Operation Training

Incoterms® 2020 & International Trade Finance Letter Of Credit Dalam Export Import

Training Description : Dua hal penting dalam proses kegiatan Ekspor Impor adalah pengetahuan tentang Metode serah terima barang Incoterms 2020 dan cara pembayaran Trade Finance terutama Letter of Credit . Tujuan dari Incoterms® 2020″ adalah sebagai berikut: Untuk memahami tanggung jawab eksportir dan importir di bawah Incoterms® 2020 Untuk mengetahui bagaimana Incoterms® 2020 digunakan dalam transaksi perdagangan internasional Untuk mengetahui cara menghitung harga ekspor berdasarkan Incoterm Untuk mengidentifikasi risiko, biaya, dan formalitas sesuai dengan Incoterm yang dipilih Silabus Incoterms® 2020. Pengantar Incoterms® 2020 Apa itu Incoterms® 2020? Perubahan kunci pada Incoterms® 2020 Review Incoterms® FCA (Free Carrier) Perubahan DAT (Disampaikan di Terminal) menjadi DPU (Disampaikan di Tempat Bongkar) Tingkat perlindungan asuransi yang berbeda menurut CIF dan CIP Biaya terkait untuk setiap Incoterm (pasal A9 / B9) Analisis Incoterms® 2020 Incoterms® 2020 dan transportasi internasional Incoterms® 2020 untuk transportasi jalur air laut dan darat: FAS (Free Alongside Ship) – FOB (Free On Board) – CFR (Cost and Freight) – CIF (Cost, Insurance & Freight) Incoterms® 2020 untuk semua moda transportasi: EXW (Ex Works) – FCA (Free Carrier) – CPT (Carriage Paid To) – CIP (Carriage and Insurance Paid to) – DAP ( Delivery at Place) – DPU (Delivery  at Place Unloaded) – DDP (Delivered Duty Paid) Bagaimana Incoterms digunakan dalam Aktifitas Ekspor Import ? Kriteria pemilihan Incoterms® 2020 Tujuan Webinar International Trade Finance / Letter of Credit adalah dapat: Menganalisis berbagai metode pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional dan menguraikan perbedaan, keuntungan, dan kerugiannya baik bagi importir maupun eksportir Pentingnya Documentary Credits dan letter of credit dalam perdagangan internasional Bagaimana Letter of Credit beroperasi Kewajiban para pihak yang terlibat Silabus International Trade Finance Letter Of Credit adalah Introduction to the International Payment Methods Countries and payment terms Documentary Collections Letters of Credit (L/C) Types and modalities Terminology Opening a letter of credit Availability Contents of the letter of credit Documents UCP 600 Electronic L/C (e-UCP) Analysis of the Documentary Credits Import letters of credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Applied Letter of Credit Prosudur penerbitan Letter of credit. Dasar hukum Letter of credit,Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit. Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit. Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit.  DISKUSI DAN STUDI KASUS

Pelatihan TKDN ( Tingkat Komponen Dalam Negeri )

DESKRIPSI Era Ekonomi Digital telah memicu peningkatan transaksi bisnis dan perdagangan. Untuk menguatkan Industri Dalam Negeri, Pemerintah Indonesia mensyaratkan penggunaan sebesar-besarnya Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nilainya lebih dari Rp. 2000 Triliun serta Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 750 T merupakan peluang bagi dunia usaha untuk mendapatkan proyek dan pekerjaan dari sektor pemerintah. Dari sektor energi, khususnya minyak dan gas, nilai Belanja Modal (CAPEX) per tahun yang juga sangat besar, membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan pekerjaan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri termasuk biaya pengangkutannya yang ditawarkan dalam daftar penawaran harga barang maupun jasa. TKDN digunakan salah satunya untuk proyek-proyek Engineering Procurement & Construction (EPC), karena untuk pengadaan (Procurement), banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya masih berasal dari luar negeri tapi perakitannya dilakukan di dalam negeri, sementara Pemerintah berharap, untuk proyek-2 yang akan dilaksanakan, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang / jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan. TKDN merupakan salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang / jasa di lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan SKK Migas, serta perusahaan sektor turunannya. Setiap perusahaan dituntut kemampuannya untuk senantiasa mengadaptasi perobahan tuntutan lingkungan strategis di atas. Khusus dalam bidang industri manufaktur, setiap perusahaan didorong pemerintah terus meningkatkan penggunaan Komponen Dalam Negeri. Pemerintah memberikan insentif terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu yang dimasukkan dalam proses produksi pada pelbagai jenis industri. TUJUAN PELATIHAN TKDN Memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memahami konsep, filosofi, serta metode aplikasi dan manfaat penerapan Komponen Dalam Negeri dan Cara Menghitung TKDN di perusahaan. Memiliki kemampuan yang lebih aplikatif dan komprehensif dalam implementasi TKDN di perusahaan. Memahami Peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri serta cara penerapanya di organisasi masing-masing. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan organisasi untuk penerapan TKDN. MATERI PELATIHAN TKDN Perkembangan Ekonomi Digital Peluang dan Tantangan bagi Dunia Usaha Pengertian TKDN Pedoman Teknis Penggunaan Produksi Dalam Negeri Konsep Self Assessment dalam Penentuan TKDN Dasar Hukum Klasifikasi Produk: Barang, Jasa, Gabungan Barang dan Jasa Waktu Penilaian TKDN Metode Penilaian TKDN Harga vs Biaya Pengelompokan Luar Negeri (KLN): Personil, Material, Mesin Pengelompokan Dalam Negeri (KDN): Personil, Material, Mesin Dasar Penilaian TKDN Barang, TKDN Jasa dan TKDN Barang Jasa. Biaya Yang Diperhitungkan Dalam Penilaian TKDN Barang, Jasa dan Gabungan Barang Dan Jasa Dasar Penilaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Dokumen Pendukung Bentuk Format Isian Penilaian Capaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Perhitungan Penentuan Nilai Bobot Manfaat Perusahaan (Nilai BMP) Dan Formatnya Preferensi Harga Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) Sumber Dana dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Dana Dalam Negeri, Hibah, Kerjasama Apresiasi Penggunaan Barang Hasil Produksi Dalam Negeri Studi Kasus

