Operation Training

Online Training : Logistics Management Training

Strategy & Best Practice, and Practical Approach Deskripsi Pelatihan Manajemen Logistik termasuk masalah yang cukup unik dan kompleks karena merupakan salah satu aktivitas perusahaan yang sudah cukup lama dijalankan bahkan mungkin seusia perusahaan itu sendiri. Karena masalah logistik berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi pengelolaan perusahaan, maka pengelolaannya haruslah dilakukan secara profesional Kesadaran akan pentingnya profesionalisme dalam manajemen logistik ini juga dipicu oleh tuntutan efektifitas pelayanan pelanggan yang dalam persaingan bisnis global sekarang ini menjadi segala-galanya bagi perusahaan. Siapa yang perlu hadir Pelatihan ini penting diikuti oleh Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Tujuan Pelatihan Memberikan pemahaman secara mendasar dan sistematis mengenai manajemen logistik dan perkembangannya. Meningkatkan kemampuan dan membekali peserta dengan pengelolaan operasional dan pengukuran kinerja logistik secara umum. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk sharing experience mengenai kasus-kasus yang berkaitan dengan manajemen logistik. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan Logistik dan bagaimana hal tersebut diselesaikan menggunakan Logistics software Manfaat Pelatihan Seluruh peserta akan mendapatkan Logistics Mgmt Toolkit Lengkap yang dikemas dalam 1 (satu) CD berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dllPelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on ApproachSeluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management. Materi Pelatihan The Changing Business Landscape And The Supply Chain Concept The Empowered Consumer Power Shift in the Supply Chain Deregulation Globalization Technology Logistic Management System & Logistical Synchronization Logistic activities Transportation Storage Packaging Materials handling Order fulfillment Forecasting Production planning Purchasing Customer service Site location Other activities Latihan dan studi kasus ( Part I) Logistic Operations & Integration Importance of Logistics to Business Logistics Value Proposition The Work of Logistics Logistics Operations Logistics Operating Structures Logistical synchronization Inventory Management & Strategy Controlling Logistic Inventory Strategy Functions of Inventory Types of Inventory Inventory Management ABC Analysis Record Accuracy Cycle Counting Control of Service Inventories Inventory Models Independent vs. Dependent Demand Holding, Ordering, and Setup Costs A Control Paradigm Schematic of Control Process Auditing Performance Benchmarking Performance Cost-Service Statement The productivity report Performance Control Graph SCOR Model and Balanced Scorecard (BSC) Balanced Scorecard (BSC) Framework Scope of the SCOR Model Process “Thread” Diagram Performance Metrics Linking Processes and Metrics Latihan dan studi kasus (Part II) Logistic performance measurement Logistical Measurement Perspective of Performance Measurement Objectives of Activity Based Measures Internal Performance Measurement Types of Productivity Measures Asset Measurement Quality Measurement Perfect Order External Performance Measurement Best Practices Benchmarking Operation, Financial & Social Performance Measurement Measurement System Objectives Operational Assessment Financial Assessment Social Issues in Logistics Performance Transportation management Transportation system The economic role transportation. The economic and service characteristics of the basic modes. The carrier selection process. The economic effect of rates, transit time, reliability, capability, accessibility, and security in the carrier selection decision The five legal classes of carriers. The economic and service characteristics of intermodal transportation The dominance of rail-truck (piggyback) intermodal service. The economic rationale of using containerization. The economic and service characteristics of indirect and special carriers. Transportation Infrastructure Transportation Functions, Principles, Participants Transportation Regulation Transportation Industry Structure Transportation Services Transportation Operation Transportation Economics & Pricing Transportation Administration Transportation Documentation Transportation Model Network Flow Models Characteristics of Network Models Various Transportation Model Unbalanced Transportation Model Transportation Models With Max-Min and Min-Max Objectives The Transshipment Model Assignment Model The Maximal-Flow Model Road Network Modified Road Network The Shortest Path Model Minimal Spanning Tree Latihan dan studi kasus (Part III) Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Improving Business Performance through Value Stream Mapping

Deskripsi Pelatihan Value Stream Mapping adalah himpunan semua aktivitas yang diperlukan, mulai dari konsep hingga launching, mulai dari pemesanan hingga pengiriman, dan mulai dari bahan baku hingga produk atau jasa sampai ke pelanggan. Sedangkan Lean Thinking berfokus kepada bagaimana melakukan eliminasi pemborosan (waste) yang tidak perlu. Sehingga semua proses dalam sistem bisa menambahkan nilai (value) dari perspektif pelanggan. Pelatihan ini akan mempelajari pembuatan value stream mapping berbasis lean thinking. Dengan menerapkan teknik ini, perusahaan diharapkan akan semakin kompetitif, produktif, dan efektif dalam memenuhi ekspektasi pelanggan yang semakin meningkat. Program pelatihan disampaikan dalam live streaming yang interaktif. Kami telah menyesuaikan materi pelatihan untuk dibawakan secara online. Metode Pelatihan Pembelajaran dengan metode video conference (live streaming). Pelatihan berlangsung selama 2 hari, durasi 10 jam. (5 jam per hari) Materi disampaikan dengan ceramah, tanya jawab, dan latihan. Outline Materi Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan

Deskripsi Pelatihan Mengapa Pelatihan Ekspor Impor, Kepabeanan & Pelabuhan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pelatihan Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. Outline Materi A. CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017) BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO dan Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification dan Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, dan database lartas Lartas post border pada sistem insw Alur data pengawasan post border System dan Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR          

Online Training : Applied Total Productive Maintenance(TPM)

Deskripsi Maintenance merupakan fungsi operasional yang mempunyai tujuan untuk optimasi umur teknis maupun umur ekonomis perangkat yang dimiliki perusahaan. Dengan optimasi perangkat yang dimiliki, maka akan membawa akibat yang sangat positif untuk terciptanya optimasi kualitas, biaya dan waktu produksi. Umumnya lebih dari 65 % biaya maintenance merupakan biaya spare parts. Optimasi biaya spare parts akan sangat mempengaruhi biaya maintenance secara keseluruhan dan biaya produksi perusahaan. Didalam pelatihan ini akan dibahas Maintenance Management secara terpadu dan komprehensif. Peserta juga akan mendapatkan tool untuk mengukur performansi sistem Maintenance Management di perusahaannya masing-masing Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta akan mampu : Konsep modern maintenance management. Komputerisasi sistem maintenance management Total Productive Maintenance (TPM).. Spare parts management. Optimasi persediaan spare parts dengan menggunakan model inventory control. Teknik pengukuran performansi sistem maintenance management perusahaan. Teknik pengukuran performansi sistem spare parts management. Outline Introduksi. Objektif dan fungsi maintenance. Klasifikasi sistem maintenance. Disain sistem maintenance. Teknik membangun rasa memiliki bagi operator dan petugas pemeliharaan. Persoalan yang umumnya dihadapi dalam pemeliharaan. Biaya yang timbul karena performansi peralatan yang kurang baik. Klasifikasi dan evolusi sistem maintenance management. Mengukur performansi system maintenance management perusahaan . Company check list. Machinery design check list. Diskusi tentang maintenance management di perusahaan Konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM). TPM sebagai sebuah filosofi. Equipment management dan defect management. Six Big Losses. Pengukuran overall equipment effectiveness (OEE). Penentuan optimum rate ( ideal cycle time). Diskusi tentang masalah maintenance yang dihadapi di perusahaan. Studi Kasus dan latihan perhitungan pengukuran overall equipment effectiveness (OEE). Mengukur OEE diperusahaan dengan volume produksi tinggi. Mengukur OEE diperusahaan hand assembling. Mengukur OEE diperusahaan semi-automated assembling Mengukur OEE diperusahaan processing system. Modern Maintenance Management. Konsep dasar. System Effectiveness. Planned Maintenance Program. Langkah -langkah implementasi konsep Planned Maintenance Program. Diskusi tentang aspek implementasi di masing masing perusahaan. Computerized Maintenance Management System. Tujuan komputerisasi sistem maintenance management. Manfaat yang akan diperoleh dari komputerisasi sistem maintenance management. Pengembangan sistem komputerisasi. Strategi implementasi. Diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Sistem Maintenance Management. Perlunya evaluasi sistem maintenance. Parameter performansi sistem maintenance. Analisis rasio performansi sistem maintenance. Peragaan penggunaan software untuk analisis rasio performansi sistem maintenance. Studi kasus implementasi system TPM Facilitator

Online Training : Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination)

Deskripsi  Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….??? Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut. Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi. Outline Materi Sejarah Perkembangan Dunia Industri Apa itu Small Defect Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect Apa itu Ideal State Konsep Small Defect dengan Zero Break Down Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage Restoration of Deterioration & Defect Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect Apa itu 3-Gen dan 2-Gen Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house TrainingDialog Interaktif / SharingDiskusi GrupLatihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam)PesertaTeknisi / Supervisor / Foreman Maintenance / EngineeringOperator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor ProduksiDan lain-lain. Facilitator

Online Training : Distribution Management

Deskripsi Hubungan kerja sama jangka panjang antara  Kepala Sekolah  dan  Distributor  perlu dibangun dan dikembangkan, yang untuk itu peran Manajer Akun / Eksekutif Akun (yang mewakili Kepala Sekolah) dalam meningkatkan hubungan kerja sama panjang dan profesional perlu ditingkatkan. Peran Account Manager / Eksekutif Akun yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Pemasok masih perlu peningkatan, yang perlu diperlukan program pengembangan pengetahuan & keterampilan yang memerlukan pengembangan Sistem Distribusi, khusus Sistem Pengelolaan Distributor sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pasar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Manajemen Distribusi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Prinsip Dasar Sistem Distribusi. Peran Distributor dan Harapan dan Kebutuhan mereka dalam proses distribusi. Bagaimana membantu Distributor secara efektif guna mencapai sasaran Perusahaan. Bagaimana membangun hubungan kerja yang solid dan jangka panjang dengan Distributor. Bagaimana melakukan Tinjauan Kinerja Distributor secara teratur. Mengenai hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional. Bagaimana membina komunikasi dalam menyampaikan Strategi dan Sasaran Perusahaan kepada Distributor. Bagaimana mengatasi dan menyikapi kepentingan, setuju, dan keluhan Distributor. Bagaimana membuat Kesepakatan dengan Distributor dalam meningkatkan volume . Target Psesrta Pelatihan Manajemen Distribusi ini dirancang untuk para: Manajer Akun / Manajer Penjualan Area / Pejabat Akun Area, atau jabatan apa saja, yang  bertanggung jawab  (mewakili Kepala Sekolah) dalam hubungan kemitraan kerja sama dengan Distributor. Metode Pelatihan Pelatihan Manajemen Distribusi dilaksanakan dengan metode:   Outline Materi Manajemen Distribusi Pelatihan Materi yang akan dibahas adalah: Memperkenalkan  Sistem Penjualan & Distribusi,   serta pengertian dan resolusi dari kata “Distributor” Distributor Peran sebagai ujung tomak menuju pasar ( Rute Menuju Pasar ) Distributor Peran Principal dalam Mengelola ( Manajemen Distributor ) Memahami peran dan tanggung jawab Manajer Akun yang ditugaskan (bertanggung jawab) di Distributor Memahamai harapan Distributor terhadap Perusahaan (Principal) dalam mengembangkan pasar Tantangan-tantangan yang dihadapi Perusahaan yang berasal dari Distributor Bagaimana melakukan Penilaian Kinerja Distributor ( Tinjauan Bisnis ) secara rutin Distributor dan Sistem Penilaian terhadap Kinerja (dengan Kartu Skor) Bagaimana rapat dan rapat diadakan untuk melakukan  Tinjauan Bisnis Daftar Pertanyaan yang digunakan dalam  Rapat Tinjauan Bisnis Bagaimana melakukan follo up hasil  Business Review Meeting, dan  juga Ceck List  yang digunakan Bagaimana hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional Memahami pentingnya Hubungan Kerjasama Yang KUAT (kuat  hubungan ) ANTARA Principal Dan Distributor 3 Tingkat  Kepercayaan  dalam hubungan  dengan Distributor 7 Ketentuan Utama. Hubungan kerja sama jangka panjang dengan Distributor Matriks Hubungan  dalam proses mengembangkan  hubungan  dengan Distributor Bagaimana menentukan Obiectives (Sasaran) Perusahaan, yang harus dicapai bersama-sama Distributor Bagaimana mengatur Sasaran yang SMART Tehnik Presentasi Efektif dalam Mengkomunikasikan Tujuan dan Strategi Perusahaan kepada Distributor Bagaimana melakukan kesepakatan dengan Distributor melalui Negosiasi Efektif Kemampuan Berkomunikasi, dalam  Proses Penjualan  kepada Distributor Dukungan yang diwajibkan oleh Manajer Akun dalam hubungan dengan Distributor Kemungkinan sikap yang diperlihatkan Distributor selama berlangsungnya hubungan kerja sama Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop / Notebook Fasilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengerjakan masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta, – di mana ia bekerja selama lebih dari 10 tahun sebagai Manajer Pembelajaran & Pengembangan Nasional, serta bekerja lebih dari 35 tahun pada saat manajerial di bidang Sumber Daya Manusia & Pelatihan di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Manajer Sumber Daya Manusia di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan Melia Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulusan terbaik), selanjutnya mengikuti berbagai Program Pengembangan Manajemen dan Seminar baik di dalam maupun luar negeri, antara lain: Program Pengembangan Manajemen, oleh Prof. Alejandro Reyes dari Asian Institute of Management (AIM), Manila, Filipina Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory dari Lausanne Hotel School, Swiss – Siswa Terbaik Pengembangan Pengawasan Komunikasi, oleh Bpk. Sandy Strayer dari Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Kepemimpinan dan Pengaruh, oleh DR. Roger Gill dari Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negosiasi & Presentasi Penjualan, oleh Direktur Layanan Pelanggan The Coca-Cola Company, Grup Pasifik, Kuala Lumpur Dealing With Changes, program pelatihan psikologis, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Cara Efektif Dalam Proses Pembelajaran, oleh Mr. Rolando Alpe dari Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, spesialis dalam penelitian tentang peran musik dalam proses pembelajaran, Jakarta. Subliminal Dynamic, belajar tentang fungsi bagian bawah sadar otak dalam proses pembelajaran, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu dimulai dari periode pra-pembukaan dan sebagai tim pembukaan yang terlibat dalam proses yang disetujui dan menyiapkan sistem & prosedur di bidang Sumber Daya Manusia & Pelatihan. Pada saat ia masih aktif di perhotelan, ia melanjutkan pelatihan selama 3 bulan untuk para manajer dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Pelatih Terbaik (di antara Peserta) di antara 10 pelatih yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Konsultan Senior Independen di bidang Pembelajaran & Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang hingga kini telah memberikan pelatihan kepada banyakorang dari berbagai perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses pelatihan, memfasilitasi, meluncurkan, dan memberikan Pelatihan Program untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Penjualan & Distribusi, yaitu Manajer Pusat Penjualan, Supervisor Penjualan, dan Penjual, di samping ia juga terlibat dalam peroses yang digunakan Pusat Pembelajaran Nasional Coca-Cola. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Pelatihan Program yang dirancang dan diberikan di Rumah atau Publik yang berhubungan dengan Kepemimpinan & Komunikasi, Penjualan & Distribusi, Layanan Pelanggan, Manajemen Sumber Daya Manusia & Manajemen Pelatihan, Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan , dan soft skill lainnya (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir). Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering untuk menjadi pembicara (pembicara) di berbagai seminar manajemen yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Lembaga Pendidikan dan Asosiasi Profesional, di samping ia juga banyak menambah di majalah dan surat Berita antara lain di Suara Karya, Bali Post, Buletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Kepemimpinan

Online Training : Failure Mode Analysis of Mechanical Component

Online Training Failure Mode Analysis of Mechanical Component mempelajari mengenai implikasi keandalan mekanik, bagaimana definisi keandalan mekanik, bagaimana keandalan dan tingkat kegagalan, dan hal – hal lainnya terkait Failure Mode Analysis of Mechanical Component. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Untuk memberikan pernyataan dasar filosofi, prinsip, konsep, kemudian untuk memperkenalkan teknik, metodologi penilaian, evaluasi keandalan sebagaimana diterapkan pada komponen mekanik, peralatan, sistem dan sub-sistem pabrik mekanik. Untuk meningkatkan pemahaman tentang kegagalan yang terkait dengan simpul, sebab dan akibatnya. Outline Materi Materi pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component yang akan bahas topik Failure Mode Analysis of Mechanical Component adalah: Pengantar. Implikasi keandalan mekanik. Definisi keandalan mekanik. Keandalan dan tingkat kegagalan. Analisis Keamanan Sistem. Kesalahan manusia Operasi Rutin Operasi Darurat Metode Analisis. Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA) Pohon Acara Pohon kesalahan Prediksi keandalan: Analisis Weibull. Simulasi Ketersediaan Sistem: Simulasi Montecarlo. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice dan menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia. Deskripsi Dalam training ini akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang dan System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya). Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin. Target Peserta Pelatihan Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance ini ditujukan untuk para: Metode Pelatihan Training Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance dilaksanakan dengan metode: 1.      Seminar / In Class Training / In house Training 2.      On Job Training / Project Development Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah : Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

Online Training : Supply Chain Management

Online Training Supply Chain Management mempelajari mengenai bagaimana memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management, bagaimana memahami solusi sekaligus penerapan dan hal lainnya terkait materi ini. Deskripsi Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Supply Chain Management Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Sasaran Pelatihan Melalui Supply Chain Management Training ini diharapkan: Target Peserta Supply Chain Management Training ini ditujukan untuk para: Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Outline Materi Materi Supply Chain Management Training yang akan dibahas adalah : 1. Supply Chain Management 2. Supply Chain Configuration Problem and Issues 3. Latihan dan studi kasus ( Part I) 4. Scope of Supply Chain Problem 5. Latihan dan studi kasus ( Part II) 6. Supply Chain Solution and Application 7. Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Housekeeping

Online Training Housekeeping mempelajari bagaimana konsep dan fungsi housekeeping management, perspektif & konsep 5S/5R keamanan dan hal lainnya terkait Housekeeping Deskripsi Housekeeping merupakan bagian dari departemen yang bertanggung jawab dalam mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan, kenyamanan, memperbaiki kerusakan, dekorasi lingkungan kerja dengan tujuan agar lingkungan kerja tersebut tampak rapi, bersih, menarik, menyenangkan bagi penghuninya. Secara umum, fungsi housekeeping management yaitu melakukan perencanaan (planning), organizing, staffing, leading and controlling yang harus diterapkan secara konsisten. Tujuan utama yang harus dicapai dengan adanya housekeeping management yaitu menciptakan lingkungan kerja, budaya kerja yang baik sehingga kinerja karyawan dapat optimal. Salah satu teknik yang dapat diterapkan guna menciptakan budaya kerja yang baik yaitu konsep 5S. 5S atau Seiri/Ringkas, Seiton/Rapi, Seiso/Resik, Seikutse/Rawat & Shitsuke/Rajin merupakan konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi tertata rapi, terstruktur, tervisualisasi. PelatihanHousekeeping Training ini dirancang untuk shop floor staff, seperti operator, line leaders, pengawas serta teknisi; ataupun staff management dimana melalui pelatihanHousekeeping Training peserta akan dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan yang diperlukan dalam mengimplementasikan konsep 5S.(Housekeeping Training) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Housekeeping Training ini peserta diharapkan akan mampu untuk : Target peserta Metode Pelatihan Housekeeping Training ini menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi Materi Housekeeping Training yang akan dibahas adalah Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Online Training : First Aid

Online Training First Aid mempelajari mengenai First Aid case: luka, luka bakar ( panas, kimia, listrik), perdarahan, syok, gigitan ular,serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Mengenai cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang), dan hal lainnya terkait First Aid Deskripsi Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan  kepada peserta pelatihan untuk dapat memberikan pertolongan pada korban yang mengalami kecelakaan dan sakit mendadak termasuk henti napas dan henti jantung Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training First Aid ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyebutkan penyebab keadaan henti napas dan henti jantung. Mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak. Mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC. Mendemonstrasikan cara memberikan pertolongan pada korban yang mengalami sumbatan jalan napas akibat benda asing. Mendemonstrasikan cara melakukan pembalutan dan pembidaian pada perdarahan dan patah tulang, Metode Pelatihan Training First Aid dilaksanakan dengan metode: Interaktif, mudah diajarkan dengan memakai visual aids, seperti infocus, film dan peralatan pelatihan termasuk resuscitation practice dummies. Outline Materi 09:00 – 15:00 Materi Training First Aid yang akan dibahas adalah : Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat. ABC Resusitasi. First aid case:Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang) Teknik membalut dan membidai. Transportasi korban Facilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Sertifikat HIPERKES (Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2014 Instruktur Inhouse Petugas P3K PT MITRAPACK ERA MANDIRI (Jababeka Cikarang), PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cibitung), PT Mondelez Indonesia (Jababeka II Cikarang), PT Pz Cussons Indonesia (Tanggerang), PT Andalan Furnindo, (Marunda Bekasi), PT Sumareccon (Kelapa Gading Jakarta), PT HM Sampoerna Tbk (Kawasan Industri International Center Karawang (2), PT Clarian Adsorben Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap), PT HM Sampoerna Tbk (Morrish Indonesia), PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group) Pelatihan : Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES ), Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi Pengurus IDI Cabang (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementrian Kesehatan RI), Pelatihan Majelis Disiplin Kedokteran Indonesia (MAJELIS KOMITE DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA & IDI Jawa Barat), RTD:  Clinical Application of High Sensitive D-Dimer, Examination in VTE Exlution, Penatalaksanaan Therapi Terkini pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Kalbe Akademia: Acute Coronary Syndrome, Dyslipidemia, Hypertension, and Meal Planning, Workshop Risk and Benefit of Antidiabetic Drug (PT Kalbe Farma tbk), Penatalaksanaan Penyakit Kardiovaskuler (Laboratorium Klinik Prodia), dan lain-lain. Pendidikan : Pendidikan Keprofesian: RS Hasan Sadikin, Bandung (2000-2002) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Bandung (1994-1999)

5S Housekeeping Management

5S Housekeeping Management mempelajari bagaimana memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya, bagaimana menyadari pentingnya tempat kerja (GEMBA), bagaimana memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S, dan hal lainnya terkait 5S Housekeeping Management. Deskripsi Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yaitu penerapan penataan rumah tangga yang baik (good housekeeping) atau yang lebih populer dikenal dengan konsep 5S House keeping (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu) sehingga segala bentuk pemborosan seperti material, waktu, mesin, ruangan, pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan konsep 5S House keeping ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam penciptaan budaya kerja produktif, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin. Program 5S House keeping juga memberikan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit secara bertahap tapi terus menerus. Penerapan konsep 5S House keeping dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5S secara baik, maka disusunlah Modul Penerapan 5S di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, Dengan menerapkan 5S  manfaat yang akan didapat adalah: Memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi Menghasilkan lebih sedikit Defect Mencapai Sasaran yang lebih baik Memiliki Tempat Kerja yang lebih aman dari Kecelakaan Kerja Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan). Bekerja dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang. Sebagai falsafah manajemen dan Sebagai sasaran utama produktivitas. Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5S Mempersiapkan Penerapan Konsep 5S di Perusahaan Sasaran Pelatihan 1. 5-S & Operation Excellence Excellence Organization Menetapkan pelayanan dan jasa hight standard Mengapa Perusahaan perlu melakukan perubahan Apa yang terjadi jika tempat kerja anda berantakan Perubahan perilaku melalui perubahan tempat kerja 5S Kaizen Dampak nyata penerapan 5S 2. Implementasi S1 Seiri Ringkas Teknik merekam kondisi tempat kerja Ringkas singkirkan barang yang tidak diperlukan ditempat kerja Diagram ringkas Hambatan Ringkas Ringkas dengan pemasangan label merah Manajement TPS Peran pemimpin dalam kegiatan ringkas 3. Implementasi S2 Seiton Rapih Diagram rapih Klasifikasi penyimpanan Standar Rambu- rambu Zonasi tempat kerja dan tempat simpan Visual Control Lima Kunci rapih 4. Implementasi S3 Seiso Resik Sasaran resik menjaga tempat kerja selalu bersih Definisi resik Sasaran resik Menetapka area tanggung jawab resik Menetapkan sarana kebersihan Menetapkan jadwal resik Membuat standar Resik 5. Implementasi S4: SEIKETSU & S5 HOUSEKEEPING SHITSUKE Membangun standar 5S Housekeeping Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja Rawat mempertahankan tempat kerja yang resik Tempat kerja yang selalu rapih Menetapkan hari ber 5S Menetapkan jadwal 5S Patroli 5S Audit 5S Sosialisasi 5S Talk untuk peningkatan berkelanjutan di tempat kerja Shitsuke  Rajin Berarti melakukan perbaikan berkelanjutan Diagram rajin Teknik mencari akar penyebab masalah dengan 5Why Formulir ide perbaikan  Outline Materi Day 1 08:00 – 08:30            Opening from Management08.30 – 10.00            5S Fundamental : Foundation for Operation Excellence10:00 – 10:15            Cofee Break10:15 – 12:00            Management & Strategy of 5S Implementation12:00 – 13:00            Lunch13:00 – 14:30            5S housekeeping Implementation – S1 – Seiri / Ringkas14:30 – 14:45            Cofee Break14:45 – 16:15            5S housekeeping Implementation – S2 – Seiton / Rapi16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Day 2 08:00 – 08:30            Review of Day 108.30 – 10.00            5S housekeeping Implementation – S3 – Seiso / Resik10:00 – 10:15            Cofee Break10:15 – 12:00            5S housekeeping Implementation – S4 – Seiketsu / Rawat12:00 – 13:00            Lunch13:00 – 14:30            5S housekeeping Implementation – S5 – Shitsuke / RajinCoaching Clinic 5S & Kaiizen Implementation14:30 – 14:45            Cofee Break14:45 – 16:15            Coaching Clinic 5S housekeeping Implementation Action Plan16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Root Cause Analysis (RCA)

Training Root Cause Analysis (RCA) mempelajari mengenai bagaimana memahami prinsip dan konsep RCA, bagaimana mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba” dan hal lainnya terkait RCA. Deskripsi Ada banyak metode yang ditawarkan untuk penyelesaian masalah atau biasa disebut problem solving method. Masing-masing metode memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri. RCA adalah salah satu metode penyelesaian masalah yang dikembangkan dengan ciri yang sangat kuat, yaitu pada area Genba (real place), Genbutsu (real things) dan Genjitsu (real fact). Setiap pimpinan kerja adalah orang pertama yang harus menggunakan metode tersebut untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tolak ukur penggunaan root cause analysis ini adalah dua hal. Pertama, efektvitas: masalah yang ditanggulangi dapat diselesaikan dengan tuntas sampai ke akarnya, sehingga tidak muncul kembali atau dicegah agar tidak mengalir ke proses berikutnya. Kedua, efesiensi: dapat dilakukan dengan cepat tetapi tetap mengutamakan proses, dan analisa sesuai dengan kasus yang dihadapi. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan RCA ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip dan konsep RCA. (RCA) Mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba”.(RCA) Mampu mengembangkan metode RCA di tempat kerja.(RCA) Membantu anggota untuk menyelesaikan.(RCA) Target Peserta Pelatihan RCA ini ditujukan untuk para: Supervisor, Pemimpin Metode Pelatihan Pelatihan Root Cause Analysis (RCA) dilaksanakan dengan metode: Ceramah, diskusi, simulasi dan latihan Outline Materi 09:00 – 15:00 Teknik Dasar Problem Solving Orientasi berpikir Genba Teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem Teknik investigasi akar penyebab Temporary action dan permanent action Praktek dan studi kasus Implementasi RCA di tempat kerja Teknik presentasi Fasilitator Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA. Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Online Training : Strategic Procurement Management

Online Training Strategic Procurement Management mempelajari mengenai bagaimana memahami kode etik & prosedur procurement, bagaimana memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor, dan hal – hal lain terkait Strategic Procurement Management. Deskripsi Procurement adalah proses pengadaan barang & jasa di korporasi yang profit oriented maupun instansi/lembaga yang non profit. Korporasi, instansi pemerintahan, & lembaga sosial yang baik, idealnya dapat memastikan bahwa proses perencanaan, penentuan spesifikasi, seleksi vendor/supplier, serta evaluasi kinerja vendor/supplier dilakukan secara; efektif, efisien, & akuntable. (Strategic Procurement Management) Dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaan procurement, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi, hingga vendor/supplier yang wan prestasi terhadap order & kontrak.(Strategic Procurement Management) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Procurement Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami kode etik & prosedur procurement Memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor. Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, & strategi negosiasi Memahami regulasi & konsep hukum bisnis. Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor. Target Peserta Pelatihan Strategic Procurement Management ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. General Affair, Corporate Legal. Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait proses Procurement. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Procurement Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi. 40% analisa best practices & benchmarking antar industri. 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Procurement Management adalah : Day 1 :09:00 – 15:00 Procurement Administration & SOP Procurement Code of Conduct Strategic Vendor Sourcing Procurement Plan & Assessment Methods Discussion sharing & case study Day 2 :09:00 – 15:00 Vendor Managed Inventory Progress Monitoring & Vendor Inspection Vendor Evaluation e-Procurement Case study & closing review Testimoni “Bagus & menambah ilmu”“Menyenangkan & Saya mendapat ilmu yg bermanfaat”“semoga kedepannya lebih baik lagi””Sudah cukup baik & Profesional” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : HSE for Oil and Gas Training

HSE for Oil and Gas Training mempelajari mengenai pengenalan HSE Oil & Gas, mengenai mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management, mengenal HSE program Oil & Gas dan hal lainnya terkait HSE for Oil and Gas. Deskripsi Perusahaan bidang petrochemical, oil & gas menjadi industri yang paling ketat dalam menerapkan kebijakan HSE health safety & environment. Banyak orang yang menginginkan bekerja di area ini dengan standard safety yang tinggi, tentu dengan remunerasi yang lebih baik pula. Begitu pula semakin banyaknya pekerja kontraktor yang bekerja di area oil & gas akan semakin banyak pula resiko kecelakaan kerja. Tercatat di berbagai data bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada kontraktor di bandingkan pegawai tetap di perusahaan tersebut. (HSE) Mengenal dunia HSE di oil & gas yang mempunyai standard acuan yang lebih tinggi, penting bagi siapa saja yang menginginkan masuk dan bekerja di area oil & gas ini. Di mulai dari standard kesehatan yang tinggi melalui medical check up, keterampilan dan pengalaman, training yang mencukupi dan lain sebagainya. Bagi kontraktor harus menyiapkan CSMS program contractor safety management system yang seringkali menjadi kendala bagi banyak kontraktor. (HSE) Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang menginginkan masuk dunia oil & gas, bagi kontraktor untuk mempersiapkan system CSMS dan lain sebagainya. Selepas workshop, peserta di ajak bergabung di dalam forum diskusi tentang EHS yang ada di Indonesia, sehingga pekerjaan yang baru bisa di support dengan komunitas yang baru dengan members lebih dari 4000 orang praktisi EHS di Indonesia. (HSE) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HSE for Oil and Gas Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan HSE (health, safety & environment) bidang Oil & Gas Persiapan memasuki dunia oil & gas (skill, kesehatan, training) Mengenal dan proakif di program HSE area Oil & Gas Menyiapkan CSMS programs dan implementasinya Mengenal system Management K3 dan pelaksanaannya Waste Management dan implementasinya Mengikuti Health Promotion Program Menjalan Permit to Work (PA, IA) Memahami Emergency Response System Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik HSE for Oil and Gas Training adalah : Day 109:00 -15:00 WIB Pengenalan HSE Oil & Gas Mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management Mengenal HSE program Oil & Gas Implementasi dan pengukuran program K3 Permit to work dan system isolasi Day 209:00 – 15:00 WIB CSMS (Contractor Safety Management System) Emergency respon program dan implementasinya Accident reporting & investigation Waste management Studi case Testimoni “Materi relevan & Dapat diimplementasikan dalam pekerjaan”“Cukup menguasai materi” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Online Training : HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment )

Pelatihan HIRA mempelajari mengenai bagaimana mengidentifikasi identifikasi hazard di tempat kerja, bagaimana menganalisis risiko, bagaimana evaluasi risiko, bagaimana memperlakukan risiko dan hal – hal lain terkait mengenai HIRA. Deskripsi Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Faktor penyebab kecelakaan kerja diketahui bukan merupakan faktor tunggal tetapi majemuk atau multi faktor, oleh karena itu pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali sumber bahaya (Hazard) yang ada di tempat kerja serta menilainya sehingga tingkat risiko dapat dilihat sehingga tindakan pencegahan dapat diprioritaskan penanganannya.  HIRA adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin diperusahaan, kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut lalu membuat program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadi kecelakaan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:  Memahami definisi HIRA. Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja. Menunjukkan kemampuannya untuk memilih dan menerapkan metode HIRA yang tepat. Membentuk kelompok pelaksana HIRA. Memahami dan menerapkan teknik HIRA dalam tempat kerjanya, dan menemukan penyelesaianya. Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya. Outline Materi Day 1 & Day 209:00 – 15:00 Materi training yang akan di bahas topik HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) adalah : Menentukan tujuan Identifikasi hazard di tempat kerja Analisis Risiko Evaluasi Risiko Perlakukan Risiko Komunikasi & Konsultasi Monitoring & Review Metode Pelatihan Training HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Facilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Online Training : Security Risk Management

