kpi

Balanced Scorecard untuk KPI: Cara Mengoptimalkan Kinerja Perusahaan Secara Strategis

Balanced Scorecard

Apa Itu Balanced Scorecard? Balanced Scorecard adalah kerangka kerja strategis yang digunakan untuk menerjemahkan visi dan strategi perusahaan ke dalam serangkaian Key Performance Indicator (KPI) yang terukur. Metode ini membantu perusahaan memantau performa dari berbagai perspektif secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada profit semata. Dalam dunia bisnis modern, perusahaan tidak lagi cukup mengukur keberhasilan hanya dari sisi finansial. Organisasi juga perlu memastikan bahwa proses internal, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta kepuasan pelanggan berjalan selaras dengan tujuan strategis perusahaan.  Pendekatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton sebagai solusi untuk menciptakan sistem pengukuran kinerja yang lebih seimbang dan strategis. Mengapa Balanced Scorecard Penting untuk KPI? Banyak perusahaan memiliki KPI, tetapi tidak semuanya benar-benar mendukung tujuan bisnis. Sering kali KPI hanya berfokus pada target operasional tanpa melihat dampak strategis jangka panjang. Dengan Balanced Scorecard, KPI menjadi lebih terarah karena setiap indikator dikaitkan langsung dengan strategi perusahaan. Beberapa manfaat utama untuk KPI antara lain: Menyelaraskan KPI dengan visi perusahaan Mempermudah pengukuran performa lintas divisi Membantu pengambilan keputusan berbasis data Meningkatkan fokus pada prioritas strategis Memastikan keseimbangan antara target jangka pendek dan jangka panjang Memperkuat akuntabilitas organisasi Selain itu, kerangka ini juga membantu manajemen memahami hubungan sebab-akibat antara aktivitas operasional dan hasil bisnis. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih cepat melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi ketika diperlukan. Empat Perspektif dalam Balanced Scorecard Dalam penerapannya, Balanced Scorecard menggunakan empat perspektif utama untuk mengukur kinerja perusahaan secara lebih seimbang dan menyeluruh. Keempat perspektif ini membantu organisasi melihat hubungan antara performa finansial, kepuasan pelanggan, efektivitas proses internal, serta pengembangan sumber daya manusia  Perspektif Keuangan (Financial Perspective) Perspektif keuangan berfokus pada bagaimana perusahaan mencapai target finansial dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Aspek finansial tetap menjadi indikator penting karena berkaitan langsung dengan profitabilitas dan keberhasilan bisnis secara keseluruhan. KPI pada perspektif ini biasanya mencakup pertumbuhan revenue, margin keuntungan, return on investment (ROI), serta efisiensi biaya operasional.  Meskipun sangat penting, perspektif ini tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan karena perusahaan juga perlu menyeimbangkannya dengan aspek pelanggan, proses internal, dan pengembangan sumber daya manusia.  Perspektif Pelanggan (Customer Perspective) Perspektif pelanggan menilai bagaimana perusahaan dipandang oleh konsumen, terutama terkait kualitas produk dan layanan yang diberikan. Fokus utama pada perspektif ini adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang positif agar dapat meningkatkan loyalitas dan daya saing perusahaan di pasar.  KPI yang umum digunakan dalam perspektif ini meliputi tingkat kepuasan pelanggan, customer retention rate, jumlah komplain pelanggan, serta Net Promoter Score (NPS).  Dengan memahami perspektif ini, perusahaan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan sehingga strategi peningkatan layanan dapat dilakukan secara lebih tepat.  Perspektif Proses Internal (Internal Business Process) Perspektif proses internal berfokus pada efektivitas dan efisiensi seluruh aktivitas operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan.  Tujuannya adalah memastikan setiap proses bisnis berjalan optimal, menghasilkan produk atau layanan yang berkualitas, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan. KPI pada perspektif ini mencakup waktu penyelesaian proses, tingkat kesalahan produksi, produktivitas operasional, dan efisiensi alur kerja (workflow).  Dengan evaluasi yang baik, perusahaan dapat mengidentifikasi hambatan dalam proses internal dan melakukan perbaikan agar lebih kompetitif dan efisien. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan bisnis.  Fokus utama perspektif ini adalah membangun fondasi jangka panjang melalui peningkatan kompetensi karyawan, budaya kerja, dan pemanfaatan teknologi. KPI yang biasanya digunakan mencakup tingkat pelatihan karyawan, employee engagement, tingkat turnover, serta peningkatan kompetensi digital.  Perusahaan yang kuat dalam aspek ini cenderung lebih adaptif, inovatif, dan mampu bertahan dalam dinamika pasar yang cepat berubah. Cara Menyusun KPI dengan Balanced Scorecard Menyusun KPI menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dimulai dari pemahaman yang jelas terhadap arah strategis perusahaan. Tanpa fondasi strategi yang kuat, KPI hanya akan menjadi angka tanpa makna dan tidak mampu mendorong perbaikan kinerja secara nyata. Menentukan Tujuan Strategis Langkah pertama adalah memahami visi, misi, dan strategi perusahaan secara menyeluruh. Tujuan strategis menjadi dasar utama dalam menyusun KPI karena seluruh indikator kinerja harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.  Biasanya, tujuan strategis mencakup pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, serta pengembangan sumber daya manusia. Setiap tujuan ini harus bisa diterjemahkan menjadi indikator yang terukur agar dapat dievaluasi secara objektif. Menentukan KPI yang Relevan Setelah tujuan strategis ditetapkan, perusahaan perlu memilih KPI yang benar-benar relevan dengan strategi yang sudah disusun. KPI yang baik harus bersifat spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas.  Selain itu, penting untuk tidak menggunakan terlalu banyak KPI karena hal tersebut dapat mengurangi fokus organisasi dan membuat pengukuran kinerja menjadi kurang efektif. Membuat Hubungan Sebab-Akibat Salah satu kekuatan utama kerangka strategi perusahaan adalah kemampuannya menggambarkan hubungan sebab-akibat antar perspektif kinerja.  Misalnya, peningkatan pelatihan karyawan dapat meningkatkan kualitas layanan, yang kemudian berdampak pada meningkatnya kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.  Hubungan ini membantu perusahaan memahami faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan strategi. Menentukan Target dan Monitoring Setiap KPI perlu memiliki target yang jelas agar pencapaian kinerja dapat diukur secara objektif. Setelah itu, perusahaan perlu melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan KPI berjalan sesuai rencana.  Proses pemantauan ini dapat dilakukan melalui dashboard KPI, review bulanan, evaluasi kuartalan, maupun performance meeting. Dengan pemantauan yang rutin, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi masalah dan melakukan perbaikan sebelum berdampak lebih besar. Strategi Sukses Mengoptimalkan Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard Agar implementasi Balanced Scorecard benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan, dibutuhkan strategi yang tepat dalam penerapannya. Tidak cukup hanya menyusun KPI, perusahaan juga harus memastikan bahwa sistem ini berjalan konsisten, terarah, dan selaras dengan tujuan bisnis jangka panjang. Fokus pada Prioritas Strategis Agar implementasi berjalan efektif, perusahaan perlu memastikan bahwa KPI yang digunakan benar-benar mendukung tujuan utama bisnis. Fokus yang terlalu luas hanya akan membuat organisasi kehilangan arah dan sulit mencapai hasil yang optimal.  Dengan menetapkan prioritas strategis yang jelas, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan terarah. Gunakan Teknologi Monitoring KPI Pemanfaatan teknologi dalam pemantauan KPI dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kinerja perusahaan. Sistem digital memungkinkan perusahaan melakukan monitoring secara real-time, sehingga data yang diperoleh menjadi lebih akurat, proses pelaporan lebih