Logistics Cargo Materials Handling Management

Pendahuluan Dalam pengelolaan cargo bagi perusahaan Logistics Provider di gudang atau distribution centers memerlukan proses pemindahan material secara cepat, akurat, aman, dan ekonomis. Kecepatan, keakuratan, keamanan, dan keekonomisan menjadi faktor penting dalam pengelolaan inventory di Gudang Logistic Cargo. Prosesnya menuntut peralatan dan teknologi materials handling yang andal dan efisien. Materials handling memfokuskan pada aktivitas, peralatan, dan prosedur yang terkait dengan pergerakan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dalam sistem pergudangan. Karakteristik material akan menentukan cara handling-nya. Material dapat dibedakan dari: ukuran (lebar, panjang, dan kedalaman), berat (berat per item atau per unit volume), bentuk (round, square, long, rectangular, irregular), dan karakterisitk lain (fragile, sticky, explosive, dan frozen). Dalam konteks logistik, fokus dari materials handling adalah mampu melakukan pemindahan material dan produk-produk dalam jarak yang pendek dan jarak yang jauh sampai saite project secara efisien. Dari perspektif logistik, peralatan dan teknologi materials handling yang dipilih haruslah menggunakan metode yang tepat untuk mengelola pemindahan material dan produk dalam jumlah yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat, dalam urutan yang sesuai, dalam posisi yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan biaya yang paling efisien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, efisien, ramah lingkungan, dan operasional yang aman. Pengelola Gudang dan DC seperti Manager dan Supervisor harus mampu menyeimbangkan kinerja logistik antara service dan biaya, safety dan produktivitas, volume dan kapasitas, dengan mengelola empat dimensi penting dari MHE: movement, time, quantity, dan space. Maksud dan Tujuan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat : Memahami konsep Material handling Equipment; Mengetahui teknik-teknik tepat dalam Material handling Equipment; Menganalisis masalah-masalah terkait dengan Material handling Equipment Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan dan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan dan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process receiving dan Warehouse material handling Inventory management Stock and Control dan Storage handling and storage control Tujuan Utama Kargo Material Handling Seni dan ilmu memindahkan, menyimpan, melindungi, dan mengendalikan material Lingkup Gerakan Penanganan Cargo Material dan resiko resikonya Dimensi penting dari Material handling Cargo, dimensi movement, dimensi quantity, dimensi space Prinsip-prinsip Materials Handling Prinsip perencanaan, prinsip standarisasi, prinsip kerja, prinsip ergonomis, prinsip beban unit, prinsip pemanfaatan ruang, prinsip sistem, prinsip otomatisasi, prinsip lingkungan, prinsip biaya siklus hidup Jenis dan klasifikasi fungsi Material Handling. Materials transport equipment, Product positioning equipment, Unit load formation equipment, Storage equipmen Jenis-Jenis Material Handling Equipment dan Prinsip prinsip Load factor Alat-alat  yang digunakan untuk mengelola barang, mengangkat, mengangkut, dan memindahkan barang yaitu: hand pallet, stacker, forklift, dan drum lift, crane dll Project Logistic Material Handling Root Cause Analysis Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan metode: Presentasi, diskusi, latihan dan Root Cause Analysis

Online Training : Management Operating System through RACI Concept

Terdapat sebuah cerita tentang 4 orang bernama Setiap Orang, Seseorang, Siapapun, dan Tak seorangpun. Kemudian…, muncullah sebuah tugas penting yang harus diselesaikan dan Setiap Orang diminta untuk melakukannya. Setiap Orang yakin Seseorang akan melakukannya, karena Siapapun dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun yang melakukannya. Seseorang marah sebab itu adalah tugas Setiap Orang. Setiap Orang berfikir Seseorang dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun menyadari bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya. Cerita ini berakhir dengan Setiap Orang menyalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun mengerjakan yang seharusnya Siapapun dapat mengerjakanya. Apakah anda pernah mengalami hal serupa di kantor / perusahaan anda….??? Dalam training ini akan di paparkan secara terstruktur apa peran dan tanggung jawab setiap personel yang berada di dalam suatu organisasi, sehingga setiap orang akan menyadari dan menerima apa yang menjadi tanggung jawabnya (Responsibility). Siapa yang akan menanggung beban dari tanggung jawab yang ia emban (Accountibility). Kepada siapa ia mengkonsultasikan apa yang berlangsung di dalam pekerjaannya (Consulted) dan akhirnya kepada siapa ia harus melaporkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya (Informed). Outline Materi Peran dan Tanggung Jawab dalam suatu Organisasi Pengertian RACI Konsep RACI Manfaat dan Tujuan RACI Peta / Matrix Peran dan Tanggung Jawab Lembar Peranan RACI Langkah-langkah dalam pelaksanaan RACI Definisi dan pengertian GOALS Mengapa harus ada GOALS dalam suatu perusahaan Manfaat RACI dalam pencapaian GOALS Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam) Peserta Manager, Supervisor, Leader serta person yang berhubungan dengan pelaksanaan management operational

Online Training : Capital Budgeting & Fixed Assets Management

Deskripsi Capital Budgeting adalah proses perencanaan investasi jangka panjang perusahaan seperti pembelian mesin baru, penggantian mesin lama maupun pembangunan pabrik baru. Proses capital budgeting ini akan mempengaruhi nilai aktiva tetap (Fixed assets) perusahaan yang pada gilirannya akan menentukan ROI (Return on Investment). Untuk itu perlu kajian mendalam untuk melakukan proses ini. Di dalam seminar 2 hari ini akan dibahas secara terinci proses capital budgeting dan bagaimana mengelola aktiva tetap. Seminar disajikan dengan case method dan latihan sehingga mudah difahami oleh peserta yang tidak memiliki latar belakang keuangan sekalipun. Materi Outline (09.00 – 15.00 WIB) Laporan Keuangan Perusahaan. Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba Rugi (Income Statement). Arus Kas (Cash Flow). Mengukur Performansi Keuangan Perusahaan. Likuiditas. Profitabilitas. Aktifitas (Turn over). Rasio Kepemilikan (Ownership). Diagram Du Pont. Common size method. Teknik Penyusunan anggaran perusahaan. Proforma income statement. Proforma Cash flow. Proforma Balance Sheet. Konsep Ekonomi teknik (Engineering Economy). Nilai waktu dari uang. Present Value. Future value. Annual Cash Flow. Analisis Investasi. Pay back Period. Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Studi Kasus Capital Budgeting. Pemilihan Mesin. Replacement Analysis. Leasing atau Purchase. Studi Kasus Kelayakan Investasi. Aspek pasar. Aspek Operasional. Aspek Organisasi. Aspek keuangan : Proforma Income Statement, Proforma Cash flow dan Proforma Balance Sheet. Perhitungan NPV, Payback Period dan IRR. Fixed Assets Management. Akuntansi aset tetap. Kontrol internal atas aset tetap. Manajemen aset tetap.

Online Training : Strategi Negosiasi Untuk Purchasing

Kemampuan bernegosiasi merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh staf Purchasing dan komite pembelian, karena keterbatasan skill saat melakukan negosiasi dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang. Oleh karena itu sangatlah penting membekali para Professional dengan metode dan strategi negosiasi, sehingga perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang diperlukan dari supplier terpilih dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms and conditions. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Melakukan perencanaan dan strategi  negosiasi Memahami standar etika bernegosiasi Memahami metode melakukan analisa penawaran berdasarkan hasil sourcing serta terms and conditions yang diperoleh Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan Melakukan negosiasi dengan supplier tanpa terpengaruh bias penampilan dan strategi mereka. Metode Pelatihan Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: v 20% teori berdasarkan literatur praktisi v 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri v 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Target Peserta Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan Project Manager, Internal Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Yang  ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Ouline Materi Days 1 1.   Negotiation Skills Review 2.   Limitation and Restriction 3.   Negotiation Strategy 4.   Negotiation Tool Kits 5.   Discussion Sharing and Case Study Days 2 6.   Sourcing Analysis 7.   Negotiation Terms 8.   Amendment, Cancellation, and Dispute 9.   Handling Difficult Supplier 10. Role Play Simulation and Closing Review

Online Training : Effective Purchasing Management for new buyer

Purchasing sebagai bagian dari perusahaan merupakan ujung tombak dalam pengadaan material. Untuk itu perlu dibekali dengan metode, kiat-kiat khusus sehingga berhasil mencapai sasaran strategis perusahaan. Dalam pelatihan ini peserta akan diberikan beberapa metode dalam: menganalisa cost, teknik negosiasi yang tepat dan factor kunci untuk memperbaiki kinerja purchasing. Who should attend? New buyer in purchasing Buyer who want to improve their skill Material & inventory staff Outline Cost analysis Total cost ownership Teknik negosiasi Simulasi & praktek negosiasi Bargaining power in purchasing Improving your purchasing department Mini case study

Online Training : Mastering Spreadshet Data using Ms. Excel 2007

LATAR BELAKANG Berdasarkan pengalaman mengisi training di sejumlah perusahaan dari tahun 2002 – sekarang, muncul banyak permintaan dari sejumlah karyawan  (accounting & finance, purchasing, production, sales, dll) akan adanya solusi yang efektif dan efisien untuk dapat melakukan otomatisasi pengolahan data dalam jumlah yang besar ( lebih dari 65.000 record ), yang sumber datanya dapat berupa file text atau format data dari hasil convert aplikasi program database lain. Kemudian database hasil convert (import) tersebut harus dapat divalidasi secara cepat dan tepat agar dapat menghasilkan data yang benar. Pengolahan data seperti itu tentunya tidak dapat dikerjakan oleh Ms.Excel XP, 2002 dan 2003. Sedangkan di Excel 2007 dan selanjutnya masalah-masalah tersebut semua dapat di atasi secara cepat dan tepat. OBJECTIVES Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Membaca dan memasukkan berbagai macam data : text file dan database yang lain yang jumlah record lebih dari 65.000 record ke dalam Excel 2007. Memaksimalkan penggunaan fungsi atau metode pengolahan dan validasi data yang ada dalam aplikasi Microsoft Excel, agar  pekerjaan pengolahan data menjadi jauh lebih cepat dan hasilnya lebih tepat. Melakukan disain, summary database dan query data. Membuat proses otomatisasi pekerjaan pengolahan data hanya dalam 1 penekanan tombol saja. Membuat rumus penting untuk pengolahan data tidak terlihat di lembar kerja yang aktif dantidak dapat diedit oleh user lain, kecuali oleh Anda. Membuat rumus untuk pengolahan data tidak dapat dicopy ke tempat lain oleh user lain, kecuali oleh Anda. Membuat laporan yang menarik, dinamis dan interaktif OUTLINE What’s New in Excel 2007 Read of Ribbon menu How using database import How using of Cell Address Automation. How using of Data Sort How using of Conditional Formatting How using of Consolidate method. How using of String Function How using of Numeric Function. How using of  Remove Duplicates Tools How using of Single and Multiple IF() Function. How using of Logic Operator AND and OR. How using of Table Function and Operational Table. How to make union field key How using Auto Filter with union field key How using of  PivotTable method. How using of  PivotChart method. How using of Format Cells for Locked and Hidden Cells How using of Using Allow Users to Edit Range ( Permission User Access Setting ) How using of Protect Sheet ( Select Locked Cells and Select Unlocked Cells ) How using of Understanding and Implementation Macro and Record Macro. Training evaluation ALAT DAN BAHAN Peralatan yang diperlukan Untuk setiap Peserta adalah 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstall  Sistem Operasi Windows (Windows 7/8), serta Perangkat Lunak pendukung yaitu, Ms. Excel, Ms. Word, dan Ms. Power Point (Office 2007 atau Lanjutan nya) TESTIMONIAL “Materi sangat bagus karena berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari” “Materi sangat menunjang untuk pekerjaan saya” “sangat baik & dapat membantu saya dalam memahami materi training” “Trainer sangat menguasai materi dengan baik” “Trainer memuaskan dalam menyampaikan materi”