Online Training Security Risk Management mempelajari mengenai bagaimana memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Bagaimana memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment dan hal lainnya terkait Security Risk Management. Deskripsi Berangkat dari kian kompleksnya ancaman keamanan (security threat) yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia – dalam mana ancaman tersebut merupakan hasil dari interaksi rumit kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya saat ini – menuntut jajaran eksekutif korporat untuk merubah sudut pandangnya tentang masalah keamanan dan pengamanan perusahaan. Kini masalah keamanan dan pengamanan perusahaan tidak dapat lagi ditangani secara ad hoc, namun mengacu kepada paradigma baru yakni Integrated Security System yang berbasis pada disiplin Security Risk Management. Karena berbasis risk management, fungsinya dapat disinergikan dengan Safety Risk Management sehingga pengelolaan pengamanan dan keselamatan perusahaan dapat dilakukan seefisien mungkin. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Security Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan), variasi jangkauan kekuatan ledakan dan pengaruh ledakan terhadap bangunan/manusia.Pengetahuan ini sangat dibutuhkan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan guna mengantisipasi aksi terorisme yang menggunakan bom sebagai alat teror. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang Pandemi Deadly Flu mencakup latar belakang H5N1 dan mengapa H5N1 menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan dan keselamatan nasional. Pengetahuan ini sangat dibutuhkan guna menyusun Pandemic Preparedness Plan. Memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment. Memiliki pengetahuan dasar-dasar electronic security, yang sangat dibutuhkan dalam mendisain sistem pengamanan elektronik. Memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengendalikan operasional harian pengamanan. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun dan melaksanakan Security Audit. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan untuk menghadapi ancaman pemboman dan ancaman pandemi deadly flu. Target Peserta Pelatihan Security Risk Management ini ditujukan untuk para: Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager. Metode Pelatihan Training Security Risk Management dilaksanakan dengan metode: Paparan materi Pemutaran film Diskusi interaktif Praktek Outline Materi Day 1 & Day 2 : 09:00 – 15:00 Materi training yang akan di bahas topik Security Risk Management adalah : Profile Keamanan Indonesia Ancaman Keamanan Nasional 1 : Anatomi Terorisme Ancaman Keamanan Nasional 2 : Anatomi Pandemi Deadly Flu Security Risk Management Security Risk Assessment Electronic Security Security Controlling Security Audit Emergency Preparedness : Terorisme Pandemi Deadly Flu Facilitator Haryoko Berlatar pendidikan profesionalpsikologi industri (UGM), telah ber-pengalaman 20 tahun dalam menggeluti dunia konsultan security, safety dan anti fraud.  Client yang pernah ditangani diantaranya PT. Bimantara Citra, Tbk.,PT. Steady Safe, Tbk., PT. Sari Husada, Tbk., PT. Bank Central Asia, Tbk.,  PT. Industri Gelas (Persero) dan client-client lain yang tidak dapat disebutkan karena terikat pakta konfidensialitas.

Online Training : Reliability Engineer

Online Training : Reliability Engineer mempelajari mengenai bagaimana teknik penentuan tingkat keandalan peralatan secara individu, bagaimana caranya teknik penentuan MTTR (mean time to repair) atau menghitung tingkat reliabilitas dan availabilitas dari System, dan hal lainnya terkait Reliability Engineer. Dunia Industri menghadapi persaingan global yang semakin tajam tuntutan untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Preventive Maintenance. Tujuan melaksanakan Total productivity Maintenance untuk menghidari terjadinya mesin produksi berhenti beroprasi tanpa direncanakan atau rusak mendadak,u untuk itu Pentingnya Memahami dan menjaga Reliability (keandalan), Availability (kesiapan pakai) dan Maintainability (kesiapan Rawat) adalah suatu istilah yang sering dipakai dalam program pemeliharaan peralatan/system baik pada tahap perancangan maupun operasi Data keandalan (MTTF = mean time to failure, MTBF = mean time between failure) akan dievaluasi untuk setiap peralatan baik secara tersendiri maupun secara system. Keandalan dari system ditentukan dengan menggunakan block diagram  yang memperlihatkan susunan peralatan yang membentuk system (parallel atau serial) Maintainability diasumsikan berdasarkan  data masa lalu dari peralatan/system yang sejenis  atau berdasarkan judgment. Analisis sensitivitas dibahas untuk berbagai kasus MTTR (mean time to repair) termasuk juga dukungan logistic (part dan material) untuk mengevaluasi  factor yang menjadi penyebab utama  maintainability (kesiapan rawat) dan availability (kesiapan pakai). Sasaran Pelatihan Training Reliability Engginer bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang dapat diterapkan, merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi sehingga tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE) & MTTR (mean time to repair). hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat.Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan Memahami & mampu : Outline Materi 09:00 – 15:00 Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, JakBerpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Audit Internal RSPO dan ISPO

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO mempelajari mengenai bagaimana memahami perencanaan audit, memahami pelaksanaan audit, memahami tindak lanjut audit, dan hal lainnya terkait Audit Internal RSPO dan ISPO. Deskripsi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan standar global untuk perkebunan kelapa sawit untuk menunjukkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan.  Penerapan RSPO &  ISPO terus-menerus diawasi oleh banyak pihak baik pemerintah, LSM maupun pers. Audit internal merupakan salah satu langkah yang perlu diambil agar penerapannya berjalan baik. Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini berusaha membimbing perusahaan untuk memenuhi kewajiban penerapan RSPO & ISPO sesuai dengan peraturan yang berlaku. Audit internal memastikan penerapan kedua sistem tersebut dijalankan dengan baik. Lihat juga topik lain terkait tema ini, Pelatihan Integrasi RSPO & ISPO. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Audit RSPO & ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Memahami Dasar audit Memahami perencanaan audit, Memahami pelaksanaan audit, Memahami tindak lanjut audit, Sasaran Pelatihan Dari Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah: Peserta mempertimbangkan RSPO & ISPO Partisipasi metoda dan tahapan Audit Internal RSPO & ISPO Target Peserta Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO ini ditujukan untuk para: Peserta terdiri dari Direktur / pimpinan Perusahaan, Manajer Umum / Manajer Senior, Manajer, Para Supervisor atau wakil setiap fungsi / bagian / proses bisnis yang ada. Metode Pelatihan Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO dilaksanakan dengan metode: Bahan penyampaian Diskusi Contoh Penerapan Workshop / simulasi Outline Materi Day 1 & Day 2 Materi Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO yang akan disajikan adalah: Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Peraturan Terkait Perijinan Peraturan Terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan Terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 Dasar Dasar Audit Pengertian audit Isitlah istilah dalam Audit Prinsip Audit Tahapan Audit Prosedur audit Perencanaan audit Audit Program Penyusunan Pembentukan tim Uraian tugas auditor Penyusunan daftar periksa / cheklist Penyusunan Rencana audit Studi kasus perencanaan audit Pelaksanaan audit Tahapan audit Audit teknik Teknik wawancara Teknik Pemeriksaan data / dokumen Teknik Pemeriksaan lapangan Teknik Pengamatan kegiatan Teknik Pengujian Penulisan Hasil audit Studi kasus Tindak Lanjut Audit Penulisan Tindakan Koreksi Penulisan Laporan Audit Pelaksanaan tindakan revisi Pemantauan hasil Tindakan Koreksi Verifikasi hasil Tindakan Koreksi Hasil reaksi koreksi Studi kasus Tes Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan peserta terhadap Audit Internal RSPO & ISPO memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur berbagai pengetahuan peserta, di mana dapat menjadi bahan pembahasan selama pelatihan Diberikan soal terdiri 10 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penelusuran) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO yang telah disampaikan dan tingkat pencapaian hasil pelatihan Diberikan soal terdiri dari 20 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Testimoni “Materi bagus, mudah dimengerti”“Sangat baik & Lebih dari Ekspektasi”“Penyampaian materi mudah dipahami”“Sangat baik dalam pengiriman materi cukup banyak studi kasus dilapangan”“Sudah memenuhi standar”“Trainer sangat fleksibel dan komunikatif” Facilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai pelatih dan konsultan memiliki berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan / Lembaga. Perusahaan yang telah menjadi pelatih sebanyak 80 perusahaan. Sebagai Konsultan yang sudah diselesaikan 70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit atas nama Lembaga Sertifikasi BMTRADA, Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland Internasional, Aliansi Hutan Hujan Smartwood, Sistem Manajemen BSI (Verificator SOP RSPO). Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International, dan PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan Manajemen Aset Karbon Internasional Kutub Selatan AG Swizerland, dalam proyek Crabon Perdagangan REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan: PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya Nusantara (Pam Oil dan CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Kelapa Sawit dan CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT Kalimantan Sawit Abadi, (Grup Citra Borneo Indah),, PT Sawit Sumbermas sarana, (Grup Citra Borneo Indah), PT Mitra Mendawai Sejati, (Grup Citra Borneo Indah), PT Sawit Multi Utama, (Grup Citra Borneo Indah), PT Tanjung Sawit abadi. (Grup Citra Borneo Indah), PKS Sulung (Grup Citra Borneo Indah), PKS Suayap (Grup Citra Borneo Indah), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Utara ( PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Perusahaan Tambang – Grup Trakindo), PT BP Berau Ltd (Gas LNG), PT Total Kalimantan Timur (Minyak dan Gas), PT Kota Minyak Internusa ( Minyak dan gas, PT Lematang Coal Industri (Penambangan), PT AKR Corporindo Tbk (Penambangan), PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara), PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang, PT Pabrik Rajut Pantjatunggal, PT Trasindo Permai, (Transportaion) layanan),

Free Webinar : Bagaimana Meningkatkan daya saing global di masa pandemi dengan “Lean Six Sigma”

Dalam situasi masa pandemik Covid19 yang belum usai, memanfaatkan waktu luang yang sedikit lebih banyak dibanding masa-masa normal sebelumnya adalah solusi untuk tetap selalu optimis dan positif.Lalu bagaimana cara agar tetap produktif dan efisien di tengah periode pandemi?  Salah satu rintangan yang seringkali dihadapi adalah mencari cara agar tetap produktif dan kreatif di masa pandemik dengan membekali diri dengan pengetahuan yang menunjang efisiensi dan produktivitas kita.untuk itu The Lean Six Sigma Company Indonesia bekerjasama dengan Value Consult akan menyelenggarakan. Free Webinar :Bagaimana Meningkatkan daya saing global di masa pandemi dengan “Lean Six Sigma” Outline : 1. Tentang The Lean Six Sigma Company Indonesia2. Pengenalan Lean Six Sigma dan manfaatnya dalam pekerjaan3. Bagaimana mengaplikasikannya dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari ? TerimakasihTLSSC INDONESIA