Managerial Skills Training

Future Leader as A Coach

Deskripsi Organisasi akan menentukan bagaimana Lembaga dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam situasi yang tidak menentu , adanya perubahan secara cepat, maka dibutuhkan kepekaan perilaku organisasi yang memadai. Dibutuhkan system kepemimpinan dan pemimpin (leader yang efektif) untuk menanggapinya. Pola Komunikasi mengarahkan tim untuk mencapai tujuan organisasi merupakan penentu keberhasilan seorang pemimpin menghadapi situasi dimaksud. Organisasi bergerak maju membutuhkan pemimpin  efektif menjalankan fungsinya yang diawali dengan adanya kesadaran diri (leaders awareness), dimana setiap pemimpin organisasi lebih mengenal dirinya terkini hingga tim yang dihadapinya dapat meningkatkan kinerja. Program Pengembangan Pemimpin akan membuka jalan bagaimana membentuk model organisasi dalam operasional untuk memenuhi target yang berdampak profit. Melihat hal ini dapat diawali dengan menjalankan peran Leader as A Caoch. FUTURE LEADER Pemimpin kini sejatinya terampil sebagai Coach untuk organisasi. Yaitu untuk menciptakan rasa kepemilikan, akuntabilitas, dan komitmen dari individu serta tim yang memungkinkan kinerja dan prestasi yang lebih besar dalam pekerjaan maupun kehidupan. Coaching yang sukses membutuhkan keterampilan, pengetahuan dan kestabilan emosi untuk menghadapi berbagai tantangan. Pemimpin yang berorientasi ke masa depan,  memastikan prestasi dan performa tim yang berdampak pada profit ke masa yang akan datang. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan kontribusi pemimpin untuk menentukan perilaku organisasi yang produktif yang dapat dijalankan melalui pola perilaku  focus kepada target (Clear Goal). Tujuan Membuka Pola Pikir (Leader Self Awareness) serta mengetahui fungsi dan perannya. Terampil berkomunikasi efektif, mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan. Mampu menyelesaikan persoalan melalui struktur terjadwal terencana dengan komunikasi berorientasi solusi sebagai teknik coaching. Manfaat Memberikan orientasi wawasan kepada para Leader bahwa sukses memimpin diawali dari focus kepada tugas yang dilakukan hingga dapat memberikan dampak pada produktivitas. Membangun budaya organisasi yang positif denganakan focus pengembangan dan akselerasi tim. Outline Materi 1.LEADERS SELF AWARENESS Membuka Pola Fikir dan kesadaran dalam fungsi dan peran pemimpin dalam bekerja secara profesional. PENGENALAN DIRI Mengetahui peta potensi fikir, kepribadian dan tingkat motivasi kerja serta bagaimana pengendalian diri serta memahami perilaku tim. COACHING FRAME WORK Cara menggerakkan kinerja, sebagai pendekatan untuk mengubah. Digunakan untuk meningkatkan kinerja coachee dalam organisasi melampaui impian mereka. Leader as A Coach Pemimpin mampu mencapai tujuan organisasi jangka pendek dan jangka panjang melalui pendekatan coaching yang dipersonalisasi, disesuaikan, biasanya dilakukan secara personal maupun grup untuk jangka waktu tertentu dan dengan tujuan bisnis yang spesifik maupun umum dan biasanya berfokus pada peningkatan kinerja tim. COACHING TECHNIQUE Teknik hadapi menyelesaikan persoalan melalui Coaching, Mentoring & Counselling. Yaitu keterampilan mengajukan pertanyaan sebagai bentuk layanan yang bertujuan untuk membantu individu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi atau menuju suatu perubahan dengan cara mendampingi individu dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki (Muis Ismarly, 2022). Tahapan Individu dapat menyadari potensi dan mengetahui peningkatkan performa untuk dirinya dan organisasi. Coaching Technique dapat dilakukan sebagai kegiatan memaksimalkan potensi, pengalaman dan kebijaksanaan dari individu yang terlibat untuk mencapai tujuan individu atau organisasi. Metode Pelatihan DISKUSI & TANYA JAWAB Hubungan interaktif (two way communication), efektif dalam penyampaian konsep pemahaman kepada peserta didik. Diberikan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. (Gage & Berliner, 2022) SIMULASI Model pembelajaran pembelajaran yang dilakukan dengan cara meniru atau merekayasa situasi sebenarnya untuk menggambarkan atau menunjukkan suatu proses, kondisi atau benda tertentu yang sedang dipelajari disertai dengan penjelasan lisan. Praktis untuk mengembangkan keterampilan peserta didik dengan cara memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan atau keterbatasan untuk melakukan praktik di dalam situasi yang sesungguhnya. (Riadi, 2021).   Facilitator Dra. Yunilia Juhana. MSi.Psikolog Beliau Psikolog yang lulus dari UI 1992 berprofesi sebagai Praktisi bidang spesialisasi Psikologi Industri dan Organisasi. Hingga kini secara kontinu berprofesi di lapangan menangani program-program pengembangan SDM dan Human Capital. Keahliannya dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi baik dijalankannay selama 30 tahun di Industri maupun di Lembaga Pemerintah memperkuat keahliannya untuk menekuni modifikasi perilaku manusia khusus di dalam industri dan organisasi. Berperan sebagai Tenaga Ahli di KEMDIKBUDRISTEK, KEMENAG, KEMENTERIAN PUPR, MAHKAMAH AGUNG, dan beberapa Lembaga Pemerintah , Pemerintah Provinsi dan Kementerian lainnya serta BUMN yaitu Biro Klasifikasi Indinesia, PLN, PEGADAIAN dan beberpa BUMN lainnya. Selain itu Pengalamannya duduk sebagai HR Manager pada Perusahaan manufaktur otomotif supplier (Astra) memperkuat keahliannya dalam program pengembangan SDM dan Human Capital di bidangnya. Menangani kasus kecelakaan kerja di pertambangan batubara PT. PAMAPERSADA Nusantara, BUMA dan PPA.  Juga untuk bidang service retail, mengembangkan SDM operasional pada PT., Supra Boga Lestari (Ranch Market) serta perusahaan kosmetik Pabrik MANDOM Indonesia. Selain itu peran sebagai Psikolog sekolah lebih dari 7 tahun hingga kini dan sempat sebagai Psikolog Klinik RS UIN Syarif Hidayatullah memperluas keterampilannya meningkatkan perilaku manusia sebagai SDM dan Human Capital lebih efektif dan sejahtera yang berimbas kepada keuntungan industri dan efektivitas organisasi. Pengalaman di bidang Psikologi Pendidikan sempat membawanya ke luar negeri bekerjasama dengan NESTLE Myanmar (Asia Tenggara) memberikan Psikologi Pendidikan untuk Keluarga dan para pendidik di Negara tersebut seama 2018 hingga 2019. Juga melakukan terobosan sebagai Psikolog menyusun alat ukur mendeteksi cepat perilaku manusia untuk kepentingan penyusunan program Pengembangan Human capital. Hingga saat ini efektif berperan sebagai Psikolog di Lembaga-lembaga BPPT (BRIN), Kontraktor Tambang Batubara PAMAPERSADA Nusantara, BUMA, MANDOM Indonesia, PLN Pulogadung dan Gandul, KEMDIKBUDRISTEK, Kementerian PUPR dan lembaga serta industry lainnya.    

Business Presentation & Management Reporting Skills

LATAR BELAKANG Peran utama seorang Manager dalam organisasi adalah menerjemahkan Strategi Bisnis ke dalam Program Kerja, yang diwujudkan melalui Kebijakan, Sistem & Prosedur, serta Rencana Kerja dan Laporan Kinerja. Dalam proses Business Strategy into Action, seorang Manager tidak hanya dituntut mampu: Merancang program kerja Menyajikan program kerja dalam bentuk presentasi yang meyakinkan Menyusun Management Report yang akurat, ringkas, dan bernilai keputusan Agar suatu program memperoleh persetujuan (approval) Top Management, Manager wajib memiliki kemampuan untuk: Menyusun materi presentasi berbasis data Menyajikan laporan kinerja dan progres program Mempengaruhi dan meyakinkan audiens melalui teknik presentasi yang efektif Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan saat presentasi kepada atasan, tetapi juga ketika: Menyampaikan laporan dan arahan kepada tim operasional Memonitor implementasi program Melakukan evaluasi dan tindak lanjut berbasis laporan SASARAN PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk: 1. Merancang Bahan Presentasi Peserta mampu menyusun: Draft Program Kerja Kebijakan, Sistem & Prosedur Management Report sebagai terjemahan dari Strategi Bisnis Perusahaan. 2. Menyusun Laporan Manajerial (Management Reporting) Peserta mampu menyusun laporan yang: Berbasis data dan fakta Relevan untuk pengambilan keputusan Ringkas, jelas, dan terstruktur 3. Menguasai Teknik Mempengaruhi Audiens Peserta mampu menguasai teknik presentasi dan pelaporan yang meliputi: Sikap dan komunikasi selama presentasi Teknik merangsang audiens bertanya dan memberi masukan Teknik menanggapi pertanyaan, komentar, usul, dan kritik Teknik menyikapi situasi sulit Teknik menyajikan data dan laporan secara persuasif Teknik melakukan follow up berbasis hasil presentasi dan laporan GARIS BESAR MATERI A. Konsep Dasar Presentasi & Reporting Manajerial Pengertian dan hakekat presentasi manajerial Pengertian dan fungsi management reporting Peran presentasi dan reporting dalam pengambilan keputusan Jenis-jenis presentasi dan laporan dalam organisasi B. Proses Perancangan Program Kerja & Laporan Alur aktivitas utama seorang Manager Proses merancang program kerja secara bertahap (step by step) Penetapan sasaran utama program Aspek utama dalam sebuah program kerja Format standar program kerja dan laporan manajerial C. Data, Fakta, dan Informasi dalam Presentasi & Reporting Peran data, fakta, dan informasi dalam perancangan program dan laporan Syarat data dan fakta yang layak disajikan Perbedaan antara data, informasi, dan opini Kesalahan umum dalam penyajian data dan laporan D. Struktur Materi Presentasi & Laporan Struktur dasar presentasi manajerial Struktur dasar management report Penyelarasan isi laporan dengan materi presentasi Hubungan antara materi, teknik presentasi, dan reporting E. Teknik Perencanaan Presentasi & Reporting Penggunaan checklist dalam perencanaan presentasi dan laporan Audience analysis: memahami kebutuhan Top Management dan stakeholder Penyesuaian gaya presentasi dan laporan dengan karakter audiens F. Teknik Penyampaian Presentasi yang Efektif Teknik menjelaskan materi presentasi Sikap profesional selama presentasi Teknik membangun kesan pertama (opening/intro) Komunikasi verbal dan non-verbal Teknik merangsang audiens untuk bertanya dan berdiskusi G. Teknik Mengelola Diskusi & Situasi Sulit Teknik menanggapi pertanyaan, komentar, usul, dan kritik Teknik menghadapi keberatan dan penolakan Teknik mengelola situasi sulit dalam presentasi dan pembahasan laporan H. Penutup, Peralatan, dan Tindak Lanjut Teknik menyampaikan rangkuman dan penutup presentasi Pemanfaatan alat bantu presentasi dan visualisasi data Teknik menindaklanjuti hasil presentasi dan laporan Penyusunan action plan dan monitoring berbasis reporting TARGET PESERTA Pelatihan ini ditujukan bagi: Manager Supervisor Project Leader Profesional yang bertugas untuk: Menerjemahkan strategi bisnis Menyusun program kerja Menyajikan presentasi Menyusun dan menyampaikan laporan kepada manajemen WAKTU PELATIHAN 2 (dua) hari @ 5 jam efektif per hari METODOLOGI BELAJAR – MENGAJAR Metode pembelajaran yang digunakan meliputi: Penjelasan konsep disertai contoh: Program kerja Presentasi manajerial Management report Latihan penyusunan materi presentasi dan laporan Role play presentasi dan pembahasan laporan Studi kasus berbasis situasi nyata di perusahaan

Online Training : Training Meeting Management Skills

Training Meeting Management Skills Dalam melaksanakan sebuah Meeting, hal-hal berikut ini masih sering ditemui,yaitu : Meeting terlalu sering diadakan sehingga bisa terjadi sudah harus menghadiri meeting yang lain sebelum sempat melaksanakan hasil meeting sebelumnya, atau sebaliknya meeting baru diadakan jika ada masalah. Meeting berlangsung berjam-jam, bertele-tele, serta melenceng dari sasaran yang telah ditetapkan Pemimpin meeting membiarkan predebatan silang di antara peserta, sehingga bukannya membuat suasana meeting hidup, tapi meeting menjadi ajang debat kusir. Meeting bukan menjaring saran dari peserta tapi hanya menyampaikan sikap yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh pemimpin meeting (Meeting berubah menjadi Briefing), terutama jika Pemimpin Meeting adalah atasan dari Peserta Meeting

Win-Win Negotiation Skills (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Ada satu hal yang sering dilupakan saat seorang karyawan dipromosikan. Umumnya saat promosi, hal yang dipersiapkan dengan baik adalah kompetensi teknis yang diperlukan, namun kemampuan bekomunikasi kurang begitu dipersiapkan. Padahal semakin tinggi posisi seseorang, kemampuan komunikasi yang dituntut semakin tinggi juga baik dalam hal konten yang lebih strategik maupun caranya yang lebih banyak unsur diplomatisnya. Salah satu bentuk komunikasi yang perlu dimilki oleh karyawan adalah melakukan negosiasi win-win. Kemampuan negosiasi adalah hal esensial yang perlu dimiliki oleh karyawan di setiap level dalam perusahaan karena dapat menentukan posisi keseteraan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kesetaraan ini akan memposisikan kedua belah pihak dalam posisi win-win tidak win-loose bahkan loose-loose. Aplikasi negosiasi tidak hanya dalam bekerja sama bisnis perusahaan dengan eksternal perusahaan, melainkan di internal perusahaan juga perlu diaplikasikan seperti proaktif mencari informasi dari berbagai tipe karakter orang, bertukar informasi mengenai kebutuhan proses lain dan cara yang diperlukan untuk memenuhinya, dll. Negosiasi juga bukan hanya melibatkan komunikasi verbal,melainkan juga bahasa tubuh yang perannya sangat menentukan. Melalui program pelatihan, para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai negosiasi, berbagai tipe karakter orang yang dihadapi dalam bernegosiasi, teknik meyakinkan lawan bicara. Kesemua pemahaman itu akan dibawakan secara : Practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan Inspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan enjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami esensi negosiasi Membedakan negosiasi yang win-win dengan negosiasi lainnya (win-loose atau loose-loose) Menggunakan bahasa tubuh dan bahasa verbal dalam mempengaruhi orang lain Peserta dapat melakukan teknik win-win negoasi dalam menyelesaikan permasalahan kerja Outline Materi Esensi komunikasi dan negosiasi Elemen negosiasi RADPAC Rapport, Analysis, Debate, Propose, Agreement, Close Identifikasi tipe orang yang dihadapi dalam bernegosiasi Driver, Influence, Steadiness, Compliance Self Assessment 5 Prinsip win-win negotiation skills NLP and Deep Structure Language untuk meyakinkan lawan bicara Penggunaanteknikchunking untukmempengaruhilawanbicara Chunking up, Chunking down, Chunking side Individual Skill Practice Peserta Para karyawan yang memerlukan win-win negotiation skill seperti bagian marketing, HRD, GA, dll.  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan mengenai win-win negotiation skills  Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan : Enhanced Lecture Group discussion Exercise Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Testimonial “Materi, metodwe & Hand out sudah OK.” “Semuanya sudah cukup baik, sangat bermanfaat” “Sudah sangat baik” “Good Training” “Over all baik, harus dilatih berulang-ulang” “Cukup Puas” “Sudah sangat baik” “The Best Trainer” “Sangat baik”  

Online Training : Effective Time Management & Delegation (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan yang ada di area-nya sendiri dan melakukan pendelegasian dengan optimal.  Workshop ini menggabungkan kedua ketrampilan tersebut dalam satu pelatihan. Hari pertama akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Manajemen Waktu dengan mengandalkan tidak hanya prinsip-prinsip umum yang ada mengenai Time Management, tetapi juga pendekatan modern yang terkait dengan topik tersebut. Pelatihan akan dimulai dengan sebuah asesmen sederhana mengenai sumber dari permasalahan Manajemen Waktu (MW) yang ada, apakah dari profile pekerjaan, relasi, support, beban kerja, interupsi ataupun diri sendiri.  Kemudian masuk kepada pembahasan berbagai tool yang biasa digunakan di pelatihan MW sebelumnya ataupun yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang ada saat ini. Berbagai konsep terkait seperti Get Things Done dari David Allen ataupun manajemen enerji dari Tony Schwartz, juga akan dibahas sekilas di dalam pelatihan ini. Bagi seorang pemimpin salah satu tool yang diperlukan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan waktunya adalah delegasi.  Hari kedua akan fokus pada prinsip dan ketrampilan dalam melakukan delegasi, monitoring dan pemberian umpan balik. Outline Hari Pertama: Modern Time Management Asesment sumber masalah dalam MW Analisis penggunaan waktu sehari-hari Diskusi sumber masalah dan tips mengatasinya Apa sumber penyebab dari beban kerja dan bagaimana mengatasinya. Apa sumber penyebab dari interupsi dan bagaimana mengatasinya. Bagaimana cara menentukan prioritas? Menghindari diri dari jebakan urgent-important Memahami aspek internal (diri sendiri) dan eksternal yang mempengaruhi MW Mengelola aspek diri dan aspek eksternal Mengelola enerji dan meningkatkan keterlibatan MW untuk hidup kita, meraih keseimbangan hidup. Hari Kedua (Effective Delegation, Monitoring & Feedback) Prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan Mengenal hambatan dalam proses delegasi Mengembangkan sudut pandang yang tepat dalam delegasi: investasi vs resiko Tipe Kepemimpinan dan kaitannya dengan tujuan dan pendekatan delegasi Tipe-tipe delegasi antara pekerjaan rutin dan non rutin Kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk delegasi, monitoring dan feedback. Memotivasi tim untuk mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan Point informasi yang perlu dimasukan dalam komunikasi delegasi dan umpan balik Mengembangkan indikator dan metode dalam proses monitoring Mengenali tipe staf dan pengaruhnya dalam pola delegasi, monitoring dan feedback Prinsip coaching dalam meningkatkan kompetensi tim untuk dapat menerima pekerjaan saat ini dan di masa yad (kaderisasi) Role play komunikasi delegasi, monitoring dan umpan balik.