Online Training : Primavera P6 Professional Fundamental

Training Description Primavera Systems is a brand name under which a range of software packages that collectively form a comprehensive enterprise project portfolio management (EPPM) solution are marketed. Primavera was launched in 1983 by Primavera Systems Inc. and was acquired by Oracle Corporation in 2008. Primavera P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) Oracle launched  two products callled Primavera P6 i.e. P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) and P6 Professional.  The focus of Primavera EPPM software is to allow organizations to effectively manage their programs and projects – regardless of complexity. The software provides end-to-end, real-time visibility of all corporate information to inform portfolio management decisions, determine the correct resources, and ensure that individual project teams have the appropriate skills to complete any given project. Primavera P6 Professional Primavera P6 Professional is a Windows client project scheduling application that is installed on a user’s workstation. Much like any other Windows application, it is run from an executable file that resides on the workstation machine. P6 Professional can be used as a standalone application accessing a locally installed database such as Oracle XE or Microsoft SQL Server Express. It can also access a central database and be used as a multi-user system when data needs to be shared with others. P6 Professional is typically used in such industries as, Engineering, Construction, Aerospace, Defense, Utilities, Oil and Gas. P6 Professional is the preferred tool for power users such as schedulers and project managers in industries where detailed, fast, accurate scheduling and critical path method are vital elements for project planning, execution and success. This     training     leads     participants to use Primavera P6 Professional (Primavera’s Windows-based) through the entire project life cycle, from planning to execution. Topics include adding activities, assigning  res sources, and creating a baseline. Participants also gain a thorough background in the concepts of planning and scheduling. It is appropriate for those using P6 Professional either as a stand-alone application or as part of P6 EPPM. All workshops and instruction stress the three basic elements of project management: schedule, re- sources, and costs. At the end of each day, students apply the con- cepts and functionality they learned in a case study. The course is divided into three sections: Creating a Project; Scheduling the Project; Project Execution and Control. During the 3-day training our trainer will guide participants how to use Primavera P6 Professional using Hands on Approach and in user friendly  environment. Who should attend the training This training is specially designed for Functional Implementer Business Analysts End Users Project Manager Project Team But it could be attended by those  with  engineering graduates background or  other disciplines  having basic knowledge on implementation of construction project in small/middle, or large scale. Training Objectives After completing this training the participants should be able to: Understand data structures Create a project Create a Work Breakdown Struc- ture Add activities View calendars Create relationships Schedule the project Assign constraints Format schedule data Define roles and resources Assign roles Assign resources Analyze resources Optimize the project plan Execute the project Create reports Training Benefits All participants will get softcopy of  PM TOOLKIT consisting of Learning Material, References, Process and Templates, Samples of Case Study for Projects/IT Projects Experienced and Internationally Certificied Trainer will guide participants in Case Study Session using Hands-on Approach Getting the skills of using Primavera P6 Professional Fundamental  under guidance of experienced and skillfull trainer Note: All participant should bring their notebooks/laptops. Agenda and Material DAY 1 Understanding P6 Data Describing Enterprise and Project-Specific data Logging In Opening an Existing Project Opening and Customizing Layouts Enterprise Project Structure Describing Components of EPS Creating a Project Create a project Navigating in the Projects Window Viewing Project Details Creating a Work Breakdown Structure Defining a Work Breakdown Struc- ture Creating the WBS Hierarchy Adding Activities Describing an Activity and its Compo- nents Describing Activity Types Adding Activities Adding a Notebook Topic Adding Steps to an Activity Assigning Activity Codes Creating Relationships Viewing a Network Logic Diagram Relationship Types Creating Relationships Exercises & Practices         Discussion DAY 2 Scheduling Performing a Forward and Back- ward Pass Describing Float Assigning Constraints Applying an Overall Deadline to a Project Apply a Constraint to an Activity Using Reflection Projects Creating a Reflection Project Merging Changes Formatting Schedule Data Grouping Activities Sorting Filtering Roles and Resources Describing Roles and Resources Viewing Dictionaries Assigning Roles Assigning Roles to an Activity Assign Rates on Roles Exercises & Practices         Discussion DAY 3 Assigning Resources Assigning Resources Adjusting Budgeted Units/Time Analyzing Resources Displaying the Resource Usage Pro- file Optimizing the Project Plan Analyzing Schedule Dates Shortening a Project Schedule Analyzing Resource Availability Baselining the Project Plan Creating a Baseline Plan Display Baseline Bars on the Gantt Chart Project Execution and Control Describing Methods for Updating the Schedule Using Progress Spotlight Statusing Activities Rescheduling the Project Reporting Performance Describing Reporting Methods Running a Schedule Report Creating a report with the Report Wizard Exercises & Practices Discussion RECOMMENDATION TO PARTICIPANTS : All participants are recommended to bring notebook/laptop for software installation and  practice session Lead Trainer Profile

Online Training : LOTO (Lockout Tagout)

ialah suatu prosedur untuk menjamin agar sumber energy tidak terlepas  secara sengaja. Secara teknis, LOTO dilakukan dengan mengunci secara fisik pada sumber tenaga dari circuit dan peralatan setelah dimatikan. Sumber tenaga tersebut lalu diberi label dan tag  yang mudah dibaca yang mengingatkan orang lain pada areal tersebut bahwa kunci telah dipasang. Disamping untuk perlindungan pekerja dari bahaya listrik lock-out dan tag-out mencegah kontak dengan bagian peralatan yang beroperasi: sudu-sudu, roda gigi, sumbu, dsb., lock-out/tag-out juga mencegah keluarnya gas, cairan atau bahan berbahaya secara tidak terduga pada tempat kerja. Tujuan Peserta memahami tentang latar belakang dan konsep LOTO Mengenali tujuan dikeluarkannya kebijakan mengenai aplikasi LOTO serta manfaatnya dalam pekerjaan Peserta mampu mengidentifikasi bahaya dan jenis- jenis peralatan LOTO Memahami tahapan yang harus dilalui dalam melaksanakan LOTO dan apa yang harus dilakukan pada masing-masing tahapan. Memiliki kesadaran yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan LOTO Materi Day 1 (09.00 – 15.00 WIB) Dasar peraturan dan perundangan Manfaat LOTO Konsep Penggembokan dan Pelabelan (LOTO): – Pengertian LOTO – Jenis/Bentuk dan Sumber Energi – Jenis Peralatan dan Alat Pengisolasian Energi – Petunjuk Umum Pelaksanaan LOTO – Petunjuk Khusus Pengetesan Permesinan dan Peralatan – Metode LOTO Group – Evaluasi/ Audit Pelaksanaan LOTO Day 2 (09.00 – 15.00 WIB) Rangkuman LOTO Studi Kasus, Latihan Resume, diskusi, Post Test Metode Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi.

Online Training : Operations And Production Management

PENDAHULUAN Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasa tentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting dari pada sekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat terus bertahan ( Going Concern ), Perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan tersebut, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepuasan konsumen ( harga, kualitas, pelayanan, dsb.). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas, agar output yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapat mendukung kelangsungan hidup perusahaan. Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik,perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saat mendirikannya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuah perusahaan memiliki divisi Operasi & Produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan Tujuan Workshop Diharapkan peserta mampu menjelaskan secara komprehensip konsep dan teori manajemen Operasi & Produksi guna pengambilan keputusan sehingga pada gilirannya peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan Peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Peserta dapat merancang system transformasi input, proses,.& output pada perusahaan. Menghitung dan menganalisa tingkat produktivitas di dalam perusahaan. Selama 2 hari Pelatihan ini akan emgupas secara tuntas Management Operasi & Produksi, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan DAY1 (ONE) OPERATIONS & PRODUCTION ( Session 1) 9.00 -10.00 a.m Fungsi & Tujuan Management Operasi Ruang lingkup manajemen Operasi & Produksi Unsur Utama manajemen Operasi & Produksi Transforming Input to Outputs Sasaran Operasi & Produksi Peran Manajer Operasi & Produksi COFFEE BREAK 10.00 – 10.15 a.m OPERATIONS ( Session 2 ) 10.15 – 12.00 a.m Strategi Operasi Mengidentifikasi Misi dan Strategi Operasi Penerapan Strategi LUNCH TIME 13.00 – 13.00 p.m PRODUCTION ( Session 3 ) Produktivitas Pengukuran Produktivitas Variable Produktivitas, dasar2 dan tujuan pengambilan keputusan. PERAMALAN ( FORECASTING) Session 4, 13,00 – 15.00 p.m Jenis jenis Peramalan 7 Steps dalam Peramalan Metode Peramalan Kualitatif dan kuantitatif DAY 2 (Two) PRODUCTION CAPACITY,(Session 5) 9.00 – 10.00 a.m Perencanaan Kapasitas Jenis jenis Kapasitas Analisa BEP COFFEE BREAK 10.00 – 10.15 a.m Session 6 Agregat Planning Penentuan Lokasi & Fasilitas Produksi Decision tree ( Pohon Keputusan ) LUNCH TIME 12.00 – 13.00 p.m CASE STUDY ( Session 7) SHARING & DISCUSSION 13.00 – 15.00 p.m

