Sales & Marketing Training

The New Way Of The Great Selling Skill

Pelatihan selling skill atau keterampilan penjualan adalah program untuk meningkatkan kemampuan penjual dalam menjual produk atau layanan. Pelatihan ini dapat membantu penjual mengidentifikasi prospek, membangun hubungan, dan meningkatkan keberhasilan penjualan. Manfaat Pelatihan Mengembangkan sikap mental seorang penjual Berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pelanggan Handling complaint dan membuat solusinya Mengelola hubungan jangka panjang dengan pelanggan Teknik dan strategi penjualan yang efektif Cara mengidentifikasi kebutuhan pelanggan Cara menutup penjualan Materi Training Pola Pikir seorang Sales (Mindset Sukses) Perubahan berpikir dengan cara baru Penyebab kegagalan sales professional Jurus baru sales dalam menghadapi perubahan Rahasia kerbehasilan sales professional Mengenal dan memahami karakter prospek dan pelanggan Pengembangan Komunikasi Efektif Pengelolaan Data Pelanggan Cara Menarik Perhatian Calon Pelanggan Menggali Kebutuhan Calon Pelanggan Komponen Dasar Dasar Efektif Penjualan Kiat Bersikap di Lapangan Tele-Appointment Tekhnik Tekhnik Penjualan Opening Investigating SPIN Teknik Demo Product Handling Objection Tips Menghadapi Keberatan Menutup Penjualan dan Mempertahankan Hubungan Pasca Penjualan Pengenalan Pemasaran Digital Bagaimana membentuk paradigma melayani Pengertian Kepuasan Pelanggan dan Harapan Pelanggan Peran Faktor Manusia dalam memenuhi Harapan Pelanggan Mengapa terjadi Komplain Apa yang dimaksud dengan Keluhan Pengertian harapan pelanggan Pengertian kepuasan pelanggan Penanganan Komplain Mengidentifikasi sumber keluhan Hal hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan sekedar memnuhi harapan pelanggan tapi bagaimana melampaui harapan pelanggan ( dengan cara melakukan pelayanan prima ) Pengelolaan Komplain Yang Tepat Sisi Positif & Negatif dari Komplain Pelanggan Teknik Penanganan dan Penyelesaian Komplain Tips Menangani dan Mengurangi Keluhan Pelanggan Service recovery dan loyalitas Pelanggan Roleplay Feedback Tanya Jawab Facilitator Sinar Agnes Natalia Beliau adalah seorang profesional perbankan dan manajemen dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, terutama di industri keuangan dan perbankan ritel bersama Bank Danamon dan Citibank. Ia pernah menjabat sebagai Branch Manager di berbagai cabang strategis seperti Pondok Indah, Tebet Soepomo, dan Kalibata, serta mengemban peran sebagai Financial Planner, Marketing Officer, dan Consumer Relationship Officer. Dalam perjalanannya, ia dikenal sebagai performer unggulan dengan sederet prestasi bergengsi, termasuk Top Performer Funding Retail, The Best Branch Manager, serta The Best Associate Sales dari Citibank Credit Card Center. Ia juga terlibat dalam pengembangan bisnis melalui kegiatan akuisisi, pengelolaan tim penjualan, dan strategi pertumbuhan pendapatan berbasis produk bancassurance, investasi, dan dana pihak ketiga. Di luar sektor perbankan, Agnes juga memiliki pengalaman di bidang manajemen SDM dan operasional sebagai Manager HRD dan Manager Operasional di PT Pagar Batu Lestari. Perannya mencakup pengelolaan keuangan, sistem kerja operasional, hingga pendampingan program pilot project BRI. Lulusan S1 Manajemen Ekonomi Universitas Trisakti ini memiliki pendekatan kerja yang analitis, komunikatif, dan berorientasi pada target. Dengan pengalaman yang luas dan rekam jejak pencapaian yang solid, Agnes siap menjadi mitra strategis dalam mendorong kinerja tim, layanan pelanggan, dan pertumbuhan organisasi.

Sales And Relationship Capability

Pelatihan sales and relationship capability bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga penjualan dalam menjual produk dan membangun hubungan dengan pelanggan Manfaat Pelatihan Meningkatkan kinerja tenaga penjualan Membantu mengatasi hambatan yang menghalangi tenaga penjualan Membekali tenaga penjualan dengan berbagai teknik mempengaruhi calon pelanggan Membantu tenaga penjualan dalam mempresentasikan produk dalam berbagai situasi Membantu tenaga penjualan dalam mengelola data pelanggan Materi Training Day 1 : Pola Pikir Penjualan Cara Baru Self Assessment:Pola Pikir Sales Menentukan Prospek & Melakukan Pendekatan Calon Prospek Activity: Tabel Database Nasabah Menggali Kebutuhan dan Melakukan Presentasi Penjualan Exercise: Pengisian Proses Penjualan (1) Day 2 : Mengatasi Keberatan Calon Nasabah dan Melakukan Negosiasi Exercise: Pengisian Proses Penjualan (2) Menutup Penjualan dan Membangun Hubungan Dengan Nasabah Exercise: Cara Membina Hubungan Dengan Nasabah Menjual Ke Dalam Komunitas Activity: Membuat Mapping Komunitas Facilitator Sinar Agnes Natalia Beliau adalah seorang profesional perbankan dan manajemen dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, terutama di industri keuangan dan perbankan ritel bersama Bank Danamon dan Citibank. Ia pernah menjabat sebagai Branch Manager di berbagai cabang strategis seperti Pondok Indah, Tebet Soepomo, dan Kalibata, serta mengemban peran sebagai Financial Planner, Marketing Officer, dan Consumer Relationship Officer. Dalam perjalanannya, ia dikenal sebagai performer unggulan dengan sederet prestasi bergengsi, termasuk Top Performer Funding Retail, The Best Branch Manager, serta The Best Associate Sales dari Citibank Credit Card Center. Ia juga terlibat dalam pengembangan bisnis melalui kegiatan akuisisi, pengelolaan tim penjualan, dan strategi pertumbuhan pendapatan berbasis produk bancassurance, investasi, dan dana pihak ketiga. Di luar sektor perbankan, Agnes juga memiliki pengalaman di bidang manajemen SDM dan operasional sebagai Manager HRD dan Manager Operasional di PT Pagar Batu Lestari. Perannya mencakup pengelolaan keuangan, sistem kerja operasional, hingga pendampingan program pilot project BRI. Lulusan S1 Manajemen Ekonomi Universitas Trisakti ini memiliki pendekatan kerja yang analitis, komunikatif, dan berorientasi pada target. Dengan pengalaman yang luas dan rekam jejak pencapaian yang solid, Agnes siap menjadi mitra strategis dalam mendorong kinerja tim, layanan pelanggan, dan pertumbuhan organisasi.