Online Training : Comprehensive Managerial Skills & Leadership Training (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Posisi middle management, menuntut kemampuan memimpin yang lebih besar dari seorang leader, karena ia kini tidak hanya mengembangkan tim yang berupa pekerja, tetapi mengembangkan para leader yang memiliki tim di bawahnya.  Kematangan diri, kemampuan menjadi role model, menjadi sangat vital untuk dapat menjalankan peran ini dengan sangat baik. Di sisi lain, perkembangan konsep dan aplikasi kepemimpinan berkembang dengan pesat di jaman yang berubah dengan cepat ini.  Manajer dituntut untuk menangani tim yang sudah berbeda karakteristik dan tuntutannya dibanding beberapa tahun yang lalu.  Manajer yang masih mengikuti pola kepemimpinan dari atasan-nya sebelumnya, bisa jadi ditinggalkan oleh tim nya karena dianggap tidak mampu memberdayakan tim yang ada. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan leadership secara integratif dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai seorang manajer. Outline Materi Day 1 (09.00 – 15.00 WIB) Role of Manager Peran yang dimiliki seorang Manajer dalam manajemen madya Perubahan lingkungan dan tantangan baru seorang Manajer Basic Tools for Manager Self Leadership: dari role model ke efektif transformasi menjadi leader Manajemen Kinerja: Goal Setting, Coaching, Effective feedback Manajemen Tugas: Perencanaan, Monitoring dan Kontrol Manajemen Orang: Komunikasi, Motivasi dan Empowerment Day 2 (09.00 – 15.00 WIB) Overview on New Tools for Manager Meningkatkan self productivity: meningkatkan engagement dan mempercepat proses kerja (getting things done) Emotional & Adversity Intelligence From good to great manager: menjadi manajer yang inovatif dan mampu meng-handle perbedaan/konflik Overview on Leadership Antara managerial skills dan leadership Mengembangkan gaya kepempinan yang tepat: situational leadership Last trend on leadership: transformational leader

Effective Time Management & Delegation (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan yang ada di area-nya sendiri dan melakukan pendelegasian dengan optimal.  Workshop ini menggabungkan kedua ketrampilan tersebut dalam satu pelatihan. Hari pertama akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Manajemen Waktu dengan mengandalkan tidak hanya prinsip-prinsip umum yang ada mengenai Time Management, tetapi juga pendekatan modern yang terkait dengan topik tersebut. Pelatihan akan dimulai dengan sebuah asesmen sederhana mengenai sumber dari permasalahan Manajemen Waktu (MW) yang ada, apakah dari profile pekerjaan, relasi, support, beban kerja, interupsi ataupun diri sendiri.  Kemudian masuk kepada pembahasan berbagai tool yang biasa digunakan di pelatihan MW sebelumnya ataupun yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang ada saat ini. Berbagai konsep terkait seperti Get Things Done dari David Allen ataupun manajemen enerji dari Tony Schwartz, juga akan dibahas sekilas di dalam pelatihan ini. Bagi seorang pemimpin salah satu tool yang diperlukan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan waktunya adalah delegasi.  Hari kedua akan fokus pada prinsip dan ketrampilan dalam melakukan delegasi, monitoring dan pemberian umpan balik. Outline Hari Pertama: Modern Time Management Asesment sumber masalah dalam MW Analisis penggunaan waktu sehari-hari Diskusi sumber masalah dan tips mengatasinya Apa sumber penyebab dari beban kerja dan bagaimana mengatasinya. Apa sumber penyebab dari interupsi dan bagaimana mengatasinya. Bagaimana cara menentukan prioritas? Menghindari diri dari jebakan urgent-important Memahami aspek internal (diri sendiri) dan eksternal yang mempengaruhi MW Mengelola aspek diri dan aspek eksternal Mengelola enerji dan meningkatkan keterlibatan MW untuk hidup kita, meraih keseimbangan hidup. Hari Kedua (Effective Delegation, Monitoring & Feedback) Prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan Mengenal hambatan dalam proses delegasi Mengembangkan sudut pandang yang tepat dalam delegasi: investasi vs resiko Tipe Kepemimpinan dan kaitannya dengan tujuan dan pendekatan delegasi Tipe-tipe delegasi antara pekerjaan rutin dan non rutin Kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk delegasi, monitoring dan feedback. Memotivasi tim untuk mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan Point informasi yang perlu dimasukan dalam komunikasi delegasi dan umpan balik Mengembangkan indikator dan metode dalam proses monitoring Mengenali tipe staf dan pengaruhnya dalam pola delegasi, monitoring dan feedback Prinsip coaching dalam meningkatkan kompetensi tim untuk dapat menerima pekerjaan saat ini dan di masa yad (kaderisasi) Role play komunikasi delegasi, monitoring dan umpan balik.

Comprehensive Managerial Skills & Leadership Training (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Training Comprehensive Managerial Skills & Leadership bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan leadership secara integratif dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai seorang manajer. Deskripsi Posisi middle management, menuntut kemampuan memimpin yang lebih besar dari seorang leader, karena ia kini tidak hanya mengembangkan tim yang berupa pekerja, tetapi mengembangkan para leader yang memiliki tim di bawahnya.  Kematangan diri, kemampuan menjadi role model, menjadi sangat vital untuk dapat menjalankan peran ini dengan sangat baik. Di sisi lain, perkembangan konsep dan aplikasi kepemimpinan berkembang dengan pesat di jaman yang berubah dengan cepat ini.  Manajer dituntut untuk menangani tim yang sudah berbeda karakteristik dan tuntutannya dibanding beberapa tahun yang lalu.  Manajer yang masih mengikuti pola kepemimpinan dari atasan-nya sebelumnya, bisa jadi ditinggalkan oleh tim nya karena dianggap tidak mampu memberdayakan tim yang ada. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan leadership secara integratif dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai seorang manajer. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Comprehensive Managerial Skills & Leadership Training adalah : Role of Manager Peran yang dimiliki seorang Manajer dalam manajemen madya Perubahan lingkungan dan tantangan baru seorang Manajer Basic Tools for Manager Self Leadership: dari role model ke efektif transformasi menjadi leader Manajemen Kinerja: Goal Setting, Coaching, Effective feedback Manajemen Tugas: Perencanaan, Monitoring dan Kontrol Manajemen Orang: Komunikasi, Motivasi dan Empowerment Overview on New Tools for Manager Meningkatkan self productivity: meningkatkan engagement dan mempercepat proses kerja (getting things done) Emotional & Adversity Intelligence From good to great manager: menjadi manajer yang inovatif dan mampu meng-handle perbedaan/konflik Overview on Leadership Antara managerial skills dan leadership Mengembangkan gaya kepempinan yang tepat: situational leadership Last trend on leadership: transformational leader Fasilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia)

Service Excellence Skills (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Dalam Era Global sekarang persaingan menjadi sangat ketat dan kebutuhan peningkatan kualitas perusahaan atau organisasi semakin tinggi, sehingga setiap perusahaan atau organisasi harus memiliki nilai tambah. Pelayanan prima atau pelayanan yang terbaik adalah sebuah kualitas dalam wujud nyata yang harus dimiliki, apapun aktivitas perusahaan Anda. Untuk mewujudkan pelayanan prima diperlukan system, produk/jasa dan sumberdaya manusia yang memiliki kualitas layanan prima. Kualitas layanan prima sendiri ditandai dengan ciri kualitas diri meliputi Berkomunikasi dengan sopan, ramah dan menghargai orang lain Yakin dan percaya diri dalam berkomunikasi. Memiliki penampilan yang rapi dan murah senyum Mudah bergaul dengan siapa saja Perhatian dan mau mendengarkan Mau belajar terus mengembangkan diri Selalu berpikir positif Adapun beberapa komponen yang harus dipahami dan dikuasai setiap pribadi untuk memiliki kualitas layanan prima adalah Pentingnya Pelayanan Prima. Memahami dan mengerti  Pelayanan Prima . Tujuan dalam Pelayanan Prima. Membangun kepribadian yang mendukung. Mengenal dan menguasai berbagai tipe komunikasi Mengenal tipe-tipe karakter Keahlian menjalin komunikasi Keahlian dalam menangani keluhan Sikap dan karakter dalam Pelayanan Prima Untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan prima, setiap pribadi yang terlibat haruslah memiliki pemahaman dan penguasaan keahlian dalam layanan prima sesuai visi perusahaan atau organisasi. Untuk itu dibutuhkan workshop yang memiliki metode dan materi pelatihan tepat guna. Tujuan Pelatihan Tujuan dari pelatihan ini adalah membekali SDM agar memiliki kualitas karakter dan pekerjaan yang mampu menghasilkan kualitas pelayanan prima, dengan peningkatan kualitas secara terus-menerus dalam menghasilkan produk atau jasa. Sehingga apa yang dihasilkan memiliki kualitas diatas harapan pelanggan. Proses pelatihan ini sendiri mencakup perubahan paradigma, karakter dan keahlian para peserta. Sasaran Pelatihan Dalam peningkatan kualitas layanan prima, pelatihan ini memiliki sasaran untuk mencapai : Kualitas pelayanan berkaitan dengan waktu yang lebih tepat dan cepat dalam setiap proses. Kualitas pelayanan berkaitan dengan tepat sasaran dalam pemberian pelayanandan fasilitas. Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramahan yang dirasakan pelanggan. Kualitas pelayanan berkaitan dengan proses menangani keluhan pelanggan. Kualitas pelayanan berkaitan dengan sedikit banyaknya SDM yang diperlukan dalam setiap proses. Kualitas pelayanan berkaitan pemanfaatan fasilitas pendukung atau peralatan secara maksimal dan bertanggung jawab. Kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan petunjuk/panduan lainnya. Kualitas pelayanan berhubungan pemeliharaan sarana prasarana yang diberikan. Detail Program Workshop Service Excellence Durasi 2 hari, 09.00 – 17.00. 30% Teori, 70% praktek. Metode pembelajaran : Teori, Role play, Simulation, Smart Game, dan Test Free handout untuk peserta Bonus Pre and Post Test Service Excellent, senilai IDR 150.000,- Facilitator

The Excellence Habit

Definisi The Excellence Habit adalah pelatihan yang dirancang untuk membantu peserta membangun kebiasaan unggul melalui perubahan mindset, disiplin, dan strategi praktis. Program ini fokus pada konsistensi dalam memberikan hasil terbaik, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi, dengan pendekatan berbasis proses, bukan sekadar hasil. Tujuan Pelatihan Memahami konsep excellence dan perbedaannya dengan kesempurnaan (perfection). Mengembangkan kebiasaan unggul melalui prinsip disiplin, konsistensi, dan evaluasi. Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan mental (prokrastinasi, takut gagal, kurang motivasi). Menerapkan excellence dalam kerja tim, kepemimpinan, dan kehidupan sehari-hari. Membangun rencana aksi konkret untuk transformasi kebiasaan. Outline Materi Membangun Mindset Excellence Konsep dasar excellence vs. perfection. Prinsip kebiasaan unggul (The Habit Loop). Mengatasi hambatan mental (growth mindset, manajemen waktu). Excellence dalam kolaborasi tim dan komunikasi efektif. Kepemimpinan berbasis excellence (lead by example, integritas). Keseimbangan excellence dalam kehidupan pribadi dan pengembangan diri. Target Peserta Profesional yang ingin meningkatkan kinerja dan produktivitas. Tim Leader/Manajer yang ingin membangun budaya unggul dalam tim. Entrepreneur yang ingin mengembangkan standar bisnis secara konsisten. Individu yang ingin mentransformasi kebiasaan sehari-hari menuju versi terbaik diri. Metode Pelatihan Interactive Workshop. Studi Kasus & Video Inspiratif Role-Play & Simulasi Tools Praktis Facilitator Okvianto Tri Prastomo Beliau adalah profesional HRD dengan lebih dari 15 tahun pengalaman di transportasi, manufaktur, dan konsultansi. Lulusan Psikologi Universitas Indonusa Esa Unggul ini memiliki keahlian dalam pengembangan organisasi, strategi bisnis, dan transformasi budaya. Dengan kepemimpinan visioner dan pemecahan masalah yang kuat, ia telah membangun tim kepemimpinan, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan keterlibatan karyawan. Sebagai trainer berpengalaman, ia aktif memberikan pelatihan korporasi untuk meningkatkan efektivitas strategi dan operasional HR. Sepanjang kariernya, ia telah menangani proyek pengembangan kompetensi, implementasi Kaizen, KPI, SOP, dan analisis beban kerja di perusahaan seperti Mitsui Leasing, PT Bojong Westplas, dan Indah Jaya Group. Keahliannya dalam 5S, HRIS, serta rekrutmen dan asesmen telah membantu berbagai organisasi meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Selain itu, Okvianto aktif dalam pelatihan etos kerja, komunikasi, pemecahan masalah, dan keterampilan presentasi, serta menyelenggarakan team building dan gathering. Dengan latar belakangnya, ia terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, efisien, dan strategis.

Design Thinking In Business Innovation

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami dan mengaplikasikan konsep “Design Thinking” sebagai pendekatan inovatif berbasis pelanggan. Dalam era yang penuh tantangan, kemampuan untuk berpikir kreatif dan menciptakan solusi inovatif sangat penting bagi perusahaan untuk tetap kompetitif. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis tetapi juga melibatkan peserta dalam diskusi interaktif dan praktik langsung. Dengan pelatihan ini, peserta akan mempelajari tahapan-tahapan kunci dari Design Thinking, mulai dari memahami kebutuhan pelanggan hingga menciptakan prototipe dan pengujian solusi. Melalui latihan praktis dan diskusi kelompok, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip inovasi yang relevan dengan kebutuhan organisasi mereka. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu: Memahami karakteristik perusahaan yang inovatif dan peran inovasi dalam bisnis. Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan melalui pendekatan empathy. Menghasilkan ide-ide kreatif dan mengembangkan solusi berbasis kebutuhan pelanggan. Membuat prototipe inovasi dan mengujinya untuk menghasilkan nilai bagi organisasi. Target Peserta Pelatihan ini ditujukan untuk: Profesional dari berbagai industri yang ingin meningkatkan kemampuan inovasi. Manajer dan staf yang bertanggung jawab atas pengembangan produk atau layanan. Individu yang tertarik mempelajari pendekatan inovasi berbasis pelanggan. Outline Materi Pelatihan Kreatif dan Inovatif: Pengantar Karakteristik perusahaan inovatif. Perbedaan antara kreatif, inventif, dan inovatif. Manfaat inovasi dalam bisnis. Inovasi Menggunakan Design Thinking Pengenalan 3 prinsip utama: Empathy (Empathize and Define). Expansive Thinking (Creative Ideas). Experiment (Prototype and Test). Latihan Praktis Latihan empati terhadap pelanggan. Teknik kreatif: SCAMPER & Random Word. Membuat dan Menguji Prototipe Membuat prototipe berdasarkan kebutuhan pelanggan. Pengujian dan perbaikan iteratif. Proyek Kolaborasi Diskusi kelompok dan presentasi. Analisis lesson learned dari prototipe. Strategi Implementasi Menerapkan hasil inovasi ke organisasi. Mengukur dampak inovasi terhadap efisiensi, produktivitas, dan pendapatan. Evaluasi Akhir dan Penutupan. Facilitator Adi Wijaksana, Drs.Psi, CH, CHT Lebih 20 tahun pengalaman professional, dalam mengembangkan pendekatan membangun kepabilitas diri yang digunakan untuk membantu kliennya. Berlatar belakang pendidikan Psikologi – Universitas Indonesia, mengawali karir sebagai praktisioner selama lebih 12 tahun di bidang Human Resource. Adi mempunyai keterampilan yang baik dalam pengembangan HRD yang dimulai dengan proses identifikasi kebutuhan organisasi hingga mengevaluasi program pengembangan karyawan. Kemudian menggeluti dunia konsultansi hingga saat ini untuk memberikan pengalamannya dalam membantu pengembangan karyawan di klien. Sebagai Konsultan HR, banyak membantu klien dari berbagai latar belakang industri dan jasa baik perusahaan nasional maupun multinational, dengan melakukan proses perbaikan dan penguatan organisasi dan performance individu melalui kegiatan konsultansi dan program training. Klien-Klien yang telah dibantu, antara lain : Bank Mandiri, BII-Maybank, BCA Learning Center, Yamaha Part Manufacturing Indonesia, MPM-Rent, Suzuki Finance, U-Finance, Changsin Indonesia, Harsono Strategic Consulting, Gramedia Printing, Sayap Mas Utama, Minamas, Sharprindo Dinamika Prima, MSIG, Sanofi-Aventis Indonesia, BPPT, Icon Plus, dll.

Enhancing Leadership Through Holistic Leadership

Di era globalisasi dan kompleksitas yang semakin meningkat, tantangan yang dihadapi oleh pemimpin organisasi tidak lagi terbatas pada kemampuan untuk mengelola tim dan mencapai target bisnis saja. Kepemimpinan modern menuntut lebih dari sekadar keterampilan manajerial konvensional, dan ia menekankan pentingnya adopsi pendekatan holistik yang memperhatikan berbagai aspek kehidupan dan bisnis secara menyeluruh. Kepemimpinan holistik mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pengambilan keputusan strategis. Ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif, tetapi juga untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, pelatihan ini bertujuan untuk menyempurnakan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mempraktikkan kepemimpinan holistik. Melalui sesi-sesi yang terstruktur, kita akan mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan holistik dapat membantu menghadapi tantangan kompleks saat ini, membangun hubungan yang kuat dengan anggota tim, mempromosikan inovasi berkelanjutan, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat secara luas. Dalam training ini, kita akan mengintegrasikan teori dan praktik yang relevan, mendiskusikan studi kasus dari berbagai sektor industri, dan mengembangkan strategi implementasi yang dapat diterapkan langsung dalam konteks kerja sehari-hari. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan mereka untuk menanggapi dinamika yang cepat berubah dan menumbuhkan organisasi yang tangguh dan berkelanjutan. Outline Training : Pendahuluan Pengantar tentang tujuan dan manfaat dari training ini Mengapa kepemimpinan holistik sangat diperlukan saat ini Dasar-dasar Kepemimpinan Holistik Definisi dan konsep dasar kepemimpinan holistic Perbedaan antara kepemimpinan konvensional dan holistic Studi kasus tentang keberhasilan kepemimpinan holistic Mengelola Diri Sendiri (Self-Management) Pengembangan Diri Kesadaran Diri Manajemen Stres Mengelola Hubungan dan Komunikasi (Interpersonal Management) Komunikasi Efektif Empati dan Dukungan Resolusi Konflik Mengelola Tim (Team Management) Delegasi Motivasi dan Inspirasi Pengembangan Tim Mengelola Tugas dan Proyek (Task and Project Management) Perencanaan dan Pengorganisasian Pelaksanaan dan Monitoring Penilaian dan Evaluasi Mengelola Organisasi (Organizational Management) Visi dan Strategi Budaya Organisasi Inovasi dan Perubahan Kebijakan dan Prosedur Mengelola Lingkungan dan Eksternal (External and Environmental Management) Kepedulian Sosial dan Lingkungan Hubungan dengan Pemangku Kepentingan Evaluasi dan Tindak Lanjut Mengevaluasi pembelajaran dan pencapaian setelah training. Mengidentifikasi langkah-langkah tindak lanjut untuk menerapkan konsep-konsep kepemimpinan holistik dalam praktik sehari-hari. Membuat Strategi Menyeluruh penerapan Holistic Leadership Facilitator : Roy Avianto Dengan Latar Belakang Pendidikan Sarjana Teknik Elektro, Universitas Indonesia dan Pengalaman Kerja selama 26 Tahun di bidang-bidang Marketing, Sales, Project Development, Audit Internal,  Operation, dan Human Resource. Serta Pengalaman mengajar selama 12 Tahun  dalam bidang kepemimpinan, soft skill, sales, marketing, dan human resource. Perusahaan-perusahaan yang pernah dibantu terdiri dari BUMN, Perusahaan-perusahaan Industri, Perbankan, Bank Perkreditan Rakyat, Hotel dan juga Perusahaan Tambang. Pengalaman bekerja diberbagai bidang tersebut mencapai puncaknya sebagai CEO dan juga komisaris perusahaan. Latar belakang Pendidikan, pengalaman kerja dan pengalaman mengajar tersebut juga dilengkapi dengan Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP yaitu sebagai Trainer dan juga bidang Pengukuran Produktivitas..

The Fundamental Aspects Of Managing People

Latar Belakang Workshop ini dirancang untuk peserta agar mengerti tentang kerangka kerja divisi SDM secara menyeluruh. Dengan demikian peserta ini langsung mempunyai gambar besar tentang pengembangan Sumber Daya Manusia dan peranannya yang sangat krusial dalam setiap organisasi . Workshop ini disampaikan dengan komprehensif dan analitis dari awal sampai terbentuknya setiap seksi dalam Organisasi HRD sehingga menghemat waktu bagi para manajer untuk memberikan training dan tuntunan bagi para staf pemula ini. Workshop ini disampaikan dengan komprehensif dari awal sampai terbentuknya setiap seksi dalam Organisasi Sumber Daya Manusia sehingga menghemat waktu bagi para manajer untuk memberikan training dan tuntunan bagi para staf pemula ini. Juga untuk Staf Non SDM (Non HR), agar dapat memahami bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan aspek yang penting dan sistematis bukan hal yang instant jika organisasi ingin langgeng dan berkembang serta perlu bekerjasama dengan sangat baik dengan sub organisasi lainnya. MANFAAT PELATIHAN Peserta pelatihan ini mendapat manfaat : Memahami Human Capital Management secara Holistik Lebih percaya diri berkarir di bidang sumber daya manusia Mampu membuat perencanaan pengembangan sumber daya manusia dengan komprehensif Menumbuhkan dan mengembangakn budaya produktif di lingkungan kerja Mampu berkomunikasi secara baik dengan departemen lain dengan lebih seksama METODE PELATIHAN Building Rapport Diskusi Interaktif Materi Simulasi PESERTA Umum Mahasiswa Professional KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Mengelola HR dengan lebih efektif Analytical Skill di bidang HR Mengelola Respon dalam menangani grievances Kemampuan Memaksimalkan talenta dalam rancangan suksesi di perusahaan OUTLINE MATERI Sekilas pandang Tentang Manajemen SDM Berkarir di Bidang SDM Hubungan Basic Management dan HR Cycle Point to Point of HRD Cycle : Values & Visionof The Founders Business Process Organizational Chart Job Analysis Selection & Hiring Induction & Probation Performance Management Comben People Development Succession Plan Retention Review & Closing Facilitator

Driving To Peak Performance

LATAR BELAKANG Pelatihan ini menjadi bagian dari Penguatan Knowledge, Skill, Attitude (KSA) di era human capital 4.0 & Society 5.0. Era yang dipenuhi dengan disrupsi ini memerlukan semangat yang luar biasa untuk bertahan (survive) dan bertumbuh (sustain). Tidak ada lagi kalimat business as usual. Semuanya harus Unusual dengan usaha – usaha yang extra ordinary (XO). Disertai dengan daya pikir yang alert terhadap perubahan dan berusaha untuk tetap lentur tanpa kehilangan fokus pada visi, misi dan jati diri. Konsep – konsep dalam pelatihan ini membangkitkan dan membuka kesadaran baru untuk melejitkan potensi dalam segala aspek kehidupan pribadi dan sosial serta mendongkrak semangat dalam tim (teamwork) MANFAAT PELATIHAN Peserta pelatihan ini mendapat manfaat : Memahami kekuatan jati diri nya dengan lebih baik Mampu melejitkan potensinya dan tetap menjaga passion dalam kesehariannya Mampu membuat target / goals pribadi dan cara mencapainya Memberikan kontribusi terbaik kepada keluarga, tim dan atau organisasi tempat bekerja METODE PELATIHAN Building Rapport Diskusi Interaktif Materi Simulasi PESERTA Umum Mahasiswa Professional KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Emotional Awareness Orientasi Hasil (Result Oriented) Mengelola Respon Kepercayaan diri Sikap perilaku Adaptip Garis Besar Outline Pelatihan Building Rapport Knowing Your Self Goals Setting Driving to peak performance Managing Response in the Process Legacy Review FACILITATOR

Present Leaders By Coaching Technique

Mengapa Pemimpin harus mendengarkan ? Tercapainya performa kerja tidak terlepas dari adanya kolaborasi dari atasan dan tim operasional. Tercapainya prestasi, terpenuhinya target kerja dalam organiasi adalah manifestasi efektivitas kerjasama tim yang diperoleh dari komunikasi efektif dalam menghadapi persoalan obyektif atau dalam mencari solusi melalui interaksi sesama rekan kerja. Dari hasil peta potensi organisasi tingkat social enggagement terdeteksi 70% lebih tidak berimbang normal dengan tingkat work engagement terdeteksi hanya 30% besarnya. Hal ini menunjukkan adanya potensi persoalan operasional yang tidak efektif penyelesaiannya. Secara kualitatif, maka pola penyelesaian persoalan melalui komunikasi berfungsi tidak efektif bahkan menjadi salah satu penyebab pimpinan menjadi tidak diindahkan oleh tim pelaksana di operasional. Untuk memastikan pola penyelesaian masalah sesuai standar pola komunikasi efektif maka diperlukan pengembangan keterampilan pemimpin dan tim dalam berkomunikasi. Pemimpin efektif memimpin saat ia hadir (present), sebagai salah satu perannya dalam memimpin kegiatan operasional. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan sesi workshop “Present Leaders by Coaching Technique ” TUJUAN Memastikan pemimpin dan tim di lapangan operasional mengetahui perannya dalam standar penyelesaian persoalan melalui komunikasi terpola dengan keterampilan mendengarkan. Penguasaan penyelesaian masalah melalui Teknik Coaching (mendengar efektif). MANFAAT Pemimpin dan Tim memiliki keterampilan untuk mengindahkan manajemen. Setiap pemimpin dan tim memiliki pola komunikasi efektif dalam berinteraksi dan mencari solusi (problem solving). Manajemen memiliki budaya perbaikan perilaku kerja profesional melalui pola interaksi (peer coaching). Pemimpin hadir dan terampil berkomunikasi sebagai performance improvement. Memiliki kebiasaan (budaya) baru untuk menyelesaikan persoalan hingga work engagement dan social engagement kembali sehat. OUTLINE Coaching Technique (Effective Listening) Teknik hadapi konflik melalui Coaching Technique. Yaitu keterampilan mengajukan pertanyaan sebagai bentuk layanan yang bertujuan untuk membantu individu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi atau menuju suatu perubahan dengan cara mendampingi individu dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki (Muis Ismarly, 2022). Coaching Technique ini adalah keterampilan bertanya, sebagai teknik dan tahapan individu menemukan solusi kreatif dari dalam dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dalam kegiatan one on one coaching (peer coaching) atau Group Coaching. METODE DISKUSI & TANYA JAWAB Hubungan interaktif (two way communication), efektif dalam penyampaian konsep pemahaman kepada peserta didik. Diberikan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. (Gage & Berliner, 2022) COACHING TECHNIQUE Tahapan Individu dapat menyadari potensi dan mengetahui peningkatkan performa untuk dirinya dan organisasi. Teknik Group Coaching dapat dilakukan sebagai kegiatan proses kelompok untuk memaksimalkan potensi, pengalaman dan kebijaksanaan dari individu yang terlibat untuk mencapai tujuan individu atau organisasi. SIMULASI Model pembelajaran simulasi adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara meniru atau merekayasa situasi sebenarnya untuk menggambarkan atau menunjukkan suatu proses, kondisi atau benda tertentu yang sedang dipelajari disertai dengan penjelasan lisan. Metode simulasi adalah bentuk metode praktik yang sifatnya untuk mengembangkan keterampilan peserta didik (ranah kognitif maupun keterampilan) dengan cara memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan atau keterbatasan untuk melakukan praktik di dalam situasi yang sesungguhnya. (Riadi, 2021) Hasil Yang Diharapkan Pemimpin (leaders) dan tim memiliki kesadaran diri sebagai pemimpin dan tim pelaksana di dalam organisasi Mengetahui perannya secara teknis operasional dalam menyelesaian masalah di lapangan. Memiliki pola fikir terbuka untuk membuat kebiasaan baru (habit) sebagai perbaikan (performance Improvement). FACILITATOR Dra. Yunilia Juhana. MSi, – Psikolog yang lulus dari UI 1992 berprofesi sebagai Praktisi bidang spesialisasi Psikologi Industri dan Organisasi. Hingga kini secara kontinu berprofesi di lapangan menangani program-program pengembangan SDM dan Human Capital. Keahliannya dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi baik dijalankannay selama 30 tahun di Industri maupun di Lembaga Pemerintah memperkuat keahliannya untuk menekuni modifikasi perilaku manusia khusus di dalam industri dan organisasi. Berperan sebagai Tenaga Ahli di KEMDIKBUDRISTEK, KEMENAG, KEMENTERIAN PUPR, MAHKAMAH AGUNG, dan beberapa Lembaga Pemerintah , Pemerintah Provinsi dan Kementerian lainnya serta BUMN yaitu Biro Klasifikasi Indinesia, PLN, PEGADAIAN dan beberpa BUMN lainnya. Selain itu Pengalamannya duduk sebagai HR Manager pada Perusahaan manufaktur otomotif supplier (Astra) memperkuat keahliannya dalam program pengembangan SDM dan Human Capital di bidangnya. Menangani kasus kecelakaan kerja di pertambangan batubara PT. PAMAPERSADA Nusantara, BUMA dan PPA.  Juga untuk bidang service retail, mengembangkan SDM operasional pada PT., Supra Boga Lestari (Ranch Market) serta perusahaan kosmetik Pabrik MANDOM Indonesia. Selain itu peran sebagai Psikolog sekolah lebih dari 7 tahun hingga kini dan sempat sebagai Psikolog Klinik RS UIN Syarif Hidayatullah memperluas keterampilannya meningkatkan perilaku manusia sebagai SDM dan Human Capital lebih efektif dan sejahtera yang berimbas kepada keuntungan industri dan efektivitas organisasi. Pengalaman di bidang Psikologi Pendidikan sempat membawanya ke luar negeri bekerjasama dengan NESTLE Myanmar (Asia Tenggara) memberikan Psikologi Pendidikan untuk Keluarga dan para pendidik di Negara tersebut seama 2018 hingga 2019. Juga melakukan terobosan sebagai Psikolog menyusun alat ukur mendeteksi cepat perilaku manusia untuk kepentingan penyusunan program Pengembangan Human capital. Hingga saat ini efektif berperan sebagai Psikolog di Lembaga-lembaga BPPT (BRIN), Kontraktor Tambang Batubara PAMAPERSADA Nusantara, BUMA, MANDOM Indonesia, PLN Pulogadung dan Gandul, KEMDIKBUDRISTEK, Kementerian PUPR dan lembaga serta industry lainnya.

Leaders For Safety

Era perubahan terjadi sejak pandemi 2020 hingga kini. Memasuki era kesadaran baru, orientasi individu mengalami perubahan. Apa yang terjadi selama pandemi dan apa yang terjadi pasca pandemi menjadi hal yang tidak dikenali bahkan tidak disadari. Setiap individu dalam kondisi berubah(change) ini perlu diseragamkan pemahamannya mengenai adanya kebaruan (new knowledge). Hal ini akan berpengaruh terhadap performa produksi dan kepemimpinan organisasi dimana setiap individu berienteraksi dalam kolaborasi. Memasuki era kesadaran baru semua aspek individu dan organisasi perlu penataan kembali (change management). Tahap orientasi, mengenal potensi dan kompetensi individu dan organisasi itu sendiri. Organisasi dapat dilakukan pentaan kembali melalui sistem kepemimpinan. Para pemimpin melakukan peningkatan kompetensi terkait pola fikir adaptif dengan perubahan situasi (growth mindset). Industri produksi memiliki potensi penurunan angka keselamatan kerja (safety behaviour) operasional. Dalam hal ini selama periode antara 2020 hingga memasuki 2021 tingkat kecenderungan inicident trend dapat mengalami fluktuasi yang meningkat pada roda operasional. Banyak faktor dapat mempengaruhi potensi kecelakaan yang meningkat. antara lain , mekanisme operasional teknis (machine), standar proses produksi (method) atau perilaku individu SDM (Man). Dapat dilakukan penurunan tingkat potensi kecelakaan : Memastikan Organisasi melakukan penaatan ulang pada operasional produksi. Hal ini dapat dilakukan melalui , menentukan kembali target (setting goal) untuk mencapai sasaran prioritas produksi dengan penataan kembali hadapi perubahan (adaptability) Organisasi memiliki pemetaan SDM karyawan operator pelaksana dalam kondisi siap produksi (attitudes, knowledge and skill readiness), memastikan para pemimpin lapangan operasional memiliki pola fikir yang standar terkini (skilled-up) terkait mampu memimpin dan terampil. NEED ANALYSIS Tindakan intervensi dapat dilakukan untuk menurunkan potensi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja (safety). Intervensi yang dapat dilakukan, Memastikan pemimpin operasional mampu memimpin (Leader Competent Awareness) dan karyawan operasional menyadari (Self Competent Awareness). Selain itu mengetahui fungsi dan perannya secara produktif dalam menjaga keselamatan kerja dan menghasilkan produksi yang memadai sesuai target. GOAL Memastikan pemimpin operasional dan karyawan operasional memiliki pola fikir standar terhadap peningkatan kompetensi operasioanl masa perubahan (change management) terkait meningkatkan keselamatan kerja (Safety Competency). OBJECTIVE Pemimpin Operasional Memiliki pengenalan diri (self awareness) yang memadai terkait harapan dan tujuan pribadinya (goal set) dalam masa perubahan manajemen terkini. Mengetahui dan menampilkan peran dan fungsinya dalam memimpin menjaga perilaku kerja selamat (safety awareness) produksi meningkat Karyawan operasional memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan pola fikir masa perubahan kini dan tercapai produksi meningkat dengan menampilkan perilaku kerja selamat.  OUTLINE Pemimpin operasional (leaders) Membuka pola fikir individu pemimpin operasional terhadap adanya penataan manajemen terkini (change management mindset). Menigkatkan kompetensi terkait Continuous improvement & developing others, keterampilan menganalisis problem, komunikasi tim dan kepedulian terhadap aturan (analysing, communication & Procedure orientation). Karyawan operasional. Membuka pola fikir kerja selamat masa perubahan (self & safety awareness). Meningkatkan kompetensi kerja selamat (berfikir analysis,  peduli terhadap aturan dan komunikasi) SKEMA INTERVENSI SAFETY CHANGE MANAGEMENT Awareness Coaching for  Leaders & Operator Mentoring for Leaders & Operator Field Habituation Field ACTIVATION Evaluation METODE Coaching Kelas memaksimalkan potensi pribadi dan profesional individu yang dimilikinya dengan proses menstimulasi dan meng-eksplorasi pemikirannya dengan proses kreatif (International Coaching Federation, 2021). TUJUAN,  Kelas Caoching memberikan wawasan akan kesadaran (awareness) individu untuk berperan dan berfungsi. MANFAAT, adanya peningkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan Attitudes individu Mentoring . Mentoring adalah sebuah program dimana seseorang yang akan berbagi ilmu dan juga pengalamannya kepada satu orang atau kelompok yang membutuhkan atau belum begitu mahir dalam suatu hal. Tujuan, berbagi ilmu dan pengalaman. Contohnya bisa ditemui pada proses pendidikan, pembinaan, dan pelatihan. (Linov HR, 2021). Manfaat, Meningkatkan profesionalisme seseorang, mendapatkan masukan dari mentor lain dengan tujuan untuk pengembangan skill dan pengetahuan, meningkatkan motivasi karena didukung perusahaan, memiliki skill baru yang bisa digunakan. Habituation Proses penciptaan dan kondisi (persistence life situation) yang memungkinkan individu di mana saja membiasakan diri untuk berperilaku sesuai nilai dan telah menjadi karakter dirinya, karena telah dinternalisasi melalui proses intervensi Aktivasi Kegiatan implementasi secara opeasional perilaku baru di lapangan setelah melewati kelas. FACILITATOR Dra. Yunilia Juhana. MSi, – Psikolog yang lulus dari UI 1992 berprofesi sebagai Praktisi bidang spesialisasi Psikologi Industri dan Organisasi. Hingga kini secara kontinu berprofesi di lapangan menangani program-program pengembangan SDM dan Human Capital. Keahliannya dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi baik dijalankannay selama 30 tahun di Industri maupun di Lembaga Pemerintah memperkuat keahliannya untuk menekuni modifikasi perilaku manusia khusus di dalam industri dan organisasi. Berperan sebagai Tenaga Ahli di KEMDIKBUDRISTEK, KEMENAG, KEMENTERIAN PUPR, MAHKAMAH AGUNG, dan beberapa Lembaga Pemerintah , Pemerintah Provinsi dan Kementerian lainnya serta BUMN yaitu Biro Klasifikasi Indinesia, PLN, PEGADAIAN dan beberpa BUMN lainnya. Selain itu Pengalamannya duduk sebagai HR Manager pada Perusahaan manufaktur otomotif supplier (Astra) memperkuat keahliannya dalam program pengembangan SDM dan Human Capital di bidangnya. Menangani kasus kecelakaan kerja di pertambangan batubara PT. PAMAPERSADA Nusantara, BUMA dan PPA.  Juga untuk bidang service retail, mengembangkan SDM operasional pada PT., Supra Boga Lestari (Ranch Market) serta perusahaan kosmetik Pabrik MANDOM Indonesia. Selain itu peran sebagai Psikolog sekolah lebih dari 7 tahun hingga kini dan sempat sebagai Psikolog Klinik RS UIN Syarif Hidayatullah memperluas keterampilannya meningkatkan perilaku manusia sebagai SDM dan Human Capital lebih efektif dan sejahtera yang berimbas kepada keuntungan industri dan efektivitas organisasi. Pengalaman di bidang Psikologi Pendidikan sempat membawanya ke luar negeri bekerjasama dengan NESTLE Myanmar (Asia Tenggara) memberikan Psikologi Pendidikan untuk Keluarga dan para pendidik di Negara tersebut seama 2018 hingga 2019. Juga melakukan terobosan sebagai Psikolog menyusun alat ukur mendeteksi cepat perilaku manusia untuk kepentingan penyusunan program Pengembangan Human capital. Hingga saat ini efektif berperan sebagai Psikolog di Lembaga-lembaga BPPT (BRIN), Kontraktor Tambang Batubara PAMAPERSADA Nusantara, BUMA, MANDOM Indonesia, PLN Pulogadung dan Gandul, KEMDIKBUDRISTEK, Kementerian PUPR dan lembaga serta industry lainnya.

Online Training : Creative Infrographic Slide with Powerpoint

CREATIVE INFOGRAPHIC SLIDE with powerpoint   Presentasi di era Industrial Revolution 4.0, lebih membutuhkan konsep visual “Less is more” atau sering disebut dengan konsep minimalis, yang dikemas dalam tampilan grafis minimalis. Infographic merupakan salah satu hasil yang lahir dari konsep “less is more”. Oleh karena itu slide presentasi dalam dunia bisnis perlu untuk menyesuaikan diri. Design slide secara visual akan mempengaruhi pemahaman dan tingkat ketertarikan audiens pada presentasi yang disampaikan. Dampak Visual dalam presentasi kita adalah sebesar 55%. Faktor Visual, slide merupakan bagian tampilan secara visual yang dilihat oleh audiens kita pada saat presentasi. Design slide terdiri dari penyusunan materi, warna, tata letak gambar yang semuanya memiliki dampak secara psikologis dalam bisnis. Penempatan text, gambar, chart yang sembarangan justru akan mengalihkan fokus audiens dari tujuan presentasi yang seharusnya. Workshop ini akan membantu anda untuk membuat slide secara profesional dengan mudah dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek penting yang berkontribusi pada keberhasilan presentasi anda. Bahkan di workshop ini, anda akan langsung praktek bagaimana cara praktis membuat tampilan chart yang lebih infographis tanpa mengandalkan “template” grafik dalam powerpoint. Dikelas kami menyederhanakan teknik penggunaan tools pada powerpoint untuk membuat slide dengan lebih efektif dan mudah dipelajari semua orang. Dalam waktu singkat anda dapat menyiapkan sebuah slide presentasi yang menarik bahkan slide infografis, yang seolah di design secara profesional.   Manfaat Pelatihan : Anda akan belajar teknik-teknik unik dalam membuat slide infografis secara efektif Kemampuan menyusun dan mengembangkan design slide Penguasaan tools powerpoint secara kreatif yang jarang dipahami kebanyakan orang Pemahaman konsep design yang lebih visual dan infografis melalui penataan warna dan layout Dapat membuat slide Infografis yang lebih Kreatif seperti designer professional Kreativitas dalam membuat grafik / chart tanpa tergantung template dari powerpoint   Materi pelatihan : Slide Design Concept. Pelajari bagaimana menyusun materi dalam presentasi, agar terlihat menarik  secara keseluruhan dan mudah dimengerti. Design based on Brain Mechanisms. Design yang indah namun mudah dimengerti audiens, akan lebih persuasif. Bentuk huruf, gambar, warna, yang semuanya akan mempengaruhi cara audiens merespon. Pelajari teknik design yang benar, agar menghasilkan design yang benar-benar persuasif. Slide design management. Bagaimana mengelola pembuatan slide tahap demi tahap agar mendapat hasil maksimal Basic Technique powerpoint. beberapa tools penting yang dapat dipakai untuk menghasilkan design slide presentasi secara profesional. Professional object moving. Teknik menggunakan animasi dengan benar sesuai konsep presentasi. Managing object. cara-cara praktis untuk mengelola huruf, gambar dan video hingga cara Kreatif yang jarang diketahui. Picture Searching. Teknik mencari dan mengolah gambar dengan benar How to create infographic icon. Teknik mudah dan cepat membuat icon infografis Creating Infographic icon from picture. Teknik membuat ikon infografis melalui gambar Creating icon from sketch. Teknik membuat icon melalui sketsa kita sendiri Simple Sketch. Teknik sketsa sederhana untuk membuat icon Make over basic chart. Mendesign ulang tampilan chart standar dengan Teknik Kreatif Slide Layout. Cara mengatur tampilan grafik, gambar dan tulisan secara proporsional   Metode : 10% teori 90% praktek Sharing, discussion, Guiding, practice Pelatihan 2 hari, 09.00 – 15.00 Persiapan Peserta : Laptop pribadi yang sudah terinstall office terbaru, minimal 2016 Smartphone / camera digital dan kabel data yang dapat terkoneksi dengan laptop Sudah dapat membuat slide powerpoint dasar

