training purchasing management

Strategi Purchasing Management di Tengah Tekanan Ekonomi 2026

Strategi Purchasing Management di Tengah Tekanan Ekonomi 2026

Memasuki 2026, tekanan ekonomi global dan domestik membuat banyak perusahaan di Indonesia harus melakukan efisiensi besar-besaran. Kenaikan harga bahan baku, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan margin memaksa manajemen melakukan pengendalian biaya secara lebih disiplin. Dalam kondisi ini, Purchasing Management menjadi salah satu fungsi paling strategis dalam organisasi. Banyak perusahaan baru menyadari bahwa Purchasing Management bukan sekadar aktivitas administratif pembelian. Purchasing Management adalah sistem pengelolaan pengadaan yang menentukan stabilitas biaya, ketahanan supply chain, dan kekuatan cash flow perusahaan. Ketika ekonomi melambat, efektivitas Purchasing Management menentukan apakah perusahaan mampu bertahan atau justru semakin tertekan. Mengapa Purchasing Management Menjadi Prioritas di 2026? Dalam struktur biaya perusahaan, porsi pengeluaran terbesar sering berasal dari aktivitas pembelian. Artinya, setiap perbaikan dalam Purchasing Management berdampak langsung pada profitabilitas. Jika Purchasing Management tidak terstruktur, perusahaan akan menghadapi: Pembelian tidak terkontrol Negosiasi harga yang lemah Supplier tidak terukur Risiko kontrak merugikan Kebocoran biaya operasional Sebaliknya, Purchasing Management yang kuat mampu menjadi alat utama cost reduction tanpa harus melakukan langkah ekstrem seperti pemotongan SDM. Strategi Purchasing Management Menghadapi Tekanan Ekonomi 1️⃣ Strategic Sourcing Purchasing Management perlu beralih dari pembelian reaktif menjadi pendekatan strategis berbasis data dan analisis total cost. 2️⃣ Konsolidasi Vendor Melalui evaluasi supplier, Purchasing Management dapat meningkatkan daya tawar sekaligus menjaga stabilitas pasokan. 3️⃣ Negosiasi Berbasis Data Purchasing Management modern menuntut kemampuan analisis harga, benchmark pasar, dan strategi negosiasi jangka panjang. 4️⃣ Penguatan Kontrol Internal Kontrol yang kuat dalam Purchasing Management membantu mengurangi risiko fraud dan kebocoran biaya. Tantangan yang Masih Terjadi Walaupun penting, banyak organisasi masih memiliki kelemahan dalam Purchasing Management: Tidak ada KPI terukur Evaluasi vendor belum sistematis Proses approval tidak efisien Tim belum memiliki skill negosiasi strategis Dalam tekanan ekonomi 2026, kelemahan Purchasing Management seperti ini dapat memperbesar tekanan margin. Peran Training Purchasing Management Strategi tidak akan berjalan optimal tanpa kompetensi yang memadai. Di sinilah Training Purchasing Management menjadi relevan. Melalui Training Purchasing Management, tim dapat memahami: Framework strategic sourcing Teknik negosiasi profesional Analisis cost structure Vendor performance management Risk mitigation dalam pengadaan Dalam konteks tekanan ekonomi, Training Purchasing Management bukan sekadar pengembangan SDM, melainkan langkah strategis memperkuat sistem Purchasing Management secara menyeluruh. Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, penguatan Purchasing Management sering menjadi pembeda antara perusahaan yang sekadar bertahan dan yang tetap kompetitif. Apabila organisasi Anda sedang mengevaluasi efektivitas praktik Purchasing Management saat ini, pendekatan berbasis best practice dan kerangka kerja yang terstruktur dapat menjadi referensi strategis yang relevan. Informasi mengenai framework dan pendekatan tersebut dapat dipelajari lebih lanjut melalui program berikut: 👉 Best Practices Procurement & Purchasing Management https://valueconsulttraining.com/operation-training/best-practices-procurement-purchasing-management/

Best Practices Procurement & Purchasing Management

Best Practices Procurement & Purchasing Management akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Deskripsi Procurement & Purchasing Management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & layanan jasa pada korporasi/institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur Procurement & Purchasing yang terintegrasi, terstruktur, akuntabel, & transparan. Dalam proses implementasi di lapangan seringkali timbul kendala, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier/vendor yang bermasalah, miskomunikasi, hingga supplier/vendor yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Melalui pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini diharapkan: Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami regulasi, administrasi, & prosedur procurement & purchasing Memahami mekanisme serta perbedaan procurement & purchasing lintas sektoral keterkaitan antara planning & realisasi order Memahami strategi & metode untuk analisa  penawaran & pemberian order kepada supplier/vendor Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Target Peserta Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini ditujukan untuk para: Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, & General Affairs. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Best Practices Procurement & Purchasing Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Best Practices Procurement & Purchasing Management adalah : Day 1 Procurement & Purchasing Principles Strategic Sourcing Plan & Order Management Vendor Selection Methods Discussion sharing & case study Day 2 Vendor Selection Methods Bidding Evaluation Methods Order Decision, Renewal, & Vendor Replacement Vendor Performance Management Discussion sharing & case study Testimoni “Baik” Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.