Business Excellence Through Six Sigma Green Belt
Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Outline Program Lean Six Sigma Management Mengintegrasikan metode Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Sasaran Program Six Sigma Management Memahami pentingnya Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six SIgma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Rundown kegiatan training Six Sigma Agenda Hari Ke 1 Perkenalan instruktur Penjelasan tujuan dan sasaran pelatihan Six Sigma Fundamental Focus bisnis Belajar dari Motorola Folosofi Six sigma Dampak pemborosan bag perusahaan Cost vs Improvement Cost of Quality Peningkatan melalui efisisnsi Six Sigma Creating Customer Value Value devinition Implementasi menghilankan pemborosan Analisa Value Added Activity The Eight Wastes Mengukur dan mengendalikan COQ Cost of Quality Elemen Pembagian cost of quality Contoh analisa COQ Sumber data COQ Keuntungan penggunaan COQ Six sigma Improvement Define the problem Analysis Value stream Analysis Value stream sudut pandang Value stream tahapan utama Value stream technique Value stream map Process Cycle Efficiency Langkah Analisa Value Stream Analysis Project charter Contoh dan Latihan project charter Six Sigma Improvement Define The Project Charter Project charter Project statement Goal statement Project stakeholders Project Scope Statement Team Ground Rule Elemen Project Charter Information Distribution Communication Management Plan Agenda Hari Ke 2 Review hari 2 Review Training hari 1 Six Sigma Improvement Measure data Coection & Analysis Impac Analysis Analisa Dampak masalah Rencana pengumpulan data Analisa grafik Contoh penggunaan grafik dosesuaikan dengan kegunaan dan fungsi Six Sigma Improvement Measure performance Type data Calculating Process Capability Defects & Opportunities Unit, Opportunity, Defect Examples Performance Measurement Part per Million Sigma Value Process Variation Process Variation Process Capability Index – CP Process Variation – Cp Tabel Z Distribution Six Sigma Improvement Analyze Potential Causes ANALYZE – Overview Separating the Vital Few from the “Trivial Many” Jebakan Analisa Penyebab Critical to Quality Sipoc vs Process Map CTQ Vs CTP Causes Effect Matrix Pareto Penyebab Masalah Six Sigma Improvement Analize Root cause Analisa akar penyebab Identifikasi akar penyebab Identifikasi masalah dengan Logic Tree Teknik 5 Mengapa Hypothesis Test Kriteria Keputusan Identify Vital Few Xs & Verification Langkah Pengujian Hypothesis Uji hipotesis Regression One sample proportion test Two sample proportion test Agenda Hari Ke 3 Six Sigma Improvement Identify Solution Panduan 1001 Solusi Tools for Improvement Prioritas perbaikan Jidoka Autonomation Toyota Philosophy : Continuous Improvement Evolusi menuju Jidoka ( Autonomation ) 10 Human error Lakukan Pokayoke Pengecekan dengan Visual Control Contoh penerapan Motion Economics ECRS – improvement strategy Contoh ECRS – improvement strategy Six Sigma Improvement Implement Daftar Kemungkinan Solusi Tentukan suatu solusi yang akan di implementasikan Tentukan suatu solusi yang akan di implementasikan Matric Solusi Daftar Solusi Terpilih Menyusun Rencana Perbaikan Value Added Creation Improvement of Vital Fiew X’s Six Sigma Improvement Control project monitoring Benefits of Control & Monitoring Phase Memeriksa Hasil Perbaikan Evaluasi Hasil Perbaikan Contoh : Memeriksa Hasil Perbaikan Project benefit Perhitungan benefit Improve monitoring Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) Severity Rating Scale Occurrence Rating Scale Detection Rating Scale Stadarisasi Stategy penerapan Six Sigma Improvement adalah Proses Strategi Memulai Improvement Pit Stop Meeting Strategy Presentasi Presentasi kepada manajemen Persiapan Presentasi Strategy Presentasi Pemberian penghargaan Persiapan konvensi Formasi konvensi Susunan acara konvensi Pemberian penghargaan METODE Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. STRATEGI PROGRAM Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus & Praktik Facilitator Surachman. ST.,MT Beliau adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi