training corporate secretary

Peran Strategis Training Corporate Secretary dalam Menjaga Kepatuhan dan Reputasi Perusahaan

Peran Strategis Training Corporate Secretary dalam Menjaga Kepatuhan dan Reputasi Perusahaan

Peran Strategis Training Corporate Secretary dalam Menjaga Kepatuhan dan Reputasi Perusahaan Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas, peran Corporate Secretary tidak lagi sekadar administratif. Posisi ini telah berevolusi menjadi fungsi strategis yang berada di garis depan dalam menjaga kepatuhan perusahaan sekaligus melindungi reputasi organisasi. Dalam banyak kasus, kegagalan dalam pengelolaan tata kelola dan komunikasi korporasi dapat berujung pada krisis reputasi yang berdampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis. Di sinilah pentingnya training Corporate Secretary sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional dalam menghadapi kompleksitas regulasi dan dinamika stakeholder modern. Memahami Peran Corporate Secretary dalam Konteks Bisnis Modern Corporate Secretary merupakan penghubung utama antara direksi, pemegang saham, regulator, dan publik. Peran ini tidak hanya memastikan kelancaran administrasi perusahaan seperti penyimpanan dokumen dan risalah rapat, tetapi juga menjadi penjaga integritas tata kelola perusahaan. Dalam praktiknya, Corporate Secretary bertanggung jawab memastikan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) berjalan secara konsisten. Hal ini mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dalam pengelolaan perusahaan. Lebih jauh lagi, Corporate Secretary juga memiliki peran penting dalam: Menginterpretasikan regulasi yang berlaku Mengelola komunikasi korporasi secara strategis Mendukung pengambilan keputusan direksi berbasis kepatuhan Menjaga hubungan dengan regulator dan investor Peran ini menuntut kombinasi antara pemahaman hukum, komunikasi strategis, serta kemampuan manajemen risiko. Mengapa Peran Ini Semakin Krusial Saat Ini Lingkungan bisnis saat ini ditandai dengan meningkatnya kompleksitas regulasi, terutama di sektor perusahaan terbuka dan industri keuangan. Regulasi terkait keterbukaan informasi, perlindungan investor, serta kepatuhan terhadap pasar modal menjadi semakin ketat. Selain itu, perkembangan teknologi dan media digital membuat reputasi perusahaan lebih rentan terhadap krisis. Satu kesalahan komunikasi atau ketidaksesuaian informasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publik. Dalam konteks ini, Corporate Secretary berperan sebagai “gatekeeper” yang memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan perusahaan telah sesuai dengan regulasi dan strategi komunikasi yang tepat. Menurut praktik global, fungsi ini juga menjadi bagian penting dalam sistem risk management dan internal control, terutama dalam mengidentifikasi potensi risiko kepatuhan dan reputasi. Dampak Nyata bagi Organisasi Perusahaan yang memiliki fungsi Corporate Secretary yang kuat cenderung lebih mampu menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan stakeholder. Hal ini memberikan beberapa manfaat strategis, antara lain: Pertama, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan pemahaman yang baik terhadap hukum dan peraturan pasar modal, perusahaan dapat menghindari sanksi administratif maupun hukum. Kedua, memperkuat reputasi perusahaan. Komunikasi yang terkelola dengan baik akan meningkatkan kepercayaan investor, mitra bisnis, dan publik. Ketiga, mendukung efektivitas pengambilan keputusan. Informasi yang akurat dan tepat waktu memungkinkan direksi mengambil keputusan yang lebih strategis. Keempat, mengurangi risiko krisis. Dengan adanya sistem monitoring dan komunikasi yang baik, potensi isu dapat diidentifikasi sejak dini sebelum berkembang menjadi krisis besar. Kesimpulan Peran Corporate Secretary tidak lagi bisa dipandang sebagai fungsi administratif semata. Dalam konteks bisnis modern, posisi ini menjadi elemen strategis dalam menjaga kepatuhan, mengelola risiko, dan melindungi reputasi perusahaan. Melalui peningkatan kompetensi yang tepat, Corporate Secretary dapat menjadi mitra strategis bagi direksi dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Inilah alasan mengapa investasi dalam training Corporate Secretary bukan sekadar pengembangan individu, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Ikuti Training Corporate Secretary di Value Consult Memahami peran dan tanggung jawab Corporate Secretary menjadi hal penting dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Melalui Training Corporate Secretary di Value Consult, peserta akan mempelajari aspek hukum, etika bisnis, serta mekanisme kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk peran strategis dalam mendukung Direksi dan menjaga hubungan dengan stakeholders. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan dalam mengelola administrasi perusahaan, memahami regulasi pasar modal, serta memastikan kepatuhan dan transparansi perusahaan. Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan pemahaman mengenai komunikasi korporasi, manajemen risiko, dan implementasi prinsip Good Corporate Governance dalam praktik bisnis sehari-hari. Tingkatkan kompetensi Anda dalam menjalankan fungsi Corporate Secretary secara profesional dan strategis dengan mengikuti pelatihan ini di Value Consult. Informasi lengkap mengenai materi dan jadwal pelatihan dapat anda lihat melalui link berikut: https://valueconsulttraining.com/corporate-communication-training/training-corporate-secretary/

Meningkatkan Kompetensi Corporate Secretary untuk Menghadapi Tantangan Bisnis Modern

Meningkatkan Kompetensi Corporate Secretary untuk Menghadapi Tantangan Bisnis Modern

Perubahan lanskap bisnis yang semakin kompleks telah mendorong pergeseran peran Corporate Secretary dari fungsi administratif menjadi posisi strategis dalam organisasi. Di era transparansi, digitalisasi, dan pengawasan regulasi yang semakin ketat, Corporate Secretary tidak lagi sekadar pencatat rapat atau pengelola dokumen, melainkan penjaga integritas tata kelola perusahaan. Bagi banyak perusahaan, terutama yang telah go public atau sedang menuju IPO, kualitas Corporate Secretary sering kali menjadi cerminan dari seberapa kuat sistem governance yang dimiliki. Inilah alasan mengapa penguatan kompetensi melalui Training Corporate Secretary menjadi semakin relevan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan regulasi, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Dalam praktiknya, Corporate Secretary memiliki tanggung jawab yang sangat luas dan multidimensional. Ia bertindak sebagai liaison officer yang menjembatani komunikasi antara Direksi, Dewan Komisaris, regulator, investor, hingga publik. Di saat yang sama, ia juga memastikan bahwa setiap kebijakan dan keputusan perusahaan dijalankan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Konsep GCG sendiri menekankan pada transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan fairness. Corporate Secretary berperan aktif dalam memastikan prinsip-prinsip tersebut tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam aktivitas operasional perusahaan. Hal ini mencakup pengelolaan dokumen penting seperti risalah Rapat Direksi dan RUPS, yang memiliki nilai strategis sekaligus legal. Namun, tantangan yang dihadapi Corporate Secretary di era modern tidak berhenti pada aspek administrasi dan governance. Perkembangan regulasi di pasar modal, perubahan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi stakeholder menuntut kompetensi yang jauh lebih luas. Seorang Corporate Secretary harus memahami hukum korporasi, mekanisme perdagangan saham, hingga dinamika komunikasi publik. Dalam konteks pasar modal Indonesia, pemahaman terhadap regulasi yang berlaku menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Corporate Secretary harus mampu menginterpretasikan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas, serta memastikan bahwa perusahaan selalu berada dalam koridor kepatuhan. Kegagalan dalam aspek ini tidak hanya berpotensi menimbulkan sanksi, tetapi juga dapat merusak reputasi perusahaan secara signifikan. Selain itu, keterlibatan Corporate Secretary dalam aktivitas seperti penerbitan saham, pembagian dividen, hingga koordinasi dengan auditor dan konsultan hukum menunjukkan bahwa peran ini memiliki dampak langsung terhadap aktivitas bisnis perusahaan. Dalam banyak kasus, Corporate Secretary juga menjadi sumber informasi utama bagi Direksi dalam memahami implikasi regulasi terhadap strategi bisnis. Salah satu aspek yang sering kali menjadi tantangan adalah kemampuan dalam mengelola komunikasi. Corporate Secretary dituntut untuk mampu menyampaikan informasi yang kompleks secara jelas, akurat, dan tepat waktu. Dalam situasi krisis, kemampuan ini menjadi sangat krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan stakeholder. Sebagai ilustrasi, dalam kasus perusahaan yang menghadapi isu keterbukaan informasi, keterlambatan atau kesalahan komunikasi dapat memperburuk situasi. Sebaliknya, Corporate Secretary yang memiliki kompetensi komunikasi yang baik mampu mengelola isu secara strategis, sehingga dampaknya dapat diminimalkan. Di sinilah pentingnya pemahaman tentang public relations, media relations, serta manajemen krisis sebagai bagian dari kompetensi inti. Tidak kalah penting, Corporate Secretary juga memiliki peran dalam mendukung manajemen risiko. Dalam kerangka internal control system, fungsi ini membantu mengidentifikasi potensi risiko, baik dari sisi operasional maupun regulasi, serta memastikan adanya mekanisme pengendalian yang efektif. Pendekatan ini sejalan dengan praktik global yang menempatkan governance, risk, dan compliance (GRC) sebagai fondasi utama dalam pengelolaan organisasi. Melihat kompleksitas peran tersebut, pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Program seperti Training Corporate Secretary dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari aspek hukum dan etika, mekanisme pasar modal, hingga keterampilan komunikasi dan problem solving. Pendekatan yang digunakan biasanya berbasis studi kasus dan diskusi interaktif, sehingga peserta dapat memahami bagaimana konsep diterapkan dalam situasi nyata. Dari perspektif praktisi, ada beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas peran Corporate Secretary dalam organisasi. Pertama, memastikan bahwa posisi ini memiliki akses langsung kepada Direksi, sehingga dapat berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan. Kedua, membangun sistem dokumentasi dan pelaporan yang terstruktur untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas. Ketiga, terus memperbarui pengetahuan terkait regulasi dan perkembangan industri. Selain itu, penting juga untuk mengembangkan kemampuan analitis dan komunikasi. Corporate Secretary yang efektif bukan hanya memahami aturan, tetapi juga mampu memberikan insight strategis kepada manajemen. Ia harus mampu melihat hubungan antara regulasi, risiko, dan peluang bisnis, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan. Pada akhirnya, Corporate Secretary adalah salah satu fungsi yang memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan dan kinerja bisnis. Dalam lingkungan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman strategis yang kuat. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi Corporate Secretary bukan lagi sekadar kebutuhan operasional, melainkan investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Dengan pendekatan yang tepat, seperti melalui Training Corporate Secretary, perusahaan dapat membangun fungsi governance yang lebih kuat, meningkatkan kepercayaan stakeholder, serta menghadapi tantangan bisnis modern dengan lebih percaya diri. Ikuti Training Corporate Secretary di Value Consult Memahami peran dan tanggung jawab Corporate Secretary menjadi hal penting dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Melalui Training Corporate Secretary di Value Consult, peserta akan mempelajari aspek hukum, etika bisnis, serta mekanisme kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk peran strategis dalam mendukung Direksi dan menjaga hubungan dengan stakeholders. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan dalam mengelola administrasi perusahaan, memahami regulasi pasar modal, serta memastikan kepatuhan dan transparansi perusahaan. Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan pemahaman mengenai komunikasi korporasi, manajemen risiko, dan implementasi prinsip Good Corporate Governance dalam praktik bisnis sehari-hari. Tingkatkan kompetensi Anda dalam menjalankan fungsi Corporate Secretary secara profesional dan strategis dengan mengikuti pelatihan ini di Value Consult. Informasi lengkap mengenai materi dan jadwal pelatihan dapat anda lihat melalui link berikut: https://valueconsulttraining.com/corporate-communication-training/training-corporate-secretary/

Strategi Public Relations yang Efektif untuk Meningkatkan Reputasi dan Brand Image Perusahaan

Strategi Public Relations yang Efektif untuk Meningkatkan Reputasi dan Brand Image Perusahaan

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, reputasi perusahaan menjadi salah satu aset yang sangat berharga. Reputasi yang baik tidak hanya memengaruhi kepercayaan pelanggan, tetapi juga berdampak pada hubungan dengan investor, regulator, serta berbagai stakeholder lainnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi Public Relations (PR) yang efektif untuk menjaga citra positif serta membangun brand image yang kuat. Public Relations berperan penting dalam mengelola komunikasi antara perusahaan dengan publik. Melalui strategi komunikasi yang tepat, perusahaan dapat menyampaikan pesan yang jelas, membangun kepercayaan, serta memperkuat posisi perusahaan di pasar. Dalam praktiknya, fungsi PR juga berkaitan erat dengan peran Corporate Secretary, terutama dalam menjaga komunikasi perusahaan yang transparan dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kemampuan dalam mengelola komunikasi perusahaan dan hubungan dengan stakeholder menjadi kompetensi penting bagi para profesional di bidang corporate communication. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, banyak perusahaan mendorong profesionalnya mengikuti training corporate secretary yang membahas berbagai aspek komunikasi perusahaan, reputasi, serta implementasi Good Corporate Governance. Pentingnya Public Relations dalam Membangun Reputasi Perusahaan Public Relations merupakan fungsi strategis yang bertujuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik antara perusahaan dan publiknya. Peran PR tidak hanya terbatas pada penyebaran informasi, tetapi juga mencakup pengelolaan citra perusahaan, komunikasi dengan stakeholder, serta manajemen isu yang dapat memengaruhi reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan berkomunikasi dengan publik. Komunikasi yang transparan, konsisten, dan profesional dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder. Sebaliknya, komunikasi yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan persepsi negatif yang berdampak pada citra perusahaan. Melalui strategi Public Relations yang tepat, perusahaan dapat: Meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan Membangun citra positif perusahaan Memperkuat hubungan dengan stakeholder Mengelola informasi perusahaan secara profesional Mengantisipasi dan menangani krisis reputasi Dengan demikian, PR memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan. Hubungan Public Relations dan Corporate Secretary Dalam banyak organisasi modern, fungsi Public Relations memiliki keterkaitan erat dengan peran Corporate Secretary. Corporate Secretary bertugas memastikan komunikasi perusahaan berjalan dengan baik serta sesuai dengan peraturan dan prinsip tata kelola perusahaan. Corporate Secretary berperan sebagai penghubung antara manajemen perusahaan dengan stakeholder eksternal, termasuk regulator, investor, media, serta masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi yang efektif menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang Corporate Secretary. Beberapa peran Corporate Secretary yang berkaitan dengan Public Relations antara lain: Mengelola keterbukaan informasi perusahaan Menjaga hubungan komunikasi dengan stakeholder Mendukung implementasi Good Corporate Governance Mengelola komunikasi perusahaan dalam situasi krisis Strategi Public Relations yang Efektif Agar reputasi perusahaan tetap terjaga dan brand image semakin kuat, terdapat beberapa strategi Public Relations yang dapat diterapkan secara efektif. Membangun Komunikasi yang Transparan Transparansi merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik. Perusahaan perlu memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik bersifat akurat, jelas, dan mudah dipahami. Komunikasi yang transparan tidak hanya meningkatkan kepercayaan stakeholder, tetapi juga membantu perusahaan dalam menghindari kesalahpahaman yang dapat merusak reputasi. Mengelola Hubungan dengan Media Media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik terhadap perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjalin hubungan yang baik dengan media melalui komunikasi yang profesional dan terbuka. Kegiatan seperti konferensi pers, siaran pers, dan media briefing dapat membantu perusahaan menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat. Mengelola Isu dan Krisis Komunikasi Setiap perusahaan berpotensi menghadapi isu atau krisis yang dapat memengaruhi reputasi. Dalam situasi seperti ini, tim Public Relations harus mampu bertindak cepat dan strategis untuk menjaga citra perusahaan. Beberapa langkah penting dalam manajemen krisis antara lain: Mengidentifikasi sumber permasalahan Menyusun strategi komunikasi yang tepat Menyampaikan klarifikasi secara transparan Memantau respons publik terhadap isu yang berkembang Memanfaatkan Media Digital Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan berkomunikasi dengan publik. Media sosial, website perusahaan, dan platform digital lainnya menjadi sarana penting dalam membangun komunikasi dengan stakeholder. Strategi digital PR yang efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan visibilitas serta memperkuat brand image di era digital. Konsistensi dalam Penyampaian Pesan Perusahaan Konsistensi dalam komunikasi sangat penting untuk membangun identitas perusahaan. Pesan yang disampaikan kepada publik harus mencerminkan visi, misi, serta nilai-nilai perusahaan. Dengan komunikasi yang konsisten, perusahaan dapat memperkuat positioning brand serta meningkatkan kepercayaan stakeholder. Pentingnya Mengikuti Training Corporate Secretary Dalam menjalankan fungsi komunikasi perusahaan, profesional di bidang Corporate Secretary dan Corporate Communication perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai strategi komunikasi, reputasi perusahaan, serta tata kelola perusahaan yang baik. Mengikuti training corporate secretary dapat memberikan berbagai manfaat bagi para profesional, antara lain: Memahami peran strategis Corporate Secretary dalam perusahaan Meningkatkan kemampuan komunikasi dengan stakeholder Memahami implementasi Good Corporate Governance Menguasai teknik pengelolaan informasi perusahaan Meningkatkan kemampuan dalam menangani isu dan krisis Komunikasi Melalui pelatihan yang tepat, profesional dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola komunikasi perusahaan secara efektif serta mendukung reputasi perusahaan di mata publik. Kesimpulan Public Relations merupakan elemen penting dalam membangun dan menjaga reputasi perusahaan. Melalui strategi komunikasi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat brand image di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Peran Public Relations juga berkaitan erat dengan fungsi Corporate Secretary yang bertanggung jawab atas komunikasi perusahaan dan keterbukaan informasi kepada stakeholder. Oleh karena itu, penguasaan strategi komunikasi serta pemahaman mengenai tata kelola perusahaan menjadi kompetensi penting bagi para profesional di bidang ini. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, mengikuti training corporate secretary menjadi langkah yang tepat bagi para profesional yang ingin memperkuat kemampuan dalam mengelola komunikasi perusahaan serta mendukung penerapan Good Corporate Governance secara optimal. Ikuti Training Corporate Secretary di Value Consult Memahami peran dan tanggung jawab Corporate Secretary merupakan hal penting dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Melalui Training Corporate Secretary di Value Consult, peserta akan mempelajari berbagai aspek penting mulai dari fungsi strategis sekretaris perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pengelolaan komunikasi antara manajemen, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. Tingkatkan pemahaman dan kompetensi profesional Anda dengan mengikuti pelatihan Corporate Secretary di Value Consult. Informasi lengkap mengenai materi dan jadwal pelatihan dapat Anda lihat melalui link berikut : https://valueconsulttraining.com/corporate-communication-training/training-corporate-secretary/

Training Corporate Secretary

Training Corporate Secretary mempelajari dan memahami secara mendalam pengertian pelaksanaan hukum dan etika menurut Bursa Efek Indonesia (BEI-IDX), bagaimana mekanisme perdagangan Efek di BEI – IDX, dan mengenai pemahaman Good Corporate Governance dan Compliance Management. Deskripsi Training Corporate Secretary Corporate Secretary atau Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi dan bertugas sebagai pejabat penghubung (liaison officer) yang secara profesional melaksanakan tata kelola administrasi serta menyimpan dokumen Perusahaan, termasuk risalah Rapat Direksi maupun Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), agar siap dimanfaatkan seperlunya bagi perusahaan dan stakeholders-nya. Sekretaris Perusahaan juga harus memastikan bahwa Perusahaan mematuhi peraturan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) termasuk persyaratan keterbukaan yang berlaku. Divisi Corporate Secretary juga bertanggungjawab atas pengelolaan dan Manajemen Risiko  yang merupakan salah satu bagian termasuk sebagai  Internal Control System dalam  Risk Management. “Within any organization, a Corporate Secretary’s duties include ensuring the integrity of the governance framework, being responsible for the efficient administration of a company, ensuring compliance with statutory and regulatory requirements and implementing decisions made by the Board of Directors.” Tugas Corporate Secretary : Mengimplimentasikan melalui komunikasi teknologi informasi maupun konvensional segala keputusan Dewan Direksi yang penting dan diperintahkan untuk dilaksanakan Memberikan masukkan mengenai pengertian peraturan dan undang-undang korporasi dan undang-undang perdagangan saham yang berlaku Ikut mengatur kelancaran transaksi jual-beli saham di Bursa Efek, termasuk ketika penerbitan saham baru, pengelolaan administrasi pembayaran dividen sesuai peraturan legal yang berlaku Memberi masukkan dan bekerja sama dengan auditors, biro hukum, juga konsultan pajak sebagai partner perusahaan Bekerja sama untuk mendapatkan informasi dan masukkan secepatnya dengan pihak perbankan, pemegang saham mayoritas agar memenuhi ketentuan perundang-undangan Menghadiri dan mencatat minutes of meeting dalam semua rapat direksi  mengenai perdagangan saham bersama pemegang saham Memahami pelaksanaan Bursa Saham secara Fintech Memastikan pengelolaan manajemen kepatuhan (compliance obligations) sesuai otoritas regulatori Target Peserta Targer Peserta dalam pelatihan Training Corporate Secretary Corporate Secretary dan staf Wakil Perantara Pedagang Efek Direksi/Manajer Senior Perusahaan Tbk (Go-Public) Direksi/Manajer dan Calon Corporate Secretary Perusahaan yang akan IPO/Go-Public Manajer investasi Manajer Kepatuhan Metode Pelatihan Metode yang akan di gunakan dalam Training Corporate Secretary Presentasi Power Point dan Video. Diskusi Interaktif. Pembahasan Studi Kasus. Pembahasan analisis dan problem solving. Outline Materi Materi Materi yang akan di pelajari dalam Training Corporate Secretary Mempelajari dan memahami secara mendalam pengertian pelaksanaan Hukum dan Etika menurut Bursa Efek Indonesia (BEI-IDX) yang meliputi: Emiten dan Perusahaan Publik; Regulasi terkait Perusahaan Efek; Transaksi Efek dan Instrumennya; Perilaku dan Etika Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE); Menghadapi Kejahatan di Bidang Pasar Modal Diskusi dan mendalami Mekanisme Perdagangan Efek di BEI – IDX, meliputi: Lembaga Kliring dan Penjaminan; Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Utang-piutang; Lembaga Perlindungan Investor Efek; Peraturan Keanggotaan; Peraturan Perdagangan; Struktur Pasar Modal Indonesia Mendapat masukkan bagaimana sebenarnya Perdagangan Efek di BEI- IDX: Surat Berharga dan Efek yang diperdagangkan di pasar modal; Indeks Efek dan Aksi Korporasi Pemantapan pengetahuan tambahan dan melaksanakan Komunikasi yang Efektif: Teori Komunikasi Lasswell; Dasar-dasar Public Relations; Menghadapi Isu, Risiko dan Krisis; Etika Bisnis Komunikasi; Pengetahuan Dasar Media Relations Selintas pemahaman Good Corporate Governance dan Compliance Management Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.