Sudah menggunakan Lean Six Sigma untuk improvement, tetapi masih membutuhkan banyak waktu untuk mengolah data, mencari pola, melakukan analisis, dan menyusun alternatif perbaikan?
Atau sudah memahami tools Lean Six Sigma, tetapi ingin mengetahui bagaimana AI dapat membantu membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan praktis?
Gunakan ide perbaikan berkelanjutan dengan menggabungkan Lean Six Sigma dan AI tools.
Dalam training ini, peserta akan mempraktekkan penggunaan AI sebagai work assistant untuk membantu penerapan Lean Six Sigma, mulai dari data analysis, root cause analysis, improvement, hingga continuous improvement.
Di akhir training, peserta akan mencoba bagaimana AI membantu mempercepat pekerjaan improvement yang biasanya memakan waktu—mulai dari mengolah data, memilih tools yang sesuai, menganalisis masalah, membandingkan alternatif solusi, hingga menentukan improvement yang paling layak dilakukan, dan menyusun 1 mini improvement case yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam pekerjaan mereka.
Tujuan Pelatihan (Learning Objectives)
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi pekerjaan Lean Six Sigma yang dapat dipercepat dengan bantuan AI, terutama dalam data analysis, problem solving, dan continuous improvement.
- Menggunakan AI untuk mengolah dan mengeksplorasi data, menemukan pola, serta membantu menghasilkan insight untuk analisis Lean Six Sigma.
- Memanfaatkan AI untuk membantu mempercepat proses analysis dan improvement dalam penerapan Lean Six Sigma.
- Menggunakan AI untuk membantu mengembangkan, membandingkan, dan mengevaluasi alternatif improvement berdasarkan data dan hasil analisis.
- Mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan Lean Six Sigma dan continuous improvement tanpa mengabaikan methodology, data, dan human judgment.
Sasaran Kompetensi
- o Pengetahuan (Knowledge):
- Memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan dalam Lean Six Sigma, terutama data analysis, problem solving, improvement, dan continuous improvement.
- Memahami berbagai kemungkinan penggunaan AI untuk mengolah data, menemukan pola, memperdalam analisis masalah, dan mengevaluasi improvement.
- Memahami kapan menggunakan Lean Six Sigma tools tertentu sesuai dengan jenis masalah dan kebutuhan analisis.
- o Keterampilan (Skills)
- Menggunakan AI untuk membantu mengeksplorasi dan menganalisis data dalam improvement project.
- Menggunakan AI untuk membantu memperdalam Root Cause Analysis dengan pendekatan Lean Six Sigma yang sesuai.
- Menggunakan AI untuk mengembangkan dan membandingkan alternatif improvement berdasarkan hasil analisis.
- Menggunakan AI untuk membantu mengevaluasi hasil improvement dan menemukan peluang continuous improvement berikutnya.
- o Sikap Kerja (Attitude)
- Terbiasa mencari cara untuk membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan efektif dengan memanfaatkan AI.
- Tidak menjadikan output AI sebagai keputusan akhir, tetapi tetap memeriksa data, methodology, dan kondisi proses.
- Menggunakan AI sebagai work assistant, bukan sebagai pengganti Lean Six Sigma methodology dan human judgment.
- Tidak diperlukan programming skill atau technical IT background.
- Dianjurkan memiliki 1 akun AI Tools (tidak perlu yang berbayar).
Target Peserta
- Lean Six Sigma Practitioner / Improvement Team
- Continuous Improvement / Business Process Improvement
- Quality Assurance / Quality Control
- Operations / Operational Excellence
- Process Owner / Process Improvement
- Manager & Supervisor yang bertanggung jawab terhadap improvement dan performance process
- Staff / Officer yang terlibat dalam data analysis, problem solving, corrective action, atau continuous improvement
- Project Team yang menjalankan improvement project berbasis data
- Professional yang sudah mengenal dasar Lean Six Sigma atau problem solving tools dan ingin memanfaatkan AI untuk membuat pekerjaan improvement lebih cepat dan praktis.
Outline Training
Hari Pertama: AI FOR DATA ANALYSIS & LEAN SIX SIGMA PROBLEM SOLVING
- Modul 1: AI for Lean Six Sigma Data Analysis
- Modul 2: AI for Lean Six Sigma Tools
- Menggunakan AI untuk membantu memilih dan menggunakan Lean Six Sigma tools yang sesuai dengan jenis masalah dan kebutuhan analisis.
- Modul 3: AI for Improvement Analysis & Decision Making
- Praktik Individu & Diskusi:
- Peserta menggunakan 1 contoh data atau masalah improvement yang relevan dengan pekerjaan untuk melakukan data analysis dengan bantuan AI dan menentukan Lean Six Sigma tools yang sesuai.
- o Workshop:
- Peserta menggabungkan hasil data analysis + Lean Six Sigma tools + AI untuk menganalisis masalah, membandingkan alternatif penyebab dan improvement, hingga menentukan 1 improvement decision yang paling sesuai berdasarkan data dan evidence.
Hari Kedua: TURN ANALYSIS INTO CONTINUOUS IMPROVEMENT
- Modul 4: AI for Improvement Solutions
- o Modul 5: AI for Improvement Evaluation
- o Modul 6: AI for Continuous Improvement
- o Praktik Individu:
- Peserta menggunakan hasil analisis Day 1 untuk menyusun beberapa pilihan solusi perbaikan, kemudian menggunakan AI untuk membandingkan impact, effort, risk, dan feasibility dari masing-masing solusi.
- Peserta memilih 1 solusi improvement yang paling sesuai untuk dikembangkan lebih lanjut.
- o Final Workshop:
- Menyelesaikan 1 mini Lean Six Sigma Improvement Case secara end-to-end, mulai dari data analysis, Lean Six Sigma tools, improvement analysis & decision making, improvement solution, evaluation, continuous improvement opportunity.
Metode Pelatihan:
Pelatihan menggunakan pendekatan practical, interactive, and hands-on learning,
- Presentasi Interaktif
- Praktik Individu
- Diskusi Kelompok
- Studi Kasus
- Simulasi / Workshop
- Sharing Best Practice
- Tanya Jawab
- Evaluasi Pembelajaran
- Apabila memungkinkan, peserta dapat membawa contoh data atau improvement problem yang relevan dengan pekerjaannya untuk digunakan dalam praktik.
- Untuk menjaga confidentiality, peserta tidak perlu membawa dokumen atau data perusahaan yang bersifat confidential dan dapat menggunakan contoh data atau dokumen yang sudah disamarkan.
Facilitator
Nina Sakinah, S.Sos., CLSSBB, ICP-ACC
Beliau adalah praktisi dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Business Process Improvement, Lean Six Sigma, Operational Excellence, Operations & Service Excellence, Customer Experience, Agile Coaching, AI Agents Implementation, dan Digital Business Transformation. Beliau memiliki pengalaman di lingkungan startup maupun korporasi pada berbagai industri, termasuk fintech, insurtech, jasa keuangan, asuransi, service, dan manufaktur.
Berpengalaman memimpin berbagai business process transformation, process improvement, pengembangan SOP, Continuous Improvement, productivity improvement, automation, problem solving, dan data analysis untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, kualitas proses, dan customer experience. Berbagai improvement initiatives dilakukan dengan pendekatan Lean Six Sigma dan data-driven problem solving.
Dalam implementasi AI dan automation, AI digunakan sebagai work assistant untuk mempercepat data exploration, analysis, pengembangan alternatif improvement, dan evaluasi hasil perbaikan, dengan tetap menjadikan Lean Six Sigma methodology, data, evidence, dan human judgment sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sebagai trainer, Nina telah memberikan pelatihan kepada berbagai perusahaan, antara lain Allure Industries, Igloo, PT Elnusa, Midtrans, Bank Neo Commerce, dan PT Takaful Umum. Materinya meliputi Lean Six Sigma, Business Process Management, SOP Development & Governance, Customer Experience, Service Excellence, Project Management, Leadership, Effective Communication, Public Speaking, dan Agile Coaching, dengan pendekatan praktis berbasis studi kasus dan data yang relevan dengan pekerjaan peserta.
Nina merupakan Certified Lean Six Sigma Black Belt (CLSSBB) dan ICAgile Certified Professional – Agile Coaching (ICP-ACC), dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Padjadjaran. Dengan kombinasi pengalaman praktis, improvement, data analysis, AI & automation, serta pengalaman sebagai trainer, Nina membantu organisasi membangun budaya Continuous Improvement, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, serta memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan.
