Managerial Skills Training

Basic Leadership & Communication Program

Leader di dalam organisasi saat ini dituntut untuk mengembangkan kemampuan leadership dan komunikasi pada saat bersamaan. Pelatihan ini memberikan pengenalan singkat pada peserta untuk mengenali potensi kepemimpinan yang dimilikinya serta memahami berbagai pendekatan terhadap kepemimpinan dari mulai Transactional Leadership, Situational Leadership sampai pada Transformational Leadership. Beberapa self assessment tools disertai di dalam pelatihan ini agar peserta dapat lebih mengenal potensi kepemimpinan yang dimilikinya.  Berbagai games terkait dengan pengembangan visi ataupun kepemimpinan juga akan dilaksanakan. Selain itu peserta juga akan diberi pemahaman mengenai beberapa prinsip komunikasi dan mengaplikasikan dalam berbagai seting yang terkait dengan kepemimpinannya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Basic Leadership & Communication Program ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta memahami, mengenali potensi kepemimpinan dan mampu mengembangkannya secara praktis Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Basic Leadership & Communication Program adalah : Antara kemampuan ‘managing’ dan ‘leading’ Mengapa kepemimpinan penting di dalam organisasi Self assessment: Situational Leadership Latihan mengembangkan visi dan inisiatif sebagai Pemimpin Karakteristik diri yang penting sebagai seorang Pemimpin Menjadi Pemimpin yang men-transform tim nya untuk mandiri dan perform Kepemimpinan dalam konsep Situational Leadership & Transactional Leadership Mengenalkan aspek-aspek kemampuan Transformational Leader: Attributed Charisma: mengutamakan kepentingan kelompok Idealized Influence:be a Role Model Inspirational Leadership: envision the future, encouraging emotional involvement Individualized Consideration: recognize individual contributions. Intellectual Stimulation: challenging the process, performance stretching. Extra Effort: Work smart not hard Proses Komunikasi Building blocks yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan baik Struktur content dalam komunikasi: mengajukan pertanyaan, mengajukan keberatan, menyampaikan masukan. Ketrampilan mendengarkan empatik dan bahasa tubuh Komunikasi Asertif Menangani keluhan & Memberi Feedback Latihan Komunikasi Metode Pelatihan Training Basic Leadership & Communication Program dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menekankan penggunaan Diskusi, Presentasi Paradigma Kepemimpinan, Self Assessment dan Exercise. Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN  

Basic Communication Skills Training

Tujuan Basic Communication Skills Training  salah satunya adalah meningkatkan ketrampilan komunikasi anda didalam organisasi, serta memberikan anda pemahaman dan latihan beberapa ketrampilan utama dalam komunikasi. Dalam pelatihan tersebut akan dibahas beberapa materi diantaranya struktur konten dalam komunikasi seperti: mengajukan pertanyaan, mengajukan keberatan dan menyampaikan masukan. Deskripsi Komunikasi adalah ketrampilan dasar yang diperlukan untuk dapat berinteraksi dengan optimal di tempat kerja.  Permasalahan yang muncul dalam kaitan dengan kerja sama, hubungan atasan – bawahan, ataupun hubungan antara departemen di dalam organisasi, seringkali disebabkan oleh kuranganya kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik.  Baik itu pemilihan kata, intonasi suara ataupun kemampuan mengekspresikan pendapat dengan jelas. Pelatihan ini didisain untuk menjadi dasar bagi pelatihan komunikasi yang diperlukan oleh semua anggota organisasi.  Tujuan dari pelatihan ini adalah mengingatkan akan pentingnya ketrampilan komunikasi di dalam organisasi, serta memberikan pemahaman dan latihan beberapa ketrampilan utama dalam komunikasi. Outline Materi Materi Basic Communication Skills Training yang akan dibahas adalah : Proses Komunikasi Building blocks yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan baik Struktur content dalam komunikasi: mengajukan pertanyaan, mengajukan keberatan, menyampaikan masukan. Ketrampilan mendengarkan empatik dan bahasa tubuh Komunikasi Asertif Menangani keluhan Facilitator Dianti Arudi, MBA. Komunikasi tidak hanya karir profesional Dianti namun juga menjadi personal interest yang bersangkutan. Memulai pengalamannya dalam bidang komunikasi sebagai Journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, surat kabar ekonomi Jepang, Dianti kemudian melanjutkan karirnya dalam area yang membutuhkan komunikasi intens Dianti menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan, Master in Business Administration, di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Journalist, the Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) EXPERTISE : Secretarial Skills, Communication and Presentation Skills, Business Writing Skills, Service Excellence Trainer and Consultant Lecturer on Human Resources, Marketing Fundamental, Business Communication at Binus International University CERTIFICATIONS : Certified Trainer, Persuasive Communication, Persona Global, US MBA Indonesian Institute for Management Development (IPMI) – Monash University Sarjana Sastra, University of Indonesia, Faculty of Culture

Basic Coaching Skills Training

Basic Coaching Skills Training – Coaching adalah sebuah proses untuk mengembangkan tim agar kinerjanya bisa optimal sesuai dengan target yang diberikan Perusahaan.  Di dalam proses coaching terdapat upaya untuk mengenali staf, mengevaluasi dan memberdayakan. Pelatihan ini akan memberikan prinsip-prinsip dasar dalam melakukan coaching.  Mulai dari prinsip-prinsip dalam people management, maping tim melalui MBTI, serta proses coaching pada tim yang berbeda dan proses pemberdayaan dan evaluasi staf. 

Communication Confident with Assertiveness Techniques and Self Therapy

Assertive Communication Skills – Communication Confident with Assertiveness Techniques and Self Therapy tujuannya adalah agar bisa menguasai teknik untuk mengetahui arah pikiran lawan bicara, menguasai teknik suara untuk mepengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Deskripsi Kemampuan berkomunikasi dengan penuh percaya diri merupakan kebutuhan yang menjadi modal dasar setiap individu dalam organisasi , peruasahaan atau bisnis di masa kini. Pencapaian  target kerja individu atau organisasi secara efektif sangat dipengaruhi secara signifikan oleh kemampuan komunikasi yang penuh percaya diri, atau sering disebut dengan komunikasi Asertif. (Komunikasi Asertif) Dalam perusahaan, kemampuan komunikasi akan berpengaruh pada semua bagian. Produksi, management, keuangan, operasional, pelayanan, penjualan, pembelian dan tentunya pelanggan, semua bagian tersebut terkait satu sama lain melalui komunikasi. Jadi komunikasi asertif akan berpengaruh pada output yang dihasilkan masing-masing bagian atau perusahaan secara keseluruhan. Selain itu komunikasi yang tidak baik, akan menjadi pemicu munculnya konflik yang berkepanjangan, dan sulit di selesaikan. (Komunikasi Asertif) Guna menangani penghambat komunikasi asertif dengan tepat, perlu dipahami bagaimana proses komunikasi itu terbentuk. Cara berkomunikasi setiap orang 88% dipengaruhi oleh pikiran bawah sadarnya sendiri, karena salah satu fungsi pikiran bawah sadar adalah sebagai pusat kebiasaan, sifat dan karakter seseorang. Apa saja yang dilihat, didengar dan dirasakan seseorang semenjak kecil, akan tersimpan dan membentuk sifat, karakter atau kebiasaannya. Itulah yang menjadi dasar pola komunikasi setiap individu ketika berinteraksi satu dengan yang lain.(Komunikasi Asertif) Jadi penyebab utama seseorang tidak memiliki komunikasi asertif, adalah setiap kali seseorang berusaha berkomunikasi, maka pikiran bawah sadarnya yang porsinya 88% akan lebih berpengaruh. Kebiasaan dan sifat yang sudah mengakar tidak dapat dengan mudah dihilangkan begitu saja. (Komunikasi Asertif) Untuk itu program ini didesign khusus dengan lebih banyak praktek komunikasi asertif yang didahului dengan beberapa teknik terapi praktis utnuk mengatasi hambatan dalam diri setiap peserta. Dengan mengikuti workshop ini maka peserta akan dilengkapi dengan kemampuan teknis dalam berkomunikasi secara asertif dan juga kemampuan untuk memulihkan serta membangun diri sendiri. (Komunikasi Asertif) Metode Pelatihan Training Communication Confident with Assertiveness Techniques and Self Therapy dilaksanakan dengan metode: 20% teori dan 80% praktek. Durasi 2 hari, 09.00 – 17.00 setiap harinya. Materi dibawakan dalam suasana santai dan fun. System pembelajaran efektif dengan roleplay dan simulasi Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Communication Confident with Assertiveness Techniques and Self Therapy adalah : Membangun mental yang positif, dengan mengeliminasi hambatan mental dalam komunikasi Memahami konsep dasar komunikasi asertif Cara menggunakan kalimat dan kata-kata dalam komunikasi asertif. Menguasai teknik bahasa tubuh  dan polanya untuk komunikasi asertif. Menguasai teknik untuk mengetahui arah pikiran lawan bicara. Menguasai teknik suara untuk mepengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Cara mengetahui tipe komunikasi orang lain dalam waktu singkat. Cara mengatasi kesulitan dalam komunikasi. Cara menyatakan keinginan yang sulit ditolak, melalui komunikasi asertif. (Komunikasi Asertif) Cara membangun kepercayaan orang lain pada diri kita, dalam waktu singkat. (Komunikasi Asertif) Komunikasi asertif untuk mempengaruhi orang banyak sekaligus. Teknik untuk mengatasi sanggahan dan keberatan. Komunikasi asertif dalam memberikan bimbingan atau coaching team. (Komunikasi Asertif) Memperlengkapi peserta dengan kemampuan terapi untuk diri sendiri. (Komunikasi Asertif) 90 days communication project, merupakan aplikasi dari workshop untuk diterapkan dalam organisasi dan individu. (Komunikasi Asertif) Testimoni “Materinya sangat saya butuhkan dalam menunjang pekerjaan” “Trainer sudah baik & kaliber dalam penyampaiannya” “OK” Facilitator Mr. Agus Gunawan Mr. Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, yang memberikan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM, organisasi, perusahaan, lembaga tinggi Negara, departemen pemerintahan serta kepada perorangan. Beliau memiliki pengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC,  Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Kyocera Indonesia, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan banyak lagi lainnya. Berbagai program yang telah dibawakan, antara lain : sales, leadership, team work, motivation, public speaking, TFT, communication skill, problem solving, SOP, TNA, managing risk, managing conflict, supervisory skills, time management, coaching skills dan lain sebagainya.pelatihan training assert

Applied Communication Training

Applied Communication Training dapat membantu anda memahami aspek apa saja yang bisa menghambat dalam berkomunikasi, termasuk hambatan dalam rasa percaya diri, pengelolaan stabilitas dan stabilitas emosi. Sehingga anda  akan dibekali dengan kiat berkomunikasi efektif melalui pemahaman  potensi diri. Pelatihan komunikasi adalah sebuah pelatihan dasar yang mempunyai efek yang besar dalam pengembangan soft skill seseorang.  Begitu banyak pelatihan komunikasi telah dikembangkan, namun jarang ditemukan pelatihan yang bersifat integratif.  Pelatihan ini kami siapkan dengan maksud tersebut.

Training Analytical Creative Thinking

Training Analytical Creative Thinking Training Analytical Creative Thinking dimaksudkan agar anda dapat membangun sikap, pola pikir positif yang terlatih dalam melakukan sintetis,  berimajinasi yang lebih kuat yang merupakan kombinasi kekuatan mental didukung kualitas pribadi yang membentuk creative thinking luar biasa. Perubahan yang terjadi begitu cepat dalam dunia usaha, kerumitan masalah terus bertambah, akhirnya manusia kerja dituntut menyesuaikan diri, membangun dirinya menghadapi rintangan, tantangan. Akibatnya semua orang harus creative thinking untuk mendukung kepercayaan diri yang lebih tinggi. Creative thinking akan membawa seorang menjadi penggagas, dengan creative akan mewujudkan gagasan ke dalam kenyataan creative merupakan kekuatan daya cipta yang mewujudkan karya, kerja yang bertumpu pada inovasi. Jalinan yang terjadi antara konsep creative kreatifitas dilakukan dengan dua tahap berbeda; berpikir lalu berbuat. Creative thinking adalah sebuah ‘petualangan’, tetapi harus menjadi dasar untuk berbuat. Walaupun ‘Petualangan’ berkonotasi coba-coba, dengan pencarian yang gigih, didukung pengalaman, creative thinking akan sangat berguna dalam peningkatan usaha mencapai tujuan perusahaan. Aspek-aspek pengelolaan aset perusahaan adalah yang paling penting, namun sulit. Dengan peningkatan creative thinking maka kreatifitas tidak akan berhenti. Pelatihan Analytical Creative Thinking dimaksudkan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan tentang potensi diri individu. Pembahasan meliputi aplikasi tentang potensi diri manusia dalam kehidupan organisasi, secara efektif & efisien dalam praktek pengelolaan diri untuk pengembangan karir & organisasi. Pengetahuan tentang manusia dalam kehidupan organisasi, memberikan acuan bagi upaya pengembangan diri dalam implementasi keputusan strategi perusahaan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Analytical Creative Thinking ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Meningkatkan keterampilan analytical yang akan berdampak kepada  creative thinking untuk membangun kreatifitas kerja sehingga terbentuk motivasi positif dalam bekerja. Membangun sikap, pola pikir positif yang terlatih dalam melakukan sintetis,  berimajinasi yang lebih kuat yang merupakan kombinasi kekuatan mental didukung kualitas pribadi yang membentuk creative thinking luar biasa. Target Peserta Training Analytical Creative Thinking ini ditujukan untuk para: Seluruh karyawan perusahaan/organisasi dan setiap orang yang perlu digerakkan dalam berpikir kreatif yang akan membawa menjadi penggagas, dan mewujudkan gagasan ke dalam kenyataan meningkatkan kerja. Outline Materi Materi Training Analytical Creative Thinking yang akan dibahas adalah : 1.  Meningkatkan Ketrampilan analytical Mengenal potensi diri Modal untuk sukses bekerja 2.  Breaking the limits Mengenal pembatas fisik Menghancurkan tembok pembatas prestasi 3.  Mengolah Kreatifitas Membuat permulaan dalam ‘perencanaan’ Melatih Kreatifitas 4.  Pengembangan Modal Dasar Meningkatkan kemampuan fisik Meningkatkan kemampuan intelektual Meningkatkan kemampuan mental Meningkatkan kemampuan pengendalian emosional Meningkatkan kemampuan spiritual. 5. Creative dalam Memikirkan Kehidupan dan Kerja Daya kreasi dan sikap kreatif sebagai kewajiban 6.  Membangun etos kerja yang tangguh Memahami kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Meningkatkan etos kerja. 7.  Menjaga dan memelihara perilaku kehidupan Memahami perilaku positif, produktif, dan kontributif Implementasi perilaku positif, produktif, dan kontributif. Testimoni “OK” Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Training Adversity Quotient

Untuk bisa sukses menjadi seorang staf di perusahaan dituntut untuk memiliki kecerdasan diatas rata – rata kecerdasan manusia umumnya. Secara anekdot dinyatakan bahwa seorang staf di perusahaan dituntut mempunyai kecerdasan rata – rata 200 % atau 100 % diatas kecerdasan rata – rata manusia pada umumnya.  Untuk menjadi staf pemula di perusahaan, maka test IQ – test Kecerdasan Intelektual diperlukan agar memenuhi syarat minimum yaitu seorang yang cerdas. Jadi seorang staf di perusahaan  tidak mungkin dari kalangan idiot.

Achievement Motivation Training

Achievement Motivation Training bertujuan agar para peserta bisa mengidentifikasi motivasi pribadi. Peserta mengerti tentang hubungan antara motivasi dengan prestasi dan manfaatnya dalam kegiatan kerja. Sasaran Pelatihan Setelah Mengikuti Achievement Motivation Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta yang terlatih untuk ter – motivasi Peserta mengerti tentang hubungan antara motivasi dengan prestasi dan manfaatnya dalam kegiatan kerja Peserta mampu mengembangkan motivasi diri dan mendorong diri agar lebih ter – motivasi dan  lebih siap, produktif dalam melakukan pekerjaannya Metode Pelatihan Achievement Motivation Training yang dilaksanakan dengan metode : Diskusi Kelas / Kelompok Permainan Latihan Outline Materi Pelatihan Materi yang akan di bahas topik Achievement Motivation Training adalah: DIRI ANALISIS Mengenali dan menantang kekuatan dan kelemahan diri,motivasi diri POLA KEBUTUHAN MANUSIA Kebutuhan fisik dan sosial Hierarki Kebutuhan MOTIVASI Motif dan motivasi Proses motivasi 3 Motif Sosial dari McClelland POLA BERPIKIRPRESTASI Penetapan tujuan Tanggung jawab pribadi Umpan balik Risiko sedang INTERELASI ANTAR INDIVIDU Mengenali pola hubungan dengan orang lain Hubungan baik melalui persetujuan konsep 3A MOTIF KEKUASAAN (POWER) Berbagai sumber kekuasaan Motif kekuasaan yang perlu dikembangkan Menerapkan kompetensi Kekuasaan PENGEMBANGAN MOTIVASI DIRI Analisis kerja Mengembangkan motivasi diri Pembuatan Rencana Penerapan di Tempat Kerja Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun berunding dengan pelatih, konsultan dan pelatih diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang: Pengembangan Pribadi, Mental Switching, Keterampilan Kepemimpinan, Manajemen Pengawasan, Pelatihan dan Konseling, Pelatihan Manajemen, Pemecahan Masalah Kreatif dan Pengambilan Keputusan, Keterampilan Komunikasi, Keterampilan Berbicara & Presentasi Publik, Keterampilan Negosiasi, Pelatihan Motivasi Berprestasi, Berurusan Dengan Orang Sulit, Membangun Tim, Pengembangan Orang. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Psikologi Klinis serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutan mengambil alih bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Training Achievement Motivation at Work

Untuk mendapatkan motivasi yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama, diperlukan motivasi yang berasal darim dalam diri seseorang. Motivasi dari setiap individu dapat menjadikan mereka mampu berdiri sendiri sebagai unit kerja dan memberi kontribusi positif bagi perusahaan.