Human Resource Training

Business Plan and Road Map

Training Business Plan  and Road Map tujuannya adalah agar Kita bisa mengurangi  kesalahan dalam penyusunan perencanaan bisnis pada awal tahun, bagaimana mempertahankan bisnis yang telah eksis dan memudahkan expansi bisnis di lingkungan yang penuh kompetisi dan hal – hal lain terkait Business Plan  and Road Map. Deskripsi Perubahan bisnis yang cepat menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang tepat. Gagal menyusun perencanaan berarti merencanakan untuk gagal. Road map sangat membantu memotivasi karyawan agar mengetahui tujuan organisasi 5-10 tahun mendatang. Action plan yang detail akan membantu pencapaian target. Ikuti pelatihan Business Plan and Road Map agar tidak salah langkah dalam menyusun perencanaan bisnis. Ajak 2-3 orang agar organisasi Anda mampu mencapai visi yang diidamkan. Tujuan Pelatihan Mengurangi  kesalahan dalam penyusunan perencanaan bisnis pada awal tahun Mempertahankan bisnis yang telah eksis dan memudahkan expansi bisnis di lingkungan yang penuh kompetisi Membekali peserta dengan peta usaha sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan perusahaan dalam mengeksploitasi peluang bisnis Membekali peserta agar dapat menyusun business plan yang dapat menyajikan semua informasi penting dari berbagai aspek usaha bisnis yang meliputi key success factors, SWOT , Strategy Map dan Balanced Scorecard  Outline Materi What business are we in and Road Map Kupas tuntas: Vision and Mission Key Process Industri Key Success Factor Analyzing Customers Analyzing External Environment : PESTEL Industry Analysis 5 Forces Company Key Success Factor Competitive Benchmark SWOT Analysis Value-based Strategy Blue Ocean Strategy Strategy Map dan  Balanced Scorecard Strategy dan  Communication Budgeting Deliverable / Output Business Plan dan Road Map 1-page Strategic Planning ( used in Astra and Triputra ) Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Budaya Etika

Training Budaya Etika mempelajari mengenai definisi, tujuan dan sasaran pengembangan budaya etika, bagaimana model dan langkah-langkah pengembangan budaya etika dan hal – hal lain terkait budaya etika. Deskripsi Pada saat ini topik tentang pengembangan budaya etika menjadi pembicaraan di kalangan para pemimpin perusahaan kelas dunia baik di Amerika maupun Eropa. Tujuan pengembangan budaya etika adalah meningkatkan kualitas kecerdasan emosional, spiritual dan budaya yang diperlukan oleh setiap pemimpin bisnis sehingga dapat memperlancar proses pengelolaan bisnis yang digeluti. Oleh karena itu mereka meyakini bahwa hanya budaya etikalah yang dapat menyelamatkan bisnis mereka di masa depan. Hal ini muncul dari hikmah atas peristiwa krisis ekonomi dan keuangan dunia yang berawal di Amerika dimana penyebab utama dari peristiwa tersebut adalah tidak berjalannya etika bisnis dengan dukungan manajemen risiko yang kuat. Para ahli manajemen beranggapan bahwa krisis terjadi akibat beberapa perusahaan tidak menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan baik dan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar dari peristiwa krisis itulah maka pada saat ini para pemain bisnis global semakin menyadari pentingnya mengembangkan budaya etika berbasis prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai perusahaan. Dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya budaya etika oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia terkemuka di Amerika dan Eropa, maka pada saat ini di belahan dunia lain banyak perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan budaya etika yang dianggap sebagai penyelamat bisnis mereka di masa depan. Gejala ini sangat menarik, mengingat penerapan GCG dan nilai-nilai perusahaan dalam dunia bisnis masih merupakan merupakan hal yang baru, termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri tampaknya belum terdengar adanya upaya pengembangan budaya etika. Namun seperti biasanya apabila di luar negeri upaya tersebut semakin santer terdengar baru orang-orang Indonesia memikirkan untuk mengembangkannya. Penulis memperkirakan sekitar lima sampai septuluh tahun lagi budaya etika baru akan menjadi suatu isu atau trend dalam bidang manajemen di Indonesia. Mengapa? Karena di masa depan akan banyak perusahaan di Indonesia yang berniat menjadi perusahaan kelas dunia. Tujuan Pelatihan Tujuan dari Training Budaya Etika yaitu agar : Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengembangkan budaya etika perusahaan kepada peserta pelatihan Memberikan rekomendasi dalam pembuatan kebijakan pengembangan budaya etika perusahaan dan pemecahan masalah yang terkait dengan upaya cara pengembangan budaya etika perusahaan Metode Pelatihan Metode dari Training Budaya Etika yaitu : Ceramah Diskusi Games Tugas Individual dan Kelompok Durasi Pelatihan 2 x 8 jam Peserta Untuk dapat membangun budaya etika yang adaptif selayaknya yang mengikuti pelatihan ini adalah semua pimpinan dalam organisasi serta para konsultan dan akademisi yang berperan dalam pemecahan masalah organisasi dan perusahaan. Outline Materi Outline Materi dari Training Budaya Etika sebagai berikut : Definisi, Tujuan dan Sasaran Pengembangan Budaya Etika Model Dan Langkah-langkah Pengembangan Budaya Etika Langkah 1: Menetapkan Nilai-nilai Bisnis Langkah 2: Membangun Nilai Model: Menerjemahkan Prinsip – Prinsip GCG dan Nilai-nilai Budaya Antam Ke Dalam Standar Etika (Budaya Etika) Langkah 3: Mengkomunikasikan Nilai-nilai Yang Dianut Langkah 4: Membangun Sistem Untuk Menanamkan dan Menerapkan Nilai-nilai Langkah 5: Membangun Sistem Pemantauan Perilaku Etis Langkah 6: Memantau Perilaku Compliance Langkah 7: Mereview Langkah-langkah 1 – 7 Langkah 8: Menyempurnakan Nilai-nilai Secara Reguler Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training Behavioral Event Interview

Training Behavioral Event Interview mempelajari manfaat interview, memahami beberapa metode interview, apa saja permasalahan yang sering timbul dalam interview, memahami BEI, apa tujuan BEI, memahami teknik STAR (Situation, Task, Action, Result), dan hal lain mengenai BEI. Deskripsi Interview merupakan salah satu metode yang paling akurat dalam peramalan kesuksesan calon pengisi jabatan di posisinya nanti. Untuk itu, pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif harus dimiliki oleh pewawancara tentang bagaimana melakukan interview yang efektif. BEI adalah salah satu metode dalam interview yang telah teruji keakuratannya dalam mendapatkan data dari calon pengisi jabatan berkaitan dengan kompetensi, tata nilai, kepemimpinan, dan soft competency lain dengan mendalami perilaku yang  muncul dalam suatu event yang krusial. Tujuan Pelatihan Memberikan pemahaman dan keterampilan pewawancara agar dapat melakukan interview yang efektif dengan Metode BEI. Sasaran Pelatihan Dengan training ini peserta akan paham tentang kegunaan interview, teknik-teknik interview, menyiapkan, melakukan, dan menyimpulkan interview dengan efektif, serta terampil melakukan interview yang berbasis Behavioral Event. Outline Materi Manfaat interview Memahami beberapa metode interview Permasalahan yang sering timbul dalam interview Memahami BEI Tujuan BEI Teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) Langkah-langkah melakukan BEI Teknik komunikasi dalam interview Teknik bertanya Teknik mendengar Teknik mencatat Teknik observasi Do’s and Don’ts dalam interview Facilitator Bohman J. Silaen, S.Si., M.M., CPHR. Bohman adalah trainer dan fasilitator yang mempunyai pendekatan dalam menyampaikan materi pelatihan secara aktual dan praktis, mengedepankan metode pelatihan yang bukan hanya mudah dimengerti tetapi juga diserap dan dilaksanakan oleh peserta. “jangan ada yang sia-sia dalam pelatihan ini, semua harus bertambah maju dan baik” kutipan yang sering dilontarkan terhadap peserta. Beliau adalah Direktur PT. DEVINA FLORINDO dan Direktur SAFERTO JASA REKATAMA (…s/d sekarang), Pendidikan : S3 Enterpreneur University, S2 Marketing Management STIE IPWI, S1 Biologi Lingkungan UNSOED, (Presenter + 20 materi a.l.; Tehnik Interview, Motivasi, Negosiasi, Leadership, Produktifitas, dll), HRD Manager (2002-2009), Coorporate Secretary (1993-1995). Organisasi/Pengalaman : Anggota SDM Indonesia, Anggota HRD Manager Club, Pengurus FKIJ Bidang SDM, Pengurus MPKN KADIN, Sekretaris Hari Pangan Se-Dunia Ke-15 WHO, Ketua Senat Mahasiswa, Pendiri Taman Buah Mekarsari, Ketua Komite Sekolah, Ketua Punguan Silaen se Bogor Timur. CEO General Trade BJS Solution Beberapa klien yang pernah ditangani, diantaranya: Bank Mandiri, AMDI Astra,BCA, CIMB, Indofarma, Global Foresight, Grafitec, Printec, Mattel, STIE Perindustrian, ECO Logistic, DHL, Nichias Indonesia, Lautan Mas, OTO, Medco, BNI 46, Adira Finance, Allianz, Sinarmas Group, dll.

Training Behavior Based Interview

Dalam Training Behavior Based Interview anda akan diberikan konsep interview “Behavior Based” dan cara memprediksi calon karyawan dengan relative akurat melalui interview, sehingga mampu menseleksi “right people for the right job” yang akan direkrut sedini mungkin. Dampak kesalahan dalam seleksi sering terabaikan, padahal  kesalahan seleksi membawa dampak yang besar bagi perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada sisi financial. Oleh karena itu setiap level manajer diperlukan ketrampilan dalam menginterview calon anak buahnya, agar mampu memprediksi setepat mungkin calon karyawan yang akan direkrut. Perusahaan harus mampu menseleksi “right people for the right job” sedini mungkin. Hal ini akan menghindari cost sebagai implikasi salah dalam merekrut orang.

Be an HR Business Partner

Training Be an HR Business Partner mempelajari bagaimana menggunakan metrik HR dan dampaknya terhadap pengaturan bisnis, bagaimana menggunakan Scorecard HR dalam organisasi bisnis sebagai fungsi HR Management, dan hal – hal lain terkait dengan Be an HR Business Partner. Deskripsi Be an HR Business Partner HR Business Partner adalah Departemen Sumber Daya Manusia bertindak sebagai Business Partner (Mitra Usaha) dan berpartisipasi dalam perencanaan strategis untuk membantu memenuhi tujuan business sekarang dan masa depan, dan tidak hanya berkonsentrasi pada tugas HR seperti tunjangan, gaji karyawan dan hubungan industri, tetapi Departemen HR juga berusaha untuk menambah nilai perusahaan dengan mengawasi perekrutan, pelatihan, kemajuan dan penempatan karyawan baru yang dibutuhkan saat ini dan masa depan. Gambaran Ringkas Be an HR Business Partner Infrastruktur dalam bisnis yang berkembang saat ini, bukan hanya terletak pada Sales Marketing, Business Development, Asset perusahaan dan Kemampuan Keuangan, namun juga terletak pada kemampuan Human Resources dalam membangun infrastruktur manusia yang dibutuhkan dalam bisnis, saat ini dan masa depan.  Tanpa didukung infrastruktur yang berasal dari Sumber Daya Manusia (Human Resources), yang dibentuk oleh Departemen Sumber Daya Manusia, maka pertumbuhan usaha seringkali mengalami kendala atau rintangan, sehingga dibutuhkannya HR yang akan bertindak sebagai Business Partner. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Be an HR Business Partner ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: HR dapat membantu menghitung infrastruktur bisnis Menggunakan pendekatan Balance Scorecard untuk strategic HR Menghadapi issue global dalam HR yang terkait dengan penghitungan bisnis Menggunakan metrik HR dan dampaknya terhadap pengaturan bisnis Menggunakan Scorecard HR dalam organisasi bisnis sebagai fungsi HR Management Target Peserta Pelatihan Be an HR Business Partner ini ditujukan untuk para: Senior Staff dan Supervisor General Manager, Senior Manager dan Manager Direktur Metode Pelatihan Training Be an HR Business Partner dilaksanakan dengan metode: Tutorial dan diskusi Diskusi dan tanya jawab Simulasi dan permainan Strategy Pelatihan Business Partnering issues Roles and structure HR Business Partner HR Business Partner capabilities and mindset Measurement and evaluation Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Be an HR Business Partner adalah : Clean, accurate and timely information Simple, user friendly process Effective delegation Help and educcation Have our act together Facilitator Team Trainer Value Consult

Applying Effective Knowledge Management In The Organization

Applying Effective Knowledge Management In The Organization – “Menghasilkan lebih banyak dengan sumberdaya lebih sedikit” Bukankah tantangan produktivitas diatas adalah tantangan juga untuk Anda? Kunci untuk mencapainya adalah dengan berbagi “know-how” – menggunakan dan menyesuaikan dengan sesuatu yang sudah dilaksanakan orang lain. Banyak orang sudah mengetahui kiat ini begitu saja namun di pihak lain justru membutuhkan informasi ” bagaimana memulainya?” Program ini akan memberikan tidak hanya prinsip-prinsip dasar mengenai Knowledge Management, tetapi juga bagaimana mengaplikasikannya sehingga didapat hasil yang optimal dalam penerapannya.

Analisis Beban Kerja ( Workload Analysis )

Analisis Beban Kerja – Salah satu informasi strategis yang dibutuhkan untuk memampukan eksekusi strategi perusahaan adalah tersedianya informasi beban kerja pada tingkat pemegang jabatan atau unit kerja. Beban kerja yang dimaksudkan adalah informasi tentang rata-rata penggunaan waktu kerja para pemangku jabatan atau unit kerja untuk menyelesaikan tugas-tugas kedinasan agar memenuhi target kinerjanya. Beban kerja tersebut merupakan hasil dari rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh pemangku jabatan atau kumpulan pekerja pada suatu unit kerja untuk menyelesaikan misi tugas kedinasannya.

Alignment Competency’s Fresh Graduate To Be The Right Team

Kualifikasi seorang karyawan yang berasal dari fresh graduate, sering membuat perusahaan yang melakukan rekrutmen dan akan mempekerjakannya mengalami kesulitan untuk dapat menyerap tersedianya tenaga kerja pada pasar tenaga kerja.  Kesulitan yang dihadapi berasal dari syllabus pendidikan nasional yang tidak selaras dengan dunia bisnis, sehingga mind-set tenaga kerja yang mengikuti jenjang pendidikan formal tidak serasi dengan visi dan misi organisasi profit.

Aligning & Executing Strategy

Program Overview Aligning & Executing Strategy Meningkatkan posisi organisasi untuk mencapai sukses dalam jangka panjang di pasar global dengan mengintegrasikan desain dan pelaksanaan strategi bisnis yang sangat efektif, dengan mengeksplorasi komponen inti dari bangunan strategi yaitu lingkungan yang kompetitif dan keunggulan kompetitif serta menyelaraskan organisasi untuk mengoptimalkan strategi, memanfaatkan peluang, dan mendorong pertumbuhan.

Pelatihan Advanced Writing Policy and Procedure (SOP)

Training Advanced Writing Policy and Procedure (SOP) di rancang  untuk anda yang sudah sering dan sangat sering membuat Prosedur tetapi tidak yakin apakah sudah menggunakan kaidah yang berstandar Internasional. Writing according to International standard Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip. SOP tidak sama dengan Prosedur, apabila Prosedur dibuat oleh pihak independen berdasar asas top-down, SOP dibuat melalui kesepakatan antara penulis, pihak manajemen dan pengguna (3 pihak). Salah satu penyebab SOP tidak berfungsi semestinya adalah karena dibuat dengan tanpa melibatkan pengguna. Keefektifan sebuah SOP dapat dilihat dari: Sejauhmana ia digunakan dan memberi nilai tambah Sejauhmana ia digunakan dan dapat menyamakan persepsi antar bagian/departemen Sejauhmana ia dapat berfungsi sebagai pengendali dan pemantau kinerja proses. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada. SOP yang dapat juga disederhanakan sebagai Who does What and How menjadi tidak terarah apabila: Tidak dikerndalikan Tidak dibuat dengan cara yang tepat sesuai kompleksitas bisnis Tidak dinamis. Standard Operating Procedure adalah salah satu metode kerja yang dibuat untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan rencana dan aturan-aturan dan untuk kepuasan pelanggan; baik eksternal maupun internal.Penyusunan SOP yang mudah dibaca dan dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar departemen. Pelatihan Writing Procedure Advanced Class ini dirancang khusus untuk mereka-mereka yang sudah sering dan sangat sering membuat Prosedur tetapi tidak yakin apakah sudah menggunakan kaidah yang berstandar Internasional. Dengan mengikuti program ini, pertanyaan anda selama ini akan terjawab: Bagaimana mengantisipasi Prosedur yang dinamis oleh karena Peraturan Bank Indonesia yang sering bertambah dan berubah, Bagaimana membuat hirarki dokumen dari PBI hingga Prosedur dan Instruksi kerja? Bagaimana membuat Prosedur bagan alir yang diakui oleh Auditor BI/OJK, Bagaimana merubah fungsi SOP sebagai alat pandu menjadi alat kendali, Bagaimana membuat SOP dengan dua macam profil pengguna (Pemula dan Ahli), Kapan harus menambahkan masa berlaku SOP? Mengapa Flowchart tidak dimulai dengan ”Start” atau ”Mulai”? Bagaimana mengintegrasikan SOP dengan Risk Management, Key Performance Indicator dan Service Level Agreement? Bagaimana mengendalikan SOP dengan Document control dan Master lists? Mengapa SOP harus berbatas waktu (SOP Lifecycle)? Target Peserta Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Peserta DI WAJIBKAN membawa LAPTOP Outline Materi Materi Pelathan  Advanced Writing Policy and Procedure (SOP) adalah : Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000 Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000. Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP Lifecycle Peserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnis Pada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. SOP Tehnis v.s SOP Administratif Secara umum terdapat dua jenis SOP yaitu Tehnis dan Administratif, SOP Tehnis merupakan SOP operasional yang mendukung proses inti, dan SOP Adminstratif bersifat pendukung. Peserta, pada sesi ini berlatih merancang dan menyelesaikan kedua jenis SOP tersebut. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan video Pada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian) Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Teknik penulisan efektif dan format dan elemen SOP Peserta, pada sesi ini, berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan concised, Fasilitator memberikan contoh beberapa SOP yang ditulis secara tidak efektif, SOP yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang berputar-putar. Pada sesi ini juga, peserta memahami elelemen-elemen SOP dan atribut pengendali (nama, nomor, tanggal efektif, tanggal kadaluarsa dll) Menentukan dan memilih  tingkat perincian SOP (Who Does What) Beyond Write What You Do SOP mempunyai format yang bermacam dan berbeda-beda dan untuk pengguna yang berbeda juga—setidaknya Pengguna pemula dan Pengguna ahli, seringkali Pengguna pemula memerlukan SOP yang rinci dan dalam sedangkan Pengguna ahli hanya memerlukan langkah besarnya saja. Pada sesi ini peserta berlatih membuat SOP dengan dua macam kedalaman. Merancang SOP yang up-to-date dan masih diperbaharui Sesi ini berhubungan dengan SOP lifecycle, peserta membuat rencana tindak-lanjut di tempat kerja dengan merancang SOP yang dinamis. Merancang SOP untuk mendukung Balanced Scorecard dan Key Performance Indicators. Merancang SOP untuk Marketing, Perencanaan dan Produksi, Logistik, Pembelian dan Keuangan dllDengan template yang disediakan oleh fasilitator, peserta diajak berlatih membuat SOP operasional, latihan-latihan ini akan menjadi bekal dalam merevisi atau menulis ulang SOP yang ada di perusahaan masing-masing. Fasilitas Pelatihan Advanced Writing Policy and Procedure Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP), sertifikat, makan siang dan snacks. Biaya termasuk materi dalam CD, buku pegangan, contoh SOP, sertifikat dan goodybags. Facilitator Ady A Subagya Fasilitator adalah seorang konsultan dan trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens dan Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha

Training Accelerate Improvement HR Competency

Kesulitan yang dihadapi oleh praktisi Sumber Daya Manusia (Human Resources) sebagai dampak dari kemajuan bisnis adalah meningkatkan inovasi untuk mendorong pertumbuhan, dimana hambatan untuk meningkatkan kemampuan professional tersebut, terletak pada empat elemen, yaitu: permintaan untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisa; mendapatkan peluang baru dan menghilangkan hambatan untuk mencapai kinerja; keanekaragaman bakat semakin kritis; dan kebutuhan teknologi.