training supervisor

7 Kompetensi Utama dalam Supervisory Skills yang Wajib Dikuasai

Dalam banyak organisasi, promosi karyawan menjadi supervisor sering kali didasarkan pada performa individu yang baik. Namun, menjadi seorang supervisor bukan sekadar tentang kemampuan teknis, melainkan bagaimana mengelola tim secara efektif. Di sinilah pentingnya kompetensi supervisory skills. Masalah yang sering muncul adalah supervisor belum memiliki kesiapan dalam memimpin tim. Akibatnya, komunikasi tidak berjalan lancar, konflik sulit diselesaikan, dan kinerja tim tidak optimal. Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan perlu memahami pentingnya pengembangan melalui training comprehensive supervisory yang terstruktur dan relevan. Dampak Jika Supervisor Tidak Memiliki Kompetensi Kurangnya kompetensi supervisory skills dapat memberikan dampak signifikan terhadap organisasi, di antaranya: Penurunan kinerja tim Supervisor yang tidak mampu mengarahkan tim akan kesulitan mencapai target. Konflik internal meningkat Ketidakmampuan mengelola perbedaan pendapat dapat memperburuk hubungan kerja. Kurangnya engagement karyawan Tim yang tidak mendapatkan arahan dan dukungan cenderung kehilangan motivasi. Tingginya turnover karyawan Lingkungan kerja yang tidak kondusif mendorong karyawan untuk keluar. Masalah-masalah ini sering kali tidak disadari sejak awal, hingga akhirnya berdampak besar pada performa bisnis. Pendekatan Umum untuk Meningkatkan Kemampuan Supervisor Beberapa organisasi mencoba meningkatkan kemampuan supervisor melalui pendekatan berikut: Belajar dari pengalaman: Supervisor belajar secara trial and error, namun proses ini memakan waktu dan berisiko. Coaching dari atasan: Pendekatan ini cukup efektif, tetapi sangat bergantung pada kualitas atasan. Pelatihan dan pengembangan: Program seperti training comprehensive supervisory menjadi solusi yang lebih sistematis karena dirancang untuk membangun kompetensi secara menyeluruh. Sebagai tambahan, beberapa perusahaan juga melengkapi program pengembangan dengan pelatihan terkait komunikasi dan kepemimpinan untuk memperkuat dasar kemampuan supervisor. 7 Kompetensi Utama dalam Supervisory Skills Untuk menjadi supervisor yang efektif, terdapat tujuh kompetensi utama yang perlu dikuasai: 1. Komunikasi Efektif Supervisor harus mampu menyampaikan informasi secara jelas, mendengarkan secara aktif, dan memastikan pesan dipahami oleh tim. 2. Leadership dan Pengaruh Kemampuan memimpin bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dan memotivasi tim untuk mencapai tujuan bersama. 3. Pengambilan Keputusan Supervisor dihadapkan pada berbagai situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat. Kemampuan analisis menjadi kunci utama. 4. Manajemen Konflik Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam tim. Supervisor harus mampu menjadi mediator yang adil dan objektif. 5. Coaching dan Mentoring Mengembangkan anggota tim merupakan tanggung jawab penting supervisor. Pendekatan coaching membantu meningkatkan potensi individu. Untuk memperdalam kemampuan ini, organisasi juga dapat mempertimbangkan program pengembangan seperti training coaching yang fokus pada teknik membimbing karyawan secara efektif. 6. Delegasi Tugas Supervisor perlu memahami cara membagi tugas sesuai dengan kompetensi tim, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal. 7. Manajemen Kinerja Meliputi penetapan target, monitoring, hingga evaluasi hasil kerja tim secara berkelanjutan. Ketujuh kompetensi ini saling berkaitan dan membentuk fondasi kuat bagi seorang supervisor dalam menjalankan perannya. Peran Strategis Training Comprehensive Supervisory Mengembangkan kompetensi supervisory skills tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah peran training comprehensive supervisory menjadi sangat penting. Program ini dirancang untuk membantu supervisor memahami peran mereka secara menyeluruh, mulai dari aspek komunikasi, kepemimpinan, hingga pengelolaan kinerja tim. Dengan mengikuti training comprehensive supervisory, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja. Selain itu, organisasi juga dapat melengkapi pengembangan dengan program lain seperti training leadership atau training komunikasi untuk memperkuat kompetensi yang lebih spesifik. Kesimpulan Menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan supervisor yang hanya kuat secara teknis. Dibutuhkan individu yang memiliki kompetensi supervisory skills secara menyeluruh agar mampu mengelola tim dengan efektif. Jika organisasi Anda ingin meningkatkan kualitas kepemimpinan di level supervisor, pendekatan terbaik adalah melalui program yang terstruktur dan aplikatif. 👉 Pelajari lebih lanjut program training comprehensive supervisory di sini: FAQ Q1: Apa itu supervisory skills? Kemampuan yang dibutuhkan supervisor untuk mengelola tim secara efektif, termasuk komunikasi, leadership, dan manajemen kinerja. Q2: Mengapa supervisory skills penting? Karena supervisor berperan langsung dalam memastikan kinerja tim dan pencapaian target perusahaan. Q3: Bagaimana cara meningkatkan supervisory skills? Melalui pengalaman, coaching, dan program pelatihan seperti training comprehensive supervisory. Q4: Siapa yang perlu mengikuti training ini? Supervisor baru, calon supervisor, atau leader yang ingin meningkatkan kemampuan mengelola tim. Q5: Apa manfaat utama training supervisory? Meningkatkan efektivitas kepemimpinan, komunikasi tim, dan produktivitas kerja secara keseluruhan.

