Operation Training

Developing High Performance Operations Teams

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini ditujukan untuk membangun tim operasi yang sangat produktif, adaptif, dan resilient, selaras dengan prinsip High?Performance Teams (HPT) modern—mengutamakan komunikasi efektif, kepercayaan, tanggung jawab kolektif, keberagaman, dan KPI yang jelas chiefoperatingofficer.org. Peserta akan mempelajari cara menciptakan fondasi tim yang kuat melalui kepemimpinan melayani, visi bersama, keterlibatan aktif, dan budaya pembelajaran berkelanjutan. Dengan metodologi interaktif—meliputi self?assessment, simulasi, role play, dan action planning—pelatihan menekankan pembentukan budaya tim yang produktif dan inovatif. Ditekankan pula penggunaan teknologi seperti digital dashboards, agile frameworks, dan dukungan AI untuk mendukung kolaborasi dan pengambilan keputusan operasional yang cepat dan tepat . Sasaran Pelatihan Peserta diharapkan mampu: Mengidentifikasi elemen utama tim operasi berkinerja tinggi. Meningkatkan komunikasi, kepercayaan, akuntabilitas, dan inklusivitas. Memimpin tim dengan gaya servant leadership dan agile mindset. Menerapkan sistem optimisasi kinerja berbasis KPI dan data. Membangun tim yang adaptif menghadapi perubahan operasional dan krisis. Target Peserta Manajer & supervisor operasi Team lead & Business/Operations Analyst Quality Assurance, Improvement & Project Leads Human Resources dan L&D profesional di bidang operations IT & BI staf yang mendukung tim operasi Outline Materi   Hari 1 – Transparency, Trust & Team Dynamics Understanding High-Performance Teams (HPT) Ciri-ciri HPT: visi bersama, integritas, komunikasi terbuka, tanggung jawab & pembelajaran en.wikipedia.orgchiefoperatingofficer.orgpreply.com. Servant Leadership & Empowerment Menerapkan kepemimpinan yang melayani, mendelegasi wewenang, dan memberdayakan tim en.wikipedia.org+15forbes.com+15chiefoperatingofficer.org+15. Building Trust, Psychological Safety & Resilience Strategi menciptakan kepercayaan dan keamanan psikologis untuk menciptakan inovasi dan kesejahteraan en.wikipedia.org. Effective Communication & Feedback Teknik komunikasi yang inklusif, format debat konstruktif, dan cultural norms en.wikipedia.org+13bdo.com+13preply.com+13. Team Self?Assessment & Diagnostics Evaluasi tim: kekuatan, area perbaikan, dan prioritas intervensi. Hari 2 – Agility, Metrics & Continuous Improvement Agile Team Practices Prinsip agile, adaptasi cepat, kolaborasi lintas fungsi, iterasi singkat kornferryacademy.com+11preply.com+11attractgroup.com+11. KPI?Driven Performance Management Penetapan KPI operasi, dashboard digital, dan data?driven decision making . Fostering Innovation & Continuous Learning Mendorong budaya inovasi, inklusivitas ide, dan pembelajaran berkelanjutan . Team Adaptability & Change Management Strategi adaptif saat perubahan; resilience team; teknik debrief & after?action reviews . Action Planning & Sustainability Rencana aksi perbaikan tim operasi, timeline implementasi, dan evaluasi keberhasilan. Metodologi Pelatihan Teori interaktif & diskusi Praktik simulasi: evaluasi, role-play, kelompok kerja Tools: self?assessment rubrik, digital dashboards, agile templates Action plan individual & tim untuk implementasi nyata Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System

Real-Time Operations Monitoring Techniques

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dan teknik dalam memantau aktivitas operasional secara real-time dengan dukungan teknologi terkini. Dalam era digital saat ini, kecepatan pengambilan keputusan sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam mengakses dan memvisualisasikan data secara langsung. Dengan menggunakan perangkat seperti sensor IoT, real-time dashboard (Power BI/Tableau), SCADA, ERP live monitoring, dan sistem alert otomatis, peserta akan memahami bagaimana memetakan proses, menetapkan indikator utama (KPI), serta mengantisipasi potensi kegagalan atau deviasi operasional. Pelatihan ini juga mencakup strategi integrasi data lintas divisi, pemanfaatan cloud-based analytics, dan penerapan sistem monitoring berbasis AI/ML untuk deteksi anomali. Studi kasus dari manufaktur, logistik, fasilitas publik, dan layanan pelanggan akan menunjukkan bagaimana organisasi kelas dunia menggunakan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan keselamatan operasional. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami prinsip dan arsitektur sistem monitoring real-time. Menentukan metrik kritis (KPI) yang perlu dipantau. Mendesain dashboard dan alert berbasis data real-time. Menggunakan tools seperti SCADA, IoT, ERP dashboard, dan cloud monitoring. Mengintegrasikan sistem monitoring ke dalam proses pengambilan keputusan operasional. Target Peserta: Operations Manager / Supervisor IT & Systems Integrator / Data Analyst Plant / Facility Manager Quality & Process Improvement Teams Logistic / Fleet Manager Digital Transformation or Industry 4.0 Team Outline Materi Pelatihan Hari 1 – Fundamentals & Tools of Real-Time Monitoring Konsep Dasar Real-Time Monitoring Definisi, manfaat, tantangan, dan tren 2025 Key Metrics for Operational Monitoring (KPI-based Monitoring) Output, downtime, throughput, lead time, cycle time, deviation alerts Arsitektur Sistem Pemantauan Real-Time IoT devices, edge computing, cloud platforms, API integrasi Pengenalan Tools & Platform Monitoring SCADA, Power BI, Grafana, Tableau, ERP dashboard (SAP, Odoo, Oracle NetSuite) Workshop: Mendesain Dashboard Pemantauan Operasional Sederhana  Hari 2 – Integrasi, Analitik, dan Automasi Respons Data Integration & Stream Processing Integrasi sensor, MES/SCM/WMS, data lake, dan MQTT broker Deteksi Dini & Respons Otomatis (Real-Time Anomaly Detection) Penggunaan AI/ML untuk predictive monitoring dan alerting otomatis Control Room & Incident Response Peran command center, alert prioritization, escalation protocol Studi Kasus & Benchmark Industri Contoh penerapan dari industri manufaktur, logistik, energi, dan pelayanan publik Workshop: Rencana Implementasi Sistem Monitoring Real-Time di Perusahaan Anda Metodologi Pelatihan: Paparan teori + studi kasus aktual Simulasi monitoring menggunakan tools digital Diskusi dan latihan membangun alert KPI dashboard Final project: menyusun framework monitoring organisasi peserta Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Warehouse Layout Optimization Strategies: Maximize Space, Flow & Safety