Panduan Lengkap Key Performance Indicator (KPI) General Affair untuk Meningkatkan Efektivitas Operasional Kantor

Panduan Lengkap Key Performance Indicator (KPI) General Affair untuk Meningkatkan Efektivitas Operasional Kantor

Panduan Lengkap Key Performance Indicator (KPI) General Affair untuk Meningkatkan Efektivitas Operasional Kantor Dalam banyak organisasi modern, General Affair (GA) sering dianggap sebagai unit administratif yang bekerja di balik layar. Namun dalam praktik profesional, peran GA jauh lebih strategis. Divisi ini bertanggung jawab memastikan berbagai aspek operasional perusahaan berjalan lancar — mulai dari pengelolaan fasilitas kantor, layanan internal karyawan, hingga koordinasi kebutuhan operasional berbagai departemen. Di sinilah pentingnya Key Performance Indicator (KPI) General Affair. Tanpa indikator kinerja yang jelas, kontribusi GA terhadap efisiensi organisasi sering kali sulit diukur secara objektif. Sebaliknya, dengan sistem KPI yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa fungsi General Affair benar-benar mendukung produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan secara optimal. Artikel ini akan membahas bagaimana KPI dapat membantu meningkatkan efektivitas kinerja General Affair serta bagaimana organisasi dapat mengimplementasikannya secara praktis. Memahami Peran Strategis General Affair dalam Organisasi General Affair pada dasarnya merupakan supporting unit yang menyediakan berbagai layanan operasional bagi seluruh unit kerja di perusahaan. Karena sifatnya yang bersifat shared service, GA sering menjadi penghubung antara kebutuhan operasional perusahaan dengan implementasi di lapangan. Beberapa tanggung jawab utama GA dalam organisasi antara lain: Pengelolaan fasilitas kantor dan sarana kerja Pengaturan layanan administrasi operasional Manajemen aset dan inventaris perusahaan Koordinasi kebutuhan operasional berbagai departemen Pengelolaan vendor atau penyedia layanan eksternal Dukungan operasional terhadap kegiatan HR dan hubungan industrial Dalam banyak perusahaan industri atau perusahaan padat karya, GA bahkan turut terlibat dalam pengelolaan hubungan industrial serta koordinasi dengan masyarakat sekitar lokasi operasional. Karena luasnya cakupan tanggung jawab tersebut, pekerjaan GA sering disebut sebagai “job matrix” — di mana seorang profesional GA harus mampu menangani berbagai persoalan operasional secara simultan. Mengapa KPI General Affair Penting di Dunia Kerja Modern Di era organisasi modern yang semakin menuntut efisiensi dan akuntabilitas, setiap fungsi dalam perusahaan perlu memiliki indikator kinerja yang terukur. Hal ini juga berlaku bagi fungsi General Affair. Menurut konsep performance management yang dikemukakan oleh Robert S. Kaplan dan David Norton dalam kerangka Balanced Scorecard, setiap unit organisasi harus memiliki indikator yang jelas untuk memastikan aktivitas operasional selaras dengan strategi perusahaan. Tanpa KPI yang jelas, beberapa risiko berikut dapat terjadi: Kinerja GA sulit dievaluasi secara objektif Prioritas kerja tidak terdefinisi dengan baik Sulit mengukur efektivitas layanan internal Potensi pemborosan operasional tidak terdeteksi Sebaliknya, ketika KPI diterapkan dengan baik, organisasi dapat memperoleh beberapa manfaat penting: meningkatkan kualitas layanan internal meningkatkan efisiensi operasional memperkuat koordinasi antar departemen memastikan penggunaan sumber daya yang lebih optimal Dengan kata lain, KPI General Affair berfungsi sebagai alat navigasi bagi organisasi dalam mengelola operasional kantor secara profesional. Dimensi Penting dalam Menyusun KPI General Affair Dalam praktik manajemen operasional, indikator kinerja GA umumnya mencakup beberapa dimensi utama. Efisiensi Operasional Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan GA dalam mengelola sumber daya secara efisien. Contoh indikatornya antara lain: tingkat efisiensi biaya operasional kantor pengendalian anggaran fasilitas efisiensi pengelolaan aset dan inventaris Efisiensi operasional menjadi sangat penting terutama bagi perusahaan yang memiliki biaya operasional besar seperti manufaktur atau perusahaan dengan jumlah karyawan yang tinggi. Kualitas