Operation Training

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice dan menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia. Deskripsi Dalam training ini akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang dan System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya). Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin. Target Peserta Pelatihan Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance ini ditujukan untuk para: Metode Pelatihan Training Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance dilaksanakan dengan metode: 1.      Seminar / In Class Training / In house Training 2.      On Job Training / Project Development Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah : Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

Online Training : Supply Chain Management

Online Training Supply Chain Management mempelajari mengenai bagaimana memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management, bagaimana memahami solusi sekaligus penerapan dan hal lainnya terkait materi ini. Deskripsi Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Supply Chain Management Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Sasaran Pelatihan Melalui Supply Chain Management Training ini diharapkan: Target Peserta Supply Chain Management Training ini ditujukan untuk para: Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Outline Materi Materi Supply Chain Management Training yang akan dibahas adalah : 1. Supply Chain Management 2. Supply Chain Configuration Problem and Issues 3. Latihan dan studi kasus ( Part I) 4. Scope of Supply Chain Problem 5. Latihan dan studi kasus ( Part II) 6. Supply Chain Solution and Application 7. Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Housekeeping

Online Training Housekeeping mempelajari bagaimana konsep dan fungsi housekeeping management, perspektif & konsep 5S/5R keamanan dan hal lainnya terkait Housekeeping Deskripsi Housekeeping merupakan bagian dari departemen yang bertanggung jawab dalam mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan, kenyamanan, memperbaiki kerusakan, dekorasi lingkungan kerja dengan tujuan agar lingkungan kerja tersebut tampak rapi, bersih, menarik, menyenangkan bagi penghuninya. Secara umum, fungsi housekeeping management yaitu melakukan perencanaan (planning), organizing, staffing, leading and controlling yang harus diterapkan secara konsisten. Tujuan utama yang harus dicapai dengan adanya housekeeping management yaitu menciptakan lingkungan kerja, budaya kerja yang baik sehingga kinerja karyawan dapat optimal. Salah satu teknik yang dapat diterapkan guna menciptakan budaya kerja yang baik yaitu konsep 5S. 5S atau Seiri/Ringkas, Seiton/Rapi, Seiso/Resik, Seikutse/Rawat & Shitsuke/Rajin merupakan konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi tertata rapi, terstruktur, tervisualisasi. PelatihanHousekeeping Training ini dirancang untuk shop floor staff, seperti operator, line leaders, pengawas serta teknisi; ataupun staff management dimana melalui pelatihanHousekeeping Training peserta akan dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan yang diperlukan dalam mengimplementasikan konsep 5S.(Housekeeping Training) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Housekeeping Training ini peserta diharapkan akan mampu untuk : Target peserta Metode Pelatihan Housekeeping Training ini menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi Materi Housekeeping Training yang akan dibahas adalah Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Online Training : First Aid

