Operation Training

Guidelines for The Application of QMS ISO 9001 in Local Government

Komitmen Pimpinan adalah sangat penting karena mereka harus merencanakan strategi bisnis, kebijakan, sasaran dan ukurannya, serta mereka harus meninjaunya pula.  Komitmen Pimpinan/ Manajemen Puncak perlu ditetapkan sebelum melangkah lebih jauh dalam rencana menerapkan Sistem Manajemen Mutu pada Institusi Pemerintahan. Tanpa komitmen yang jelas dan tegas maka kecil kemungkinan pelaksanaan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu akan berjalan dan  tercapai baik sesuai dengan yang direncanakan oleh Institusi Pemerintahan .

Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result

Deskripsi Genba Kaizen adalah suatu metode  Improvement yang sudah sangat populer di Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari suatu perusahaan.(Genba Kaizen) Kata Genba berasal dari bahasa Jepang yang berarti di lapangan / di area kerja. Sedangkan kata Kaizen adalah Improvement yang berkelanjutan. Sehingga secara keseluruhan berarti Improvement berkelanjutan yang di terapkan di lapangan / di area produksi. Dalam training Genba Kaizen ini akan ditekankan pada penggalian Motion Mind yang merupakan dasar dari pencarian suatu sumber improvement. Dengan minded  ini Improvement  akan dicari dari hal-hal yang kecil, sederhana tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang luar biasa. Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari alasan mengapa kita harus melakukan genba kaizen, membuka mata kita bahwa improvement dilakukan dari hal-hal yang kecil, sederhana, cara menghitung effisiensi dari suatu produksi, cara menghitung Balance Loss, Standart Time sampai dengan cara menghitung Saving Cost, ROI dari suatu improvement. (Genba Kaizen) Target Peserta Pelatihan Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result ini ditujukan untuk para: Supervisor / Foreman / Teknisi Produksi Supervisor/ Foreman / Teknisi Engineering Supervisor/ Foreman / Teknisi Maintenance  Metode Pelatihan Training Fundamental Safe Work Practice dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Training Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Genba Kaizen from Simple Activity to Great Result adalah : Konsep dasar dan Mengapa perlu Genba Kaizen Prinsip-prinsip improvement Perhitungan Manufacturing Cost Cara Observasi di area kerja dengan menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri), dasar dari motion mind Cara mencari Muda (Pemborosan/ Ketidakefektifan) dalam area kerja  Jenis-jenis Muda dan pengaruhnya.  Step-Step pelaksanaan Genba Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi. Pemangkasan waktu kerja. Bagaimana cara menghitung Data Time Study, Balance Loss, Standard Time, Saving Cost dan ROI dari suatu improvement. Durasi Pelatihan : 2 hari (14 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance, Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan, saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari, mengetrapkan Konsep TPM, Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan, kekurangan dari implementasi TPM, Kaizen ini telah dikenali, diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Fundamental of Reliability Engineering

Fundamental of Reliability Engineering Course is designed to teach the skills of Reliability Engineering as detailed in the Facilities Maintenance Management and Reliability Engineering Competency Maps. We will use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plant availability and optimize it against business need. Case studies and exercises will be used to demonstrate availability optimization techniques and their benefits. Goals Goals of Fundamental of Reliability Engineering: Understand the concept of reliability Learn Some Reliability Analysis Techniques Find out how to use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plan reliability Understand the role of Preventive and Predictive Maintenance in Improving Reliability Learn how to create reliability improvement actions in organization  Outline Material Introduction MTBF MTTR Reliability analysis FMEA FTA RBD Weibull Analysis Monte Carlo simulation Preventive Maintenance Predictive maintenance Reliability improvement project planning Equipment performance gap analysis Creating reliability improvement actions in the organization Participants Maintenance, engineering and operations personnel involved in improving reliability, availability, condition monitoring, and maintainability of process equipment and systems. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah seorang praktisi dan trainer di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Management dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan alumi ITB, ia mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan pemasok genset system yang sempat menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam deployment jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya itu, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang management operasi, financial dan sumber daya manusia. Saat ini ia juga aktif sebagai professional trainer di beberapa lembaga trainer dan telah berpengalaman memberikan berbagai topic training untuk perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Total, Holcim, Star Energy, Indoenesian Power dan Viar.

Forecast Accuracy Training for Supply Chain

Deskripsi Program training Forecasting Accuracy for Supply Chain, dibangun untuk menjawab permasalahan yang timbul pada perusahaan yang memiliki tingkat kegiatan Supply Chain (Mata Rantai Pasokan) yang tinggi, sehingga dibutuhkan perkiraan yang tepat (forecasting accuracy) terhadap persediaan barang (stok) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Banyaknya perusahaan retail yang belum siap untuk melakukan perkiraan kebutuhan atau permintaan pelanggan pada event-event tertentu menyebabkan terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan atas suatu produk, sehingga mengakibatkan melonjaknya biaya operasional yang tidak disadari demi menjaga kepuasan pelanggan yang berasal dari jalur distribusi, durasi ketersediaan barang, dan kesiapan sumber daya manusia untuk menanganinya, yang berujung pada kerugian perusahaan. Menghitung akurasi perkiraan permintaan adalah suatu proses untuk menentukan akurasi perkiraan yang dibuat untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu produk, dan memahami serta memprediksi permintaan pelanggan kepada produsen dan/atau distributor guna menghindari resiko kelebihan atau kekurangan persediaan termasuk mempertahankan tingkat persediaan yang cukup, tetapi disisi lain bahwa perkiraan yang dibuat tidak pernah sempurna, sehingga diperlukan untuk mempersiapkan permintaan yang sebenarnya untuk tujuan mempertahankan inventarisasi yang optimal dan rantai pasokan yang efektif, atas pentingnya perkiraan permintaan yang akurat. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Forecast Accuracy Training for Supply Chain ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dapat memperkirakan waktu yang tepat atas adanya event-event tertentu Dapat melakukan antisipasi terhadap persediaan barang produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Dapat menghilangkan biaya overhead operasional, akibat kelebihan dan/atau kekurangan barang persediaan (stok) Dapat menyusun dan membuat perkiraan yang akurat atas terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan. Metode Pelatihan Training Forecast Accuracy Training for Supply Chain dilaksanakan dengan metode: Tutorial yang dikombinasikan dengan diskusi untuk mendapatkan pemahaman pada permasalahan yang terjadi dan memberikan solusi yang terbaik terhadap kondisi kelebihan atau kekurangan barang persediaan Melakukan simulasi dengan mempergunakan metode proses imitasi (substitusi), dalam melakukan transformasi pengetahuan dan pengalaman, sehingga mudah diimplementasikan pada alam nyata Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Forecast Accuracy Training for Supply Chain adalah : Pengertian forecasting accuracy supply chain Pemahaman yang mendalam terhadap pengertian Supply Chain Fungsi dan peranan forecasting accuracy supply chain Faktor yang mempengaruhi terjadinya kelebihan atau kekurangan barang persediaan Forecasting and Aggregate Planning Teknik dalam membuat forecasting pada supply chain Durasi : 2 hari kerja atau 16 (enam belas) jam Referensi : Hyndman, R.J., Koehler, A.B (2005) “Another look at measures of forecast accuracy”, Monash University. Hoover, Jim (2009) “How to Track Forecast Accuracy to Guide Process Improvement”, Foresight: The International Journal of Applied Forecasting. Perez, Hernan David. Supply Chain Roadmap: aligning supply chain with business strategy. ISBN 978-1494200497 Oliver, R. K.; Webber, M. D. (1992) [1982]. “Supply-chain management: logistics catches up with strategy”. In Christopher, M. Logistics: The Strategic Issues. London: Chapman Hall. pp. 63–75. ISBN0-412-41550-X. Jacoby, David (2009). Guide to Supply Chain Management: How Getting it Right Boosts Corporate Performance. The Economist Books (1st ed.). Bloomberg Press. ISBN978-1-57660-345-1. Andrew Feller, Dan Shunk, & Tom Callarman (2006). BPTrends, March 2006 – Value Chains Vs. Supply Chains Blanchard, David (2010). Supply Chain Management Best Practices (2nd ed.). John Wiley & Sons. ISBN978-0-470-53188-4. Supply Chain Management SGS Consumer Testing Services, Retrieved 04/08/2013 Facilitator Setiono Winardi SH., MBA. Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE. Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir. Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut: Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government; Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa; Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa; Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa; Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training First Aid

