengambilan keputusan berkelanjutan Kolaborasi Lintas Fungsi & Perubahan Budaya Organisasi Peran planner, user, finance, legal, HR, IT & audit Integrasi sustainability dalam strategi organisasi Supplier engagement & collaborative innovation Membangun budaya pengadaan berkelanjutan Kebijakan, KPI & Sustainability Reporting Penyusunan kebijakan sustainable procurement Penetapan KPI & indikator ESG procurement Integrasi dengan sustainability report & ESG disclosure Pengukuran dampak & pelaporan transparan Workshop & Studi Kasus Implementasi Simulasi evaluasi pemasok berbasis ESG Penyusunan kriteria tender berkelanjutan Analisis dilema keputusan procurement Penyusunan roadmap implementasi organisasi Identifikasi quick wins & strategi adopsi bertahap Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Lulusan S2 (Pasca Sarjana Magister Management) sekaligus Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan PROCUREMENT/SUPPLY CHAIN Management yang berpengalaman lebih dari 29 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor Multi National Company (MNC) seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas, amusement mesin games dan perusahaan Automation. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export cara pembayarannya, dan PROCUREMENT / SUPPLY CHAIN process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Berpengalaman dalam menghadapi Audit Kepabeanan untuk fasilitas AEO (Authorized Economic Operator), Mitra Kepabeanan, Master List, KITE  (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), dan Kawasan Berikat Beliau pernah tercatat sebagai individual Consultant di Perusahaan Global asal USA, dan sekarang tergabung dalam salah satu Global Consultant Membership yang berpusat di USA  yang memberikan konsultasi kepada para investor dan pelaku bisnis dunia. Beliau berpengalaman memberikan pelatihan kepada peserta dari berbagai perusahaan manufaktur dan jasa, baik in-company maupun public training. Beliau pernah menjadi konsultan dan executive trainer/workshop leader bidang Ekspor Impor, Procurement, Warehouse Inventory, Logistik, Supply Chain, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), HPS (Harga Perkiraan Sendiri), Productivity Improvement  dan lain lain. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll.

Sales and Operations Planning (S&OP)