Layanan Internal Sebagai unit yang melayani banyak departemen, GA perlu memastikan kualitas layanan internal tetap terjaga. Indikator yang dapat digunakan antara lain: tingkat kepuasan internal user kecepatan respon terhadap permintaan layanan efektivitas koordinasi antar unit kerja Pendekatan ini sering dikenal sebagai internal service excellence, di mana departemen pendukung diperlakukan sebagai penyedia layanan bagi unit kerja lainnya. Manajemen Fasilitas dan Infrastruktur GA juga memiliki peran penting dalam memastikan fasilitas kerja perusahaan berada dalam kondisi optimal. Indikator yang dapat digunakan misalnya: tingkat ketersediaan fasilitas kerja waktu penyelesaian perbaikan fasilitas efektivitas pengelolaan vendor atau penyedia layanan eksternal Manajemen fasilitas yang baik berkontribusi langsung pada produktivitas karyawan. Kepatuhan dan Tata Kelola Operasional Dalam organisasi modern, aspek compliance juga menjadi perhatian penting. Oleh karena itu KPI GA dapat mencakup indikator seperti: kepatuhan terhadap prosedur operasional perusahaan keberhasilan pelaksanaan audit internal efektivitas pengelolaan dokumen operasional Pendekatan ini sejalan dengan prinsip good corporate governance yang banyak diterapkan oleh perusahaan modern. Studi Kasus: Implementasi KPI GA dalam Operasional Perusahaan Sebuah perusahaan manufaktur dengan lebih dari 1.000 karyawan pernah menghadapi masalah operasional yang cukup serius. Permasalahan utama bukan terletak pada produksi, tetapi pada ketidakefisienan layanan operasional kantor. Keluhan karyawan terkait fasilitas kerja meningkat, proses perbaikan fasilitas sering lambat, dan biaya operasional kantor terus meningkat tanpa kontrol yang jelas. Setelah dilakukan evaluasi, perusahaan menemukan bahwa divisi GA tidak memiliki indikator kinerja yang jelas. Aktivitas kerja berjalan secara reaktif tanpa prioritas yang terukur. Perusahaan kemudian melakukan beberapa langkah perbaikan: menyusun KPI General Affair berbasis operasional menerapkan sistem monitoring layanan internal mengimplementasikan prinsip continuous improvement dalam pengelolaan fasilitas Hasilnya cukup signifikan. Dalam waktu satu tahun: tingkat kepuasan layanan internal meningkat biaya operasional kantor menurun sekitar 12% waktu penyelesaian masalah fasilitas berkurang hampir 40% Studi kasus ini menunjukkan bahwa pengelolaan GA yang berbasis KPI dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi organisasi. Praktik Terbaik untuk Meningkatkan Kinerja General Affair Selain KPI, ada beberapa pendekatan manajemen yang terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja GA. Implementasi Prinsip 5S Konsep 5S yang berasal dari praktik manajemen Jepang dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertata dan efisien. 5S terdiri dari: Seiri (Sort) Seiton (Set in Order) Seiso (Shine) Seiketsu (Standardize) Shitsuke (Sustain) Metode ini banyak digunakan dalam sistem lean management untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penerapan Time Management yang Efektif Karena sifat pekerjaan GA yang kompleks dan multitasking, manajemen waktu menjadi kompetensi penting. Profesional GA perlu mampu: memprioritaskan pekerjaan mengelola permintaan layanan internal mengatur koordinasi dengan vendor atau pihak eksternal Pendekatan ini membantu memastikan pekerjaan operasional tidak mengganggu fokus pada tugas strategis. Continuous Improvement Dalam praktik profesional, kinerja GA tidak boleh stagnan. Pendekatan continuous improvement memungkinkan organisasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan operasional. Hal ini dapat dilakukan melalui: evaluasi berkala terhadap proses operasional audit internal fasilitas dan layanan perbaikan sistem kerja secara bertahap Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Kaizen yang banyak digunakan dalam manajemen kualitas modern. Kesimpulan Meskipun sering berada di balik layar, General Affair merupakan elemen penting dalam menjaga kelancaran operasional organisasi. Tanpa pengelolaan GA yang efektif, berbagai aktivitas bisnis dapat terganggu. Implementasi Key Performance Indicator (KPI) General Affair menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa fungsi GA

Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard

Training Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard salah satu tujuannya adalah membuat KPI Perilaku yang ujungnya akan menjadi Budaya Organisasi. (KPI) Deskripsi Ditengah persaingan ketat, diperlukan KPI untuk mencapai Target Organisasi. KPI juga membantu agar tidak terjadi “like and dislike” pada saat pemberian BONUS. Apakah organisasi anda ingin menerapkan KPI? Ingat, KPI juga berguna agar Perencanaan menjadi lebih jelas karena ada target yang jelas. Di workshop Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard, peserta akan diajarkan KPI, mulai yang level 1 sampai ke level 4 (Balanced Scorecard). Di pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard akan diajarkan bagaimana membuat KPI Perilaku yang ujungnya akan menjadi Budaya Organisasi. Gratis: software pembuatan KPI. Hanya ada di workshop iniCara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard ! (KPI) Target Peserta Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard ini ditujukan untuk para: Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik dan mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif dan cepat Metode Pelatihan Training Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard dilaksanakan dengan metode: 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecardselalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif dan studi kasus. Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard  juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga dalam pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard diberikan konsultasi gratis setelah workshop Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard(via video call). Metoda kami sangat praktis dan tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Testimoni To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi,  manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania), Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja, BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya), Acer (Jakarta) , Infomedia, Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim, dll Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis, pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi, transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional, menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Menentukan BONUS dengan Performance Appraisal