Consultative Selling Skill for Sales Mastery

Aktifitas menjual saat ini telah berubah paradigmanya, yaitu bukan menawarkan produk namun menawarkan solusi. Pola ini akan mengubah cara Anda memandang pelanggan. Dari sudut pandang transaksi penjualan sekali pakai menjadi sebuah hubungan mitra jangka panjang dengan ikatan relasi yang lebih erat. Pola ini akan membuat kita harus mengenal lebih jauh terhadap kebutuhan dan harapan dari pelanggan, dan dengan pola ini akan membentuk paradigma dan pemahaman dalam menjual seorang penjual bergeser, dari fokus menjual menjadi bertindak selayaknya seorang konsultan yang menawarkan solusi kepada pelanggan, dan pada akhirnya ketika transaksi terjadi maka pelanggan tidak merasa seperti sedang membeli produk namun seperti sedang membayar seorang konsultan atas solusi yang diberikan, hal inilah yang disebut dengan konsep consultative selling skills Manfaat Pelatihan Peserta pelatihan akan memahami pola menjual terkini yang lebih menekankan pada membangun sebuah hubungan yang erat dengan pelanggan. Peserta pelatihan akan memahami teknik consultative selling dalam proses penjualannya Peserta pelatihan mampu menerapkan dan mempraktekkan teknik consultative selling skill Materi Training Day 1 : Konsep dasar Penjualan Konsep dan prinsip Consultative Selling Peran Tenaga Penjual Dalam Kegiatan Consultative Selling Membangun karakter sales profesional Kemampuan Dasar “Sales as Consultant” Psychology of Selling Memahami penyebab pelanggan tidak mau membeli Day 2 : Motivasi pelanggan ingin membeli Tahapan dalam melakukan Consultative Selling Teknik Consultative Selling SPIN Selling Technique Teknik negosiasi dalam Consultative Selling Teknik closing Teknik menghadapi keberatan Facilitator Sinar Agnes Natalia Beliau adalah seorang profesional perbankan dan manajemen dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, terutama di industri keuangan dan perbankan ritel bersama Bank Danamon dan Citibank. Ia pernah menjabat sebagai Branch Manager di berbagai cabang strategis seperti Pondok Indah, Tebet Soepomo, dan Kalibata, serta mengemban peran sebagai Financial Planner, Marketing Officer, dan Consumer Relationship Officer. Dalam perjalanannya, ia dikenal sebagai performer unggulan dengan sederet prestasi bergengsi, termasuk Top Performer Funding Retail, The Best Branch Manager, serta The Best Associate Sales dari Citibank Credit Card Center. Ia juga terlibat dalam pengembangan bisnis melalui kegiatan akuisisi, pengelolaan tim penjualan, dan strategi pertumbuhan pendapatan berbasis produk bancassurance, investasi, dan dana pihak ketiga. Di luar sektor perbankan, Agnes juga memiliki pengalaman di bidang manajemen SDM dan operasional sebagai Manager HRD dan Manager Operasional di PT Pagar Batu Lestari. Perannya mencakup pengelolaan keuangan, sistem kerja operasional, hingga pendampingan program pilot project BRI. Lulusan S1 Manajemen Ekonomi Universitas Trisakti ini memiliki pendekatan kerja yang analitis, komunikatif, dan berorientasi pada target. Dengan pengalaman yang luas dan rekam jejak pencapaian yang solid, Agnes siap menjadi mitra strategis dalam mendorong kinerja tim, layanan pelanggan, dan pertumbuhan organisasi.

Online Training : Win-Win Negotiation Skills (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Deskripsi Training Win-Win Negotiation Skills Negotiation skills adalah hal esensial yang perlu dimiliki oleh karyawan di setiap level dalam perusahaan. Kesetaraan ini akan memposisikan masing-masing pihak dalam posisi win-win. Aplikasi negosiasi tidak hanya diperlukan untuk kerja sama dengan eksternal perusahaan, melainkan diperlukan juga di internal perusahaan. Negosiasi bukan hanya melibatkan komunikasi verbal, melainkan juga bahasa tubuh yang perannya sangat menentukan. Melalui program pelatihan Win-Win Negotiation Skills para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai negosiasi, mengenal berbagai tipe karakter orang yang dihadapi dalam bernegosiasi, dan teknik meyakinkan lawan bicara. Sasaran Pelatihan Setelah Mengikuti Pelatihan Training Win-Win Negotiation Skills ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami esensi negosiasi Membedakan negosiasi yang menang-menang dengan negosiasi lainnya (menang-longgar atau longgar-longgar) Menggunakan bahasa tubuh dan bahasa verbal dalam memengaruhi orang lain Peserta dapat melakukan teknik win-win negoasi Target Peserta Pelatihan Training Win-Win Negotiation Skills ini dirancang untuk para: Para karyawan yang membutuhkan keterampilan negosiasi menang-menang seperti bagian pemasaran, HRD, GA, dll. Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan keterampilan negosiasi menang-menang Metode Pelatihan Pelatihan Training Win-Win Negotiation Skills yang dilaksanakan dengan metode: Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: Perkuliahan Lanjutan Kelompok diskusi Olahraga Simulasi pengalaman, seperti: Putar , permainan, dan latihan Keterampilan Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Training Win-Win Negotiation Skills adalah: Day 1 09:00 – 12:00 Esensi komunikasi dan negosiasi Elemen negosiasi RADPAC 13:00 – 15:00 Hubungan, Analisis, Debat, Mengusulkan, Perjanjian, Tutup Identifikasi tipe orang yang mendukung dalam bernegosiasi Driver, Pengaruh, Kemantapan, Kepatuhan Day 2 09:00-12:00 Penilaian diri 5 Prinsip keterampilan menang-menang negosiasi NLP dan Deep Structure Language untuk meyakinkan lawan bicara 13:00 – 15:00 Penggunaanteknikchunking untukmempengaruhilawanbicara Chunking, Chunking, sisi Chunking Praktek Keterampilan Individu Testimoni Beberapa Komentar peserta yang telah mengikuti Training Win-Win Negotiation Skills : “Materi sudah OK, sesuai dengan pekerjaan sehari-hari” “”materi sangat berguna buat saya & dapat diterapkan ditempat kerja” “Bagus, ada Hal yg menjadi tambahan ilmu utk diaplikasikan” “Bagus” “Sudah bagus” “Baik & Mudah dipahami” “Materinya menarik, menambah wawasan Saya & sesuai dengan yg saya butuhkan” “Sangat baik dalam memberi training” “TOP” Facilitator

Agility for Business

Definisi Agility for business adalah kemampuan untuk merespons perubahan pasar dengan cepat dan efektif. Dengan pendekatan yang fleksibel, organisasi dapat mengambil keputusan lebih cepat, beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan, dan mendorong inovasi untuk tetap kompetitif di lingkungan bisnis yang dinamis. Selain kecepatan dan adaptasi, agility juga melibatkan budaya kerja yang kolaboratif dan terbuka terhadap perubahan. Dengan menerapkan proses kerja yang iteratif dan berkelanjutan, organisasi dapat mengelola ketidakpastian, meningkatkan efisiensi, dan menghadirkan solusi inovatif yang relevan di masa depan. Tujuan Memahami Konsep Agility dalam Bisnis Membangun Mindset dan Budaya Agile Mengembangkan Keterampilan Adaptasi dan Inovasi Manfaat Bagi Individu (Peserta Pelatihan): Meningkatkan kemampuan berpikir cepat dan mengambil keputusan dalam situasi yang berubah. Menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tantangan bisnis. Memahami teknik dan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi. Bagi Tim dan Organisasi: Meningkatkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi di lingkungan yang tidak pasti (VUCA). Membangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan berbasis hasil (outcome-driven). Mengurangi birokrasi dan meningkatkan efisiensi operasional. Outline Materi : Konsep Agility dalam Bisnis Pilar Utama Agility di Lingkungan Bisnis Mindset Agile Proses Fleksibel Kepemimpinan yang Adaptif Empowered Teams Penerapan Agility di Berbagai Fungsi Bisnis Pengembangan Produk & Inovasi Pemasaran (Marketing Agility) Operasi & Supply Chain Sumber Daya Manusia (Agile HR) Membangun Budaya dan Mindset Agile Transformasi Budaya ke Agile Mindset Mengatasi Hambatan Rencana Aksi dan Implementasi Agility Menyusun Rencana Aksi Strategi Sustain Agility Siapa Yang Wajib Ikut Modul Ini? Manajer Personil HRD Sales Manager Metode Pembelajaran Lecturing Topic Discussion Case Study Facilitator Okvianto Tri Prastomo Beliau adalah profesional HRD dengan lebih dari 15 tahun pengalaman di transportasi, manufaktur, dan konsultansi. Lulusan Psikologi Universitas Indonusa Esa Unggul ini memiliki keahlian dalam pengembangan organisasi, strategi bisnis, dan transformasi budaya. Dengan kepemimpinan visioner dan pemecahan masalah yang kuat, ia telah membangun tim kepemimpinan, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan keterlibatan karyawan. Sebagai trainer berpengalaman, ia aktif memberikan pelatihan korporasi untuk meningkatkan efektivitas strategi dan operasional HR. Sepanjang kariernya, ia telah menangani proyek pengembangan kompetensi, implementasi Kaizen, KPI, SOP, dan analisis beban kerja di perusahaan seperti Mitsui Leasing, PT Bojong Westplas, dan Indah Jaya Group. Keahliannya dalam 5S, HRIS, serta rekrutmen dan asesmen telah membantu berbagai organisasi meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Selain itu, Okvianto aktif dalam pelatihan etos kerja, komunikasi, pemecahan masalah, dan keterampilan presentasi, serta menyelenggarakan team building dan gathering. Dengan latar belakangnya, ia terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, efisien, dan strategis.

New Product Development (NPD) – 1 Day

Tahukah anda bahwa riset Delloitte dan Touche (1998) menunjukkan bahwa 95 % produk baru mengalami kegagalan. Sementara, AC Nielsen dalam risetnya (1999) di Eropa menunjukkan 90%  produk baru mengalami kegagalan. Karenanya perlu ketelitian agar produk baru bisa “selamat” dipasar. Untuk tetap bertahan di market, diperlukan kemampuan membuat produk baru,  baik melalui Market Penetration, Market Development, Product Development atau Diversification. Mengapa product development  itu penting? Sebab masa depan pertumbuhan perusahaan ditentukan oleh sukses produk baru. Disamping itu sudah menjadi tradisi bahwa cita-cita seorang usahawan atau pemasar yang paling mengesankan — kalau memang tidak boleh disebut paling tinggi — adalah sukses melahirkan atau melakukan launching produk baru. Keluarga Tirto Utomo yang dibantu seorang Willy Sidharta berhasil menjadi kaya raya berkat satu merek saja yakni AQUA. Pengalaman lebih dramatis dialami Harry Sanusi yang meraih sukses berkat permen Kino. Dengan keberhasilannya itu nama Kino dijadikan payung kerajaan bisnisnya. Lihat juga Barry Lesmana yang namanya mendunia karena sukses me-launching produk baru di BCA dan Citibank. Atau seorang Sudhamek AWS yang meraih sukses berkat produk kacang atau dr. Boenjamin Setiawan melalui obat panu bernama Kalpanax. Dapatkan jurus-jurus yang sudah terbukti sukses di workshop ini. Tujuan Pelatihan Membekali peserta dengan berbagai tools agar peserta siap membangun produk  yang handal dan siap bertempur di pasar yang hyperkompetitif, Outline Materi  Understanding Organization Goals and Road Map – Ansoff Matrix – Red Ocean vs Blue Ocean – Launching new product .Kegagalan peluncuran produk baru. Mendapatkan ide produk baru. IKSF: Customer and Competitor. Memahamai ekspektasi dan GAP. Menciptakan kemasan yang menjual, Apa yang harus dilakukan sebelum memasarkan produk, Bagaimana strategi mengembangkan brand baru, Bagaimana melakukan Segmentasi, Targeting dan positioning, Bagaimana menetapkan harga, Bagaimana melakukan promosi, Bagaimana membangun channel of distribution, Melakukan persiapan launching, Selling in dan menciptakan selling out, Menciptakan kepuasan pelanggan, Melakukan evaluasi serta mempertahankan produk yang sukses agar tetap bertahan di pasar.

Online Training : Social Media Marketing Strategy

Deskripsi Kemajuan teknologi yang difasilitasi Internet, membuat segalanya kini lebih mudah, termasuk halnya dengan pemasaran. Social Media misalnya, memberikan peluang yang besar untuk aktivitas pemasaran, membangun atau memperbaiki reputasi perusahaan, pendekatan dengan konsumen dan lainnya. Social Media Marketing adalah aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari Internet, melalui berbagai media sosial. Pelaku pemasaran dapat mengoptimalkan media sosial untuk melakukan pendekatan dengan konsumen melalui dunia maya. Tujuan Pelatihan Memberikan mindset pada peserta terkait Social Media Marketing. Memahami perencanaan strategis dan implementasi Social Media Marketing. Outline Materi Konseptual marketing dan Social Media. Unsur-unsur, Ruang lingkup dan strategi Social Media Marketing. Peraturan dan etika Social Media Marketing. Social media marketing untuk membangun reputasi Mengelola Internet Marketing Segmentasi Perilaku VS Segmentasi Tradisional Content marketing dan strategi menciptakan good content Pemilihan media yang tepat Langkah Agar Influencer Marketing Menjadi Efektif Mekanisme pengontrolan Social Media Marketing. Pengelolaan konflik dalam Channel Marketing dan solusi yang efektif dan efisien Evaluasi Social Media Marketing. Peserta Branch Manager Marketing Staf Sales Marketing Communication Metode Pelatihan Presentasi Diskusi Analisa Kasus Praktik

Online Training : Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy

Latar Belakang Program Masih ditemui kenyataan-kenyataan yang terjadi yaitu : Perlu ditingkatkannya kesadaran personel Perusahaan bahwa pesawat telepon adalah media yang dapat memberi kesan baik buruknya citra sebuah Perusahaan terhadap pelanggannya Kesadaran bahwa setiap personel Perusahaan yang berbicara di telepon adalah sebagai duta yang mewakili Perusahaan, perlu ditingkatkan, lebih-lebih dalam proses meningkatkan pelayanan, termasuk menangani keluhan pelanggan (yang dilakukan lewat telepon) Pengetahuan & keterampilan tentang tehnik serta tata-cara dalam menerapkan sikap sopan-santun dalam berbicara di telepon (telephone courtesy), masih perlu ditingkatkan.  Sasaran Program Setelah selesai mengikuti Program nini para peserta akan memiliki : Kesadaran bahwa setiap mereka berbicara di telepon, mereka mewakili Perusahaan di mana mereka bekerja, dan akan memberi warna tentang mutu pelayanan yang diberikan Perusahaan kepada pelanggannya Memiliki pengetahuan & keterampilan tentang tehnik menangani panggilan telepon, baik sebagai penerima panggilan, maupun yang melakukan panggilan, dengan menerapkan cara-cara yang berlaku secara global Memiliki kemampuan dalam menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) lewat telepon dengan menerapkan tata-cara dan sopan-santun dalam bertelepon. Outline Materi Menelusuri data statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” Bagaimana membentuk Paradigma Melayani Pengertian Harapan Pelanggan yang dikaitkan dengan Kepuasan Pelanggan Hal-hal mendasar yang menjadi Harapan Pelanggan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Contoh kalimat yang digunakan dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Data statistik mengapa Pelanggan lari Sikap bertelepon yang tidak berorientasi pada pelayanan Pelanggan Sikap dan tata-cara bertelepon dengan Pelanggan atau orang yang dihargai Bagaimana harus bertelepon jika Anda seorang Executive Peran Telephone Operator dalam memberi pelayanan telepon kepada Pelanggan Call Center sebagai ujung tombak pelayanan Pelanggan lewat telepon Prosedur penanganan keluhan Pelanggan melalui telepon Tehnik menangani keluhan Pelanggan dengan Metode LAER Peran Call Center dan Bagian terkait dalam menindaklanjuti keluhan Pelanggan Tata-cara menggunakn handset Bagaimana mempersiapkan diri dalam menangani panggilan telepon Sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon Tata-cara menerima telepon Tata-cara menanyakan identitas dan nomor telepon penelepon Tata-cara menerima telepon untuk orang lain (yang tidak berada di tempat) Tata-cara menanyakan keperluan penelepon Tata-cara mengambil, menyampaikan, serta menindaklanjuti pesan telepon Tata-cara melakukan panggilan telepon (ke luar) Tata-cara menghentikan (sejenak) pembicaraan telepon Tata-cara mengakhiri pembicaraan telepon Peserta Telephone Operator, Call Center, Receptionist, Sekretaris, atau siapa saja yang memiliki pesawat telepon “pribadi” di atas meja kerjanya, lebih-lebih personel yang bertugas menerima dan memberi informasi kepada pelanggan, baik dalam meningkatkan pelayanan maupun dalam menangani keluhan Jangka Waktu 2 (dua) hari @ 5 (lima) jam efektif per hari Metode Pelatihan Menerangkan tata-cara melayani pelanggan melalui telepon, termasuk tehnik menangani keluhan serta tata-cara mengguakan telepon, diikuti oleh contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta untuk laihan / praktek melakukannya sesuai dengan contoh yang diberikan.

New Product Development – 1 Day

Pengantar Training New Product Development (NPD) Mengembangkan dan meluncurkan produk baru yang sukses adalah penggerak utama Penjualan dan Pemasaran bahkan Bisnis secara keseluruhan. Inovasi yang berhasil memastikan bahwa produk Anda tetap kompetitif dan peluang pertumbuhan tidak terlewatkan. Namun penelitian ekstensif menunjukkan bahwa tingkat kegagalan di daerah ini tinggi. Melalui contoh kontemporer dan penerapan studi kasus yang menarik, Anda akan belajar bagaimana mengembangkan dan menerapkan proses NPD yang telah terbukti, bersamaan dengan mengelola faktor kunci lainnya yang meningkatkan tingkat keberhasilan. Tujuan : Mempelajari definisi, manfaat dan prinsip-prinsip New Product Development yang sukses. Mempelajari dan menerapkan teknik untuk menghasilkan ide produk baru. Peserta mampu menggunakan teknik untuk menyaring ide produk baru. mengembangkan konsep positioning dan pernyataan strategi merek yang jelas untuk ide produk baru yang dipilih. Memahami faktor utama yang berkontribusi terhadap kesuksesan dan kegagalan dalam pengembangan produk baru dan menilai kinerja perusahaan Anda saat ini. Mengembangkan rencana tindakan untuk memperbaiki NPD dalam bisnis Anda sendiri. Outline Training Strategi produk baru Mengembangkan ide – ide dan memilih yang terbaik Pengembangan konsep dan pengujian Analisa bisnis Pengujian produk Komersial Faktor keberhasilan dalam NPD; produk unggulan yang terdiferensiasi, wawasan pelanggan, definisi produk yang tajam, stabil dan awal, perencanaan merek, proses gerbang panggung, tim proyek lintas fungsional dan budaya inovatif yang didukung oleh manajemen senior. Penilaian kinerja organisasi dan perencanaan tindakan untuk memperbaiki NPD di organisasi delegasi sendiri. Target Peserta Pelatihan Product Manager, Product Specialist, Product Development ManagerBisnis Development Manager, Marketing Manager, Sales Manager

Marketing Strategy During Pandemic And New Normal

Di era digital ini, telah kita ketahui bersama sedang terjadi juga “Disruption Era”. Kondisi ini membawa perubahan yang besar dalam strategi bisnis yang berimbas pada strategi marketing hingga sales itu sendiri. Banyak perusahann berlomba mengatasi hal ini dengan mengadakan berbagai cara untuk menanggulangi, mulai dengan memperbanyak kegiatan motivasi, seminar, hingga pengurangan karyawan. Hal tersebut mungkin saja bisa membantu, namun bila kita gali lebih mendalam dari sudut pandang “Disruption Era” sebagai kondisi “blind area” yang tidak terduga, maka strategi, pola piir dan aktivitas perlu kita update sesuai dengan kondisi, trend dan kemungkinan-kemungkinan lain yang teramati. Disruption menjadi berat karena banyak orang, termasuk wirausaha dan regulator, tidak tahu apa yang tengah terjadi. Semua orang berpikir bahwa mereka telah melakukan cara-cara terbaik. Kondisi ini semakoin ter “Disrupt” dengan adanya Pandemi yang berimbas keseluruh dunia di berbagai sektor dan bidang usaha. Pada kondisi ini Strategi Marketing perlu lebih “Agile” menyesuaikan diri dengan kondisi baru yang bahkan menjadi “New Normal” dan kemungkinan berlanjut setelah Pandemi ini selesai. Dalam workshop ini peserta akan dibekali kemampuan berpikir secara visual “Visual Thinking” guna mengolah strategi pemasaran melalui beberapa metode terbaru seperti “Design Thinking” yang berfokus pada “Kepedulian pada Pelanggan”. Metode yang digunakan juga dipadu padankan dengan pola perilaku pelanggan di Era 4.0 ini. Workshop difasilitasi dengan praktek membuat strategi dan action plan. Tujuan Pelatihan : Memahami konsep penjualan era digital Memahami perubahan kondisi “New Normal” dan implikasinya pada pasar. Belajar membuat Strategi Marketing berbasis Kepedulian pada Pelanggan hingga Action Plan. Materi Pelatihan : Selling in Digital Era. Customer and Market behaviour in 4.0 Era 5 ELEMENTS OF MARKET CHANGE MARKETING DIGITAL ECOSYSTEM 4.0 3 SUB CULTURE 4.0 ERA IN ASIA NEW WAVE OF MARKETING 4.0 Potential market on pandemic Visual thinking for Increase Value of Product SWOT and SCAMPER method for solution Design thinking for develop Marketing Strategy Action Plan

Online Training : Leading & Coaching Your Sales Team

Mendorong agar tim sales kita bisa selalu mencapai target yang kita harapkan bukanlah perkara mudah.  Terlalu memaksakan pendekatan target dan otoritas akan membuat mereka cepat merasa ‘burn out’ sehingga tidak tertarik lagi berada di bawah kepemimpinan kita.  Sementara itu, pendekatan memahami dan memotivasi, kadang dianggap terlalu ‘lembek’ karena memudahkan staf kita memberikan ‘excuse’ terhadap rendahnya pencapaiannya selama ini. Worshop ini akan mengembangkan kemampuan dan seni dari para pemimpin sales tim dalam memadukan 2 pendekatan di atas.  Bagaimana caranya agar sang Sales Manager/Supervisor dapat membedakan mana exuse (alasan di buat-buat) dan reason (alasan yang sebenarnya) yang disampaikan sales team nya pada saat tidak mencapai target?  Bagaimana caranya Sales Manager/Supervisor bisa mengembangkan seni memadukan kemampuan pendekatan otoritatif dan coaching sehingga staf merasa dibantu dan pada saat bersamaan didorong untuk mencapai target yang sudah ditentukan. Sasaran   Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan : Memiliki pemahaman tentang perbedaan antara Managing & Leading Memiliki sikap bahwa dalam mencapai keinginan melalui orang lain, tidak dengan cara paksaan dengan menggunakan kekuasaan (Power), tapi dengan cara merangsang motivasi dengan memberi contoh & teladan Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan gaya PUSH dan PULL dalam proses memimpin Memiliki pemahaman tentang peran Coaching dalam proses Performance Management Pengetahuan & keterampilan tentang cara merencanakan dan melakukan Diskusi Coaching terhadap setiap anggota team penjualan, sehingga tercipta suasana hubungan kerja yang harmonis antara Management dan Staff, yang pada akhirnya tercipta team penjualan yang well trained dan well motivated Outline Materi Pengertian “Leadership” Perbedaan antara Leading & Managing Hubungan antara Leadership dengan Interaksi & Komunikasi Perbedaan antara Manager dan Leader dalam mengelola sumber daya Gaya PUSH dan PULL dalam mencapai tujuan Memahami 5 Leadership Competences Coaching sebagai manifestasi Leadership Peran Coaching dalam proses Performance Management Peran seorang Sales Coach dalam Selling Process Karakteristik dari seorang Sales Coach yang efektif Perbedaan antara Coaching, Training, Mentoring, dan Counseling Bagaimana melakukan penilaian terhadap kinerja Sales Team anda Bagaimana merencanakan Diskusi Coaching berdasarkan hasil  penilaian Sikap seorang Sales Coach selama Diskusi Coaching Penerapan tehnik GROW  dalam melakukan Diskusi Coaching Bukan mendikte, tapi bertanya Mendengar aktif dan berbicara efektif Jenis-jenis pertanyaan serta cara mengajukannya Bagaimana menindak-lanjuti hasil Diskusi Coaching

Online Training : Managing Your Sales & Distribution activities

LATAR BELAKANG PROGRAM Sebagai Komandan Lapangan (Field Commander) atau Manager lini pertama, seorang Sales Supervisor wajib memiliki kemampuan dalam menerjemahkan Program yang telah dirancang oleh Management ke dalam bentu Petunjuk Pelaksanaan Tugas yang praktis di lapangan Sebagai seorang yang memperoleh hasil melalui orang lain, maka keterampilan Interaksi & Komunikasi merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang Sales Supervisor dalam memimpin pengembangan pasar bersama Team Penjualannya Masih ada ditemui Sales Supervisor dalam mengerjakan tugas sehari-hari masih banyak mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Salesman. Pekerjaan utamanya sebagai Supervisor yang harus membuat Perencanaan, Petunjuk Pelaksanaan Tugas, Pendelegasian, Bimbingan & Dorongan, Monitoring & Evaluasi, serta Pengembangan Kinerja bawahan tidak sepenuhnya dilakukan. SASARAN PROGRAM Setelah selesai mengikuti Programini para peserta akan : Menyadari peran sebagai Sales Supervisor yang lebih banyak berada di tengah-tengah Team Penjualannya (sebagai Field Commander), yang dalam melaksanakan tugas bisa membedakan antara Aktivitas Tehnis dan Aktivitas Supervisi Mampu menerjemahkan program Kerja ke dalam bentuk Rencana Langkah-Langkah Praktis di lapangan, sebagai pedoman bagi Team Penjualan  dalam menjalankan tugas Memiliki kemampuan interaksi & komunikasi dengan bawahan melalui Sales Meeting yang rutin, pendelegasian dan perintah kerja yang  efektif, kontrol yang cermat, serta bimbingan yg terus-menerus Memiliki kemampuan dalam mengembangkan kinerja Team Penjualan, dengan cara melakukan monitoring & evaluasi kinerja bawahan di pasar, secara berkesianambungan, yang ditindaklanjuti dengan melatih mereka di tempat kerja (On-the-Job Training). GARIS BESAR MATERI Peran dan tanggung jawab seorang Sales Supervisor sebagai Komandan Lapangan Perbedaan antara AktivitasTehnis dan Aktivitas Supervisi Peran strategis seorang Sales Supervisor sebagai jembatan antara Management dan Karyawan Aktivitas seorang Sales Suparvisor sehari-hari Hakekat dari sebuah Perencanaan Bagaimana menentukan Sasaran dari sebuah Perencanaan Prinsip Dasar dalam menetapkan Sasaran Peran Sales Supervisor dalam menerjemahkan Program ke dalam Rencana Tindakan Praktis Format Rencana Tindakan (Action Plan) Proses merancang Perencanaan yang komprehensif dalam mengembangkan pasar Bagaimana melakukan Fact Finding di pasar Bagaimana menetapkan Rencana Pengembangan berdasarkan Fact Finding Hubungan antara Perencanaan dan Pelaksanaan Mengapa tugas perlu didelegasikan, serta manfaat bagi Supervisor, maupun Salesman 4 Tahap dalam proses Memberi Perintah Kerja Kondisi yang mempengaruhi cara memeberi perintah Bagaimana menindaklanjuti perintah Hakekat Memimpin Rapat, serta proses step by step Bagaimana mencatat dan menindaklanjuti hasil rapat Bagaimana mempersiapkan Rapat Penjualan (Sales Meeting) rutin Proses Memimpin Rapat Penjualan step by step Monitoring & Evaluasi sebagai salah satu Aktivitas Supervisi dari seorang Sales Supervisor Penggunaan Key Indicator dan SOP dalam proses melakukan evaluasi Mekanisme Monitoring & Evaluasi terhadap kinerja Salesman di pasar Bagaimana merancang Rencana Pola Evaluasi dan Formulir Evaluasi Bagaimana merencanakan dan melaksanakan Pelatihan di Tempat Kerja (On-the-Job Training) TARGET PESERTA Sales Supervisor atau Sales Coordinator / Area Coordinator yang berperan sebagai Komandan Lapangan yang tugas utamanya membimbing, membina, serta mengontrol aktivitas Salesman di pasar JANGKA WAKTU 2 (dua) hari @ 5 (lima) jam efektif per hari METODOLOGI BELAJAR – MENGAJAR Menjelas konsep yang diikuti oleh contoh-contoh yang berkaitan dengan cara merancang Rencana Tindakan Praktis dilapangan, cara memimpin Rapat Penjualan, cara merancang System Evaluasi serta mekanisme pelaksanaannya, termasuk cara Memberi Perintah Kerja. Selanjutnya setiap peserta diminta Latihan / Praktek melakukan sesuai contoh.

Online Training : Applied Marketing Research Using Ms. Excel

Perkembangan dunia bisnis saat ini menuntut para manajer untuk lincah dalam pengambilan keputusan. Perubahan terjadi dengan cepat baik dari sisi persaingan maupun dari sisi konsumen. Tuntutan-tuntutan konsumen yang semakin tinggi, pelanggan yang cenderung semakin kritis, pesaing yang cepat menawarkan produk dengan nilai yang lebih baik dan supplier yang tidak loyal merupkan beberapa contoh rumitnya mengelola pemasaran dewasa ini. Kemampuan untuk mengantisipasi persaingan melalui pemahaman tetang harapan konsumen mutlak dibutuhkan oleh manajer pemasaran dan tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi semata. Oleh karenanya para pengambil keputusan dibidang pemasaran membutuhkan suatu tools yang obyektif yang terjadi di pasar sehingga mampu membuat keputusan yang lebih baik. Sebelum membuat keputusan, manajer pemasaran perlu lebih dulu memiliki informasi yang digunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan. Informasi tentang pasar menjadi barang yang sedemikian berharga karena mampu menghindarkan manajer dalam pembuatan keputusan yang salah dan menjadi pedoman dalam pembuatan keputusan pemasaran yang lebih cocok dengan lingkungan bisnisnya. Tujuan Pelatihan Memahami konsep riset pemasaran beserta tahap-tahapnya secara aplikatif Mampu merancang desain riset yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis Memahami proses pengumpulan data, analisis, dan pelaporan mengunakan Ms.Excell Mampu menjadi periset pemasaran yang siap terjun dalam praktek yang sebenarnya Peserta Manajer Riset, Manajer Pemasaran, Manajer Produk, Manajer Merek, bagian pengolahan data, pemilik perusahaan, para wiraswasta yang sering terlibat dalam pembuatan keputusan atau mendukung dalam penyediaan informasi tentang pasar. Outline Materi Aspek-aspek yang akan dibahas dalam Applied Marketing Research, yaitu: Riset pemasaran dan tahapannya Riset Qualitatif dan Quantitatif Membuat desain riset Metode Analisis using Ms. Excell Desain Kuisioner for survey pengumpulan data Tabulating Input data Pengenalan Ms. Excell untuk research Data Processing using Ms. Excell Data Analysis using Ms. Excell Report Writing dan Developing Dashboard using Ms. Excell Recommendation

Online Training : Low Budget High Impact Marketing in Digital Era

Di era diigtal ini, telah kita ketahui Bersama sedang terjadi juga “Disruption Era”. Kondisi membawa perubahan yang besar dalam strategi bisnis yang berimbas pada strategi marketing hingga sales itu sendiri. Bhakan kondisi yang sedang diadaptasi tiba-tiba menjadi semakin ekstrim dengan adanya pandemic yang mempengaruhi sector Perekonimian di seluruh Dunia hingga gaya hidup masyarakatnya. Dunis Industri dan Bisnis makin masuk dalam Era Society 5.0 yang mengacu pasa Prinsip “Human Center” Banyak perusahaan berlomba mengatasi hal ini dengan mengadakan berbagai cara untuk menanggulangi, mulai dengan memperbanyak kegiatan motivasi, seminar, hingga pengurangan karyawan. Hal tersebut mungkin saja bisa membantu, namun bila kita gali lebih mendalam dari sudut pandang “Disruption Era” sebagai kondisi “blind area” yang tidak terduga, maka strategi, pola piir dan aktivitas perlu kita update sesuai dengan kondisi, trend dan kemungkinan-kemungkinan lain yang teramati. Disruption menjadi berat karena banyak orang, termasuk wirausaha dan regulator, tidak tahu apa yang tengah terjadi. Semua orang berpikir bahwa mereka telah melakukan cara-cara terbaik. Kegiatan penjualan dalam perusahaan berkontribusi secara signifikan pada kelangsungan hidup perusahaan yang menyangkut kesejahteraan perusahaan dan karyawannya. Strategi penjualan dan Teknik penjualan yang sesuai dengan jamannya menjadi pilihan yang bijak dalam mengeksekusi strategi dan target perusahaan. Strategi penerapan “Low Budget High ImpactMarketing” menjadi pilihan yang paling masuk akal di Era sekarang ini. Biaya benar-benar diperhitungkan dan sekaligus menggunakan pendekatan kegiatan Digital terkini agar tercipta efisiensi.   Tujuan Pelatihan  Memahami konsep pemasaran & penjualan era digital Kemampuan menganalisa potensi Perusahaan dan Pasar Memahami perilaku konsumen dalam mendapatkan produk Kemampuan Menyusun program pemasaran sesuai Pengalaman Pengguna / ‘User Experience’ Memasarkan Produk Value Tips efisiensi budget di Era Digital   Outline Materi Marketing in Digital Era. Consumer in Digital Era. Visual thinking for Increase Value of Product Visual Thinking for develop Marketing Plan Marketing Funnel Mind Map, SWOT, SMART, 5W1H Marketing vs. UX SOSTAC Marketing Model Multi UX for Marketing Strategy Design Thinking redesign Marketing Plan Low Budget marketing Ideas

Online Training : Customer Relationship Management (CRM)

Deskripsi Bagi sektor industri  jasa, semisal perbankan, asuransi, pariwisata, transportasi, jasa logistic dan supply-chain, jasa courier, industri media, institusi pendidikan juga Rumah Sakit, namun juga sektor industri B2B (Business to Business);  CRM atau Customer Relationship Management merupakan “Qonditio sine qua non” suatu praktek keharusan dan tidak dapat ditawar. Pasti setiap usaha bidang jasa sangat sadar pentingnya CRM. Dalam kaitannya pada IMC (Integrated Marketing Communication) para ahli “hanya” memasukkannya sebagai pilar ke 4 setelah SEGMENTING, TARGETING dan POSITIONING. Hal ini bukan berarti pengetahuan dan praktek CRM baru diperdalam setelah mempelajari ke 3 pilar lainnya. Konsep IMC adalah suatu sistem manajemen yang terintegrasi, jadi terpadu; harus dipahami menyeluruh. SERVICE EXCELLENCE vs CRM Pada era pengetahuan Marketing mulai berkembang, memberikan pelayanan yang baik merupakan bagian dari selling dan distribution. Di era itu servicing merupakan tambahan atau melengkapi dan men-support agar penjualan dan distribusi berjalan “lebih” baik. Pengetahuan itu bermula hanya diserahkan pada individu pelaksana sales dan distribusi. Kemudian hari baru dijadikan suatu ilmu dan berkembang agar perusahaan terutama yang menjual jasa memperhatikan service excellence. Dalam  dua dekade terakhir terbukti bahwa cara pemasaran konvensional ketinggalan banyak aspects, dan dengan formulasi konsep IMC; servicing ditegaskan sebagai ilmu yang harus dipraktekan sebagai Customer Relationship Management (CRM). Jelas dari sebutannya CRM bukan sekedar mengetahui dan memberikan pelayanan atau servicing, lebih dari itu konsepnya adalah relationship management, yaitu pengelolaan hubungan (baik) dengan customer, pelanggan, nasabah, atau mitra dagang (B2B). Bahkan seharusnya lebih melebar lagi, dengan seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan perusahaan terkait. Selama ini jika Bpk/Ibu seorang pengusaha, apakah sudah mengetahui konsep CRM; yang ternyata lebih luas dari pada Customer Service? Dalam mempraktekkan pelayanan istimewa demi suksesnya usaha yang dijalankan, mendekati model manakah yang dipraktekan? Ataukah ada model yang sederhana dan terbukti sudah dijalankan yang memberi hasil baik? Bagi customer/pelanggan juga mitra dagang B2B: apa yang anda tuntut atau harapkan pelayanan/service yang lebih baik dari partner bisnis atau tempat mendapatkan barang dan jasa bagi saudara? Tujuan Pelatihan Mempelajari, proses perencanaan strategi CRM; memaknai dan menganalisa keperluan perusahaan ataupun pencapaian selama ini dengan demikian lebih memahami untuk melaksanakan dalam tugas-tugas yang perlu dijalankan oleh setiap divisi. Tentu saja yang paling perlu agar memahami CRM sungguh-sungguh adalah mereka yang langsung berhubungan dengan pelanggan dan calon pelanggan, namun manajer senior tiap divisi atau bagian dalam industri jasa juga industri penghasil end-product perlu memahaminya, karena CRM tujuan akhirnya untuk revenue outcome dan keberlanjutan usaha masa depan. Outline Materi dan Run-down Sesi Memahami efektifnya Customer Relationship Management dibangding dengan Customer Satisfaction ataupun Customer Excellence. (Studi Kasus). Langsung menyiapkan untuk perusahaan/industri peserta: proses perencanaan strategi CRM. Mendalami CRM sebagai Perceived Service Quality Model, yang sentra-nya pada pembentukan Corporate Image atau pembentukan Reputasi Perusahaan melalui IMC yang lebih banyak digerakan oleh Brand Activation. Pencapaiaan Reputation and Credibility, yang mutlak menjadi keharusan dalam usaha logistic, distributor, perbankan, asurasi atau bidang jasa lainnya. Model lain adalah Model Service Profit Chain yang merupakan model dengan pemikiran dinamis yang bersentra pada Profitability menuju Revenue Growth. Menjadi pertanyaan: apakah manajemen di bidang jasa yang Bpk/Ibu kelola telah menjalankan ini, serupa? Serupa tapi tak sama? Marilah kita bahas dalam diskusi ilmiah-praktis dalam pelatihan ini. Kemudian ada Service Management System. Model ini  terdiri dari 5 (lima) pokok bahasan: Market Segment dan Target Group (sejalan dengan konsep IMC) Servicing Concept; menitik beratkan pada keunggulan pelayanan Service Delivery System Image Building Corporate Culture and Philosophy Background Dibahas pula Leadership Model, yang bertumpu pada pengorganisasian kepemimpinan CRM demi pencapaian Business Results. CRM: Tactics for change Sekilas mengenai CRM New Digital Devices Rapt-up – Kilas balik yang telah dipelajari dan diperoleh Metode Pelatihan Presentasi Power Point dan Video Interaktif: mengutamakan pembahasan studi kasus Pembahasan, analisis apa yang telah terjadi dan apa yang ingin ditingkatkan di perusahaan peserta Mengupayakan problem solving dan membawa hasil Mereka yang perlu hadir Manajer dan tim divisi CRM/Pelayanan Pimpinan pucuk/Direksi Manajer Senior tiap divisi Manajer dan supervisor semua jajaran Corporate Secretary (bagi perusahaan Tbk); juga front-liners

Online Training : How To Make A Great Sales Presentation & Negotiation Technique

Latar Belakang Banyak Tenaga Penjual pandai mendapatkan Prospect, tetapi selalu gagal dalam Sales Presentation. Training ini akan membekali Para Peserta dengan ide-ide praktis untuk menyampaikan Presentasi yang Efektif dan Impresif. Tetapi…… banyak pula Tenaga Penjual pandai mendapatkan Prospect dan pandai dalam Sales Presentation. Training, namun tidak mampu bernegosiasi dengan prospect apalagi melakukan penutupan penjualan (Sales Closing), bahkan tidak jarang terjadi sebaliknya ter-influence oleh Propect.  Training ini akan membekali Para Peserta dengan ide-ide praktis dalam menyampaikan Presentasi Penjualan dan bernegosiasi yang Efektif dan Impresif sehingga memperkuat kepercayaan Prospect terhadap Product yang ditawarkan dan  mampu menggiring Prospect untuk melakukan penutupan penjualan (Sales Closing) dengan efektif dan nyaman bagi bagi Customer. Tujuan Training Peserta setelah mengikuti Training ini. Mampu mempersiapkan Sales Presentasi dengan baik dan benar Mampu melakukan Presentasi dengan Efektif dan Impresif. Mampu meng-influence Prospect dengan baik Mampu membantu Prospect mengambil keputusan Pokok Bahasan Before the Sales Visit à Preparation You Company Product Client Existing Competitor Future Competitor The Sales Visit 5 Tips You must do during Your Sales Visit. What type of ENTRY do you want to make ? Your Opening Statement 8 Steps to make Sales Presentation Sales Talk Barrier in Sales Communication After The Sales Visit WOW Follow – Through What is Negotiation ? Everyone in their every day is lives an Negotiator Why Negotiate ? Sales Negotiation Customer Attitude Why do you need Negotiation Skills ? Negotiating with Prospect and Customers ? (Before – During – After) Negotiation Principles Negotiation Outcomes Common Mistake to be Avoided in Negotiation. How to Overcome Objection ? Peserta Sales Person Sales Head/Supervisor Sales Manager Agent Asuransi Owner Perusahaan Metode Training Self Learning Social Learning Practical Learning

Online Training : Business Intelligence

Pengertian Business Intelligence adalah seperangkat teori, metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dengan tujuan meningkatkan bisnis. Ruang lingkup Business Intelligence berupa informasi untuk membantu mengidentifikasi dan mengembangkan peluang baru, untuk memanfaatkan peluang dan menerapkan strategi yang efektif serta memberikan keuntungan bagi pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang. Tujuan Pelatihan Teknologi Business Intelligence memberikan sejarah, pandangan saat ini dan prediksi operasi bisnis, yang berfungsi memberikan laporan bisnis, pengolahan analisis secara online, analisis data mining, proses pertambangan, proses pengolahan data kompleks, kinerja manajemen bisnis, pembandingan, analisis prediktif dan analisis preskriptif. Outline Materi 1. Pengertian Business Intelligence 2. Data Warehouse dan Perusahaan 3. Element sukses Business Intelligence 4. Manfaat dan kerugian Business Intelligence, serta peralatan BI 5. Glosary Metode Pelatihan Interaktif antara Pengajar dan Peserta, dimana Peserta diperkenalkan dengan konsep, contoh aplikasi, berlatih menggunakan konsep, dan mendiskusikannya dalam latihan. Penyampaian materi dengan presentasi untuk mempermudah peserta memahami konsep dan  mendiskusikannya. Konsultasi di kelas dalam membantu peserta untuk menyelesaikan permasalahannya. Peserta Direktur General Manager/Manager Supervisor/Senior Staff

Online Training : Marketing Intelligence: Concept & Practice

Marketing intelligence merupakan sesuatu yang akan selalu menjadi bagian dalam era bisnis saat ini, karena research bisnis mendapati bahwa hanya 3 (tiga) perusahaan yang sangup bertahan diatas 100 tahun. Hal ini dikarenakan telah terjadi turbulensi bisnis yang dikarenakan pengerak (driver) pasar selalu berubah-ubah, dimana business model yang sudah ada sering kali keluar dari batas pakem yang sudah ada. Lalu apakah research pasar cukup untuk menjawab turbulensi pasar saat ini ? Marketing intelligence adalah suatu research pemasaran yang terbilang baru, karena cakupannya adalah sesuatu diluar analisa quantitatif dan kualitatif serta mencakup pemahaman yang lateral untuk dapat adaptif dengan kekuatan internal perusahaan terhadap eksternal challenging dari sebuah persaingan produk dipasar. Marketing intelijen berasal dari strategy yang secara diam-diam dikumpulkan dan di analisa datanya sebagai Key Action untuk membuat keputusan, keberhasilan dan ketahanan dipasar menginggat saat ini kita ketahui bahwa sudah tidak adalah lagi istilah “industry maupun persaingan”. Disamping itu MI juga merupakan pengerak yang mampu mempertajam budaya perusahaan yang berdampak pada nilai perusahaan. Dalam pelatihan ini peserta diberikan pemahaman yang mendasar dan tool serta tehnik yang sederhana namun handal. Sasaran pelatihan Melalui training Marketing intelligence: Concept & practice ini diharapkan peserta akan: Memahami ruang lingkup Marketing Intelligence Membuat tools yang diperlukan untuk keperluan MI Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan MI Melakukan analisis dan evaluasi terhadap MI Target Peserta Training Marketing intelligence: Concept & practice ini ditujukan untuk para Karyawan di bagian pemasaran dan karyawan yang meminati bidang manajemen pemasaran Outline Materi : Marketing Intelligence: Concept & practice Ruang Lingkup Market Intelligence • Understanding the power of market intelligence, and how it incorporates marketing research Bentuk Informasi dan sumber-sumber Market Intelligence • Creating intelligence teams and building an intelligence culture • Developing market intelligence skills, and an MI toolbox Data-data dalam Market Intellegence • Developing information plans Seluk beluk Market Intellegence bagi perusahaan • The art of war Langkah menjaga Market Intellegence dari perusahaan pesaing • Market intelligence services, methodologies and information sources that help you stay ahead Kegunaan Market Intellegence bagi perusahaan • Does your intelligence work today require new insights, methodologies and information sources? • Do you need information and analysis on how raw material prices are likely to move or how new regulations will impact your industry? • Do you wish to conduct preliminary secondary research on a product category? • Do you need some quick help in putting together a profile of potential new markets? Proses Market Intellegence • Concepts, techniques, tools and management processes that are critical to effective MI Analisa dan Evaluasi Market Intellegence • EFAS & IFAS analysis and positioning • Consumer Decision Making research • Key Succsess Factor and KPI or KRA • Strategic Decision Making Marketing Information system • Reporting the information in a fashion that facilitates generating a cohesive view of the company’s market situation and enhances decision making Memberdayakan Market Intellegence Langkah SWOT Market Intellegence • Applying analytical tools and techniques and using them to analyze and process information Studi Kasus • Analyzing business cases of MI in action

Online Training : New Product Development

Pengantar Training New Product Development (NPD) Mengembangkan dan meluncurkan produk baru yang sukses adalah penggerak utama Penjualan dan Pemasaran bahkan Bisnis secara keseluruhan. Inovasi yang berhasil memastikan bahwa produk Anda tetap kompetitif dan peluang pertumbuhan tidak terlewatkan. Namun penelitian ekstensif menunjukkan bahwa tingkat kegagalan di daerah ini tinggi. Melalui contoh kontemporer dan penerapan studi kasus yang menarik, Anda akan belajar bagaimana mengembangkan dan menerapkan proses NPD yang telah terbukti, bersamaan dengan mengelola faktor kunci lainnya yang meningkatkan tingkat keberhasilan. Tujuan : Mempelajari definisi, manfaat dan prinsip-prinsip New Product Development yang sukses. Mempelajari dan menerapkan teknik untuk menghasilkan ide produk baru. Peserta mampu menggunakan teknik untuk menyaring ide produk baru. mengembangkan konsep positioning dan pernyataan strategi merek yang jelas untuk ide produk baru yang dipilih. Memahami faktor utama yang berkontribusi terhadap kesuksesan dan kegagalan dalam pengembangan produk baru dan menilai kinerja perusahaan Anda saat ini. Mengembangkan rencana tindakan untuk memperbaiki NPD dalam bisnis Anda sendiri. Outline Training Strategi produk baru Mengembangkan ide – ide dan memilih yang terbaik Pengembangan konsep dan pengujian Analisa bisnis Pengujian produk Komersial Faktor keberhasilan dalam NPD; produk unggulan yang terdiferensiasi, wawasan pelanggan, definisi produk yang tajam, stabil dan awal, perencanaan merek, proses gerbang panggung, tim proyek lintas fungsional dan budaya inovatif yang didukung oleh manajemen senior. Penilaian kinerja organisasi dan perencanaan tindakan untuk memperbaiki NPD di organisasi delegasi sendiri. Target Peserta Pelatihan Product Manager, Product Specialist, Product Development ManagerBisnis Development Manager, Marketing Manager, Sales Manager

Digital Marketing Strategy – 1 Day

DESKRIPSI PROGRAM Digital Marketing merupakan usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan. Perusahaan perlu menjadi adaptif dan responsif dalam memenangkan konsumen. Pertahanan dalam paradigma baru ini, membuat perusahaan harus memiliki komitmen yang kuat untuk pemasaran digital melalui investasi baru dalam teknologi dan inovasi, termasuk strategi dalam melakukan Digital Marketing. TUJUAN PELATIHAN : Memberikan mindset dan pengetahuan terkait Komunikasi Pemasaran Digital Memberikan skill pada peserta dalam mengkomunikasikan merek dan produk melalui media digital. Mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital yang sudah dilakukan peserta. MATERI PELATIHAN : Konsep Digital Marketing dan Komunikasi Online Digital marketing plan; Perencanaan komunikasi pemasaran digital yang efektif Digital customers; Menganalisis profil dan perilaku konsumen digital Mengelola pesan komunikasi pemasaran yang efektif Digital media & Channel dan pemilihan media digital yang tepat Mengembangkan Program Digital Marketing Online Advertising Display Advertising Social Media Advertising Mobile advertising Evaluasi dan standar pengukurannya Mengelola hubungan dengan konsumen digital PESERTA YANG DISARANKAN : Staf Marketing / Promosi Business Development Brand Product Marketing Communications Customers Relationship *Peserta di WAJIBKAN membawa Laptop. METODE PELATIHAN : Presentasi Diskusi Studi kasus Praktis