S&OP adalah suatu proses yang mengintegrasikan dan menyelaraskan aktivitas penjualan, pemasaran, dan operasional untuk menciptakan rencana produksi dan penjualan yang tunggal. Tujuannya SnOP: Menciptakan perencanaan yang seimbang antara memenuhi permintaanpelanggan dan mencapai efisiensi supply chain serta memaksimalkan keuntungan (profitability) perusahaan. Tujuan Pelatihan: Membekali para peserta pelatihan dengan pengertian proses S&OP yang utuh, kepentingan strategisnya, dan juga memberikan keterampilan praktis untuk mengimplementasikan serta memperbaiki proses S&OP di organisasi masing-masing. Pelatihan ini mengkombinasikan presentasi, diskusi interaktif, dan keterlibatan peserta dalam workshop untuk memaksimalkan proses pelatihan. Materi Pelatihan Sesi-1: Pengantar S&OP Definisi dan Tujuan S&OP Manfaat S&OP yang efektif Pemain kunci dan Kolaborasi antar fungsi S&OP vs. Integrated Business Planning (IBP) Sesi-2: Kerangka proses S&OP, 5 proses utama S&OP Pengumpulan Data & Perencanaan Permintaan (Demand Planning) Teknik Peramalan (Kualitatif dan Kuantitatif) Demand sensing vs. shaping Perencanaan Supply & Analisis Kapasitas Menyeimbangkan Permintaan dan Supply Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) Pre-S&OP Meeting (Rekonsiliasi) Mengidentifikasi variasi dan pemecahannya Executive S&OP Meeting Pengambian keputusan dan penyelarasan dengan strategi bisnis Pelaksanaan dan pemantauan KPIs (Forecast Accuracy, OTIF, Inventory Level/Turns) Sesi-3: Perangkat Penting dalam S&OP Peran teknologi salam S&OP (ERP, Advanced Planning Systems) Pentingnya akurasi data dan integrasi Budaya perusahaan dan peran manajemen puncak Sesi-4. Tantangan dan Contoh Aplikasi S&OP Silo-silo dalam organisasi vs kolaborasi Menghadapai ketidak-pastian (Permintaan yang tidak jelas, supply yang terganggu) Aplikasi S&OP yang berhasil Sesi-5. Workshop: Simulasi siklus S&OP Objective : Belajar dalam skenario siklus S&OP Format : Para peserta dibagi dalam kelompok: Demand Planners, Supply Planners, Finance, dan Eksekutif Menghadapi skenario pasar tertentu (peluncuran produk, disrupsi pasar, perubahan peraturan pemerintah) Setiap kelompok bekerja sesuai proses dan alur lalu mempresentasikan rekomendasi. Sesi-6: Kesimpulan dan Q&A Facilitator Ary Goenadhi adalah seorang profesional di bidang Supply Chain & Operation Management dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai perusahaan multinasional dan nasional, termasuk PT Goodyear Indonesia, PT Amerta Indah Otsuka, dan PT Kohler Indonesia. Ia telah menduduki berbagai posisi strategis seperti Supply Chain Manager, Senior Operation Manager, dan Technical Group Procurement Manager, serta memiliki keahlian mendalam dalam manajemen logistik, distribusi, pengadaan, PPIC, layanan pelanggan, dan implementasi sistem SAP. Selain itu, Ary juga terlibat dalam berbagai proyek besar seperti ASEAN Supply Chain Integration, relokasi pabrik ban, dan pengembangan sistem e-Procurement. Saat ini Ary aktif sebagai konsultan independen dan anggota dewan penasihat di GLG, memberikan layanan konsultasi teknis dan bisnis secara profesional. Latar belakang pendidikannya di bidang Teknik Industri dari Institut Teknologi Nasional serta berbagai pelatihan berskala internasional di Jepang, Singapura, dan AS memperkuat kompetensinya dalam lean management, Six Sigma, dan supply chain excellence. Ary dikenal sebagai pemimpin yang adaptif, analitis, dan berpengalaman dalam membangun proses bisnis yang efisien dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.

Fleet Management Transportation And Distribution

Pendahuluan Apa saja yang termasuk dalam manajemen armada/fleet? Manajemen armada meliputi manajemen kendaraan bermotor komersial, kendaraan pribadi untuk keperluan kerja, mesin pesawat terbang, kapal, kereta api, dll. Manajemen armada dan transportasi mencakup banyak fungsi, termasuk keuangan dan pemeliharaan kendaraan, pelacakan dan penelusuran kendaraan, manajemen pengemudi serta manajemen bahan bakar dan kesehatan serta keselamatan. Transportasi merupakan proses penting dari dari rantai pasokan dan memastikan bahan mentah mencapai lokasi produksi dan produk jadi mencapai pelanggan tepat waktu.  Pelatihan manajemen armada dan transportasi ini akan membekali Anda dengan pemahaman yang lengkap tentang manajemen armada dan transportasi. Pelatihan ini tidak hanya akan mengelola armada dan transportasi dengan baik, tetapi juga memperkenalkan peningkatan produktiftas yang positif. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberdayakan para profesional dengan pengetahuan dan pemahaman lengkap tentang manajemen armada dan transportasi, pengetahuan dan pengalaman dalam mengaudit proses yang ada di organisasi dan melakukan peningkatan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan, tentang manajemen armada dan transportasi yang efektif, pengetahuan dan pemahaman yang diperlukan untuk melacak dan meningkatkan produktivitas bengkel, keterampilan dan pengetahuan untuk memastikan keselamatan karyawan untuk manajemen armada dan transportasi Siapa yang Harus Hadir? Manajemen puncak suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan penting terkait manajemen armada dan transportasi Pemasok dan pemangku kepentingan eksternal lainnya yang terlibat dalam manajemen armada dan transportasi Manajer dan pengawas armada dan transportasi yang bertanggung jawab untuk mengawasi keseluruhan operasi Manajer pemeliharaan yang bertanggung jawab atas pemeliharaan kendaraan untuk transportasi yang efektif Manajer keselamatan dan inspektur kualitas bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan kepatuhan terhadap standar Staf yang melakukan operasi dalam manajemen armada dan transportasi Profesional lain yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang manajemen armada dan transportasi Outline Training Manajemen logistik dan transportasi arus barang, prinsip-prinsip dasar dalam logistik dan transportasi barang. Mengelola kegiatan logistik dan transportasi arus barang, panduan untuk mengatur aktivitas logistik agar efisien. Menyusun laporan kinerja transportasi, metode penyusunan laporan kinerja untuk monitoring transportasi. Perencanaan moda transportasi, pemilihan moda transportasi, penjadwalan transportasi, Penyiapan pengangkutan barang, fleet and driver management, teknologi informasi dalam transportasi, pengelolaan biaya transportasi Mengelola program pengurangan biaya (cost reduction program), teknik dalam pengurangan biaya operasional transportasi. Peran manajer sebagai pemimpin operasional, tugas manajer dalam memimpin operasi logistik dan transportasi. Pengelolaan operator transportasi dan pekerja lapangan, mengatur operator alat transportasi dan pekerja lapangan. Pelatihan kepemimpinan untuk manajer logistik, program pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan efektivitas manajer. Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Process Mapping and Reengineering

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami dan menerapkan process mapping sebagai langkah awal untuk mendeteksi inefisiensi, penyimpangan proses, dan peluang otomatisasi. Peserta akan belajar cara menyusun flowchart, swimlane, SIPOC, dan value stream mapping secara sistematis, serta best practice seperti menetapkan scope jelas, menyederhanakan detail, dan memastikan data akurat serta kolaborasi tim. Setelah pemetaan, peserta akan dibimbing melalui metode Business Process Reengineering (BPR) untuk meredefinisi proses—mulai dari perencanaan, diagnosing, redrawing, hingga implementasi dan sustaining change. Modul ini mencakup elemen utama seperti stakeholder analysis, change management, teknologi & otomasi modern (RPA, BPA), serta simulasi dan pengukuran hasil dengan alat analytics & KPI . Sasaran Pelatihan Peserta diharapkan mampu: Membuat visualisasi proses dengan teknik mapping yang sesuai. Menganalisis dan mendeteksi akar masalah serta potensi perbaikan. Merancang ulang proses secara efektif menggunakan pendekatan BPR. Mengintegrasikan teknologi modern ke dalam proses reengineering. Menyusun rencana implementasi dan evaluasi berkelanjutan. Target Peserta Business & Process Analysts Operations/Service Delivery Managers Quality Assurance dan Continuous Improvement professionals Project Managers dan Change Agents IT & Automation Leads Outline Materi Hari 1 – Process Mapping Essentials Introduction to Process Mapping Fungsi mapping & manfaatnya dalam perbaikan proses. Mapping Types & Standards Flowchart, Swimlane, SIPOC, Value Stream, Data Flow; simbol & konvensi umum. Best Practices in Mapping Definisi scope, kolaborasi, penyederhanaan detail, validasi data. Hands-On Workshop: Create Your Map Simulasi mapping proses nyata (customer service, invoice, dll.) menggunakan Mural/Excel. Analyzing Process Maps Identifikasi bottleneck, redundansi, waste; use Pareto & spaghetti mapping. Hari 2 – Reengineering & Automation Business Process Reengineering (BPR) Framework Drivers for BPR, critical success factors, stakeholder & readiness checklist. 3-Phase BPR Approach Planning – Diagnose – Redesign – Implement – Sustain. BPR Tools & Techniques SWOT, benchmarking, simulation, risk analysis, change management. Technology Enablers RPA/BPA, process mining, AI/ProcessGPT; integrasi digital dan automasi . Final Simulation & Action Planning Redesign process based on mapping, simulasi digital, evaluasi KPI, dan presentasi rencana perubahan. Metodologi Pelatihan Interaktif: teori, studi kasus, hands-on workshop Tools: Mural, Excel, process mining demo Pendekatan end-to-end: dari proses saat ini → reengineering → automasi → evaluasi Fokus teknologi: integrasi digital & AI untuk Business Process Management Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