Online Training : Lean Manufacturing Management

Training Lean Manufacturing Management Deskripsi Training Lean Manufacturing Management Pelatihan ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari dan memahami cara analisis manajemen produksi mutakhir. Peserta pelatihan akan dengan mudah dapat memahami konsep serta permasalahan manajerial seperti Manufacturing Resource Planning (MRP II), Total Quality Management, Sistem manajemen mutu ISO 9000, Just-in Time (JIT), strategi manajemen produksi serta pemecahan operasional yang berkaitan dengan manajemen produksi. Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan case method. Di akhir pelatihan akan dibahas kasus Resource Requirement Planning sebuah industri manufaktur. Pembahasan kasus dilakukan di dalam kelompok peserta , setelah itu dilakukan presentasi kelompok dan diskusi kelas. Tujuan Training Lean Manufacturing Management Tujuan dari pelatihan ini adalah : Memahami berbagai aspek Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami konsep dasar Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami penerapan teknik-teknik  Perencanaan & Pengendalian  Produksi Memahami cara pemecahan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan. Sasaran Pelatihan ini diperuntukan bagi eksekutif perusahaan  tingkat pertama  dan Eksekutif perusahaan  tingkat menengah   baik yang berasal dari fungsi produksi atau fungsi lainnya yang berhubungan erat dengan aktifitas manajemen produksi. Training Outline Introduksi Manajemen Produksi Terpadu Karakteristik  sistem manajemen produksi  dan lingkungannya, Persoalan yang biasa dihadapi oleh manajemen perusahaan manufaktur. Kerangka perencanaan dan pengendalian produksi. Mengenal  konsep Just-in Time (JIT),Total  Quality Management  (TQM) dan Manufacturing resource  Planning  (MRP II). Diskusi tentang masalah manajemen produksi yang dihadapi. Komponen utama perencanaan dan pengendalian produksi. Hirarki perencanaan. Demand management. Aggretate planning. Perencanaan penjualan dan operasi. Master Production schedule (MPS) Material Requirement Planning (MRP). Capacity Requirement Planning (CRP) Prakiraan kebutuhan barang. Apa yang dimaksud dengan peramalan. Demand. Seasonality. Sumber data Teknik prakiraaan kebutuhan barang. Latihan dan ilustrasi prakiraan kebutuhan barang. Variabel yang digunakan dalam  perencanaan agregat. Apa yang dimaksud dengan perencanaan agregat. Manfaat perencanaan agregat. Strategi perencanaan agregat. Metoda perencanaan agregat. Studi kasus dan latihan perencanaan agregat. Beberapa teknik prakiraan kebutuhan barang. Manajemen material. Pengertian manajemen material. Klasifikasi material. Perencanaan kebutuhan barang. Manajemen pengadaan barang. Manajemen pergudangan dan distribusi. Administrasi  persediaan. Pengendalian persediaan (inventory  control). Mengenal teknik pengendalian persediaan. Biaya persediaan. Optimasi persediaan. Model matematik  inventory  control. Latihan aplikasi konsep inventory control. Manufacturing  Resource  Planning  (MRP II). Penjelasan umum tentang konsep  Material Requirement Planning (MRP)dan Manufacturing  Resource  Planning (MRP II). Pengaruh  konsep MRP dan MRP II terhadap perencanaan usaha dan perencanaan produksi. Diskusi tentang implementasi konsep MRP dan MRP II. Master Production Scheduling  (MPS). Manajemen permintaan produk. Model matematik prakiraan  (forecasting). Teknik penyusunan Master Production scheduling (MPS). Teknik penyusunan  Bill of Material  (BOM). Diskusi tentang implementasi konsep MPS dan BOM. Material Requirement Planning  (MRP). Penjelasan umum tentang MRP. Permintaan material dependen dan independen. Proses perencanaan material. Schedule dan  Planned order release. Pola pengambilan keputusan MRP. Latihan penyusunan MRP. Diskusi .Capacity  Resource Planning  (CRP). Pengertian umum tentang konsep CRP. Analisis lokasi fasilitas. Kapasitas dan pembebanannya. Alternate resource  planning. Pengendalian shopfloor. Arti dan manfaat pengendalian shopfloor Penentuan prioritas setiap shop order. Pemeliharaan data kuantitas work in process. Penyediaan  data aktual output dari setiap proses yang ada. Melakukan pengukuran efisiensi di shop floor. Diskusi masalah shopfloor control. Studi Kasus perencanaan sistem produksi (Resource Requirement Planning). Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Diskusi dan presentasi. Metode Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: Penyampaian teori. Studi Kasus Latihan Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan Evaluasi

Online Training : Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering

Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah suatu adalah suatu pengupasan yang sangat practical tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya. Dalam training ini akan dikupas secara practical bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan suatu mesin. Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya. Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin. Sasaran Pelatihan Peserta training dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktifitas dari suatu unit mesin / line Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam “Problem Solving” suatu mesin Peserta training dapat melakukan observasi suatu kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi. Peserta training dapat menguasai step-step “Problem Solving” dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi. Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Natural Deterioration” atau “Forced Deterioration” Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan suatu mesin Peserta training dapat membuat “Pareto Chart”  sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Quality of Product” di level yang tinggi Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi Peserta training dapat membuat suatu grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan 1 hari (5 jam) Peserta Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Online Training : L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance

Pembiayaan transaksi ekspor impor, sangat penting peranannya dalam pelaksanaan perdagangan internasional, Transaksi perdagangan ekspor impor dimulai dengan adanya sales kontrak, negoisasi dokumen dan akhirnya dilakukannya penagihan pembayaran. Untuk menunjang kemudahan khususnya transaksi ekspor impor diperlukan metode pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan importir. Ada bermacam-macam pembiayaan dalam transaksi eksport impor dan yang paling utama adalah Letter of Credit. Untuk memperlancar urusan tersebut para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tata cara ekspor dan impor yang menggunakan L/C maupun Non L/C sebagai basis aturan internasional seperti UCP 600 dan ISBP. Kemampuan dan pengetahuan tentang pembiayaan ekspor impor terutama Letter of Credit mutlak harus dikuasai bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam perdagangan international seperti personel bank, perusahaan ekspor impor, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, instansi pemerintah yang berwenang dalam bidang perdagangan international dan lain-lain. Dengan demikian, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ekspor impor sangat perlu mendapatkan pelatihan ini,dalam rangka  mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam hal pembiayaan transaksi ekspor impor terutama Letter of Credit. Pelatihan ini akan dibimbing oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun di bidang perdagangan international  ekspor impor, yang telah sering memberikan pelatihan secara public dan in house, secara  step by step agar bisa menggunakan proses  pembiayaan Letter of Credit dalam transaksi ekspor impor secara efektif dan efisien. Di akhir sesi, peserta akan semakin   merasakan  manfaat  pelatihan  dengan  adanya praktek pengisian dan studi kasus tentang Letter of Credit serta pembahasan terhadap masalah-masalah yang selama ini sering dialami dilapangan. Metode Pelatihan Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Peserta Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Outline Materi Perdagangan Internasional Manfaat dan hambatan dalam perdagangan international Syarat-syarat dasar menjadi eksportir dan importir Incoterm 2010 / Syarat penyerahan Barang EX-Works, FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran International Advance Payment.. Open Account, Consignment,. Collection,. Dan L/C Documentary Letter of Credit dalam transaksi Ekspor Impor Prosudur penerbitan Letter of credit, – Dasar hukum Letter of credit, Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Letter of credit, Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit, Manfaat dan fungsi Letter of credit Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Pengertian, – Sejarah penerbitan UCP 600, Manfaat dan fungsi UCP 600, Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Langkah-langka pembukaan Letter of Credit  untuk Transaksi Ekspor Impor langkah-langkah Impor Menggunakan Letter of Credit (L/C), syarat-syarat pembukaan L/C, Pembiayaan Bank Untuk Importir yang menggunakan L/C Langkah-langkah Ekspor Menggunakan Letter of Credit (L/C), Negoisasi wesel ekspor. Pembiayaan Transaksi Ekspor Impor Pinjaman Trusk receipt (TR), Shipping Guaranty (SG), Offshore Borrrowing, diskonto wesel berjangka, bangker acceptance, Forfaiting, Factoring dan Standby Letter of Credit Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. Ceklist key  Letter of Credit  untuk eksportir dan importir Studi kasus di dalam Letter of Credit

Online Training : Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir

BACKGROUND Tingginya tingkat persaingan organisasi bisnis dewasa ini semakin menuntut adanya proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus dilakukan oleh semua karyawan yang terlibat langsung pada kegiatan dokumentasi arsip. Ketika pemberkasan arsip sudah makin bertambah, jika tidak dikelola dengan baik, maka pertumbuhan arsip sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus segera dilakukan adalah pertama, membuat tata kelola arsip yang baik, di mana pembuatan kode klasifikasi, index, nama subyek arsip sampai dengan pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik harus disusun secara logis dan sistematis berdasarkan kebutuhan user dan kepentingan pimpinan setiap departemen, kedua, membuat jadwal retensi arsip dan ketiga,  membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip yang dibutuhkan ketika dilakukan proses internal audit ataupun eksternal audit. Arsip merupakan rekaman informasi penting dalam media apapun yang umumnya digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan kegiatan dalam suatu organisasi. Hal ini merupakan konsep dari Undang – undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Dengan memanfaatkan arsip seoptimal mungkin dapat dicapai tujuan manajemen office modern yaitu perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat sehingga dapat meningkatkan services, baik kepada internal customer ataupun external customer. OBJECTIVES Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Memahami regulasi kearsipan terakhir yang sudah diberlakukan di Republik Indonesia beserta struktur perundang-undangannya. Memahami pengertian Kearsipan, Arsip dinamis, Arsip aktif, Arsip inaktif, Arsip vital, Arsip static, Unit pengolah, Unit kearsipan, Jadwal Retensi Arsip, Penyusutan arsip, Pemusnahan arsip Penyerahan arsip statis, Pemeliharaan arsip, Penggunaan arsip, Pemberkasan, Retensi arsip berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Memahami pengertian dan tujuan manajemen kearsipan. Memahami fungsi – fungsi manajemen kearsipan. Memahami peran dan manfaat pengelolaan arsip dalam organisasi. Memahami konsep model siklus hidup pengelolaan arsip pada sistem manajemen kearsipan. Memahami konsep mail handling baik untuk incoming letter ataupun outgoing letter. Memahami konsep  5 macam sistem pengindeksan dokumen. Memahami pembuatan kode klasifikasi, index, nama subyek arsip sampai dengan pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik. Memahami prosedur pemberkasan arsip. Memahami tahapan-tahapan filing system. Mengetahui tools filing system yang terbaru dengan contoh praktek penggunaannya. Memahami prosedur distribusi arsip berdasarkan Undang-undang no. 43 tahun 2009. Memahami tahapan-tahapan pembentukan jadwal retensi arsip. Memahami tahapan-tahapan penyusutan arsip. Memahami tahapan-tahapan pemusnahan arsip. Mengetahui 4 cara pemusnahan arsip. Mengetahui contoh SOP Manajemen Kearsipan yang cukup lengkap. Membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip. Membuat pembuatan nomor surat keluar secara otomatis dengan aplikasi Excel. SYLLABUS Struktur perundang-undangan yang diberlakukan di Republik Indonesia. Pemaparan dari isi Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dan penjelasan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang tersebut dalam pengertian secara umum sebagai berikut : Kearsipan, Arsip dinamis, Arsip aktif, Arsip inaktif, Arsip vital, Arsip statis, Unit pengolah, Unit kearsipan, Jadwal Retensi Arsip, Penyusutan arsip, Pemusnahan arsip Penyerahan arsip statis, Pemeliharaan arsip, Penggunaan arsip, Pemberkasan, Retensi arsip Pengertian manajemen kearsipan. Tujuan manajemen kearsipan. Fungsi – fungsi manajemen kearsipan. Peran arsip dalam organisasi. Manfaat pengelolaan arsip. Model siklus hidup pengelolaan arsip. Mail handlingincoming letter. Mail handlingoutgoing letter.  5 macam sistem pengindeksan arsip. Pembuatan kode klasifikasi arsip. Pembuatan kode index arsip. Pembuatan nama subyek arsip. Pembuatan kode lokasi penyimpanan arsip secara fisik. Prosedur pemberkasan arsip. Tahapan-tahapan filing system. Tools filing system yang terbaru dengan contoh praktek penggunaannya. Memahami prosedur distribusi arsip berdasarkan Undang-undang no. 43 tahun 2009. Memahami tahapan-tahapan pembentukan jadwal retensi arsip. Memahami tahapan-tahapan penyusutan arsip. Memahami tahapan-tahapan pemusnahan arsip. Mengetahui 4 cara pemusnahan arsip. Mengetahui contoh SOP Manajemen Kearsipan yang cukup lengkap. Membuat sistem informasi penataan arsip yang sederhana dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mendukung penyimpanan dan pembuatan sistem temu balik pada filing arsip ataupun gudang arsip. Membuat pembuatan nomor surat keluar secara otomatis dengan aplikasi Excel. AUDIENCE TARGET         Staff atau Leader yang bertanggung jawab dalam proses filing document DURATION 2  Hari    :  09.00  s/d 15.00 WIB TRAINING METHOD Terangkan – Tunjukkan – Lakukan Dengan metode ini Anda akan mengenal subyek pelatihan secara lebih baik, karena langsung ditunjukkan oleh ahlinya, dan Anda akan diajak untuk langsung melakukan/ menggunakannya.

Online Training : Maintenance Manajemen Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin

Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis. Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance. Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%. Outline Materi Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting. Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition. Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance. Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance. Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin. Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line. Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus  Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam)  Peserta Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Online Training : Green Belt Lean Six Sigma (Sertifikasi International)

LATAR BELAKANG  : Pelatihan Green Belt Lean Six Sigma akan memberikan perangkat yang lebih comprehensive dibandingkan pelatihan Yellow Belt. Berbagai perangkat untuk melakukan analisis dan pemecahan masalah (problem solving) dengan metode DMAIC untuk meningkatkan kualitas produk, dan pada akhirnya tentu peningkatan revenue dan net profit perusahaan. Berbeda dengan lulusan Yellow Belt yang umumnya bertindak sebagai anggota tim continuous improvement, maka lulusan Green Belt akan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat memimpin  tim perbaikan proses di suatu unit di dalam sebuah organisasi. Dengan mengambil sertifikat ini, Anda akan menjadi  seorang professional yang akan berkontribusi memberikan added value pada organisasi melalui perbaikan proses kerja di unit Anda.  Untuk itu kami The Lean Six Sigma Company Indonesia  yang merupakan Lembaga pelatihan internasional dengan sertifikasi ISO 18404 dan ISO 13053 menyelenggarakan Pelatihan  Green Belt Lean Six Sigma untuk  memenuhi kebutuhan profesionalitas Anda. MANFAAT PELATIHAN  : Seseorang dengan sertifikasi Green Belt akan dapat : Memahami filosofi Lean Six Sigma dan mengaplikasikannya dalam bidang pekerjaannya. Mengoptimalkan proses menggunakan struktur DMAIC Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan Mengidentifikasi potensi perbaikan dan memilih suatu  proyek improvement Menganalisa suatu masalah Mendapatkan dan menggali suatu akar permasalahan (root cause) dan mencapai solusi yang optimal Mendapatkan sertifikat teori setelah lulus dalam ujian Green Belt Dapat melanjutkan perolehan sertifikat praktek sebagai Green Belt  jika selesai mengerjakan praktek proyek improvement METODE PELATIHAN : Materi Simulasi Ice breaking Ujian Sertifikasi DURASI PELATIHAN : 6 Hari Pelatihan  ( 09.00 s/d 16.00 WIB ) 48 jam (6 hari teori, simulasi virtual dengan MIRO software, diskusi interaktif, Analisa statistik dengan program Minitab persiapan untuk  praktik pengerjaan project) 2 jam Ujian PESERTA : Mahasiswa tingkat akhir Fresh Graduate, post graduate Professional (dalam bidang Business atau Process Improvement) Perwakilan dari Institusi atau Perusahaan (yang sedang atau akan mengerjakan project improvement, efisiensi, dan sejenisnya) KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN : Memiliki Visi Perencanaan dan Pengaturan (Planning and Organizing) Berorientasi pada hasil Kolaborasi Berorientasi kepada pelanggan Kemampuan Analisa Kesadaran pada lingkungan kerja Kreativitas Keahlian Empathy Inisiatif Kesadaran akan kualitas AGENDA PELATIHAN :   Hari ke 1 Bagian Pertama : Lean Thinking Filosofi, sejarah  dan latar belakang Lean Lean dan Theory of Constraints (TOC) Lean Roadmap Customer value add analysis Business value add dan non value add 8 kategori “waste” Simulasi 1 Value Stream Mapping(VSM) Flow Line balancing dan Takt time Hari ke 2 Pull dan Little’s law Kanban, safety stock, dan replenishment pull Simulasi 2 Poka Yoke 5S dan Visual Management SMED dan pengurangan waktu set up 5 Why Bagian Kedua : Six Sigma Modul 1  Pengantar Latar Belakang Six Sigma Struktur organisasi di dalam Six Sigma Perbaikan menggunakan metode DMAIC Penggunaan Six Sigma di dalam Proses Transaksional Implementasi Six Sigma Hari ke 3 Modul 2 Define Aturan dan Pentingnya fasa DEFINE Voice of the Customer (VOC) The CTQ project Pembentukan tim proyek Six Sigma Project Charter Six Sigma KANO Model Arahan untuk CTQs Pemilihan Proyek SIPOC Stakeholders diagram Modul 3 : Measure Penentuan Proyek Y Jenis-jenis Data Perencanaan Pengumpulan Data Dasar Performance Sistem Pengukuran (Measure) Penentuan Tujuan Perbaikan Kapabilitas Proses Hari ke 4 Modul 4 Dasar-dasar Statisktik Apakah Statistik itu? Konsep Dasar Histogram dan distribusi normal Modul 5 & 6 : Analisa Kemungkinan Akar Penyebab Masalah Prioritisasi Faktor Penyebab Teknis Analisa melalui Grafik Penyebab dan Konsekuensinya FMEA Hari ke 5 Modul 7 : Improve Pengembangan Solusi Uji Coba terhadap Solusi Teknik untuk Pengembangan Ide Pemilihan Solusi Terbaik Pelaksanaan Proyek Perdana( Pilot Project) Modul 8 : Control Control Plan dan Mekanisme Kontrol Implementasi dan Penentuan Solusi Dokumentasi Proyek Penutupan Proyek Hari ke 6 Modul 9 : Sertifikasi dan Praktek Singkat Pelaksanaan Tugas Praktek di bawah Arahan Seorang Coach REGISTRASI : Formulir Pendaftaran  ( https://forms.gle/BVvYoQAsE4rnPsNC9 )

Online Training : Kaizen in The Office

Ribet, puyeng, capek duluan, ogah-ogahan untuk bertindak itu adalah perasaan yang kita rasakan kalau kita berurusan dengan dokumen. Padahal dokumen adalah bukti diatas kertas yang mau tidak mau harus dibuat, disimpan, dikelola dengan baik dan suatu saat sangat dibutuhkan lagi oleh kita. Dengan tidak terorganisasinya dokumen dengan baik maka proses yang berhubungan dengan data akan menjadi sangat lama, padahal kita sendiri dan tentu saja pelanggan kita sangat tidak mau menerima keadaan “Lama” tersebut. Kaizen adalah suatu metode yang sudah teruji kehandalannya dalam hal mempersingkat pekerjaan menjadi lebih sederhana, mudah dilaksanakan oleh semua orang dan hasil akhirnya adalah mempercepat suatu pekerjaan. Sehingga secara keseluruhan suatu proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya adalah memperbanyak jumlah pelanggan (wajib pajak) atau memperkecil jumlah tenaga yang dibutuhkan. Ilustrasinya….. Yang sebelumnya untuk melayani 1 Wajib Pajak memakan waktu 30 menit, bisa dipersingkat menjadi 15 menit. Yang sebelumnya dalam 1 hari hanya bisa melayani 750 wajib pajak, setelah Kaizen, dapat melayani sampai 1500 Wajib Pajak. Dalam training ini akan dipelajari tentang konsep 5S / 5R yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih rapi, mudah dikerjakan dan sederhana, pemetaan proses kerja, metode observasi di lapangan tentang pemborosan dalam proses pekerjaan, menentukan jenis pemborosan dari 7 macam jenis pemborosan yang ada, sampai dengan mempelajari tools dan teknik dalam melakukan kaizen atau improvement untuk menjadikan pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Outline Materi Apa itu Kaizen ? Konsep dasar dan Mengapa perlu Kaizen Apa itu 5S / 5R (Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin) Konsep 5S / 5R, Definisi dan Sasaran 5S / 5R Hubungan antara 5S / 5R dan Kaizen Prinsip-prinsip Kaizen Cara Observasi di area kerja menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan Cara mencari Pemborosan dalam area kerja serta pengaruhnya dalam produktifitas Teknik pemetaan proses kerja dan improvementnya Step-Step pelaksanaan Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi serta pemangkasan waktu proses. Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / Online Training >>> 2 hari (10 jam) Peserta Pegawai yang bertugas dalam pengelolaan dan pengolahan Dokumen serta person yang ingin mempelajari tentang Kaizen

Online Training : Modern HSE Management System

Sebagaimana yang tertuang di dalam Permenaker 05/Men/1996, Health Safety Environment atau K3 merupakan suatu hal yang wajib untuk dilaksanakan diseluruh industri yang memiliki tingkat bahaya yang potensial baik manufaktur; garment, shoes, electric equipt, dll. Ilmu K3 berkembang sangat pesat, tidak hanya membahas masalah yang berhubungan dengan terjadinya kebakaran, akan tetapi Hygiene, dan kondisi lingkungan kerja juga menjadi perhatian dari K3. K3 juga menjadi standar mutu bagi sebuah perusahaan yang ingin masuk ke pasar global. Terdapat standar-standar industri internasional yang mencakup K3 atau HSE ini seperti ISO 14000, OHSAS 18001, dll. Hal ini menunjukkan bahwa ketika suatu industri ingin maju, dia tidak hanya harus menjamin kontinuitas pasokan barang hasil jadinya saja ke pasaran, akan tetapi proses pembuatannya harus mengikuti syarat dan standar internasional K3 yang berlaku. Dengan melakukan penerapan Manajemen system K3/HSE secara konsisten justru membuat suatu industri akan semakin produktif dan mampu menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Hal ini ditunjukkan dari berkurangnya kecelakaan kerja, kecakapan buruh dalam operasi meningkat, dan kepercayaan konsumen bagi perusahaan yang menerapkan K3 ini akan bertambah, yang tentunya keuntungan perusahaan akan meningkat pula. Course ini berisi wawasan dasar yang perlu dimiliki oleh setiap orang di dalam Perusahaan yang akan memulai inisiatif dalam area tersebut atau terlibat sehari-hari di dalamnya (seperti; Manager Produksi, Manager Pabrik, Supervisor, dan para pembuat kebijakan K3 dalam perusahaan, dll.) Outline Materi Durasi 5 Jam (09.00 – 15.00 WIB) 1.   Fakta-Fakta tentang K3 / HSE 2.   Mengapa K3 Sangat Penting 3.   Kondisi Lapangan yang Ada Saat Ini. 4.   Teori Domino Kecelakaan kerja 5.   Manajemen K3 6.   Manfaat Penerapan K3 7.   Komitmen Penerapan Sistem Manajemen K3 8.   Penetapan Tujuan dan Ruang Lingkup 9.   Penetapan Kebijakan 10.  Dokumentasi Sistem Manajemen K3 11.  Dokumentasi Proses 12.  Pengendalian Dokumen 13.  Manajemen Resiko 14.  Identifikasi dan Pengendalian Resiko Kecelakaan 15.  Pembuatan Sasaran K3 16.  Pembuatan Program K3 17.  Penglolaan SDM dalam manajemen K3 18.  Pengelolaan Komunikasi 19.  Pengelolaan Operasi 20.  Penanggulangan Kondisi Darurat dan Bencana 21.  Emergency Plan 22.  Evaluasi dan Perbaikan Sistem K3

Online Training : Maintenance Management (Preventive and Predictive Maintenance)

Provide the participants the theory and practical aspects of preventive and predictive maintenance technology. The course will cover topics on maintenance information how preventive and predictive maintenance management, total productive maintenance, parameter monitoring and analysis, schedule maintenance,  maintenance budget estimation, and equipments condition monitoring . How You Will Benefit Understand the maintenance management role as a part of operation management Learn types of maintenance Learn how to balance preventive and predictive maintenance activity Find out how to develop a preventive maintenance program Understand how to develop a plan and schedule of maintenance activity Learn how to measure the achievement of a maintenance department Understand fundamental of predictive maintenance technology Course Outline Basic of Productive Maintenance Introduction to Maintenance Management, The Important of Maintenance Management, The Aspects of Maintenance Management, Terminology of Maintenance Management. Types of maintenance Overhaul Maintenance, Break Down Maintenance,    Preventive Maintenance, Predictive Maintenance, Maintenance Procedure , Work Organization Maintenance Division. Maintenance Planning and Control Maintainability and Reliability, Maintenance Planning, Work Schedule,  Equipment  Replacement. Budget Planning and Maintenance Schedule Introduction to  Maintenance Budget, Maintenance Budget Estimation, Strategy and Replacement method, Objective Performance , Availability. Predictive Maintenance Technique Vibration Monitoring, Thermography, Tribology, Process Parameters, Visual Inspection, Ultrasonic Monitoring. Machine Vibrating Monitoring Basic of vibration, vibration characteristic, transducer for vibration, vibration parameter. Who Should Attend Maintenance personnel, production/operation personnel, engineer and everyone who has interest in maintenance strategy for plant equipment.