Deskripsi Pelatihan Fraud atau kecurangan merupakan salah satu risiko terbesar yang dapat mengancam keberlangsungan organisasi, khususnya di sektor perbankan dan industri keuangan. Kasus fraud tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga merusak reputasi, kepercayaan pelanggan, serta stabilitas operasional perusahaan. Dalam banyak kasus, fraud terjadi bukan hanya karena celah sistem, tetapi juga karena rendahnya kesadaran (awareness) dan pengendalian internal yang lemah. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap potensi fraud di lingkungan kerja. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan mengenai jenis-jenis fraud, faktor penyebab, serta cara mendeteksi dan mencegahnya sejak dini. Selain itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan tren terkini seperti fraud berbasis digital, cyber fraud, serta penguatan budaya anti-fraud dan whistleblowing system, sehingga peserta mampu berperan aktif dalam menjaga integritas organisasi dan meminimalkan risiko fraud. Sasaran Pelatihan (Kompetensi Peserta) Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan definisi fraud secara menyeluruh Mengidentifikasi faktor penyebab dan pola terjadinya fraud Mengenali pelaku fraud dan modus operandi yang umum terjadi Memahami dampak fraud terhadap organisasi dan individu Mengidentifikasi tanda-tanda (red flags) fraud Menerapkan langkah-langkah pencegahan fraud Memahami mekanisme pelaporan fraud (whistleblowing) Berperan aktif dalam membangun budaya anti-fraud di organisasi Target Peserta Pelatihan ini direkomendasikan untuk: Pegawai Perbankan (Frontliner, Back Office, Risk, Compliance) Industri Keuangan Non-Bank (Asuransi, Multifinance, Fintech) Internal Audit / Risk Management / Compliance Officer Supervisor / Manager lintas fungsi Karyawan umum yang ingin meningkatkan awareness terhadap fraud Outline Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari) Hari 1 – Fundamental Fraud Awareness 1. Definisi dan Konsep Fraud Pengertian fraud Jenis-jenis fraud (internal & eksternal) Fraud dalam konteks perbankan & industri keuangan 2. Faktor Penyebab Fraud Fraud Triangle (pressure, opportunity, rationalization) Fraud Diamond (penambahan capability) Kelemahan sistem dan kontrol internal 3. Pelaku Fraud Profil pelaku fraud (internal vs eksternal) Perilaku dan karakteristik pelaku Studi kasus pelaku fraud di industri keuangan 4. Dampak / Akibat Fraud Kerugian finansial Dampak hukum & regulasi Reputasi dan kepercayaan publik Dampak terhadap individu (sanksi, pidana, karier) 5. Jenis & Modus Fraud Terkini Fraud operasional Fraud kredit/pembiayaan Fraud digital & cyber fraud Social engineering & phishing Hari 2 – Prevention, Detection & Culture 6. Red Flags & Detection Fraud Tanda-tanda fraud (behavioral & transactional) Teknik dasar deteksi fraud Peran karyawan dalam early warning system 7. Pencegahan Fraud Internal control & segregation of duties Risk management dalam pencegahan fraud Fraud prevention framework 8. Pelaporan Kejadian Fraud Mekanisme whistleblowing system Prosedur pelaporan fraud Perlindungan pelapor (whistleblower protection) 9. Membangun Budaya Anti-Fraud Integritas dan etika kerja Peran leadership dalam anti-fraud culture Awareness program berkelanjutan 10. Regulasi & Governance Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Kebijakan anti-fraud di industri keuangan Peran audit dan compliance 11. Case Study & Simulation Studi kasus fraud nyata Diskusi kelompok & analisa kasus Simulasi identifikasi dan penanganan fraud Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan pendekatan interaktif dan berbasis praktik: Interactive Lecture (pemahaman konsep fraud) Group Discussion & Sharing Experience Coaching & Feedback dari fasilitator Facilitator Sumyta Ester Mastrida Beliau adalah seorang profesional dengan 30 tahun pengalaman di industri perbankan dengan keahlian kuat di bidang Audit, Credit Initiation & Legal Documentation, Fraud Detection, Quality Assurance, dan Business Development. Ia juga terlibat dalam berbagai task force strategis seperti Credit Acquisition System, SME Reentry, penyelesaian dokumen agunan bermasalah, serta Fraud Risk Assessment. Sumyta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi di Universitas HKBP Nommensen, Medan (1984–1989) dan memiliki berbagai sertifikasi, termasuk Bank Risk Management Level 1–3, Leadership for Middle Management, Advance Credit Analyst, Legal Documentation, Creative Problem Solving, dan Fraud Detection. Dalam perjalanan kariernya, Sumyta memegang berbagai posisi penting. Pada 201–2021, ia berperan di ORM & QA SME & Consumer dengan fokus memastikan kualitas seluruh siklus kredit serta mengidentifikasi ketidaksesuaian proses dengan regulasi. Sebelumnya, periode 2016–2019 ia menangani Credit Process and Performance Control, termasuk percepatan persetujuan kredit, deteksi fraud melalui aplikasi Instinct, evaluasi Credit Authority Limit, standarisasi data valuasi agunan, dan percepatan penyelesaian dokumen pending di notaris dan BPN. Pada 2014–2016, ia mengembangkan bisnis melalui cross-selling produk Adira Finance serta pemanfaatan Branchless Banking (Laku Pandai). Pengalaman awal kariernya dimulai dari Internal Audit/SKAI (1991–2004), termasuk sebagai Head of Division Audit Credit SME & Consumer, sebelum kemudian melanjutkan ke Quality Assurance Lending and Funding (2004–2014) dengan fokus mendeteksi fraud, memberikan rekomendasi sanksi, serta meningkatkan proses untuk mencegah potensi fraud dan keluhan nasabah.