Training First Aid mempelajari mengenai bagaimana cara mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak, bagaimana mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC, dan hal lain terkait First Aid. Deskripsi Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan  kepada peserta pelatihan untuk dapat memberikan pertolongan pada korban yang mengalami kecelakaan dan sakit mendadak termasuk henti napas dan henti jantung Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training First Aid ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyebutkan penyebab keadaan henti napas dan henti jantung. Mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak. Mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC. Mendemonstrasikan cara memberikan pertolongan pada korban yang mengalami sumbatan jalan napas akibat benda asing. Mendemonstrasikan cara melakukan pembalutan dan pembidaian pada perdarahan dan patah tulang, Metode Pelatihan Training First Aid dilaksanakan dengan metode: Interaktif, mudah diajarkan dengan memakai visual aids, seperti infocus, film dan peralatan pelatihan termasuk resuscitation practice dummies Schedule First Aid Training : 08.00 – 08.15     Pembukaan 08.15 – 09.30     Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat.ABC Resusitasi 09.30 – 09.45     Coffee Break 09.45 – 12.00     First aid case: Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. 12.00 – 13.00     Lunch/Sholat 13.00 – 14.00     Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dan patah tulang)Teknik membalut dan membidai 14.00 – 14.30     Transportasi korban (memindahkan pasien) 14.30  – 14. 45    Coffee Break 14.45 – 16.15      Praktek resursitasi, balut, bidai, hentikan perdarahan, pemindahan korban. 16.10 – 16.45      Simulasi 16.45 – 17.00       Penutupan Outline Materi Materi Training First Aid yang akan dibahas adalah : Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat. ABC Resusitasi. First aid case:Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang) Teknik membalut dan membidai. Transportasi korban Durasi Waktu pelatihan adalah 8 jam. Facilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Sertifikat HIPERKES (Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2014 Instruktur Inhouse Petugas P3K PT MITRAPACK ERA MANDIRI (Jababeka Cikarang), PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cibitung), PT Mondelez Indonesia (Jababeka II Cikarang), PT Pz Cussons Indonesia (Tanggerang), PT Andalan Furnindo, (Marunda Bekasi), PT Sumareccon (Kelapa Gading Jakarta), PT HM Sampoerna Tbk (Kawasan Industri International Center Karawang (2), PT Clarian Adsorben Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap), PT HM Sampoerna Tbk (Morrish Indonesia), PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group) Pelatihan : Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES ), Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi Pengurus IDI Cabang (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementrian Kesehatan RI), Pelatihan Majelis Disiplin Kedokteran Indonesia (MAJELIS KOMITE DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA & IDI Jawa Barat), RTD:  Clinical Application of High Sensitive D-Dimer, Examination in VTE Exlution, Penatalaksanaan Therapi Terkini pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Kalbe Akademia: Acute Coronary Syndrome, Dyslipidemia, Hypertension, and Meal Planning, Workshop Risk and Benefit of Antidiabetic Drug (PT Kalbe Farma tbk), Penatalaksanaan Penyakit Kardiovaskuler (Laboratorium Klinik Prodia), dan lain-lain. Pendidikan : Pendidikan Keprofesian: RS Hasan Sadikin, Bandung (2000-2002) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Bandung (1994-1999)

Failure Mode Analysis of Mechanical Component

Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Untuk memberikan pernyataan dasar filosofi, prinsip, konsep, kemudian untuk memperkenalkan teknik, metodologi penilaian, evaluasi keandalan sebagaimana diterapkan pada komponen mekanik, peralatan, sistem dan sub-sistem pabrik mekanik. Untuk meningkatkan pemahaman tentang kegagalan yang terkait dengan simpul, sebab dan akibatnya.(Failure Mode Analysis) Outline Materi Materi pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component yang akan bahas topik Failure Mode Analysis of Mechanical Component adalah: Pengantar. Implikasi keandalan mekanik. Definisi keandalan mekanik. Keandalan dan tingkat kegagalan. Analisis Keamanan Sistem. Kesalahan manusia Operasi Rutin Operasi Darurat Metode Analisis. Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA) Pohon Acara Pohon kesalahan Prediksi keandalan: Analisis Weibull. Simulasi Ketersediaan Sistem: Simulasi Montecarlo. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Training Essential Supply Chain Management

Tujuan Training Essential Supply Chain Management salah satunya adalah agar kita memahami konsep supply chain, bagaimana SCM (supply chain management) menciptakan value bagi customer. Sejak dikembangkan awal 1990, supply chain management berkembang pesat seiring dengan berkembangnya informasi teknologi dan globalisasi. Hal ini diantaranya ditandai dengan semakin seringnya kita temui supply chain manager di perusahaan yang bertugas untuk memastikan optimasi dari pengelolaan supply chain di perusahaan2 tersebut. Bahkan saat ini Supply Chain Management merupakan competitive advantage penting bagi perusahaan global dalam memberikan pelayanan yang cepat dengan variasi produk yang tinggi dan cost yang rendah, sehingga Perusahaan dapat tetap exist di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam Training Supply Chain Management ini peserta akan dikenalkan dengan konsep supply chain bagaimana SCM (supply chain management) menciptakan value bagi customer menyelaraskan strategi SCM dengan strategi perusahaan metode mengukur & memperbaiki performance SCM Outline Materi Materi Training Supply Chain Management yang akan dibahas adalah : Apa itu Supply Chain Sejarah Supply Chain Manfaat supply chain Key process in supply chain Bagaimana supply chain menciptakan value bagi customer & investor Corporate strategy & supply chain strategy. Bagaimana menyelaraskan kedua strategi tsb Customer focus strategy & market driven strategy Elemen penting menunjang SC strategy Bagaimana mengubah SC strategy menghadapi perubahan pasar Proses mengembangkan sasaran yang terukur Aliansi untuk meningkatkan daya saing SCM Driver & Obstacle Bullwhip Effect Supply Chain Product  Metode Training Training Supply Chain Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Target Training Supply Chain Management ini ditujukan untuk para: Manajer Puncak dan Manajer Madya, khususnya mereka yang berkepentingan dengan penerapan Supply Chain Management, atau yang ditugaskan menangani bidang logistik, Operation Management. Facilitator Iwan Nova, MBA, CPIM. Pengalaman 17 tahun dalam bidang manufacturing beberapa perusahaan MNC seperti Mitsubishi Electric, Sony, Mattel, Pirelli Cables. Lulus dari ITB teknik elektro dan mendapatkan MBA dari Monash University, Memperoleh  sertifikat CPIM (Certified Production Inventory Management) yang dikeluarkan oleh APICS (American Production Inventory Control Society) pada 2005. Iwan pernah mengikuti berbagai short courses di manca negara seperti di Amerika, Malaysia, Jepang dan RRC. Ia telah men deliver berbagai topik training dalam area operation management di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Essential Skills of Procurement Management

Procurement management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & jasa pada korporasi / lembaga / institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur yang terintegrasi, di mana seluruh tahapan proses procurement, mulai dari; planning, sourcing, bidding, kontrak, purchase order, monitoring order, penerimaan barang, hingga evaluasi supplier/vendor dilakukan secara sistemik, akuntabel, & transparan.

ERM berbasis ISO 31000

Apakah enterprise risk management (ERM)? Mengapa ERM penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini? Bagaimana Anda dapat menerapkan ERM secara efektif baik biaya maupun manfaatnya di Perusahaan?

Ergonomics for Excellent HSE Management

Ergonomics for Excellent HSE Management salah satu tujuannya adalah mampu menjawab dengan baik konsep prinsip-prinsip ergonomi dan peran persaingan dalam manajemen HSE. Deskripsi Tanpa ergonomi, manajemen HSE tidak cukup . Ungkapan ini telah disampaikan oleh berbagai pakar dan disampaikan HSE ( Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan ) atau K3L. Berbagai masalah HSE sering muncul, mulai dari hampir-sampai-sampai fatal, karena tidak dipertimbangkannya berbagai faktor manusia di berbagai lini operasi perusahaan (misalnya logistik, produksi,  pemeliharaan , pekerjaan kantor, dsb). Sentuhan ergonomi diperlukan dalam manajemen HSE. Sayangnya, ergonomi sering disalah-artikan. Ergonomi mempertimbangkan mahal dan hanya membahas aspek kenyamanan kerja atau bagian kecil dari aspek  kebersihan industri . Padahal, tujuan ergonomi selaras dengan tujuan manajemen HSE untuk menciptakan sistem kerja yang aman, sehat dan bahkan lebih produktif. Dengan ergonomi, sistem kerja dipastikan dirancang dengan memperhatikan variasi pekerja dalam hal kemampuan dan keterbatasan (fisik, psikis, dan sosio-teknis). Semua desain dilakukan dengan  menggunakan desain yang berpusat pada manusia  (HCD), baik pada alat, mesin, tempat kerja, prosedur kerja, sistem informasi dan sistem organisasi.  pasti semua itu akan membawa Manfaat bagi bisnis perusahaan, karena  ergonomis adalah ekonomi . Kenyataan di industri, banyak sekali sistem kerja yang tidak dirancang dengan ergonomi yang harus menjadi perhatian dalam manajemen HSE. Kondisi berikut menunjukkan beberapa indikasi berikut: Sering terjadi  kecelakaan  atau  hampir-kecelakaan Pekerja sering melakukan kesalahan ( human error ) Pekerja mengeluhkan rasa sakit atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan pekerja fisik Posisi kerja yang sering membungkuk dan membantu Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan Komitmen kerja yang rendah Saran rendah pekerja dalam sistem sumbang saran Jika ditaksir demikian ditemui di perusahaan Anda, maka perusahaan Anda perlu evaluasi dan kompatibilitas ergonomi. Manajemen HSE sangat menentukan untuk memulai suatu perubahan di perusahaan (menjadi  juara ) dengan melakukan pemetaan dan mengukur besaran ergonomi yang ada saat ini untuk kemudian disampaikan kepada pimpinan puncak. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Ergonomi untuk Manajemen HSE Unggul ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu menjawab dengan baik konsep prinsip-prinsip ergonomi dan peran persaingan dalam manajemen HSE. Mampu memecahkan semua faktor risiko yang berkaitan dengan ergonomi, serta mampu mengkuantifikasinya. Mampu melakukan penilaian ergonomi ( penilaian ergonomis ) dalam setiap aspek lini operasional perusahaan. Target Peserta Pelatihan Ergonomics for Excellent HSE Management ini ditujukan untuk para: Staf Dan manajer K3L / HSE Perusahaan, termasuk  petugas keamanan  maupun  kebersihan industri. Praktisi K3L. Metode Pelatihan Pelatihan Ergonomi untuk Pengelolaan HSE Management Luar Biasa dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan sarat dengan pembahasan konsep, teknik dan teknik contoh penerapannya dalam praktik. Studi kasus yang dipersiapkan khusus oleh instruktur akan digunakan secara lengkap untuk meningkatkan manfaat workshop ini. Secara lengkap, workshop ini disusun sebagai berikut: Konsep (teori): 40% Latihan / Simulasi: 40% Studi Kasus: 20% Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Ergonomi untuk Manajemen HSE Unggul adalah: Filosofi ergonomi Faktor risiko ergonomi Gangguan muskuloskeletal Evaluasi penanganan material secara manual Evaluasi Lingkungan Fisik kerja Metode-metode  penilaian ergonomi  (Kuisioner Nordic, REBA, QEC, HR-reserved) Fasilitator Yassierli PhD. Pakar Ergonomi yang memiliki latar belakang pendidikan ergonomi dari universitas terkemuka di USA (PhD.) Dan memiliki banyak pengalaman dalam memberikan lokakarya dan layanan konsultasi ergonomi di berbagai perusahaan. Instruktur juga merupakan anggota International Ergonomics Association (IEA).

Environmental Aspect Identification, Impact Assessment and Control

Environmental Aspect Identification, Impact Assessment – Kesadaran dunia usaha untuk memenuhi tuntutan regulasi serta kesepakatan dengan masyarakat disekitarnya, berlangsung semakin baik. Kedua belah pihak juga sudah semakin sadar bahwa hanya dengan melakukan komunikasi secara utuh, maka cita-cita bersama dapat dengan mudah diwujudkan dan hasilnya tetap berkesinambungan.

Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000:2009

Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000:2009 salah satu tujuannya adalah memahami bagaimana struktur organisasi dalam penerapan Enterprise Risk Management (ERM); Manajemen Risiko Perusahaan: ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko. Deskripsi Apakah manajemen risiko perusahaan (ERM)? Mengapa ERM penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini? Bagaimana Anda dapat menggunakan ERM secara efektif baik biaya maupun Manfaatnya di Perusahaan? Workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui workshop ini Anda akan mendapatkan PEMAHAMAN diperbarui dan praktis tentang: Paradigma baru risiko dan manajemen risiko dan arti penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini. Kerangka dan proses Enterprise Risk Management (ERM) dengan standar internasional ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko Target Peserta Pelatihan Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2009 ini ditujukan untuk para: Pimpinan dan staf manajemen risiko Pimpinan dan staf unit-unit operasional Pimpinan dan staf SDM Kontrol Kualitas Tim Audit Internal / SPI Tim Internal ISO Tim budaya perusahaan Tim perencanaan strategik Konsultan manajemen Mahasiswa yang berminat Pemerhati / peminat lainnya Outline Materi Materi Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2009 yang akan disajikan adalah: Perubahan paradigma risiko; Bencana-bencana korporasi: bencana leassons pelajari Struktur organisasi dalam penerapan Enterprise Risk Management (ERM);  Manajemen Risiko Perusahaan: ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko.  Kebijakan ERM, kerangka implementasi dan proses ERM;  Penilaian Risiko – Identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko   Perawatan risiko (teknik-teknik optimisasi, transfer, penolakan, dan reduksi risiko dengan contoh-contoh kasus) berdasarkan pemahaman tentang kerugian yang diharapkan / risiko , kerugian / risiko yang tidak terduga , dan analisis skenario .   Game Menyenangkan Beresiko Facilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Pusat Manajemen Risiko dan Pengambilan Keputusan, anggota Komite Eksekutif pada Asosiasi Manajer Risiko Profesional (PRMIA) Indonesia Chapter ( www.prmia.org ) sebuah organisasi profesional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, AS. Dia Eksekutif pada Ikatan Profesional Risiko Indonesia (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai ahli dalam bidang manajemen risiko, tata kelola perusahaan yang baik dan pengendalian internaldan sejak tahun 2004 dia terus memberikan kontribusi besar kliennya yang diharapkan dari berbagai BUMN atau perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Dia mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Bersertifikat dalam Kontrol Penilaian Diri / CCSA) pada tahun 2007 dari Institute of Internal Auditor (IIA) yang berkedudukan di Florida, AS. Pengalaman dalam penerapan manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kawasan Industri Kaltim, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, Kantor Pusat PLN, BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Indonesia Pos, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Holding Pertamina, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Manajemen Risiko Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Bersertifikat Dalam Kontrol Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditor, Florida, AS.

Training Employee Safety Standard

Latar Belakang Dalam hal Manajemen perusahaan sudah memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan program safety di lingkungan perusahaannya, maka komitmen tersebut sesungguhnya akan berimplikasi pada konsekuensi dan tanggung jawab untuk menyediakan segala peralatan keselamatan yang diperlukan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari masing – masing karyawan di area kerjanya.

Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020

Training Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 mempelajari mengenai fasilitas kepabeanan (Custom Facility), syarat penyerahan Barang Incoterm 2020, mengenai DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional, mengenai international transportation dan hal – hal lain terkait ekspor impor. Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah, pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, dll. Dengan demikian maka banyak peraturan,  prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir & importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. (Ekspor Impor) Palatihan Ekspor  Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).(Ekspor Impor) Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas, kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk, Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor.(Ekspor Impor) Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur & Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur,  Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan,  Pembatasan Ekspor Impor.(Ekspor Impor) OUTLINE MATERI A.   CERTIFICATE OF ORIGIN & FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A (Ekspor Impor) Kreteria Rule of Origin COO (Ekspor Impor) Bentuk dokumen COO & Non Manipulated Certificate (Ekspor Impor) Prosudure Self Certification, Electronic Form D (Ekspor Impor) B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, database lartas.(Ekspor Impor) Lartas post border pada sistem insw.(Ekspor Impor) Alur data pengawasan post border.(Ekspor Impor) System, Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE.(Ekspor Impor) Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan (Ekspor Impor) Pembebasan / Keringanan Bea Masuk (Ekspor Impor) Pengembalian Bea Masuk (Ekspor Impor)  Syarat Penyerahan Barang Incoterm 2020 Pengertian: Fungsi / Manfaat Aplikasi & Panduan Umum yang digunakan dalam Incoterms 2020 Terminologi Incoterms 2020 Latar Belakang, Tujuan Incoterms 2020 Hal-hal yang diatur, yang tidak diatur didalam incoterm 2020 Memahami titik kritis untuk Penjual & Pembeli untuk menentukan dalam menggunakan Incoterms dalam hal COST, RISK dan OBLIGATION Peran & tanggung jawab antara Penjual & Pembeli di dalam incoterms Biaya dibayar Penjual & Pembeli Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms Perbandingan Incoterms 2010 & 2020 Penjabaran Jenis Jenis Incoterm 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU – DELIVERED AT PLACE UNLOADED DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas (Ekspor – Impor) Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas (Ekspor – Impor) Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi, Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat, non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak, gas, construction material, supplier piping oil and gas,  perusahaan amusement mesin

e-Procurement: Aplikasi dan Implementasi

e-Procurement adalah proses pembelian atau pengadaan barang dan jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik memanfaatkan fasilitas teknologi telekomunikasi dan informasi yang meliputi keseluruhan tahapan pembelian, mulai dari; sourcing, order rutin, tender, SRM, dan evaluasi kinerja berbasis website.

Domestic Operation For Retail Banking

Latar Belakang Menanggapi pertumbuhan yang cepat dari bisnis perbankan,maka dasar – dasar  domestic  operation  dari suatu bank perlu  dimiliki bagi  para  pemula, terutama bagi mereka  yang  bertekad untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan  kualitas pelayanannya kepada semua nasabahnya.

Training Distribution Management

Training Distribution Management salah satu tujuannya adalah memahami prinsip dasar sistem distribusi, memahami peran distributor dan harapan dan kebutuhan mereka dalam proses distribusi.  Deskripsi Hubungan kerja sama jangka panjang antara  Kepala Sekolah  dan  Distributor  perlu dibangun dan dikembangkan, yang untuk itu peran Manajer Akun / Eksekutif Akun (yang mewakili Kepala Sekolah) dalam meningkatkan hubungan kerja sama panjang dan profesional perlu ditingkatkan. Peran Account Manager / Eksekutif Akun yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Pemasok masih perlu peningkatan, yang perlu diperlukan program pengembangan pengetahuan & keterampilan yang memerlukan pengembangan Sistem Distribusi, khusus Sistem Pengelolaan Distributor sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pasar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Manajemen Distribusi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Prinsip Dasar Sistem Distribusi.(Distribution Management) Peran Distributor dan Harapan dan Kebutuhan mereka dalam proses distribusi. (Distribution Management) Bagaimana membantu Distributor secara efektif guna mencapai sasaran Perusahaan.(Distribution Management) Bagaimana membangun hubungan kerja yang solid dan jangka panjang dengan Distributor.(Distribution Management) Bagaimana melakukan Tinjauan Kinerja Distributor secara teratur.(Distribution Management) Mengenai hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional.(Distribution Management) Bagaimana membina komunikasi dalam menyampaikan Strategi dan Sasaran Perusahaan kepada Distributor.(Distribution Management) Bagaimana mengatasi dan menyikapi kepentingan, setuju, dan keluhan Distributor.(Distribution Management) Bagaimana membuat Kesepakatan dengan Distributor dalam meningkatkan volume .(Distribution Management) Target Peserta Pelatihan Manajemen Distribusi ini dirancang untuk para: Manajer Akun / Manajer Penjualan Area / Pejabat Akun Area, atau jabatan apa saja, yang  bertanggung jawab  (mewakili Kepala Sekolah) dalam hubungan kemitraan kerja sama dengan Distributor. Metode Pelatihan Pelatihan Manajemen Distribusi dilaksanakan dengan metode: (Distribution Management) Outline Materi Manajemen Distribusi Pelatihan Materi yang akan dibahas adalah: Memperkenalkan  Sistem Penjualan & Distribusi,   serta pengertian dan resolusi dari kata “Distributor” Distributor Peran sebagai ujung tomak menuju pasar ( Rute Menuju Pasar ) Distributor Peran Principal dalam Mengelola ( Manajemen Distributor ) Memahami peran dan tanggung jawab Manajer Akun yang ditugaskan (bertanggung jawab) di Distributor Memahamai harapan Distributor terhadap Perusahaan (Principal) dalam mengembangkan pasar Tantangan-tantangan yang dihadapi Perusahaan yang berasal dari Distributor Bagaimana melakukan Penilaian Kinerja Distributor ( Tinjauan Bisnis ) secara rutin Distributor dan Sistem Penilaian terhadap Kinerja (dengan Kartu Skor) Bagaimana rapat dan rapat diadakan untuk melakukan  Tinjauan Bisnis Daftar Pertanyaan yang digunakan dalam  Rapat Tinjauan Bisnis Bagaimana melakukan follo up hasil  Business Review Meeting, dan  juga Ceck List  yang digunakan Bagaimana hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional Memahami pentingnya Hubungan Kerjasama Yang KUAT (kuat  hubungan ) ANTARA Principal Dan Distributor 3 Tingkat  Kepercayaan  dalam hubungan  dengan Distributor 7 Ketentuan Utama. Hubungan kerja sama jangka panjang dengan Distributor Matriks Hubungan  dalam proses mengembangkan  hubungan  dengan Distributor Bagaimana menentukan Obiectives (Sasaran) Perusahaan, yang harus dicapai bersama-sama Distributor Bagaimana mengatur Sasaran yang SMART Tehnik Presentasi Efektif dalam Mengkomunikasikan Tujuan dan Strategi Perusahaan kepada Distributor Bagaimana melakukan kesepakatan dengan Distributor melalui Negosiasi Efektif (Distribution Management) Kemampuan Berkomunikasi, dalam  Proses Penjualan  kepada Distributor (Distribution Management) Dukungan yang diwajibkan oleh Manajer Akun dalam hubungan dengan Distributor (Distribution Management) Kemungkinan sikap yang diperlihatkan Distributor selama berlangsungnya hubungan kerja sama (Distribution Management) Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop / Notebook Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract

Deskripsi Saat ini, operasional Laboratorium sudah mulai bergeser dari pengelolaan sepenuhnya oleh Perusahaan atau Instansi Pemerintah menuju pengelolaan oleh Penyedia Jasa Teknis Laboratorium. Penyebabnya adalah adanya persaingan bisnis yang sangat ketat dalam dunia usaha atau jasa pelayanan Laboratorium, dimana efisiensi biaya operasional & “on time delivery” memegang peranan penting untuk  memenangkan persaingan. Untuk keperluan ini, pelayanan Jasa Teknis Laboratorium sangat dibutuhkan demi tercapainya target produksi atau pelayanan yang maksimal kepada customer Laboratorium. Jasa Teknis yang dimaksud tidak sekedar menyuplai tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga menyediakan keperluan lain seperti bahan kimia, spare parts, perawatan peralatan, keselamatan kerja, dokumentasi dsb. Untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik dari Penyedia Jasa Teknis Laboratorium, bukanlah hal yang mudah. Strategi & cara yang tepat harus dilakukan mulai dari pembuatan dokumen kontrak Laboratorium, proses tender yang sesuai Peraturan Pemerintah dan monitoring pelaksanaan kontrak. Bila semua itu bisa tercapai maka operasional Laboratorium akan bisa lebih efisien, aman & “on time delivery” kepada customer Laboratorium, walaupun tidak dikelola sepenuhnya oleh Perusahaan atau Instansi Pemerintah. Materi Utama Workshop Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract akan memfokuskan pada 4 materi yang penting : Pembuatan dokumen kontrak & lampiran – lampirannya : peserta akan memiliki kemampuan untuk menyusun dokumen kontrak & lampiran – lampirannya sesuai kebutuhan operasional Laboratorium Persiapan & pelaksanaan proses tender : peserta akan mempunyai pengetahuan tentang strategi untuk persiapan & pelaksanaan proses tender sesuai peraturan pemerintah agar bisa memperoleh penyedia Jasa Teknis Laboratorium yang kompeten Contractor Safety,  Health and Environment Management System (CSMS) : peserta akan mampu membuat sistem manajemen untuk monitoring & perbaikan kinerja Penyedia Jasa untuk aspek keselamatan kerja, kesehatan & lingkungan Evaluasi kinerja pelayanan Penyedia Jasa Teknis Laboratorium : peserta akan bisa menyusun parameter yang benar agar bisa menilai kinerja penyedia jasa teknis Laboratorium dengan akurat & melakukan Quarterly Performance Contract Review Metode Pelatihan Training Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (50%), diskusi (30%) & praktek (20%) yang berhubungan dengan pembuatan kontrak & implementasinya. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract adalah : Filosofi dasar kontrak Jasa Teknis Pelayanan Laboratorium   Benefit kontrak Jasa Teknis Pelayanan Laboratorium  Dokumen kontrak untuk aspek Legal sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Dokumen kontrak untuk aspek teknis   Lampiran – lampiran untuk aspek teknis   Proses tender mulai dari prakualifikasi sampai dengan  formalisasi kontrak  Kriteria untuk penilaian Contractor Safety,  Health and Environment Management System (CSMS)  & tata cara audit CSMS Kriteria evaluasi kinerja penyedia jasa pelayanan jasa teknis Laboratorium & melakukan Quarterly Performance Contract Review (QPCR) Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

Cost Reduction in Purchasing

Deskripsi Banyak cara dilakukan oleh organisasi untuk meningkatkan profit margin, seperti meningkatkan sales, menaikan harga jual, menurunkan biaya overhead, Menurunkan biaya pembelian, dan lain-lain. (Cost Reduction) Menurunkan biaya material tidak hanya bergantung pada harga beli. Ada faktor yang disebut Total Cost Ownership (TCO). TCO seperti gunung es, terlihat dipermukaan indah dengan harga murah, tapi dibalikya ada kegagalan delivery, garansi, dukungan teknis, kualitas yang tidak sesuai harapan.(Cost Reduction) Dalam seminar(Cost Reduction), peserta tidak hanya dibekali konsep dan teori agar biaya pengadaan material bisa turun tetapi peserta juga akan mempraktekan metoda pendukung yang digunakan untuk mendapatkan Total Cost of Ownership yang optimal; seperti teknik pemilihan dan evaluasi supplier yang benar, teknik Negosiasi yang effektif, serta teknik meningkatkan kinerja Supplier.(Cost Reduction) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Cost Reduction in Purchasing ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peran purchasing dalam supply chain Industrial buying behavior: decision making in purchasing Purchasing management process Mengenal dan Mempelajari proses Seleksi dan Evaluasi Supplier secara objective dan efektif Mempelajari dan mempraktekan Ketrampilan Negosiasi (Negotiation Skill) yang bisa memberikan Keuntungan bersama dengan supplier Mempelajari dan mempraktekan Proses Penilaian Kinerja Supplier secara objective Peserta Pelatihan Cost Reduction in Purchasing ini ditujukan untuk para: Program Cost Reduction dirancang untuk Para Manager purchasing, supply chain dan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam suatu perusahaan. (Cost Reduction) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Cost Reduction in Purchasing adalah : Hari 1. (Cost Reduction) Basic Purchasing Processes and Activities Pada hari pertama ini peserta diajak untuk: Peran purchasing dalam supply chain Memahami pembelian material untuk industri (industrial buying behavior) Memahami purchasing management process Mempelajari Total cost ownership  Mempelajari alur proses Seleksi vendor secara akurat, objektif sesuai sasaran perusahaan Mempelajari Risk Management dari Purchasing Mengenal apa yang dimaksud dengan RFP Memahami dan Mengembangkan RFP Menetapkan kriteria yang objective dalam seleksi dan evaluasi vendor Peserta diajak untuk mengembangkan Resiko-resiko dari proses pengadaan barang/jasa serta mengembangkan RFP Hari 2. (Cost Reduction) Seleksi dan Evaluasi Vendor Pada hari kedua peserta diajak untuk: Memahami dan berlatih mengembangkan Ketrampilan Negosiasi untuk mendapatkan Keuntungan Bersama (Win-Win Solution) Mengenal Tips Trik Negosiasi  Memahami metode dalam penilaian performa supplier secara objective Memformulasikan penilaian kinerja Vendor Mengembangkan Sistem Penilaian kinerja Vendor Mempelajari teknik pemeriksaan kualitas produk dengan metoda Acceptance Sampling Plan Peserta diajak untuk mempraktekan teknik Win-Win Negotiation membuat dan mengembangkan form penilaian supplier Fasilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.