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini dirancang untuk memberi peserta pemahaman mendalam tentang strategi optimisasi tata letak gudang modern. Peserta akan mempelajari cara memanfaatkan ruang secara efisien—termasuk penggunaan vertical storage, dynamic slotting, dan zoning—serta merancang layout berdasarkan analisis workflow dan teknologi seperti WMS, ASRS, dan simulasi 3D untuk mengurangi jarak tempuh dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, pelatihan menekankan praktik terbaik tentang keselamatan, ergonomi, dan keberlanjutan—meliputi tata ruang jalur, penerangan, peralatan material handling, hingga penggunaan LED, IoT sensors, dan audit berkala. Pendekatan ini didukung oleh studi kasus, hands-on design, dan tool digital (Excel, WMS dashboards) agar peserta dapat merancang gudang yang efisien, adaptif, dan aman . Sasaran Pelatihan Peserta diharapkan mampu: Mendesain layout gudang yang memaksimalkan ruang & alur Mengimplementasikan teknologi seperti WMS dan ASRS Merancang jalur, zoning, dan slotting berdasarkan analisis data Menjamin aspek keselamatan, ergonomi, dan keberlanjutan Mengevaluasi & menyesuaikan layout melalui audit dan simulasi Target Peserta Warehouse / Logistics Manager Supply Chain & Operations Staff Industrial Engineer & Layout Planner Quality & Safety Officer IT & WMS System Analyst Outline Materi Pelatihan Hari 1 – Ruang & Alur Optimal Fundamental Warehouse Layout Principles Konsep zoning, pathway design, U/L/S-shape layouts Analisis spaghetti diagram & travel distance Maximizing Vertical Storage Penerapan mezzanine, vertical racking, narrow aisle & VNA trucks Dynamic Slotting & Zoning Strategies ABC analysis, slotting otomatis, FIFO & high-turnover zones Aisle & Traffic Flow Design Dimensi jalur, one-way flow, signage, dan safety lanes Workshop Design Layout – Phase I Simulasi layout menggunakan drawing tools & Excel Hari 2 – Otomasi, Teknologi & Keberlanjutan Technology Integration WMS fitur slotting & real-time tracking ASRS, AMR, conveyors; IoT & sensors Digital Simulation & 3D Modeling Tools seperti FlexSim, AnyLogic, simulasikan layout sebelum implementasi Safety, Ergonomics & Sustainability Penerangan LED, jalur rapi, audit berkala Eco-pallets & waste zones Monitoring & Continuous Improvement KPI tracking: order accuracy, pick time, utilization Review & auditors layout secara periodik Final Workshop & Action Plan Desain full layout lengkap Presentasi di depan peserta, feedback, rencana implementasi Metodologi Pelatihan Teori + studi kasus + sesi workshop praktis Hands-on dengan digital tools dan simulasi Diskusi interaktif dan evaluasi real-world scenarios Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.  

Building Supply Chain Resiliences

Deskripsi Pelatihan: Dalam lingkungan bisnis yang sangat dinamis dan tidak menentu—mulai dari krisis geopolitik, pandemi, bencana alam, hingga fluktuasi ekonomi global—rantai pasok yang tangguh menjadi prioritas strategis. Pelatihan ini dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi risiko utama dalam rantai pasok dan membangun sistem yang adaptif, fleksibel, dan berdaya pulih tinggi. Pendekatan yang digunakan melibatkan praktik terbaru seperti strategi multi-sourcing, nearshoring, safety stock optimization, serta adopsi teknologi digital seperti AI, IoT, dan blockchain dalam manajemen pasok. Pelatihan ini juga akan mengeksplorasi bagaimana membangun visibilitas end-to-end, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dan kesiapan dalam menghadapi disrupsi melalui perencanaan skenario dan business continuity planning. Studi kasus nyata dari berbagai sektor (manufaktur, logistik, farmasi, ritel, dan e-commerce) akan memperkaya pengalaman peserta untuk memahami tantangan nyata dan solusi praktis dalam membangun supply chain resilience. Sasaran Pelatihan: Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan kerangka kerja rantai pasok yang tangguh. Mengidentifikasi dan memetakan risiko di seluruh mata rantai pasok. Menerapkan strategi mitigasi risiko, diversifikasi sumber, dan manajemen inventori cerdas. Mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas dan respons cepat. Menyusun rencana ketahanan jangka panjang melalui business continuity plan (BCP). Target Peserta: Supply Chain Manager / Director Procurement & Logistics Manager Business Continuity & Risk Manager Operational Excellence / Improvement Teams IT/Data Analyst di bidang rantai pasok Outline Materi Pelatihan Hari 1 – Konsep dan Strategi Ketahanan Supply Chain Tantangan Global dan Risiko dalam Rantai Pasok Modern Disrupsi pandemi, perubahan iklim, geopolitik, dan cyber threats Prinsip Supply Chain Resilience Redundansi, fleksibilitas, adaptabilitas, visibilitas, dan kolaborasi  Supply Chain Risk Mapping & Assessment Tools: risk matrix, PESTEL, failure modes, dan critical supplier mapping Strategi Mitigasi: Multi-sourcing, Nearshoring, Safety Stock Studi kasus: dari lean menjadi hybrid-resilient model Studi Kasus Interaktif: Pemodelan Risiko Rantai Pasok Hari 2 – Teknologi, Keberlanjutan, dan Rencana Tindak Lanjut Digital Supply Chain & Teknologi Pendukung IoT, AI/ML, Blockchain, Control Tower, dan Digital Twin Business Continuity Plan (BCP) dalam Supply Chain Simulasi skenario krisis dan pemulihan operasi Kolaborasi dengan Pemasok & Pelanggan CPFR (Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment) Sustainability & Circular Supply Chain ESG, carbon footprint reduction, & regulatory compliance Workshop: Merancang Framework Supply Chain Resilience Organisasi Metodologi Pelatihan: Presentasi interaktif Diskusi studi kasus industri Simulasi pemetaan risiko dan penyusunan BCP Latihan kelompok dan role play Facilitator: Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah, pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, dll. Dengan demikian maka banyak peraturan,  prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir & importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. (Ekspor  Impor) Palatihan Ekspor  Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).(Ekspor – Impor) Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas, kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk, Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor.(Ekspor- Impor) Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur & Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur,  Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan, Pembatasan Ekspor Impor.(Ekspor  Impor). OUTLINE MATERI A.   CERTIFICATE OF ORIGIN & FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO & Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification, Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, database lartas.(Ekspor  Impor) Lartas post border pada sistem insw.(Ekspor  Impor) Alur data pengawasan post border.(Ekspor Impor) System, Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE.(Ekspor  Impor) Garis Besar Materi Day 1 09:00 – 12:00 Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk 13:00 – 15:00 Syarat Penyerahan Barang Incoterm 2020 Pengertian: Fungsi / Manfaat Aplikasi & Panduan Umum yang digunakan dalam Incoterms 2020 Terminologi Incoterms 2020 Latar Belakang, Tujuan Incoterms 2020 Hal-hal yang diatur, yang tidak diatur didalam incoterm 2020 Memahami titik kritis untuk Penjual & Pembeli untuk menentukan dalam menggunakan Incoterms dalam hal COST, RISK dan OBLIGATION Peran & tanggung jawab antara Penjual & Pembeli di dalam incoterms Biaya dibayar Penjual & Pembeli Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms Perbandingan Incoterms 2010 & 2020 Penjabaran Jenis Jenis Incoterm 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU – DELIVERED AT PLACE UNLOADED Day 2 09:00- 12:00 DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban 13:00 – 15:00 Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) FACILITATOR

Online Training : Supply Chain & Logistic Management (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Training Supply Chain & Logistic Management ini akan kita bahas apa itu Supply Chain & Logistic Management dari sisi konsep,Siklus, Tujuan dan penerapannya. kita juga akan bahas lebih dalam apa itu Warehousing Mangement, lean Procurement, Negotiation Strategy dan Vendor Management, kita akan pelajari semua dalam pelatihan Supply Chain & Logistic Management ini Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen logistik, khususnya dalam kaitan dengan warehouse, supply chain & Procurement dalam logistik perusahan , serta bagaimana membangn strategi dan prosedur operasional untuk pengelolaan transportasi dan logistik termasuk penggunaan teknologi informasi. Hal tersebut digunakan untuk memberikan keunggulan dalam memenangkan persaingan dengan penerapan sistem kualtas pelayanan transportasi dan logistik dengan baik. Untuk menunjang kegiatan supply vendor harus dimanajemeni dengan baik, Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor minimal dapat memenuhi harapan atau lebih, kerena akan ada dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk seperti : reject, delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari pengelolaandan standar operasional logistik, transportasi, supply chain dan gudang serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi dan proses purhasing dan procurement serta vendor management dalam logistik. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan teknik-teknik praktis yang dapat langsung dipraktekkan ditempat kerja. Outline Materi Outline materi Supply Chain & Logistic Management : Day 1 09:00 – 12:00 Supply chain & Procurement Management Konsep supply chain Siklus rantai pasok Tujuan pengadaan barang Supply positioning model Supplier perception model Menerapkan Strategic  procurement Mengikuti perubahan pola Bagaimana menurunkan resiko Warehousing Mangement Definisi warehouse Mengapa perlu Warehouse Macam-macam Warehouse Biaya persediaan Proses Warehouse Pengendalian penyimpanan Warehouse yang Effective Tantangan pergudangan Penerapan 5S di Warehouse 13:00 – 15:00 Membangun kerjasama & Komunikasi yang efektif di tempat kerja Bagai mana semua team  bergerak apada arah dan tujuan yang sama Masalah komunikasi yang terjadi pada proses supply chain dan dampaknya Hokoku / Pelaporan Komunikasi adalah menggambar pikiran lawan bicara Urutan pelaporan Masalah kesalahan komunikasi dalam logistic Penerapan Sytem Kualitas Logistic & Transportasi Manajemen distribusi dan transportasi Mode Trasportasi Pertimbangan ekonomis dala trasportasi Ide pemilihan pengadaan transportasi Pelanggan membeli Big Q Parameter kualitas Logistic Transportation Day 2 09:00 – 12:00 Lean Procurement Filosofi Lean procurement Biaya yang tibul akibat proses tidak ramping Value definition Waste Eleimination dalam proses procurement Negotiation Strategy Buying Risk Assesmment Tahapan proses negosiasi Persiapan Pembukaan negosiasi The Games Theory 13:00 – 15:00 Vendor Management & Partnership Jit Partnership Pengembangan vendor Pemilihan vendor Pengembangan vendor Implementasi jisuken Metode penilaian vendor Facilitator

Online Training : Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. DESKRIPSI Training Vendor Management & Strategic Sourcing hadir untuk memenuhi fakta bahwa keberhasilan proses procurement/purchasing sangat ditentukan oleh bagaimana proses hubungan dengan vendor dilaksanakan. Seluruh masalah dalam vendor management yang terkait dengan; administrasi, miskomunikasi, gagal serah, dispute, hingga fraud, seringkali berawal dari kurang baiknya hubungan antara team procurement/purchasing dengan para vendor. Team procurement atau purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategis untuk menciptakan hubungan kerja yang berkelanjutan dengan para vendor, dengan prinsip yang saling mendukung dan menguntungkan bagi kepentingan kedua belah pihak. SASARAN PELATIHAN Mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategis & profesional Memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi dan membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Mengembangkan sistem vendor management yang baik, terukur dan terencana. Membuat keputusan yang efektif dan efisien dalam proses vendor management TARGET PESERTA Training Vendor Management & Strategic Sourcing ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain atau Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian dan Unit Layanan Pengadaan. Finance, General Affairs dan Corporate Legal. Project Manager, Compliance Unit & Internal Auditor Supervisor/Manager terkait operasional Procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. OUTLINE MATERI Training Vendor Management & Strategic Sourcing DAY 1 Strategic Sourcing Category Management Order Management e-Procurement & Vendor Management System Discussion sharing & case study DAY 2 Vendor Selection Methods Contract Management Vendor Performance Management Strategic Partnership & Vendor Audit Case study & closing review METODE PELATIHAN Training Vendor Management & Strategic Sourcing ini dilaksanakan dengan metode Class presentation, discussion, case study dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi dan industri 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta FACILITATOR

Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. OUTLINE MATERI Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 A.   CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO dan Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification dan Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, dan database lartas Lartas post border pada sistem insw Alur data pengawasan post border System dan Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE  Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk  Syarat Penyerahan Barang Incoterm 2020 Pengertian: Fungsi / Manfaat Aplikasi & Panduan Umum yang digunakan dalam Incoterms 2020 Terminologi Incoterms 2020 Latar Belakang dan Tujuan Incoterms 2020 Hal-hal yang diatur dan yang tidak diatur didalam incoterm 2020 Memahami titik kritis untuk Penjual & Pembeli untuk menentukan dalam menggunakan Incoterms dalam hal COST, RISK dan OBLIGATION Peran & tanggung jawab antara Penjual & Pembeli di dalam incoterms Biaya dibayar Penjual & Pembeli Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms Perbandingan Incoterms 2010 & 2020 Penjabaran Jenis Jenis Incoterm 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU – DELIVERED AT PLACE UNLOADED DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR

Supply Chain & Logistic Management (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. DESCRIPTION Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen logistik, khususnya dalam kaitan dengan warehouse, supply chain & Procurement dalam logistik perusahan , serta bagaimana membangn strategi dan prosedur operasional untuk pengelolaan transportasi dan logistik termasuk penggunaan teknologi informasi. Hal tersebut digunakan untuk memberikan keunggulan dalam memenangkan persaingan dengan penerapan sistem kualtas pelayanan transportasi dan logistik dengan baik. Untuk menunjang kegiatan supply vendor harus dimanajemeni dengan baik, Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor minimal dapat memenuhi harapan atau lebih, kerena akan ada dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk seperti : reject, delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari pengelolaandan standar operasional logistik, transportasi, supply chain dan gudang serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi dan proses purhasing dan procurement serta vendor management dalam logistik. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan teknik-teknik praktis yang dapat langsung dipraktekkan ditempat kerja. SASARAN PROGRAM 1.Supply chain & Procurement Management Konsep supply Chain Siklus ratai pasok Tujuan pengadaan barang Supply positioning model Supplier perception model Menerapkan Strategic  procurement Mengikuti perubahan pola Bagaimana menurunkan resiko 2. Warehousing Management Definisi warehouse Mengapa perlu Warehouse Macam-macam Warehouse Biaya persediaan Proses Warehouse Pengendalian penyimpanan Warehouse yang Effective Tantangan pergudangan Penerapan 5S di Warehouse 3. Membangun komunikasi yang efektif ditempat kerja Analisa kejadian miss komunikasi pada proses supply chain & dampaknya Hokoku / Pelaporan dalam supply chain Komunikasi adalah menggambar pikiran lawan bicara Urutan pelaporan di Masalah kesalahan komunikasi dalam logistic 4. Penerapan Sytem Kualitas Logistic & Transportasi Manajemen distribusi dan transportasi Mode Trasportasi Pertimbangan ekonomis dala trasportasi Ide pemilihan pengadaan transportasi Pelanggan membeli Big Q Parameter kualitas Logistic Transportation 5. Lean Procurement  Filosofi Lean procurement Biaya yang tibul akibat proses tidak ramping Value definition Waste Eleimination dalam proses procurement 6.  Negotiation Strategy Buying Risk Assesmment Tahapan proses negosiasi Persiapan Pembukaan negosiasi The Games Theory 7. Vendor Management & Partnership Jit Partnership Pengembangan vendor Pemilihan vendor Pengembangan vendor Implementasi jisuken Metode penilaian vendor 8. Pengukuran Kinerja Manajemen logistik dengan Balanced Scorecards Mengenal pengukuran kinerja dengan balanced scorecards Perumusan perspektif kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan Perumusan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerja sistem manajemen logistic MATERI HARI 1 Supply chain & Procurement Management Konsep supply chain Siklus rantai pasok Tujuan pengadaan barang Supply positioning model Supplier perception model Menerapkan Strategic  procurement Mengikuti perubahan pola Bagaimana menurunkan resiko Warehousing Mangement Definisi warehouse Mengapa perlu Warehouse Macam-macam Warehouse Biaya persediaan Proses Warehouse Pengendalian penyimpanan Warehouse yang Effective Tantangan pergudangan Penerapan 5S di Warehouse Membangun kerjasama & Komunikasi yang efektif di tempat kerja Bagai mana semua team  bergerak apada arah dan tujuan yang sama Masalah komunikasi yang terjadi pada proses supply chain dan dampaknya Hokoku / Pelaporan Komunikasi adalah menggambar pikiran lawan bicara Urutan pelaporan Masalah kesalahan komunikasi dalam logistic Penerapan Sytem Kualitas Logistic & Transportasi Manajemen distribusi dan transportasi Mode Trasportasi Pertimbangan ekonomis dala trasportasi Ide pemilihan pengadaan transportasi Pelanggan membeli Big Q Parameter kualitas Logistic Transportation MATERI HARI 2 Lean Procurement Filosofi Lean procurement Biaya yang tibul akibat proses tidak ramping Value definition Waste Eleimination dalam proses procurement Negotiation Strategy Buying Risk Assesmment Tahapan proses negosiasi Persiapan Pembukaan negosiasi The Games Theory Vendor Management & Partnership Jit Partnership Pengembangan vendor Pemilihan vendor Pengembangan vendor Implementasi jisuken Metode penilaian vendor WORKSHOP LEADER

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. DESKRIPSI Training Vendor Management & Strategic Sourcing hadir untuk memenuhi fakta bahwa keberhasilan proses procurement/purchasing sangat ditentukan oleh bagaimana proses hubungan dengan vendor dilaksanakan. Seluruh masalah dalam vendor management yang terkait dengan; administrasi, miskomunikasi, gagal serah, dispute, hingga fraud, seringkali berawal dari kurang baiknya hubungan antara team procurement/purchasing dengan para vendor. Team procurement atau purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategis untuk menciptakan hubungan kerja yang berkelanjutan dengan para vendor, dengan prinsip yang saling mendukung dan menguntungkan bagi kepentingan kedua belah pihak. SASARAN PELATIHAN Mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategis & profesional Memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi dan membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Mengembangkan sistem vendor management yang baik, terukur dan terencana. Membuat keputusan yang efektif dan efisien dalam proses vendor management TARGET PESERTA Training Vendor Management & Strategic Sourcing ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain atau Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian dan Unit Layanan Pengadaan. Finance, General Affairs dan Corporate Legal. Project Manager, Compliance Unit & Internal Auditor Supervisor/Manager terkait operasional Procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. OUTLINE MATERI Training Vendor Management & Strategic Sourcing DAY 1 Strategic Sourcing Category Management Order Management e-Procurement & Vendor Management System Discussion sharing & case study DAY 2 Vendor Selection Methods Contract Management Vendor Performance Management Strategic Partnership & Vendor Audit Case study & closing review METODE PELATIHAN Training Vendor Management & Strategic Sourcing ini dilaksanakan dengan metode Class presentation, discussion, case study dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi dan industri 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta FACILITATOR

Lean Manufacturing Strategy

OVERVIEW : Lean Manufacturing dapat didefinisikan sebagai salah satu konsep manajemen total yang telah terbukti memberikan dampak signifikan di banyak perusahaan dunia. Konsep yang awalnya muncul di Jepang ini telah menjadikan banyak perusahaan  mencapai profit yang tinggi bukan dengan tingginya harga dan volume penjualan, tapi dengan proses yang efisien dan biaya rendah, serta perbaikan yang terus menerus. Di dalam pelatihan ini peserta akan diberikan pemahaman secara komprehensif terkait Filosofi dan Perkembangan Konsep Lean Manufacturing dan Aplikasinya dalam Cost Reduction in Manufacturing Operation, Reduction Cost, Profit = Price – Cost, bukan Price = Cost + Profit,Identifikasi pemborosan, ketidak-seimbangan, dan kelebihan beban (Muda, Mura, Muri), Perataan proses produksi (heijunka),Konsep one piece flow, Just in time, produksi pada waktu dan jumlah yang dibutuhkan, Produksi system tarik (pulling system), Zero inventory dan zero defect, Otomasi proses (jidoka), built in quality dan error proofing (pokayoke), Kebijakan 5R/5S dan aplikasi dalam tempat kerja (gemba), dll. Tujuan : Perusahaan menerapkan lean manufacturing adalah untuk mendapatkan pengurangan biaya operasi dan meningkatkan kinerja manufaktur lainnya, melalui : Mengeliminasi pemborosan. Untuk membuat pekerjaan lebih mudah untuk dimengerti, untuk dilakukan dan untuk diatur. OUTLINE : Filosofi dan Perkembangan Konsep Lean Manufacturing dan Aplikasinya dalam Cost Reduction in Manufacturing Operation Reduction Cost, Profit = Price – Cost, bukan Price = Cost + Profit Identifikasi pemborosan, ketidak-seimbangan, dan kelebihan beban (Muda, Mura, Muri) Perataan proses produksi (heijunka), Konsep one piece flow Just in time, produksi pada waktu dan jumlah yang dibutuhkan Produksi system tarik (pulling system) Zero inventory dan zero defect Otomasi proses (jidoka), built in quality dan error proofing (pokayoke) Kebijakan 5R/5S dan aplikasi dalam tempat kerja (gemba) Perbaikan terus menerus (kaizen) Perbedaan antara kaizen dan inovasi Pembentukan gugus kendali mutu (QCC) Kelompok belajar/improvement (Jishuken) Best practice dalam Lean Manufacturing Action Plan and Recommendation Studi kasus dan diskusi Facilitator Joko Suparto Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang akuntansi, keuangan, treasury, audit, kontrol keuangan, perpajakan, dan manajemen. Selain memiliki keahlian di bidang keuangan dan akuntansi, beliau juga memiliki kompetensi dalam hardware dan software melalui berbagai pelatihan dan workshop. Sepanjang kariernya, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis sebagai Senior Auditor, Senior Manager, General Manager – Finance & Accounting, hingga Finance Director di perusahaan lokal maupun multinasional. Industri yang pernah beliau tekuni mencakup perbankan, properti & perhotelan, farmasi, logistik, consumer goods & trading, telekomunikasi, minyak & gas, serta perkebunan kelapa sawit. Selain aktif dalam dunia korporasi, Joko Suparto juga berperan sebagai narasumber dalam berbagai pelatihan dan workshop di bidang analisis bisnis, perencanaan keuangan, manajemen treasury, audit investigasi, manajemen investasi, serta penerapan standar akuntansi seperti IFRS dan PSAK. Beliau juga memiliki pengalaman memberikan pelatihan di berbagai perusahaan besar, termasuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Indomobil Group, PT Astra Honda Motor, PT Bank J Trust, PT Telkom Indonesia, dan banyak lainnya. Dengan latar belakang pendidikan Magister Manajemen di bidang keuangan serta Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, beliau juga memegang berbagai sertifikasi profesional seperti Certified Accountant (CA). Saat ini, beliau menjabat sebagai Co-Founder & Director di MBA Consultant, dosen di beberapa universitas swasta, serta trainer dan konsultan bagi berbagai perusahaan.

Sustainability Procurement Practices

Digitalisasi arsip telah menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk mengelola arsip secara lebih efektif. Pengarsipan bukan hanya tugas bagian administrasi; semua lini manajerial dalam perusahaan seharusnya memiliki kemampuan dalam mengelola setiap arsip yang dihasilkannya. Program pelatihan “Administrasi dan Digitalisasi Arsip” dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam proses administrasi dan digitalisasi arsip, sehingga peserta dapat mengelola arsip perusahaan dengan lebih efisien dan efektif. Sasaran Pelatihan: Memahami pengelolaan dokumen yang mudah ditelusuri. Memahami proses pengendalian dokumen (document control). Memahami penyimpanan dokumen yang cepat, efektif, dan efisien. Memahami konsep e-filing system. Memahami secara komprehensif persyaratan sistem manajemen dokumentasi. Memahami kebijakan-kebijakan yang perlu dituangkan dalam pengendalian dokumen. Target Peserta: Pelatihan ini ditujukan untuk staf administrasi, manajer, dan profesional lain yang bertanggung jawab dalam pengelolaan arsip dan dokumentasi perusahaan. Outline Materi Hari Pertama: Document Filing System Ruang lingkup document control dan filing system. Prinsip klasifikasi. Klasifikasi abjad: sistem kamus, sistem ensiklopedia, dan sistem geografis. Klasifikasi angka: sistem pemberkasan desimal, sistem pemberkasan kronologis, dan klasifikasi alfanumerik. Pengindeksan dan kualitas indeks. Pengindeksan kata penting. Pengindeksan alfabetikal. Prosedur pemeliharaan dokumen. Pengawasan dokumen. Pengelompokan dokumen. Pengelolaan ruang dokumen. Masalah umum filing. Konsep 5S dalam pengelolaan dokumen. Hari Kedua: Digitalisasi Arsip Hardware dan software yang digunakan dalam sistem pengarsipan elektronik. Perancangan dan perencanaan sistem dan struktur arsip elektronik. Teknik dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam meng-capture dokumen menjadi dokumen elektronik. Sistem penyimpanan dan retensi arsip elektronik. Cloud computing. Teknik pengendalian sistem pengarsipan elektronik. Microfilm dan electronic data. Pengendalian Dokumen Berdasarkan ISO 9001:2015 Pengantar ISO 9001:2015. Elemen dokumen. Tugas dan tanggung jawab pengendali dokumen. Mengenal pendekatan proses pendokumentasian. Mengidentifikasi dokumen dan pemilik dokumen di setiap bagian. Mengenal dan memahami jenis dokumen (internal dan eksternal). Menyusun dan mengembangkan daftar induk dokumen. Pengendalian dokumen secara sentralisasi vs desentralisasi. Proses revisi dan pemeliharaan dokumen. Penanganan soft copy dokumen. Tips untuk penulisan dokumen. Kiat-kiat dalam menerapkan pengendalian dokumen. Diskusi Umum dan Studi Kasus Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Lean Improvement and Implementation Using Quality Tools

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, pendekatan Lean telah menjadi pilihan utama bagi banyak organisasi di seluruh dunia. Lean Improvement bertujuan untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan kualitas, serta mempercepat waktu produksi melalui metode yang terstruktur dan berfokus pada nilai tambah bagi pelanggan. Melalui penggunaan Quality Tools, perusahaan dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara sistematis, memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai standar yang diharapkan. Pelatihan ini dirancang untuk membantu para profesional memahami prinsip-prinsip Lean dan mengimplementasikannya secara efektif dengan dukungan berbagai alat kualitas, seperti Root Cause Analysis, 5 Whys, Fishbone Diagram, dan lainnya. Pelatihan ini memberikan wawasan tentang bagaimana Lean dan Quality Tools dapat bekerja secara sinergis dalam mencapai perbaikan yang berkelanjutan. Peserta akan belajar cara mengaplikasikan alat-alat ini dalam situasi nyata di lingkungan kerja mereka, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan mendorong budaya peningkatan berkelanjutan di seluruh organisasi. Dengan memahami dan mempraktikkan konsep-konsep ini, diharapkan peserta mampu membawa perubahan positif yang signifikan, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memaksimalkan kepuasan pelanggan serta daya saing organisasi di pasar. Tujuan : Peserta memahami kebutuhan untuk melakukan improvement Peserta training mampu melakukan improvement dan implementsasi lean di area kerjanya dengan mempergunakan quality tools Proses improvement dapat dimonitor top management organisasi peserta training Hasil dari training dapat dipergunakan sebagai bahan untuk proses implementasi system management mutu ISO 9001:2015 Peserta : Top Management, Manager, Agent of change di organisasi, Management representative dan pihak lain yang ingin melakukan improvement Outline Training  : Training Sesi pertama : Quality awareness Memahami definisi kualitas Memahami definisi pelanggan dan persyaratannya (termasuk study kasus) Mengapa kualitas penting Improvement Vs Innovation Story telling mengenai organisasi yang tidak mau melakukan improvement Mengapa organisasi tidak mau melakukan improvement? Apa yang mampu membuat sebuah organisasi semakin berkembang atau malah bangkrut Kenapa karyawan tidak melakukan performa terbaik bagi organisasi (termasuk study kasus) Apakah pemborosan yang terjadi dalam proses produksi Bagaimana melihat / menangkap suatu pemborosan (termasuk study kasus) Urutan langkah dalam melaksanakan improvement menuju implementasi lean. Komitment management Penetapan time frame kegiatan improvement Penetapan team improvement dan tugas/ tanggung jawabnya Penetapan sasaran / hasil yang ingin dicapai setelah program improvement dijalankan Promosi kegiatan improvement Kick off kegiatan Pelatihan untuk team Latihan / simulasi improvement Implementasi pada area / lokasi kerja di organisasi Monitoring hasil implementasi Standarisasi hasil improvement Training Sesi kedua : Implementasi awal improvement Memahami berbagai quality tools yang dapat dipakai untuk improvement Pemahaman 5R Simulasi implementasi 5R Melihat kondisi actual Membuat rencana implementasi 5R Implementasi rencana 5R Monitoring hasil 5R Audit 5R oleh dept / kelompok lain Training sesi ketiga : Quality tools dalam improvement Pemahaman 7 QC tools Pemahaman delta Simulasi penggunaan 7 QC tools Audit dan monitoring hasil implementasi 5R dari training sesi kedua Training sesi keempat : QCC yang dapat meningkatkan produktivitas Pemahaman QCC/GKM Pembentukan team QCC Penetapan tema dan target dari masing-masing team QCC Menentukan rencana kerja untuk setiap team QCC Implementasi QCC Training sesi kelima : setiap orang bisa melakukan kaizen Pemahaman kaizen Pembentukan team kaizen Penetapan tema dan target dari masing-masing team kaizen Menentukan rencana kerja untuk setiap team kaizen Implementasi kaizen Audit dan monitoring hasil implementasi QCC dari training sesi keempat Training sesi keenam : Pengendalian hasil improvement dengan poka yoke Pemahaman poka yoke Simulasi pembuatan poka yoke Implementasi poka yoke terhadap hasil improvement 5R, QCC dan Kaizen Audit dan monitoring hasil implementasi Kaizen dari training sesi kelima Training sesi ketujuh : Lean dan six sigma Pemahaman lean Pemahaman six sigma Study kasus implementasi lean dan six sigma Training sesi kedelapan : Total Quality Management Pemahaman TQM Sharing 14 prinsip Toyota ways Continous improvement sebagai pembeda winner dan looser Penyebab utama kegagalan implementasi continous improvement dan solusinya Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 sebagai sarana implementasi continous improvement Training sesi kesembilan : Intepretasi ISO 9001:2015 Memahami Sistem Managemen Mutu ISO 9001:2015 & persyaratan-persyaratannya. Dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu di area kerja Simulasi pembuatan dokumen ISO 9001:2015 Training sesi kesepuluh : Internal Quality Auditor course Memahami intepretasi kontekstual dari standard ISO 9001:2015 dari sudut pandang auditor Simulasi audit Facilitator :

Online Training : Writing Beyond Procedures

FOR ADVANCED SOP DEVELOPERS 90% Procedures di tempat kerja hanya berisi panduan kerja yang sudah umum–pada akhirnya tidak digunakan dan menjadi arsip, apabila Procedures mengandung metrics (KPI’s Balanced Scorecard, SLA’s, Risk Management dll) maka ia akan menjadi dokumen yang dinamis karena akan digunakan setiap saat. –Ady Subagya 90% Pengguna Prosedur hanya memerlukan Ketentuan/Pedoman, hanya pemula yang memerlukan Prosedur/ langkah step-by-step—sehingga Pembuat Prosedur harus menguasai pembuatan Ketentuan/Pedoman.—Ady Subagya Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip. Hasil survey yang satu lagi adalah bahwa hanya 2 dari 20 orang yang benar-benar belajar dari SOP/ Procedure, yang lainnya mengatakan susah membacanya, lebih enak telepon pembuatnya atau bagian Sisdur atau menanyakan langsung kepada pihak yang lebih paham. Apabila Prosedur di tempat kerja tidak efektif, ada tetapi tidak digunakan—buat apa membuatnya? Lebih baik menggunakan Flowchart untuk membuat Prosedur yang wajib saja—praktis, pendek dan sederhana, toh tidak digunakan juga. Hampir semua pengembang dan pembuat Prosedur mempunyai pertanyaan serupa—“Bagaimana membuat Prosedur yang praktis dan mudah dibaca dan dpahami oleh Penggunanya. Sebenarnya jawabannya sederhana, buatlah Prosedur dengan format yang cocok untuk masing-masing Penggunanya, toh tidak ada aturan yang baku bahwa Prosedur harus berformat ini dan itu. Tetapi, apakah ada jaminan Prosedur yang enak dan mudah dibaca akan digunakan seterusnya? Jawaban dari pertanyaan terakhir sangat terkait dengan pelatihan Writing Beyond Procedure. Pelatihan ini membekali peserta dengan ketrampilan-ketrampilan: Bagaimana membuat Prosedur berformat Gambar dan Video? Apakah ada ketentuan yang mengesahkan Prosedur berformat Gambar dan Video?; Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses; Mengetahui Proses mana yang unik sehingga memerlukan metode (Prosedur), dan proses mana yang generik sehingga pelatihan-pelatihan dapat menggantikan Prosedur; Bagaimana membuat Ketentuan/ Guideliness yang mengandung Panduan? Bagaiamana membuat Kebiakan/ Policy yang mengandung Panduan? Bagaimana ‘merubah’ Ketentuan dan Kebijakan menjadi Prosedur yang mengikat? Outline Materi Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000. Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. Manual, Process map, Guidelines dan ProcedureSetiap oganisasi membutuhkan Manual atau Pedoman yang berisi Kebijakan, Nilai, Peraturan Umum, Ketentuan Umum (Guidelines), Process map yang sangat penting digunakan sebagai acuan membuat Prosedur, bahkan seringkali Ketentuan yang dibuat jelas dapat menggantikan Prosedur. Pada sesi ini peserta berlatih membuat Kebijakan dan ketentuan yang menjadi acuan dalam membuat Prosedur. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan videoPada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian) Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Manual Pembuatan ProsedurSesi ini adalah sesi dimana peserta menerima contoh Prosedur Pembuatan Prosedur dan berlatih merubahnya supaya sesuai dengan organisasi masing-masing, dan bahkan dapat dirubah menjadi Manual Pembuatan Prosedur. Persyaratan Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Pelatihan ini bukan untuk Pemula. Fasilitas Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP)

Online Training : Mastering QC 7 Tools for Problem Solving & Improvement – 1 Day

QC 7 Tools  adalah tools yang sangat berguna sekali dan merupakan tools yang sangat ampuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi khususnya dalam suatu proses (produksi / manufaktur). Dengan menggunakan QC 7 Tools permasalahan akan dapat ditangani secara terstruktur, tepat, akurat dan cepat. Dalam sebuah industri manufaktur, terdapat 2 bagian besar yaitu proses pembuatan suatu produk dan produk yang dihasilkan itu sendiri. Satu hal yang sama didalam 2 bagian besar tesebut adalah kedua-duanya dapat menghasilkan suatu “Problem”. Dimana problem yang dihasilkan dalam proses pembuatan akan mengakibatkan meningkatnya biaya produksi dan problem yang dihasilkan dari suatu produk akan menurunkan performance dari produk tersebut. Dengan menggunakan QC 7 Tools, problem-problem tersebut dapat diatasi. Dalam perkembangannya QC 7 Tools tidak hanya digunakan sebagai alat untuk problem solving tetapi dapat juga digunakan sebagai tool dalam proses improvement suatu proses / product. Outline Materi Peserta training dapat menggunakan fungsi-fungsi dalam QC 7 Tools untuk memecahkan suatu permasalahan dan dapat membuat suatu improvement untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Peserta training dapat melakukan observasi terhadap suatu permasalahan dengan menggunakan metode 3-Gen dan dapat membuat suatu Grafik (Tools ke-1) sebagai hasil dari observasi tersebut. Peserta training dapat mengolah hasil observasi ke dalam bentuk Pareto Chart (Tools ke-2). Dengan tools yang kedua ini, penanganan suatu masalah akan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat menurunkan permasalahan sampai 80% dengan tindakan yang hanya 20%. Dengan metode analisa 4M (Man, Material, Method, Machine) melalui Fish Bond Analysis (tools ke-3), permasalahan yang telah ditetapkan melalui pareto chart dapat diselesaikan dengan tepat sasaran. Peserta training juga akan mempelajari bagaimana keadaan ideal (“Ideal State”) suatu mesin/proses melalui pemahaman “Natural Deterioration” dan “Forced Deterioration” sehingga kerusakan / problem yang terjadi tidak akan terulang lagi. Peserta training juga akan mempelajari konsep 2-Gen (Fundamental Function dan Fundamental Condition) sehingga fungsi dari masing-masing part dari suatu mesin / peralatan dapat berfungsi secara maksimal dan tepat guna Peserta training, melalui pemahaman Scatter Diagram (tools ke-4) akan dapat memilah-milah apakah suatu keadaan mempunyai korelasi terhadap suatu permasalahan atau tidak. Peserta training juga akan mempelajari fungsi dari Check Sheet (tools ke-5) yang berguna untuk mengumpulkan data secara praktis. Suatu proses manufacturing pasti akan menghasilkan output yang tidak seragam, padahal idealnya output yang dihasilkan harus mempunyai keseragaman yang tinggi. Dengan menggunakan Histogram (tools ke-6), “Quality of Product” akan selalu terkontrol di level yang tinggi. Control Chart (tools ke-7), merupakan tool yang mengontrol keseluruhan hasil kerja. Dengan adanya tool ini penyimpangan yang terjadi akan dapat cepat diketahui untuk segera dilakukan perbaikan. Ketujuh tools dalam QC 7 Tools juga dapat diimplementasikan sebagai tools dalam sebuah improvement. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari prinsip-prinsip sebuah improvement, mengapa harus dilakukan suatu project improvement. Improvement pada dasarnya adalah mengeliminasi pemborosan. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari jenis-jenis pemborosan. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing / Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 1 hari (5 jam) Peserta Teknisi,Supervisor,Foreman Maintenance/Engineering, Line Leader, Kepala Regu, Supervisor Produksi, Manager Maintenance, Produksi dan lain-lain.F

Online Training : Procurement Fraud

Fraud dalam Procurement bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan ataupun struktur organisasi perusahaan. Bentuk fraud dalam procurement mulai dari “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap vendor, dengan tujuan memperoleh “success fee”. Fraud terjadi di perusahaan/institusi yang prosedur dan sistem pengawasannya lemah. Perilaku ini menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Diperlukan sistem dan pengetahuan yang memadai untuk mencegah, mendeteksi, dan mengurangi resiko terjadinya fraud. MANFAAT PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Mendeteksi potensi fraud dalam siklus procurement dan manajemen perusahaan  Dapat menganalisa proses procurement dengan metode yang tepat dan efektif Dapat mengembangkan metodologi investigasi dan prosedur preventif action Mengembangkan kemampuan lesson learnt dari setiap kasus fraud yang terjadi  Memahami pentingnya penerapan integritas dan good governance di perusahaan/institusi. METODE PELATIHAN Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta TARGET PESERTA Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Finance. Internal Auditor, Compliance Unit, Quality Assurance.  Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supervisi dan pengawasan internal. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. OUTLINE PELATIHAN Hari Pertama   Fraud on Procurement Process Code of Conduct & Conflict of Interest Guidance Whistle Blower System Corporate Culture  & Compliance System Case study & closing review Hari Kedua   Type & Modus of Fraud Fraud Detection Methods   Fraud Risk Assessment: Contract & Bribery Investigative Audit Case study & closing review

Online Training: Forecast Accuracy Training for Supply Chain

Program training Forecasting Accuracy for Supply Chain, dibangun untuk menjawab permasalahan yang timbul pada perusahaan yang memiliki tingkat kegiatan Supply Chain (Mata Rantai Pasokan) yang tinggi, sehingga dibutuhkan perkiraan yang tepat (forecasting accuracy) terhadap persediaan barang (stok) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Banyaknya perusahaan retail yang belum siap untuk melakukan perkiraan kebutuhan atau permintaan pelanggan pada event-event tertentu menyebabkan terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan atas suatu produk, sehingga mengakibatkan melonjaknya biaya operasional yang tidak disadari demi menjaga kepuasan pelanggan yang berasal dari jalur distribusi, durasi ketersediaan barang, dan kesiapan sumber daya manusia untuk menanganinya, yang berujung pada kerugian perusahaan. Menghitung akurasi perkiraan permintaan adalah suatu proses untuk menentukan akurasi perkiraan yang dibuat untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu produk, dan memahami serta memprediksi permintaan pelanggan kepada produsen dan/atau distributor guna menghindari resiko kelebihan atau kekurangan persediaan termasuk mempertahankan tingkat persediaan yang cukup, tetapi disisi lain bahwa perkiraan yang dibuat tidak pernah sempurna, sehingga diperlukan untuk mempersiapkan permintaan yang sebenarnya untuk tujuan mempertahankan inventarisasi yang optimal dan rantai pasokan yang efektif, atas pentingnya perkiraan permintaan yang akurat. Sasaran Pelatihan Dapat memperkirakan waktu yang tepat atas adanya event-event tertentu Dapat melakukan antisipasi terhadap persediaan barang produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Dapat menghilangkan biaya overhead operasional, akibat kelebihan dan/atau kekurangan barang persediaan (stok) Dapat menyusun dan membuat perkiraan yang akurat atas terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan. Outline Materi Pengertian forecasting accuracy supply chain Pemahaman yang mendalam terhadap pengertian Supply Chain Fungsi dan peranan forecasting accuracy supply chain Faktor yang mempengaruhi terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan Forecasting and Aggregate Planning Teknik dalam membuat forecasting pada supply chain Strategi program Tutorial yang dikombinasikan dengan diskusi untuk mendapatkan pemahaman pada permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang terbaik terhadap kondisi kelebihan atau kekurangan barang persediaan Melakukan simulasi dengan mempergunakan metode proses imitasi (substitusi), dalam melakukan transformasi pengetahuan dan pengalaman, sehingga mudah diimplementasikan pada alam nyata Durasi : 2 hari kerja atau 16 (enam belas) jam Library references Hyndman, R.J., Koehler, A.B (2005) “Another look at measures of forecast accuracy”, Monash University. Hoover, Jim (2009) “How to Track Forecast Accuracy to Guide Process Improvement”, Foresight: The International Journal of Applied Forecasting. Perez, Hernan David. Supply Chain Roadmap: aligning supply chain with business strategy. ISBN 978-1494200497 Oliver, R. K.; Webber, M. D. (1992) [1982]. “Supply-chain management: logistics catches up with strategy”. In Christopher, M. Logistics: The Strategic Issues. London: Chapman Hall. pp. 63–75. ISBN0-412-41550-X. Jacoby, David (2009). Guide to Supply Chain Management: How Getting it Right Boosts Corporate Performance. The Economist Books (1st ed.). Bloomberg Press. ISBN978-1-57660-345-1. Andrew Feller, Dan Shunk, & Tom Callarman (2006). BPTrends, March 2006 – Value Chains Vs. Supply Chains Blanchard, David (2010). Supply Chain Management Best Practices (2nd ed.). John Wiley & Sons. ISBN978-0-470-53188-4. Supply Chain Management SGS Consumer Testing Services, Retrieved 04/08/2013

Online Training: Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System

LATAR BELAKANG Di dalam dunia industri, peran Warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Pengelolaan gudang yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola Warehouse dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya  “Warehouse Manajemen & distribution   ” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory management dan order point management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan dan Inventory management. Pelatihan ini memberikan manfaat untuk para supervisor dan Manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. SASARAN PROGRAM Peserta memahami arti penting gudang dalam aliran supply chain dan pengelolaannya, sehingga potensi diri dalam pengelolaan pergudangan muncul. Peserta mampu melaksanakan Good Warehouse Practices di area kerjanya sehingga proses pergudangan menjadi efisien dan efektif. Mampu mendisain lay out warehouse yang efektif dan efisien Mampu melakukan material handling dengan baik Melakukan penataan digudang dengan tertib dan teratur Dapat mengetahui keberadaan barang yang disimpan dengan sekilas  pandang mudah dicari dan mudah didapat Peserta mampu melakukan improvement di proses pergudangan sehingga kinerja meningkat menjadi lebih baik secara konsisten. Peserta mempu meningkatkan konsistensi service level, menjaga safety maupun keamanan produk. Mampu menjabarkan KPI di warehouse sebagai alata untuk mendrive Improvement Mampu melakukan penenerimaan barang dari supplier dengan baik dari aspek Quality inspection Memahami konsep distribusi barang dengan baik dan benar

Online Training : Strategic Land Transportation Management

Transportasi barang dengan truk memegang peranan penting dalam manajemen rantai pasok, karena kegiatan pengiriman ke titik-titik distribusi yang telah ditetapkan memerlukan perencanaan, koordinasi, dan akurasi yang tinggi. Kesalahan manajemen transportasi barang dengan truk bisa mempengaruhi kinerja operasional perusahaan. Pengiriman yang tidak tepat waktu, salah kirim, kerusakan, kehilangan, serta pelayanan transporter yang kurang baik berpotensi menjadi faktor penyebab hilangnya peluang bisnis dan reputasi perusahaan. Kondisi tersebut di atas membuat setiap orang atau team yang menangani manajemen transportasi haruslah yang memiliki kompetensi yang memadai, terlatih, dan memiliki integritas yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawabnya.  Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami konsep manajemen transportasi darat Mehamami regulasi terkait transportasi darat Memahami standar prosedur baku operasional unit transportasi Memahami proses adminstrasi dan dokumentasi berbasis teknologi Memahami metode pengelolaan unit transportasi Memahami proses analisa dan pengambilan keputusan strategik Metode Pelatihan Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Peserta Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Outline Materi Hari Pertama Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit

Online Training : Business Forecasting for Managers

Iklim persaingan bisnis yang cukup menggairahkan seperti saat ini, sungguh memerlukan sebuah perhatian yang intensif dari para pemegang kebijakan di perusahaan. Aktivitas manajerial khususnya proses perencanaan, seringkali membutuhkan pengetahuan tentang keadaan yang akan datang. Pengetahuan ini sering dinyatakan dalam bentuk peramalan kejadian atau kondisi yang akan datang. Kegiatan peramalan merupakan landasan penting agar para pengambil keputusan mampu menerapkan keputusan yang tepat dan dapat mengalokasikan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien. Workshop ini dimaksudkan untuk membekali para manajer atau pengambil keputusan dengan pengetahuan yang penting dan praktis mengenai Peramalan Bisnis untuk penyusunan anggaran, rencana bisnis, dan alokasi sumber daya. Dengan demikian, para manajer dapat mengambil keputusan secara komprehensif dan fokus untuk mendukung kinerja perusahaan secara menyeluruh. Sesudah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan akan : Mampu menyusun rencana bisnis dengan metode peramalan sampai dengan tahap implementasi Mampu melakukan olah data sekunder atau historis untuk kepentingan peramalan secara praktis menggunakan Microsoft Excel dan atau SPSS Mampu menganalisis dan memanfaatkan data peramalan bisnis untuk keputusan manajerial Outline Materi Introduction to Business Forecasting and its benefit to company Applied forecasting methods : causal models, subjective models, and time series models Workshop : business forecasting simulation with Excel