Membangun Sinergi Tim melalui Managing Relationship yang Tepat

Dalam lingkungan kerja modern, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kualitas hubungan kerja antar anggota tim. Sayangnya, banyak organisasi masih menghadapi tantangan berupa hubungan kerja tim tidak efektif, yang pada akhirnya menghambat kinerja secara keseluruhan. Masalah ini sering muncul dalam berbagai bentuk, seperti miskomunikasi, kurangnya kepercayaan, hingga konflik yang tidak terselesaikan. Bahkan dalam tim yang terdiri dari individu kompeten sekalipun, tanpa relationship yang baik, kolaborasi tidak akan berjalan optimal. Di sinilah pentingnya memahami bahwa membangun sinergi tim membutuhkan pendekatan yang tepat, salah satunya melalui training managing team yang berfokus pada pengelolaan hubungan kerja secara efektif. Dampak Jika Relationship dalam Tim Tidak Terkelola Ketika hubungan kerja dalam tim tidak dikelola dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh organisasi secara keseluruhan. Konflik yang Berlarut Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam tim. Namun, tanpa kemampuan mengelola hubungan, konflik kecil dapat berkembang menjadi masalah besar yang mengganggu kerja sama. Komunikasi Tidak Efektif Kurangnya komunikasi yang terbuka menyebabkan informasi tidak tersampaikan dengan baik. Hal ini seringkali menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak pada kualitas pekerjaan. Penurunan Produktivitas Tim yang tidak solid cenderung bekerja secara individual tanpa koordinasi yang jelas. Akibatnya, produktivitas menurun dan target sulit dicapai. Rendahnya Engagement Karyawan Hubungan kerja yang tidak harmonis membuat anggota tim merasa kurang nyaman. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan motivasi dan loyalitas terhadap perusahaan. Masalah ini menunjukkan bahwa hubungan kerja tim bukan sekadar faktor pendukung, melainkan fondasi utama dalam mencapai kinerja optimal. Pendekatan Umum dalam Membangun Sinergi Tim Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa pendekatan umum yang dapat dilakukan oleh leader maupun anggota tim. Membangun Komunikasi Terbuka Komunikasi yang terbuka memungkinkan setiap anggota tim menyampaikan ide, masukan, dan permasalahan secara konstruktif. Ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang transparan. Menumbuhkan Kepercayaan Kepercayaan menjadi dasar dari setiap hubungan kerja yang sehat. Leader perlu menunjukkan konsistensi, integritas, dan keadilan dalam mengambil keputusan. Memperjelas Peran dan Tanggung Jawab Ketidakjelasan peran seringkali menjadi sumber konflik. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap anggota tim dapat bekerja lebih fokus dan terarah. Mendorong Kolaborasi Kolaborasi yang efektif tidak hanya meningkatkan kualitas hasil kerja, tetapi juga memperkuat hubungan antar anggota tim. Namun, meskipun pendekatan ini terlihat sederhana, implementasinya seringkali tidak mudah. Banyak leader yang memahami konsepnya, tetapi kesulitan dalam menerapkannya secara konsisten. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur melalui training managing team. Solusi Terstruktur melalui Managing Relationship Mengelola hubungan kerja dalam tim membutuhkan lebih dari sekadar niat baik. Dibutuhkan keterampilan khusus yang dapat membantu leader dalam membangun dan menjaga sinergi tim secara berkelanjutan. Peran Leader dalam Membangun Relationship Leader memiliki peran penting dalam menciptakan budaya kerja yang positif. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap hasil kerja, tetapi juga terhadap dinamika hubungan dalam tim. Melalui training managing team, leader dapat mempelajari bagaimana membangun komunikasi yang efektif, mengelola konflik, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Pentingnya Pendekatan Sistematis Pendekatan sistematis membantu memastikan bahwa setiap aspek dalam pengelolaan hubungan kerja diperhatikan secara menyeluruh. Ini mencakup komunikasi, kolaborasi, hingga pengelolaan emosi dalam tim. Training managing team memberikan kerangka kerja yang jelas sehingga leader dapat menerapkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi tim. Salah satu keunggulan dari training managing team adalah pendekatan yang praktis dan relevan dengan situasi kerja nyata. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga studi kasus dan simulasi yang membantu meningkatkan pemahaman. Dengan mengikuti training managing team, organisasi dapat membangun tim yang lebih solid, produktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kerja. Hubungan kerja yang efektif merupakan kunci dalam membangun sinergi tim yang kuat. Tanpa relationship yang baik, berbagai tantangan seperti konflik, miskomunikasi, dan penurunan produktivitas akan sulit dihindari. Meskipun ada berbagai pendekatan yang dapat dilakukan secara mandiri, pengembangan yang terstruktur melalui training managing team memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Jika Anda ingin membangun sinergi tim yang lebih solid melalui pengelolaan relationship yang tepat, Anda dapat mempelajari program berikut: Managing Team, People and Relationship FAQ Apa yang dimaksud dengan managing relationship dalam tim? Managing relationship adalah kemampuan mengelola hubungan kerja antar anggota tim agar tetap harmonis dan produktif. Mengapa hubungan kerja penting dalam tim? Karena hubungan yang baik meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan kinerja tim secara keseluruhan. Apa manfaat mengikuti training managing team? Membantu leader memahami cara mengelola hubungan kerja, mengatasi konflik, dan meningkatkan sinergi tim. Siapa yang cocok mengikuti training ini? Supervisor, team leader, dan manager yang ingin meningkatkan efektivitas dalam mengelola tim.

