Future Leader as A Coach
Deskripsi Organisasi akan menentukan bagaimana Lembaga dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam situasi yang tidak menentu , adanya perubahan secara cepat, maka dibutuhkan kepekaan perilaku organisasi yang memadai. Dibutuhkan system kepemimpinan dan pemimpin (leader yang efektif) untuk menanggapinya. Pola Komunikasi mengarahkan tim untuk mencapai tujuan organisasi merupakan penentu keberhasilan seorang pemimpin menghadapi situasi dimaksud. Organisasi bergerak maju membutuhkan pemimpin efektif menjalankan fungsinya yang diawali dengan adanya kesadaran diri (leaders awareness), dimana setiap pemimpin organisasi lebih mengenal dirinya terkini hingga tim yang dihadapinya dapat meningkatkan kinerja. Program Pengembangan Pemimpin akan membuka jalan bagaimana membentuk model organisasi dalam operasional untuk memenuhi target yang berdampak profit. Melihat hal ini dapat diawali dengan menjalankan peran Leader as A Caoch. FUTURE LEADER Pemimpin kini sejatinya terampil sebagai Coach untuk organisasi. Yaitu untuk menciptakan rasa kepemilikan, akuntabilitas, dan komitmen dari individu serta tim yang memungkinkan kinerja dan prestasi yang lebih besar dalam pekerjaan maupun kehidupan. Coaching yang sukses membutuhkan keterampilan, pengetahuan dan kestabilan emosi untuk menghadapi berbagai tantangan. Pemimpin yang berorientasi ke masa depan, memastikan prestasi dan performa tim yang berdampak pada profit ke masa yang akan datang. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan kontribusi pemimpin untuk menentukan perilaku organisasi yang produktif yang dapat dijalankan melalui pola perilaku focus kepada target (Clear Goal). Tujuan Membuka Pola Pikir (Leader Self Awareness) serta mengetahui fungsi dan perannya. Terampil berkomunikasi efektif, mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan. Mampu menyelesaikan persoalan melalui struktur terjadwal terencana dengan komunikasi berorientasi solusi sebagai teknik coaching. Manfaat Memberikan orientasi wawasan kepada para Leader bahwa sukses memimpin diawali dari focus kepada tugas yang dilakukan hingga dapat memberikan dampak pada produktivitas. Membangun budaya organisasi yang positif denganakan focus pengembangan dan akselerasi tim. Outline Materi 1.LEADERS SELF AWARENESS Membuka Pola Fikir dan kesadaran dalam fungsi dan peran pemimpin dalam bekerja secara profesional. PENGENALAN DIRI Mengetahui peta potensi fikir, kepribadian dan tingkat motivasi kerja serta bagaimana pengendalian diri serta memahami perilaku tim. COACHING FRAME WORK Cara menggerakkan kinerja, sebagai pendekatan untuk mengubah. Digunakan untuk meningkatkan kinerja coachee dalam organisasi melampaui impian mereka. Leader as A Coach Pemimpin mampu mencapai tujuan organisasi jangka pendek dan jangka panjang melalui pendekatan coaching yang dipersonalisasi, disesuaikan, biasanya dilakukan secara personal maupun grup untuk jangka waktu tertentu dan dengan tujuan bisnis yang spesifik maupun umum dan biasanya berfokus pada peningkatan kinerja tim. COACHING TECHNIQUE Teknik hadapi menyelesaikan persoalan melalui Coaching, Mentoring & Counselling. Yaitu keterampilan mengajukan pertanyaan sebagai bentuk layanan yang bertujuan untuk membantu individu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi atau menuju suatu perubahan dengan cara mendampingi individu dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki (Muis Ismarly, 2022). Tahapan Individu dapat menyadari potensi dan mengetahui peningkatkan performa untuk dirinya dan organisasi. Coaching Technique dapat dilakukan sebagai kegiatan memaksimalkan potensi, pengalaman dan kebijaksanaan dari individu yang terlibat untuk mencapai tujuan individu atau organisasi. Metode Pelatihan DISKUSI & TANYA JAWAB Hubungan interaktif (two way communication), efektif dalam penyampaian konsep pemahaman kepada peserta didik. Diberikan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. (Gage & Berliner, 2022) SIMULASI Model pembelajaran pembelajaran yang dilakukan dengan cara meniru atau merekayasa situasi sebenarnya untuk menggambarkan atau menunjukkan suatu proses, kondisi atau benda tertentu yang sedang dipelajari disertai dengan penjelasan lisan. Praktis untuk mengembangkan keterampilan peserta didik dengan cara memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan atau keterbatasan untuk melakukan praktik di dalam situasi yang sesungguhnya. (Riadi, 2021). Facilitator Dra. Yunilia Juhana. MSi.Psikolog Beliau Psikolog yang lulus dari UI 1992 berprofesi sebagai Praktisi bidang spesialisasi Psikologi Industri dan Organisasi. Hingga kini secara kontinu berprofesi di lapangan menangani program-program pengembangan SDM dan Human Capital. Keahliannya dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi baik dijalankannay selama 30 tahun di Industri maupun di Lembaga Pemerintah memperkuat keahliannya untuk menekuni modifikasi perilaku manusia khusus di dalam industri dan organisasi. Berperan sebagai Tenaga Ahli di KEMDIKBUDRISTEK, KEMENAG, KEMENTERIAN PUPR, MAHKAMAH AGUNG, dan beberapa Lembaga Pemerintah , Pemerintah Provinsi dan Kementerian lainnya serta BUMN yaitu Biro Klasifikasi Indinesia, PLN, PEGADAIAN dan beberpa BUMN lainnya. Selain itu Pengalamannya duduk sebagai HR Manager pada Perusahaan manufaktur otomotif supplier (Astra) memperkuat keahliannya dalam program pengembangan SDM dan Human Capital di bidangnya. Menangani kasus kecelakaan kerja di pertambangan batubara PT. PAMAPERSADA Nusantara, BUMA dan PPA. Juga untuk bidang service retail, mengembangkan SDM operasional pada PT., Supra Boga Lestari (Ranch Market) serta perusahaan kosmetik Pabrik MANDOM Indonesia. Selain itu peran sebagai Psikolog sekolah lebih dari 7 tahun hingga kini dan sempat sebagai Psikolog Klinik RS UIN Syarif Hidayatullah memperluas keterampilannya meningkatkan perilaku manusia sebagai SDM dan Human Capital lebih efektif dan sejahtera yang berimbas kepada keuntungan industri dan efektivitas organisasi. Pengalaman di bidang Psikologi Pendidikan sempat membawanya ke luar negeri bekerjasama dengan NESTLE Myanmar (Asia Tenggara) memberikan Psikologi Pendidikan untuk Keluarga dan para pendidik di Negara tersebut seama 2018 hingga 2019. Juga melakukan terobosan sebagai Psikolog menyusun alat ukur mendeteksi cepat perilaku manusia untuk kepentingan penyusunan program Pengembangan Human capital. Hingga saat ini efektif berperan sebagai Psikolog di Lembaga-lembaga BPPT (BRIN), Kontraktor Tambang Batubara PAMAPERSADA Nusantara, BUMA, MANDOM Indonesia, PLN Pulogadung dan Gandul, KEMDIKBUDRISTEK, Kementerian PUPR dan lembaga serta industry lainnya.









