Online Training : Corporate Social Responsibility (CSR) Based on ISO 26000:2010

Training Corporate Social Responsibility (CSR) ini kita akan pelajari Konsep Stakeholder and Social Responsibility, tipe dari CSR, seberapa penting CSR bagi perkembangan perusahaan, bagaimana menjalankan CSR, apa saja tahapan dalam pembuatan CSR dan masih banyak lagi yang akan kita bahas dalam Training Corporate Social Responsibility (CSR) ini.

Indonesia sudah memiliki Undang-undang No 40, Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan BUMN, yang menganjurkan dan mengharuskan perusahaan tertentu menjalankan CSR. CSR sudah seharusnya beyond the rules and regulations, dimana hal yang menjalankan CSR itu adalah moral obligation.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor industri lainnya jelas CSR lebih merupakan moral obligation serta seyogyanya ikut memberikan social responsibility. Dari segi perspektif Public Relations, program-program CSR terbukti meningkatkan image & trust pemangku kepentingan terhadap perusahaan/industri tersebut.

Standar Internasional dkeluarkan untuk memenuhi kebutuhan global, salah satunya adalah ISO 26000:2010 : Panduan Kepedulian Sosial. Bagi setiap perusahaan, baik itu perusahaan besar yang berskala multi nasional, nasional maupun lokal tentunya memiliki Pemangku Kepentingan (Stakeholder/ Interested Parties). Para Pemangku Kepentingan ini merupakan lingkungan terdekat yang langsung berkaitan dengan perusahaan  dalam hal  Corporate Social Responsibility (CSR).

Saat ini berkaitan dengan Kepedulian Sosial perusahaan (CSR) menjadi isu utama yang akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. Adanya hal ini melatarbelakangi kemunculan ISO 26000 sebagai alternatif panduan dalam membangun dan menyalurkan kepedulian sosial semua jenis perusahaan agar penerapan hal ini bisa lebih efektif dan tercapai tujuan sebagaimana harapan awalnya.

CSR bukan hanya berarti melakukan hal-hal benar yang dapat membentuk reputasi baik dan kepercayaan para Pemangku Kepentingan; melainkan terkait sesuatu yang dapat menjaga kelestarian planet bumi beserta semua mahluknya di masa yang akan datang. Di Indonesia, masalah kepedulian sosial menjadi isu yang belum terselesaikan dengan baik. Sebenarnya dalam UU No 40 Tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas telah dinyatakan bahwa Kepedulian  Sosial merupakan tugas perseroan, oleh karena itu setiap perseroan harus menyisihkan dana untu penerapan CSR ini. Dengan kata lain, komponen biaya Kepedulian Sosial Perusahaan bukan lagi didasarkan kepada skema apabila perusahaan memiliki dana, melainkan hal yang dari sejak awal oleh perusahaan telah dicantumkan sebagai dana kepedulian sosial.  Konsep ini menjustifikasi anggaran di tingkat Manajemen Puncak yang belum tentu mendapat pengesahan. Lebih dari itu, perseroan diharuskan menyampaikan laporan.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai Kepedulian Sosial serta mengoptimalkan kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan strategis perusahaan dalam Kepedulian Sosial (CSR) berdasarkan ISO 26000:2010.

  1. Memahami konsep Pemangku Kepentingan dan Corporate Social Responsibility;
  2. memahami poin-poin dalam Sistem Manajemen  ISO 26000:2010.
  3. Memberikan laporan CSR dengan baik bagi perusahaan dan masyarakat;
  4. Menyadari pentingnya CSR bagi kemajuan perusahaan

Pelatihan ini menekankan penggunaan Diskusi, Simulasi, Game Interaktif, Kasus-kasus dan Latihan.

Siapa yang harus ikut

Kandidat Tim Implementasi ISO 26000, Manager, Supervisor dari berbagai bagian yang ada di perusahaan.

HARI PERTAMA
09.00 – 15.00 WIB

  1. Konsep Stakeholder and Social Responsibility
  2. Macam-macam CSR
  3. Pentingnya CSR bagi perkembangan perusahaan
  4. Tata cara pelaksanaan CSR

HARI KEDUA
09.00 – 15.00 WIB

  1. Tahap-tahap pembuatan laporan CSR
  2. Kendala-kendala dalam CSR
  3. Manfaat adanya CSR
  4. Studi Kasus dan Diskusi
Yuwono D. Sucipto

Memiliki pengalaman sebagai Management System Consultant sejak 1996 dan pernah menempati posisi Training Manager  di salah satu proyek World Bank, Project Manager yang membawahi lebih dari 20 konsultan. Beberapa topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya Internal Audit, Interpreting and Documenting of ISO 9000/ISO14000/ISO 17025/OHSAS 18000, SMK3/ISO 27000/ISO 13485/ ISO 26000, Implementation of ISO 9000/ISO14000/ISO 17025/ISO 45000/SMK3, dan Integrated Management System of ISO 9000, ISO 14000 and ISO 45000/SMK3. Ruang lingkup pengalamannya selain di bidang pelatihan juga sebagai Konsultan Pendamping dalam menerapkan dan mendapatkan penghargaan sertifikasi ISO 9000/ ISO 14000/ ISO 45000/ SMK3/ ISO 17025/ ISO 13485/ ISO 27000 selain itu beliau adalah Technical Expert dari Singapore Accreditation Council (SAC)-Badan Akreditasi Nasional Singapura.

Yuwono D. Sucipto adalah lulusan ITT/ STTT, Bandung dan Magister Manajemen dari STIE IPWI, Jakarta, serta  Lead Auditor of ISO 9000/ ISO 14000/ OHSAS 18000/ ISO 17024.

Similar Posts:

Bagikan Outline :
Close Menu