Operations Budgeting and Cost Management

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun anggaran operasional secara strategis dan mengelola biaya secara efisien untuk mendukung keberlanjutan dan profitabilitas perusahaan. Di tengah tekanan global seperti inflasi biaya, volatilitas pasokan, dan tuntutan efisiensi dari stakeholder, profesional operasional perlu menguasai pendekatan budgeting modern seperti Zero-Based Budgeting (ZBB), Activity-Based Costing (ABC), dan rolling forecast. Pelatihan juga membahas bagaimana menyelaraskan rencana operasional dengan perencanaan keuangan secara real-time dan berbasis kinerja. Dilengkapi dengan studi kasus industri terkini serta penggunaan alat bantu digital (Excel modeling, ERP budgeting modules, dan Power BI untuk cost tracking), peserta akan dibekali dengan keterampilan praktis dalam melakukan analisis biaya, mengidentifikasi inefisiensi, menyusun baseline operasional, dan membangun skenario anggaran. Pendekatan hands-on ini akan memungkinkan peserta untuk mengendalikan biaya tanpa mengorbankan kualitas operasional dan pertumbuhan bisnis. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Menyusun anggaran operasional berdasarkan target kinerja dan efisiensi biaya. Menggunakan pendekatan Zero-Based Budgeting dan Activity-Based Costing. Menganalisis struktur biaya dan mengidentifikasi peluang penghematan. Mengelola perubahan biaya melalui forecast dinamis dan monitoring KPI. Mengintegrasikan budgeting dengan sistem ERP dan dashboard digital. Target Peserta Operational/Production Managers Finance & Budgeting Officers Cost Controllers & Business Analysts Project Managers Supply Chain & Procurement Professionals Outline Materi Hari 1 – Fundamentals & Strategic Budgeting Peran Budgeting dalam Manajemen Operasional Modern Tujuan, tantangan, dan keselarasan dengan strategi bisnis Jenis-Jenis Anggaran Operasional Fixed vs Flexible Budget, Rolling Forecast, ZBB (Zero-Based Budgeting), Incremental Budgeting Membangun Struktur Budget yang Efektif Pengelompokan biaya: direct/indirect, variable/fixed, controllable/uncontrollable Activity-Based Costing (ABC) dalam Operasi Identifikasi cost driver dan pembebanan biaya secara adil Workshop: Menyusun Rencana Budget Operasional Unit Kerja Hari 2 – Cost Control, Forecasting, and Monitoring Cost Control & Variance Analysis Teknik monitoring realisasi vs anggaran, investigasi penyimpangan, dan corrective actions Forecast Dinamis & Data-Driven Planning Menggunakan rolling forecast dan skenario (best-worst-case) dalam lingkungan VUCA KPI-Based Budgeting & Operational Efficiency Menghubungkan kinerja operasional dengan alokasi anggaran secara kuantitatif Integrasi Budget ke Sistem ERP / Digital Dashboard Studi kasus penggunaan SAP, Oracle, dan Power BI untuk control & reporting Simulasi & Rencana Aksi Simulasi penyusunan anggaran tahunan + strategi efisiensi biaya riil Metodologi Pelatihan Presentasi interaktif dan diskusi Studi kasus industri (manufaktur, logistik, layanan publik) Latihan Excel untuk budgeting & forecasting Simulasi perencanaan biaya dan pemodelan anggaran Penggunaan template ERP dan dashboard KPI Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

Operational Efficiency through Automation

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk memandu peserta dalam menerapkan strategi automasi proses bisnis—mulai dari RPA (Robotic Process Automation), Process Mining, hingga implementasi AI dan Cognitive Automation—untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kesalahan manual demi pencapaian operational excellence. Peserta akan memahami bagaimana memilih proses yang paling siap untuk diotomasi, menerapkan teknologi yang tepat, dan mengukur dampak signifikan pada produktivitas dan biaya. Disajikan dalam bentuk kombinasi teori, studi kasus, serta hands-on workshop, pelatihan ini memanfaatkan pendekatan modern seperti hyperautomation, AI-driven decision support, dan cloud-based collaboration, yang selaras dengan tren efisiensi operasional terkini tahun 2025 . Peserta akan dibekali tools untuk menerapkan automasi secara end-to-end di unit usaha. Sasaran Pelatihan Setelah pelatihan ini, peserta akan dapat: Mengidentifikasi dan memilih proses untuk diotomasi berdasarkan nilai dan kompleksitas. Memahami teknologi RPA, Process Mining, Cognitive AI, dan platform kolaborasi cloud. Menerapkan framework hyperautomation untuk mengoptimalkan efisiensi dan kualitas. Merancang dan mengukur KPI operasional pasca automasi. Memahami aspek keamanan data dan compliance dalam otomasi operasi. Target Peserta Operations & Process Managers Business Analysts & Continuous Improvement Specialists IT Project Leads & Automation Champions Finance / HR staf dengan tanggung jawab operasional Quality Assurance dan Internal Audit professionals Outline Materi  Hari 1 – Fondasi & Teknologi Automasi Operational Excellence & Hyperautomation Trends Konsep operational excellence; tren RPA, AI, process mining, digital twins Identifikasi Proses Otomasi Kriteria: repetitif, aturan tetap, berisiko kesalahan Teknik Value Stream Mapping & Process Mining Teknologi Automasi: RPA & Cognitive Automation Perbandingan RPA tradisional vs intelligent automation & cognitive AI Implementasi RPA & Pilot Project Tools populer; studi kasus implementasi Workshop: buat bot dasar untuk invoicing/data entry Cloud Platforms & Collaboration Tools Pemanfaatan automation tools berbasis cloud (S-Docs, google labs) dalam koordinasi tim global Hari 2 – Analitik, Keamanan & Manajemen Perubahan Process Mining dan Monitoring Teknik discovery, conformance, enhancement Analisa bottleneck & implementasi corrective actions Analytics & AI-driven Decision Support Dashboard KPI otomatis, machine learning untuk keputusan operational real-time Data Security & Compliance dalam Automasi Privasi data, audit trails, enkripsi otomatis dari tools modern Change Management & Skill Development Strategi pelibatan tim, training soft skill (kolaborasi, adaptasi) Action Plan & Future Roadmap Rencana pilot, ROI estimasi, role assignment Evaluasi program dan sustainability otomatisasi Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

Lean Six Sigma in Service Industry

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang khusus untuk sektor layanan seperti perbankan, kesehatan, pendidikan, dan hospitality, dengan fokus menghilangkan pemborosan dan meningkatkan kualitas layanan melalui metode Lean Six Sigma berbasis DMAIC. Peserta akan memahami cara mengidentifikasi dan mengatasi masalah operasional, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui teknik yang sudah terbukti dari industri jasa. Melalui studi kasus nyata, simulasi data, dan penggunaan alat statistik (5 Whys, SIPOC, value-stream mapping), peserta akan dilatih menerapkan proses continuous improvement dalam lingkungan layanan. Pelatihan ini juga mencakup teknologi modern seperti AR untuk visualisasi perbaikan proses dan penggunaan platform digital untuk dashboard monitoring proses. Sasaran Pelatihan Setelah pelatihan, peserta akan mampu: Menguasai metodologi DMAIC untuk perbaikan proses dalam layanan. Menggunakan alat Lean (5 Whys, 5S, value-stream mapping) dan Six Sigma (statistik dasar, control charts). Menerapkan teknik pengukuran kinerja layanan dan analisis data. Merancang solusi berkelanjutan untuk proses layanan. Menghasilkan roadmap proyek perbaikan operasional di industri jasa. Target Peserta Staf & manajer operasional di sektor layanan (bank, rumah sakit, hospitality, dll.) Quality & Process Improvement Professionals Tim customer service dan service delivery Auditor internal & business analysts Project leaders yang ingin meningkatkan efektivitas tim Outline Materi Hari 1 – Understanding Lean Six Sigma & Define–Measure Overview Lean Six Sigma for Services Prinsip Lean dan Six Sigma serta relevansi di sektor layanan DMAIC Phase 1: Define Identifikasi masalah utama via SIPOC, VOC, CTQs. DMAIC Phase 2: Measure Teknik pengumpulan data, indikator KPI & baseline measurement. Visualisasi proses menggunakan Value Stream Mapping. Lean Tools in Service 5 Whys, 5S dan eliminasi waste dalam layanan Studi Kasus & Latihan Contoh nyata: antrian bank, penjadwalan rumah sakit, layanan online. Hari 2 – Analyze–Improve–Control & Advanced Tools DMAIC Phase 3: Analyze Pengenalan statistik dasar: histogram & pareto, peta kontrol. Identifikasi akar penyebab dan pain points. DMAIC Phase 4: Improve Ideasi solusi, desain eksperimen sederhana (DOE). Simulasi perbaikan proses layanan. DMAIC Phase 5: Control Implementasi kontrol: standardisasi, SOP, dashboard monitoring digital. Advanced Enhancements AR untuk visualisasi perbaikan proses Integrasi digital: real-time dashboard & reporting tools. Action Planning & Certification Roadmap Rencana pilot project di organisasi. Persiapan sertifikasi (Yellow/Green Belt) & langkah selanjutnya. Metodologi Pelatihan Interaktif: studi kasus & simulasi langsung Workshop berkelanjutan: membangun sample proyek Alat digital: Excel templates & dashboard Diskusi grup & coaching untuk rencana implementasi nyata Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

KPI Driven Process Optimization

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengoptimalkan proses bisnis melalui pendekatan data-driven menggunakan Key Performance Indicators (KPIs). Peserta akan belajar bagaimana memilih, mengukur, dan menggunakan KPI untuk identifikasi inefisiensi, menentukan titik pemotongan pemborosan, dan menetapkan benchmark kinerja yang selaras dengan tujuan strategis organisasi. Melalui studi kasus nyata dan workshop interaktif, pelatihan mencakup teknologi terkini seperti real-time analytics, process mining, dan penggunaan visualisasi dashboard. Selain teori, peserta akan langsung merancang dan menerapkan sistem pemantauan KPI secara berkelanjutan, sehingga mampu mendorong continuous improvement dan menciptakan budaya peningkatan kinerja yang adaptif terhadap perubahan di 2025 dan seterusnya Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Mendefinisikan dan memilih KPI yang tepat sesuai tujuan organisasi. Mengumpulkan dan menganalisis data KPI secara akurat dan real-time. Menggunakan KPI untuk menemukan peluang peningkatan proses. Merancang dan mengembangkan dashboard pemantauan KPI. Memimpin inisiatif continuous improvement berdasarkan hasil KPI. Target Peserta Process & Operations Managers Business & Data Analysts Continuous Improvement / QA Professionals Project Managers / PMO IT & BI Specialists yang menyokong dashboard/analitik Outline Materi Hari 1 – KPI Fundamentals & Data Collection Introduction to KPI?Driven Optimization Fungsi KPI dalam strategi dan operasional Selecting and Defining KPIs Jenis KPI (finansial, operasional, customer-centric) & SMART targets Baseline Measurement & Data Quality Teknik pengumpulan data; verifikasi dan validitas data Real-Time Analytics & Process Mining Tools dan metode real-time monitoring & event log analysis Workshop Praktis: KPI Setup & Dashboards Pembuatan KPI dashboard langsung menggunakan Excel atau BI tools Hari 2 – Optimization & Continuous Improvement Data?Driven Root Cause Analysis Teknik Pareto, control charts, dan analytics untuk identifikasi penyebab utama Process Improvement Tools Lean 5S, VSM, constraint theory; alignment dengan KPI pengurangan waste Optimization Implementation & Tracking Rancang eksperimen/process redesign dan pemantauan via dashboard real-time Embedding Continuous Improvement Culture Governance, change management, dan feedback loops untuk sustain performance Final Simulation & Action Plan Simulasi end-to-end: KPI-sumber data-tindakan perbaikan Rencana pelaksanaan KPI & optimasi di lingkungan peserta Metode Pelatihan Pendekatan interaktif: teori + studi kasus + workshop Simulasi tools: Excel/BI & process mining demo Kolaborasi kelompok & sharing best-practice real-world Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

