Managerial Skills Training

Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee

Deskripsi Karyawan/staf yang bermasalah ada di sekitar kita.  Dengan level ‘keparah-an’ yang berbeda-beda.  Kadang mereka baru dalam tahap awal, baru coba-coba.  Kadang memang sudah tahunan bahkan sudah senior dalam bidangnya ataupun dalam arti lebih senior dari sang leader. (Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Salah satu ujian kepemimpinan ada dalam kemampuannya mengatasi karyawan bermasalah tersebut.  Diperlukan kemampuan, kesabaran dan ketrampilan untuk bisa membantu mereka memperbaiki diri ataupun pada akhirnya mengarahkan pada proses organisasi yang lebih tegas.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Dengan kompikasi permasalahan yang mungkin ada, pelatihan ini fokus pada melakukan konseling dan tindakan pendisiplinan untuk mengatasi karyawan bermasalah tersebut.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Prinsip pengelolaan dan pendekatan Menghitung modal kita: kredibilitas, trust sebelum intervensi. (Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Beda antara pendekatan konseling dan pendisiplinan.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Mengenal diri kita dan staf kita melalui MBTI.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Prinsip dalam kepemimpinan yang terkait. (Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Menggali dan mengenali akar masalah Menemukan sumber masalah yang ada. (Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Identifikasi Interaksi antara faktor internal dan lingkungan.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Beberapa tipe karyawan bermasalah dari alasannya dan jenis pelanggarannya.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Pendekatan konseling Prinsip dan proses konseling.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Berangkat dari kinerja dan konsekuensi.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Mendorong munculnya rasa tanggung jawab.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Menyepakati dead line untuk perubahan.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Pendekatan pendisiplinan Menemukan pola perilaku yang ingin diubah.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Membentuk kebiasaan yang baru secara bertahap.(Counseling and Disciplining for Difficult/Problem Employee) Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Saat ini Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id.  Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com.  Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Training Basic Leadership Program

Deskripsi Training Basic Leadership Program bertujuan agar anda memahami, mengenali potensi kepemimpinan dan mampu mengembangkannya. Dalam training tersebut terdapat beberapa pendekatan terhadap kepemimpinan dari mulai Transactional Leadership, Situational Leadership sampai pada Transformational Leadership. Manajer saat ini dituntut untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan pada saat bersamaan.  Kemampuan manajerial terkait dengan kemampuan untuk mengelola resource secara optimal sehingga diperoleh minimum input maximum result.  Sedangkan kemampuan leadership terkait dengan kemampuan mengembangkan visi, mempengaruhi dan mendorong tim secara optimal untuk mencapai target yang diharapkan. Pelatihan ini memberikan pengenalan singkat pada peserta untuk mengenali potensi kepemimpinan yang dimilikinya serta memahami berbagai pendekatan terhadap kepemimpinan dari mulai Transactional Leadership, Situational Leadership sampai pada Transformational Leadership. Beberapa self assessment tools disertai di dalam pelatihan ini agar peserta dapat lebih mengenal potensi kepemimpinan yang dimilikinya.  Berbagai games terkait dengan pengembangan visi ataupun kepemimpinan juga akan dilaksanakan. Sasaran Pelatihan Peserta memahami, mengenali potensi kepemimpinan dan mampu mengembangkannya secara praktis Metode Pelatihan Pelatihan Training Basic Leadership Program menekankan penggunaan Diskusi, Presentasi Paradigma Kepemimpinan, Self Assessment dan Exercise. Outline Materi Antara kemampuan ‘managing’ dan ‘leading’ Mengapa kepemimpinan penting di dalam organisasi Self assessment: Situational Leadership Latihan mengembangkan visi dan inisiatif sebagai Pemimpin Karakteristik diri yang penting sebagai seorang Pemimpin Menjadi Pemimpin yang men-transform tim nya untuk mandiri dan perform Kepemimpinan dalam konsep Situational Leadership & Transactional Leadership Overview aspek-aspek kemampuan Transformational Leader Attributed Charisma: mengutamakan kepentingan kelompok Idealized Influence:be a Role Model Inspirational Leadership: envision the future, encouraging emotional involvement Individualized Consideration: recognize individual contributions. Intellectual Stimulation: challenging the process, performance stretching. Extra Effort: Work smart not hard. Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Saat ini Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id.  Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com.  Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Problem Solving and Decision Making Tools

Training Problem Solving and Decision Making Tools bertujuan agar para peserta menguasai proses keseluruhan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah, mampu mengidentifikasi akar penyebab masalah, bisa berkemampuan menggunakan berbagai model untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, dan hal lainnya terkait Problem Solving and Decision Making. Deskripsi Masa depan organisasi yang sukses sering ditentukan oleh kualitas, dampak dari keputusan yang dibuat oleh para pemimpin mereka dan juga oleh para profesional. Memahami bagaimana cara terbaik untuk memecahkan masalah, membuat keputusan adalah penting. Keterampilan yang diperlukan untuk mencapai hal ini mencakup tatacara atau teknik menemukan “masalah yang sebenarnya,” memisahkan gejala dari penyebab, menerapkan suara, keputusan kreatif untuk meningkatkan dampak positif dari hasilnya. (Problem Solving and Decision Making) Dapatkah Anda bayangkan berapa banyaknya permasalahan yang terjadi di perusahaan setiap harinya? Belum lagi ditambah dengan upaya-upaya perbaikan yang harus terus dilakukan perusahaan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. (Problem Solving and Decision Making) Bagaimana mungkin hal tersebut dapat dilakukan jika para karyawan yang sebenarnya direkrut dan digaji untuk menyelesaikan masalah, mencari ide-ide baru dalam rangka perbaikan di perusahaan, tetapi tidak memiliki keterampilan pola pikir yang memadai untuk itu? (Problem Solving and Decision Making) Sasaran Pelatihan Peserta menguasai proses keseluruhan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah. (Problem Solving and Decision Making) Mampu mengidentifikasi akar penyebab masalah. (Problem Solving and Decision Making) Kemampuan menggunakan berbagai model untuk pengambilan keputusan, pemecahan masalah. (Problem Solving and Decision Making) Bagaimana menerapkan keputusan, solusi. (Problem Solving and Decision Making) Menggunakan data untuk memecahkan masalah, membuat keputusan. (Problem Solving and Decision Making) Peserta mampu memberikan solusi yang terbaik atas suatu masalah. (Problem Solving and Decision Making) Peserta mampu memberikan inovasi-inovasi baru terhadap penyelesaian permasalahan. (Problem Solving and Decision Making) Peserta dapat membuat perencanaan yang baik, mengantisipasi problem di masa datang. (Problem Solving and Decision Making) Target Peserta Para manager atau profesional yang ingin menambahkan kompetensi dalam problem solving Para pemimpin, manager,  supervisor yang mengalami kesulitan memecahkan masalah. Para pemimpin, manager,  supervisor yang terlibat atau bertanggung jawab menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Para pemimpin yang ingin mengembangkan kemampuan anak buahnya dalam hal memecahkan masalah. Siapa saja yang dalam tugas sehari-hari membutuhkan keahlian problem solving. Metode Pelatihan 20% teori, 80% praktek. Materi dibawakan dalam suasana santai, fun. System pembelajaran efektif dengan diskusi, roleplay,  simulasi. Outline Materi Pemahaman konsep,  kerangka proses pemecahan masalah. Belajar untuk menganalisa situasi. Belajar untuk menentukan,  memilah data yang digunakan. Mempelajari cara menentukan prioritas. Menganalisa persoalan. Merumuskan permasalahan yang ada. Menentukan,  menetapkan penyebab masalah. Membuat keputusan penyelesaian masalah. Menentukan target,  sasaran. Mengembangkan solusi alternative. Menentukan nilai manfaat, resiko yang diperoleh. Menentukan persoalan potensial Creativity, Innovation and Strategic Thinking Menetapkan solusi. Mempersiapkan rencana kerja. Mengevaluasi hasil kerja. Facilitator Mr. Agus Gunawan Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Mr. Agus Gunawan telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Mr. Agus Gunawan telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi. 20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi. Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang management Teknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir. Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar. 20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Effective Communications For Hospital Accreditation

Training Effective Communications For Hospital Accreditation mempelajari mengenai bagaimana pengantar Standar akreditasi RS 2012 SKP.2/JCI IPSG.2 Terkait dengan syarat agar rumah sakit menyusun cara komunikasi yang efektif, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dapat dipahami penerima.Mengenai berbagai kesalahan yang kerap kali muncul karena kurangnya menerapkan komunikasi efektif di rumah sakit. Bagaimana Tehnik komunikasi yang efektif dengan pasien sesuai dengan karakternya (MKHB) Sukses menjadi health educator di rumah sakit,. Bagaimana komunikasi efektif berdasarkan kerangka SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). Dan seputar Effective Communications For Hospital Accreditation.   Deskripsi Komunikasi antara petugas layanan kesehatan dengan pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan perubahan paradigma layanan kesehatan yang berfokus pada pasien sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan tanggal 01 Maret 2012. Pasien Safety atau keselamatan pasien menjadi standar utama yang harus segera dilaksanakan di Rumah Sakit dan akan dinilai menggunakan instrument akreditasi. (Effective Communications For Hospital Accreditation) Fakta dilapangan banyak  kita temukan para petugas kesehatan merasa kurang komunikatif saat berhadapan dengan pasien dengan berbagai macam alasan seperti waktu yang sempit, pemahaman kesehatan pasien, sampai dengan kesulitan menyeseuaikan karakter komunikasi pribadi sehingga berakibat minimnya keterangan yang di peroleh untuk digunakan dalam diagnose dan perencanaan tindak lanjut. Sementara disisi yang lain masih dijumpai persepsi bahwa semua pasien itu sama padahal kenyataan setiap pasien memiliki karakter komunikasi yang berbeda-beda sehingga petugas dituntut untuk mampu mengenali karakter ini dalam rangka komunikasi yang lebih efektif. (Effective Communications For Hospital Accreditation) Standar patient safety menyebutkan ada 7 standar keselamatan yang harus di terapkan rumah sakit, salah satunya adalah “komunikasi” merupakan   kunci bagi staff untuk mencapai keselamatan pasien. Atas dasar inilah cara berkomunikasi yang baik bagi para staff di rumah sakit, merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai petugas rumah sakit di setiap bagian. (Effective Communications For Hospital Accreditation) Mengantisipasi tuntutan tersebut kami VALUE CONSULT TRAINING menawarkan program pelatihan Effective Communications For Hospital Accreditation yang di kemas populer sehingga mudah di implementasikan untuk menjembatani pengetahuan Medis dan pemahamam masyarakat awam terkait kesehatan dan penyakit sehingga target Pasien Safety akan lebih mudah di capai.(Effective Communications For Hospital Accreditation) Tujuan Pelatihan Program pelatihan Effective Communications For Hospital Accreditation bertujuan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan sekaligus edukasi pentingnya komunikasi yang efektif kepada seluruh petugas kesehatan di rumah sakit, sehingga setelah menyelesaikan program ini peserta di harapkan mampu: Memahami kebijakan & pedoman pemberian edukasi. Mengenali karakter dasar komunikasi diri sendiri serta kecenderungannya dalam berkomunikasi Mengenali karakter komunikasi pasien dan keluarganya untuk memberikan edukasi kesehatan secara efektif. Mengajak pasien dan keluarganya untuk berpartisipasi dalam memberikan keputusan perawatan dan proses penyembuhan. Mencetak para petugas rumah sakit agar mampu menjadi health educator Berkomunikasi dengan DPJP secara lebih efektif, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas dan dapat di pahami. Target Peserta Program ini sangat di rekomendasikan untuk Kepala Bagian Diklat.(Effective Communications For Hospital Accreditation) Kepala Instalasi.(Effective Communications For Hospital Accreditation) Kepala  Ruang dan tenaga fungsional kesehatan.(Effective Communications For Hospital Accreditation) Dokter, Perawat, Customer Service, Registrasi, Penata laboratorium, psikolog, therapist, ahli gizi, farmasist dan radiografer.(Effective Communications For Hospital Accreditation) Metode Pelatihan Menggunakan metode interaktif TSD (Tell – Show – Do) dimana peserta akan diberikan penjelasan (lecturing), memberi contoh atas materi yang di jelaskan selanjutnya peserta secara perorangan maupun kelompok diminta untuk melakukan latihan dan mempraktekkan ketrampilan yang telah di ajarkan antara lain : Mengenali ciri – ciri karakter komunikasi Mengenali karakter komunikasi Pasien dan keluarganya Melakukan adaptasi untuk komunikasi yang efektif Presentasi sebagai health edukator Role Play Outline Materi Pengantar Standar akreditasi RS 2012 SKP.2/JCI IPSG.2 Terkait dengan syarat agar rumah sakit menyusun cara komunikasi yang efektif, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dapat dipahami penerima. Berbagai kesalahan yang kerap kali muncul karena kurangnya menerapkan komunikasi efektif di rumah sakit. Wawasan tentang karakter komunikasi pasien Merah, Kuning, Hijau, Biru (bagaimana pasien memproses informasi) Tehnik komunikasi yang efektif dengan pasien sesuai dengan karakternya (MKHB) Sukses menjadi health educator di rumah sakit. Komunikasi efektif berdasarkan kerangka SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) Komunikasi dengan pengunjung dan masyarakat sekitar menggunakan media yang ada di Rumah Sakit Facilitator Anwar Haliyanto, MM Anwar Haliyanto, MM,  salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Anwar Haliyanto pernah menjabat sebagai Manager yang bertanggung jawab mengani program pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu untuk 1 juta orang di seluruh wilayah Indonesia bersama Kementrian Kesehatan, PERKENI, DEG Germany dan PT. Merck Indonesia yang melibatkan 50 dokter spesialis, 500 dokter umum, 1,000 perawat dan 1,000,000 subjek. Posisi  terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Farmasi Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan trainer, dengan banyak memberikan pelatihan komunikasi efektif di Rumah sakit, Apotek, Klinik serta layanan kesehatan yang lainnya. Sebagai PEMERHATI FARMASI dan LAYANAN KESEHATAN Anwar Haliyanto banyak memberikan kontribusi melalui Seminar Membangun Klinik Dokter Umum di Jakarta, Gathering Apotek di Medan, Pk Baru, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Bali dan Makssar, Gathering Perawat di JABODETABEK. Sampai saat ini sudah lebih dari 20 Program Training yang dirancang dan di berikan terkait Layanan Kesehatan dan Farmasi termasuk diantaranya : Komunikasi efektif PERAWAT-PASIEN, Selling Skill untuk Apotek, Service Excellent untuk Apotek dan Klinik, Service Excellent untuk Rumah Sakit, Coaching untuk PERAWAT, Capsule Selling Skill untuk Medical Reps, 7 Langkah Penjualan yang efektif, Merangcang Strategy Marketing Layanan Kesehatan, Mentoring dalam berkarir di Industri Farmasi. Anwar Haliyanto juga sudah diminta oleh beberpa Apotek dan Rumah sakit untuk membantu dengan program “PENDAMPINGAN” dimana Apotek dan Rumah Sakit di damping selama 12 bulan dalam meng-implementasikan

Training Effective Shopfloor Leadership

Training Effective Shopfloor Leadership salah satu tujuannya adalah memahami tuntutan sebagai shopfloor leader yang diharapkan perusahaan, memahami perbedaan antara leadership dan manajemen. Deskripsi Pemimpin tim Kerja Supervisor dan Leader  adalah ujung tombak di lini depan organisasi yang dipercaya untuk merealisasikan rencana produksi dengan mendayagunakan semua sumber daya bahan baku, mesin, waktu, anggaran, dan tenaga kerja. (Shopfloor Leadership) Selain keharusan untuk menguasai teknis pekerjaannya, setiap atasan dituntut untuk memiliki sikap kepemimpinan, penyambung strategy manajemen serta  kemampuan mengawasi anak buah, mengelola waktu dan kemampuan problem solving yang memadai. (Shopfloor Leadership) Sebelum dipromosikan menjadi Leader danSupervisor  biasanya karyawan terpilih, kerena memiliki kemampuan teknik yang bagus dan disiplin  berprestasi di bidang kerjanya. Namun setelah mereka promosi menjadi Leader dan Supervisor  tidak mampu memimpin bawahannya yang seringkali dulu adalah  rekan kerja bahkan lebih tua usianya. semangat dan motivasinyapun menurun berdampak buruk pada kepada kinerja perusahaan. (Shopfloor Leadership) Untuk itu, agar. menjadi atasan tidak hanya melalui pengalaman awam saja atau berbekal “SK” , maka siapapun karyawan yang dipercaya memegang jabatan atasan, perlu memiliki dasar kompetensi sebagai atasan den­gan diperkenalkan ilmu mengenai hal itu dan dilatihkan ketrampilan pen­erapannya. (Shopfloor Leadership) Namun demikian, kenyataanya seringkali kita mengamati seorang karyawan di leader dan Supevisor bersikap pasif dan menunggu perintah dari atasannya. Kurangnya kemampuan untuk memastikan bawahan dapat bekerja sesuai Standar Operation Prosedur, sering kali apa yang di kerjakan operator berbeda dengan yang tertera pada SOP. Leader dan Supervisor wajib memiliki kemampuan mengajarkan cara kerja sesuai standar ( SOP ), namun kenyataan yang terjadi karena kurangnya kemapuan leadership sering tertarik dengan pekerjaan bawahan sehingga pekerjaan yang sebenarnya melakukan improvement di tempat kerja dirasa kurang.  (Shopfloor Leadership). Mereka terkadang merasa sungkan untuk proaktif bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Mereka lebih memilih untuk membiarkan bawahan mereka yang mengambil keputusan bahkan melempar tanggung jawab. (Shopfloor Leadership) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective Shopfloor Leadership diharapkan peserta dapat : Memahami tuntutan sebagai shopfloor leader yang diharapkan perusahaan. Memahami perbedaan antara leadership dan manajemen. Mengenal dirinya lebih baik dan mengidentifikasi kelebihan diri dan hambatan mental yang menghalangi prilakunya. Membangun percaya diri, kemampuan komunikasi dan peningkatan kerjasama team. Memahami pengertian, penerapan dan perbedaan antara leadership dan manajemen. Mengerti prinsip dan penerapan interaksi dalam organisasi pekerjaan. Mengenal dirinya lebih baik dan mengidentifikasi kelebihan diri dan hambatan-hambatan mental yang menghalangi perilakunya yang efektif sebagai atasan. Mengerti prinsip dan penerapan team work. Memahami dasar teori dan seni menerapkan teknik-teknik pendisiplinan, coaching dan counselling terhadap bawahan. Memahami prinsip kepuasan pelanggan internal melalui penerapan prinsip QCDSM. Memahami metode efektif pembuatan SOP dan mampu mengajarkan dengan tepat dan benar kepada bawahananya. Tujuan akhir dari training effective shofloor leadership bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, kerja sama team yang baik, chief dan pengawas  mampu menterjemahkan kebijakan top Manajemen, melalui strategy inisiatif dan aksi nyata sehingga laba perusahaan meningkat. (Shopfloor Leadership) Target Peserta Leader,Pengawas, Chief, Supervisor Metode Pelatihan Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus Agenda AGENDA HARI KE. 1 EFFECTIVE SHOP FLOOR LEADERSHIP MELAHIRKAN PEMIMPIN DI TEMPAT KERJA MEMIMPIN DENGAN PERCAYA DIRI AGENDA HARI KE. 2 TEKNIK MELATIH SOP DITEMPAT KERJA MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DI TEMPAT KERJA COACHING & COUNSELING Makan Siang MEMBANGUN TIM KERJA MANDIRI Rehat Kopi / Teh  RENCANA PERBAIKAN Testimoni “Bahasa yang disampaikan mudah untuk dicerna & dimengerti” “Good” “Baik, menguasai materi & Enjoy” Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Training Total Productive Mentoring ( TPM )

Deskripsi Optimalisasi SDM Perbankan Perbankan selalu dijalankan dengan asas dan prinsip 3 T, yaitu; tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran dengan dukungan sistim dan sumberdaya manusia yang memadai. Dengan begitu bank bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam memberikan layanan. Dalam perbankan, Kepercayaan adalah nomor satu untuk dapat menjalankan fungsinya. Kepercayaan hanya bisa diberikan oleh orang yang tepat dalam posisi yang benar. Semua sepakat bahwa tantangan serius perusahaan umumnya adalah kualitas Sumberdaya manusianya. Bank umum sesungguhnya sudah memiliki sistim rekrutmen yang baku dengan standard kualitas tinggi. Yang kita perlukan hanyalah optimalisasi sumberdaya manusia yang ada untuk dapat meningkatkan kinerja, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi. Kunci meningkatkan optimalisasi ini adalah penajaman kompetensi. Bicara kompetensi, kita tidak bisa lepas dari pilar pilar utama yaitu K S A. dimana; Knowledge (Pengetahuan) : Memadai untuk jabatan tertentu Memastikan pengetahuan karyawan mencukupi menjawab tuntuntan pekerjaan dalam industry perbankan serta hal yang terkait dengannya. Skill (Keterampilan) : Teruji sesuai standar yang berlaku Memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat melayani nasabah sejalan dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan serta segala penunjangnya. Attitude (Sikap) : Sikap yang menunjang keberhasilan Komitmen tinggi membangun karir, loyalitas dan integritas terhadap pekerjaan dan memajukan organisasi. Kalau sejauh ini orang percaya bahwa untuk bisa menjadikan orang kompeten dan produktif  dengan pola KSA diatas, Setelah kami teliti lebih jauh, ternyata pola itu tidak cukup meyakinkan, karena: Ketika, Sikap ( A ) ditempatkan ‘dibelakang’ maka produktifitas tidak optimal sekalipun di bawah bimbingan orang orang kredibel. Contohnya, integritas rendah, potensi melakukan penyimpangan tinggi. Orang orang hebat, terbukti memiliki sikap yang baik, dengan itu mereka bisa membekali diri dengan K dan S secara benar; belajar mandiri dan juga bantuan orang lain.. Ketika sikap mereka baik, mereka akan berkontribusi dengan baik bagi organisasinya. Sedangkan Ketika Sikap ( A ) didahulukan ‘didepan’ maka produktifitas orang menjadi optimal. Misalnya, individu  yang mencintai pekerjaannya mau berinisiatif untuk self-investment dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, workshop untuk mengembangkan diri dan mempertajam kompetensinya. Ini membuktikan, Sikap lebih utama dari IQ, latar belakang pendidikan dan keluarga sekalipun 1.      OLAH SIKAP Dari hasil pre-test kami tergambar bahwa sikap manusia sebagian besar melenceng jauh dari fitrahnya, suka atau tidak. Olah sikap pada dasarnya adalah usaha untuk menempatkan sikap pada “jalur benar” sesuai fitrahnya tersebut. Usaha ini hanya bisa dilakukan dengan terus menerus membuang ”RESISTENSI” terhadap sukses secara bertahap dengan membangunkan ENERGI SUPER dari dalam diri oleh diri sendiri. Layaknya olah raga, kegiatan ini dilakukan dengan rutin hingga sikap makin membaik dan masuk ”jalur benar” (lihat gambar optimalisasi diri). dimana sikap dikatakan berada pada tempatnya. Ini memastikan sukses terjadi secara alami. Sesuai tagline berikut: ‘MANAKALA SIKAP BERADA PADA TEMPATNYA, MAKA SUKSES SEJATI DATANG SECARA ALAMI’ Sasaran Pelatihan Layaknya olah raga, manfaat kegiatan olah sikap bisa dirasakan seketika oleh individu dan terus berimbas pada perbaikan kehidupan keluarga dan organisasi.  Pelatihan SDM dapat diadakan dengan biaya murah dan solusi menyeluruh, berimplikasi luas terhadap sistim operasional manajemen. Seperti terjadinya koreksi atas SOP, program kerja marketing, kesejahteraan karyawan. Kepercayaan kastumer, kualitas service, kepemimpinan, budaya kerja produktif dan lain lain. Dalam tangible dan intangibel dapat kami jelaskan sebagai berikut; Tangible: Omset naik, target harian tercapai, biaya operasional efektif, turnover rendah. Angka NPL turun, Jumlah nasabah naik. Intangible: Antusias, integritas, loyalitas, kepuasan kerja naik dan nasabah nyaman, Mendapat informasi, feedback membangun dan perbaikan sikap terus menerus. Pengalaman kami, bila olah sikap diadakan pada awal tahun kalender pelatihan, manfaat pelatihan lain jadi lebih berdaya guna.   Dan bila diadakan diakhir tahun, materi pelatihan yang sudah diberikan kurang berdaya guna. Outline Materi Sesuai tema, TOTAL PRODUCTIVE MENTORING. Mentoring ini memerlukan waktu 3 sampai dengan 6 bulan tuntas. Untuk memulai kegiatan mentoring ini, kita perlu mengadakan Workshop  16 jam (2 hari pertemuan) yang mencakup; pemahaman akan konsep dan simulasi aktifitas olah sikap sebagaimana detail berikut: Hari pertama (konsepsi) Topic Sub topic Keterangan Perkenalan Data dan fakta tentang sikap dan pengaruhnya terhadap produktifitas Sikap adalah segala galanya Pre test Lembar roda cermin Tolak uji Kesimpulan dan solusi. Evaluasi status saat ini dan prediksi sukses masa depan Pemahaman Sikap Sikap dalam industry perbankan Role play. Sikap salah vs sikap benar dan akibat yang mengikutinya Konsep Olah Sikap Apa, Mengapa dan Bagaimana Detail kegiatan olah sikap menurut siklus. Objek Sikap Mahakarya Gemilang Demonstrasi kegiatan olah sikap harian mingguan bulanan tahunan bagi individu dan team Hari ke dua  (presentasi dan simulasi) Simulasi Total productive mentoring Diskusi Kelompok mentoring;  penempatan dan percepatan Pra kondisi Kondisi ulang pikiran Promotif Internalisasi objek sikap Kuratif Mengisi Gap (daerah kosong) secara terus menerus Preventif Fight or flight Rehabilitatif Mentoring lanjutan dan khusus Kesimpulan  / Penutup sukses lintas generasi Diskusi  evaluasi Training Total Productive Mentoring ini akan memastikan peserta siap menjadi mentee dan komit dengan kegiatan olah sikap seumur hidupnya. 4.  Mentoring sistim Menyadari bahwa upaya perbaikan sikap adalah upaya jangka panjang dan terus menerus, maka Setelah workshop 2 hari semua peserta (Mentee) wajib mengikuti kegiatan mentoring lanjutan berikut; 1)      Indirect Mentoring  Kami adakan melalui berbagai media komunikasi; telegram (mentogram), grup WA, sms, telfon, skype, dll memberikan materi atau menjawab pertanyaan terkait kegiatan olah sikap. Mentoring ini memastikan mentee selalu terhubung dengan mentor sehingga produktifitas bisa terus dioptimalkan setiap hari berlalu. 2)      Direct Mentoring durasi 4 jam: Good Corporate Governance Marketing tuntas Analisa kredit Communication skill Service excellence Parenting skill Career planning process Grievance handling. Etika professional bankir Manajemen resiko dan apu ppt ( Untuk agenda mentoring langsung  silahkan ditentukan dengan menyesuaikan waktu dan  kebutuhan,  misi dan visi organisasi anda). Direct dan indirect Mentoring ini memberi peluangan bagi kami menunjukan bahwa Tanpa olah sikap pelatihan lain tidak banyak manfaat buat individu dan perusahaan. Dengan kata lain, olah sikap membuat anda sukses lebih besar dan lebih cepat setiap kali ikut pelatihan, seminar, workshop dan sertifikasi. Konsep Olah sikap memastikan materi Soft skill dan Hard skill Tertampung menjadi Mahakarya Gemilang. Facilitator Hendri Gemilang, MBA.  Hendri Gemilang lulusan Universitas Andalas Padang jurusan bahasa dan satra Inggris dan Singapure Institute Management program Management Business Administration, membangun karir dan berbisnis di kawasan Batam, Singapure, Malaysia selama 15 tahun terakhir. Berbagai posisi penting yang pernah di tempati; Konsultan hubungan industrial, Assistant manager Corporate Service, Manager personalia dan Administrasi. Perjalanan tugas membawanya

Service Excellence: Upgrade Your Service!

Deskripsi Praktek-praktek service excellence biasanya dimiliki oleh brand kelas dunia, secara praktis dibahas dalam pelatihan ini. Dirangkai dalam diskusi interaktif, penyampain materi yang menyenangkan, eksplorasi contoh kasus yang inspiratif, serta simulasi peran. Training ini berlangsung selama 2 hari, dibawakan oleh trainer yang berpengalaman di dunia pelayanan bintang lima. Pelatihan Service Excellence: Upgrade Your Service adalah pilihan tepat untuk meningkatkan pelayanan di perusahaan Anda. Tujuan Pelatihan Memahami secara detil hubungan antara service excellence, kinerja individu maupun tim dalam organisasi, kebahagiaan kerja dan loyalitas pelanggan. Memiliki sebuah visi personal yang kuat sebagai penunjuk arah sekaligus motivasi untuk lebih berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan dalam melayani pelanggannya. Menemukan ‘bahasa’ yang sama dalam melayani pelanggan. Mengembangkan akuntabilitas personal alias kebiasaan bertanggung jawab penuh dalam setiap situasi. Mengerti peran personal pada setiap elemen service excellence. Membiasakan diri berpikir praktis kreatif dalam upaya meningkatkan loyalitas setiap pelanggan. Menguasai standar mindset dan 5 perilaku kunci untuk selalu mampu memenangkan hati pelanggan. Mempraktekkan detil 5 perilaku kunci ke dalam proses interaksi dengan customer, mulai saat menyambut, berdialog, mengakhiri pembicaraan, maupun cara mempraktekkannya melalui saluran komunikasi lain seperti telepon, email, dan lain sebagainya. Meningkatkan kecerdasan emosional untuk lebih mampu bekerjasama dengan rekan kerja serta menjalin ikatan emosional yang kuat dengan pelanggan. Memahami ragam pelanggan yang mereka layani dan memahami sudut pandang masing-masing pelanggan. Mengetahui cara mengukur pengalaman pelanggan dan cara melampaui harapan pelanggan secara konsisten. Menguasai cara interaksi yang efektif dengan pelanggan-pelanggan sulit. Menguasai pola komunikasi yang berdampak pada loyalitas pelanggan. Mengerti jenis dan dimensi problem yang dialami oleh pelanggan. Menentukan secara tepat tindakan yang efektif untuk setiap masalah pelanggan yang berbeda. Mampu mengembangkan strategi antisipasi masalah yang efektif. Meningkatkan penjualan melalui service excellence. Menguasai cara menganalisa kinerja saat inidengan menemukan strategi untuk meningkatkannya. Memahami service excellence strategy templates untuk merancang proses pelayanan yang luar biasa. Metode Pelatihan Case study and guided role-play Reflection And Call To Action Participant Presentation Action Planning Outline Materi Session 1: Reaching Above Satisfaction – From Customers To Fans Service dan service excellence sebagai pondasi perbaikan kinerja individu maupun kinerja bisnis Mengenali perilaku dan jenis-jenis customer Psikologi pembelian Mempengaruhi pembeli agar mau menjadi pelanggan yang loyal Session 2: I Am My Organization – How service ambassadors create differences Analisa sikap dan kebiasaan dalam berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan Personal Service Mindset Service Intelligence Service Profit Chain Pola-pola persaingan bisnis dan peran karyawan dalam memenangkan perusahaan Session 3: The Heart That Matters – Building and nurturing empathy as a foundation to excellent service performance Kecerdasan Emosi dalam pelayanan Empati sebagai dasar pelayanan Mengembangkan sikap optimis untuk hasil pelayanan yang lebih baik Session 4: Designing and Delivering Experience – From service design to customer experience STAR Service Standard – greetings, managing conversations, closing, and communicating through various channels 5Ps Of Customer Experience Productive communication Active Listening Moment of truths Field observation (when possible) Session 5: Problems Are Opportunities – How to prevent and solve problems Empat dimensi masalah Mengantisipasi terjadinya masalah Mengubah kekecewaan menjadi kesetiaan pelanggan Berinteraksi dengan pelanggan yang menyulitkan Facilitator Guguh Unggul Satriadi Guguh Unggul Satriadi dengan personality yang menarik, cair ( ice breaker ) dan memiliki kemampuan determinasi terhadap segala situasi, sehingga mampu memberikan stimulan yang efektif dan positif kepada setiap individu dalam nuansa yang berbeda. Membangun kemampuan individu untuk terus menemukan sukses pribadi dan kualitas kerja yang baik serta terus melakukan perbaikan dalam proses kerja dengan memberdayakan kemampuan, kekuatan berpikir dan pendekatan emosional menjadi hal yang menjadi concern yang utama sebagai media dalam penyampaian dalam setiap pelatihan dan seminar. Guguh Unggul Satriadi memiliki kompetensi dalam Success in Leading Teams, Secret of Communication Skill, Motivation, Building Improvement and Productivity, Sales dan Service Excellent. Latar belakang bekerja Guguh Unggul Satriadi di beberapa perusahaan seperti PT. Berdikari Cita Sejahtera sebuah perusahaan Oil Supplier and General Trading sebagai Sales Respresentative ( 1997 – 1999 ); PT. Pratama Daya Paramaartha sebuah Travel dan Educational Tour sebagai Marketing supv. ( 1999 – 2003 ) ; PT. Mandiri Duta Dinamika (MDD) sebuah perusahaan Garment and Buying Agent sebagai Marketing dan Business Development Manager ( 2003 – 2006 ); PT. Wijaya sebuah perusahaan Manufacturing and Metal Forming sebagai PPIC Manager ( 2006 – 2008 ); PDP Consulting sebuah perusahaan pelatihan dan konsultasi sebagai Business Operational Head ( 2008 – 2011 ). Guguh Unggul Satriadi memiliki latar belakang pendidikan Hukum ( S1 ) 1998, dilanjutkan dengan pengembangan SDM ( S2 ) 2012 – Now, Marketing Public Relations ( Six Month Course, ) dan beberapa pelatihan Leadership Style, Seven Habit, Building Effective Team, Sales, Communication Skills dan Supervisiry Skill. Guguh Unggul Satriadi merupakan perpaduan yang lengkap antara seorang praktisi yang cukup lama di bidang pelatihan dan konsultasi, dengan teoritis melalui beberapa referensi dari berbagai macam disiplin ilmu dan sumber. Sehingga apa yang disajikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan ataupun keinginan dari peserta. Melahirkan konsep pelatihan yang mampu menginspirasi satu sama lain dan pendaratan tujuan secara menyenangkan, enggan menggunakan contoh–contoh sederhana yang mudah dimengerti tetapi mampu memberikan reaksi membandingkan dan inspirasi (active training). Diperkaya dengan pengalaman bekerja pada bidang usaha : manufacturing, jasa tenaga kerja dan konstruksi serta beberapa posisi : Manager marketing, Manager HRD, Internal trainer dan Manager operational. Guguh Unggul Satriadi merupakan pendiri dari Semut Consulting dan 3 in 1, konseptor Omah Kebon, serta sampai dengan saat ini masih sebagai strategic partner, trainer, fasilitator dan conssellor di beberapa perusahaan ataupun lembaga pelatihan. Guguh Unggul Satriadi memiliki spesialisasi dan kekuatan dalam hal : Motivation, Leadership, Communication Skill, Customer Service, Selling Skill dan Outbond training Program. Beberapa Perusahaan yang pernah menggunakan jasa serta materinya PT Taspen, U Finance, Astragraphia, PT Sud Chemie Indonesia, PT Belfood, GIZ Indonesia Team Work, Indomaret, PetroChina, LIPI, Suzuki Indomobil Roda 2, Kompas Gramedia, KSSEI, dll.

Proposal And Business Report

Deskripsi Menulis proposal dan laporan bisnis memang tak semudah yang dibayangkan. Mengingat penulisannya perlu memperhatikan isi dan susunannya, pola standar tulisan, substansi laporan yang didukung data & fakta yang akurat, relevan, lengkap dan bisa dipercaya. Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (YED) menjadi tugas tambahan dalam penulisan proposal dan laporan bisnis. Persoalan lain, susunan Laporan yang tidak sistematis atau memasukkan data apa adanya tanpa  diikuti oleh proses analisa data dan proses pengambilan kesimpulan (seperi menganalisa penyebab timbulnya deviasi atau gap antara Rencana dan Realisasi), termasuk tidak memberikan Rekomendasi jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Beberapa persoalan ini, jika tidak diatasi dengan baik, maka akan mengganggu keefektifan dalam presentasi laporan. Mengingat bahwa penulisan laporan mempunyai andil yang penting dalam efektif atau tidaknya laporan yang disajikan. Tujuan Pelatihan Memiliki pemahaman tentang Proposal dan Laporan Bisnis yang efektif Peserta mampu mengembangkan ide dan menulis Proposal dan Laporan Bisnis Target Peserta Corporate Communication Corporate Secretary Public Relations/Humas Administrasi Metode Pelatihan Praktik Presentasi dan Diskusi Outline Materi Hari ke-1 Konseptual Komunikasi Bisnis Prosedur dan Aliran Komunikasi Bisnis Memahami khalayak pembaca dan fokus masalahnya Memahami Fakta, Data, Informasi dan Opini Cara memperoleh Data (Fact Finding) dan penyaringan data Memilih tipe dan format yang sesuai Menetapkan fokus tulisan dan pengemasan pesan Teknik penyajian tulisan (pemilihan kata, grafik, font, warna, dll) Hari ke-2 Proposal and Report Writing Business Proposals Proposal Formal Komponen Proposal Formal Format Proposal Bisnis Business Report Laporan Formal Tipe Laporan dan Struktur Substansi Laporan Aspek-aspek sebuah laporan Syarat Data sebagai dasar membuat Kesimpulan dan Rekomendasi Presentasi Proposal dan Laporan Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Handling Complaint for Effectively

Handling Complaint for Effectively Training salah satu tujuannya adalah bagaimana kita mengembangkan paradigma, sikap positif dan kepercayaan diri dalam menangani  Customer Complaints / Feedbacks. Deskripsi Bagi orang yang bekerja di suatu perusahaan, maka menjaga kepuasan nasabah adalah nomor satu.Oleh karena itu, mengatasi komplain dari nasabah merupakan hal penting, serta bagaimana agar selalu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. (Handling Complaint) Komplain merupakan suatu wujud rasa ketidakpuasan pelanggan dalam hal ini sangat berpengaruh besar dalam kemajuan sebuah perusahaan.Komplain yang terselesaikan dengan baik dan profesional akan berdampak positif nantinya bagi perusahaan tersebut,karena dengan begitu tamu tersebut merasa sangat di hargai pendapatnya. (Handling Complaint) Hal itu merupakan hak bagi para pelanggan untuk menyampaikan rasa ketidak puasannya. Tapi alangkah baiknya kalau kita bias mencegah komplain itu terjadi dengan memperhatikan hal-hal yang sedetail mungkin,dan mengetahui apa yang di butuhkan oleh pelanggan kita sebelum mereka sendiri yang meminta. (Handling Complaint) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan pada ini, peserta diharapkan: Mengembangkan paradigma, sikap positif dan kepercayaan diri dalam menangani  Customer Complaints / Feedbacks. (Handling Complaint) Mengidentifikasi Jenis, Sifat Dasar Komplain Nasabah dan tipe nasabah yang ‘marah’ dan ‘kecewa’. (Handling Complaint) Menguasai teknik Penanganan Komplain / Feedbacks dan Pemberian Solusi Tepat  bagi Nasabah. (Handling Complaint) Mengembangkan ketrampilan menjalin hubungan baik dengan nasabah untuk  ‘service recovery’  dan peluang ‘cross sell’. (Handling Complaint) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Handling Complaint for Effectively adalah : Why is a complaint? (Handling Complaint) Fact about dissatisfied customers.(Handling Complaint) The Positive Side of Complaints. (Handling Complaint) Alternatif strategy related to complaint. (Handling Complaint) Handling complaint effectively. (Handling Complaint) Tekhnik Complaint (Handling Complaint) Testimoni “Sudah Baik” Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Communication & Interpersonal Skills

Communication & Interpersonal Skills mempelajari mengenai bagaimana keterampilan komunikasi yang baik sangat penting, bagaimana komunikasi verbal dan non verbal dan hal lainnya terkait Communication & Interpersonal Skills. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Communication & Interpersonal Skills adalah : Day 1 (Communication & Interpersonal) Good Communication skills are essential (Communication & Interpersonal) Verbal and Non Verbal Communication (Communication & Interpersonal) Communication Cycle (Communication & Interpersonal) Understanding communication barriers (Communication & Interpersonal) Change your self to change others Effective listening, responding and questioning (Communication & Interpersonal) Day 2 (Communication & Interpersonal) Communication Style & Strenghts Assertiveness Strategies to Redirect Staff Towards The Behavior Techniques for dealing with workplace anger and moving collagues from “no” to “yes” How to receive and deliver feedback with confidence Testimoni “Terima kasih atas penjelasan materi yg membuat saya lebih bisa memahami kondisi2 dalam berkomunikasi” “Materi menambah pengetahuan” “Terima kasih Bu Endang trainingnya seru & memuaskan” “Tenang dalam menjelaskan dengan bahasa yang ringan (mudah dimengerti)” Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Service Excellence for Leader

Deskripsi Kita bergerak di dunia yang bagaikan eskalator bergerak turun.Apa yang menjadi produk unggulan tahun lalu, sudah obsolete di masa kini. Delivery system yang 3 bulan lalu tergolong mutakhir, bisa dengan gampang di-copy oleh perusahaan lain. Persaingan di product dan delivery system menjadi pertempuran berdarah yang tidak ada akhirnya, bahkan dunia marketing yang tadinya merupakan ‘lahan subur’ menjadi tidak gampang lagi diandalkan. Banyaknya pemain baru, membuat suara kita semakin tidak terdengar. Yang terbaik menyadari ini, maka mereka bersaing di service mindset.Mengubah seluruh budaya perusahaan untuk melayani lebih baik.Memberikan service terbaik dengan pelayanan yang bukan hanya basa-basi, namun pelayanan yang dihargai oleh customer.Menyentuh langsung ke emosi client, dan menciptakan client yang loyal. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan pada ini, peserta diharapkan: Membangun budaya service di seluruh lini perusahaan, agar bisa menjadi atau  mempertahankan status market leader. Karena perusahaan-perusahaan terbaik mengutamakan service. Mis: Singapore Airlines, Starbucks Coffee, Amazon.com, Bluebird Taxi, Ritz Carlton, UPS, dll Membangun ongoing relationship dengan customer, sehingga menurunkan biaya iklan dan menaikkan tingkat loyal customer Meningkatkan share of wallet per customer Meningkatkan revenue Outline Materi What’s Service Excellence Lead with Your Customer ” Service Leaders’ Roles & Responsibilities Service Leaders’ Roles & Responsibilities  (Con’t) Individual Commitment Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Setelah itu melanjutkan karir lagi sebagai Associate Trainer di beberapa Consultant Training diantaranya :PT. Value Consult, Global Top Career, PT. Trisa Mandiri Sejahtera Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Selling Skill for Personal Banking Officer

Pelatihan Selling Skill for Personal Banking Officer  mempelajari bagaimana memastikan para PBO dapat menemukan peluang penjualan disetiap saat, memastikan para PBO kompeten dalam mengolah peluang kedalam penjualan yang paling sesuai, memastikan PBO dapat melakukan percakapan cross selling & up selling. Deskripsi Tenaga Pemasaran merupakan orang-orang pilihan yang menjalankan peran mereka demi keberlangsungan perusahaan dan menjadi tiangnya perusahaan saat ini dan yang akan datang.Tenaga Pemasaran dalam hal ini dianggap sebagai front-liner-nya perusahaan.Dan jika berada dalam perang, mereka adalah pasukan yang pertama menghadapi musuh dan menang kalah ditentukan salah satunya oleh kinerja para front-lineratau para Personal Banking Officer.(Personal Banking Officer) Maka dari itu, memilih tenaga pemasaransama pentingnya dengan memilih para karyawan lain di bidang lain yang membutuhkan keahlian tertentu terutama keahlian dalam menjual produk sehingga tenaga pemasaran dapat dijadikan sebagai pembawa pesan yang baik terhadap apa yang dimaksudkan terhadap produk yang dibuat suatu perusahaan. Jika salah dalam memilih tenaga pemasar, maka jangan heran ketika apa yang dimaksud untuk disampaikan oleh perusahaan tidak diterima dengan baik oleh konsumen dan malah menghasilkan kesan buruk yang akan berakibat sangat buruk bagi perusahaan.Selain keahlian dalam menjual, tenaga penjual dengan attitude yang baik akan memberikan kesan nyaman terhadap konsumen. Pengetahuan  banyak terutama tentang produk yang dijual juga sangat penting akan membuat konsumen percaya terhadapnya, terlebih percaya kepada produk yang dijualnya. (Personal Banking Officer) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Selling Skill for Personal Banking Officer, peserta diharapkan: Memastikan para PBO dapat menemukan peluang penjualan disetiap saat. (Personal Banking Officer) Memastikan para PBO kompeten dalam mengolah peluang kedalam penjualan yang paling sesuai.(Personal Banking Officer) Memastikan PBO dapat melakukan percakapan cross selling & up selling.(Personal Banking Officer) Outline Materi Setelah mengikuti pelatihan Selling Skill for Personal Banking Officer, peserta diharapkan: Memastikan para PBO dapat menemukan peluang penjualan disetiap saat. Memastikan para PBO kompeten dalam mengolah peluang kedalam penjualan yang paling sesuai. Memastikan PBO dapat melakukan percakapan cross selling & up selling. Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Setelah itu melanjutkan karir lagi sebagai Associate Trainer di beberapa Consultant Training diantaranya :PT. Value Consult, Global Top Career, PT. Trisa Mandiri Sejahtera Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Training Sales Motivational

Deskripsi Beberapa alasan mengapa tenaga penjual sangat mudah untuk kehilangan motivasi yaitu diantaranya adalah tenaga penjual TIDAK memilih “sales” sebagai profesi mereka. Kebanyakan mereka menjadi tenaga penjual karena terpaksa atau lantaran tidak mempunyai pilihan lain lagi. Akibatnya, mereka tidak merasa bangga akan pekerjaan mereka. Untuk mengatasi masalah ini, kita harus memberikan penjelasan kepadasetiap tenaga penjual yang baru dan menjelaskan kepada mereka apa arti dari pekerjaan menjual. Kita harus menunjukkan kepada mereka prospek karier yang bagus dari profesi menjual dan banyak orang-orang sukses yang memulai karier mereka dengan menjadi tenaga penjual.  Kita harus mampu menunjukkan kepada mereka bagaimana tenaga penjual dapat menjadi kompeten dan mampu menghasilkan penghasilan dan kualitas hidup yang baik bagi diri mereka sendiri. Dengan kata lain, kita harus dapat menanamkan kebanggaan dalam diri mereka untuk menjadi tenaga penjual. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Sales Motivational ini, peserta diharapkan: Mempunyai kemampuan, keberanian, kekuatan, kesanggupan dan kemampuan besar agar bisa menutup penjualan dengan sukses. Dapat menjual dengan luar biasa dengan mempunyai karakter yang percaya diri, rasa memiliki, product knowledge & skills yang baik, pantang menyerah, mempunyai energy dan semangat yang luar biasa. Dapat melayani konsumen dengan sabar, tenang dan mampu memberikan informasi sekaligus layanan yang lengkap kepada calon konsumen. Outline Materi Materi Training Sales Motivational yang akan dibahas adalah : Hari Pertama : Refleksi Diri Makna Profesi Berjualan bagi seorang Sales Changes Habit ( Kebiasaan Baik dan Buruk) Sales Virus Hari Kedua : Mengatasi Kekecewaan dan Permasalahan Bagaimana Meningkatkan Rasa Percaya Diri Mental yang diperlukan untuk seorang Sales Bagaimana mengatasi penolakan dan tindakan yg harus dilakukan Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Setelah itu melanjutkan karir lagi sebagai Associate Trainer di beberapa Consultant Training diantaranya :PT. Value Consult, Global Top Career, PT. Trisa Mandiri Sejahtera Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Sales Leadership & Coaching Skills

Training Sales Leadership & Coaching Skills mempelajari mengenai leading & changing mindset, successful leader mindset, managing success, sales discipline process dan hal lainnya terkait Sales Leadership & Coaching Skills. Deskripsi Sebagai pemeran kepemimpinan di garis depan, seorang Leader memiliki peran yang kritikal dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Peran tersebut terkait dengan strategi dan cara pelaksanaan pekerjaan serta kualitas hubungan dan interaksi antar manusia yang tergabung dalam suatu tim penjualan. Lebih dari itu, penguasaan keterampilan kepemimpinan menjadi barometer kualitas kepemimpinan di dalam suatu organisasi. (Sales Leadership & Coaching Skills) Sebagaimana halnya dengan upaya menguasai suatu keterampilan, keterampilan kepemimpinan juga selain membutuhkan pemahaman juga yang utama adalah latihan dalam bentuk praktek atau aplikasi secara sistematis, berkesinambungan dan berkelanjutan. (Sales Leadership & Coaching Skills) Untuk itu, kami mendorong setiap peserta untuk mempraktekkan pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan, bukan hanya untuk membantu dalam penyelesaian pekerjaan atau pencapaian target penjualan; namun lebih dari itu untuk meningkatkan kualitas kehidupan setiap anggota tim penjualan melalui kepemimpinan yang berkualitas. (Sales Leadership & Coaching Skills) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan pada hari pertama ini, peserta diharapkan: Memahami peran penting yang dikontribusikan oleh seorang Sales Leader dalam pelaksanaan pekerjaan dan atau pencapaian suatu target kerja, serta membina interaksi dan hubungan diantara setiap anggota tim. (Sales Leadership & Coaching Skills) Memiliki pola pikir yang benar dalam mengelola penjualan sekaligus membangun tim penjualan  yang sukses, khususnya dalam hal pentingnya membangun dan memelihara komitmen. (Sales Leadership & Coaching Skills) Mampu membuat suatu perencanaan penjualan serta membangun perangkat dan mempraktekkan teknik untuk menegakkan perilaku sukses dalam rangka disiplin proses penjualan.  (Sales Leadership & Coaching Skills) Menguasai proses dan teknik dalam melakukan bimbingan (coaching) yang efektif baik untuk menangani permasalahan kinerja maupun mengembangkan keterampilan tim penjualan, khususnya keterampilan menjual. (Sales Leadership & Coaching Skills) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Sales Leadership & Coaching Skills adalah : Leading & Changing Mindset Successful Leader Mindset Managing Success Sales Discipline Process Managing Sales Growth Sales Planning Customer Management & Portfolio Analysis Individual Sales Planning Commitment based Leadership Coaching Process Skills Performance Coaching Technical Coaching Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Setelah itu melanjutkan karir lagi sebagai Associate Trainer di beberapa Consultant Training diantaranya :PT. Value Consult, Global Top Career, PT. Trisa Mandiri Sejahtera Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Training Business Analysis (Best Practice)

Salah satu tujuan training Business Analysis (Best Practice) bagaimana Kita bisa melakukan perencanaan, monitoring Business Analysis, Elicitation, mengenai manajemen,komunikasi persyaratan, bagaimana kita bisa menganalisa perusahaan, menganalisa persyaratan dan hal – hal lain terkait Business Analysis (Best Practice). Deskripsi Pelatihan Business Analysis (Best Practice) memberikan pengetahuan, keahlian kepada peserta untuk memahami analisa bisnis mengacu standardisasi international BABOK V 2.0. Merupakan kerangka acuan yang menjelaskan tugas analis bisnis untuk memahami solusi yang dapat memberikan peningkatan nilai kepada organisasi bisnis. Bentuk tugas, urutan pekerjaan, kepentingan, aspek lainnya dimana setiap tugas memiliki keterkaitan langsung atau tidak kepada tujuan utama dalam bisnis. Pelatihan Business Analysis (Best Practice) dilengkapi perangkat diskusi kelas, studi kasus, untuk mempermudah pemahaman peserta. Tujuan Pelatihan Pada akhir Training Business Analysis, peserta akan dapat memahami analisa bisnis secara komprehensif, secara khusus, yaitu: Memahami tujuan, frame work analisa bisnis serta penerapannya dalam perusahaan. Menghargai manfaat, fungsi analisa bisnis untuk memberikan solusi pencapaian tujuan bisnis. Menggunakan teknik-teknik yang efektif digunakan dalam analisa bisnis. Menerapkan  pengetahuan dan keahlian untuk pengembangan tujuan bisnis perusahaan dengan nilai-nilai sistematis, penyederhanaan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan yang benar dan integritas. Sasaran Pelatihan Untuk individu, professional dari berbagai bidang profesi, seperti: Administrasi Bisnis, Sales, Marketing, Manajemen, Operation, HRD, Data Analisis, Bisnis Analisis. Metode Pelatihan Training dilakukan dengan komposisi 40% pemahaman terhadap konsep, teori inti, 60% untuk study kasus, workshop. Pelatihan dilengkapi dengan tampilan slide presentasi, study kasus agar mudah difahami ,berjalan lancar. Partisipasi aktif peserta diharapkan dalam bentuk tugas individu atau kelompok. Penilaian Kompetensi Aktifitas dan kompetensi peserta dalam proses training, tugas individu atau kelompok akan dinilai menggunakan perangkat diskusi kelas, pengamatan dan dokumen tugas. Minimal satu (1) dokumen analisa bisnis, study kasus, penugasan lainnya dapat digunakan sebaga dasar penilaian. Sistem Penilaian Peserta akan dinilai menggunakan kriteria berikut ini: Tugas – tugas Pelatihan: 60% Minimal satu (1) dokumen terkait analisa bisnis : 40% Outline Materi Pengenalan Business Analysis Perencanaan dan Monitoring Analisa Bisnis Elicitation Manajemen dan Komunikasi Persyaratan Analisa Perusahaan Analisa Persyaratan Penilaian dan Validasi Solusi Kompetensi Utama Teknik Summary Testimoni “Baik” Facilitator Ade Nugraha, ST, MMSI (MCP, MCSA, MOS, ACA, CEA) Ade Nugraha adalah seorang praktisi dan akademisi dibidang Desain dan Teknologi dengan pengalaman lebih dari 17 tahun. Memulai karir professional sebagai Konsultan, Desainer Grafis dan Multimedia, Arsitek Perencana, Manajer Proyek, Asisten Dosen, Trainer, Guru dan Dosen, Courseware Designer, Chief Administrator, Academic Manager dan Academic Director. Trainer adalah alumni S1 Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang kemudian melanjutkan studi dan lulus S2 bidang Manajemen Sistem Informasi di Binus Bisnis School (BBS). Pemegang Sertifikasi Internasional bidang IT, mulai dari: Microsoft Certified Professional (MCP), Microsoft Certified Systems Administrator (MCSA), Microsoft Office Specialist (MOS), Adobe Certified Associate (ACA) dan Certified Administrator dari Pearson VUE. Sebagai praktisi beliau telah bekerja dan menangani lebih dari 30 proyek bidang Desain dan Teknologi, diantaranya: IT Security Policy and Procedure, Computer Based Testing (Web based and Desktop Application), CBT Policy and Procedure, CBT Exam Content, Network Infrastructure Implementation for MS Dynamic AX 2012, Academic and Exam Policy and Procedures, SLA, Web Design and Development, Multimedia Interactive Applications, Multimedia Presentations, 2D/3D Animations, Residential Design, Commercial Design, CG projects seperti: logo, brochure, name cards, posters, flyers and marketing kit untuk lebih dari 25 personal dan corporate clients. Karir akademisi dimulai dari mahasiswa sebagai asisten dosen di UI, IT trainer dan Lecturer program Diploma IT/CS di Informatics Computer School (Singapore school based), IT Corporate Trainer, Guru Training of Trainers dan Manajer Akademik di berbagai Sekolah RSBI seperti: SMAN 2 Depok, Cibinong, Bogor, Cirebon, Sekolah Bunda Mulia, Al Kausar Boarding School, ICM – BSD, SMK Bhakti Anindya dan Dosen Tamu, Pembicara serta Manajer Pelatihan di berbagai kampus seperti: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina Jakarta, Universitas Mercu Buana Jakarta, AMK Bogor, UNSWAGATI Cirebon, Universitas Bina Darma Palembang, IBI Darmajaya Lampung, Universitas Bandar Lampung, STMIK Swadaharma Jakarta, UPI-YAI, Jakarta. Trainer juga merancang dan membuat lebih dari 15 Official Courseware bidang IT, Networking, CG and Multimedia serta Software Engineering dengan lebih dari 35 course materials dan +1000 assessment dan exam content. Dalam hal leadership dan managerial di struktur organisasi perusahaan, posisi terakhir trainer sebagai Academic Director, 7 tahun sebagai Academic Manager dan 6 tahun sebagai Chief Administrator telah memberikan pengetahuan, keahlian, pengalaman dibidang Manajemen, Bisnis dan Administrasi dalam menangani lebih dari 50 mitra Institusi Akademik (Sekolah dan Kampus) dengan total jumlah siswa dan mahasiswa yang menjadi end-users mencapai lebih dari +25.000 peserta dari tahun 2004 – 2015. Beberapa Corporate Clients yang pernah bekerjasama dalam project, konsultasi maupun corporate training dan testing, yaitu: PT Semen Indonesia (Semen Gresik), AXA Mandiri, Aetra Air Jakarta, Mitsui Sumitomo Indonesia (MSIG), Toyota Astra Motor (TAM), PT Angkasa Pura II, PT RAIN Tbk, PT Prakarsa Tani Sejati, PT Automated Testing Indonesia, Multimatics, Sekolah Ichtus, Informatics Computer School, IPDC, LSP Telematika, Pearson VUE, Prometric, Andrew Tani & Co., NICT, PXmatics and others.

How to Manage Performance

Training Description Dunia bisnis saat ini sedang dipengaruhi oleh “badai” krisis ekonomi dan keuangan.  Banyak perusahaan yang tidak dapat bertahan dalam situasi krisis tersebut sehingga terjadi moratorium perusahaan yang bersifat massal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi negara terganggu. Hal ini juga dialami oleh Indonesia walaupun dampak yang dirasakan tidak terlalu besar seperti di Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara lainnya.

Analytical Creative Thinking : Think Right – Think Fast

Analytical Creative Thinking : Think Right – Think Fast Training Salah satunya mempelajari bagaimana meningkatkan keterampilan analistis yang akan berdampak kepada berpikir kreatif untuk membangun kreatifitas kerja sehingga terbentu motivasi positif dalam bekerja. Deskripsi Perubahan yang terjadi begitu cepat dan majemuk dalam dunia usaha, kerumitan masalah terus bertambah, dan akhirnya manusia kerja dituntut menyesuaikan diri serta  membangun dirinya menghadapi rintangan dan tantangan. Akibatnya semua orang harus berpikir untuk mendukung agar melahirkan kepercayaan yang lebih tinggi. (Creative Thinking) Berpikir kreatif akan membawa seseorang menjadi pengagas, dan kreatifitas akan mewujudkan gagasan menjadi kenyataan. Kreatifitas merupakan kekuatan daya cipta yang menghasilkan karya dan kerja yang bertumpu pada inovasi. Kolaborasi yang terjadi antara konsep berpikir kreatif dan kreatifitas dilakukan dengan dua tahap berbeda; berpikir lalu berbuat. (Creative Thinking) Program pelatihan Analytical Creative Thinking dimaksudkan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan tentang potensi diri individu, pembahasan meliputi aplikasi tentanng potensi diri manusia dalam kehidupan sosial, organisasi, secara efektif dan efisien yang dapat berimbas kepada pengembangan karir dan organisasi, perusahaan atau tempat bekerjanya. (Creative Thinking) Pengetahuan tentang manusia dalam kehidupan organisasi, memberikan acuan bagi upaya pengembangan diri dalam implementasi keputusan strategi perusahaan. (Creative Thinking) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Analytical Creative Thinking , peserta diharapkan : Meningkatkan keterampilan analistis yang akan berdampak kepada berpikir kreatif untuk membangun kreatifitas kerja sehingga terbentu motivasi positif dalam bekerja. (Creative Thinking) Membangun sikap dan berpikir positif dalam melakukan interaksi sehari – harinya menjadi kuat, dengan didukung kombinasi kekuatan mental serta kualitas pribadi yang melahirkan pikiran kreatif . (Creative Thinking) Metode Pelatihan Paparan Role Play Diskusi kelompok Outline Materi Analistis dan Kreatif Pemahaman dasar Mengapa, sudahkah kita memiliki dua ini? Berubah atau tertinggal! Merobohkan Pembatas Mengenal pembatas diri dan pikiran Mengancurkan tembok pembatas prestasi Membangun tembok keberhasilan Semuanya dimulai dari diri sendiri Kreatif dalam memikirkan kehidupan kerja Kreatif sekarang dan semua Mengenal aspek – aspek untuk menjadi seorang kreatif Daya kreasi dan sikap kreatif sebagai kewajiban Kreatif yang tidak yang tidak tentatif Menjaga dan memelihara perilaku kehidupan Memahami lingkungan ( sosial maupun kerja ) sebagai faktor penting. (Creative Thinking) Memahami perilaku positif, produktif dan kontributif Menjadikan sebagai Budaya (Creative Thinking) Testimoni “Cukup Dan Sesuai harapan” “Sangat bagus & menyenangkan” Facilitator Kukuh Wahyu Adji Kukuh adalah praktisi training ( in class ataupun outbond ) lebih dari sepuluh tahun dibidang ini, berbagai  jenis perusahaan yang telah menggunakan jasanya baik manufacturing, perbankan, tranportasi laut, maskapai penerbangan, asuransi, retail, MLM, BUMN, oil & gas dsb. Dia ahli dibidang  soft skill, terutama : motivasi, sales, leadership, team building, communication skill dan managing by value & attitude. Serta dia pernah langsung terlibat dalam posisi dan pekerjaan sebagai manager marketing di perusahaan manufacturing terbesar di Indonesia dan HR manager & training development di perusahaan kontraktor multinasional.

Training Customer Service Excellent

Pelatihan Customer Service Excellent ini bertujuan untuk membangun SERVICE WITH DELIGHT ( Melayani dengan senang hati ) mindset,  diharapkan mampu menstimulan peserta untuk mengubah perilaku pelayanan terhadap pelanggan dari kriteria standard menjadi memuaskan. Training Customer Service Excellent ini ditujukan untuk : CS ataupun pekerjaan yang bersentuhan dengan Customer internal dan eksternal. Dalam pelatihan Customer Service Excellent ini juga ditujukan untuk membangun perilaku  mau mengerti terhadap keinginan pelanggan terlebih dahulu, menjauhkan perilaku yang berbasis egosentris. Peserta juga diharapkan mampu mengenali kelebihan dan kelemahannya secara individu, dan mengetahui area-area yang harus di-improve, serta memahami jika service / pelayanan dan keinginan dari customer tak akan pernah bertemu dalam titik diam kepuasan (satifaction point ). Secara mendalam akan ditanamkan tentang bagaimana kepuasan pelanggan berdampak besar terhadap kelangsungan bisnis. Dan hubungan perilaku memuaskan pelanggan sebagai salah satu bagian penting dari pencapaian visi, misi, dan target perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah Training Customer Service Excellent peserta diharapkan memiliki paradigma baru tentang service quality mindset menjadi service with delight. memiliki kesadaran bahwa kualitas service suatu perusahaan  dibangun melalui siklus proses yang mengintegrasikan semua fungsi dalam perusahaan. Mampu memasarkan dan menjual melalui service. menghadapi kondisi customer  sulit maupun kondisi pressure pekerjaan yang sulit. memiliki ketrampilan untuk menghadapi berbagai kondisi di dalam pelayanan pelanggan. memiliki kiat-kiat di dalam menyelesaikan masalah sulit pada saat menghadapi pelanggan. menghasilkan hasil dan pembelajaran yang produktif dari setiap pertemuan atau pembicaraan dengan pelanggan. menemukan faktor penyebab utama dari setiap permasalahan dan menghilangkan faktor bias dalam penyelesaian masalah. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan benar, baik sebagai pemberi maupun penerima pesan. Mengerti dan memahami attittude dan behaviour dalam service. Metode Pelatihan Beberapa metode  digunakan dalam Training Customer Service Excellent ini adalah: Pengajaran ( aktif training ). (Customer Service Excellent) Role Play. (Customer Service Excellent) Aktivitas permainan.(Customer Service Excellent) Pengambilan hikmah.(Customer Service Excellent) Diskusi tim kecil.(Customer Service Excellent) Outline Materi “ Apakah yang dimaksud dengan service / melayani “ Memahami dengan baik apa itu pelayan dan aspek-aspek yang yamg membuat palayanan itu menjadi pelayanan prima apakah itu sitem yang mengatur, produk yang membuat daya jual yang baik serta bagaimana bentuk pelayanan itu sendiri dikemas sehingga menciptakan proses yang berkesinanmbungan.  “Meningkatkan standar service anda” Mengetahui dengan  jelas kondisi pelayanan yang anda miliki saat ini untuk dapat melakukan improvement dalammelakukan  pelayanan sehingga terjadi perubahan level tingkatan terhadap service yang dilakukan. Mengetahui beberapa tingkatan service yang menjadi tolak ukur dalam dimensi pelayanan prima (service excellent). “ Kemampuan komunikasi didalam melayani” Bagaimana mengkomunikasan dengan teknik dan bahasa yang baik mengatur  tatanan bahasa yang runtun dan jelas sehingga mampu menjadi symbol kekuatan anda dan menjadi daya tarik terhadapa pelanggan anda. Mencoba mengidentifikasikan bagaimana tipikal pelanggan anda sehingga mampu memetakan dengan benar bagaimana melakukan SERVICES WITH DELIGHT. “ Memahami efek dari service with delight” Banyak hal yang  sering kita dengar mengenai pelayanan prima, tetapi dengan perubahan yang begitu cepat dan dinamis maka pola pelayanan saat ini bergeser menjadi bagian penting dari setiap pegerakan dunia bisnis dan didalam bidang apapun. Ada tingkatan dari keinginan pelayanan / service yang diinginkan  oleh customer ( internal – eksternal ) sehingga setelah kita mampu menyesuaikan dengan keinginanya terebut kita dapat memeberkan beberapa efek kepada pelanggan kita. “ Mengatasi keluhan dan kemaran pelanggan anda, apa penyebabnya? ” Mampu menghadapi pelanggan ( internal – eksternal ) yang sedang melakukan complaint dengan tenang tanpa memberikan feedback atau respon  negative terhadap pelanggan, baik dengan pelanggan yang memiliki tipical emosional ataupun yang datar (biasa-biasa saja). Melakukan edukasi kepada pelanggan sehingga pelanggan benar –benar mengetahui kondisi yang sebenar-benarnya terhadap proses kerja yang sedang anda lakukan, dengan  pola-pola pendekatan aseriveness tidak dengan pola menggurui. Facilitator Kukuh Wahyu Adji Kukuh adalah praktisi training ( in class ataupun outbond ) lebih dari sepuluh tahun dibidang ini, berbagai  jenis perusahaan yang telah menggunakan jasanya baik manufacturing, perbankan, tranportasi laut, maskapai penerbangan, asuransi, retail, MLM, BUMN, oil & gas dsb. Dia ahli dibidang  soft skill, terutama : motivasi, sales, leadership, team building, communication skill dan managing by value & attitude. Serta dia pernah langsung terlibat dalam posisi dan pekerjaan sebagai manager marketing di perusahaan manufacturing terbesar di Indonesia dan HR manager & training development di perusahaan kontraktor multinasional.

Steps To Write A Proposal

Deskripsi Menulis proposal merupakan salah satu tugas penting untuk memulai berbagai kegiatan, baik untuk kepentingan bisnis, penelitian, proyek dan lainnya. Namun menulisnya bagi sebagian orang cukup memakan waktu dan membutuhkan perhatian pada hal-hal detail seperti mengolah data, teknik penulisan, pengaturan tata bahasa, penyajian gambar / grafik yang sesuai, lampiran pendukung termasuk cara mengemas proposal dan penyajiannya. Secara umum, sistematika penulisannya terdiri dari Pengatar, Pendahuluan, Isi, Penutup dan Lampiran. Namun proposal yang baik tidak hanya menarik dan kreatif, tetapi juga mampu mengkomunikasikan pesan atau menjelaskan ide-ide secara efektif, agar apa yang ingin disampaikan kepada audience-nya dapat diterima dengan baik pula. Sasaran Pelatihan Memahami perencanaan penulisan proposal, teknik penulisan dan cara penyajian proposal. Peserta diharapkan dapat membuat proposal yang baik dan jelas serta efektif. Metode Pelatihan Presentasi Analisa Proposal / Case Studi Diskusi Praktik Outline Materi Konseptual Komunikasi melalui Tulisan Mengenali jenis proposal, format dan sistematika penulisan Mempersiapkan isi proposal dan batasan dalam proposal Perencanaan Penulisan Proposal dan pengaturannya Menentukan Tipe Proposal yang Tepat Teknik dan panduan penulisan Latar belakang Maksud dan Tujuan Administrasi dan Manajemen / Pengorganisasian Metode dan Evaluasi Anggaran Penutup Ringkasan Lampiran Bahasa dan Gaya Penulisan Pemilihan Grafik / Chart / Gambar / Icon yang tepat Teknik mengemas proposal yang menarik dan kreatif Menyiapkan Presentasi Proposal Lisan Tips (Do’s and dont’s) dalam penulisan proposal Durasi 2 hari (09.00 – 17.00 WIB) Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Training Effective Business Writing

Training Effective Business Writing mempelajari bagaimana proses komunikasi melalui tulisan, konseptual surat-surat bisnis secara keseluruhan, batasan-batasan surat bisnis, bagaimana prosedur dan aliran surat-surat bisnis, bagaimana memahami khalayak pembaca & fokus masalah dan hal – hal lain terkait Effective Business Writing. Deskripsi Sebagai pekerja profesional, sudah selayaknya seseorang memiliki keterampilan berkomunikasi, tidak hanya kemampuan berkomunikasi secara lisan, tetapi juga mampu berkomunikasi melalui tulisan. Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki tersebut adalah kemampuan Business writing. Dari penulisan yang dibuat, setiap profesional akan memperlihatkan, merefleksikan citra pimpinan serta perusahaan dimana ia bekerja. Oleh karenanya, kemampuan menulis, menyampaikan dengan bahasa lisan, tertulis dengan tepat, lugas,  etis menjadi kebutuhan/kemampuan mendasar menjadi kian penting. Kagiatan penulisan surat sekilas memang terlihat sebagai pekerjaan yang sederhana dan mudah, namun untuk melakukannya dengan optimal tentunya diperlukan keahlian didalamnya. Kegagalan dalam melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan citra buruk bagi perusahaan, dimana perusahaan akan dianggap sebagai perusahaan yang kurang professional. Bahasa, teknik penyampaian yang salah juga dapat menyebabkan mis komuniaksi yang dapat menyebabkan hubungan perusahaan terkait menjadi tidak baik. Mengingat bahwa business writing skills mempunyai andil yang penting bagi image,  kinerja perusahaan, maka dengan mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk memahami teknik peningkatan business writing skills serta peserta diharapkan mampu untuk menyiapkan surat-surat bisnis yang dibutuhkan dalam kegiatan kerja perusahaannya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective Business Writing ini, peserta diharapkan : Memahami surat-surat bisnis dengan baik. Memiliki kemampuan menulis yang mumpuni Memiliki kemampuan untuk menciptakan ide / kreatifitas dengan optimal Memahami teknik dan strategi komunikasi melalui tulisan Mampu menyusun/membuat surat, memo dan email dengan baik dan benar. Metode Pelatihan Presentasi   Diskusi   Praktik  Studi kasus Outline Materi Proses Komunikasi melalui Tulisan Konseptual surat-surat bisnis secara keseluruhan (Ruang Lingkup, Jenis-jenis surat, karakteristik, anatomi dan format surat bisnis) Batasan-batasan surat bisnis Prosedur dan Aliran surat-surat bisnis Memahami khalayak pembaca dan fokus masalah Menetapkan fokus tulisan dan teknik pengemasan pesan Menetapkan tipe surat yang tepat dan pemilihan medianya Kemampuan dasar menulis, pengembangan ide/gagasan dan proses editing tulisan Proses Penulisan (Rencana Penulisan, Organisasi Penulisan,  Gaya Penulisan) Business Writing serta etika penulisan dan pengirimannya (Surat, E-mail, Memo, Laporan, Minutes of meeting, Undangan / invitation) Business Writing yang efektif (pengaturan tulisan, pemilihan kata-kata, penekanan pesan). Komunikasi Efektif; Mengkomunikasikan surat melalui Lisan Studi kasus dan latihan Effective Business Writing Testimoni “Materi yang disampaikan bersifat general” “Menambah wawasan” “Baik, banyak informasi bisnis yang di share” “Thank you for the good sharing, keep, keep up the good work!” Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).