Deskripsi Bagaimana menentukan BONUS? Bagaimana agar BONUS bisa meningkatkan kinerja pegawai ? Setiap pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya haruslah memiliki kejelasan akan sasaran umum perusahaan, sasarana divisi, serta sasaran tim kerja, sehingga termotivasi untuk mencapainya. Selanjutnya, perkembangan pencapaian pun perlu dinilai hasilnya secara berkala. Dengan melakukan goal setting dan performance appraisal (penilaian karya), dapat diketahui ketepatan atau ketidaktepatan seorang karyawan pada posisi yang dipegangnya saat ini, membantu menentukan rencana atau prediksi ke depan, serta manfaat lain. Gunakan Performance Appraisal yang efektif, sehingga bisa digunakan untuk penentuan insentif, mengurangi “like and dislike” , juga untuk pembentukan kultur kerja berbasis value organisasi. Wajib diikuti HRD. Patut “diintip” oleh pemilik dan bisnis , agar Value Pendiri dapat diteruskan ke generasi berikut. Di pembekalan ini peserta akan dibekali ketrampilan praktis – cepat – banyak prakteknya, agar pulang langsung bisa diaplikasikan Tujuan Pelatihan Bagaimana mengukur kinerja karyawan: Karakter – Kemauan – Kompetensi Mengukur karkater dan kemauan dari Core Values Organisasi Mengartikulasikan Value dari Founding Father Memetakan Value ke Behavior Mengukur kompetensi dengan KPI Syarat pembuatan KPI KPI tradisional VS KPI Balanced Scorecard Menurunkan KPI dari Job Desc Menyusun KPI behavior berbasis Value Menyusun KPI tangible DO dan DON’T dalam penyusunan KPI Contoh Contoh KPI berbasis Pay for Performance Peserta Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik dan mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif dan cepat Metode Pelatihan 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan selalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif dan studi kasus. Pelatihan juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga diberikan konsultasi gratis setelah workshop (via video call). Metoda kami sangat praktis dan tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Testimonial Peserta Yang Pernah Ikut To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

IT Strategy menggunakan Balanced scorecard

Deskripsi Program Training ini bertujuan agar setelah training peserta bisa membuat IT Strategy yang selaras dengan Tujuan/Goal Perusahaan dengan menggunakan tool Balanced scorecard. Juga peserta akan bisa memahami cara menggunakan Management tool Balanced scorecard untuk departemen fungsional lain selain IT seperti Marketing, R&D, Produksi, bahkan penggunaan Balanced scorecard untuk skala yang lebih luas yaitu menyusun Strategi Map di tingkat unit perusahaan. Balanced Scorecard adalah suatu Manajemen tools untuk menterjemahkan strategi perusahaan menjadi operasional, mengukur kinerja, mengkomunikasikan visi, strategi dan sasaran kepada stakeholders ; Cara yang dilakukan BSC adalah melalui penerapan 4 (empat) perspektif, yaitu perspektif keuangan (Financial), perspektif pelanggan (Customer), perspektif internal (Internal Business Process) dan perpektif pembelajaran & pertumbuhan (Learning and Growth). Target Peserta Pelatihan IT Strategy menggunakan Balanced scorecard ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini cocok untuk para IT Supervisor, IT Manager, IT Director dan para Manager di departemen fungsional lainnya di suatu perusahaan. Juga berguna untuk mereka yang ingin memperbaiki, mengembangkan dan mengubah diri, pekerjaan dan organisasinya. Metode  Pelatihan Training IT Strategy menggunakan Balanced scorecard dilaksanakan dengan metode: Pemaparan materi menggunakan  modul presentasi, diskusi dan sharing pengalaman Penyampaian materi diberikan dengan metode “best practice” dalam pengalaman, sehingga dapat mudah diterapkan di lingkungan kerja di perusahaan Anda. Adanya latihan membuat Score Card Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik IT Strategy menggunakan Balanced scorecard adalah : 1. Memahami pentingnya IT Strategy untuk mendukung bisnis di suatu perusahaan 2. Memahami konsep & fungsi Balanced Scorecard 3. Mengenal dan memahami 4 perspektif dalam Balanced Scorecard 4. Membuat Strategy Map 5. Menyusun IT Strategy menggunakan Balanced Scorecard 6. Bagaimana membuat Target yang baik 7. Membuat IT Scorecard 8. Eksekusi IT Strategy 9. Membuat Report IIAA ( Issue-Implication-Action-Accountability) Fasilitator Vincent Darmawan, S.Kom, M.M Vincent Darmawan adalah alumnus Fakultas Management Informatika Universitas Bina Nusantara (BINUS) pada tahun 1997. Ia memulai karirnya sebagai EDP Staff di sebuah perusahaan trading pharmaceutical di Jakarta, kemudian pengalaman praktisnya berlanjut menjadi IT programmer, IT Infrastruktur dan sekarang sebagai Corporate IT Manager di sebuah perusahaan Kosmetik & Herbal terkemuka di Indonesia Selain pengalaman sebagai praktisi di bidang IT lebih dari 15 tahun baik IT Infrastructure dan IT System di berbagai perusahaan Go Public yang bergerak di bidang Manufactur, IT Solution, Distribusi, Retail, ia juga sebagai Penulis buku IT terbitan Elexmedia Komputindo. Ia juga memiliki sertifikasi ITIL v.3, MCP (Microsoft Certified Profesional) dan berpengalaman dalam team Project implementasi Balanced Scorecard yang akhirnya berhasil sebagai perusahaan PMDN pertama di Indonesia yang memperoleh Award BSC Hall of Fame dari Kaplan-Norton. Materi pelatihan yang pernah diberikan adalah Balanced Scorecard, ITIL, SLA (Service Level Agreement), IT Policy, dll

Improving Individual Performance using 360 degree Feedback and Individual KPI

Deskripsi Penilaian kinerja sangat diperlukan untuk menghindari “like and dislike”. Yang paling populer adalah: “ 360 degree feedback”. Metode ini telah banyak digunakan di berbagai perusahaan di mancanegara dan sudah terbukti efektif. Workshop ini akan menambah wawasan dan keterampilan peserta terhadap 360 degree feedback mulai dari konsep hingga pengolahan hasilnya. Worskhop ini bertujuan untuk:  Mempersiapkan praktisi HR agar dapat memanfaatkan 360-degree Feedback sebagai tools yang bermanfaat untuk memberikan feedback tentang kinerja karyawan dan terutama untuk mengembangkan karyawan melalui program training, coaching ataupun counseling. Juga dapat memberikan pemahaman mengenai strategi dan proses melaksanakan 360-degree Feedback serta contoh-contoh penerapannya di perusahaan. Outline Materi Pengertian 360-degree Feedback? Mengapa diperlukan?. Baik buruknya 360-degree Feedback sebagai sistem Performance Appraisal. 360-degree Feedback sebagai developments tools. Manfaatnya untuk program Training & Counseling. Penggunaan 360-degree Feedback untuk berbagai tujuan lain : Customer’s Satisfaction Survey, Attitude Survey. Pengertian KPI. Keunggulan KPI Individu untuk menggerakkan produktifitas karyawan Evaluation of Training, Organizational Climate Survey, dll. Kesiapan budaya perusahaan. Merencanakan 360-degree Feedback : tujuan, ratee (subject), rater (responders), jenis informasi atau kompetensi yang dibutuhkan, dll. Merancang KPI Individu  yang meliputi 4 perspective Merancang kuesioner, jenis-jenis kuestioner, skala penilaian Analisis dan reporting Kesalahan-kesalahan dalam menerapkan 360-degree Feedback dan KPI. Termasuk solusinya Tujuan Pelatihan Memahami makna 360-degree Feedback serta keunggulannya.  Mampu mensosialisasikan program 360-degree Feedback kepada semua pihak terkait untuk menghindari salah persepsi dan resistansi.  Mampu menerapkan 360-degree Feedback untuk keperluan pengembangan karyawan. Mampu merencanakan proses 360-degree Feedback Mampu mendesign questionnaire, mengolah data dan menyajikan laporan 360-degree Feedback Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.