Sales & Marketing Training

Training Effective Telemarketing

Training Effective Telemarketing salah satunya adalah meningkatkan ketrampilan telemarketer yang profesional dengan penerapan teknik, kiat, dan praktek role-play keadaan yang sesunggunguhnya dan spesifik untuk industri property. Deskripsi Telemarketing adalah aktivitas yang tidak semudah seperti apa yang terlihat. Telemarketing terkait dengan berbicara dengan seseorang melalui tilpon yang anda tidak ketahui serta mencoba meyakinkan mereka untuk membeli suatu produk, pelayanan, atau menjadi anggota dari sesuatu yang ditawarkan. Berbagai kesempatan, telemarketers gagal karena mereka tidak mengetahui pekerjaan dengan baik. Tujuan Pelatihan Melalui Training Effective Telemarketing ini diharapkan: Meningkatkan ketrampilan telemarketer yang profesional dengan penerapan teknik, kiat, dan praktek role-play keadaan yang sesunggunguhnya dan spesifik untuk industri property. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective Telemarketing ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Determination of potential client needs Understanding the selling process Talking the customer’s language Avoiding common sales mistakes Maximizing effectiveness of customer interaction Target Peserta Training Effective Telemarketing ini ditujukan untuk para: Telesales – Telemarketers – Sales Managers – Sales Reps – Sales Team leaders Metode Pelatihan Training Effective Telemarketing dilaksanakan dengan metode: Lecture yang interaktif dan partisipatif; Diskusi kelompok; Studi Kasus; Role-play; Pembahasan Insight Pragmatis dan  “what will work” Disampaikan oleh Master Trainer yang berpengalaman dalam sales &marketing Outline Materi Materi Training Effective Telemarketing yang akan dibahas adalah : Bagian 1 – Communication Skills  Spoken communication Improving the effectiveness of communication Structure of communication Questioning techniques Listening Skills Passive Listening Active listening Reflective Listening Telephone Etiquette Ways to make a Good First Impression Effective Call Handling Key Phases of an Outbound/Inbound Call Hold Procedure Dead Air Using the Right Tone of Voice Tips for Good Telephone Etiquette Forbidden Phrases Non-Verbal Communication Using non-verbal encouragement over the telephone Tips on body language over the telephone Bagian 2 – Selling Skills How to be prepared The importance of personal planning The difference between telephone sales, telemarketing and telephone research The importance of the first 15 seconds Good times, bad times, unexpected times – which is best? Key words and phrases Structuring the call Getting past the gate-keeper Positive reinforcement Establishing needs Building a case Overcoming objections Listening – the forgotten art How to recognise buying signals Tracking the decision maker Closing techniques Dealing with different kinds of customers Angry customers Talkative customers Gatekeepers Customers who are not interested Customers who are pressed for time Durasi Dua Hari Pelatihan Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Effective Selling & Process for S & D Salesman

sell

Training Effective Selling & Process for S & D Salesman mempelajari mengenai bagaimana pengertian istilah dalam sales & distribusi, bagaimana peran, serta tugas & tanggung jawab utama Salesman, bagaimana penampilan Salesman dan hubungannya dengan proses menjual dan hal lainnya terkait Effective Selling & Process for S & D Salesman. Diperoleh kenyataan bahwa masih ada Salesman yang belum benar-benar menyadari akan fungsi dan perannya sebagai Pengembang Pasar (Market Developer), yang bertanggung jawab meningkatkan penjualan dari waktu ke waktu, baik secara Vertical maupun secara Horizontal. (Effective Selling) Kurangnya kemampuan Salesman dalam Komunikasi, atau usaha mempengaruhi Customer agar bersedia membeli dan menambah stok dari waktu ke waktu, yang tercermin dari cara melakukan penawaran dengan “Bertanya” bukan “Menyarankan”. (Effective Selling) Kunjungan ke outlet dilakukan dengan tanpa Rencana Kunjungan (Call Plan) yang matang, dan tidak ada Key Indicator dan Standard yang jelas yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan menjual.(Effective Selling)

Training Effective Marketing Management

Training Effective Marketing Management adalah training yang membahas bagaimana pentingnya service bagi marketing, menganalisis mengenai kondisi service saat ini, bagaimana untuk fokus dan kesinambungan bagi pelanggan, dan bagaiamana peranan brand dalam pemasaran (Emotional Branding) Deskripsi Pelatihan Training Effective Marketing Management mengetengahkan pembahasan penerapan konsep Customer Experienced Marketing dan Emotional Branding selain pendekatan marketing management umum. Secara umum tujuan pelatihan ini adalah mengetahui fenomena baru dalam strategi marketing; memahami peran brand dan Emotional Branding; memahami  konsep Customer Experienced Marketing dan penerapannya dalam organisasi; mengetahui dan menerapkan konsep dan teknik marketing management; memahami pentingnya cara melakukan dan menyampaikan pesan pemasaran sesuai dengan marketing delivery value; memahami kondisi pelayanan yang saat ini dijalankan dan solusi perbaikan yang diperlukan organisasi; serta mengenal fokus dan kesinambungan dalam melakukan pelayanan. Metode Pelatihan Pelatihan Effective Marketing Management akan dilengkapi dengan, individual presentation dan feedback, diskusi kelompok, dan studi kasus. Outline Materi Marketing Management tentang Delivery Value Pentingnya Service bagi Marketing Diskusi kelompok dan Presentasi: Analysis Kondisi Service Saat ini Fokus dan Kesinambungan bagi Pelanggan merupakan fenomena baru dalam pemasaran Peranan Brand dalam Pemasaran (Emotional Branding) Diskusi Kelompok: Penyusunan Rencana Penerapan Customer Experienced Program Strategic Issues dalam Experiential Marketing Faktor yang Berpengaruh dalam Experiential Organization Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Developing Sales Lending Skill

Sales Lending Skill training is a training program designed for staff working for lending area in financial institutions.  They can be from consumer and corporate division such as Account Officer, Business Development, and Relationship Manager.

Customer Service in Credit Union

Deskripsi Customer service hakikatnya mempelajari berbagai teknik yang berkaitan dengan tatacara penanganan nasabah yang baik. Dalam hubungan interaksi bisnis ini, perlakuan kita terhadap nasabah menjadi hal yang sangat penting dalam membangun dan memelihara kelangsungan bisnis yang berkelanjutan. Termasuk menjamin kepercayaan dan kepuasan nasabah. Terlebih dalam koperasi kredit, dimana nasabah kita adalah pemilik dari usaha itu sendiri, sehingga perlakuan dan pelayanan terhadap mereka sangat penting untuk diperhatikan. Ketidakmampuan kita dalam melakukan pelayanan yang baik, seringkali menjadi salah satu hambatan dalam membesarkan koperasi kredit. Pendekatan psikologis yang kurang, komunikasi yang tidak interaktif, ketidakpuasan pelayanan adalah suatu pencitraan yang sering terjadi. Hal ini tentu harus segera dirubah, sehingga pelayanan dalam koperasi kredit tidak boleh kalah jauh dari pelayanan keuangan pada lembaga keuangan lainnya, seperti perbankan misalnya. Credit Union ( Koperasi Kredit ) sebagai entitas bisnis tidak bisa mengandalkan ikatan bisnis sekedar ikatan keanggotaan semata, tetapi harus memikirkan pelayanan yang baik dengan harapan nasabah terpuaskan, karena hakikat bisnis itu sendiri adalah pemenuhan pelayanan pada nasabah. Hal ini sangat relevan dengan apa yang pernah disampaikan oleh Peter F. Drucker, seorang pakar dan praktisi manajemen yang menyatakan bahwa ” The purpose of any business is to create customer ”. Jadi di sini mengandung pengertian bahwa tujuan dari setiap aktivitas bisnis adalah menciptakan nasabah. Nasabah akan tercipta dan berkembang dengan baik, jika kita bisa memahami karakteristik nasabah dan terampil dalam memberikan pelayanan yang prima. Terlebih paradigma pelayanan saat ini telah bergeser dari Customer Satisfaction ke Customer Loyalty sesungguhnya menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelayanan terhadap seluruh elemen bisnis yang terkait dengan koperasi kredit. Jadi penekanan dalam hal ini adalah bahwa Customer Service tidak sekedar pemenuhan menyangkut pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu adalah keterampilan dalam menerapkannya. Pemahaman aspek pelayanan bukan hanya kewajiban pengelola, khususnya kasir semata, tetapi juga Pengurus dan Pengawas, karena satu sama lain hakikatnya selalu berinteraksi dengan pihak lain. “ The next process is our customer “, adalah sebuah jargon dalam standar mutu yang erat hubungannya dalam operasional koperasi kredit. Namun penekanan dalam hal ini tentunya diprioritaskan pada Pengelola, baik Manager, kasir atau staf pengelola lainnya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Customer Service in Credit Union ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu memahami aspek – aspek yang penting dalam melakukan pelayanan yang baik terhadap nasabah koperasi kredit, dan terampil dalam menerapkannya dalam praktik operasional sehari – hari. Mampu menerapkan interaksi yang baik antar seluruh elemen yang terlibat dalam koperasi kredit, sehingga satu sama lain bisa solid dan menjadi satu kesatuan kepengurusan koperasi kredit yang solid. Metode Pelatihan Training Customer Service in Credit Union dilaksanakan dengan metode: -Ceramah umum -Tanya jawab -Hand on / praktik Outline Materi Materi Training Effective Telemarketing yang akan dibahas adalah : Bagian 1 – Communication Skills  Spoken communication Improving the effectiveness of communication Structure of communication Questioning techniques Listening Skills Passive Listening Active listening Reflective Listening Telephone Etiquette Ways to make a Good First Impression Effective Call Handling Key Phases of an Outbound/Inbound Call Hold Procedure Dead Air Using the Right Tone of Voice Tips for Good Telephone Etiquette Forbidden Phrases Non-Verbal Communication Using non-verbal encouragement over the telephone Tips on body language over the telephone Bagian 2 – Selling Skills How to be prepared The importance of personal planning The difference between telephone sales, telemarketing and telephone research The importance of the first 15 seconds Good times, bad times, unexpected times – which is best? Key words and phrases Structuring the call Getting past the gate-keeper Positive reinforcement Establishing needs Building a case Overcoming objections Listening – the forgotten art How to recognise buying signals Tracking the decision maker Closing techniques Dealing with different kinds of customers Angry customers Talkative customers Gatekeepers Customers who are not interested Customers who are pressed for time Durasi Dua Hari Pelatihan Facilitator DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT Adalah praktisi SDM di sebuah BUMN dan akademisi di bidang pemberdayaan manusia dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Pendidikan formal yang telah ditempuhnya diantaranya Politeknik Mekanik Swiss ITB, Manajemen perdagangan International, Teknik dan Manajemen Industri, Manajemen SDM, dan juga Business Intelligent di University Aix Marseille France menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan pengembangan SDM. Beliau telah memberikan banyak pelatihan di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Malaysia dan Hongkong.

Customer Relationship Management

Customer Relationship Management (CRM) salah satu tujuannya adalah mempelajari, proses perencanaan strategi CRM. Deskripsi Pada era pengetahuan marketing mulai berkembang, memberikan pelayanan yang baik merupakan bagian dari selling dan distribution. Di era itu service excellence merupakan tambahan untuk mendukung penjualan dan distribusi berjalan lebih baik. Dalam dua dekade terakhir terbukti bahwa cara pemasaran konvensional ketinggalan banyak aspek. Kini servicing ditegaskan sebagai ilmu yang harus dipraktekan sebagai Customer Relationship Management. CRM bukan sekadar memberikan pelayanan terbaik, melainkan pengelolaan hubungan dengan customer dan seluruh stakeholders perusahaan. Service Excellence vs CRM Pada era pengetahuan Marketing mulai berkembang, memberikan pelayanan yang baik merupakan bagian dari selling & distribution. Di era itu servicing merupakan tambahan atau melengkapi, men-support agar penjualan, distribusi berjalan “lebih” baik. Pengetahuan itu bermula hanya diserahkan pada individu pelaksana sales & distribusi. Kemudian hari baru dijadikan suatu ilmu, berkembang agar perusahaan terutama yang menjual jasa memperhatikan service excellence. Dalam  dua dekade terakhir terbukti bahwa cara pemasaran konvensional ketinggalan banyak aspects, dengan formulasi konsep IMC; servicing ditegaskan sebagai ilmu yang harus dipraktekan sebagai Customer Relationship Management (CRM). Jelas dari sebutannya CRM bukan sekedar mengetahui, memberikan pelayanan atau servicing, lebih dari itu konsepnya adalah relationship management, yaitu pengelolaan hubungan (baik) dengan customer, pelanggan, nasabah, atau mitra dagang (B2B). Bahkan seharusnya lebih melebar lagi, dengan seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan perusahaan terkait. Selama ini jika Bpk/Ibu seorang pengusaha, apakah sudah mengetahui konsep CRM (Customer Relationship Management); yang ternyata lebih luas dari pada Customer Service? Dalam mempraktekkan pelayanan istimewa demi suksesnya usaha yang dijalankan, mendekati model manakah yang dipraktekan? Ataukah ada model yang sederhana dan terbukti sudah dijalankan yang memberi hasil baik? Bagi customer/pelanggan juga mitra dagang B2B: apa yang anda tuntut atau harapkan pelayanan/service yang lebih baik dari partner bisnis atau tempat mendapatkan barang & jasa bagi saudara? Tujuan Pelatihan Mempelajari, proses perencanaan strategi CRM (Customer Relationship Management); memaknai, menganalisa keperluan perusahaan ataupun pencapaian selama ini dengan demikian lebih memahami untuk melaksanakan dalam tugas-tugas yang perlu dijalankan oleh setiap divisi. Tentu saja yang paling perlu agar memahami CRM sungguh-sungguh adalah mereka yang langsung berhubungan dengan pelanggan, calon pelanggan, namun manajer senior tiap divisi atau bagian dalam industri jasa juga industri penghasil end-product perlu memahaminya, karena Customer Relationship Management tujuan akhirnya untuk revenue outcome & keberlanjutan usaha masa depan. Outline Materi peserta: proses perencanaan strategi CRM (Customer Relationship Management). Mendalami Customer Relationship Management sebagai Perceived Service Quality Model, yang sentra-nya pada pembentukan Corporate Image atau pembentukan Reputasi Perusahaan melalui IMC yang lebih banyak digerakan oleh Brand Activation. Pencapaiaan Reputation and Credibility, yang mutlak menjadi keharusan dalam usaha logistic, distributor, perbankan, asurasi atau bidang jasa lainnya. Model lain adalah Model Service Profit Chain yang merupakan model dengan pemikiran dinamis yang bersentra pada Profitability menuju Revenue Growth. Menjadi pertanyaan: apakah manajemen di bidang jasa yang Bpk/Ibu kelola telah menjalankan ini, serupa? Serupa tapi tak sama? Marilah kita bahas dalam diskusi ilmiah-praktis dalam pelatihan Customer Relationship Management. Kemudian ada Service Management System. Model ini  terdiri dari 5 (lima) pokok bahasan: Market Segment dan Target Group (sejalan dengan konsep IMC) Servicing Concept; menitik beratkan pada keunggulan pelayanan Service Delivery System Image Building Corporate Culture and Philosophy Background Dibahas pula Leadership Model, yang bertumpu pada pengorganisasian kepemimpinan CRM demi pencapaian Business Results. CRM (Customer Relationship Management): Tactics for change Sekilas mengenai CRM (Customer Relationship Management)New Digital Devices (Software) Rapt-up – Kilas balik yang telah dipelajari & diperoleh Metode Pelatihan Presentasi Power Point, Video Interaktif: mengutamakan pembahasan studi kasus Pembahasan, analisis apa yang telah terjadi, apa yang ingin ditingkatkan di perusahaan peserta Mengupayakan problem solving & membawa hasil Mereka yang Perlu Hadir Manajer, tim divisi CRM (Customer Relationship Management)/Pelayanan Pimpinan pucuk/Direksi Manajer Senior tiap divisi Manajer dan supervisor semua jajaran Corporate Secretary (bagi perusahaan Tbk); juga front-liners Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si Ludwig Suparmo. Pelaku manajemen praktis, bekerja 56 tahun di berbagai industri Multi National Companies, perusahaan nasional terkenal. Sambil bekerja menyelesaikan pendidikan Sarjana FISIP jurusan Adminstrasi Niaga, menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi dengan cum laud ketika berumur 60 tahun. Di undang oleh berbagai perusahaan/instansi pemerintah membagi ilmu, pengalaman antara lain: Bank Indonesia Jawa Tengah, BPK Jawa Tengah, PELNI, dan beberapa instansi lain. Menjadi Lead Trainer di Value Consult Training & People Development, memberikan pelatihan yang diikuti oleh jajaran pimpinan, senior maupun junior managers perusahaan BUMN dan Swata. Tiga kali dalam 4 tahun memberikan pelatihan, simulasi komunikasi dalam Manjemen Krisis untuk perusahaan Fortune 500 yang memiliki 3 pabrik di DKI dan Jawa Barat. Memberikan presentasi sebagai dosen tamu beberapa kali di FISIP Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Univ. BINUS  dan London School of Public Relations. Mantan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi, Jakarta. Menulis beberapa penelitian kualitatif untuk berbagai Jurnal, termasuk Jurnal LIPI dan On-line Journal Pax Humana (UKSW). Buku Akademik  & Popular Science yang diterbitkan: Aspek  Ilmu Komunikasi dalam Public Relations (2011), Manajemen Krisis (2011), Manajemen Krisis, Isu, dan Risiko (2018), Manajemen Agar Tidak Stres (2018). Dalam proses editing buku Bunga Rampai Pengembangan Karakter – Acuan bagi Program Pemerintah Meningkatkan Kualitas SDM Bangsa (segera terbit di tahun 2019). Spesialisasi memberi pelatihan/seminar/workshop dalam Pengetahuan Praktis Ilmiah:  CSR/Community Development, Corporate Branding, Integrated Marketing Communication,  Crisis, Issues and Risks Management, Panic & Stress Management, Conflict Management, Compliance Management, Millenneal Generation Management,  dan facilitator: Business English.

Customer Interaction & Telephone Courtesy

Pelatihan Customer Interaction & Telephone Courtesy  adalah training yang akan mempelajari mengenai  data statistik tentang pengaruh kepuasan pelanggan terhadap perkembangan perusahaan, bagaimana membentuk paradigma melayani, pengertian kepuasan pelanggan, apa sifat dan ciri- ciri Customer Service, bagaimana cara tehnik interaksi dan komunikasi dengan pelanggan pada saat memberi pelayanan, bagaimana cara tehnik menangani keluhan pelanggan, bagaimana sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon, seperti apa tata cara menerima telepon, tata cara mengambil, menyampaikan, dan menindaklanjuti pesan, bagaimana cara  menangani keluhan pelanggan melalui telepon. Definisi Mempertahankan pelanggan yang telah ada jauh lebih mahal dari pada mencari pelanggan baru.  Implementasi keyakinan tersebut di dalam suatu Perusahaan banyak ditentukan oleh keberhasilan ujung tombak Perusahaan, yaitu para front liners dalam memberi pelayanan kepada para pelanggan serta mengatasi complaint mereka, demi terciptanya kesetiaan pelanggan. Seminar ini akan memberikan sudut pandang yang tepat pada para front liners mengenai arti pentingnya pelanggan sehingga mereka lebih termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaiknya serta memahami tips-tips praktis untuk melakukannya.  Seminar diberikan oleh trainer yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dalam service industri di dunia pariwisata. (Customer Interaction & Telephone Courtesy) Sasaran Pelatihan Setelah selesai mengikuti program ini para peserta akan memiliki : Kesadaran bahwa setiap mereka berbicara di telepon, mereka mewakili perusahaan di mana mereka bekerja, dan akan memberi warna tentang mutu pelayanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggannya. (Customer Interaction & Telephone Courtesy) Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menangani panggilan telepon, baik sebagai penerima panggilan, maupun yang melakukan panggilan dengan menerapkan tata cara baku yang berlaku secara global.      (Customer Interaction & Telephone Courtesy) Outline Materi 1.   Data statistik tentang pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap perkembangan Perusahaan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 2.   Bagaimana membentuk paradigma melayani.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 3.   Pengertian kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) 4.   Sifat dan ciri- ciri Customer Service.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 5.   Mengenal harapan pelanggan (Customer Expectation) 6.   Sumber daya yang berorientasi kepada pelayanan pelanggan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 7.   Hubungan faktor Manusia dan Sistem & Prosedur Kerja dalam proses memberi pelayanan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 8.   Peran aspek manusia dalam peran meningkatkan mutu pelayanan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 9.   Tehnik interaksi dan komunikasi dengan pelanggan pada saat memberi pelayanan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 10. Tehnik menangani keluhan pelanggan.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 11. Tata cara menggunakan handset .(Customer Interaction & Telephone Courtesy) Kesiapan diri dalam menangani panggilan telepon  (Customer Interaction & Telephone Courtesy) Sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) 12. Tata cara menerima telepon .(Customer Interaction & Telephone Courtesy) Menerima di direct line langsung dari luar Menerima di telp milik sendiri, dari dalam dan dari luar Menerima di telp milik Bagian/Dept. dari luar dan dari dalam Menerima telp milik dan untuk orang lain Menerima telp untuk atasan 13. Tata cara menanyakan identitas penelepon (nama & no telp). (Customer Interaction & Telephone Courtesy) Jika penelepon ingin berbicara dengan anda Jika penelepon ingin berbicara dengan bos anda Tata cara menyampaikan jika bos atau teman anda tidak di tempat Tata cara menanyakan keperluan penelepon : Jika penelepon perlu dengan anda Jika penelepon perlu dengan bos anda 14. Tata cara mengambil, menyampaikan, dan menindaklanjuti pesan 15. Tata cara menyambung panggilan telepon : Telepon yang nyasar ke nomor anda Penelepon yg tidak tahu kepada siapa ia harus bicara Penelepon yang minta disambungkan ke nomor tertentu 16. Tata cara menghentikan sejenak pembicaraan telepon 17. Tata cara mengakhiri pembicaraan telepon : Jika anda sebagai penelepon Jika anda sebagai penerima telepon 18. Tata cara melakukan panggilan telepon Kepada teman, pihak lain (yang selevel), atau bawahan Kepada orang yang dihargai atau atasan 19. Sikap menelepon yang berorientasi pada pelayanan pelanggan 20. Menangani keluhan pelanggan melalui telepon Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook.(Customer Interaction & Telephone Courtesy) Facilitator Mr. Agus Gunawan Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Mr. Agus Gunawan telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Mr. Agus Gunawan telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, PRESENTATION SKILLS, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi. 20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi. Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang management Teknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir. Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar. 20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Customer Focus Selling Skills

Customer-Focus-Selling-Skills

Training Customer Focus Selling Skills mempelajari bagaimana kondisi dan tantangan pasar, bagaimana membangun faktor daya saing, bagaimana membuat kekuatan referensi,  bagaimana merencanakan penjualan, bagaiamana mengantisipasi kebutuhan pelanggan, dan hal – hal lainnya terkait dengan Customer Focus Selling Skills. Deskripsi Pelatihan Customer Focus Selling Skills ini difokuskan kepada bagaimana memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga sangat cocok untuk staf penjualan yang bergerak dalam bidang penjualan jasa, barang yang sulit dan kompleks, kontrak tender, ataupun barang/jasa yang bernilai tinggi. (Customer Focus Selling Skills) Pelatihan Customer Focus Selling Skills dimaksudkan agar peserta mempunyai pemahaman dan ketrampilan mengenai Professional Selling Skills; memahami langkah-langkah teknis, konsep, sikap, dan perilaku yang dituntut dalam bidang penjualan; memperluas pengetahuan mengenai lingkungan penjualan dan pemasaran; dan dilengkapi dengan teknik membimbing dan menjadi mentor untuk sales persons junior ataupun yang baru. (Customer Focus Selling Skills) Outline Materi 1: Roles Of Salespersons Market Conditions and Challenges; Building Competitiveness Factors; The Selling Challenges; The Role of Salesperson; The Persuasive  Selling Process; 2: Prospecting And Contacting The Prospecting Funnel; The Power of Referrals; Qualification and Sales Strategy; Initial Contact; Introduction Letter; Initial Contact: Phone Call; Cold Calling; Choosing Methods of Contact; Tips for Telephone Appointment. 3: Planning The Sales Planning the Sales; Anticipating the Customer’s Needs; Qualifying the Sales; Developing Relationship with prospect. Gathering Information; The Information Gathering “Funnel”; Group Discussion: Preparing Product Benefit Individual Presentation And Feedback Each participant  will be asked to presents the benefits of each products using OHP and or LCD presentation tools. Instructor and the participants will give their opinion and feedbacks.(Customer Focus Selling Skills) 4: Presenting Solution And Closing The Sales Presenting Solution; Deciding on the Value-added Solution; Checking for Viable Solution; Developing the Presentation Strategy; Written Proposals; Gaining Customer’s Commitment (Closing the Sales); Buying Signals; Action – Keeping the Commitments; 5: Working With Obstacles And Handling Complaints Working with Obstacles; Customer Obstacles; Types of Obstacles; Dealing with Obstacles; Tips in Handling Complaints 6: Coaching And Mentoring Introduction to coaching; What is coaching, counseling, and mentoring; How to determine if coaching is needed; Coaching model; Feedback exercise; performance feedback tips; Steps for conducting formal observation; Coaching response exercise; Review of handling difficult employees; Effective mentoring techniques Individual Role-Play: Gathering Information And Selling Techniques. Individual Role-Play: Dealing With Obstacles And Handling Complaints. Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Training Constructing Business Plan and Feasibility Study

Training Constructing Business Plan and Feasibility Study salah satu tujuannya adalah untuk mengenal bisnis plan yang baik dan benar mempelajari  Business Model Canvas. Deskripsi Latar Belakang. Mengapa banyak bisnis baru yang berguguran? Mengapa banyak feasibility study yang tidak akurat? Jawabannya adalah karena kebanyakan Business Plan tidak direncanakan dengan matang. Lagipula seharusnya Feasiblity Study berperan penting sebagai agen intelijen yang memutuskan go/not go. Karenanya ikuti workshop ini agar memberikan pencerahan bagaimana membuat perencanaan bisnis yang sukses dan telah teruji di group besar seperti Astra dan Triputra . Ingat: gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Outline Materi 1. Mengenal bisnis plan yang baik dan benar 2. Mulailah dengan Business Model Canvas 3. Feasibility Studi: Analisa Makro-Industri-Core Competence 4. Analisa produk dan keinginan konsumen 5. Analisa keuangan: Source of revenue dan Source of Income. 6. Analisa Tim Manajemen. 7. Proyeksi Sales dan Marketing. 8. Teknik Presentasi yang efektif ke eksekutif. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Training Business Development and Marketing Strategy

Training Business Development and Marketing Strategy mempelajari mengenai pengertian sales & marketing & Business Development, bagaimana strateginya  Sales & Marketing & Business Development, bagaimana business intelijen, mengenai ekspansi business, dan hal – hal lainnya terkait Training Business Development and Marketing Strategy. Deskripsi Pengembangan Bisnis sebagian besar terlihat sebagai sejumlah teknik pada perusahaan yang tumbuh namun berbeda pada kenyataannya adalah tentang pemasaran yang bersifat tradisional. Marketing Strategy adalah proses yang memungkinkan organisasi untuk memusatkan sumber daya untuk meningkatkan penjualan dan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Marketing Strategy mencakup kegiatan dasar dan jangka panjang di bidang pemasaran  berhubungan dengan strategi analisa awal dan perumusan perusahaan, evaluasi dan pemilihan strategi yang berorientasi pada pasar sebagai kontribusi pada tujuan perusahaan. Marketing Strategy berfungsi sebagai fondasi dasar dari rencana pemasaran  dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mencapai tujuan pemasaran. Pada umumnya, Marketing Strategy dikembangkan sebagai rencana multi-years, dengan merinci tindakan khusus, harus dicapai pada tahun berjalan. Dimana Marketing Strategy perlu mengambil pandangan jangka panjang,  nilai pelanggan yang kuat dalam membantu untuk mensimulasikan efek dari strategi akuisisi, pendapatan per pelanggan. Marketing Strategy melibatkan pemindaian secara cermat terhadap lingkungan internal & eksternal, dimana lingkungan internal meliputi pembauran pemasaran,  model pembauran pemasaran, ditambah strategis analisa kinerja, kendalanya, sementara faktor lingkungan eksternal mencakup analisis pelanggan, analisis pesaing, analisis target pasar, serta evaluasi dari setiap elemen dari teknologi, ekonomi, budaya, lingkungan politik/hukum  akan berdampak pada keberhasilan yang merupakan komponen kunci dari strategi pemasaran. Setelah scanning lingkungan secara menyeluruh, maka rencana strategis dapat dibangun untuk mengidentifikasi bisnis alternatif, menetapkan tujuan, menentukan tujuan pembauran untuk pemasaran yang optimal dan implementasi secara detail. Harga untuk produk atau jasa mencakup tiga cara utama untuk meningkatkan keuntungan, yaitu : Memotong biaya atau menjual lebih banyak, Menemukan lebih banyak keuntungan dengan strategi harga yang lebih baik, Mengadopsi strategi harga yang lebih baik, namun bukan merupakan pilihan utama untuk menjadi layak. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga: Efek Referensi Harga – sensitivitas harga pembeli untuk produk tertentu mengakibatkan harga produk relatif tinggi. Efek Perbandingan – pembeli kurang sensitif terhadap harga yang diketahui atau akan melakukan pembandingan saat mengalami kesulitan mendapatkan produk Efek Switching – pembeli kurang sensitif terhadap harga saat memilih produk alternatif. Efek Kualitas – pembeli kurang sensitif untuk harga  lebih tinggi,  dengan isyarat minimal untuk kualitas. Efek Pengeluaran – pembeli lebih sensitif ketika pengeluaran rekening lebih  besar dari anggaran yang tersedia Efek Benefit – hubungan antara pembelian dengan secara manfaat keseluruhan, dibagi menjadi dua bagian: (1) Permintaan; (2) Harga Efek Bersama – kurang peka terhadap harga yang harus dibayar Efek Keadilan – pembeli lebih sensitif terhadap harga produk ketika harga berada di luar jangkauan Efek Framing – pembeli akan sensitif ketika mereka melihat harga sebagai kerugian daripada keuntungan yang hilang. Business Development (Pengembangan Usaha) Business Development adalah merupakan suatu tugas & proses yang menyangkut persiapan analisis peluang pertumbuhan potensial, dukungan, pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi,  implementasi peluang pertumbuhan. Gambaran Ringkas Business Development and Marketing Strategy Keahlian dan pengalaman untuk Business Development (tergantung pada kebutuhan bisnis): Pemasaran Legal Strategi Keuangan Manajemen proposal atau manajemen capture Pengalaman penjualan  Elemen yang mempengaruhi : Alasan keuntungan/kerugian Peluang kemajuan dalam kaitannya dengan proses penjualan Melakukan penjualan atau saluran penjualan Penjualan jasa/produk Tujuan Pelatihan Melalui Training Marketing Strategy ini diharapkan: Penerapan metoda pada multi kondisi yang yang masuk akal yang berhubungan dengan sejumlah factor dalam hal informasi yang diterima secara tidak sempurna dan ketidakpastian sumber daya pada rentang waktu yang ketat. Mendapatkan pengalaman untuk melakukan analisa pada kondisi yang kompleks dan unik, atas situasi yang dihadapi, tanpa mengacu pada teori yang mudah, dan sering mendapatkan reaksi atas strategi secara keseluruhan, ditambah dengan pengetahuan tentang pelanggan yang telah diserap, untuk menentukan kualitas tenaga pemasaran Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Marketing Strategy ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat membuat perencanaan pada seluruh bagian sub topic training, mengimplementasikan serta mengatur tahapan secara sistematis, strategis. Peserta dapat menciptakan program pengembangan sesuai dengan visi, misi, obyektifitas perusahaan, memberikan panduan program dalam pelaksanaan untuk mencapai target perusahaan Peserta dapat mengantisipasi, menyelesaikann permasalahan yang dihadapi perusahaan sebagai dampak dari perubahan Target Peserta Para Direktur General Manager Human Resources Department dll Senior Manager or Manager Human Resources Department dll Senior Staff/Superintendant/Supervisor Human Resources Department Senior Staff/Superintendant/Supervisor Marketing Department Metode Pelatihan Training Marketing Strategy dilaksanakan dengan metode: Tutor and discussion Study case and benchmarking Coaching and Mentoring Simulation Outline Materi Materi Training Marketing Strategy adalah : Pengertian Sales & Marketing dan Business Development Strategy Sales & Marketing & Business Development Business Intelijen Ekspansi Business Business Planning Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard. Testimoni “Materinya bagus” “Sudah bagus, menarik tidak bosan” “Baik”

Training Business Continuity Plan (BCP)

Mengapa pelatihan ini penting? Pernahkan anda berpikir bisnis anda akan berhenti jika terjadi huru-hara atau bencana alam mendadak? Jika kejadian tersebut terjadi apakah anda menunggu keadaan normal kembali baru anda memulai lagi bisnis? Jika anda concern dengan perusahaan dan bisnis anda, maka program pelatihan ini harus anda ikuti.  Program pelatihan ini memberikan pengetahuan dan wawasan dan kemampuan untuk membuat perencanaan cara membuat Business Continuity Plan (BCP).

Boost your Presentation IQ

Seringkali kegagalan dalam melakukan hubungan bisnis, menjual produk atau ide bukanlah disebabkan oleh ketidaktahuan akan apa yang akan di presentasikan atau buruknya materi presentasi tetapi lebih kepada bagaimana dan siapa yang melakukan presentasinya. Hal-hal seperti membangun citra pribadi, kenyamanan berhubungan dan kepercayaan seringkali diabaikan dikarenakan rendahnya pemahaman dan pengetahuan untuk dapat melakukan presentasi yang baik dan efektif., padahal hal tersebut sangat penting untuk membangun sebuah hubungan dan kepercayaan baik dari pelanggan, atasan, maupun pihak-pihak yang berkepentingan di dalam bisnis kita.

Training Autopilot Business

Latar belakang Tak dapat dibantah bahwa banyak pemilik bisnis yang tak pernah mempersiapkan usahanya berjalan profesional. Begitu mereka ”pergi”, maka bisnisnya juga lenyap. Anaknya yang sudah jauh-jauh di sekolahkan ke luar negeri jadi malas lanjutkan usaha karena masih tradisional. Padahal istri mengeluh tak tahu jalankan bisnis. Tragis!! Jangan kawatir, hal ini bisa dicegah. Ikuti workshop ini. Sangat berguna bagi perusahaan yang ingin berjalan secara otomatis dan pemiliknya sadar bahwa hidup hanya 1 kali, jadi perlu dinikmati.  Datanglah bersama wakil, anak dan istri anda agar mereka siap menjadi penerus yang tangguh. Investasi anda tidak akan sia-sia.

Training Applied Marketing Research Using Ms. Excel

Deskripsi Perkembangan dunia bisnis saat ini menuntut para manajer untuk lincah dalam pengambilan keputusan. Perubahan terjadi dengan cepat baik dari sisi persaingan maupun dari sisi konsumen. Tuntutan-tuntutan konsumen yang semakin tinggi, pelanggan yang cenderung semakin kritis, pesaing yang cepat menawarkan produk dengan nilai yang lebih baik dan supplier yang tidak loyal merupkan beberapa contoh rumitnya mengelola pemasaran dewasa ini. Kemampuan untuk mengantisipasi persaingan melalui pemahaman tetang harapan konsumen mutlak dibutuhkan oleh manajer pemasaran dan tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi semata. Oleh karenanya para pengambil keputusan dibidang pemasaran membutuhkan suatu tools yang obyektif yang terjadi di pasar sehingga mampu membuat keputusan yang lebih baik. Sebelum membuat keputusan, manajer pemasaran perlu lebih dulu memiliki informasi yang digunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan. Informasi tentang pasar menjadi barang yang sedemikian berharga karena mampu menghindarkan manajer dalam pembuatan keputusan yang salah dan menjadi pedoman dalam pembuatan keputusan pemasaran yang lebih cocok dengan lingkungan bisnisnya. Tujuan Pelatihan Memahami konsep riset pemasaran beserta tahap-tahapnya secara aplikatif Mampu merancang desain riset yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis Memahami proses pengumpulan data, analisis, dan pelaporan mengunakan Ms.Excell Mampu menjadi periset pemasaran yang siap terjun dalam praktek yang sebenarnya Peserta Manajer Riset, Manajer Pemasaran, Manajer Produk, Manajer Merek, bagian pengolahan data, pemilik perusahaan, para wiraswasta yang sering terlibat dalam pembuatan keputusan atau mendukung dalam penyediaan informasi tentang pasar. Outline Materi Aspek-aspek yang akan dibahas dalam Applied Marketing Research, yaitu: Riset pemasaran dan tahapannya Riset Qualitatif dan Quantitatif Membuat desain riset Metode Analisis using Ms. Excell Desain Kuisioner for survey pengumpulan data Tabulating Input data Pengenalan Ms. Excell untuk research Data Processing using Ms. Excell Data Analysis using Ms. Excell Report Writing dan Developing Dashboard using Ms. Excell Recommendation Facilitator Ghani Basyar, SE, MM. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnis di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesia dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep. Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Applied CRM using CRM Strategy Map

Deskripsi Di tengah persaingan yang makin sengit, memuaskan pelanggan saja tidaklah menjamin pelanggan menjadi loyal. Bahkan perusahaan yang sudah berhasil membuat pelanggannya loyalpun masih harus juga memikirkan bagaimana caranya agar pelanggan mau merekomendasikan produk/jasa mereka ke koleganya. Untuk itulah perlu CRM untuk membina relasi dengan agar tercipta hubungan jangka panjang. Outline Materi 1. Helicopter View Economic dan Market Perubahan perilaku konsumen i-Generation dan cara menghadapinya Peta persaingan service di era Internet Prediksi perkembangan Social Media 2012 Mengapa “CRM” penting ? Berdasarkan riset dari 7S dan 7Essentials Hubungan Service dengan Kepuasan pelanggan dan Loyalitas pelanggan No Service is a Good Servis Potret kepuasan pelanggan di industri klien Keluar dari perangkap generik Studi kasus: perusahaan pesaing dari klien 2. Meningkatkan CRM dengan Strategy Map Apa tujuan perusahaan / Bagaimana mewujudkannya ? Apa kontribusi divisi marketing dan servis ? Menetapkan value divisi Marketing dan servis Mengapa Marketing dan servis Excellence Scorecard penting? Strategy Map di divisi marketing dan servis – untuk mewujudkan mimpi 7P menjadi 7C 3. Meningkatkan CRM  dengan merubah PEOPLE menjadi CARE Human Capital Mengukur  potensi dan perilaku diri melalui DISC Tindakan perubahan diri Leadership di dunia marketing dan servis Organization Capital Meningkatkan budaya marketing dan servis di departemen melalui 5R dan 3G Teknologi / infrastructure Capital 4. Meningkatkan  CRM  dengan merubah PROCESS menjadi COMFORT Servqual Cara mengukurnya secara online / computerized Ada apa dengan konsumen…? Apa motive konsumen datang ke perusahaan anda? Mengapa customer satisfaction selalu berbasis persepsi Memahami perilaku konsumen Indonesia Memahami ciri-ciri dan cara menghadapi konsumen yang berbeda DISC Menangani pelanggan yang sulit Bagaimana mengukur Standar Kinerja : HEARD Kiat berkomunikasi efektif Kiat menjadi pendengar yang baik bagi Pelanggan Membangun citra Perusahaan melalui Komunikasi Telepon Menanganin komplain sebagai Peluang Bisnis 5.   Meningkatkan  CRM  dengan merubah PRODUK menjadi CUSTOMER SATISFACTION Key Account Management 20/80 Customer Satisfaction Index Mengukur loyalitas dengan NPS 6.  Meningkatkan  CRM  dengan merubah PROFIT  menjadi CONTRIBUTION Financial contribution: Revenue Non-financial contribution: Image & Positioning 7. Menghadapi 2012 by Triggering Change                    Mengapa manusia khawatir terhadap perubahan? Bagaimana memulai perubahan ? 8 langkah membuat perubahan di organisasi Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim Business Buddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.