Online Training : Menyusun Perencanaan Strategic Dengan Model LFA (Logical Framework Analysis)
Merancang dokumen rencana strategis (strategic planning) menggunakan kombinasi Theory of Change (ToC), Logical Framework Approach (LFA) dan Apreciative Inquiry (AI) adalah pendekatan yang lebih terukur, memiliki dampak dan dapat dievaluasi secara berkala. Merancang strategic planning dengan model kombinasi ini dapat dilakukan dengan memetakan visi dampak dari belakang ke depan (ToCdan AI), lalu menerjemahkannya ke dalam desain terstruktur, terukur, dan hierarkis (LFA) untuk eksekusi. Menentukan visi utama organisasi atau tujuan akhir dari program, misi, nilai, tagline. Petakan mundur (backward mapping) langkah-langkah, kondisi, dan perubahan kondisi apa saja yang harus terjadi agar dampak tersebut bisa terwujud. Setelah itu menyusun jalur perubahan dan mengkombinasikan dengan Logframe untuk mengembangkan program (impact, outcome, output, input) dengan pengkuruan KPI secara berkala. Metode ini memastikan setiap perencanaan berorientasi pada hasil dan tepat sasaran. Model ini banyak dipakai secara global baik di aras perusahaan, CSOs dan pemerintahan. Dari aneka model perencanaan, alat ini (LFA) sejatinya berbasis pada problem base, sangat terukur, dan logis. Sedangkan TOC, adalah alat yang berbasis pada potensi dan harapan. Kedua model ini adalah perpaduan tepat dalam merancang strategic planning dokumen yang berorintasi pada repoirt ESG dan pencapaian tujuan poin SDGs. TUJUAN PELATIHAN Para Direktur dan Kepala Departemen, dan manajer program untuk memahami tahapan-tahapan utama dalam merancang strategic planning dengan perpaduan Model logframe (LFA),Theory of Change (TOC)dan Apreciatiove Inquiry (AI: 5D) Para Direktur, Kepala departement, dan Manajer program dapat mengerti dan mempraktekan desain dan tahapan-tahapan dalam menyusun dokumen rencana strategis dengan dengan kombinasi model LFA, TOC dan AI Para Direktur, Kepala Department, dan Manajer Program dapat memahami, mengerti dan mempraktekan langkah-langkah penyusunan dokumen rencana strategis dengan kombinasi 3 alat perencanaan ini (LFA, TOC, AI) untuk menghasilkan 5 dokumen (Matrix program planning 3-5 tahun), dokumen rencana operasional (1 tahun), dokumen strategic communication plan, dokumen HRM plan dan dokumen Financial Plann. SASARAN PELATIHAN Sasaran pelatihan ini adalah pada level Top dan middle management (Direktur, kepala department, manager dan asisiten manager) di departemen perencanaan, departemen CSR/Comdev/PPM/ESG atau TJSL dan manajemen development dept. METODE PELATIHAN Metode dalam pelatihan ini menggunakan aneka metodik yaitu metode orang devasa (andragogi dan pull learning) dengan variasi metode laiannya seperti presentasi, diskusi kelas, rule play, game, praktik personal daan kelompok, dan studi kasus. MATERI: Tahap 1: Tahap Discovery (Apreciative Inquiry): Mengumpulkan Kisah dan Capain Puncak Organisasi Tahap 2: Helikopter View dan aneka analisis (Analisis Situasi:Internal-External, stakeheolders, dll) Tahap 3: Defenisikan dampak jangka Panjang dengan TOC (Visi, Misi, Nilai, Prinsip, Tagline) Tahap 4: Menyusun Matriks Kerangka Logis (LFA) dan jalur Perubahan (Pathway of Change/TOC) Tahap 5: Menyusun Logika Vertikal: Goals/Impact, Outcome, Output, Activities dan Input Tahap 6: Menyusun Logika Horisontal: Indikator, MOV, Asumsi-Risk Tahap 7: Logika Keterkaitan (If Then- Logic) Tahap 8: Menyusun Dokumen Rencana Strategi Komunikasi Tahap 9: Menyusun dokumen Rencana Pengembangan HRM Tahap 10: Menyusun dokumen Financial Plann Study Kasus & Penyusuan 5 dokumen Rencana Strategis FACILITATOR William E Aipipidely MA Beliau adalah seorang profesional trainer dengan spesialisasi pada peningkatan kualitas pekerja profesional berbasis hasil (result-oriented). Fokus pelatihannya meliputi manajemen strategis organisasi, organizational development, project management, desain program berbasis LFA/TOC/RBM/PCM untuk CSR, Monev/MEL Program, general management, evaluasi program, leadership, HRM, public speaking, strategi komunikasi, lobbying & negotiation, coaching skill, inclusive advocacy, stakeholders engagement, exit strategy, MSC story, fundraising & diversifikasi pendanaan, community development, CSR issues, government & community relations, serta report writing berbasis knowledge management dan GEDSI. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun memimpin perusahaan dan organisasi—profit, non-profit, CSR, hingga lembaga internasional—dari level staf, jurnalis, project officer, field manager, program manager, hingga direktur program, direktur proyek, dan direktur eksekutif. William merupakan lulusan S1 Geologi UGM dan S2 Komunikasi UGM, serta menempuh studi non-gelar Filsafat-Agama dan Mini MBA. Dari perjalanan akademik dan profesional tersebut, ia memiliki kompetensi kuat dalam facility management, general management, analisis kebutuhan, perencanaan program, pengelolaan fasilitas kerja, hingga manajemen anggaran. Sebagai narasumber dan fasilitator, William telah memberikan pelatihan di lembaga nasional, perusahaan, pemerintah, dan mitra internasional seperti BI, BP, ExxonMobil, DSN-LG, Kemendikbud, Kemendagri, Pemprov DIY, USAID, UNDP, Miserior, perusahaan sawit, bank, NGO nasional, hingga CSO lokal. Selain itu, sebagai mantan jurnalis, ia telah menulis tujuh buku bertema sosial dan kepemimpinan, dua biografi pengusaha, jurnal manajemen strategis, serta menjadi kolumnis di berbagai media nasional dan lokal. Saat ini, di sela penyusunan proposal doktoral, William aktif menjadi narasumber, trainer, penulis, dan mengelola kebun integrated farming di Cangkringan–Bimomartani, Sleman, Yogyakarta.






