Biaya Kaizen tidak lebih dari harga 1 botol Aqua 600 ml

Beberapa waktu yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang Plant Manager sebuah perusahaan Tile / Keramik yang cukup ternama. Beliau berkata, Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan Kaizen Project? 100 juta cukup? kalau cukup, saya akan kumpulkan orang-orang pilihan dari berbagai departemen untuk mengikuti training Gemba Kaizen.

Pertanyaan yang tidak asing bagi telinga saya tentang Kaizen Project. Banyak orang beranggapan bahwa dibutuhkan biaya yang besar untuk menyelenggarakan Project ini. Karena pada dasarnya suatu Project pasti Besar biayanya.

Lanjut lagi dengan perbincangan dengan Plant Manager diatas. Saya jawab, untuk menyelenggarakan Kaizen Project cukup sediakan biaya sebesar tidak lebih dari harga 1 botol Aqua ukuran 600 ml. Lho… maksudnya? ya cukup sediakan 1 botol Aqua untuk pelepas dahaga setelah menjalankan Kaizen.
Karena pada dasarnya Kaizen tidak memerlukan biaya sepersen pun. Kaizen arti dasarnya adalah Habit untuk melakukan Perubahan menjadi Lebih Baik dan terus menerus.

Mari kita sedikit belajar dari Mr. Masaaki Imai, sang founder “Kaizen Institute” berikut ini

 

 

Jadi Kaizen adalah suatu tindakan kita untuk merubah proses kerja menjadi lebih baik (bisa menjadi lebih cepat, lebih hemat, lebih gampang, dsb). Menggeser posisi keyboard komputer pun sehingga kita menjadi lebih nyaman dalam bekerja, termasuk Kaizen. Atau mengatur ketinggian tempat duduk sehingga posisi tangan kita sejajar dengan meja kerjapun adalah tindakan Kaizen. Sehingga dikatakan “Sekecil apapun perubahan .. itu adalah Kaizen…”

Kaizen harus menjadi suatu pola pikir kita dalam bekerja, bukan hanya tindakan 1 kali atau tindakan suatu project saja. Sampai Mr. Imai mengatakan bahwa Kaizen harus dilakukan EVERYDAY, EVERY BODY dan EVERY WHERE.
Jika suatu perusahaan sudah melakukan ketiga hal tersebut diatas maka akan dapat dirasakan hasilnya oleh seluruh karyawan perusahaan itu sendiri.

Untuk mensukseskan hal diatas maka kuncinya adalah, Kaizen harus ditetapkan secara Top Down. Management tertinggi harus memberikan komitment yang tinggi dalam penyelenggaraan Kaizen ini. Management harus memberikan contoh langsung kepada para karyawan bagaimana menjalankan Kaizen secara simple seperti: Jalan harus selalu di sisi kiri, membuang sampah pada tempatnya, budaya antri, langsung membetulkan letak keset “Welcome” yang miring atau bahkan terlipat tidak karuan.. dan masih banyak contoh-contoh yang lain.

Bagaimana pendapat anda? masihkah berpendapat bahwa Kaizen memerlukan Biaya yang Besar …..?

Untuk belajar lebih lanjut tentang Kaizen kunjungi :

http://• https://valueconsulttraining.com/managerial-training/improving-productivity-and-raising-work-efficiency-through-kaizen-5s/

• https://valueconsulttraining.com/hse-series/building-operation-excellence-through-5s-kaizen-implementation/

• https://valueconsulttraining.com/operation-training/1829-kaizen-in-the-office/

• https://valueconsulttraining.com/human-resources-training/1914-kaizen-in-hr/

• https://valueconsulttraining.com/operation-training/1414-genba-kaizen-from-simple-activity-to-great-result/

Penulis :

Indro Agung Handoko, ST.

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.
Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.
Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.
Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.
Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Project tersebut antara lain:

  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.
  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.
  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.
  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.
  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *