Operation Training

Ergonomics for Excellent HSE Management

Ergonomics for Excellent HSE Management salah satu tujuannya adalah mampu menjawab dengan baik konsep prinsip-prinsip ergonomi dan peran persaingan dalam manajemen HSE. Deskripsi Tanpa ergonomi, manajemen HSE tidak cukup . Ungkapan ini telah disampaikan oleh berbagai pakar dan disampaikan HSE ( Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan ) atau K3L. Berbagai masalah HSE sering muncul, mulai dari hampir-sampai-sampai fatal, karena tidak dipertimbangkannya berbagai faktor manusia di berbagai lini operasi perusahaan (misalnya logistik, produksi,  pemeliharaan , pekerjaan kantor, dsb). Sentuhan ergonomi diperlukan dalam manajemen HSE. Sayangnya, ergonomi sering disalah-artikan. Ergonomi mempertimbangkan mahal dan hanya membahas aspek kenyamanan kerja atau bagian kecil dari aspek  kebersihan industri . Padahal, tujuan ergonomi selaras dengan tujuan manajemen HSE untuk menciptakan sistem kerja yang aman, sehat dan bahkan lebih produktif. Dengan ergonomi, sistem kerja dipastikan dirancang dengan memperhatikan variasi pekerja dalam hal kemampuan dan keterbatasan (fisik, psikis, dan sosio-teknis). Semua desain dilakukan dengan  menggunakan desain yang berpusat pada manusia  (HCD), baik pada alat, mesin, tempat kerja, prosedur kerja, sistem informasi dan sistem organisasi.  pasti semua itu akan membawa Manfaat bagi bisnis perusahaan, karena  ergonomis adalah ekonomi . Kenyataan di industri, banyak sekali sistem kerja yang tidak dirancang dengan ergonomi yang harus menjadi perhatian dalam manajemen HSE. Kondisi berikut menunjukkan beberapa indikasi berikut: Sering terjadi  kecelakaan  atau  hampir-kecelakaan Pekerja sering melakukan kesalahan ( human error ) Pekerja mengeluhkan rasa sakit atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan pekerja fisik Posisi kerja yang sering membungkuk dan membantu Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan Komitmen kerja yang rendah Saran rendah pekerja dalam sistem sumbang saran Jika ditaksir demikian ditemui di perusahaan Anda, maka perusahaan Anda perlu evaluasi dan kompatibilitas ergonomi. Manajemen HSE sangat menentukan untuk memulai suatu perubahan di perusahaan (menjadi  juara ) dengan melakukan pemetaan dan mengukur besaran ergonomi yang ada saat ini untuk kemudian disampaikan kepada pimpinan puncak. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Ergonomi untuk Manajemen HSE Unggul ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu menjawab dengan baik konsep prinsip-prinsip ergonomi dan peran persaingan dalam manajemen HSE. Mampu memecahkan semua faktor risiko yang berkaitan dengan ergonomi, serta mampu mengkuantifikasinya. Mampu melakukan penilaian ergonomi ( penilaian ergonomis ) dalam setiap aspek lini operasional perusahaan. Target Peserta Pelatihan Ergonomics for Excellent HSE Management ini ditujukan untuk para: Staf Dan manajer K3L / HSE Perusahaan, termasuk  petugas keamanan  maupun  kebersihan industri. Praktisi K3L. Metode Pelatihan Pelatihan Ergonomi untuk Pengelolaan HSE Management Luar Biasa dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan sarat dengan pembahasan konsep, teknik dan teknik contoh penerapannya dalam praktik. Studi kasus yang dipersiapkan khusus oleh instruktur akan digunakan secara lengkap untuk meningkatkan manfaat workshop ini. Secara lengkap, workshop ini disusun sebagai berikut: Konsep (teori): 40% Latihan / Simulasi: 40% Studi Kasus: 20% Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Ergonomi untuk Manajemen HSE Unggul adalah: Filosofi ergonomi Faktor risiko ergonomi Gangguan muskuloskeletal Evaluasi penanganan material secara manual Evaluasi Lingkungan Fisik kerja Metode-metode  penilaian ergonomi  (Kuisioner Nordic, REBA, QEC, HR-reserved) Fasilitator Yassierli PhD. Pakar Ergonomi yang memiliki latar belakang pendidikan ergonomi dari universitas terkemuka di USA (PhD.) Dan memiliki banyak pengalaman dalam memberikan lokakarya dan layanan konsultasi ergonomi di berbagai perusahaan. Instruktur juga merupakan anggota International Ergonomics Association (IEA).

Environmental Aspect Identification, Impact Assessment and Control

Environmental Aspect Identification, Impact Assessment – Kesadaran dunia usaha untuk memenuhi tuntutan regulasi serta kesepakatan dengan masyarakat disekitarnya, berlangsung semakin baik. Kedua belah pihak juga sudah semakin sadar bahwa hanya dengan melakukan komunikasi secara utuh, maka cita-cita bersama dapat dengan mudah diwujudkan dan hasilnya tetap berkesinambungan.

Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000:2009

Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000:2009 salah satu tujuannya adalah memahami bagaimana struktur organisasi dalam penerapan Enterprise Risk Management (ERM); Manajemen Risiko Perusahaan: ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko. Deskripsi Apakah manajemen risiko perusahaan (ERM)? Mengapa ERM penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini? Bagaimana Anda dapat menggunakan ERM secara efektif baik biaya maupun Manfaatnya di Perusahaan? Workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui workshop ini Anda akan mendapatkan PEMAHAMAN diperbarui dan praktis tentang: Paradigma baru risiko dan manajemen risiko dan arti penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini. Kerangka dan proses Enterprise Risk Management (ERM) dengan standar internasional ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko Target Peserta Pelatihan Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2009 ini ditujukan untuk para: Pimpinan dan staf manajemen risiko Pimpinan dan staf unit-unit operasional Pimpinan dan staf SDM Kontrol Kualitas Tim Audit Internal / SPI Tim Internal ISO Tim budaya perusahaan Tim perencanaan strategik Konsultan manajemen Mahasiswa yang berminat Pemerhati / peminat lainnya Outline Materi Materi Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2009 yang akan disajikan adalah: Perubahan paradigma risiko; Bencana-bencana korporasi: bencana leassons pelajari Struktur organisasi dalam penerapan Enterprise Risk Management (ERM);  Manajemen Risiko Perusahaan: ISO 31000: 2009 Prinsip dan Pedoman Manajemen Risiko.  Kebijakan ERM, kerangka implementasi dan proses ERM;  Penilaian Risiko – Identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko   Perawatan risiko (teknik-teknik optimisasi, transfer, penolakan, dan reduksi risiko dengan contoh-contoh kasus) berdasarkan pemahaman tentang kerugian yang diharapkan / risiko , kerugian / risiko yang tidak terduga , dan analisis skenario .   Game Menyenangkan Beresiko Facilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Pusat Manajemen Risiko dan Pengambilan Keputusan, anggota Komite Eksekutif pada Asosiasi Manajer Risiko Profesional (PRMIA) Indonesia Chapter ( www.prmia.org ) sebuah organisasi profesional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, AS. Dia Eksekutif pada Ikatan Profesional Risiko Indonesia (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai ahli dalam bidang manajemen risiko, tata kelola perusahaan yang baik dan pengendalian internaldan sejak tahun 2004 dia terus memberikan kontribusi besar kliennya yang diharapkan dari berbagai BUMN atau perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Dia mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Bersertifikat dalam Kontrol Penilaian Diri / CCSA) pada tahun 2007 dari Institute of Internal Auditor (IIA) yang berkedudukan di Florida, AS. Pengalaman dalam penerapan manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kawasan Industri Kaltim, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, Kantor Pusat PLN, BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Indonesia Pos, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Holding Pertamina, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Manajemen Risiko Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Bersertifikat Dalam Kontrol Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditor, Florida, AS.

Training Employee Safety Standard

Latar Belakang Dalam hal Manajemen perusahaan sudah memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan program safety di lingkungan perusahaannya, maka komitmen tersebut sesungguhnya akan berimplikasi pada konsekuensi dan tanggung jawab untuk menyediakan segala peralatan keselamatan yang diperlukan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari masing – masing karyawan di area kerjanya.

Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020

Training Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 mempelajari mengenai fasilitas kepabeanan (Custom Facility), syarat penyerahan Barang Incoterm 2020, mengenai DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional, mengenai international transportation dan hal – hal lain terkait ekspor impor. Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah, pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, dll. Dengan demikian maka banyak peraturan,  prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir & importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. (Ekspor Impor) Palatihan Ekspor  Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).(Ekspor Impor) Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas, kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk, Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor.(Ekspor Impor) Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur & Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur,  Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan,  Pembatasan Ekspor Impor.(Ekspor Impor) OUTLINE MATERI A.   CERTIFICATE OF ORIGIN & FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A (Ekspor Impor) Kreteria Rule of Origin COO (Ekspor Impor) Bentuk dokumen COO & Non Manipulated Certificate (Ekspor Impor) Prosudure Self Certification, Electronic Form D (Ekspor Impor) B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, database lartas.(Ekspor Impor) Lartas post border pada sistem insw.(Ekspor Impor) Alur data pengawasan post border.(Ekspor Impor) System, Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE.(Ekspor Impor) Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan (Ekspor Impor) Pembebasan / Keringanan Bea Masuk (Ekspor Impor) Pengembalian Bea Masuk (Ekspor Impor)  Syarat Penyerahan Barang Incoterm 2020 Pengertian: Fungsi / Manfaat Aplikasi & Panduan Umum yang digunakan dalam Incoterms 2020 Terminologi Incoterms 2020 Latar Belakang, Tujuan Incoterms 2020 Hal-hal yang diatur, yang tidak diatur didalam incoterm 2020 Memahami titik kritis untuk Penjual & Pembeli untuk menentukan dalam menggunakan Incoterms dalam hal COST, RISK dan OBLIGATION Peran & tanggung jawab antara Penjual & Pembeli di dalam incoterms Biaya dibayar Penjual & Pembeli Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms Perbandingan Incoterms 2010 & 2020 Penjabaran Jenis Jenis Incoterm 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU – DELIVERED AT PLACE UNLOADED DDP – DELIVERED DUTY PAID Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas (Ekspor – Impor) Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas (Ekspor – Impor) Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi, Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat, non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak, gas, construction material, supplier piping oil and gas,  perusahaan amusement mesin

e-Procurement: Aplikasi dan Implementasi

e-Procurement adalah proses pembelian atau pengadaan barang dan jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik memanfaatkan fasilitas teknologi telekomunikasi dan informasi yang meliputi keseluruhan tahapan pembelian, mulai dari; sourcing, order rutin, tender, SRM, dan evaluasi kinerja berbasis website.

Domestic Operation For Retail Banking

Latar Belakang Menanggapi pertumbuhan yang cepat dari bisnis perbankan,maka dasar – dasar  domestic  operation  dari suatu bank perlu  dimiliki bagi  para  pemula, terutama bagi mereka  yang  bertekad untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan  kualitas pelayanannya kepada semua nasabahnya.

Training Distribution Management

Training Distribution Management salah satu tujuannya adalah memahami prinsip dasar sistem distribusi, memahami peran distributor dan harapan dan kebutuhan mereka dalam proses distribusi.  Deskripsi Hubungan kerja sama jangka panjang antara  Kepala Sekolah  dan  Distributor  perlu dibangun dan dikembangkan, yang untuk itu peran Manajer Akun / Eksekutif Akun (yang mewakili Kepala Sekolah) dalam meningkatkan hubungan kerja sama panjang dan profesional perlu ditingkatkan. Peran Account Manager / Eksekutif Akun yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Pemasok masih perlu peningkatan, yang perlu diperlukan program pengembangan pengetahuan & keterampilan yang memerlukan pengembangan Sistem Distribusi, khusus Sistem Pengelolaan Distributor sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pasar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Manajemen Distribusi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Prinsip Dasar Sistem Distribusi.(Distribution Management) Peran Distributor dan Harapan dan Kebutuhan mereka dalam proses distribusi. (Distribution Management) Bagaimana membantu Distributor secara efektif guna mencapai sasaran Perusahaan.(Distribution Management) Bagaimana membangun hubungan kerja yang solid dan jangka panjang dengan Distributor.(Distribution Management) Bagaimana melakukan Tinjauan Kinerja Distributor secara teratur.(Distribution Management) Mengenai hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional.(Distribution Management) Bagaimana membina komunikasi dalam menyampaikan Strategi dan Sasaran Perusahaan kepada Distributor.(Distribution Management) Bagaimana mengatasi dan menyikapi kepentingan, setuju, dan keluhan Distributor.(Distribution Management) Bagaimana membuat Kesepakatan dengan Distributor dalam meningkatkan volume .(Distribution Management) Target Peserta Pelatihan Manajemen Distribusi ini dirancang untuk para: Manajer Akun / Manajer Penjualan Area / Pejabat Akun Area, atau jabatan apa saja, yang  bertanggung jawab  (mewakili Kepala Sekolah) dalam hubungan kemitraan kerja sama dengan Distributor. Metode Pelatihan Pelatihan Manajemen Distribusi dilaksanakan dengan metode: (Distribution Management) Outline Materi Manajemen Distribusi Pelatihan Materi yang akan dibahas adalah: Memperkenalkan  Sistem Penjualan & Distribusi,   serta pengertian dan resolusi dari kata “Distributor” Distributor Peran sebagai ujung tomak menuju pasar ( Rute Menuju Pasar ) Distributor Peran Principal dalam Mengelola ( Manajemen Distributor ) Memahami peran dan tanggung jawab Manajer Akun yang ditugaskan (bertanggung jawab) di Distributor Memahamai harapan Distributor terhadap Perusahaan (Principal) dalam mengembangkan pasar Tantangan-tantangan yang dihadapi Perusahaan yang berasal dari Distributor Bagaimana melakukan Penilaian Kinerja Distributor ( Tinjauan Bisnis ) secara rutin Distributor dan Sistem Penilaian terhadap Kinerja (dengan Kartu Skor) Bagaimana rapat dan rapat diadakan untuk melakukan  Tinjauan Bisnis Daftar Pertanyaan yang digunakan dalam  Rapat Tinjauan Bisnis Bagaimana melakukan follo up hasil  Business Review Meeting, dan  juga Ceck List  yang digunakan Bagaimana hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional Memahami pentingnya Hubungan Kerjasama Yang KUAT (kuat  hubungan ) ANTARA Principal Dan Distributor 3 Tingkat  Kepercayaan  dalam hubungan  dengan Distributor 7 Ketentuan Utama. Hubungan kerja sama jangka panjang dengan Distributor Matriks Hubungan  dalam proses mengembangkan  hubungan  dengan Distributor Bagaimana menentukan Obiectives (Sasaran) Perusahaan, yang harus dicapai bersama-sama Distributor Bagaimana mengatur Sasaran yang SMART Tehnik Presentasi Efektif dalam Mengkomunikasikan Tujuan dan Strategi Perusahaan kepada Distributor Bagaimana melakukan kesepakatan dengan Distributor melalui Negosiasi Efektif (Distribution Management) Kemampuan Berkomunikasi, dalam  Proses Penjualan  kepada Distributor (Distribution Management) Dukungan yang diwajibkan oleh Manajer Akun dalam hubungan dengan Distributor (Distribution Management) Kemungkinan sikap yang diperlihatkan Distributor selama berlangsungnya hubungan kerja sama (Distribution Management) Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop / Notebook Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract

Deskripsi Saat ini, operasional Laboratorium sudah mulai bergeser dari pengelolaan sepenuhnya oleh Perusahaan atau Instansi Pemerintah menuju pengelolaan oleh Penyedia Jasa Teknis Laboratorium. Penyebabnya adalah adanya persaingan bisnis yang sangat ketat dalam dunia usaha atau jasa pelayanan Laboratorium, dimana efisiensi biaya operasional & “on time delivery” memegang peranan penting untuk  memenangkan persaingan. Untuk keperluan ini, pelayanan Jasa Teknis Laboratorium sangat dibutuhkan demi tercapainya target produksi atau pelayanan yang maksimal kepada customer Laboratorium. Jasa Teknis yang dimaksud tidak sekedar menyuplai tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga menyediakan keperluan lain seperti bahan kimia, spare parts, perawatan peralatan, keselamatan kerja, dokumentasi dsb. Untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik dari Penyedia Jasa Teknis Laboratorium, bukanlah hal yang mudah. Strategi & cara yang tepat harus dilakukan mulai dari pembuatan dokumen kontrak Laboratorium, proses tender yang sesuai Peraturan Pemerintah dan monitoring pelaksanaan kontrak. Bila semua itu bisa tercapai maka operasional Laboratorium akan bisa lebih efisien, aman & “on time delivery” kepada customer Laboratorium, walaupun tidak dikelola sepenuhnya oleh Perusahaan atau Instansi Pemerintah. Materi Utama Workshop Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract akan memfokuskan pada 4 materi yang penting : Pembuatan dokumen kontrak & lampiran – lampirannya : peserta akan memiliki kemampuan untuk menyusun dokumen kontrak & lampiran – lampirannya sesuai kebutuhan operasional Laboratorium Persiapan & pelaksanaan proses tender : peserta akan mempunyai pengetahuan tentang strategi untuk persiapan & pelaksanaan proses tender sesuai peraturan pemerintah agar bisa memperoleh penyedia Jasa Teknis Laboratorium yang kompeten Contractor Safety,  Health and Environment Management System (CSMS) : peserta akan mampu membuat sistem manajemen untuk monitoring & perbaikan kinerja Penyedia Jasa untuk aspek keselamatan kerja, kesehatan & lingkungan Evaluasi kinerja pelayanan Penyedia Jasa Teknis Laboratorium : peserta akan bisa menyusun parameter yang benar agar bisa menilai kinerja penyedia jasa teknis Laboratorium dengan akurat & melakukan Quarterly Performance Contract Review Metode Pelatihan Training Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (50%), diskusi (30%) & praktek (20%) yang berhubungan dengan pembuatan kontrak & implementasinya. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract adalah : Filosofi dasar kontrak Jasa Teknis Pelayanan Laboratorium   Benefit kontrak Jasa Teknis Pelayanan Laboratorium  Dokumen kontrak untuk aspek Legal sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Dokumen kontrak untuk aspek teknis   Lampiran – lampiran untuk aspek teknis   Proses tender mulai dari prakualifikasi sampai dengan  formalisasi kontrak  Kriteria untuk penilaian Contractor Safety,  Health and Environment Management System (CSMS)  & tata cara audit CSMS Kriteria evaluasi kinerja penyedia jasa pelayanan jasa teknis Laboratorium & melakukan Quarterly Performance Contract Review (QPCR) Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

Cost Reduction in Purchasing

Deskripsi Banyak cara dilakukan oleh organisasi untuk meningkatkan profit margin, seperti meningkatkan sales, menaikan harga jual, menurunkan biaya overhead, Menurunkan biaya pembelian, dan lain-lain. (Cost Reduction) Menurunkan biaya material tidak hanya bergantung pada harga beli. Ada faktor yang disebut Total Cost Ownership (TCO). TCO seperti gunung es, terlihat dipermukaan indah dengan harga murah, tapi dibalikya ada kegagalan delivery, garansi, dukungan teknis, kualitas yang tidak sesuai harapan.(Cost Reduction) Dalam seminar(Cost Reduction), peserta tidak hanya dibekali konsep dan teori agar biaya pengadaan material bisa turun tetapi peserta juga akan mempraktekan metoda pendukung yang digunakan untuk mendapatkan Total Cost of Ownership yang optimal; seperti teknik pemilihan dan evaluasi supplier yang benar, teknik Negosiasi yang effektif, serta teknik meningkatkan kinerja Supplier.(Cost Reduction) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Cost Reduction in Purchasing ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peran purchasing dalam supply chain Industrial buying behavior: decision making in purchasing Purchasing management process Mengenal dan Mempelajari proses Seleksi dan Evaluasi Supplier secara objective dan efektif Mempelajari dan mempraktekan Ketrampilan Negosiasi (Negotiation Skill) yang bisa memberikan Keuntungan bersama dengan supplier Mempelajari dan mempraktekan Proses Penilaian Kinerja Supplier secara objective Peserta Pelatihan Cost Reduction in Purchasing ini ditujukan untuk para: Program Cost Reduction dirancang untuk Para Manager purchasing, supply chain dan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam suatu perusahaan. (Cost Reduction) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Cost Reduction in Purchasing adalah : Hari 1. (Cost Reduction) Basic Purchasing Processes and Activities Pada hari pertama ini peserta diajak untuk: Peran purchasing dalam supply chain Memahami pembelian material untuk industri (industrial buying behavior) Memahami purchasing management process Mempelajari Total cost ownership  Mempelajari alur proses Seleksi vendor secara akurat, objektif sesuai sasaran perusahaan Mempelajari Risk Management dari Purchasing Mengenal apa yang dimaksud dengan RFP Memahami dan Mengembangkan RFP Menetapkan kriteria yang objective dalam seleksi dan evaluasi vendor Peserta diajak untuk mengembangkan Resiko-resiko dari proses pengadaan barang/jasa serta mengembangkan RFP Hari 2. (Cost Reduction) Seleksi dan Evaluasi Vendor Pada hari kedua peserta diajak untuk: Memahami dan berlatih mengembangkan Ketrampilan Negosiasi untuk mendapatkan Keuntungan Bersama (Win-Win Solution) Mengenal Tips Trik Negosiasi  Memahami metode dalam penilaian performa supplier secara objective Memformulasikan penilaian kinerja Vendor Mengembangkan Sistem Penilaian kinerja Vendor Mempelajari teknik pemeriksaan kualitas produk dengan metoda Acceptance Sampling Plan Peserta diajak untuk mempraktekan teknik Win-Win Negotiation membuat dan mengembangkan form penilaian supplier Fasilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

Contractor Safety Management System (CSMS)

Contractor Safety Management System (CSMS) salah satu tujuannya adalah memahami dasar dasar contractor safety management system, memahami struktur dan procedure CSMS Deskripsi Jumlah kecelakaan kerja di industri sebagian besar terjadi pada pekerja kontraktor di bandingkan dengan pegawai tetap pada perusahaan induknya. Hal ini tentu tidak bisa di biarkan terus menerus terjadi, karena walau bagaimanapun safety performance pada perusahaan kontraktor akan berakibat juga kepada safety performance di perusahaan induknya. (CSMS) Ujung dari penyebab kecelakaan adalah lack of system yang tidak bisa sepenuhnya di bebankan kepada perusahaan kontraktor saja. Di samping memang keterbatasan SDM dan biaya pada kontraktor, keterbatasan pemahaman tentang cara membangun SMK3 menjadi problem utama dari kontraktor apalagi kontraktor yang masih terbilang kelas menengah ke bawah. (CSMS) Dengan semakin terbukanya system outsourcing, perusahaan besar lebih banyak memberikan pekerjaannya kepada para kontrator dan kadang sistem pembentukan CSMS yang masih terbilang lemah. Secara ideal di mulai dari proses seleksi di purchasing, CSMS sudah harus menjadi tolok ukur seleksi. Kemudian di lanjutkan oleh bagian HSE yang harus sudah mempersiapkan sistem evaluasi dan pelaksanaan HSE system bagi kontraktor sehingga kecelakaan bisa di tekan sekecil mungkin. Juga bagi users yang berhubungan langsung dengan para kontraktor harus bisa ikut membangun safety management pada diri kontraktor. (CSMS) Training ini membahas dari ke dua sisi, baik sebagai kontraktor bagaimana cara mempersiapkan diri dalam hal safety management system kepada perusahaan induk. Juga membahas dari sisi perusahaan induk yang terdiri dari pihak purchasing sebagai proses seleksi awal kontraktor, pihak HSE dan pihak user yang bekerja sama di lapangan dan melakukan evaluasi system. Menarik untuk di ikuti bagi semua lini kontraktor yang akan masuk ke perusahaan besar dunia, juga bagi perusahaan besar yang ingin mendevelop para kontraktor dalam hal safety management system sehingga bisa lebih maju. (CSMS) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Contractor Safety Management System (CSMS) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami dasar dasar contractor safety management system (CSMS) Memahami struktur dan procedure CSMS Mengetahui tata cara membangun CSMS Memahami CSMS  dalam proses seleksi kontraktor Memahami pelaksanaan CSMS di lapangan Evaluasi safety performance dari kontraktor Target Peserta Pelatihan Contractor Safety Management System (CSMS) ini ditujukan untuk para: Kontraktor yang bekerja untuk perusahaan induk, HSE yang menangani kontraktor, purchasing yang menseleksi kontraktor, maintenance / users yang berhubungan dengan kontraktor. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Contractor Safety Management System (CSMS) adalah : Pengenalan contractor safety management system (CSMS) Pengenalan safety management system Struktur dari CSMS meliputi proses kualifikasi dan pelaksanaan Proses qualifikasi yang terdiri dari risk assessment, pre qualification dan selection Pelaksanaan CSMS di lapangan CSMS pre job activities CSMS work in progress CSMS evaluation Check list yang mendukung CSMS Contoh contoh CSMS Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

CDM (Clean Development Mechanism)

Pelatihan CDM (Clean Development Mechanism) mempelajari bagaimana prinsip dasar Kyoto Protocol dan Global Warming, bagaimana prinsip dasarnya, bagaimana evaluasi project industri untuk mendapatkan peluang insentive CDM, Prosedural untuk program CDM, bagaimana cara membuat PIN (Project Idea Note) langkah awal program CDM dan hal – hal lain terkait CDM. Deskripsi Pelaku industri di Indonesia semakin di buka peluang untuk ikut berpartisipasi di dalam issue global warming melalui program CDM (Clean Development Mechanism). Berawal dari kesepakatan Kyoto Protocol bahwa sebanyak 55 negara maju di dunia sepakat untuk menurunkan GHG (Green House Gases) atau gas rumah kaca sebesar 5% dari tahun 1990 dahulu. Salah satu cara yang di pergunakan adalah melalui program CDM di negara berkembang termasuk di Indonesia. Banyak industri di Indonesia yang mempunyai peluang besar, misalnya pembangkit listrik, tambang, industri manufacture, industri penerbangan, perkebunan, peternakan, dll dapat menjalankan program CDM ini misalnya dengan mengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memasang anaerobic system di dalam pengolahan limbah, program energy saving dll.. Dari project tersebut PBB lewat badan UNFCCC akan memberikan CER (Certified Emission Reduction) kepada pelaku industri yang di hargai setara dengan sejumlah berat CO2 yang bisa di turunkan. 1 CER = 1 ton CO2 berharga sekitar 5 – 50 USD. Kondisi saat ini, penurunan GHG dan proyek CDM adalah langkah yang paling baik ditempuh untuk menurunkan biaya operasi dengan cara-cara yang lebih hemat, terukur dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyak pelaku industri yang sebetulnya sudah dan sedang melakukan aktifitas ini, tetapi karena tidak memahami prosedur claim CDM, maka kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar bisa terbuang percuma. Training dikemas dengan menarik dengan menghadirkan nara sumber yang sudah berpengalaman dalam dunia industri, mempersiapkan PIN (project idea note) dan mempunyai relasi yang luas terhadap international CDM consultant. Peserta Penanggung jawab produksi, Manajer Lingkungan, Manajer pembangkit listrik, Manajer konversi energi, Pengelolah sampah perkotaan, Manajer facility Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan CDM (Clean Development Mechanism) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan tentang CDM (Clean Development Mechanism) Peserta bisa mengevaluasi peluang CDM di masing-masing industri Cara mendapatkan insentive dari progam CDM Feasibility study sebuah project CDM Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik CDM (Clean Development Mechanism) adalah : Prinsip dasar Kyoto Protocol dan Global Warming Prinsip dasar CDM (Clean Development Mechanism) Evaluasi project industri untuk mendapatkan peluang insentive CDM Prosedural untuk program CDM Membuat PIN (Project Idea Note) langkah awal program CDM PIN untuk fuel switching PIN untuk anaerobic system WWT Contoh PDD (project design document) Beberapa konsultan CDM Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA

Deskripsi Sebentar lagi kita akan menghadapi MEA. Salah satu cara untuk siap berkompetisi di tengah persaingan ketat adalah dengan standarisasi proses. SOP akan membakukan standarisasi kerja agar tidak terjadi variasi prosedur sehingga menjamin kesamaan tindakan. SOP juga menjadi alat komunikasi antara pelaksana & pengawas, sehingga tidak lempar tanggung jawab. Selain itu SOP dapat dipakai sebagai alat training,  bisa dipergunakan untuk mengukur kinerja karyawan . Ujungnya akan  memotivasi karyawan.  Jangan lupa bahwa SOP juga merupakan alat organisasi dalam meningkatkan produktivitas,  menjamin mutu layanan ,sebagai tool untuk melakukan continuous improvement . Kelak  dapat meregistrasi SOP dimaksud ke lembaga resmi nasional maupun internasional (ISO 9001:2008) untuk mendapatkan Sertifikat Mutu / Quality. (Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA) Di training Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA peserta akan dibekali ketrampilan praktis – cepat – banyak prakteknya, agar pulang langsung bisa diaplikasikan. (Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA) Target Peserta Pelatihan Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA ini ditujukan untuk para: Para Leader, Manager, Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik, mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif & cepatMETODE PELATIHAN Metode Pelatihan Training Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA dilaksanakan dengan metode: 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan selalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif,  studi kasus. Pelatihan Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga diberikan konsultasi gratis setelah workshop (via video call). Metoda kami sangat praktis, tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Cara Cepat Menyusun SOP Berbasis PDCA adalah : Dasar Standarisasi prosedur. Dimanakah posisinya di PDCA ? Mana yang harus diutamakan ? Urgent vs Important . Jenis-jenis SOP: flowchart – gambar – narasi. Ada yang lain Yang harus ada dalam SOP Memetakan process flow didepartemen HRD Penyusun SOP Hambatan dalam penerapan SOP Hubungan SOP dengan Balanced Scorecard. Dimana posisinya? Mengintegrasikan SOP dengan KPI. Beda SOP dan Instruksi Kerja Contoh contoh SOP Testimoni To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi, manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard, Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania),  Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dll. Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis & pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Training Business Process Improvements

Deskripsi Untuk meningkatkan profit, maka proses bisnis harus dibuat lebih efisien & efektif. Dengan memahami keseluruhan proses, akan dapat mempermudah melakukan perbaikan. Organisasi yang telah memiliki peta proses dapat menggunakanya sebagai acuan dalam mencari akar masalah, meningkatkan mutu produk/jasa, menyusun KPI, menulis SOP, membuat Job analysis dll. Perbaikan proses bisnis ini akan mengikuti praktek bisnis yang telah diimplementasikan di grup Astra. Ikuti training business process improvement ini agar anda bisa mengefisienkan business process sehingga pada akhirnya bisa mengurangi biaya/cost. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Business Process Improvements ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Proses yang adalah kegiatan yang merubah masukan menjadi keluaran seringkali tidak tergambar dengan baik (BPM) di organisasi (perusahaan), sehingga pekerja (professionals) kurang memahami keseluruhan proses yang ada pada organisasi (perusahaan). Padahal dengan memahami keseluruhan proses dapat meningkatan rasa memiliki proses-proses tersebut. Manfaat lain dengan memahami keseluruhan proses adalah mempermudah melakukan perbaikan melalui process-based corrective and preventive actions. Organisasi yang telah memiliki Peta Proses rinci dapat menggunakannya sebagai acuan dalam. Mencari akar masalah Meningkatkan mutu produk/jasa Menetapkan Key Peroformance Indicator Menulis SOP Membuat Job Profile dan masih banyak yang lain Pelatihan Business Process Improvements memperlengkapi peserta dengan ketrampilan, pemahaman akan proses, manfaat proses, process management, business process management (systems), memperbaiki proses, merekasaya ulang proses yang tidak efektif. Sasaran Pelatihan Pelatihan Business Process Improvements menggunakan beberapa referensi antara lain: Pengalaman Fasilitator ketika terlibat dalam Pembentukan BPM dan SOP di PT Star Motors Indonesia (Distributor Mercedes Benz) Pengalaman Fasilitator ketika menyususun SOP di Siemens Lightings Pengalaman mengajar SOP di Indosat, Berca Hardayaperkasa, Telesindo, Bank UOB Indonesia, TEAC Indonesia, Energizer Indonesia, KPK, BPK, LAPAN, Bridgestone Engineeering dan beberapa perusahaan menengah. Pengalaman mengajar untuk Tempo Komunitas (Jakarta dan Denpasar) Outline Materi Materi Training Business Process Improvements yang akan dibahas adalah Definition and concepts Systems, Process, Procedures Process Analysis Process parameters Process design and reengineering Developing process parameters Component and Structure of processes Process-based SOP, Process-based Job Desc and Process-based OrganiCharts Balance Scorecards for Process Standards Key skills, role and responsibility in implementing BPM Process implementation and reviews Tambahan pembahasan (bila diperlukan) Filosofi, difinisi proses bisnis, prosedur, instruksi kerja SOP & hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000 Teknik penulisan efektif, format, elemen SOP Tingkat perincian SOP (Who Does What) Proses,Flowchartng Latihan membuat urutan aktivitas dalam flowchart Peran SOP Dalam Perbaikan Proses Bisnis, Standarisasi Aktivitas Kerja & Kesuksesan Inisiatif Strategis Organisasi. Beragam inisiatif perbaikan proses bisnis (six sigma, kaizen, business process engineering,  toyota way) implikasinya bagi SOP developer. Uraian tahapan kerja penerapan SOP, bagaimana membuat rencana kerja. Dimulai dengan memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari high level hingga turunannya, guna membedakan proses utama (core process), proses pendukung (support process), selanjutnya mengidentifikasi critical business process, sebagai dasar pembuatan KPI, SLA dan SLG, serta monitoring toolsnya (menggunakan control chart, monitoring model ala GE). Tehnik change management guna mendapat dukungan seluruh tim, didasarkan pada studi kasus penerapan six sigma. Latihan,  Contoh Kasus Dalam Pengembangan, Pembuatan SOP (SOP IT) Service Level Guarantee atau kontrak antar department/ bagian untuk menjamin kualitas critical process dengan segala konsekuensinya. Kiat Mempercepat Implementasi SOP Baru: Mekanisme Sosialisasi, Pembudayaan Pengukuran dan Manajemen Visual. Metode change management yang umum digunakan, serta beragam studi kasus dalam implementasinya, meliputi mekanisme sosialisasi, pembudayaan pengukuran ala siklus PDCA,  beragam contoh manajemen visual serta video yang relevan, untuk memahami cara-cara yang lebih efektif agar penerapan SOP diperusahaan lebih maksimal. Buku Managing Business Process Flows, Ravi Anupindi dan Rekan Business Process Mapping (Guidebook) oleh J. Mike Jacka Business Process Mapping (Workbook) olhe J. Mike Jacka Facilitator Ady A Subagya Fasilitator adalah seorang konsultan, trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens, Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha Graha, Indosat, LAPAN, Yamaha Indonesia, Tobu Indonesia, Kiriu Indonesia, Subur, beberapa perusahaan lainnya

Build In Quality

Build In Quality salah satu tujuannya adalah memahami konsep Built in Quality, membangun  Quality Awareness. Deskripsi Tuntutan pelanggan terhadap kualitas semakin hari semakin tinggi, beberapa cara dilakukan oleh perusahaan bahkan beberapa diantaranya melakukan langkah yang  membuat harga produk semakin mahal  dan tidak lagi kompetitif. Tingginya cost of quality diakibatkan oleh pola pikir bahwa quality menjadi tanggung jawab bagian kuality kontrol. Membangun kualitas pada proses merupakan langkah yang efektif dan lebih murah dibandingkan dengan melakukan inspeksi dan repair setelah produk dibuat. Pola pikir membangun kualitas padasumbernya merupakan penerapan dari “Build In Quality” dengan cara melakukan hal yang benar sejak awal “making the product right from the first time”. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Build In Quality ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep Built in Quality Membangun  Quality Awareness Mampu menerapkan teknik Built in Quality di area kerja   Mampu mengembangkan teknik Built in Quality Target Peserta Pelatihan Build In Quality ini ditujukan untuk para: Manager, Supervisor, Leader manufacturing Metode Pelatihan Training Build In Quality dilaksanakan dengan metode: Lecture, Discussion, Simulation, Video Presentation, Case Study Duration Satu Hari (08:00 – 16:30) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Build In Quality adalah : Konsep Built in Quality Fundamentals  Built in Quality 5S Kaizen (PDCA) Standarisasi  Pilar Built in Quality Jidoka (“A Culture of Stopping Process to Fix Problems”)  : Andon (Visual Control) Poka Yoke Leaders Roles dalam Built in Quality Action Plan Facilitator Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA. Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Basic Hydraulic System for Heavy Equipment

Basic Hydraulic system training merupakan program training yang ditujukan kepada Trainee Mechanic & Field Mechanic untuk membekali keahlian,  pengetahuan dalam sistim hidrolik alat berat. Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu: Menjelaskan nama, letak, fungsi komponen utama sistim hidrolik Menjelaskan aliran oli pada sistim pilot, sistim utama, sistim sensing Melakukan perbaikan pada kerusakan sederhana Metode Pelatihan Training Basic Hydraulic System for Heavy Equipment dilaksanakan dengan metode: Teori diruangan kelas maksimum 80%, praktek dilapangan minimum 20%. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Basic Hydraulic System for Heavy Equipment adalah : Pengenalan konsep dasar sistim hidrolik Komponen utama sistim hidrolik Tipe, konfigurasi pompa hidrolik Tipe, konfigurasi motor hidrolik Membaca aliran oli melalui skematik diagram hidrolik Metode pencarian masalah sederhana, langkah perbaikannya Prosedur-prosedur keselamatan kerja Fasilitator Deny Krestiono Memulai karier di bidang alat berat dari Sept 1997, dimulai dari logistic selama 8 tahun, menjadi trainer untuk heavy equipment maintenance management selama 6 tahun di PT Trakindo Utama, terjun di dunia marketing untuk undercarriage, GET, Engine parts selama 1 tahun, mempunyai pengalaman di beberapa site tambang batuan (emas dan nikel), tambang batu bara di 8 site di kalimantan. mempunyai sertifikat untuk mengajar dari local maupun international.

Autonomous Maintenance

Tujuan utama dari Autonomous Maintenance adalah pendeteksian secara dini  ketidaknormalan yang terjadi pada suatu mesin industri sehingga kerusakan mesin dapat dicegah. Deskripsi Autonomous Maintenance merupakan salah satu pilar dari 8 pilar yang terdapat pada Total Productive Maintenance (TPM). Mengapa demikian, karena kerusakan mesin bukan terjadi secara tiba-tiba tetapi terjadi secara graduation atau bertahap dari kerusakan kecil-kecil yang bersinergi membentuk kerusakan yang besar, sampai akhirnya membuat break down mesin. Autonomous Maitenance atau disebut dengan Perawatan Mandiri dirancang untuk melibatkan operator mesin tidak hanya bekerja sebagai operator mesin saja tetapi juga melakukan aktivitas perawatan mesin secara sederhana (cleaning, lubrication, checking, dll). Dengan diterapkannya Autonomous Maintenance maka departemen maintenance dapat lebih fokus, berkonsentrasi pada masalah preventive maintenance serta peningkatan productivitas mesin, pengontrolan biaya maintenance. Setelah mengikuti training ini diharapkan operator mesin mempunyai paradigma bahwa kinerja mesin tidak hanya ditentukan oleh departemen maintenance saja tetapi juga ditentukan oleh operator mesin itu sendiri. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Autonomous Maintenance adalah : 1.   Konsep Dasar Total Productive Maintenance (TPM) 2.   Filososi & Tujuan Autonomous Maitenance 3.   Sasaran Autonomous Maintenance 4.   Kunci Keberhasilan Autonomous Maintenance 5.   Aktifitas 5S sebagai dasar penerapan Autonomous Maintenance 6.   7 langkah penerapan Autonomous Maintenance Pembersihan awal Pencegahan sumber kontaminasi Standar pembersihan, lubrikasi Inspeksi menyeluruh Standar Perawatan Mandiri Process Quality Assurance Supervisi Mandiri 7.   Peran management dalam penerapan Autonomus Maintenance Metode Pelatihan Training Autonomous Maintenance dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 2 hari (14 jam) Peserta Pelatihan Autonomous Maintenance ini ditujukan untuk para: Operator Mesin, Foreman Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Kepala Bagian / Kepala Seksi Maintenance / Engineering dll. Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance & Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan, saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari, mengetrapkan Konsep TPM, Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan, kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali, diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Audit Manufacture Company

Definisi umum dari audit adalah suatu perbuatan untuk melakukan evaluasi, pada organisasi, orang, sistem, proses, proyek perusahaan, atau produk, dan sering merujuk pada audit di bidang akuntansi, audit internal dan audit pemerintah, namun konsep serupa juga terdapat dalam manajemen proyek, manajemen mutu, manajemen air, dan konservasi energy.

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO mempelajari mengenai persyaratan – persyaratan RSPO & ISPO, pengenalan peraturan dan perundang-undangan terkait RSPO & ISPO, mengenai dasar dasar audit, perencanaan audit, pelaksanaan audit, dan hal – hal lain terkait RSPO & ISPO. Deskripsi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan standar global untuk perkebunan kelapa sawit untuk menunjukkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan. (RSPO & ISPO) Penerapan RSPO &  ISPO terus-menerus diawasi oleh banyak pihak baik pemerintah, LSM maupun pers. Audit internal merupakan salah satu langkah yang perlu diambil agar penerapannya berjalan baik.(RSPO & ISPO) Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini berusaha membimbing perusahaan untuk memenuhi kewajiban penerapan RSPO & ISPO sesuai dengan peraturan yang berlaku. Audit internal memastikan penerapan kedua sistem tersebut dijalankan dengan baik. Lihat juga topik lain terkait tema ini, Pelatihan Integrasi RSPO & ISPO. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Audit RSPO & ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Memahami Dasar audit Memahami perencanaan audit, Memahami pelaksanaan audit, Memahami tindak lanjut audit, Sasaran Pelatihan Dari Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah: Peserta mempertimbangkan RSPO & ISPO Partisipasi metoda dan tahapan Audit Internal RSPO & ISPO Target Peserta Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO ini ditujukan untuk para: Peserta terdiri dari Direktur / pimpinan Perusahaan, Manajer Umum / Manajer Senior, Manajer, Para Supervisor atau wakil setiap fungsi / bagian / proses bisnis yang ada. Metode Pelatihan Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO dilaksanakan dengan metode: Bahan penyampaian Diskusi Contoh Penerapan Workshop / simulasi Outline Materi Materi Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO yang akan disajikan adalah: Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Peraturan Terkait Perijinan Peraturan Terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan Terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 Dasar Dasar Audit Pengertian audit Isitlah istilah dalam Audit Prinsip Audit Tahapan Audit Prosedur audit Perencanaan audit Audit Program Penyusunan Pembentukan tim Uraian tugas auditor Penyusunan daftar periksa / cheklist Penyusunan Rencana audit Studi kasus perencanaan audit Pelaksanaan audit Tahapan audit Audit teknik Teknik wawancara Teknik Pemeriksaan data / dokumen Teknik Pemeriksaan lapangan Teknik Pengamatan kegiatan Teknik Pengujian Penulisan Hasil audit Studi kasus Tindak Lanjut Audit Penulisan Tindakan Koreksi Penulisan Laporan Audit Pelaksanaan tindakan revisi Pemantauan hasil Tindakan Koreksi Verifikasi hasil Tindakan Koreksi Hasil reaksi koreksi Studi kasus Tes Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan peserta terhadap Audit Internal RSPO & ISPO memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur berbagai pengetahuan peserta, di mana dapat menjadi bahan pembahasan selama pelatihan Diberikan soal terdiri 10 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penelusuran) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO yang telah disampaikan dan tingkat pencapaian hasil pelatihan Diberikan soal terdiri dari 20 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Agenda Pelatihan dilakukan selama dua (2) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut:   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan dan Tes awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar Audit Internal 09.00 – 10.00 Perencanaan Audit Internal 10.00 -10.15 Istirahat 10.15 – 11.00 Perencanaan Audit Internal 11.00 – 12.00 Persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.15 Pengenalan Peraturan perundangan terkait RSPO & ISPO 15.15 – 15.30 Istirahat 15.30 – 16.30 Simulasi Workshop Perencanaan Audit Hari kedua 08.15 – 08.30 Ulas hari pertama Dan Tes hari kedua 08.30 – 09.00 Pelaksanaan Audit Internal 09.00 – 10.00 Pelaksanaan Audit Internal 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15 – 11.00 Simulasi Workshop Pelaksaan Audit 11.00 – 12.00 Simulasi Workshop Implement Audit 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Tindak Lanjut Audit Lingkungan Internal 14.00 – 15.15 Simulasi Workshop Audit Tindak Lanjut 15.15 – 15.30 Istirahat 15.30 – 16.00 Simulasi Workshop Audit Tindak Lanjut 16.00 – 16.30 Tes akhir peserta pelatihan Testimoni “Materi bagus, mudah dimengerti” “Sangat baik & Lebih dari Ekspektasi” “Penyampaian materi mudah dipahami” “Sangat baik dalam pengiriman materi cukup banyak studi kasus dilapangan” “Sudah memenuhi standar” “Trainer sangat fleksibel dan komunikatif” Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai pelatih dan konsultan memiliki berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan / Lembaga. Perusahaan yang telah menjadi pelatih sebanyak 80 perusahaan. Sebagai Konsultan yang sudah diselesaikan 70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit atas nama Lembaga Sertifikasi BMTRADA, Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland Internasional, Aliansi Hutan Hujan Smartwood, Sistem Manajemen BSI (Verificator SOP RSPO). Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International, dan PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan Manajemen Aset Karbon Internasional Kutub Selatan AG Swizerland, dalam proyek Crabon Perdagangan REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan: PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya Nusantara (Pam Oil dan CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Kelapa Sawit dan CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT Kalimantan Sawit Abadi, (Grup Citra Borneo Indah),, PT Sawit Sumbermas sarana, (Grup Citra Borneo Indah), PT Mitra Mendawai Sejati, (Grup Citra Borneo Indah), PT Sawit Multi Utama, (Grup Citra Borneo Indah), PT Tanjung Sawit abadi. (Grup Citra Borneo Indah), PKS Sulung (Grup Citra Borneo Indah), PKS Suayap (Grup Citra Borneo Indah), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak),