Banking Series

The Art of Credit Analysis for Banking Professionals

The Art of Credit Analysis for Banking Professionals

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai proses analisa kredit perbankan, mulai dari konsep dasar perkreditan, analisa kualitatif dan kuantitatif, analisa rekening koran, analisa laporan keuangan, penilaian kebutuhan modal kerja, hingga evaluasi kelayakan proyek dan mitigasi risiko kredit. Melalui kombinasi pemaparan konsep, studi kasus, diskusi, dan latihan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan metode analisa kredit secara lebih akurat, profesional, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perbankan. Keberhasilan penyaluran kredit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menganalisis laporan keuangan, tetapi juga oleh pemahaman yang menyeluruh terhadap karakter debitur, kondisi bisnis, prospek industri, arus kas, serta berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kemampuan pembayaran. Oleh karena itu, seorang analis kredit dituntut memiliki kompetensi dalam melakukan evaluasi secara objektif, sistematis, dan berbasis data untuk menghasilkan keputusan kredit yang berkualitas sekaligus meminimalkan risiko pembiayaan. TUJUAN PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan semua peserta akan memiliki kemampuan: Memahami Fundamental Kredit Gambaran umum Hal-hal penting dalam perkreditan Kualitas kredit Memahami alur proses kredit di bank. Mengetahui dan memahami dua komponen dalam analisa kredit untuk memastikan debitur (peminjam) memiliki kemampuan (ability to pay) dan kemauan (willingness to pay) dalam melunasi kewajibannya. Memahami aspek-aspek dalam proses analisa kredit serta data-data yang dibutuhkan dalam melakukan analisa kredit. Mengetahui kebutuhan data sesuai dengan jenis bisnis yang akan diproses. Belajar bagaimana melakukan penilaian atas kebutuhan keuangan yang rasional bagi calon debitur serta melakukan analisa kelayakan dari aspek makroekonomi, industri, dan bisnis calon debitur. Mengetahui fungsi rekening koran sebagai salah satu media data yang dianalisis, mulai dari validasi rekening koran hingga pemanfaatannya dalam menentukan kebutuhan keuangan calon debitur. Mempelajari konsep dasar laporan keuangan yang mudah dipahami, mulai dari penyusunan laporan keuangan hingga analisa rasio-rasio keuangan yang diperlukan dalam menentukan kelayakan laporan keuangan perusahaan. Memahami bagaimana menilai suatu proyek agar layak dan memenuhi persyaratan untuk dibiayai oleh bank. Menentukan jenis produk kredit bank yang paling sesuai dengan kebutuhan debitur. Mengetahui jenis-jenis jaminan yang dapat diterima bank beserta perhitungan nilai pasar dan nilai likuidasi jaminan. Melakukan minimalisasi dan mitigasi risiko kredit melalui penerapan berbagai persyaratan (covenant) kepada calon debitur. TRAINING METHOD Presentasi Pelatihan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Materi disampaikan berdasarkan pengalaman praktis di dunia perkreditan, dilengkapi dengan logika bisnis serta studi kasus nyata sehingga lebih mudah dipahami peserta. Forum Diskusi & Studi Kasus Analisa Rekening Koran dan Presentasi per Kelompok. Membuat Spreadsheet Laporan Keuangan. Analisa Rasio Laporan Keuangan dan Presentasi per Kelompok. Analisa Arus Kas (Cash Flow Analysis). Analisa Kebutuhan Modal Kerja berbagai jenis usaha menggunakan metode konvensional maupun metode cash flow. Membuat Proyeksi Laporan Keuangan lebih dari 2 tahun (khusus Kredit Investasi). Evaluasi Pre-Test Post-Test MATERI PELATIHAN Pengantar Tujuan Analisa Kredit Pedoman Analisa Kredit Kebutuhan Data Analisa Kualifikasi Analis Kredit Jenis-jenis dan Produk Kredit Perbankan Analisa Kualitatif 5C + Faktor Pendukung Lainnya Formula 3C Jenis-jenis Aktivitas Bisnis Aspek-aspek Analisa Kredit Manajemen Perusahaan Aspek Teknis Pemasaran (Marketing) Legal dan Jaminan Analisa Kuantitatif Analisa Rekening Koran Analisa Laporan Keuangan dan Analisa Rasio Analisa Arus Kas (Cash Flow Analysis) Analisa Kebutuhan Modal Kerja dan Investasi Analisa Proyeksi Laporan Keuangan untuk Investasi Facilitator Herry Juliadi Sukandi, Ir., CRBD Beliau adalah praktisi senior perbankan dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, termasuk lebih dari 25 tahun di industri perbankan konvensional dan syariah. Beliau pernah berkarier di berbagai institusi perbankan terkemuka, seperti Bank OCBC NISP, Bank Bali, Lippo Bank, Bank Hastin International, serta menjabat sebagai President Director BPRS Daarut Tauhiid. Keahlian utamanya meliputi Credit Analysis, Corporate Banking, Financial Analysis, Credit Risk Management, Trade Finance, dan Perbankan Syariah. Sebagai trainer, Herry telah dipercaya memberikan pelatihan kepada berbagai bank dan institusi, di antaranya Bank OCBC NISP, Bank Mayora, Bank BJB, China Construction Bank Indonesia (CCB Indonesia), Bank Index Selindo, serta perguruan tinggi. Materi yang dibawakannya mencakup Credit Analysis, Credit Risk Management, Corporate Banking, Relationship Management, Financial Analysis, Trade Finance, hingga Sharia Banking, dengan pendekatan yang menggabungkan konsep, studi kasus, dan pengalaman praktis dari dunia perbankan. Herry merupakan Certified Rural Bank Director (CRBD) yang diterbitkan oleh BNSP serta memiliki Risk Management Certification Level I & II. Didukung pengalaman memimpin analisis portofolio kredit bernilai triliunan rupiah dan mendampingi pengembangan kompetensi perbankan selama bertahun-tahun, beliau dikenal sebagai fasilitator yang mampu menyajikan materi secara aplikatif, strategis, dan relevan dengan tantangan industri perbankan dan lembaga keuangan saat ini.  

Comprehensive Credit Analysis for Banking Professionals

Comprehensive Credit Analysis for Banking Professionals

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai proses analisa kredit perbankan, mulai dari konsep dasar perkreditan, analisa kualitatif dan kuantitatif, analisa rekening koran, analisa laporan keuangan, penilaian kebutuhan modal kerja, hingga evaluasi kelayakan proyek dan mitigasi risiko kredit. Melalui kombinasi pemaparan konsep, studi kasus, diskusi, dan latihan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan metode analisa kredit secara lebih akurat, profesional, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perbankan. Keberhasilan penyaluran kredit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menganalisis laporan keuangan, tetapi juga oleh pemahaman yang menyeluruh terhadap karakter debitur, kondisi bisnis, prospek industri, arus kas, serta berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kemampuan pembayaran. Oleh karena itu, seorang analis kredit dituntut memiliki kompetensi dalam melakukan evaluasi secara objektif, sistematis, dan berbasis data untuk menghasilkan keputusan kredit yang berkualitas sekaligus meminimalkan risiko pembiayaan. TUJUAN PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan semua peserta akan memiliki kemampuan: Memahami Fundamental Kredit Gambaran umum Hal-hal penting dalam perkreditan Kualitas kredit Memahami alur proses kredit di bank. Mengetahui dan memahami dua komponen dalam analisa kredit untuk memastikan debitur (peminjam) memiliki kemampuan (ability to pay) dan kemauan (willingness to pay) dalam melunasi kewajibannya. Memahami aspek-aspek dalam proses analisa kredit serta data-data yang dibutuhkan dalam melakukan analisa kredit. Mengetahui kebutuhan data sesuai dengan jenis bisnis yang akan diproses. Belajar bagaimana melakukan penilaian atas kebutuhan keuangan yang rasional bagi calon debitur serta melakukan analisa kelayakan dari aspek makroekonomi, industri, dan bisnis calon debitur. Mengetahui fungsi rekening koran sebagai salah satu media data yang dianalisis, mulai dari validasi rekening koran hingga pemanfaatannya dalam menentukan kebutuhan keuangan calon debitur. Mempelajari konsep dasar laporan keuangan yang mudah dipahami, mulai dari penyusunan laporan keuangan hingga analisa rasio-rasio keuangan yang diperlukan dalam menentukan kelayakan laporan keuangan perusahaan. Memahami bagaimana menilai suatu proyek agar layak dan memenuhi persyaratan untuk dibiayai oleh bank. Menentukan jenis produk kredit bank yang paling sesuai dengan kebutuhan debitur. Mengetahui jenis-jenis jaminan yang dapat diterima bank beserta perhitungan nilai pasar dan nilai likuidasi jaminan. Melakukan minimalisasi dan mitigasi risiko kredit melalui penerapan berbagai persyaratan (covenant) kepada calon debitur. TRAINING METHOD Presentasi Pelatihan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Materi disampaikan berdasarkan pengalaman praktis di dunia perkreditan, dilengkapi dengan logika bisnis serta studi kasus nyata sehingga lebih mudah dipahami peserta. Forum Diskusi & Studi Kasus Analisa Rekening Koran dan Presentasi per Kelompok. Membuat Spreadsheet Laporan Keuangan. Analisa Rasio Laporan Keuangan dan Presentasi per Kelompok. Analisa Arus Kas (Cash Flow Analysis). Analisa Kebutuhan Modal Kerja berbagai jenis usaha menggunakan metode konvensional maupun metode cash flow. Membuat Proyeksi Laporan Keuangan lebih dari 2 tahun (khusus Kredit Investasi). Evaluasi Pre-Test Post-Test MATERI PELATIHAN Pengantar Tujuan Analisa Kredit Pedoman Analisa Kredit Kebutuhan Data Analisa Kualifikasi Analis Kredit Jenis-jenis dan Produk Kredit Perbankan Analisa Kualitatif 5C + Faktor Pendukung Lainnya Formula 3C Jenis-jenis Aktivitas Bisnis Aspek-aspek Analisa Kredit Manajemen Perusahaan Aspek Teknis Pemasaran (Marketing) Legal dan Jaminan Analisa Kuantitatif Analisa Rekening Koran Analisa Laporan Keuangan dan Analisa Rasio Analisa Arus Kas (Cash Flow Analysis) Analisa Kebutuhan Modal Kerja dan Investasi Analisa Proyeksi Laporan Keuangan untuk Investasi Facilitator Herry Juliadi Sukandi, Ir., CRBD Beliau adalah praktisi senior perbankan dan trainer profesional dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, termasuk lebih dari 25 tahun di industri perbankan konvensional dan syariah. Beliau pernah berkarier di berbagai institusi perbankan terkemuka, seperti Bank OCBC NISP, Bank Bali, Lippo Bank, Bank Hastin International, serta menjabat sebagai President Director BPRS Daarut Tauhiid. Keahlian utamanya meliputi Credit Analysis, Corporate Banking, Financial Analysis, Credit Risk Management, Trade Finance, dan Perbankan Syariah. Sebagai trainer, Herry telah dipercaya memberikan pelatihan kepada berbagai bank dan institusi, di antaranya Bank OCBC NISP, Bank Mayora, Bank BJB, China Construction Bank Indonesia (CCB Indonesia), Bank Index Selindo, serta perguruan tinggi. Materi yang dibawakannya mencakup Credit Analysis, Credit Risk Management, Corporate Banking, Relationship Management, Financial Analysis, Trade Finance, hingga Sharia Banking, dengan pendekatan yang menggabungkan konsep, studi kasus, dan pengalaman praktis dari dunia perbankan. Herry merupakan Certified Rural Bank Director (CRBD) yang diterbitkan oleh BNSP serta memiliki Risk Management Certification Level I & II. Didukung pengalaman memimpin analisis portofolio kredit bernilai triliunan rupiah dan mendampingi pengembangan kompetensi perbankan selama bertahun-tahun, beliau dikenal sebagai fasilitator yang mampu menyajikan materi secara aplikatif, strategis, dan relevan dengan tantangan industri perbankan dan lembaga keuangan saat ini.

General Banking Knowledge

Pelatihan General Banking Knowledge ini memberikan pemahaman terhadap Perbankan dan Produk yang dikelola serta risiko yang melekat agar penawaran produk ke pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan risk profile-nya. Pelatihan ini bisa diikuti oleh kalangan Perbankan maupun industri keuangan non bank, dibawakan oleh praktisi perbankan yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan memiliki Sertifikasi Managemen Risiko. Outline Program Overview Bank Produk dan Layanan Perbankan Divisi dalam Bank Laporan Keuangan Bank Pengukuran Kesehatan Bank Beberapa Peraturan Bank Tujuan Pelatihan Mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai: Bisnis Perbankan Laporan Keuangan Bank Pengukuran Kesehatan Bank Pengaturan umum bank sebagai dasar pengetahuan awal dalam rangka bekerja di industri perbankan Facilitator  Sumyta Ester Mastrida Beliau adalah seorang profesional dengan 30 tahun pengalaman di industri perbankan dengan keahlian kuat di bidang Audit, Credit Initiation & Legal Documentation, Fraud Detection, Quality Assurance, dan Business Development. Ia juga terlibat dalam berbagai task force strategis seperti Credit Acquisition System, SME Reentry, penyelesaian dokumen agunan bermasalah, serta Fraud Risk Assessment. Sumyta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi di Universitas HKBP Nommensen, Medan (1984–1989) dan memiliki berbagai sertifikasi, termasuk Bank Risk Management Level 1–3, Leadership for Middle Management, Advance Credit Analyst, Legal Documentation, Creative Problem Solving, dan Fraud Detection. Dalam perjalanan kariernya, Sumyta memegang berbagai posisi penting. Pada 201–2021, ia berperan di ORM & QA SME & Consumer dengan fokus memastikan kualitas seluruh siklus kredit serta mengidentifikasi ketidaksesuaian proses dengan regulasi. Sebelumnya, periode 2016–2019 ia menangani Credit Process and Performance Control, termasuk percepatan persetujuan kredit, deteksi fraud melalui aplikasi Instinct, evaluasi Credit Authority Limit, standarisasi data valuasi agunan, dan percepatan penyelesaian dokumen pending di notaris dan BPN. Pada 2014–2016, ia mengembangkan bisnis melalui cross-selling produk Adira Finance serta pemanfaatan Branchless Banking (Laku Pandai). Pengalaman awal kariernya dimulai dari Internal Audit/SKAI (1991–2004), termasuk sebagai Head of Division Audit Credit SME & Consumer, sebelum kemudian melanjutkan ke Quality Assurance Lending and Funding (2004–2014) dengan fokus mendeteksi fraud, memberikan rekomendasi sanksi, serta meningkatkan proses untuk mencegah potensi fraud dan keluhan nasabah.

Fraud Awareness

Deskripsi Pelatihan Fraud atau kecurangan merupakan salah satu risiko terbesar yang dapat mengancam keberlangsungan organisasi, khususnya di sektor perbankan dan industri keuangan. Kasus fraud tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga merusak reputasi, kepercayaan pelanggan, serta stabilitas operasional perusahaan. Dalam banyak kasus, fraud terjadi bukan hanya karena celah sistem, tetapi juga karena rendahnya kesadaran (awareness) dan pengendalian internal yang lemah. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi fraud di lingkungan kerja. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan mengenai jenis-jenis fraud, faktor penyebab, serta cara mendeteksi dan mencegahnya sejak dini. Selain itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan tren terkini seperti fraud berbasis digital, cyber fraud, serta penguatan budaya anti-fraud dan whistleblowing system, sehingga peserta mampu berperan aktif dalam menjaga integritas organisasi dan meminimalkan risiko fraud. Sasaran Pelatihan (Kompetensi Peserta) Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan definisi fraud secara menyeluruh Mengidentifikasi faktor penyebab dan pola terjadinya fraud Mengenali pelaku fraud dan modus operandi yang umum terjadi Memahami dampak fraud terhadap organisasi dan individu Mengidentifikasi tanda-tanda (red flags) fraud Menerapkan langkah-langkah pencegahan fraud Memahami mekanisme pelaporan fraud (whistleblowing) Berperan aktif dalam membangun budaya anti-fraud di organisasi Target Peserta Pelatihan ini direkomendasikan untuk: Pegawai Perbankan (Frontliner, Back Office, Risk, Compliance) Industri Keuangan Non-Bank (Asuransi, Multifinance, Fintech) Internal Audit / Risk Management / Compliance Officer Supervisor / Manager lintas fungsi Karyawan umum yang ingin meningkatkan awareness terhadap fraud Outline Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari) Hari 1 – Fundamental Fraud Awareness 1. Definisi dan Konsep Fraud Pengertian fraud Jenis-jenis fraud (internal & eksternal) Fraud dalam konteks perbankan & industri keuangan 2. Faktor Penyebab Fraud Fraud Triangle (pressure, opportunity, rationalization) Fraud Diamond (penambahan capability) Kelemahan sistem dan kontrol internal 3. Pelaku Fraud Profil pelaku fraud (internal vs eksternal) Perilaku dan karakteristik pelaku Studi kasus pelaku fraud di industri keuangan 4. Dampak / Akibat Fraud Kerugian finansial Dampak hukum & regulasi Reputasi dan kepercayaan publik Dampak terhadap individu (sanksi, pidana, karier) 5. Jenis & Modus Fraud Terkini Fraud operasional Fraud kredit/pembiayaan Fraud digital & cyber fraud Social engineering & phishing Hari 2 – Prevention, Detection & Culture 6. Red Flags & Detection Fraud Tanda-tanda fraud (behavioral & transactional) Teknik dasar deteksi fraud Peran karyawan dalam early warning system 7. Pencegahan Fraud Internal control & segregation of duties Risk management dalam pencegahan fraud Fraud prevention framework 8. Pelaporan Kejadian Fraud Mekanisme whistleblowing system Prosedur pelaporan fraud Perlindungan pelapor (whistleblower protection) 9. Membangun Budaya Anti-Fraud Integritas dan etika kerja Peran leadership dalam anti-fraud culture Awareness program berkelanjutan 10. Regulasi & Governance Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Kebijakan anti-fraud di industri keuangan Peran audit dan compliance 11. Case Study & Simulation Studi kasus fraud nyata Diskusi kelompok & analisa kasus Simulasi identifikasi dan penanganan fraud Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan pendekatan interaktif dan berbasis praktik: Interactive Lecture (pemahaman konsep fraud) Group Discussion & Sharing Experience Coaching & Feedback dari fasilitator Facilitator Sumyta Ester Mastrida Beliau adalah seorang profesional dengan 30 tahun pengalaman di industri perbankan dengan keahlian kuat di bidang Audit, Credit Initiation & Legal Documentation, Fraud Detection, Quality Assurance, dan Business Development. Ia juga terlibat dalam berbagai task force strategis seperti Credit Acquisition System, SME Reentry, penyelesaian dokumen agunan bermasalah, serta Fraud Risk Assessment. Sumyta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi di Universitas HKBP Nommensen, Medan (1984–1989) dan memiliki berbagai sertifikasi, termasuk Bank Risk Management Level 1–3, Leadership for Middle Management, Advance Credit Analyst, Legal Documentation, Creative Problem Solving, dan Fraud Detection. Dalam perjalanan kariernya, Sumyta memegang berbagai posisi penting. Pada 201–2021, ia berperan di ORM & QA SME & Consumer dengan fokus memastikan kualitas seluruh siklus kredit serta mengidentifikasi ketidaksesuaian proses dengan regulasi. Sebelumnya, periode 2016–2019 ia menangani Credit Process and Performance Control, termasuk percepatan persetujuan kredit, deteksi fraud melalui aplikasi Instinct, evaluasi Credit Authority Limit, standarisasi data valuasi agunan, dan percepatan penyelesaian dokumen pending di notaris dan BPN. Pada 2014–2016, ia mengembangkan bisnis melalui cross-selling produk Adira Finance serta pemanfaatan Branchless Banking (Laku Pandai). Pengalaman awal kariernya dimulai dari Internal Audit/SKAI (1991–2004), termasuk sebagai Head of Division Audit Credit SME & Consumer, sebelum kemudian melanjutkan ke Quality Assurance Lending and Funding (2004–2014) dengan fokus mendeteksi fraud, memberikan rekomendasi sanksi, serta meningkatkan proses untuk mencegah potensi fraud dan keluhan nasabah.

Online Training : Analisa Kredit Korporasi (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp. 3.500.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Deskripsi Kehati-hatian bank dalam memberikan kredit sangat penting agar penyaluran, pelunasan kredit berjalan dengan lancar. Kecenderungan sekarang ini tingkat NPL (Non Performance Loan) bank-bank meningkat dan banyak bank-bank besar melakukan restruturisasi kredit dan penghapus bukuan kredit macet. (Analisa Kredit Korporasi) Banyak hal yang menyebabkannya, antara lain adalah masalah pelemahan ekonomi global yang berimbas pada keuangan Indonesia (faktor eskternal), kredit penipuan, serta kemampuan mengakusisi, menganalisa proposal kredit calon debitur dengan cara yang tepat (faktor internal). (Analisa Kredit Korporasi) Pelatihan Analisa Kredit Korporasi akan berfokus pada peran analisa kredit dalam membantu proses analisa kredit calon debitur khusus sektor dukungan hasil analisa ini dapat mempertahankan tingkat NPL yang rendah, tingkat penyaluran kredit yang tinggi. Untuk dapat melakukan analisa kredit yang diperlukan untuk menganalisa kemampuan, kemauan membayar dengan menganalisa karakter, laporan keuangan, operasional, kondisi bisnis termasuk ANALISA REKENING, PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN. (Analisa Kredit Korporasi). Sasaran Pelatihan Memahami peran, tugas dan fungsi analisa kredit Memahami aspek utama dalam analisa kredit Memahami teknik dalam menganalisa laporan keuangan Menguasai teknik dalam menilai Karakter Tehnik menganalisa akun, Estimasi Laba Rugi Teknik Praktis dalam melakukan Wawancara, Kunjungan, Meminta Referensi & Bisnis Menguasai teknik, strategi dalam mendukung, mengelola kredit yang sedang berjalan EWS (Sistem Peringatan Dini). Target Peserta Staf hingga manajer yang terlibat dalam analisa kredit perusahaan Outline Materi Day 1 09:00 – 12:00 DASAR MANAJEMEN RISIKO KREDIT Profitabilitas Vs. Risiko Hubungan Baik, Kelangsungan Bisnis dan Risiko Kredit Faktor Utama Penyebab Kredit Macet Prinsip KYC, KYCC, KYB, KYN dalam analisa kredit Piranti Analisa Kredit: Analisis Laporan Keuangan, Analisis Rekening, Estimasi Laba Rugi, Kunjungan, Referensi,Pengecekan PENDEKATAN ANALISA KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5 C, 7 P, & 3 R, ANALISA SWOT, PEST ANALISA, ASPEK-ASPEK PERKREDITAN 13:00 -15:00 REKENING ANALISA & ESTIMASI LABA RUGI Memahami Karakter Bisnis dan Pola Transaksi Rekening Mendeteksi Rekayasa Rekening (Fisik & Transaksi) Teknik Menganalisa Kemampuan Membayar dari Rekening Mengestimasi Laba Rugi ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Teknik Cepat Mendeteksi Permasalahan dari Laporan Keuangan Analisa Rasio Keuangan Analisa Trend (Horizontal dan Vertikal) Memahami Permasalahan Keuangan di masa yang akan datang Day 2 09:00 – 12:00 ANALISIS KUALITATIF Analisis Karakter dan Kemauan Membayar Wawancara Teknik, Referensi, Kunjungan dan Bisnis Analisa Bisnis Per Sektor Industri (Perdagangan, Jasa, Manufaktur, Pertambangan, Minyak & Gas, Perkebunan) Analisis Faktor Eksternal Daftar Periksa Pertanyaan) Analisa Rasio untuk Deteksi Fraud Laporan Keuangan Penjualan Hari Ini dalam Indeks Piutang (DSRI) Indeks Marjin Bruto (GMI) Indeks Kualitas Aset (AQI) Indeks Penjualan Penjualan (SGI) Indeks Biaya Penjualan, Umum, Administratif (SGAEI) Mengukur Tingkat Resiko Kebangkutran Debitur 13:00 – 15:00 KREDIT PEMANTAUAN Teknik Mendeteksi Lebih Dini Permasalahan Kredit (Sinyal Peringatan Dini) Faktor-faktor Utama yang Harus Diperhatikan Manfaat EWS untuk perbankan Hubungan, cara kerja EWS dengan deteksi dini kredit penipuan EWS Kerangka Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam EWS Studi Kasus: analisa kredit Komprehensif Facilitator

Analisa Kredit Korporasi (SP)

Topik ini ditawarkan dengan Harga Spesial dari harga normal Rp5.150.000, khusus bagi instansi/perusahaan yang mendaftarkan minimal 3 peserta. Kelas akan diselenggarakan apabila jumlah pendaftar mencapai minimal 6 peserta. Analisa Kredit Korporasi Sektor Produktif Berbasis Risiko (Eksposure Kredit Tinggi; Tingkat NPL Rendah) Overview Indonesia sekarang sudah mempunyai UU Pencegahan dan Penanggulangan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK).     Dengan adanya UU PPKSK ini lembaga keuangan khususnya perbankan harus lebih berhati-hati didalam mengelola bisnisnya khususnya penyaluran kredit.  Kecenderungan sekarang ini tingkat NPL (Non Performance Loan) bank-bank meningkat.  Banyak hal penyebabnya, antara lain adalah kondisi pelemahan ekonomi global yang berimbas pada perekonomian Indonesia (faktor eskternal), dan kemampuan mengakusisi calon debitur dengan cara yang tepat (faktor internal). Pelatihan ini akan fokus pada peran credit analysis dalam membantu proses analisa kredit calon debitur sehingga hasil dari analisa tersebut dapat mempertahankan tingkat NPL yang rendah dan tingkat penyaluran kredit yang tinggi.  Untuk dapat melakukan analisa kredit yang baik dibutuhkan kemampuan menganalisa kemampuan dan kemauan membayar dengan menganalisa karakter, laporan keuangan, operasional, kondisi bisnis termasuk ANALISA REKENING dan PROYEKSI LABA RUGI bagi pemberian kredit konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi. Manfaat Pelatihan Memahami peran, tugas dan fungsi credit analysis Memahami aspek utama dalam credit analysis Memahami teknik dalam menganalisa laporan keuangan Menguasai teknik dalam menilai Karakter Tehnik menganalisa rekening dan Estimasi Laba Rugi Teknik Praktis dalam Melakukan Interview, Kunjungan, Meminta Referensi dan Bisnis Checking Menguasai teknik dan strategi dalam memonitor dan mengevaluasi credit yang sedang berjalan Menguasai strategi dalam mengatasi kredit yang bermasalah dengan teknik EWS (Early Warning System) Outline FUNDAMENTALS OF CREDIT RISK MANAGEMENT Profitability Vs. Risk Hubungan Baik, Kelangsungan Bisnis dan Risiko Kredit Faktor Utama Penyebab Kredit Macet Matriks Analisa Kredit Piranti Analisa Kredit : Analisa Laporan Keuangan, Analisa Rekening, Estimasi Laba Rugi, Kunjungan, Referensi Dan Checking PENDEKATAN ANALISA KREDIT BERDASARKAN PRINSIP 5 C, 7 P, & 3 R, SWOT ANALYSIS, PEST ANALYSIS ANALISA REKENING & ESTIMASI LABA RUGI Memahami Karakter Bisnis dan Pola Transaksi Rekening Mendeteksi Rekayasa Rekening (Fisik dan Transaksi) Teknik Menganalisa Kemampuan Membayar dari Rekening Mengestimasi Laba Rugi CASH FLOW BASED LENDING Pemahaman cash flow cycle; cash flow statement Berbagai manfaat analisa rasio cash flow Hubungan cash flow dengan laporan keuangan 3 klasifikasi cash flow berdasarkan aktivitas Mengenal berbagai rasio cash flow Evaluasi informasi cash flow untuk keputusan kredit FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS Memahami Bentuk dan Karakteristik Laporan Keuangan Teknik Cepat Mendeteksi Permasalahan dari Laporan Keuangan Analisa Rasio Menentukan Kemampuan Membayar Memahami Permasalahan Financial di masa yang akan datang QUALITATIVE ANALYSIS Analisa Karakter dan Kemauan Membayar Teknik Interview, Referensi, Kunjungan dan Bisnis Checking Teknik Analisa Bisnis Management Operating, capital and corporate finance strategies Competitive advantages & cost position Product/service Customer/supplier concentration Analisa Faktor Eksternal Teknik Praktis Analisa Kualitatif (Check List Pertanyaan)  MONITORING CREDIT Teknik Mendeteksi Lebih Dini Permasalahan Kredit (Warning Signals) Faktor-faktor Utama yang Harus Diperhatikan Early Warning System (EWS) Kredit Bank Manfaat EWS bagi perbankan Konsep EWS Manfaat EWS Hubungan  dan cara kerja EWS dengan deteksi dini fraud kredit Kerangka EWS Pihak-pihak berperan dalam EWS Kertas Kerja EWS Case Study : Analisa Kredit Komprehensif Peserta Staf hingga manager yang terlibat dalam analisa kredit perusahaan  

Webinar: Penyelesaian Perselisihan PHK dan Perselisihan Hak pada Masa Peralihan Berlakunya UU Cipta Kerja

Berlakunya UU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan masih menyisakan keraguan dari stakeholder dalam mengimplementasikan UU dan aturan pelaksanaannya, khususnya terkait penyelesaian PHK dan Hak Karyawan. Hal ini masih ditambah dengan keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 91 Thn 2021 tanggal 25 November 2021 yang memutuskan UU Cipta Kerja sebagai inskonstitusional bersyarat. Bagaimana Perusahaan sebaiknya menyikapinya dalam mengambil keputusan-keputusan ketenagakerjaan di perusahannya? Temukan jawabannya dalam Webinar kami yang akan dipandu oleh nara sumber Ibu DR ANDARI YURIKOSARI SH MH, Hakim AdHoc PHI Mahkamah Agung RI. Hari/Tanggal: Rabu, 22 Desember 2021Jam: 09.00 – 15.00 WIB Investasi: -Rp. 1.000.000,-/orang-Rp. 2.500.000,-/group Link Pendaftaran : https://forms.gle/jgLWfk6Ee42ow7S69 Informasi & Pendaftaran:Ms. Ori – Value Consult081388342078/02179198730  

Online Training : Analisa Kredit : Strategi Efektif Menghadapi Risiko Kredit Bermasalah

Overview Peran credit analysis di sektor jasa keuangan sangatlah penting dalam mencegah tingkat rasio NPL/NPF yang tinggi. Untuk dapat melakukan analisa kredit yang baik dibutuhkan kemampuan menganalisa kemampuan dan kemauan membayar dengan menganalisa karakter, laporan keuangan, operasional, kondisi bisnis termasuk ANALISA REKENING dan PROYEKSI LABA RUGI bagi pemberian kredit perseorangan, perusahaan dan pengusaha (self employeed). Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan bagaimana cara kerja seorang credit analyst untuk dapat bekerja efektif dan optimal didalam menganalisa permohonan kredit baik korporasi maupun ritel dari para calon debiturnya.  Berbagai pendekatan analisa kredit baik kualitatif maupun kuantitatif akan dipaparkan dengan berbagai studi kasus dan latihan soal untuk diskusi. MANFAAT PELATIHAN BAGI PESERTA Memahami peran, tugas dan fungsi credit analysis Memahami aspek utama dalam credit analysis Memahami teknik dalam menganalisa laporan keuangan Menguasai teknik dalam menilai Karakter Tehnik menganalisa rekening dan Estimasi Laba Rugi Teknik Praktis dalam Melakukan Interview, Kunjungan, Meminta Referensi dan Bisnis Checking Menguasai teknik dan strategi dalam memonitor dan mengevaluasi credit yang sedang berjalan Menguasai strategi dalam mengatasi kredit yang bermasalah METODE Ceramah Knowledge Test Studi Kasus OUTLINE Session 1: Fundamentals of Credit Risk Management Profitability Vs. Risk Hubungan Baik, Kelangsungan Bisnis dan Risiko Kredit Faktor Utama Penyebab Kredit Macet Matriks Analisa Kredit Piranti Analisa Kredit : Analisa Laporan Keuangan, Analisa Rekening, Estimasi Laba Rugi, Kunjungan, Referensi Dan Checking Five C’s of Credit Analysis Session 2 Analisa rekening & estimasi laba rugi Memahami karakter bisnis dan pola transaksi rekening Mendeteksi Rekayasa Rekening (Fisik dan Transaksi) Teknik Menganalisa Kemampuan Membayar dari Rekening Mengestimasi Laba Rugi Financial Statement Analysis Memahami Bentuk dan Karakteristik Laporan Keuangan Teknik Cepat Mendeteksi Permasalahan dari Laporan Keuangan Analisa Rasio dan Cash Flow Menentukan Kemampuan Membayar Memahami Permasalahan Financial di masa yang akan datang Session 3 Qualitative Analysis Analisa Karakter dan Kemauan Membayar Teknik Interview, Referensi, Kunjungan dan Bisnis Checking Teknik Analisa Bisnis Management Operating, capital and corporate finance strategies Competitive advantages & cost position Product/service Customer/supplier concentration Analisa Faktor Eksternal Teknik Praktis Analisa Kualitatif (Check List Pertanyaan) Monitoring Credit Teknik Mendeteksi Lebih Dini Permasalaan Kredit (Warning Signals) Faktor-faktor Utama yang Harus Diperhatikan SWOT Analysis, PEST Analysis, Porter’s Analysis Session 4 Analisa Kredit Macet dan Penyelesaiannya Aspek Legal Yang Harus Diperhatikan Case Study Analisa Laporan Keuangan Analisa Rekening Estimasi Laba Rugi dan Analisa Kualitatif PESERTA Staf hingga manager yang terlibat dalam analisa kredit korporasi atau ritel

Online Training : Know Your Customer and Anti Money Laundering (KYC-AML, Advance)

Deskripsi Pelatihan Perkembangan regulasi, teknologi, dan meningkatnya risiko kejahatan finansial membuat organisasi perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai penerapan Know Your Customer (KYC) dan Anti Money Laundering (AML). Tidak hanya menjadi kebutuhan bagi industri keuangan, pemahaman KYC AML juga semakin relevan bagi berbagai organisasi dalam menjaga kepatuhan, mengelola risiko, serta membangun sistem pencegahan yang lebih efektif. Pelatihan KYC AML dirancang untuk membantu peserta memahami konsep dasar, perkembangan, faktor pendorong, hingga praktik implementasi KYC AML dalam organisasi. Peserta akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi risiko, menerapkan pendekatan yang tepat, mengatasi tantangan implementasi, serta memahami praktik terbaik dari berbagai organisasi. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, studi kasus, diskusi, dan latihan penerapan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam memahami serta mengimplementasikan strategi KYC AML secara efektif untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih baik. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep, definisi, dan perkembangan KYC AML dalam dunia bisnis dan regulasi. Menjelaskan pentingnya penerapan KYC AML dalam mengelola risiko organisasi. Memahami faktor pendorong dan tantangan dalam implementasi KYC AML. Mengidentifikasi risiko dan melakukan analisis berdasarkan prinsip KYC AML. Menerapkan langkah-langkah praktis dalam menjalankan proses KYC AML di organisasi. Mengembangkan kemampuan dalam menyusun strategi penerapan KYC AML yang efektif. Memahami praktik terbaik dan studi kasus implementasi KYC AML di berbagai organisasi. Outline Materi Pengenalan KYC AML Definisi dan konsep dasar KYC AML. Sejarah dan perkembangan penerapan KYC AML. Alasan meningkatnya kebutuhan terhadap pemahaman KYC AML. Pentingnya Implementasi KYC AML dalam Organisasi Faktor pendorong penerapan KYC AML. Dampak risiko apabila KYC AML tidak diterapkan dengan baik. Peran KYC AML dalam mendukung kepatuhan dan manajemen risiko. Pemahaman Prinsip dan Kerangka KYC AML Memahami konsep 4C dalam penerapan KYC AML. Pendekatan dalam melakukan identifikasi dan analisis risiko. Strategi Implementasi KYC AML Langkah-langkah penerapan KYC AML dalam organisasi. Membangun proses dan sistem pendukung implementasi. Mengatasi hambatan dalam penerapan KYC AML. Tantangan dan Solusi Implementasi KYC AML Mengidentifikasi kendala dalam penerapan KYC AML. Strategi menghadapi perubahan regulasi dan teknologi. Penyelesaian masalah dalam proses implementasi. Studi Kasus dan Best Practices Pembelajaran dari implementasi KYC AML di berbagai organisasi. Analisis kasus kegagalan dan keberhasilan implementasi. Penerapan best practices dalam organisasi. Innovation Thinking dalam Implementasi KYC AML Metode 9M untuk menganalisis penyebab kegagalan. BOT (Breakthrough Thinking) untuk mengembangkan pola pikir inovatif. Penggunaan metode 6 Topi Berpikir dalam pengembangan solusi. Change Management dalam Penerapan KYC AML Memahami proses perubahan organisasi. 8 langkah melakukan perubahan dalam implementasi KYC AML. Membangun kesiapan tim dalam menghadapi perubahan. Diskusi dan Tanya Jawab Pembahasan kasus berdasarkan pengalaman peserta. Diskusi penerapan KYC AML sesuai kebutuhan organisasi. Metode Pelatihan Presentasi interaktif dari fasilitator. Diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta. Studi kasus implementasi KYC AML di organisasi. Simulasi dan latihan penerapan konsep. Pembahasan praktik terbaik (best practices). Sesi berbagi pengalaman dan diskusi kelompok. Peserta Pelatihan Manajer dan supervisor yang bertanggung jawab terhadap risiko dan kepatuhan. Tim Compliance, Risk Management, dan Internal Audit. Profesional di bidang perbankan, keuangan, dan industri terkait. Tim operasional yang terlibat dalam proses identifikasi dan verifikasi pelanggan. Karyawan yang membutuhkan pemahaman mengenai KYC AML dalam mendukung pekerjaan mereka. Facilitator Daniel Saputro MM.MBA Senior Corporate Consultant & Strategy bussiness Daniel Saputro memiliki pengalaman 21 tahun di bidang leadership dan manajemen bisnis. Ia juga aktif memberikan pelatihan, coaching, mentoring ataupun konsultasi. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, dan LPP BUMN di Jogja. Selain itu, beberapa perusahaan swasta nasional menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Grup Astra, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda),  Medifarma, dan Prafa. Baru-baru ini ia juga membantu Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas organisasi. Projek berikutnya adalah Infomedia dan Sentul City.

Effective Collection Leader

TUJUAN PELATIHAN Training Effective Collection Leader  – Setelah Mengikuti Pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami fungsi mereka sebagai seorang collection leader yang sebenarnya Melakukan tugasnya sebagai seorang collection leader dengan baik sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif serta memiliki tim yang selalu termotivasi Membuat perencanaan dengan baik yang akan membuat tim collection-nya selalu mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan Memiliki teknik-teknik yang dibutuhkan dalam mengelola tim collection Mempengaruhi , mengarahkan dan memberikan contoh tim collection-nya untuk selalu menjadi yang terbaik Menunjukkan secara tepat solusi yang dibutuhkan oleh tim collection-nya dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari OUTLINE TRAINING Collection & Organization Pola pikir yang tepat sebagai Collection Leader Memahami Pekerjaan Collection & Organisasinya Collection Management Timing & Tahapan dalam proses penagihan 6 Teknik mengelola penagihan Collection Strategy & Negotiation Skills Segmentasi Resiko, Delinquency & Strategi Negosiasi dalam proses penagihan Handling Collectors & MIS Collection Indikator-indikator penting di lapangan Rasio dan Analisa RINGKASAN MATERI COLLECTION & ORGANIZATION Pola pikir yang tepat sebagai Collection Leader Memahami pekerjaan collection dan organisasinya Pemaparan mengenai pentingnya pola pikir yang tepat bagi seorang leader akan membuka pelatihan ini sehingga pemahaman fungsi collection leader yang sesungguhnya akan timbul dan menjadikan materi selanjutnya lebih mudah diterima Akan disampaikan mengenai Otak Sadar dan Otak Bawah Sadar, dimana letak pola pikir dalam fungsi otak manusia? Dilanjutkan dengan memahami pekerjaan collection sesungguhnya melalui definisi dan makna collection serta pentingnya pekerjaan tersebut. Penjelasan mengenai organisasi yang ideal serta jenjang karir akan menutup sesi ini. COLLECTION MANAGEMENT Timing dan Tahapan dalam proses penagihan 6 Teknik mengelola penagihan Kapan waktu yang tepat dalam menghubungi nasabahnya tentu akan menjadikan pintu masuk sebelum memulai seluruh tahapan proses penagihan. Kemampuan collection leaders dalam membaca karakteristik nasabah serta tim-nya akan sangat membantu dalam proses ini menuju ke tahapan penagihan selanjutnya. Enam teknik mengelola penagihan akan dipaparkan oleh fasilitator diantaranya yaitu: capacity planning, mengaktifkan model penagihan, memaksimalkan peranan recovery management, collection agency & penunjukan pengacara, mengelola wilayah kerja dan collection tools COLLECTION STRATEGY & NEGOTIATION SKILLS Segmentasi Resiko, Delinquency dan Strategi dalam penagihan Negosiasi dalam proses penagihan Peserta akan diberikan penjelasan mengenai resiko biaya, model statistic dan total tunggakan agar mampu menyusun strategi yang baik termasuk di dalamnya pemaparan mengenai segmentasi resiko, proses delinquency dan strateginya dalam penagihan yang tergantung dari jenis bucket. Dalam sesi ini juga akan dibahas mengenai proses pendampingan, faktor-faktor yang harus diperhatikan dan kemampuan melakukan negosiasi dalam mencari win win solution sehingga nasabah merasa nyaman berhubungan dengan collectors serta memiliki itikad baik dalam melakukan pembayaran kewajibannya HANDLING COLLECTORS & MIS COLLECTION Indikator-indicator penting di lapangan Rasio dan Analisa Beberapa indicator penting di lapangan akan disampaikan oleh fasilitator bagaimana teknik yang efektif dalam menghadapi para collectors dan tercipta efisiensi kerja pada saat melakukan monitoring kinerja para collectors-nya. Tolok ukur kerja yang transparan dan capacity planning akan dijelaskan sehingga mempermudah peserta dalam menangani collectors-nya. Dalam MIS Collection, kemampuan collection leaders dalam memahami karakteristik dari tiap laporan melalui rasio-rasio yang ada akan sangat membantu dalam menterjemahkan isi laporan dan meningkatkan efektifitas penagihan yang juga akan sangat terbantu dengan adanya MIS yang memadai sesuai peruntukannya. METODE Diskusi Kelompok Mendorong peserta untuk mendiskusikan materi yang dibahas secara kelompok Video Mengajak peserta melihat lebih dalam melalui video presentasi ahli yang akan memperkaya pemahaman peserta Studi Kasus Memberikan latihan-latihan untuk beberapa materi yang dibahas Berbagi Pengalaman Peserta diminta untuk berbagi pemahaman dan pengalaman Permainan Peserta diajak berperan aktif dalam setiap kegiatan permainan yang terkait dengan materi

Online Training : Merancang Struktur & Skala Upah (SSU)

Training Merancang Struktur & Skala Upah (SSU) mempelajari mengenai peraturan perundang-undangan yang terkait, mereview atas job analysis, job description, bagaimana metode evaluasi jabatan, bagaimana menyusun evaluasi jabatan, membahas mengenai job grading : Job Level, Job Classification, Grade, Step dan Range atau Spread, kaitannya  antara sistem kompensasi dengan performance management dan KPI, bagaimana cara konsep dasar penyusunan kebijakan paket remunerasi.(Struktur & Skala Upah) Deskripsi Organisasi kadang merasa sulit untuk menentukan besaran imbalan/kompensasi  harus diterima oleh pegawainya berdasarkan prinsip keadilan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya  sistematis dan objektif agar kompensasi/imbalan memenuhi prinsip keadilan bagi pegawai yaitu dengan melakukan evaluasi jabatan (job evaluation).(Struktur & Skala Upah) Evaluasi Jabatan merupakan bagian dari proses manajemen sumber daya manusia yang digunakan untuk membobot suatu jabatan untuk menghasilkan nilai jabatan (Job Value) dan kelas jabatan (Job Class) dengan menggunakan tolak ukur/kriteria telah ditetapkan.(Struktur & Skala Upah) Tujuan Evaluasi Jabatan adalah Untuk menentukan besaran kompensasi yang adil dan layak bagi pegawai sesuai dengan beban dan tanggungjawab pekerjaan.(Struktur & Skala Upah) Manfaat Evaluasi Jabatan Yaitu Dasar yang logis dalam pemberian imbalan/kompensasi bagi pegawai Sebagai bentuk pengawasan dalam pemberian kompensasi/imbalan bagi pegawai Untuk menyusun tingkat jabatan sesuai dengan klasifikasinya Sebagai dasar orgaisasi dalam melakukan perpindahan/rotasi pegawai Manfaat utama dari evaluasi jabatan adalah adanya sistem kompensasi yang baik dan berkeadilan. Sistim kompensasi  adalah salah satu hal  penting  diperusahaan. Sistim yang baik adalah  workable serta dapat berfungsi secara adil bagi seluruh karyawan, dan sedapat mungkin tingkat penggajian perusahaan competitive dalam industri sejenis. Adanya tingkat penggajian yang baik akan memudahkan mencapai HRD objectives yaitu ”to attract, to motivate and to retain” karyawan.(Struktur & Skala Upah) Di samping itu , ketentuan tentang SSU (Struktur & Skala Upah)  tercantum dalam Pasal 92 dari UU 13/2003 telah cukup jelas diuraikan dalam Kepmen 49/2004 tentang Struktur dan Skala Upah. Karena kurang informasi dan tidak di-follow up, maka banyak perusahaan yang belum mau melaksanakannya. Umumnya sistim SSU ini hanya digunakan oleh para praktisi yang bekerja diperusahaan asing saja, karena sudah merupakan salah satu corporate policy-nya.(Struktur & Skala Upah) Karena belum diwajibkan, maka keluarlah PP 78/2015 yang mewajibkan semua perusahaan untuk melaksanakan sebagaimana tercantum pada Pasal 14 dari PP 78/2015 itu. Pada bulan Januari 2017 lalu KEMENAKER kemudian menerbitkan PERMEN 1/2017 dengan panduan lengkap mengenai teknik merancang SSU yang tidak jauh berbeda dengan KEPMEN 49/2004.(Struktur & Skala Upah) Management akan sangat berkepentingan untuk comply dengan peraturan yang ada mengenai SSU ini. HRD sebagai strategic partner dari Management dituntut untuk segera merancang SSU dan melaksanakannya sesuai dengan kondisi perusahaan.(Struktur & Skala Upah) SSU merupakan suatu alat dan teknik untuk pelaksanaan sistim remunerasi yang baik, yang mendukung terciptanya sistim remunerasi yang effective dan efficient untuk pengembangan dan pemberdayaan karyawan. Management memerlukan masukan yang tepat dari HRD agar sistim kompensasi kepada para karyawan dapat di-kelola  dengan baik, ada kejelasan dalam tingkat penggajian, lebih terbuka, mudah di-manage, effective, tidak menimbulkan kekecewaan karyawan, menciptakan ketenangan kerja, menghindari kecemburuan, pilih kasih dan diskriminasi.(Struktur & Skala Upah) Workshop Struktur & Skala Upah 2 hari ini akan membantu para peserta yang idealnya terdiri dari para Executive yang ikut menentukan kebijakan sistim penjenjangan kepangkatan dan jabatan diperusahaan dan para Staff Remunerasi yang melaksanakan payroll administration. Dalam membuat Job Grading dan SSU ini diperlukan beberapa teknik agar sinkron dengan leveling, grading, job description, bench marked positions dan salary scale. Training ini tidak akan effective apabila diberikan secara teoritis saja tanpa praktek langsung menggunakan rumus-rumus Excel.(Struktur & Skala Upah) Peserta akan dibimbing untuk  mampu mengerjakan sendiri Job Grading, Struktur Penggajian dan beberapa materi yang terkait dengan remunerasi. Dengan sistim yang baik, dimana ada kejelasan mengenai ”level, grade dan step” akan dapat menjawab pertanyaan berapa gaji seorang karyawan secara ”teoritis” berdasarkan masa kerjanya. Penentuan gaji  kepada calon karyawan juga akan lebih tepat tanpa harus menanyakan berapa expected atau present salary-nya. Juga akan diketahui dimana posisi gaji seseorang dalam skala gaji yang berlaku untuk golongannya. Semuanya akan sangat penting artinya dalam melaksanakan administrasi remunerasi diperusahaan.(Struktur & Skala Upah) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti peltihan ini peserta diharapkan; Staff HRD yang mengerjakan Payroll dan administrasi penggajian. Para Supervisor dan Manager yang memerlukan pengertian bagaimana gaji di-design dan bisa memahami bagaimana menentukan tingkat penggajian bagi karyawan. Para Executive yang punya tanggung jawab menentukan kebijakan Remuneration System. Para Internal Auditor yang memerlukan pengetahuan mengenai Remuneration Policy. Target Peserta Para Praktisi HRD, General Affair, Corporate Legal maupun peminat bidang tenaga kerja asing Outline Materi Peraturan perundang-undangan yang terkait Review atas Job Analysis, Job Description.  Beberapa metode Evaluasi Jabatan  Tahapan dalam menyusun beberapa metode Evaluasi Jabatan Metode ranking sederhana Metode 2 titik Metode point factor untuk perusahaan yang sudah beroperasi Metode point factor untuk perusahaan yang baru beroperasi Praktek / Latihan Menyusun Evaluasi Jabatan : Metode non analitis Metode analitis – point factor / value Job Grading : Job Level, Job Classification, Grade, Step dan Range atau Spread. Kaitan antara sistem kompensasi dengan Performance Management dan KPI . Konsep dasar Penyusunan kebijakan paket remunerasi Hal – hal yang perlu dipertimbangkan : Peraturan perundang-undangan pemerintah PP / PKB perusahaan Ketersediaan anggaran perusahaan Internal equity (keadilan internal) Upah / tunjangan / fasilitas dan kaitannya dengan peningkatan produktivitas karyawan Fasilitator Budhi Wirawan, SE, M.Si Magister Psikologi Terapan (SDM) , Fakultas Psikologi , UI Sarjana Manajamen, UNPAD Lebih dari 20 tahun sebagai praktisi bidang SDM di berbagai jenis perusahaan (industri manufaktur , industri dan pemasaran produk farmasi serta, jasa keuangan) , dengan posisi terakhir sebagai AVP pada HR Division. Pemegang sertifikat assesor kompetensi SDM . Memliki pengalaman sebagai narasumber / fasilitator / trainer di bidang SDM pada berbagai forum HRD, inhouse training maupun public training

Online Training : Operational Risk Management & Assurance Framework (ORMAF)

TECHNICAL OPERATIONAL RISK MANAGEMENT (ORM) : ORM FRAMEWORK, KEY RISK INDICATOR & LOSS DATA MANAGEMENT PENDAHULUAN Kata risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Risiko dapat dikatakan merupakan akibat atau penyimpangan realisasi dan rencana yang mungkin terjadi secara tak terduga. Risiko diartikan sebagai ketidakpastian yang ditimbulkan oleh adanya berbagai hal. Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan. Sedangkan dari sudut pandang bisnis, secara umum risiko  dapat didefinisikan sebagai potensi atau kemungkinan  terhadap suatu kejadian yang dapat berpengaruh secara negatif terhadap pendapatan dan modal. Memahami konsep risiko secara luas, merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan teknik manajemen risiko. Kegagalan dalam mengelola risiko dapat menyebabkan kerugian yang significant atau kemungkinan terburuk  dapat menyebabkan kebangkrutan. Risiko operasional adalah risiko yang timbul pada aktifitas seluruh unit kerja di perusahaan. Risiko operasional disebabkan tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau problem eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan / Bank. Untuk mengelola risiko operasional diperlukan alat control yaitu tools assessment yang diimplementasikan secara periodic, general assessment atau pun bisnis assessment yang dilakukan pada masing-masing unit kerja. TUJUAN DAN MANFAAT Dengan mengikuti training ini peserta diharapkan dapat: Mengidentifikasi risiko yang timbul pada unit kerja masing-masing dengan menggunakan Proses Risk Analysis (PRA). Menyusun tools assessment control standard baik Generic Control Assessment maupun Business Control Assessment (G/BKCSA). Membuat Key Risk Indicator (KRI) dan Business Continuity Plan scenario (BCP) & Call Tree. Mengimplementasikan Basic Control. Membuat laporan Risk Profile sesuai 7 Type Risiko Menurut Basel . Memahami Strategi Anti Fraud. Memastikan tercapainya kontrol atas proses yang dijalankannya terselenggara dengan efektif dan efisien, melalui Management Control. OUTLINE PELATIHAN 1st day : Basic Philosophy Operational Risk : Operational Risk Management & Assurance Framework Proses Risk Analysis (PRA) Generic Key Control Standard Assessment (GKCSA) GKCSA for HR GKCSA for IT/ Security Management GKCSA for Compliance GKCSA for Finance GKCSA for Building Management Business Key Control Standard Assessment (BKCSA) Risk Control Worksheet 2nd day : Key Risk Indicator & Business Continuity Plan : Key Risk Indicator Penetapan Treshold (ambang batas) Identifikasi Indikator Risiko (Green-Amber-Red) Business Continuity Plan (BCP) scenario & Call tree Basic Control (Manual & Automacy) Risk Profile Report (7 Risk Type – Basel II) OUTPUT PESERTA Peserta memiliki awareness terkait risiko operasional dari setiap aktivitas yang dijalankan Bank / Perusahaan Peserta lebih terampil dalam mengelola, mengukur dan melaporkan terjadinya kerugian operasional menggunakan berbagai Risk Assessment tools peserta Peserta memiliki kemampuan untuk menentukan langkah mitigasi untuk meminimalisir terjadinya kerugian atas operasional Bank/ Perusahaan Dengan beragamnya teknik asessment risiko, pemilihan metodologi menjadi faktor penting dalam efektivitas pengelolaan risiko perusahaan. Melalui workshop ini, peserta akan dibekali dengan kapabilitas mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko, serta menerapkan ragam teknik asessment risiko sehingga mampu membantu perusahaan mendeteksi kapan dan di mana risiko dapat muncul. FACILITATOR