Training Merchandising Principles

Training Merchandising Principles salah satu tujuannya adalah agar memiliki pemahaman dan kesadaran akan perannya  sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pasar dan berusaha memperoleh lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk yang dijual di outlet.

Definisi

  • Sebagian besar shopper mengambil keputusan untuk membeli setelah berada di outlet, karena ia tertarik untuk membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan untuk dibeli. (Merchandising Principles)
  • Tertarik untuk membeli hanya akan muncul bila produk ditata rapi, bisa dilihat dan dijangkau  (visible dan accessible oleh pembeli)
  • Guna membuat konsumen tertarik dan memutuskan untuk membeli maka Sales Person wajib memiliki  pengetahuan & keterampilan tentang tehnik menata dan menampilkan produk di outlet,  baik di Traditional Channel maupun di Modern Channel. (Merchandising Principles)

Setelah selesai mengikuti program ini para peserta akan :

  • Memiliki pemahaman dan kesadaran akan perannya  sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pasar dan berusaha memperoleh lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk yang dijual di outlet. (Merchandising Principles)
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana meletakkan, memajang serta menata peoduk di outlet (baik di Traditional Trade maupun di Modern Trade, yang mudah dilihat dan dijangkau oleh pembeli).(Merchandising Principles)
  • Pengertian Merchandising sebagai In-Outlet Execution
  • Mengapa dan untuk apa Merchandising diperlukan
  • Pengertian istilah “Impulse Purchase”
  • Mengenal Perilaku Shopper dalam proses membeli barang dewasa ini
  • Memahami konsep L2P3 sebagai Prinsip Dasar Merchandising
  • Standar Persediaan Produk di outlet sebagai salah satu P dari L2P3
  • Hubungan antara ketersediaan produk di outlet dengan Merchandising
  • Bagaimana memelihara ketersediaan produk  di outlet
  • Peran Sales Team Leader dalam membuat tersedianya stok yang cukup di outlet
  • Menawarkan stok yang cukup dengan “Making Order”
  • Mengenal Jenis-jenis Display di Modern Channel dan di Traditional Store
  • Mengenal Jenis-jenis Peralatan Display serta fungsinya
  • Mengenal Jenis-jenis material promosi (POP Material) serta fungsinya
  • Fungsi Interruptor, Persuader, dan Reminder di Traditional Store
  • Standar penyajian produk menurut  merk (Brand Order)
  • Apa yang dimaksud dengan Brand Facing dan Standar penerapannya
  • Standar penyajian produk menurut kemasan (Package Order)
  • Cara menata produk di peralatan display Dg system Vertical Block & Single Brand
  • Apa yang dimaksud dengan Point Of Engagement (POE)
  • Standar lokasi penempatan Merchandising Equipments di outlet
  • Standar lokasi penempatan POP Materials di outlet
  • Bagaimana meyakinkan Customer tentang Profit Story Display
  • Bagaimana tehnik melakukan edukasi tentang Merchandising kepada Customer
  • Bagaimana jika Customer menolak penempatan peralatan Display.(Merchandising Principles)
  • Tehnik mengatasi penolakan Customer  dengan metode LAER Process. (Merchandising Principles)
  • Proses step by step dalam membangun Display.(Merchandising Principles)
  • Standar pemeliharaan, terutama untuk Cold Drink Equipment. (Merchandising Principles)

Sales & Distribution Team, sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan dan penampilan produk di outlet

  • Memberi penjelasan atau  menerangkan materi (lecturing).
  • Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan

Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang meliputi antara lain :

  • Role Play melakukan “Making Order”
  • Latihan pengenalan pada Produk, POP Material dan Peralatan Display
  • Latihan menunjuk lokasi Display yang tepat di outlet
  • Praktek menata produk sesuai Brand Order, Brand Facing, & Package Order
  • Role Play menawarkan Display kepada Customer dengan Profit Story
  • Role Play tehnik Mengatasi Penolakan Customer  dg LAER  Process
  • Latihan membangun Display  (bila memungkinkan dan dianggap perlu)
  • Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif
  • Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit.
  • Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihan  dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program)
  • Sebagian besar waktu digunakan untuk  Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint

Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook

JADWAL TRAINING

Tanggal
(Belum Ada Jadwal)

Lokasi
Hotel di Jakarta

Biaya

-

Bagikan Outline :
Close Menu