Facility Management for Large Assets

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola fasilitas dan aset besar secara profesional, efisien, dan berbasis teknologi. Dalam konteks manajemen properti skala besar seperti gedung perkantoran, kawasan industri, rumah sakit, fasilitas publik, maupun aset infrastruktur, facility management modern harus mencakup perencanaan strategis, pemeliharaan preventif, pengelolaan energi, kepatuhan K3L, serta integrasi teknologi seperti CMMS (Computerized Maintenance Management System) dan IoT. Pelatihan juga akan membahas bagaimana membangun sistem monitoring berbasis KPI untuk efektivitas operasional dan keberlanjutan. Materi diperbarui dengan tren 2025 seperti green building management, predictive maintenance berbasis AI, automasi sistem bangunan (BAS), dan smart asset lifecycle management. Disertai studi kasus dan praktik penyusunan rencana manajemen fasilitas, pelatihan ini akan memperkuat kapabilitas peserta dalam menjaga kinerja aset secara optimal, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna fasilitas. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Merancang strategi pengelolaan fasilitas besar secara efisien dan terstruktur. Mengimplementasikan sistem pemeliharaan berbasis kondisi dan data (predictive). Menerapkan teknologi terkini dalam manajemen fasilitas (CMMS, IoT, BAS). Memahami kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, lingkungan, dan kesehatan kerja. Membangun KPI dan sistem monitoring untuk kinerja aset dan efisiensi energi. Target Peserta Facility Manager / General Affairs Manager Building/Property Manager Engineering & Maintenance Manager Operation & Asset Manager Tim Procurement, K3L, dan Project Engineering Outline Materi Hari 1 – Dasar dan Strategi Facility Management Konsep & Peran Facility Management Modern Evolusi FM: dari reaktif ke strategis, peran dalam bisnis dan layanan Manajemen Aset Fisik Skala Besar Klasifikasi aset, criticality assessment, dan siklus hidup aset (asset lifecycle) Strategi Pemeliharaan: Preventif, Korektif, dan Predictive CMMS, sensor IoT, dan pendekatan risk-based maintenance Manajemen Energi & Keberlanjutan Fasilitas Audit energi, sistem HVAC efisien, green building & ISO 50001 Workshop: Penyusunan Master Plan Pemeliharaan Fasilitas Hari 2 – Teknologi, Kepatuhan, dan Evaluasi Kinerja Teknologi Smart Facility Management BAS (Building Automation System), digital twin, integrated dashboard Kepatuhan terhadap K3L dan Regulasi Teknis Fire safety system, inspeksi berkala, pengelolaan limbah dan bahan berbahaya Manajemen Vendor & Outsourcing Layanan Fasilitas SLA, KPI vendor, tendering, dan audit penyedia layanan Monitoring Kinerja Fasilitas & Cost Efficiency Pengukuran KPI: downtime, response time, biaya/asset, user satisfaction Simulasi: Evaluasi & Perencanaan Ulang Strategi FM untuk Aset Nyata Metodologi Pelatihan Presentasi interaktif Studi kasus fasilitas besar (mall, rumah sakit, kawasan industri, bandara) Diskusi kelompok dan benchmarking Simulasi pemeliharaan & dashboard KPI Template: checklist audit fasilitas, rencana kerja pemeliharaan, format evaluasi vendor Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System