Pernah menemukan proses kerja yang terlalu panjang, terlalu banyak approval, pekerjaan yang sama dilakukan berulang kali, atau SOP yang sudah tidak sesuai dengan praktik di lapangan?
Business Process Improvement biasanya membutuhkan waktu untuk memahami proses, mencari titik masalah, membandingkan alternatif, sampai menyusun perubahan proses dan dokumentasi prosedur.
Dengan AI, sebagian pekerjaan tersebut dapat dilakukan lebih cepat.
Dalam training ini, peserta akan belajar menggunakan AI untuk membantu menganalisis proses kerja, menemukan titik yang perlu diperbaiki, menyederhanakan alur kerja / workflow, memperbaiki SOP, dan menghitung potensi productivity improvement.
Pendekatannya bukan sekadar belajar menggunakan AI tools. Peserta akan langsung menggunakan contoh proses kerja untuk menghasilkan improvement yang konkret.
Di akhir training, peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi membawa pulang minimal 1 proses yang sudah dianalisis, minimal 3 improvement opportunities, 1 improved workflow, dan draft improvement SOP/process documentation yang dapat dikembangkan lebih lanjut di tempat kerja.
Tujuan Pelatihan (Learning Objectives)
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
- Mengenali bagian dari proses kerja yang masih terlalu panjang, banyak pekerjaan manual, berulang, atau menimbulkan bottleneck.
- Memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis proses dan menemukan area yang dapat diperbaiki.
- Menyusun workflow yang lebih sederhana dan efektif dengan membandingkan kondisi proses saat ini dengan proses yang diusulkan.
- Memanfaatkan AI untuk memperbaiki SOP agar lebih sesuai dengan proses alur kerja yang dijalankan.
- Menghasilkan minimal 1 usulan improvement proses yang dilengkapi dengan improved workflow, perbaikan SOP, dan estimasi potensi time saving atau productivity improvement.
Sasaran Kompetensi
- Pengetahuan (Knowledge):
- Memahami cara melihat “di mana proses kita bermasalah dan apa yang bisa diperbaiki” dengan bantuan AI.
- Memahami cara menggunakan AI untuk mempercepat process analysis, workflow improvement, SOP review, dan productivity improvement.
- Memahami bagaimana perubahan pada workflow dapat berdampak pada waktu kerja, aktivitas manual, dan produktivitas tim.
- Keterampilan (Skills)
- Menganalisis proses kerja aktual dan menemukan bottleneck, pekerjaan berulang, aktivitas manual, serta tahapan yang dapat disederhanakan.
- Menggunakan AI untuk mengubah hasil analisis menjadi usulan workflow yang lebih sederhana dan efektif.
- Menggunakan AI untuk mereview dan memperbaiki SOP agar sesuai dengan proses yang dijalankan.
- Menghitung atau mengestimasi potensi time saving dan productivity improvement dari perubahan proses.
- Sikap Kerja (Attitude)
- Terbiasa melihat pekerjaan sehari-hari dengan pertanyaan sederhana: “Bagian mana yang sebenarnya bisa dibuat lebih mudah?”
- Mau mencoba cara kerja baru dengan memanfaatkan AI, namun tetap memastikan hasilnya sesuai dengan kondisi proses yang sebenarnya.
- Fokus pada improvement yang bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi pekerjaan, bukan sekadar menghasilkan output dari AI.
- Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background.
- Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar).
Target Peserta
- Manager & Supervisor yang bertanggung jawab terhadap improvement dan performance business process.
- Staff / Officer yang terlibat dalam data analysis, problem solving, corrective action, atau continuous improvement.
- Project Team yang menggunakan data dan problem solving dalam menjalankan improvement project.
- Process Improvement / Business Process
- Quality Assurance / Quality Control
- Operations / Operational & Service Excellence
- Professional yang sehari-hari menangani proses kerja dan ingin menggunakan AI untuk menganalisis, menyederhanakan, dan meningkatkan efektivitas proses.
Outline Training
Hari Pertama: ANALYZE & IMPROVE YOUR PROCESS WITH AI
- Modul 1: Finding Improvement Opportunities
- Modul 2: AI-Assisted Process Analysis
- Modul 3: Workflow Optimization with AI
- Praktik Individu & Diskusi:
- Peserta memilih 1 proses kerja yang benar-benar mereka kerjakan dan mengidentifikasi bagian proses yang paling membutuhkan improvement.
- Peserta menggunakan AI tools untuk menganalisis proses tersebut dan menemukan bottleneck, pekerjaan berulang, aktivitas manual, atau tahapan yang tidak perlu.
- Peserta menyusun minimal 3 improvement opportunities dari hasil analisis.
- Workshop:
- Peserta mengembangkan beberapa alternatif perbaikan berdasarkan improvement opportunities yang telah ditemukan.
- Membandingkan Current Workflow vs. Improved Workflow.
- Memilih dan menyempurnakan 1 improved workflow yang paling sesuai dengan kondisi proses.
Hari Kedua: TURN PROCESS IMPROVEMENT INTO BETTER SOP & PRODUCTIVITY
- Modul 4: AI for SOP Improvement
- Modul 5: Measuring Productivity Improvement
- Modul 6: Turning Improvement into Action
- Praktik Individu:
- Melanjutkan proses yang telah dianalisis pada Hari Pertama untuk menyempurnakan improved workflow, SOP, dan potential productivity improvement.
- Menggunakan AI untuk membantu mereview, memperbaiki, dan memvalidasi hasil improvement.
- o Final Workshop:
- Menyelesaikan 1 mini Process Improvement Project secara end-to-end, mulai dari: current process, problem & bottleneck, improvement opportunities, improved workflow, SOP improvement, potential productivity improvement.
Metode Pelatihan:
- Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning,
- Presentasi Interaktif
- Praktik Individu
- Diskusi Kelompok
- Studi Kasus
- Simulasi / Workshop
- Sharing Best Practice
- Tanya Jawab
- Evaluasi Pembelajaran
Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh proses kerja, workflow, atau SOP yang biasa mereka tangani agar latihan dapat langsung dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan.
Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan.
Facilitator
Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC
Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur.
Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving.
Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta.
Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Padjadjaran. Dengan kombinasi pengalaman praktis, improvement, data analysis, AI & automation, serta pengalaman sebagai trainer, Nina membantu organisasi membangun budaya Continuous Improvement, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, serta memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan.
