Operation Training

Online Training e-Procurement: Aplikasi dan Implementasi

e-Procurement adalah proses pembelian atau pengadaan barang dan jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik memanfaatkan fasilitas teknologi telekomunikasi dan informasi yang meliputi keseluruhan tahapan pembelian, mulai dari; sourcing, order rutin, tender, SRM, dan evaluasi kinerja berbasis website. Proses procurement yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya. Manfaat Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: 1.   Memahami konsep dan manfaat e-procurement 2.   Memahami cara kerja aplikasi e-procurement dan relasinya dengan SRM 3.   Memahami konsep arsitektur pengembangan system 4.   Memahami tahapan pengembangan system dan modul 5.   Memahami bagaimana proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi kinerja provider IT Metode Pelatihan Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: v 20% teori berdasarkan literatur praktisi v 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri v 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Peserta Para Profesional di bidang: 1.   Supply Chain, Procurement/Purchasing, Komite Pembelian, 2.    MIS, System Analyst, dan IT 3.   Internal Auditor, Internal Control, Compliance Unit 4.   Supervisor/Manager yang terkait pengembangan system/project e-Procurement/ERP 5.   Yang  ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Outline Materi Days 1 1.   e-Procurement review 2.   Procurement Flowchart 3.   Features e-Procurement 4.   Metode Seleksi Vendor IT 5.   Discussion sharing: e-procurement challenges Days 2 6.   Arsitektur System 7.   Konfigurasi system 8.   Security System and e-Audit 9.   Demo Modul e-Procurement 10. Case study and closing review

Online Training : Emergency Response & Media Simulation

Introduction: When disaster strikes “Panic” is not the solution; appropriate response and media handling knowledge is the concern. Emergency response and how to start handling it becomes most important skills for Health Safety Environment & Security (HSES) managers/officers and the Communication Division. Next steps are how to coordinate the messages effectively in close cooperation with the Public Relations or Communication Division. The Emergency Response coordinator must have formed the Corporate Emergency Team and decide on the spoke person to liaise with the media. The media, however, have no interest in the success or failure of the cooperation. Their main task is to find the credible sources for their news and disseminate the “good news” swiftly to the public; resulting in a race to get on air their “Breaking News”. In Emergency and disaster, incident might lead to Crisis Management which the corporation needs to be prepared, be available and be credible; therefore, the Emergency Response training is preparing the HSES managers’ and the communication team as planning and preparation through media simulation is a key success. This training program is a comprehensive preparedness and alertness training that includes: understanding of the basic functions of HSES tasks; coordination between the HSES team and the communication team (PR Division) so that communication advice and input to the Business Unites of the company is activated. The training also prepares a tailor made scenario planning suiting to each specific industry. It will be developed to an incident-plan, wherein media interview simulation is conducted. After the incident has calmed down, a press conference scenario needs to be conducted. The assigned managers in charge would be trained for a “severe investigative” media questions. The training will also be backed-up with a session on facing a panic & stress situation, through a Panic Attack and Stress Management. The training will be supported by experts in PR writing skills, most notable is writing an effective press release. A Media Relations program is also part of the important session in facing an Emergency Response. A Training Out-Line will be designed meeting the specific needs of the industry; however, on the following page a general out-line is prepared as guide lines.  A comprehensive training is scheduled for at least two (2) days of a total eight (8) sessions, ideally as a Company’s In-House Training, however, a Public Training may also be considered. The training will be presented in Bahasa Indonesia and/or in English. Case studies: Most valuable in a learning process is the analyzing of real happening case studies: critiques and setting-up systematic approach will lead to better decision making. Presentation of case studies will be suited to the business industry; such as factory fire, in side factory accidents, building structure collapse, nature & pollution disasters emergency response, transportation accidents, product tampering & consumer’s incidents, etc. Who should attend: CEO, Managing Director, President Director, General Manager, Plant Manager, Factory Manager, HSES Team, PR or Communication Division Team, Business Units Managers, General Affairs & Human Capital Managers, Marketing, Distribution or Sales Managers, Branch Managers. HSES Speaker: An experienced HSES Mananger of a reputable company will be invited to highlight the importance of HSES Manangement. Training Out-line: HSES Systems and its implementation Identifying the real crisis problem Establishing Executive Operational Team Be Prepared – Be Available – Be Credible Say your concerns – Ensure accuracy Take quick actions & developing alliance Deciding on priority actions Strategic anticipative actions & systematic handling Handling difficult media interview & Media Relations Disaster & Damage Control Keep monitoring, analysing & controling Establishing continuous training & simulation exercises

Online Training : Pelatihan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu & Outsourcing

Deskripsi Tantangan yang dihadapi dunia usaha dalam era globalisasi ini terasa semakin ketat. Berbagai tuntutan persaingan pasar, perubahan lingkungan menuntun pengusaha melakukan berbagai inovasi agar tetap “survive” dan “competitive”. Pengusaha lebih menginginkan organisasi yang efektif dengan jumlah pekerja tetap yang seminimal mungkin yang dapat member hasil yang seoptimal mungkin. Untuk itu pengusaha hanya menangani pekerjaan yang menjadi core bisnisnya. Dengan demikian lahirlah kontrak langsung dan tidak langsung seperti seperti PKWT dan Outsourcing. PKWT dan Outsourcing merupakan hubungan kerja yang berpotensi konflik dalam bidang  ketenaga kerjaan.  Oleh karena itu sangat penting mengetahui dengan jelas batasan dan rambu-rambu yang ditetapkan oleh  perundang-undangan yang berlaku. Memahami peraturan-peraturan perundang-undangan dan mengetahui akibat hokum bilamana terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan. Adalah mutlak perlu bagi professional/eksekutif yang sehari-harinya menangani atau bertanggung jawab atas pelaksanaan PKWT dan pekerja Outsourcing – menguasai peraturan perundangan yang berlaku dengan seluk beluknya agar konflik hubungan industial dapat dihindari.   Sasaran Pelatihan Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif tentang Konsep Hubungan Kerja Berdasarkan Undang-Undang ; PKWT, PKWTT, Outsourcing, Labour Supply dan best practice serta pembahasan / studi kasus Outline Materi Hari Pertama :  Konsep Hubungan Kerja berdasarkan UU Perjanjian Kerja Dasar Hukum PKWT Rambu-rambu PKWT Sanksi atas Pelanggaran ketentuan perundang-undangan Apakah ada masa percobaan dalam PKWT? Menggunakan PKWT untuk masa percobaan? Perlukah membayar Pesangon untuk pekerja PKWT? PKWT dari kacamata Pengusaha dan Pekerja Jenis-jenis PKWT dalam praktek Hari Kedua : Apa dan Bagaimana Outsourcing? Apa dan Bagaimana Labour Supply? Dasar hukum Outsourcing Outsourcing dari kacamata Pengusaha dan Pekerja Jenis-jenis Outsourcing dalam praktek Kapan dan mengapa status pekerja outsourcing menjadi pekerja perusahaan Perlukah membayar Pesangon untuk pekerja outrsourcing? Menentukan Core Business dan‘alur’ kegiatan kerja Mengapa Serikat Pekerja menuduh outsourcing sebagai “Modern Slavery” Bagaimana pendapat Mahkamah Konstitusi. Tentang pasal-pasal pada UU13/2003 yang mengatur Outsourcing Bagaimana mengelola Outsourcing dengan baik Tanya jawab seputar PKWT dan Outsourcing serta masalah-masalah Hubungan Industrial lainya

Online Training : Business Process Reengineering

LATAR BELAKANG Business Process merupakan sekumpulan aktifitas yang merealisasikan secara bersama-sama tujuan bisnis dalam sebuah organisasi dan lingkungan tehnis. Proses-proses ini berlangsung pada sebuah organisasi tetapi mungkin saja berinteraksi dengan proses-proses di organisasi yang lainnya. Pada umumnya Semua perusahaan menginginkan efisiensi dalam proses bisnis, guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sering terjadi bahwa, efisiensi belum tentu menjadi efektif, hal ini muncul pada saat penerapan berbagai strategi yang telah dirancang sebelumnya. Keberhasilan dalam menerapkan efektif dan efisiensi harus dimulai dengan menganalisa seluruh proses bisnis yang sedang dijalankan, apakah satu sama lain sudah saling terintegrasi atau masih dengan pola lama yang hanya dapat di akses oleh bagian tertentu saja. Hasil analisa proses bisnis sangat menentukan langkah selanjutnya dalam pembuatan strategi, dimana sebaiknya haruslah yang sederhana, mudah dipahami dan diterapkan sebagai alat mencapai tujuan. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan, mulai dari yang sederhana hingga kompleks, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dari hasil pemetaan tersebut, maka akan dapat terlihat berbagai peluang baru ataupun nilai tambah dalam menentukan strategi selanjutnya. Langkah – langkah pada pemetaan proses re-engineering harus dilakukan dengan tepat, agar prinsip efektif dan efisien dalam bisnis seiring dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. SASARAN PROGRAM Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu untuk  : memahami keseluruhan proses Business Proses sytem management dalam proses managemen Penyusunan strategy Map organisasi pada proses Pemetaan standar proses control pada proses SOP dalam pengendalian kualitas Melakukan perbaikan (improvement) pada proses Value Stream Analysis dan teknik Improvement Merancang kebutuhan SDM dengan tepat Menyusun Standard Operating Procedure Menetapkan Job Description Menambah atau mengurangi Sumber Daya Peserta memperbaiki proses Merekasaya ulang  proses yang tidak efektif Tujuan akhir dari BPR bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas melalui Business Process Re-engineering. AGENDA HARI KE. 1 8.30 – 10.00              BISNIS PROSES RE- ENGINEERING DALAM SYTEM MANAGEMENT 10.00 – 10.15            Rehat Kopi 10.15 – 12.00            IMPROVEMENT FOCUS VALUE DEFINITION 12.00 – 13.00            Istirahat 13.00 – 14.30            IMPROVEMENT FOCUS : WASTE ELIMINATION 14.30 – 14.45            Rehat Kopi 14.45  – 16.00           IMPROVEMENT  FOCUS : VALUE STREAM MAPPING & PROCESS CYCLE EFFICIENCY   AGENDA HARI KE. 2 8.30 – 10.00              MAKING SCM FLOW 10.00 – 10.15            Rehat Kopi 10.15 – 12.00            PENENTUAN STANDAR PROCESS CONTROL   12.00 – 13.00            Makan Siang 13.00 – 14.30            QUALITY AT SOURCES 14.30 – 14.45            Rehat kopi 14.45– 16.00            STRATEGY IMPLEMENTASI BPR  AGENDA HARI KE 1 WAKTU MATERI SASARAN MATERI 08.30 – 10.00 BISNIS PROSES RE- ENGINEERING DALAM SYTEM MANAGEMENT   Evolusi dari Standar Perubahan utama dari versi sebelumnya Dasar dari Standar Prinsip Manajemen Mutu Pendekatan Proses SCM Relationship Mapping untuk Supply Process Flowchart SCM Simbol-simbol Flowchart dalam SCM Contoh Flowchart Cross-Functional Flowchart Cross-Functional Flowchart untuk proses supply Pendekatan Plan, Do, Check dan Act dalam SCM Memahami perbedaan antara Kaizen Technique vs Kaizen Culture Memahami 5 prinsip dalam implementasi Kaizen Manufacturing Memahami strategi efisiensi biaya sebagai strategi perusahaan 10.00 – 10.15 Break 10.15 – 12.00 IMPROVEMENT FOCUS: VALUE DEFINITION Value added vs Non Value Added 2 type of Non value Added Cost cutting vs cost reduction Study kasus : latihan  identifikasi value activity pada proses kerja masing-masing Setelah mempelejari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami Prinsip Value Definition Memahami prinsip cost cutting vs cost reduction Membedakan value added activity & non value added activity Mengidnetifikasi non value added activity di prosesnya masing-masing WAKTU MATERI SASARAN MATERI 13.00 – 14.30 IMPROVEMENT FOCUS : WASTE ELIMINATION Identifikasi waste (Muda-Mura-Muri) Aplikasi Konsep 3G : Gemba-Gembutsu-Genjitsu Film : Waste Elimination Latihan : identifikasi waste di tempat kerja masing-masing Study kasus : identifikasi kasus di beberapa proses kerja Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami 8 pemborosan di tempat kerja Memahami aplikasi konsep Geinchi Genbutsu Mengidentifikasi 8 pemborosan di tempat kerja masing-masing Menajamkan kepekaan pada pemborosan yang tidak terlihat Mengidentifikasi pemborosan yang tidak terlihatdari beberapa kasus 14.30 – 14.45 Break 14.45 – 16.00 IMPROVEMENT  FOCUS : VALUE STREAM MAPPING & PROCESS CYCLE EFFICIENCY Teknik melakukan Value Stream Analysis Langkah-langkah analisa VSM Menghitung Process Cycle Efficiency (PCE) Latihan : melakukan analisa VSM di tempat kerja masing-masing Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami prinsip value stream analysis Identifikasi masalah kritis dalam proses melalui VSM Menghitung PCE dan mampu menerjemahkan nilai PCE Menggunakan VSM sebagai media integrasi perbaikan berkelanjutan   AGENDA HARI KE 2 WAKTU MATERI SASARAN MATERI 08.30 – 10.00 CREATE PROCESS FLOW Strategi Lean Layout Aplikasi one piece flow Takt Time Matrix Skills Training within Industry (TWI) Latihan : analisa Lean Layout dan Tak Time Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami prinsip sistem tarik dan sistem dorong memahami prinsip Making Production Flow  memahami filosofi production flow  memahami kerugian dan keuntungan dari proses yang mengalir  memahami tools untuk mengalirkan proses  melakukan analisa Lean Layout SCM dan Tak Time 10.00 – 10.15 Break 10.15 – 12.00 PENENTUAN STANDAR PROCESS CONTROL   Critical to Quality Menterjemahkan VOC menjadi specific/measurable requirements Sipoc Vs Process Map Latihan Identifikasi CTP Vs CTQ Identify Customer Requirement pada Proses SCM WAKTU MATERI SASARAN MATERI 13.00 – 14.30 QUALITY AT SOURCES Teknik build in quality scm Analisa 5 Why Jidoka Poka Yoke Statistical Process Control Manajemen Visual Latihan : Analisa 5 Why Setelah mempelejari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami prinsip build in quality SCM Memahami pengunaan tool peningkatan kualitas pada SCM Menyusun rencana perbaikan kualitas di tempat kerja 14.30 – 14.45 Break 14.45 – 16.00 STRATEGY IMPLEMENTASI BPR Langkah-langkah memulai Kaizen Kunci sukses implementasi Genba Kaizen Study Kasus : membangun perusahaan Lean Action Plan : Rencana penerapan kaizen di Perusahan Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu : Memahami jebakan-jebakan penerapan genba Improvement BPR SCM Memahami langkah-langkah penerapan Kaizen Mengidentifikasi kunci sukses penerapan kaizen di perusahaan masing-masing Study kasus : Penerapan Kaizen di perusahaan Membuat action Plan penerapan improvement BPR pada SCM  secara berkelanjutan   STRATEGI PROGRAM Pelatihan ini akan dibawakan dengan metode : ♦ 50% landasan teori ♦ 50% study kasus, Latihan METODE Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang

Online Training : Inventory and Warehouse Management

Pendahuluan Berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis, menuntut organisasi untuk membuka diri terhadap tuntutan perubahan dan berupaya menyusun strategi dan kebijakan yang mampu menjawab ketidakpastian lingkungan bisnis. Persaingan sangat ketat dalam bisnis memunculkan situasi yang disebut sebagai hypercompetition. Esensi dari persaingan bisnis saat ini terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan/atau jasanya secara lebih murah, lebih baik dan lebih cepat. Warehouse sebagai salah satu komponen Working Capital memerlukan SDM, sistem yang terintegrasi, metode dan procedure yang tepat agar fungsi percepatan tersebut berjalan dengan baik.Ketersediaan barang dimulai dari perencanaan, pabrik pembuat, supplier, perusahaan sendiri, wholesaler, retailer, proses penerimaan, pemeriksaan, handling, penyimpanan dalam gudang, sampai ke final customer. Rangkaian ini merupakan mata rantai yang harus dikelola dengan baik. Menjamin mutu barang juga menjadi tanggung jawab bersama, yang banyak ditentukan tidak hanya oleh proses produksi, tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya, mutu keamanan pengirimannya, penyimpanan, tata letak, handling, sistem keamanan gudang, merupakan rangkain mata rantai yang harus dikelola dengan komprehensif. Tujuan & Manfaat Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Konsep dasar Inventory dan Implikasi Strategi Manajemen Warehouse. Inventory & Materials Control. Memahami Regulasi, Administrasi, & Prosedur Warehouse Materials Handling & Equipment. Mengembangkan sistem inventory management dengan standar Internasional Menjadikan warehouse sebagai potensial support untuk divisi lainnya dengan mengurangi inventory, menjamin kelancaran barang, jaminan mutu, dan sumber informasi yang akurat & terintegrasi. Behaviour Based Safety Kegiatan Pelatihan Dirancang Agar Peserta Dapat Memahami Secara Komprehensif Materi Yang Disampaikan, Sehingga Dapat Dimplementasikan Secara Aplikatif Dalam Dunia Kerja. Metode Pelatihan Presentation Discuss Case Study Evaluation Outline Materi Peran gudang Jenis operasi pergudangan Mengapa kami menyimpan stok?  Lokasi Gudang, Jumlah Gudang, pergudangan khusus Tren rantai pasokan yang memengaruhi Gudang Fungsi & Type Warehouse Ruang lingkup Strategy inventory and warehousing Proses pengadaan material dan Portofolio barang Dasar -dasar inventory barang, Kegunaan Inventory, Struktur biaya inventory   Peran pengelola Gudang Trade-offs dan tantangan pergudangan Quality systems dan Lean warehousing Warehouse audit   Warehouse processes: Receiving, Pre-receipt, barang dalam penanganan, Offloading, Cross docking, Put-away Picking  area layout, Picker to goods, Goods to picker, Pick by label Handling equipment, Storage equipment Memilih  Warehouse Management System yang tepat    Warehouse Performance management Apa yang diukur bagaimana cara mengukur performa Gudang   Warehouse Health Safety Environment   Ratio Persediaan   Perencanaan kebutuhan material Ukuran & keamanan inventory Pelaksanaan sistem MRP Sistem Lot size (dynamic maupun static) Model Economic Order Quantity Menentukan Reorder Point dan Biaya inventory 10. Model untuk menentukan Safety Stock inventory pengaman) 11. Model EOQ dengan Quantity Discount 12. Model EOQ dengan stock out Penilaian inventory Penilaian Finansial : FIFO,LIFO Penilaian Iventory turn Over (ITO) Record Accuracy Cycle Count Control of Service Inventory Just In Time (JIT) Discussion sharing & case study

Online Training : Best Practices Warehouse Management

Deskripsi Di customer. Kecepatan penyediaan barang, kerapihan gudang dan dalam dunia industri, peran pergudangan semakin penting dalam mendukung pelayanan kemudahan mencari barang menjadi bagian penting dalam pengelolaan gudang. Namun Yang terjadi seringkali layout yang baik, akurasi order, peralatan yang tidak sesuai, gudang terasa sempit dan sulit dalam mencari barang gudang berantakan. Gudang bagian penting dalam menunjang kelancaran  kegiatan transportasi batu bara di pelabuhan  karena akan terjadi dampak kerugian yang sangat besar apabila barang yang diperlukan tidak tersedia, seperti Spare part alat angkat dan transportasi , bahan baku chemical dan supporting kegiatan operasi perusahaan dampak yang dapat dirasakan langsung pegawai tidak bekerja dan berdampak langsung terhdap kerugian perusahaan. Dengan pengelolaan Gudang yang efektif dan efisien akan berdampak pada kepusan pelanggan dengan pengelolaan gudang  dengan tepat,cepat, bersih dan teratur, akan Berdampak langsung pada efisiesinya biaya operasional serta meningkatkan keamanan dan keselamat kerja adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta mampu medisain KPI menjadi aksi adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola inventory dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficien. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya “Manajemen Pergudangan” yang berperan penting dalam Warehouse Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory Management, lay-out  dan Order Point Management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan dan Inventory management. Pelatihan ini memberikan manfaat untuk staff Logistic, para supervisor dan Manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Masalah di gudang yag perlu diantisipasi adalah kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang. Dalam inhouse training ini peserta tidak hanya mendesain suatu gudang yang tidak hanya rapi sesuai kaidah 5S, tetapi juga efektif dan efisien secara biaya pengelolaan. Outline Materi FUNGSI INVENTORY DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES INVENTORY & LINE WAREHOUSING Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material Analisa proses kritis, mengenali pemborosan,VA & NVA MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Medesain Lay Out gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang Penyimpanan dokumen dengan 5S KPI INVENTORY Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI

Online Training : Maintenance Manajemen

Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis. Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance. Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%. Outline Materi Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting. Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition. Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance. Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance. Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin. Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line. Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance. Metode Pelatihan Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus  Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam)  Peserta Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Total Quality Control – 1 Day

Perusahaan dengan skala besar hendaknya memiliki sebuah managamen yang berkualitas baik dari sisi SDM maupun sisi lainnya, dampaknya akan terlihat pada total performance sebuah perusahaan yang mencakup banyak aspek. Total Quality Control (TQC), adalah suatu tool manajemen untuk meningkatkan total performance, TQC memberdayakan total organisasi, dari tenaga kerja sampai kepada CEO, dengan tanggung jawab penjaminan kualitas terhadap produk dan atau jasa, dan sistem manajemen  prosesnya.  Kesadaran menumbuhkan bahwa kualitas itu diciptakan diproses, ada perlakuan produk dengan inspeksi, diatasnya adalah Quality Control, lanjut ke Quality Assurance setelah itu TQM . Total Quality Control lebih berfokus pada penekanan pada proses maka harus terukur setiap bagian harus memahami CTQ atau Critical to Quality , dan CTQ bersifat terukur Karena CTQ adalah sesuatu yang terukur dan merupakan spesifikasi maka harus di contol atau tidak boleh dilanggar karena jika dilanggar akan berdampak pada kegagalan produk  bisa cacat, defect, delay delivery atau kecelakaan.Proses ini merupakan suatu pendekatan terintegrasi oleh manajemen untuk memfokuskan semua fungsi dan level organisasi  pada kualitas dan continuous improvement. Sampai sekarang TQC menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas proses perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami konsep-konsep TQC serta menerapkannya dalam ruang lingkup pekerjaan untuk memenuhi harapan konsumen dalam upaya meningkakan daya saing. Focus pembahasan TQC pada pengendalian Input produk proses dan pengiriman produk agar tidak lolos ke proses berikutnya. Mengutamakan Customer internal  nex proses adalah pelanggan. Sasaran Pelatihan Total Quality Control Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya pengendalian kualitas Memahami konsep dasar manajemen quality control di perusahaan Memahami proses pengendalian IQC, LQC, OQC, QA, Technical Services Memahami dan mampu mengendalikan produk dengan presisi dan akurasi Memahami “Kesadaran akan Masalah Meningkatkan keterampilan memperjelas dan mengurai masalah Melakukan pengendalian kualitas di perusahaan Meningkatkan program kualitas Memahami kegiatan-kegiatan utama kualitas dalam proses Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan  Quality Control Memahami penanganan dan control kualitas dari suplier Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas Strategi Pelatihan Total Quality Control Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus, Latihan Praktik Agenda Memanajemeni Qualitas dalam bisnis proses Teknik Pengukuran Biaya Mutu Program peningkatan kualitas dengan metode kaizen Manajemen system mutu Teknik memanajemeni kualitas penerimaan barang  dari supplier Manajemen yang efektif penanganan kualitas dalam proses Manajemen yang efektif pemeriksaan produk sebelum dkirim ke pelanggan Manajemen peningkatan kualitas supplier Peserta Pelatihan Total Quality Control Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan.

Total Quality Management ( TQM ) – 1 Day

PENDAHULUAN Manajemen Mutu Terpadu-MMT (Total Quality Management-TQM) dapat diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari organisasi ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitass, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa dalam Pawitra, 1993: 135). Menurut Juran dan Ishikawa, MMT adalah upaya organisasi menilai kembali cara-cara, kebiasaan, praktik, dan aktivitas yang ada dan kemudian secara inovatif memfungsikan seluruh sumber dayanya kedalam proses lintas fungsi yang mengabdi pada kepentingan klien, sehingga organisasi mampu mencapai visi  dan misinya. Dr. Joseph M. Juran adalah salah seorang guru dalam manajemen kualitas memberikan definisi tentang manajemen kualitas sebagai suatu kumpulan aktivitas yang berkaitan dengan kualitas tertentu yang memiliki karakteristik: Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda manajemen atas. Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis. Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking: fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi; disana adalah sasaran untuk peningkatan kualitas tahunan. Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan. Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat. Pengukuran ditetapkan seluruhnya. Manajer atas secara teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran. Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik. Sistem imbalan (reward system) diperbaiki. Tujuan Workshop Peserta mampu merubah institusi yang mengoperasikannya menjadi sebuah tim yang ikhlas, tanpa konflik dan kompetisi internal, untuk meraih sebuah tujuan tunggal, yaitu memuaskan pelanggan. Peserta memahami kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk diterjemahkan ke dalam produk-produk dan pendekatan bisnis baru. Pelatihan ini akan mengupas secara tuntas TOTAL QUALITY MANAGEMENT, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan Outline ( Session 1) Pengertian Dasar dari Qualitas Definisi Manajemen Kualitas Faktor Pendukung Kepuasan Pelanggan  ( Session 2 ) Dimensi Mutu Produk Dimensi Emosional Jenis Pelanggan ( Session 3 ) ALAT ALAT TQM Benchmark Busines Balanced Socrecard ( Session 4 ) Six Sigma International Standard Organisation ( Session 5 ) PENUSUNAN KONTRAK BISNIS Pengukuran Performace Kualitas 7 Sumber Pemborosan ( Session 6 ) Konsep dan Applikasi Total Quality Marketing (TQM) Konsep & Applikasi Total Quality Human Resources Management(TQHRM) Konsep & Applikasi Total Quality Accounting CASE STUDY ( Session 7) SHARING & DISCUSSION Closing & Photo Who should attend? Supervisor and Manager Level in Operations & Production, Quality, Purchasing/Procurement, Supply Chain, Sales & Marketing, and Customer Services.

Incoterms® 2020 & International Trade Finance Letter Of Credit Dalam Export Import

Training Description : Dua hal penting dalam proses kegiatan Ekspor Impor adalah pengetahuan tentang Metode serah terima barang Incoterms 2020 dan cara pembayaran Trade Finance terutama Letter of Credit . Tujuan dari Incoterms® 2020″ adalah sebagai berikut: Untuk memahami tanggung jawab eksportir dan importir di bawah Incoterms® 2020 Untuk mengetahui bagaimana Incoterms® 2020 digunakan dalam transaksi perdagangan internasional Untuk mengetahui cara menghitung harga ekspor berdasarkan Incoterm Untuk mengidentifikasi risiko, biaya, dan formalitas sesuai dengan Incoterm yang dipilih Silabus Incoterms® 2020. Pengantar Incoterms® 2020 Apa itu Incoterms® 2020? Perubahan kunci pada Incoterms® 2020 Review Incoterms® FCA (Free Carrier) Perubahan DAT (Disampaikan di Terminal) menjadi DPU (Disampaikan di Tempat Bongkar) Tingkat perlindungan asuransi yang berbeda menurut CIF dan CIP Biaya terkait untuk setiap Incoterm (pasal A9 / B9) Analisis Incoterms® 2020 Incoterms® 2020 dan transportasi internasional Incoterms® 2020 untuk transportasi jalur air laut dan darat: FAS (Free Alongside Ship) – FOB (Free On Board) – CFR (Cost and Freight) – CIF (Cost, Insurance & Freight) Incoterms® 2020 untuk semua moda transportasi: EXW (Ex Works) – FCA (Free Carrier) – CPT (Carriage Paid To) – CIP (Carriage and Insurance Paid to) – DAP ( Delivery at Place) – DPU (Delivery  at Place Unloaded) – DDP (Delivered Duty Paid) Bagaimana Incoterms digunakan dalam Aktifitas Ekspor Import ? Kriteria pemilihan Incoterms® 2020 Tujuan Webinar International Trade Finance / Letter of Credit adalah dapat: Menganalisis berbagai metode pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional dan menguraikan perbedaan, keuntungan, dan kerugiannya baik bagi importir maupun eksportir Pentingnya Documentary Credits dan letter of credit dalam perdagangan internasional Bagaimana Letter of Credit beroperasi Kewajiban para pihak yang terlibat Silabus International Trade Finance Letter Of Credit adalah Introduction to the International Payment Methods Countries and payment terms Documentary Collections Letters of Credit (L/C) Types and modalities Terminology Opening a letter of credit Availability Contents of the letter of credit Documents UCP 600 Electronic L/C (e-UCP) Analysis of the Documentary Credits Import letters of credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Applied Letter of Credit Prosudur penerbitan Letter of credit. Dasar hukum Letter of credit,Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit. Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit. Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit.  DISKUSI DAN STUDI KASUS

Pelatihan TKDN ( Tingkat Komponen Dalam Negeri )

DESKRIPSI Era Ekonomi Digital telah memicu peningkatan transaksi bisnis dan perdagangan. Untuk menguatkan Industri Dalam Negeri, Pemerintah Indonesia mensyaratkan penggunaan sebesar-besarnya Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nilainya lebih dari Rp. 2000 Triliun serta Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 750 T merupakan peluang bagi dunia usaha untuk mendapatkan proyek dan pekerjaan dari sektor pemerintah. Dari sektor energi, khususnya minyak dan gas, nilai Belanja Modal (CAPEX) per tahun yang juga sangat besar, membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan pekerjaan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri termasuk biaya pengangkutannya yang ditawarkan dalam daftar penawaran harga barang maupun jasa. TKDN digunakan salah satunya untuk proyek-proyek Engineering Procurement & Construction (EPC), karena untuk pengadaan (Procurement), banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya masih berasal dari luar negeri tapi perakitannya dilakukan di dalam negeri, sementara Pemerintah berharap, untuk proyek-2 yang akan dilaksanakan, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang / jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan. TKDN merupakan salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang / jasa di lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan SKK Migas, serta perusahaan sektor turunannya. Setiap perusahaan dituntut kemampuannya untuk senantiasa mengadaptasi perobahan tuntutan lingkungan strategis di atas. Khusus dalam bidang industri manufaktur, setiap perusahaan didorong pemerintah terus meningkatkan penggunaan Komponen Dalam Negeri. Pemerintah memberikan insentif terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu yang dimasukkan dalam proses produksi pada pelbagai jenis industri. TUJUAN PELATIHAN TKDN Memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memahami konsep, filosofi, serta metode aplikasi dan manfaat penerapan Komponen Dalam Negeri dan Cara Menghitung TKDN di perusahaan. Memiliki kemampuan yang lebih aplikatif dan komprehensif dalam implementasi TKDN di perusahaan. Memahami Peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri serta cara penerapanya di organisasi masing-masing. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan organisasi untuk penerapan TKDN. MATERI PELATIHAN TKDN Perkembangan Ekonomi Digital Peluang dan Tantangan bagi Dunia Usaha Pengertian TKDN Pedoman Teknis Penggunaan Produksi Dalam Negeri Konsep Self Assessment dalam Penentuan TKDN Dasar Hukum Klasifikasi Produk: Barang, Jasa, Gabungan Barang dan Jasa Waktu Penilaian TKDN Metode Penilaian TKDN Harga vs Biaya Pengelompokan Luar Negeri (KLN): Personil, Material, Mesin Pengelompokan Dalam Negeri (KDN): Personil, Material, Mesin Dasar Penilaian TKDN Barang, TKDN Jasa dan TKDN Barang Jasa. Biaya Yang Diperhitungkan Dalam Penilaian TKDN Barang, Jasa dan Gabungan Barang Dan Jasa Dasar Penilaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Dokumen Pendukung Bentuk Format Isian Penilaian Capaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Perhitungan Penentuan Nilai Bobot Manfaat Perusahaan (Nilai BMP) Dan Formatnya Preferensi Harga Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) Sumber Dana dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Dana Dalam Negeri, Hibah, Kerjasama Apresiasi Penggunaan Barang Hasil Produksi Dalam Negeri Studi Kasus

Logistics Cargo Materials Handling Management

Pendahuluan Dalam pengelolaan cargo bagi perusahaan Logistics Provider di gudang atau distribution centers memerlukan proses pemindahan material secara cepat, akurat, aman, dan ekonomis. Kecepatan, keakuratan, keamanan, dan keekonomisan menjadi faktor penting dalam pengelolaan inventory di Gudang Logistic Cargo. Prosesnya menuntut peralatan dan teknologi materials handling yang andal dan efisien. Materials handling memfokuskan pada aktivitas, peralatan, dan prosedur yang terkait dengan pergerakan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dalam sistem pergudangan. Karakteristik material akan menentukan cara handling-nya. Material dapat dibedakan dari: ukuran (lebar, panjang, dan kedalaman), berat (berat per item atau per unit volume), bentuk (round, square, long, rectangular, irregular), dan karakterisitk lain (fragile, sticky, explosive, dan frozen). Dalam konteks logistik, fokus dari materials handling adalah mampu melakukan pemindahan material dan produk-produk dalam jarak yang pendek dan jarak yang jauh sampai saite project secara efisien. Dari perspektif logistik, peralatan dan teknologi materials handling yang dipilih haruslah menggunakan metode yang tepat untuk mengelola pemindahan material dan produk dalam jumlah yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat, dalam urutan yang sesuai, dalam posisi yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan biaya yang paling efisien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, efisien, ramah lingkungan, dan operasional yang aman. Pengelola Gudang dan DC seperti Manager dan Supervisor harus mampu menyeimbangkan kinerja logistik antara service dan biaya, safety dan produktivitas, volume dan kapasitas, dengan mengelola empat dimensi penting dari MHE: movement, time, quantity, dan space. Maksud dan Tujuan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat : Memahami konsep Material handling Equipment; Mengetahui teknik-teknik tepat dalam Material handling Equipment; Menganalisis masalah-masalah terkait dengan Material handling Equipment Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan dan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan dan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process receiving dan Warehouse material handling Inventory management Stock and Control dan Storage handling and storage control Tujuan Utama Kargo Material Handling Seni dan ilmu memindahkan, menyimpan, melindungi, dan mengendalikan material Lingkup Gerakan Penanganan Cargo Material dan resiko resikonya Dimensi penting dari Material handling Cargo, dimensi movement, dimensi quantity, dimensi space Prinsip-prinsip Materials Handling Prinsip perencanaan, prinsip standarisasi, prinsip kerja, prinsip ergonomis, prinsip beban unit, prinsip pemanfaatan ruang, prinsip sistem, prinsip otomatisasi, prinsip lingkungan, prinsip biaya siklus hidup Jenis dan klasifikasi fungsi Material Handling. Materials transport equipment, Product positioning equipment, Unit load formation equipment, Storage equipmen Jenis-Jenis Material Handling Equipment dan Prinsip prinsip Load factor Alat-alat  yang digunakan untuk mengelola barang, mengangkat, mengangkut, dan memindahkan barang yaitu: hand pallet, stacker, forklift, dan drum lift, crane dll Project Logistic Material Handling Root Cause Analysis Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan metode: Presentasi, diskusi, latihan dan Root Cause Analysis

Online Training : Management Operating System through RACI Concept

Terdapat sebuah cerita tentang 4 orang bernama Setiap Orang, Seseorang, Siapapun, dan Tak seorangpun. Kemudian…, muncullah sebuah tugas penting yang harus diselesaikan dan Setiap Orang diminta untuk melakukannya. Setiap Orang yakin Seseorang akan melakukannya, karena Siapapun dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun yang melakukannya. Seseorang marah sebab itu adalah tugas Setiap Orang. Setiap Orang berfikir Seseorang dapat melakukannya, tetapi Tak Seorangpun menyadari bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya. Cerita ini berakhir dengan Setiap Orang menyalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun mengerjakan yang seharusnya Siapapun dapat mengerjakanya. Apakah anda pernah mengalami hal serupa di kantor / perusahaan anda….??? Dalam training ini akan di paparkan secara terstruktur apa peran dan tanggung jawab setiap personel yang berada di dalam suatu organisasi, sehingga setiap orang akan menyadari dan menerima apa yang menjadi tanggung jawabnya (Responsibility). Siapa yang akan menanggung beban dari tanggung jawab yang ia emban (Accountibility). Kepada siapa ia mengkonsultasikan apa yang berlangsung di dalam pekerjaannya (Consulted) dan akhirnya kepada siapa ia harus melaporkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya (Informed). Outline Materi Peran dan Tanggung Jawab dalam suatu Organisasi Pengertian RACI Konsep RACI Manfaat dan Tujuan RACI Peta / Matrix Peran dan Tanggung Jawab Lembar Peranan RACI Langkah-langkah dalam pelaksanaan RACI Definisi dan pengertian GOALS Mengapa harus ada GOALS dalam suatu perusahaan Manfaat RACI dalam pencapaian GOALS Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam) Peserta Manager, Supervisor, Leader serta person yang berhubungan dengan pelaksanaan management operational

Online Training : Capital Budgeting & Fixed Assets Management

Deskripsi Capital Budgeting adalah proses perencanaan investasi jangka panjang perusahaan seperti pembelian mesin baru, penggantian mesin lama maupun pembangunan pabrik baru. Proses capital budgeting ini akan mempengaruhi nilai aktiva tetap (Fixed assets) perusahaan yang pada gilirannya akan menentukan ROI (Return on Investment). Untuk itu perlu kajian mendalam untuk melakukan proses ini. Di dalam seminar 2 hari ini akan dibahas secara terinci proses capital budgeting dan bagaimana mengelola aktiva tetap. Seminar disajikan dengan case method dan latihan sehingga mudah difahami oleh peserta yang tidak memiliki latar belakang keuangan sekalipun. Materi Outline (09.00 – 15.00 WIB) Laporan Keuangan Perusahaan. Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba Rugi (Income Statement). Arus Kas (Cash Flow). Mengukur Performansi Keuangan Perusahaan. Likuiditas. Profitabilitas. Aktifitas (Turn over). Rasio Kepemilikan (Ownership). Diagram Du Pont. Common size method. Teknik Penyusunan anggaran perusahaan. Proforma income statement. Proforma Cash flow. Proforma Balance Sheet. Konsep Ekonomi teknik (Engineering Economy). Nilai waktu dari uang. Present Value. Future value. Annual Cash Flow. Analisis Investasi. Pay back Period. Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Studi Kasus Capital Budgeting. Pemilihan Mesin. Replacement Analysis. Leasing atau Purchase. Studi Kasus Kelayakan Investasi. Aspek pasar. Aspek Operasional. Aspek Organisasi. Aspek keuangan : Proforma Income Statement, Proforma Cash flow dan Proforma Balance Sheet. Perhitungan NPV, Payback Period dan IRR. Fixed Assets Management. Akuntansi aset tetap. Kontrol internal atas aset tetap. Manajemen aset tetap.

Online Training : Strategi Negosiasi Untuk Purchasing

Kemampuan bernegosiasi merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh staf Purchasing dan komite pembelian, karena keterbatasan skill saat melakukan negosiasi dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang. Oleh karena itu sangatlah penting membekali para Professional dengan metode dan strategi negosiasi, sehingga perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang diperlukan dari supplier terpilih dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms and conditions. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Melakukan perencanaan dan strategi  negosiasi Memahami standar etika bernegosiasi Memahami metode melakukan analisa penawaran berdasarkan hasil sourcing serta terms and conditions yang diperoleh Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan Melakukan negosiasi dengan supplier tanpa terpengaruh bias penampilan dan strategi mereka. Metode Pelatihan Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: v 20% teori berdasarkan literatur praktisi v 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri v 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Target Peserta Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan Project Manager, Internal Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Yang  ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Ouline Materi Days 1 1.   Negotiation Skills Review 2.   Limitation and Restriction 3.   Negotiation Strategy 4.   Negotiation Tool Kits 5.   Discussion Sharing and Case Study Days 2 6.   Sourcing Analysis 7.   Negotiation Terms 8.   Amendment, Cancellation, and Dispute 9.   Handling Difficult Supplier 10. Role Play Simulation and Closing Review

Online Training : Effective Purchasing Management for new buyer

Purchasing sebagai bagian dari perusahaan merupakan ujung tombak dalam pengadaan material. Untuk itu perlu dibekali dengan metode, kiat-kiat khusus sehingga berhasil mencapai sasaran strategis perusahaan. Dalam pelatihan ini peserta akan diberikan beberapa metode dalam: menganalisa cost, teknik negosiasi yang tepat dan factor kunci untuk memperbaiki kinerja purchasing. Who should attend? New buyer in purchasing Buyer who want to improve their skill Material & inventory staff Outline Cost analysis Total cost ownership Teknik negosiasi Simulasi & praktek negosiasi Bargaining power in purchasing Improving your purchasing department Mini case study

Online Training : Mastering Spreadshet Data using Ms. Excel 2007

LATAR BELAKANG Berdasarkan pengalaman mengisi training di sejumlah perusahaan dari tahun 2002 – sekarang, muncul banyak permintaan dari sejumlah karyawan  (accounting & finance, purchasing, production, sales, dll) akan adanya solusi yang efektif dan efisien untuk dapat melakukan otomatisasi pengolahan data dalam jumlah yang besar ( lebih dari 65.000 record ), yang sumber datanya dapat berupa file text atau format data dari hasil convert aplikasi program database lain. Kemudian database hasil convert (import) tersebut harus dapat divalidasi secara cepat dan tepat agar dapat menghasilkan data yang benar. Pengolahan data seperti itu tentunya tidak dapat dikerjakan oleh Ms.Excel XP, 2002 dan 2003. Sedangkan di Excel 2007 dan selanjutnya masalah-masalah tersebut semua dapat di atasi secara cepat dan tepat. OBJECTIVES Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Membaca dan memasukkan berbagai macam data : text file dan database yang lain yang jumlah record lebih dari 65.000 record ke dalam Excel 2007. Memaksimalkan penggunaan fungsi atau metode pengolahan dan validasi data yang ada dalam aplikasi Microsoft Excel, agar  pekerjaan pengolahan data menjadi jauh lebih cepat dan hasilnya lebih tepat. Melakukan disain, summary database dan query data. Membuat proses otomatisasi pekerjaan pengolahan data hanya dalam 1 penekanan tombol saja. Membuat rumus penting untuk pengolahan data tidak terlihat di lembar kerja yang aktif dantidak dapat diedit oleh user lain, kecuali oleh Anda. Membuat rumus untuk pengolahan data tidak dapat dicopy ke tempat lain oleh user lain, kecuali oleh Anda. Membuat laporan yang menarik, dinamis dan interaktif OUTLINE What’s New in Excel 2007 Read of Ribbon menu How using database import How using of Cell Address Automation. How using of Data Sort How using of Conditional Formatting How using of Consolidate method. How using of String Function How using of Numeric Function. How using of  Remove Duplicates Tools How using of Single and Multiple IF() Function. How using of Logic Operator AND and OR. How using of Table Function and Operational Table. How to make union field key How using Auto Filter with union field key How using of  PivotTable method. How using of  PivotChart method. How using of Format Cells for Locked and Hidden Cells How using of Using Allow Users to Edit Range ( Permission User Access Setting ) How using of Protect Sheet ( Select Locked Cells and Select Unlocked Cells ) How using of Understanding and Implementation Macro and Record Macro. Training evaluation ALAT DAN BAHAN Peralatan yang diperlukan Untuk setiap Peserta adalah 1 unit PC/Laptop yang sudah terinstall  Sistem Operasi Windows (Windows 7/8), serta Perangkat Lunak pendukung yaitu, Ms. Excel, Ms. Word, dan Ms. Power Point (Office 2007 atau Lanjutan nya) TESTIMONIAL “Materi sangat bagus karena berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari” “Materi sangat menunjang untuk pekerjaan saya” “sangat baik & dapat membantu saya dalam memahami materi training” “Trainer sangat menguasai materi dengan baik” “Trainer memuaskan dalam menyampaikan materi”

Online Training : Primavera P6 Professional Fundamental

Training Description Primavera Systems is a brand name under which a range of software packages that collectively form a comprehensive enterprise project portfolio management (EPPM) solution are marketed. Primavera was launched in 1983 by Primavera Systems Inc. and was acquired by Oracle Corporation in 2008. Primavera P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) Oracle launched  two products callled Primavera P6 i.e. P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) and P6 Professional.  The focus of Primavera EPPM software is to allow organizations to effectively manage their programs and projects – regardless of complexity. The software provides end-to-end, real-time visibility of all corporate information to inform portfolio management decisions, determine the correct resources, and ensure that individual project teams have the appropriate skills to complete any given project. Primavera P6 Professional Primavera P6 Professional is a Windows client project scheduling application that is installed on a user’s workstation. Much like any other Windows application, it is run from an executable file that resides on the workstation machine. P6 Professional can be used as a standalone application accessing a locally installed database such as Oracle XE or Microsoft SQL Server Express. It can also access a central database and be used as a multi-user system when data needs to be shared with others. P6 Professional is typically used in such industries as, Engineering, Construction, Aerospace, Defense, Utilities, Oil and Gas. P6 Professional is the preferred tool for power users such as schedulers and project managers in industries where detailed, fast, accurate scheduling and critical path method are vital elements for project planning, execution and success. This     training     leads     participants to use Primavera P6 Professional (Primavera’s Windows-based) through the entire project life cycle, from planning to execution. Topics include adding activities, assigning  res sources, and creating a baseline. Participants also gain a thorough background in the concepts of planning and scheduling. It is appropriate for those using P6 Professional either as a stand-alone application or as part of P6 EPPM. All workshops and instruction stress the three basic elements of project management: schedule, re- sources, and costs. At the end of each day, students apply the con- cepts and functionality they learned in a case study. The course is divided into three sections: Creating a Project; Scheduling the Project; Project Execution and Control. During the 3-day training our trainer will guide participants how to use Primavera P6 Professional using Hands on Approach and in user friendly  environment. Who should attend the training This training is specially designed for Functional Implementer Business Analysts End Users Project Manager Project Team But it could be attended by those  with  engineering graduates background or  other disciplines  having basic knowledge on implementation of construction project in small/middle, or large scale. Training Objectives After completing this training the participants should be able to: Understand data structures Create a project Create a Work Breakdown Struc- ture Add activities View calendars Create relationships Schedule the project Assign constraints Format schedule data Define roles and resources Assign roles Assign resources Analyze resources Optimize the project plan Execute the project Create reports Training Benefits All participants will get softcopy of  PM TOOLKIT consisting of Learning Material, References, Process and Templates, Samples of Case Study for Projects/IT Projects Experienced and Internationally Certificied Trainer will guide participants in Case Study Session using Hands-on Approach Getting the skills of using Primavera P6 Professional Fundamental  under guidance of experienced and skillfull trainer Note: All participant should bring their notebooks/laptops. Agenda and Material DAY 1 Understanding P6 Data Describing Enterprise and Project-Specific data Logging In Opening an Existing Project Opening and Customizing Layouts Enterprise Project Structure Describing Components of EPS Creating a Project Create a project Navigating in the Projects Window Viewing Project Details Creating a Work Breakdown Structure Defining a Work Breakdown Struc- ture Creating the WBS Hierarchy Adding Activities Describing an Activity and its Compo- nents Describing Activity Types Adding Activities Adding a Notebook Topic Adding Steps to an Activity Assigning Activity Codes Creating Relationships Viewing a Network Logic Diagram Relationship Types Creating Relationships Exercises & Practices         Discussion DAY 2 Scheduling Performing a Forward and Back- ward Pass Describing Float Assigning Constraints Applying an Overall Deadline to a Project Apply a Constraint to an Activity Using Reflection Projects Creating a Reflection Project Merging Changes Formatting Schedule Data Grouping Activities Sorting Filtering Roles and Resources Describing Roles and Resources Viewing Dictionaries Assigning Roles Assigning Roles to an Activity Assign Rates on Roles Exercises & Practices         Discussion DAY 3 Assigning Resources Assigning Resources Adjusting Budgeted Units/Time Analyzing Resources Displaying the Resource Usage Pro- file Optimizing the Project Plan Analyzing Schedule Dates Shortening a Project Schedule Analyzing Resource Availability Baselining the Project Plan Creating a Baseline Plan Display Baseline Bars on the Gantt Chart Project Execution and Control Describing Methods for Updating the Schedule Using Progress Spotlight Statusing Activities Rescheduling the Project Reporting Performance Describing Reporting Methods Running a Schedule Report Creating a report with the Report Wizard Exercises & Practices Discussion RECOMMENDATION TO PARTICIPANTS : All participants are recommended to bring notebook/laptop for software installation and  practice session Lead Trainer Profile

Online Training : LOTO (Lockout Tagout)

ialah suatu prosedur untuk menjamin agar sumber energy tidak terlepas  secara sengaja. Secara teknis, LOTO dilakukan dengan mengunci secara fisik pada sumber tenaga dari circuit dan peralatan setelah dimatikan. Sumber tenaga tersebut lalu diberi label dan tag  yang mudah dibaca yang mengingatkan orang lain pada areal tersebut bahwa kunci telah dipasang. Disamping untuk perlindungan pekerja dari bahaya listrik lock-out dan tag-out mencegah kontak dengan bagian peralatan yang beroperasi: sudu-sudu, roda gigi, sumbu, dsb., lock-out/tag-out juga mencegah keluarnya gas, cairan atau bahan berbahaya secara tidak terduga pada tempat kerja. Tujuan Peserta memahami tentang latar belakang dan konsep LOTO Mengenali tujuan dikeluarkannya kebijakan mengenai aplikasi LOTO serta manfaatnya dalam pekerjaan Peserta mampu mengidentifikasi bahaya dan jenis- jenis peralatan LOTO Memahami tahapan yang harus dilalui dalam melaksanakan LOTO dan apa yang harus dilakukan pada masing-masing tahapan. Memiliki kesadaran yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan LOTO Materi Day 1 (09.00 – 15.00 WIB) Dasar peraturan dan perundangan Manfaat LOTO Konsep Penggembokan dan Pelabelan (LOTO): – Pengertian LOTO – Jenis/Bentuk dan Sumber Energi – Jenis Peralatan dan Alat Pengisolasian Energi – Petunjuk Umum Pelaksanaan LOTO – Petunjuk Khusus Pengetesan Permesinan dan Peralatan – Metode LOTO Group – Evaluasi/ Audit Pelaksanaan LOTO Day 2 (09.00 – 15.00 WIB) Rangkuman LOTO Studi Kasus, Latihan Resume, diskusi, Post Test Metode Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi.

Online Training : Operations And Production Management

PENDAHULUAN Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasa tentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting dari pada sekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat terus bertahan ( Going Concern ), Perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan tersebut, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepuasan konsumen ( harga, kualitas, pelayanan, dsb.). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas, agar output yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapat mendukung kelangsungan hidup perusahaan. Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik,perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saat mendirikannya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuah perusahaan memiliki divisi Operasi & Produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan Tujuan Workshop Diharapkan peserta mampu menjelaskan secara komprehensip konsep dan teori manajemen Operasi & Produksi guna pengambilan keputusan sehingga pada gilirannya peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan Peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Peserta dapat merancang system transformasi input, proses,.& output pada perusahaan. Menghitung dan menganalisa tingkat produktivitas di dalam perusahaan. Selama 2 hari Pelatihan ini akan emgupas secara tuntas Management Operasi & Produksi, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan DAY1 (ONE) OPERATIONS & PRODUCTION ( Session 1) 9.00 -10.00 a.m Fungsi & Tujuan Management Operasi Ruang lingkup manajemen Operasi & Produksi Unsur Utama manajemen Operasi & Produksi Transforming Input to Outputs Sasaran Operasi & Produksi Peran Manajer Operasi & Produksi COFFEE BREAK 10.00 – 10.15 a.m OPERATIONS ( Session 2 ) 10.15 – 12.00 a.m Strategi Operasi Mengidentifikasi Misi dan Strategi Operasi Penerapan Strategi LUNCH TIME 13.00 – 13.00 p.m PRODUCTION ( Session 3 ) Produktivitas Pengukuran Produktivitas Variable Produktivitas, dasar2 dan tujuan pengambilan keputusan. PERAMALAN ( FORECASTING) Session 4, 13,00 – 15.00 p.m Jenis jenis Peramalan 7 Steps dalam Peramalan Metode Peramalan Kualitatif dan kuantitatif DAY 2 (Two) PRODUCTION CAPACITY,(Session 5) 9.00 – 10.00 a.m Perencanaan Kapasitas Jenis jenis Kapasitas Analisa BEP COFFEE BREAK 10.00 – 10.15 a.m Session 6 Agregat Planning Penentuan Lokasi & Fasilitas Produksi Decision tree ( Pohon Keputusan ) LUNCH TIME 12.00 – 13.00 p.m CASE STUDY ( Session 7) SHARING & DISCUSSION 13.00 – 15.00 p.m