Online Training : Building Strong Communication through Correspondence

Tujuan Pelatihan Peserta mengetahui dan mempraktekkan  korespondensi bisnis yang mewakili perusahaan Peserta  dapat membuat “benchmark” terhadap korespondensi yang selama ini sudah dilakukan Peserta dapat membangun media komunikasi yang efektif, terorganisir, mudah dipahami pembaca Peserta menulis dengan kalimat sederhana yang mudah dipahami, jelas dan tidak ambigu Outline Materi Hari Pertama Menyiapkan Komunikasi yang Kuat: Ketrampilan komunikasi manajerial dan korporasi Mengirimkan komunikasi yang positif dan jelas: Ide Tujuan Strategi skenario Mengenali audience: Keahlian Gaya pengambilan keputusan Tahapan Action Plan dalam berkomunikasi Membangun Dokumen yang Efektif Ruang lingkup Kenali Pembaca Cari Informasi Analisa Informasi Tentukan Solusi Organisasikan Hari Kedua Korespondensi Email dan Pengelolaannya Format dan isi email Menuliskan subyek email Menulis dan menjawab email Mengatasi email yang berlebihan Mengelola email Menggunakan bahasa bisnis secara efektif Aturan yang mendukung Manfaat tanda baca Kejelasan dan kepadatan Kalimat positif Memeriksa kembali urutan dan logis Latihan Menulis email Membuat surat dan memo Sesi umpan balik Metode Pelatihan Penjelasan materi dengan slide Latihan membuat memo, surat dan email Latihan membuat kalimat positif Latihan meng-edit yang merupakan sesi umpan balik, peserta diminta meng-edit tulisan peserta lain

Online Training : Effective Sales Supervisor

Kemampuan Sumber Daya Manusia Perusahaan dalam pendekatan yang modern, merupakan aset berharga untuk mencapai Visi Perusahaan dengan efektif. Keefektifan dan kualitas kerja yang dihasilkan Sumber Daya Manusia yang ada memerlukan peran penting seorang Supervisor. Pekerjaan sebagai Supervisor sangatlah penting dalam Perusahaan. Secara professional Setiap Supervisor dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat teknis yang dibebankan kepada team kerjanya. Keahlian lain yang juga dituntut, adalah dapat memotivasi, mengarahkan dan membimbing bawahannya. Dari keterangan diatas, maka Persahaan membutuhkan kualitas Supervisor sebagai berikut Mampu melihat gambaran besar dari target dan tugasnya. Dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif bagi team. Kemampuan pengambilan keputusan, melalui proses analisa yang efektif. Mampu menyerap program, teknik, metode, target kerja yang baru. Menterjemahkan kebijakan dan prosedur perusahaan kepada team. Mememberikan bimbingan dan pelatihan yang efektif Dengan demikian seorang Supervisor dituntut mengusai keahlian teknis, hubungan antar manusia (interpersonal skill) dan kemampuan lainnya secara praktis. Berikut adalah 5 kemampuan Dasar yang harus dimiliki Supervisor Planning Staffing Organizing Leading Controlling Sesuai dengan kebutuhan diatas, maka kami merancang Program Pelatihan khusus “Effective Supervisory Skill” dalam bentuk workshop, untuk membekali setiap Supervisor dengan keahlian yang diperlukan agar mencapai target secara efektif. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor, Ke 5 Kemampuan Dasar (Planning, Staffing, Organizing, Leading, Controliling) yang merupakan kemampuan dasar Supervisor akan diterjemahkan ke dalam 9 Keahlian utama yang harus dikuasai Supervisor. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor diberikan materi yang akan didapat oleh setiap peserta program pelatihan, yaitu Goal setting. Supervisor akan belajar menterjemahkan target kerja menjadi goal setting bersama guna mencapai target, serta bagaimana team dapat menjalankan goal setting. Effective behavior. Supervisor akan belajar apa saja tingkah laku yang dapat diterapkan dalam menciptakan suasana kerja yang lebih produktif. Decision making and problem solving. Supervisor akan dibekali cara berpikir yang taktis, terstruktur dan teknik analisa masalah sebagai dasar pengambilan keputusan. Peserta juga akan diberikan teknik-teknik untuk mengelola konflik yang potensial. Managing change. Peserta akan dibekali keahlian menterjemahkan informasi, menciptakan metode kerja, membuat tahapan kerja praktis, rencana kerja, pendampingan, dan kontrol kerja terhadap team. Time management. Kemampuan manajemen waktu adalah sangat penting untuk dapat memaksimalkan efektivitas kerja yang ada agar setiap tugas dapat dikelola dengan baik sehingga terselesaikan dan target tercapai. Communication skill. Kemampuan komunikasi secara persuasive akan mendukung keseluruhan proses kerja, seperti delegasi, informasi, training, problem soilving, coaching, evaluasi. Effective meeting. Supervisor akan dibekali kemampuan untuk mempersiapkan, menjalankan meeting dengan efektif hingga proses eksekusi, akan meningkatkan produktivitas kerja dan efektivitas kerja. Proses meeting yang terkontrol dan mampu diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat secara signifikan meningkatkan produktivitas perusahaan. Delegation. Agar tugas dan pekerjaan dapat berhasil, maka diawal diperlukan kemampuan Supervisor untuk mendelegasikan setiap tugas yang ada kepada orang yang tepat dan dengan cara yang sistematis sehingga mudah dipahami dan di proses sesuai dengan SOP serta kualitas yang diharapkan. Training. Setiap Supervisor akan dibekali berbagai keahlian dan beberapa metode untuk dapat menyiapkan dan melaksanakan pelatihan praktis kepada team yang tepat guna dan tepat sasaran. Tujuan Workshop adalah untuk Menyiapkan pemahaman Supervisor terhadap fungsi-fungsi utamanya. Meningkatkan kemampuan dan fungsi teknis untuk mencapai target. Memperlengkapi supervisor dengan keahlian manajemen, pendelegasian, koordinasi, melatih dan membina team kerja. Meningkatkan keahlian komunikasi persuasif untuk memperlancar proses kerja. Agar program pelatihan dapat berjalan maksimal dan efektif bagi perusahaan, maka metode pelaksanaan Workshop, adalah 30% teori dan 70% praktek Materi dibawakan dalam suasana yang fun System pembelajaran yang efektif dengan roleplay dan simulasi untuk setiap materi yang dipelajari Setiap peserta juga akan diberikan tambahan Teknik-teknik mengatasi stress akibat beban kerja, sebagai produktivitas kerja Supervisor. Berikut adalah detail mengenai informasi Program Waktu pelatihan 2 hari Workshop dilaksanakan pada pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya. Handout untuk setiap peserta. Sudah termasuk perlengkapan simulasi. Free Soft Competencies Test for Supervisor, senilai : IDR 215.000 /orang.

Online Training: Managing Change & Conflict

Perubahan adalah bagian kehidupan yang pasti terjadi. Namun sering kali perubahan akan menimbulkan konflik karena adanya perbedaan-perbedaan dari individu itu sendiri ataupun lingkungannya. Perbedaan tersebut bisa berupa perbedaan keinginan, cara kerja, sistem nilai, gaya-gaya yang ditampilkan dan cara berfikir. Masalahnya, menangani konflik menjadi rumit karena kita harus dapat membedakan konflik yang dalam kehidupan sehari-hari, 80% disebabkan oleh kesalahpahaman dan 20% disebabkan oleh perbedaan nilai. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman dan kiat kepada peserta untuk bisa menghadapi serta mengatasi perubahan dan konflik dengan sebaik-baiknya. Terutama konflik yang terjadi dalam kegiatan di tempat kerja Pelatihan ini ditekankan pada: Peningkatan ketrampilan ( SKILL ), Peningkatan sikap ( ATTITUDE ) dan Pembelajaran pengetahuan (KNOWLEDGE). Outline Materi Berbagai model perubahan dan Peran dalam perubahan organisasi Mengapa orang tidak menyukai perubahan Penggunaan Matrix perubahan dan Tingkat keluasan perubahan Mengatasi keengganan & penolakkan untuk perubahan Berbagai cara untuk mengelola dinamika perubahan dalam organisasi Metode untuk mengelola hubungan antar kelompok Mengatasi konflik dan Pergeseran pandangan tentang konflik Konflik yang fungsional dan disfungsional Proses terjadinya konflik dan Sumber konflik dalam organisasi Teknik menangani konflik Sinergi dalam penyelesaian konflik