Developing and Optimizing Product Design Blueprint

Objective

Proses desain suatu produk dimulai dari proses pembentukan konsep / blueprint yang biasa disebut sebagai “Conceptual Design”. Dalam fasa blueprint ini pembentukan konsep dimulai dari perumusan beberapa alternatif konsep sampai dengan penentuan konsep product design yang terbaik. Conceptual design merupakan suatu proses yang membutuhkan kreativitas yang tinggi dan juga komunikasi / koordinasi lintas fungsi organisasi.

Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai metode dan langkah-langkah yang efektif dalam merumuskan beberapa alternatif konsep desain sampai dengan penentuan konsep desain yang terbaik sehingga setelah produk tersebut direalisasikan dapat memiliki nilai (value) yang tinggi.

  • Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait.
  • Engineering, Product Development, Research & Development (R&D), Designer
  • Identifikasi kebutuhan konsumen (Identification of customer needs).
  • Mendefinisikan design & product requirements dengan menggunakan tools : Quality Function Deployment (QFD) dan Product Design Specification (PDS).
  • Mengumpulkan informasi (Gathering information) melalui : Internet, Patents, Trade, Literature.
  • Concept generation and evaluation dengan menggunakan tools : Creativity Tools, Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ), Functional Decomposition, Morphological Chart, Pugh’s Concept Selection Method, Decision Tree.
  • Design review untuk meyakinkan bahwa produk tersebut dapat direalisasikan dan memiliki economic value yang tinggi.

Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goodsoil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of BusinessUSA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Close Menu
WhatsApp chat