Program Sertifikasi BNSP : Supervisor Sumber Daya Manusia (SDM)

Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) skema Supervisor Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sebuah sertifikasi yang diberikan oleh lembaga yang sudah disertifikasi oleh BNSP kepada individu yang telah memenuhi persyaratan dan kompetensi yang ditetapkan dalam skema sertifikasi ini. Sertifikasi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan individu dalam mengelola dan mengawasi kegiatan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Dengan memiliki sertifikasi ini, seorang supervisor SDM diakui memiliki kompetensi yang cukup dan terpercaya dalam mengelola sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi atau perusahaan tempatnya bekerja. Tujuan : Tujuan dari skema sertifikasi Supervisor Sumber Daya Manusia (SDM) BNSP adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola dan mengawasi kegiatan SDM dalam sebuah organisasi. Adapun tujuan khususnya antara lain: Menjamin kualitas dan standar kompetensi para supervisor SDM yang bekerja di perusahaan atau organisasi. Meningkatkan kemampuan para supervisor SDM dalam mengelola sumber daya manusia dengan baik dan efektif. Memberikan pengakuan formal atas keahlian dan kemampuan para supervisor SDM. Mendorong para supervisor SDM untuk terus mengembangkan diri dan memperbarui pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap para supervisor SDM yang sudah memiliki sertifikasi dari BNSP. Meningkatkan daya saing perusahaan atau organisasi dengan memiliki tenaga kerja yang berkualitas dan terlatih dalam mengelola SDM. Unit Kompetensi Menyusun Uraian Jabatan Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM Menyusun Sistem Remunerasi Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan Membuat Kesepakatan Kerja Durasi Pelatihan 1 Hari Pembekalan Materi 1 Hari Ujian Kompetensi di laksanakan di hari terpisah Persyaratan Peserta : Minimum Pendidikan setara D2 (Semester 4) Umum. Mmemiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun di bidang SDM Facilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan. Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and Management Cooperation). Certified Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain: Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa, Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll

Basic Supervisory Training

Tujuan Basic Supervisory Training salah satunya adalah memahami  4 aspek (Managing Performance, Managing Yourself, Managing People, Managing Task) yang perlu dikuasai seorang supervisor dan pengembangan ‘mind set’ yang tepat, sehingga dengan bekal itu anda bisa mengambil inisiatif sendiri untuk secara berkesinambungan meningkatkan efektifitas sebagai supervisor. Deskripsi Basic Supervisory Skills Training merupakan suatu program training awal yang diberikan kepada mereka yang akan atau baru mendapatkan suatu perubahan peran dari ‘bekerja sendiri’ menjadi bekerja ‘melalui orang lain’ (supervisi).  Kegagalan utama yang sering dialami supervisor baru dalam menjalani proses transisi ini adalah kegagalannya untuk melihat peran barunya dan ‘kegagapan’-nya untuk mengemban tugas baru tersebut. Workshop ini akan menekankan pada overview 4 aspek yang perlu dikuasai seorang supervisor: Managing Performance: pengembangkan kemampuan supervisor dalam mengelola kinerja dirinya &  tim nya sesuai dengan arah, target Perusahaan. Managing Yourself: pengembangan kemampuan untuk mengelola diri sendiri agar bisa melakukan introspeksi, pengembangan diri untuk berperan efektif sebagai supervisor Managing People: kemampuan untuk mengelola tim dengan keberagaman karakteristik orang yang ada di dalamnya Managing Task: kemampuan untuk membuat prioritas, mengelola tugas, mulai dari perencanaan sampai dengan kontrol. Dengan keterbatasan waktu yang ada penekanan pada workshop ini adalah pada pengembangan ‘mind set’ yang tepat, sehingga dengan bekal itu, peserta bisa mengambil inisiatif sendiri untuk secara berkesinambungan meningkatkan efektivitasnya sebagai supervisor.  Workshop ini tidak akan menawarkan teori2 yang complicated hanya berupa prinsip2 dasar yang perlu dipahami seorang supervisor dalam ke-4 aspek di atas. Metode Pelatihan Basic Supervisory Training dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan: games, simulasi, video training, diskusi, ceramah. Outline Materi Materi Basic Supervisory Training yang akan dibahas adalah : Pengenalan Organisasi, Peran, Tugas, Otoritas, Tanggung Jawab Prinsip, latihan dalam Goal Setting Prinsip dasar Coaching, Counseling & Mentoring Bagaimana memberikan feed back secara efektif Sistematika memahami permasalahan manusia, sistem, budaya di dalam organisasi Pengenalan, introspeksi diri Bagaimana mengembangkan, mempertahankan motivasi diri Manajemen waktu dan prioritas Perencanaan, monitoring, delegasi, kontrol dalam manajemen tugas Mengenali keberagaman anggota tim, bagaimana memotivasi mereka Menangani berbagai macam tipe staf (video showing) Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN

Comprehensive Supervisory Skills Training

Comprehensive Supervisory Skills Training mempelajari mengenai bagaimana mengelola proses transisi menjadi supervisor yang efektif, mengenali managerial career dan apa yang diperlukan untuk berhasil dalam karir tersebut pada saat ini, memahami bagaimana prinsip dasar, manajemen kinerja di antaranya  goal setting, coaching dan performance evaluation, bagaimana prinsip dan latihan dalam goal setting, memahami dan mengembangkan proses-proses kerja yang ada di bawah kendalinya, bagaimana cara membuat list aktivitas diri, mengatur prioritas dan waktu dalam melakukan pekerjaan, dan hal lainnya terkait Supervisory Skills. Deskripsi Pelatihan Training Supervisory Skills ditujukan kepada karyawan yang telah menjabat sebagai Supervisor selama beberapa waktu. Supervisor merupakan jabatan pertama dalam jenjang manajerial. Bagi yang menjalankannya, posisi ini merupakan proses transformasi dari seorang pekerja menjadi seorang Pemimpin. Selama proses tersebut, Supervisor akan menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masih terpaku pada aktivitas sebelumnya sebagai pekerja. Supervisory Training memberikan wawasan dan prinsip-prinsip dasar leadership yang perlu dipahami oleh seorang Supervisor. Perbedaan program ini dengan Basic Supervisory terletak pada penekanan terhadap Managing Performance, penggunaan MBTI untuk pengenalan diri, serta berbagai latihan role play supervisory. Dengan adanya latihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dapat mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan peran sebagai Supervisor. Workshop ini tidak menawarkan teori-teori yang kompleks, melainkan berfokus pada prinsip-prinsip dasar yang perlu dipahami seorang Supervisor dalam empat aspek, yaitu Managing Performance, Managing Yourself, Managing People, dan Managing Task. Tujuan Pelatihan Workshop ini akan menekankan pada overview 4 aspek yang perlu dikuasai seorang supervisor: Managing Performance: pengembangkan kemampuan supervisor dalam mengelola kinerja dirinya dan tim nya sesuai dengan arah dan target Perusahaan. Managing Yourself: pengembangan kemampuan untuk mengelola diri sendiri agar bisa melakukan introspeksi dan pengembangan diri untuk berperan efektif sebagai supervisor. Managing People: kemampuan untuk mengelola tim dengan keberagaman karakteristik orang yang ada di dalamnya. Managing Task: kemampuan untuk membuat prioritas dan mengelola tugas, mulai dari perencanaan sampai dengan kontrol. Peserta Pelatihan Pelatihan ini ditujukan untuk: Supervisor yang telah menjalankan peran selama beberapa waktu. Supervisor yang ingin meningkatkan kemampuan supervisory skills. Team Leader atau calon Supervisor yang dipersiapkan untuk menjalankan peran manajerial. Profesional yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola tim dan aktivitas kerja. Outline Materi Materi Comprehensive Supervisory Skills training yang akan dibahas adalah : Pengenalan Organisasi, Peran, Tugas, Otoritas dan Tanggung Jawab Mengelola proses transisi menjadi supervisor yang efektif Mengenali managerial career dan apa yang diperlukan untuk berhasil dalam karir tersebut pada saat ini Memahami prinsip dasar Manajemen Kinerja: Goal Setting, Coaching dan Performance Evaluation Prinsip dan latihan dalam Goal Setting Memahami dan mengembangkan proses-proses kerja yang ada di bawah kendalinya Membuat list aktivitas diri, mengatur prioritas dan waktu dalam melakukan pekerjaan. Mengenali dan mengatasi hambatan-hambatan kinerja, dari diri sendiri ataupun tim dan organisasi. Pengenalan diri dengan menggunakan MBTI Proses transformasi diri menjadi Pemimpin yang efektif. Mengembangkan ketrampilan delegasi, monitoring dan umpan balik Mengatasi penolakan tim, mengembangkan motivasi dan mengatasi karyawan bermasalah Mengenali dan mengelola berbagai macam tipe staf (film coaching) Berbagai assessment: MBTI, influence profile dan motivasi. role play supervisory: memberikan instruksi, mengatasi penolakan, mengatasi karyawan bermasalah Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan interaktif dan aplikatif melalui kombinasi pemahaman konsep, pembahasan kasus, latihan, dan praktik supervisory skills. Peserta akan mendapatkan kesempatan untuk memahami prinsip dasar supervisory sekaligus mempraktikkannya melalui berbagai aktivitas dan simulasi. Metode pelatihan meliputi: Studi kasus. Games. Role Play. Video Training. Diskusi. Latihan. Testimoni “sangat menyenangkan” “Sangat baik komunikasinya” “sangat enerjik dan puas” “Mohon diperbanyak sesi tanya jawab & sharing pengalaman” “sangat bermanfaat untuk kasus kasusnya” sangat kooperatif dan training dilakukan dalam diskusi interaktif” “Lagi” “Materi yang disampaikan bisa ditambah lagi harinya” “Sangat bagus, membuat Saya termotivasi, metode amat sangat baik dan tidak membosankan” “Cukup baik dalam menyampaikan materi” “Fantastic” “Baik” “Sangat bagus, menguasai dan menyenangkan” Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN