Operation Training

Audit Internal PHPL, SVLK dan CoC

Training Audit Internal PHPL, SVLK dan COC mempelajari bagaimana persyaratan- persyaratan PHPL/SFM, SVLK & CoC, bagaiamana prinsip prinsip PHPL/SFM, SVLK & CoC, bagaimana pemahaman per kriteria dan indikator PHPL/SFM, SVLK & CoC, bagaimana pengenalan peraturan dan perundang-undangan terkait PHPL/SFM, SVLK & CoC, bagaimana peraturan terkait perijinan, bagaimana peraturan terkait pengelolaan lingkungan, bagaiamana peraturan terkait K3 dan hal – hal lain terkait dengan Audit Internal PHPL, SVLK dan COC. Deskripsi Perusahan Pengelolaan hutan (IUPHHK hutan alam, Hutan Tanaman)  Industri Hasil Hutan (Plywood, Furniture, Moulding, Sawmill, Pulp & paper, dll) dituntut harus menerapkan, bersertifikat PHPL/SFM, SVLK, CoC. Dalam persyaratan Pengelolaan Hutan Lestari (PHPL) / Sustainable Forest Management, CoC (Chain Of Custody) dan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) Peraturan Menteri Kehutanan, perusahaan diharuskan Menjalankan satuan pengawasan Internal atau Audit Internal. Dengan Pengawsan Inetrnal atau Audit Internla akan dicapai kinerja PHPL/SFM, SVLK Dan CoC. Untuk dapat menjalan akan pengawasan Internal / audit Internal yang efektif harus dijalankan oleh Audior yang kompeten, obyektif Dan independent. Pelatihan Auditor Internal dimaksudkan untuk mencetak Auditor yang Kompeten, Objectiv,  Independent. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Audit Internal PHPL, SVLK & CoC ini diharapkan: Memahami pentingnya Audit PHPL/SFM, SVLK & CoC Memahami persyaratan persyaratan PHPL/SFM, SVLK & CoC Memahami Dasar dasar audit  Internal / Satuan Pengawasan Internal Memahami perencanaan audit Internal Memahami pelaksanaan audit Internal Memahami tindak lanjut audit Internal Metode Pelatihan Training Audit Internal PHPL, SVLK & CoC dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Audit Internal PHPL, SVLK &  CoC ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta  memahami PHPL/SFM, SVLK & CoC Peserta memahami metoda & tahapan Audit Internal  PHPL/SFM, SVLK dan CoC Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Audit Internal PHPL, SVLK dan CoC adalah : Persyaratan persyaratan PHPL/SFM, SVLK dan CoC Prinsip Prinsip PHPL/SFM, SVLK & CoC Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator PHPL/SFM, SVLK & CoC Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait PHPL/SFM, SVLK & CoC Peraturan terkait Perijinan Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan Terkait K3 Dasar Dasar Audit   Internal Pengertian audit Isitlah istilah dalam Audit Prinsip Audit Tahapan Audit Prosedur audit Perencanaan audit  Internal Penyusunan Program audit Pembentukan tim Uraian tugas auditor Penyusunan daftar periksa/cheklist Penyusunan Rencana audit Studi kasus perencanaan audit Pelaksanaan audit  Internal Tahapan audit Teknik  audit Teknik wawancara Teknik Pemeriksaan data/dokumen Teknik Pemeriksaan lapangan Teknik Pengamatan kegiatan Teknik Pengujian Penulisan Hasil audit Studi kasus Tindak Lanjut Audit  Internal Penulisan Tindakan Koreksi Penulisan Laporan Audit Pelaksanaan tindakan koreksi Pemantauan hasil Tindakan Koreksi Verifikasi hasil Tindakan Koreksi Validasi hasil tindakan koreksi Studi kasus Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Testimoni “Bagus & menguasai materi” Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan diantaranya : PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya  Nusantara (Pam Oil and CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Palm Oil and CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA,PT Sumatera Bakrie Plantation , PT Kalimantan Sawit Abadi, (Citra Borneo Indah Group), , PT Sawit Sumbermas sarana, (Citra Borneo Indah Group), PT Mitra Mendawai Sejati, (Citra Borneo Indah Group), PT Sawit Multi Utama, (Citra Borneo Indah Group), PT Tanjung Sawit abadi. (Citra Borneo Indah Group), PKS Sulung (Citra Borneo Indah Group), PKS Suayap (Citra Borneo Indah Group), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Bagian Utara (PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Mining Company- Trakindo Group), PT BP Berau Ltd  ( LNG Gas), PT Total Kalimantan Timur  (Oil and Gas) , PT Kota Minyak Internusa (Oil and gas, PT Lematang Coal Industri (Mining), PT AKR Corporindo Tbk (Mining),   PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara ),PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang ,PT Pantjatunggal Knitting Mill,PT Trasindo Permai, (Transportaion service) , PT Grand Best (garment) , PT Gunung Garuda (Steel Manufacture) , Bank Resona Perdania (Bank) PT Cahaya Forx (Forex Trading), PT Garuda Indonesia (Air ways), PT Sucofindo (certification body, inspection), PT Tanjung Indah Plantation (sawit), PT Asuransi MSIG, (Insurance company), PT Thiess Contractor Indonesia (General Contractor), PT Tirta Gajah Mungkur (Water management),PT Indonesia Power PLTU  Uboh Banten (Power Plant), PT Trimegah Bangun Persada   (Nickle Mining), PT Indomining (Coal Mining), PT Antam Divisi Logam Mulia (pengolahan dan pemurnian Emas),PT Jakarta Container Terminal (PT JICT), PT Tripatra (Engeneering, Procurement, Construction),PT Eagle Burgman Indonesia (Manufacture Trading of Seal)

Asset Management Berbasis Teknologi

Deskripsi Asset Management Berbasis Teknologi  Sama halnya dengan inventory, asset perusahaan memiliki nilai kapital yang besar, sangat menunjang proses bisnis perusahaan. Mulai dari meja, kursi, komputer, laptop, printer, kendaraan bermotor, mesin produksi, alat berat dll.  Walaupun saat ini untuk beberapa jenis asset perusahaan telah menggunakan jasa outsourcing, leasing, tapi pada kenyataannya perusahaan tetap memiliki beberapa asset yang perlu dikelola dengan baik. Sudah saatnya perusahaan mengelola asset dengan mengoptimalkan teknologi, Mulai dari database management yang bisa mencatat, mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi, rotasi asset, serta status custody & user. Selain itu penggunaan barcoding atau RFID bisa mempermudah monitoring asset, mapping lokasi asset di perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Asset Management Berbasis Teknologi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip, konsep, manfaat asset management berbasis teknologi Memahami cara kerja aplikasi asset management Memahami tahapan pengembangan,  pemilihan teknologi yang sesuai Memahami bagaimana proses seleksi, evaluasi provider asset management berbasis teknologi Menerapkan otomatisasi asset management Target Peserta Pelatihan ini ditujukan untuk para: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian, MIS, System Analyst,  IT Internal Auditor, Compliance Unit Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses procurement & pengembangan system Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training dilaksanakan dengan metode: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices, benchmarking antar industri 40% studi kasus nya, diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Asset Management Berbasis Teknologi adalah : Asset management review Custodian rules Pemeliharaan & pengawasan asset Administrasi & database asset Pemeriksaan & audit asset Pemilihan Software asset management Penerapan barcode & RFID Asset mapping  & asset tracking Security system Demo modul asset management Fasilitator Deni Danasenjaya & Setiabudi  Deni Danasenjaya, SE, MM. Telah bekerja dalam bidang logistik, operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik, telah menulis beberapa artikel, tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi, transportasi, ISO 14000, logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk, Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta. Setiabudi Setiabudi is an information technology professional with over 11 years extensive experience in many projects and joined in many national and multi-national companies. He has comprehensive and in-depth knowledge of information technology implementation, assurance and audit. Since February 2005, he was founded PT. AWAKAMI and get the Chairman responsibility in it company. His entrepreneur experience was expanded by founded PT. SAJIWA (Satu Jiwa Barokah). Its company core business is information technology services and products development.

Training Air Cargo

Dalam Training Air Cargo peserta akan diarahkan agar pandai membuat keputusan dalam penerimaan, penanganan pengiriman cargo memakai transportasi udara mengacu pada aturan national dan international yang berlaku. Deskripsi Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan penambahan pengetahuan serta kecakapan dalam menangani pengiriman kargo melalui tarsportasi udara (air cargo) mengacu pada ketentuan national dan international. Peserta akan menjadi cakap membuat keputusan dalam penerimaan, penanganan pengiriman cargo memakai transportasi udara mengacu pada aturan national dan international yang berlaku. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Air Cargo ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat memahami aturan penanganan pengiriman barang / cargo melalui angkutan udara Peserta dapat memahami cara pengiriman cargo melalui angkutan udara Peserta mampu menjelaskan kembali tata cara penanganan pengiriman cargo melalui angkutan udara baik general cargo maupun special cargo Peserta mampu mengklasifikasikan Dangerous Goods berdasarkan sifat dan jenis zatnya, mengidentifikasi dangerous goods berdasarkan data Material Safety Data Sheets (MSDS), tampilan fisik, packing, proper shipping name maupun UN number dari suatu zat dan tata cara dokumentasi Dangerous Goods Peserta memahami penanganan irregularity & claim kehilangan, kerusakan cargo Target Peserta Training Air Cargo ini ditujukan untuk para: Freight Forwarder Perusahaan Cargo Perusahaan Jasa Titipan (courier) Perusahaan logistic Perusahaan dagang / exporter Perusahaan minyak dan gas bumi Metode Pelatihan Training Air Cargo dilaksanakan dengan metode: Klasikal Diskusi Latihan soal Praktek pengisian dokumen pengiriman barang  Fasilitas Hands out materi pelatihan  (hardcopy) Training kit Lunch & snack Sertifikat Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Air Cargo adalah : Kargo Udara Definisi Kargo Udara Kode Untuk Penanganan Khusus Singkatan-singkatan Penerimaan Kargo Prosedur Reservasi & Penerimaan Kargo Umum Dokumentasi Tanggung jawab Pengirim Pengemasan & Penandaan Barang Pemberian Label Cara-cara Pembayaran Hak Disposisi Pengirim Petunjuk-petunjuk Bagi Staff Kargo Penerimaan Kargo Khusus Penerimaan, penanganan dan perlindungan bagi barang kiriman berupa hewan hidup Barang Berharga Jenazah / Abu Jenazah Barang-barang Campuran Barang Berbahaya Penerimaan dan penanganan Transfer Kargo Dari atau Ke Penerbangan lainnya Tariff & biaya Definisi Biaya Kargo Tarif & Biaya Konstruksi Tarif Surat muatan udara (SMU)/ air waybill Definisi Surat Muatan Udara Komposisi Isi Surat Muatan Udara Cara Pengisian Surat Muatan Udara Pengiriman kargo dari airport asal Pengiriman Yang Sebagian Pemeriksaan kargo di tempat tujuan Pemeriksaan Kargo Pada Stasiun yang Dituju Pengiriman Kargo Pada Stasiun yang Dituju Pengiriman Yang Tidak diakui / Diambil- Prosedue Penolakan Pelacakan kargo, klaim & refund Prosedur Pelacakan Kargo Umum Prosedur Pelacakan Kargo Hilang Penanganan Klaim Refun (Penggantian) Testimoni “Sangat bagus & Bermanfaat” “Asik sekali, banyak informasi menambah wawasan” Fasilitator Muhammad Rifni, SE, MMTr Praktisi dan trainer  yang mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dibidang manajemen tansportasi udara khususnya dibidang cargo, dangerous goods,  multimoda transport dan freight forwarder.  Beliau saat ini juga sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor-STMT Trisakti Jakarta.

Achievement Strategy For Logistic Management

Pengaruh bisnis global dimana pertemuan antara beberapa fungsi di dalam ruang lingkup logistik, seperti material management, channel management, distribution (physical distribution) dan supply chain management, mengakibatkan beban tanggung jawab yang harus diterima penanggung jawab bidang logistik, semakin bertambah sehingga mempengaruhi kinerja yang harus dicapai.

Accurate Inventory Planning & Stock Control

Pelatihan Accurate Inventory Planning & Stock Control bertujuan untuk mempelajari  tentang bagaimana mengatur inventory dan stock control barang di warehousenya sehingga persediaan dapat diperbaiki secara efektif. Deskripsi Inventory adalah salah satu aset termahal dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, dimana biasanya direpresentasikan, 40% dari total modal yang diinvestasikan. Persediaan manajemen adalah hal yang penting bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka memerlukan persediaan sesedikit mungkin agar dapat mempertahankan biaya. Sementara itu di pihak pelanggan, mereka sering menerima karena seringnya kasus stockout terjadi. Kesetimbangan antara permintaan & penawaran adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Dalam lokakarya ini, selain membahas tentang cara mengatur inventory dan stock control barang di warehousenya, peserta juga akan mengumpulkan beberapa latihan dan praktik dalam melakukan pengendalian inventory. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Accurate Inventory Planning & Stock Control ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Belajar menentukan accurate inventory  & stock control barang sehingga biaya inventory dapat ditingkatkan dengan efektif Belajar memutuskan Forecast Permintaan dan mengendalikan Lead Time Belajar mengklasifikasikan, menghitung dan membatalkan inventory Menerapkan KPI (Indikator Kinerja Utama) persediaan sesuai kebutuhan dan mengukur kinerja persediaan Target Peserta Perencanaan Persediaan, Perencanaan, & Pengendalian Persediaan yang Akurat ini ditujukan untuk para: Workshop Accurate Inventory Planning & Stock Control ini dapat sangat tepat untuk diikuti oleh para manajer, departemen penyelia: Manufaktur, produksi, Gudang, Logistik Material, Pengontrol Material, Master Scheduler melalui akuntansi / keuangan. Agenda Pelatihan Materi yang akan membahas topik Perencanaan Accurate Inventory Planning & Stock Control adalah: Hari pertama Pada hari pertama peserta ini akan diajak untuk menghadiri: Manajemen Persediaan Sasaran dan Peran Layanan Pelanggan dalam Manajemen  inventory Beberapa tipe / jenis inventory Teori ABC dalam pengklasifikasian persediaan Spesifikasi Material Permintaan Peramalan Teknik Permintaan Musiman Rata-rata bergerak Eksponensial Lancar Pengontrolan Lead Time Hari kedua Pada hari kedua peserta diajak untuk berpartisipasi: Persediaan biaya-biaya Konsep / sistem Min-Max Saham Keselamatan Pengendalian Identifikasi & Pembuangan Surplus Konsep Just-In-Time (JIT) Metoda penghitungan dan accurate inventory Penghitungan Berkala Penghitungan Siklus Pengukuran Kinerja Manajemen Persediaan Testimoni Testimoni Peserta Training Accurate Inventory Planning & Stock Control : “Sudah baik” “Sudah sangat mendukung materi” “Hand out cukup membantu saya dalam proses pelatihan & membantu Saya dalam memahami materi” “Judul dan materi cocok, outline diawal sesuai seperti yang diharapkan” Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Training Accident and or Incident Investigation

Latar Belakang Dalam terminologi safety management system, secara prinsip mengandung dua kerangka yaitu yang bersifat preventive dengan acuan partisipasi aktif karyawan melalui Job Safety Report (JSR). Namun ada juga ruang kemungkinan terjadinya accident / incident karena banyak factor. Baik factor manusia, ketersediaan alat, kurangnya pengetahuan dan sebagainya.

Training 8 Driving Force Business Strategy Formulation

Bisnis yang baik adalah yang bersifat stratejik. Artinya bisnis yang mempunyai competitive advantage dan key capabilities sehingga dapat bertumbuh dan bertahan lama.  Untuk itu diperlukan kemampuan  tidak hanya membaca dan menganalisa tren bisnis kedepan tetapi  memilih driving force  sebagai dasar dalam  membangun strategi bersaing yang unggul serta dilengkapi dengan strategi implementasi yang terencana. Melalui pelatihan ini akan dibahas 8 driving force dan keunikan masing masing sebagai dasar membangun strategi bisnis yang unggul.

5S in Manufacturing

Deskripsi 5S adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang yang merupakan singkatan dari Seiri – Seiton – Seiso – Seikutse – Shitsuke yang dapat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi 5R yaitu Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin. 5S adalah suatu konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi suatu lingkungan yang tertata rapi, terstruktur dan tervisualisasi sehingga akan menghasilkan ritme Kerja yang efisien, cepat dan tepat sehingga akan berdampak pada Produktivitas yang tinggi dan Mutu yang Stabil sesuai dengan keinginan pelanggan (Customer Satisfaction). Dengan 5S, suasana bekerja akan lebih nyaman Dengan 5S, Productivitas akan naik rata-rata 30% bahkan sampai dengan 60% Dengan 5S, Break Down mesin bisa di tekan sampai dengan Zero Break Down Dengan 5S, Defect / Reject ratio akan turun sampai dengan 50% Dengan 5S, Zero Delay akan tercapai Dengan telah diterapkannya 5S di dalam lingkungan kerja maka suatu perusahaan akan siap untuk menerapkan program-program peningkatan performance perusahaan lainnya seperti TPM (Total Productive Maintenance), TQM (Total Quality Management) serta JIT (Just In Time). Sehingga dapat dikatakan 5S adalah Pondasi / Dasar suatu perusahaan untuk menuju World Class Company  Target Peserta Pelatihan 5S in Manufacturing ini ditujukan untuk para: Operator, Teknisi, Staff / Officer, Supervisor sampai dengan Manager Metode Pelatihan Training 5S in Manufacturing dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 1 hari (7 jam) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik 5S in Manufacturing adalah : Konsep 5S, Definisi dan Sasaran 5S Mengapa harus 5S Penerapan 5S di pabrik yang terdiri dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke Organisasi dan Peran Karyawan dalam penerapan 5S Langkah-langkah penerapan 5S Identifikasi area improvement Alat-Alat bantu dalam penerapan 5S Bagaimana membuat program dan implementasi 5S Bagaimana me-maintain implementasi 5S Kunci Sukses Penerapan 5S Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Training 5S for Services

Pendahuluan 5S sudah terbukti bertahun-tahun menjadi fondasi dalam penerapan Total Quality Management, dan membuat suatu perusahaan tampil dengan “process excellence”. Tentunya hal tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dalam Industri Jasa atau bagian non-production. 5S dapat diterapkan di Services hanya dibutuhkan penerapan tools tertentu untuk dapat berhasil.

Training 5S Audit

Deskripsi Training 5S Audit sudah terbukti bertahun-tahun menjadi fondasi dalam penerapan Total Quality Management, dan membuat suatu perusahaan tampil dengan “process excellence”.. Untuk menjaga budaya 5S dilakukan aktifitas Audit yang regular, ini juga merupakan bagian dari standard Langkah 5S terahir, Shitsuke. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training 5S Audit ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami Peran & Manfaat 5S Menjalankan system 5S secara besar dalam perusahaan Membuat Program Audit yang terstruktur Menggambarkan Aspek Audit 5S yang cocok Target Peserta Training 5S Audit ini ditujukan untuk para: Para Supervisor & Manager yang akan menerapkan 5S di tempat kerjanya. Trainer / Champion 5S dalam perusahaan Manager GA Administration Officer PIC dan pihak yang terkait program 5S Durasi 1 Day Outline Materi Materi Training 5S Audit yang akan dibahas adalah : Program 5S System 5S di perusahaan Membangun infrastruktur & Komite 5S Perumusan Audit 5S Fasilitator Rudy Hikmanudin Pengalamannya 11 tahun di dunia training & development serta pengalamannya mengajar di Industri Manufacturing dan Services melengkapi expertise untuk topik-topik Supervisory Training Program,  Coaching & Counseling, Time Management, 5S for Service Industry, Performance Management, Training Need Analysis, Effective Presentation, ISO 9001 : Quality Management System, Total Quality Management ,Investor in People standards, Service Quality, dll. Pengalamannya sebagai praktisi di beberapa perusahaan Multinational seperti AC Nielsen, Mattel, dan TNT Indonesia.

5S & 7 Waste Management

Training  5S & 7 waste  mempelajari mengenai definisi, sasaran, langkah – langkah  5S & 7 waste, bagaimana penerapan 5S dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke, bagaimana mengidentifikasi area perbaikan, dan masih banyak lagi hal lainnya. Deskripsi Salah satu persyaratan untuk membuat perusahaan manufaktur berkelas dunia dan memiliki daya saing yang unggul dengan biaya produksi yang rendah . Biaya produksi yang rendah dapat diterima jika semua proses dalam perusahaan ini memiliki lead time yang pendek . Untuk mencapai lead time yang pendek, Kaizen / Peningkatan yang berkelanjutan harus dilakukan di setiap proses lini dan dilakukan secara berkelanjutan. Dasar dari implementasi Kaizen ini adalah 5S & 7 waste 5 S adalah istilah dalam Bahasa Jepang yang merupakan singkatan dari Seiri – Seiton – Seiso – Seikutse – Shitsuke yang dapat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi 5R yaitu Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin . 5S adalah sebuah konsep pengorganisasian Lingkungan tempat kerja menjadi lingkungan yang tertata rapi , terstruktur dan tervisualisasi sehingga akan menghasilkan ritme Kerja yang efisien, cepat dan tepat akan meningkatkan pada Produktivitas yang sesuai sesuai dengan kebutuhan pelanggan ( Kepuasan Pelanggan ). Menghilangkan pemborosan untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah suatu hal yang mudah dilakukan, tetapi sebaliknya tidak pada upaya menghilangkannya tetapi pada pemahaman apakah suatu proses operasional tersebut merupakan pemborosan atau bukan. Kita tidak dapat menghilangkan pemborosan pada manusia, sistem kerja operasional dan sumber lain sampai kita membahas pemborosan itu sendiri 7 Waste adalah cara untuk mengetahui dan mengenali apakah hal tersebut merupakan pemborosan ( Proses Nilai Tambah) atau proses yang memiliki nilai tambah (Nilai Tambah) Target Peserta Pelatihan 5S & 7 waste ini dirancang untuk para: Operator, Teknisi, Staf / Petugas, Pengawas sampai dengan Manajer Metode Pelatihan Pelatihan 5S & 7 Waste dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Berbagi Diskusi Grup Latihan di Kelas Studi Kasus Durasi Pelatihan 2 hari (14 jam) Outline Materi Pelatihan materi yang akan membahas bahasan 5S & 7 Waste adalah: Konsep, Definisi dan Sasaran 5S & 7 waste Penerapan 5S dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke Langkah-langkah penerapan 5S & 7 waste Identifikasi area perbaikan Apa itu 7 waste Kategori 7 waste Cara mengatasi 7 waste Nilai Tambah vs Nilai Tambah  Hubungan antara 7 waste & Nilai Tambah Macam-macam penyebab 7 waste Alat-Alat bantu dalam penerapan 5S & 7 waste Ikhtisar Kaizen Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Dasar dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM. Maju juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil dan berhasil diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan dan berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 grup TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 grup Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat mencapai rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam kompetisi Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.