Online Training First Aid mempelajari mengenai First Aid case: luka, luka bakar ( panas, kimia, listrik), perdarahan, syok, gigitan ular,serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Mengenai cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang), dan hal lainnya terkait First Aid Deskripsi Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan  kepada peserta pelatihan untuk dapat memberikan pertolongan pada korban yang mengalami kecelakaan dan sakit mendadak termasuk henti napas dan henti jantung Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training First Aid ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyebutkan penyebab keadaan henti napas dan henti jantung. Mendemonstrasikan teknik pemeriksaan pada korban yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak. Mendemonstrasikan teknik melakukan Resusitasi ABC. Mendemonstrasikan cara memberikan pertolongan pada korban yang mengalami sumbatan jalan napas akibat benda asing. Mendemonstrasikan cara melakukan pembalutan dan pembidaian pada perdarahan dan patah tulang, Metode Pelatihan Training First Aid dilaksanakan dengan metode: Interaktif, mudah diajarkan dengan memakai visual aids, seperti infocus, film dan peralatan pelatihan termasuk resuscitation practice dummies. Outline Materi 09:00 – 15:00 Materi Training First Aid yang akan dibahas adalah : Prinsip-prinsip tindakan pada keadaan gawat darurat. ABC Resusitasi. First aid case:Luka, Luka bakar ( panas, kimia, listrik), Perdarahan, Syok, Gigitan Ular, Serangga, heat stress/cold stress, tenggelam. Cedera alat gerak (teregang, terkilir, dislokasi adan patah tulang) Teknik membalut dan membidai. Transportasi korban Facilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Sertifikat HIPERKES (Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2014 Instruktur Inhouse Petugas P3K PT MITRAPACK ERA MANDIRI (Jababeka Cikarang), PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cibitung), PT Mondelez Indonesia (Jababeka II Cikarang), PT Pz Cussons Indonesia (Tanggerang), PT Andalan Furnindo, (Marunda Bekasi), PT Sumareccon (Kelapa Gading Jakarta), PT HM Sampoerna Tbk (Kawasan Industri International Center Karawang (2), PT Clarian Adsorben Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap), PT HM Sampoerna Tbk (Morrish Indonesia), PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group) Pelatihan : Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES ), Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi Pengurus IDI Cabang (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementrian Kesehatan RI), Pelatihan Majelis Disiplin Kedokteran Indonesia (MAJELIS KOMITE DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA & IDI Jawa Barat), RTD:  Clinical Application of High Sensitive D-Dimer, Examination in VTE Exlution, Penatalaksanaan Therapi Terkini pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Kalbe Akademia: Acute Coronary Syndrome, Dyslipidemia, Hypertension, and Meal Planning, Workshop Risk and Benefit of Antidiabetic Drug (PT Kalbe Farma tbk), Penatalaksanaan Penyakit Kardiovaskuler (Laboratorium Klinik Prodia), dan lain-lain. Pendidikan : Pendidikan Keprofesian: RS Hasan Sadikin, Bandung (2000-2002) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Bandung (1994-1999)

5S Housekeeping Management

5S Housekeeping Management mempelajari bagaimana memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya, bagaimana menyadari pentingnya tempat kerja (GEMBA), bagaimana memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S, dan hal lainnya terkait 5S Housekeeping Management. Deskripsi Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yaitu penerapan penataan rumah tangga yang baik (good housekeeping) atau yang lebih populer dikenal dengan konsep 5S House keeping (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu) sehingga segala bentuk pemborosan seperti material, waktu, mesin, ruangan, pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan konsep 5S House keeping ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam penciptaan budaya kerja produktif, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin. Program 5S House keeping juga memberikan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit secara bertahap tapi terus menerus. Penerapan konsep 5S House keeping dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5S secara baik, maka disusunlah Modul Penerapan 5S di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, Dengan menerapkan 5S  manfaat yang akan didapat adalah: Memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi Menghasilkan lebih sedikit Defect Mencapai Sasaran yang lebih baik Memiliki Tempat Kerja yang lebih aman dari Kecelakaan Kerja Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan). Bekerja dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang. Sebagai falsafah manajemen dan Sebagai sasaran utama produktivitas. Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5S Mempersiapkan Penerapan Konsep 5S di Perusahaan Sasaran Pelatihan 1. 5-S & Operation Excellence Excellence Organization Menetapkan pelayanan dan jasa hight standard Mengapa Perusahaan perlu melakukan perubahan Apa yang terjadi jika tempat kerja anda berantakan Perubahan perilaku melalui perubahan tempat kerja 5S Kaizen Dampak nyata penerapan 5S 2. Implementasi S1 Seiri Ringkas Teknik merekam kondisi tempat kerja Ringkas singkirkan barang yang tidak diperlukan ditempat kerja Diagram ringkas Hambatan Ringkas Ringkas dengan pemasangan label merah Manajement TPS Peran pemimpin dalam kegiatan ringkas 3. Implementasi S2 Seiton Rapih Diagram rapih Klasifikasi penyimpanan Standar Rambu- rambu Zonasi tempat kerja dan tempat simpan Visual Control Lima Kunci rapih 4. Implementasi S3 Seiso Resik Sasaran resik menjaga tempat kerja selalu bersih Definisi resik Sasaran resik Menetapka area tanggung jawab resik Menetapkan sarana kebersihan Menetapkan jadwal resik Membuat standar Resik 5. Implementasi S4: SEIKETSU & S5 HOUSEKEEPING SHITSUKE Membangun standar 5S Housekeeping Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja Rawat mempertahankan tempat kerja yang resik Tempat kerja yang selalu rapih Menetapkan hari ber 5S Menetapkan jadwal 5S Patroli 5S Audit 5S Sosialisasi 5S Talk untuk peningkatan berkelanjutan di tempat kerja Shitsuke  Rajin Berarti melakukan perbaikan berkelanjutan Diagram rajin Teknik mencari akar penyebab masalah dengan 5Why Formulir ide perbaikan  Outline Materi Day 1 08:00 – 08:30            Opening from Management08.30 – 10.00            5S Fundamental : Foundation for Operation Excellence10:00 – 10:15            Cofee Break10:15 – 12:00            Management & Strategy of 5S Implementation12:00 – 13:00            Lunch13:00 – 14:30            5S housekeeping Implementation – S1 – Seiri / Ringkas14:30 – 14:45            Cofee Break14:45 – 16:15            5S housekeeping Implementation – S2 – Seiton / Rapi16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Day 2 08:00 – 08:30            Review of Day 108.30 – 10.00            5S housekeeping Implementation – S3 – Seiso / Resik10:00 – 10:15            Cofee Break10:15 – 12:00            5S housekeeping Implementation – S4 – Seiketsu / Rawat12:00 – 13:00            Lunch13:00 – 14:30            5S housekeeping Implementation – S5 – Shitsuke / RajinCoaching Clinic 5S & Kaiizen Implementation14:30 – 14:45            Cofee Break14:45 – 16:15            Coaching Clinic 5S housekeeping Implementation Action Plan16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Root Cause Analysis (RCA)

Training Root Cause Analysis (RCA) mempelajari mengenai bagaimana memahami prinsip dan konsep RCA, bagaimana mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba” dan hal lainnya terkait RCA. Deskripsi Ada banyak metode yang ditawarkan untuk penyelesaian masalah atau biasa disebut problem solving method. Masing-masing metode memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri. RCA adalah salah satu metode penyelesaian masalah yang dikembangkan dengan ciri yang sangat kuat, yaitu pada area Genba (real place), Genbutsu (real things) dan Genjitsu (real fact). Setiap pimpinan kerja adalah orang pertama yang harus menggunakan metode tersebut untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tolak ukur penggunaan root cause analysis ini adalah dua hal. Pertama, efektvitas: masalah yang ditanggulangi dapat diselesaikan dengan tuntas sampai ke akarnya, sehingga tidak muncul kembali atau dicegah agar tidak mengalir ke proses berikutnya. Kedua, efesiensi: dapat dilakukan dengan cepat tetapi tetap mengutamakan proses, dan analisa sesuai dengan kasus yang dihadapi. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan RCA ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip dan konsep RCA. (RCA) Mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba”.(RCA) Mampu mengembangkan metode RCA di tempat kerja.(RCA) Membantu anggota untuk menyelesaikan.(RCA) Target Peserta Pelatihan RCA ini ditujukan untuk para: Supervisor, Pemimpin Metode Pelatihan Pelatihan Root Cause Analysis (RCA) dilaksanakan dengan metode: Ceramah, diskusi, simulasi dan latihan Outline Materi 09:00 – 15:00 Teknik Dasar Problem Solving Orientasi berpikir Genba Teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem Teknik investigasi akar penyebab Temporary action dan permanent action Praktek dan studi kasus Implementasi RCA di tempat kerja Teknik presentasi Fasilitator Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA. Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Online Training : Strategic Procurement Management

Online Training Strategic Procurement Management mempelajari mengenai bagaimana memahami kode etik & prosedur procurement, bagaimana memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor, dan hal – hal lain terkait Strategic Procurement Management. Deskripsi Procurement adalah proses pengadaan barang & jasa di korporasi yang profit oriented maupun instansi/lembaga yang non profit. Korporasi, instansi pemerintahan, & lembaga sosial yang baik, idealnya dapat memastikan bahwa proses perencanaan, penentuan spesifikasi, seleksi vendor/supplier, serta evaluasi kinerja vendor/supplier dilakukan secara; efektif, efisien, & akuntable. (Strategic Procurement Management) Dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaan procurement, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi, hingga vendor/supplier yang wan prestasi terhadap order & kontrak.(Strategic Procurement Management) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Procurement Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami kode etik & prosedur procurement Memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor. Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, & strategi negosiasi Memahami regulasi & konsep hukum bisnis. Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor. Target Peserta Pelatihan Strategic Procurement Management ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. General Affair, Corporate Legal. Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait proses Procurement. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Procurement Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi. 40% analisa best practices & benchmarking antar industri. 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Procurement Management adalah : Day 1 :09:00 – 15:00 Procurement Administration & SOP Procurement Code of Conduct Strategic Vendor Sourcing Procurement Plan & Assessment Methods Discussion sharing & case study Day 2 :09:00 – 15:00 Vendor Managed Inventory Progress Monitoring & Vendor Inspection Vendor Evaluation e-Procurement Case study & closing review Testimoni “Bagus & menambah ilmu”“Menyenangkan & Saya mendapat ilmu yg bermanfaat”“semoga kedepannya lebih baik lagi””Sudah cukup baik & Profesional” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : HSE for Oil and Gas Training

HSE for Oil and Gas Training mempelajari mengenai pengenalan HSE Oil & Gas, mengenai mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management, mengenal HSE program Oil & Gas dan hal lainnya terkait HSE for Oil and Gas. Deskripsi Perusahaan bidang petrochemical, oil & gas menjadi industri yang paling ketat dalam menerapkan kebijakan HSE health safety & environment. Banyak orang yang menginginkan bekerja di area ini dengan standard safety yang tinggi, tentu dengan remunerasi yang lebih baik pula. Begitu pula semakin banyaknya pekerja kontraktor yang bekerja di area oil & gas akan semakin banyak pula resiko kecelakaan kerja. Tercatat di berbagai data bahwa kecelakaan kerja lebih banyak terjadi pada kontraktor di bandingkan pegawai tetap di perusahaan tersebut. (HSE) Mengenal dunia HSE di oil & gas yang mempunyai standard acuan yang lebih tinggi, penting bagi siapa saja yang menginginkan masuk dan bekerja di area oil & gas ini. Di mulai dari standard kesehatan yang tinggi melalui medical check up, keterampilan dan pengalaman, training yang mencukupi dan lain sebagainya. Bagi kontraktor harus menyiapkan CSMS program contractor safety management system yang seringkali menjadi kendala bagi banyak kontraktor. (HSE) Pelatihan ini di siapkan bagi siapa saja personal yang menginginkan masuk dunia oil & gas, bagi kontraktor untuk mempersiapkan system CSMS dan lain sebagainya. Selepas workshop, peserta di ajak bergabung di dalam forum diskusi tentang EHS yang ada di Indonesia, sehingga pekerjaan yang baru bisa di support dengan komunitas yang baru dengan members lebih dari 4000 orang praktisi EHS di Indonesia. (HSE) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HSE for Oil and Gas Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan HSE (health, safety & environment) bidang Oil & Gas Persiapan memasuki dunia oil & gas (skill, kesehatan, training) Mengenal dan proakif di program HSE area Oil & Gas Menyiapkan CSMS programs dan implementasinya Mengenal system Management K3 dan pelaksanaannya Waste Management dan implementasinya Mengikuti Health Promotion Program Menjalan Permit to Work (PA, IA) Memahami Emergency Response System Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik HSE for Oil and Gas Training adalah : Day 109:00 -15:00 WIB Pengenalan HSE Oil & Gas Mengenal SMK3, OHSAS 18001 dan system management Mengenal HSE program Oil & Gas Implementasi dan pengukuran program K3 Permit to work dan system isolasi Day 209:00 – 15:00 WIB CSMS (Contractor Safety Management System) Emergency respon program dan implementasinya Accident reporting & investigation Waste management Studi case Testimoni “Materi relevan & Dapat diimplementasikan dalam pekerjaan”“Cukup menguasai materi” Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Online Training : HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment )

Pelatihan HIRA mempelajari mengenai bagaimana mengidentifikasi identifikasi hazard di tempat kerja, bagaimana menganalisis risiko, bagaimana evaluasi risiko, bagaimana memperlakukan risiko dan hal – hal lain terkait mengenai HIRA. Deskripsi Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Faktor penyebab kecelakaan kerja diketahui bukan merupakan faktor tunggal tetapi majemuk atau multi faktor, oleh karena itu pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali sumber bahaya (Hazard) yang ada di tempat kerja serta menilainya sehingga tingkat risiko dapat dilihat sehingga tindakan pencegahan dapat diprioritaskan penanganannya.  HIRA adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin diperusahaan, kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut lalu membuat program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadi kecelakaan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:  Memahami definisi HIRA. Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja. Menunjukkan kemampuannya untuk memilih dan menerapkan metode HIRA yang tepat. Membentuk kelompok pelaksana HIRA. Memahami dan menerapkan teknik HIRA dalam tempat kerjanya, dan menemukan penyelesaianya. Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya. Outline Materi Day 1 & Day 209:00 – 15:00 Materi training yang akan di bahas topik HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) adalah : Menentukan tujuan Identifikasi hazard di tempat kerja Analisis Risiko Evaluasi Risiko Perlakukan Risiko Komunikasi & Konsultasi Monitoring & Review Metode Pelatihan Training HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Facilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Online Training : Security Risk Management

Online Training Security Risk Management mempelajari mengenai bagaimana memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Bagaimana memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment dan hal lainnya terkait Security Risk Management. Deskripsi Berangkat dari kian kompleksnya ancaman keamanan (security threat) yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia – dalam mana ancaman tersebut merupakan hasil dari interaksi rumit kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya saat ini – menuntut jajaran eksekutif korporat untuk merubah sudut pandangnya tentang masalah keamanan dan pengamanan perusahaan. Kini masalah keamanan dan pengamanan perusahaan tidak dapat lagi ditangani secara ad hoc, namun mengacu kepada paradigma baru yakni Integrated Security System yang berbasis pada disiplin Security Risk Management. Karena berbasis risk management, fungsinya dapat disinergikan dengan Safety Risk Management sehingga pengelolaan pengamanan dan keselamatan perusahaan dapat dilakukan seefisien mungkin. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Security Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan), variasi jangkauan kekuatan ledakan dan pengaruh ledakan terhadap bangunan/manusia.Pengetahuan ini sangat dibutuhkan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan guna mengantisipasi aksi terorisme yang menggunakan bom sebagai alat teror. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang Pandemi Deadly Flu mencakup latar belakang H5N1 dan mengapa H5N1 menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan dan keselamatan nasional. Pengetahuan ini sangat dibutuhkan guna menyusun Pandemic Preparedness Plan. Memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment. Memiliki pengetahuan dasar-dasar electronic security, yang sangat dibutuhkan dalam mendisain sistem pengamanan elektronik. Memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengendalikan operasional harian pengamanan. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun dan melaksanakan Security Audit. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan untuk menghadapi ancaman pemboman dan ancaman pandemi deadly flu. Target Peserta Pelatihan Security Risk Management ini ditujukan untuk para: Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager. Metode Pelatihan Training Security Risk Management dilaksanakan dengan metode: Paparan materi Pemutaran film Diskusi interaktif Praktek Outline Materi Day 1 & Day 2 : 09:00 – 15:00 Materi training yang akan di bahas topik Security Risk Management adalah : Profile Keamanan Indonesia Ancaman Keamanan Nasional 1 : Anatomi Terorisme Ancaman Keamanan Nasional 2 : Anatomi Pandemi Deadly Flu Security Risk Management Security Risk Assessment Electronic Security Security Controlling Security Audit Emergency Preparedness : Terorisme Pandemi Deadly Flu Facilitator Haryoko Berlatar pendidikan profesionalpsikologi industri (UGM), telah ber-pengalaman 20 tahun dalam menggeluti dunia konsultan security, safety dan anti fraud.  Client yang pernah ditangani diantaranya PT. Bimantara Citra, Tbk.,PT. Steady Safe, Tbk., PT. Sari Husada, Tbk., PT. Bank Central Asia, Tbk.,  PT. Industri Gelas (Persero) dan client-client lain yang tidak dapat disebutkan karena terikat pakta konfidensialitas.

Online Training : Reliability Engineer

Online Training : Reliability Engineer mempelajari mengenai bagaimana teknik penentuan tingkat keandalan peralatan secara individu, bagaimana caranya teknik penentuan MTTR (mean time to repair) atau menghitung tingkat reliabilitas dan availabilitas dari System, dan hal lainnya terkait Reliability Engineer. Dunia Industri menghadapi persaingan global yang semakin tajam tuntutan untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Preventive Maintenance. Tujuan melaksanakan Total productivity Maintenance untuk menghidari terjadinya mesin produksi berhenti beroprasi tanpa direncanakan atau rusak mendadak,u untuk itu Pentingnya Memahami dan menjaga Reliability (keandalan), Availability (kesiapan pakai) dan Maintainability (kesiapan Rawat) adalah suatu istilah yang sering dipakai dalam program pemeliharaan peralatan/system baik pada tahap perancangan maupun operasi Data keandalan (MTTF = mean time to failure, MTBF = mean time between failure) akan dievaluasi untuk setiap peralatan baik secara tersendiri maupun secara system. Keandalan dari system ditentukan dengan menggunakan block diagram  yang memperlihatkan susunan peralatan yang membentuk system (parallel atau serial) Maintainability diasumsikan berdasarkan  data masa lalu dari peralatan/system yang sejenis  atau berdasarkan judgment. Analisis sensitivitas dibahas untuk berbagai kasus MTTR (mean time to repair) termasuk juga dukungan logistic (part dan material) untuk mengevaluasi  factor yang menjadi penyebab utama  maintainability (kesiapan rawat) dan availability (kesiapan pakai). Sasaran Pelatihan Training Reliability Engginer bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang dapat diterapkan, merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi sehingga tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE) & MTTR (mean time to repair). hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat.Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan Memahami & mampu : Outline Materi 09:00 – 15:00 Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, JakBerpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Audit Internal RSPO dan ISPO

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO mempelajari mengenai bagaimana memahami perencanaan audit, memahami pelaksanaan audit, memahami tindak lanjut audit, dan hal lainnya terkait Audit Internal RSPO dan ISPO. Deskripsi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan standar global untuk perkebunan kelapa sawit untuk menunjukkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan.  Penerapan RSPO &  ISPO terus-menerus diawasi oleh banyak pihak baik pemerintah, LSM maupun pers. Audit internal merupakan salah satu langkah yang perlu diambil agar penerapannya berjalan baik. Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini berusaha membimbing perusahaan untuk memenuhi kewajiban penerapan RSPO & ISPO sesuai dengan peraturan yang berlaku. Audit internal memastikan penerapan kedua sistem tersebut dijalankan dengan baik. Lihat juga topik lain terkait tema ini, Pelatihan Integrasi RSPO & ISPO. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Audit RSPO & ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Memahami Dasar audit Memahami perencanaan audit, Memahami pelaksanaan audit, Memahami tindak lanjut audit, Sasaran Pelatihan Dari Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah: Peserta mempertimbangkan RSPO & ISPO Partisipasi metoda dan tahapan Audit Internal RSPO & ISPO Target Peserta Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO ini ditujukan untuk para: Peserta terdiri dari Direktur / pimpinan Perusahaan, Manajer Umum / Manajer Senior, Manajer, Para Supervisor atau wakil setiap fungsi / bagian / proses bisnis yang ada. Metode Pelatihan Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO dilaksanakan dengan metode: Bahan penyampaian Diskusi Contoh Penerapan Workshop / simulasi Outline Materi Day 1 & Day 2 Materi Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO yang akan disajikan adalah: Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Peraturan Terkait Perijinan Peraturan Terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan Terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 Dasar Dasar Audit Pengertian audit Isitlah istilah dalam Audit Prinsip Audit Tahapan Audit Prosedur audit Perencanaan audit Audit Program Penyusunan Pembentukan tim Uraian tugas auditor Penyusunan daftar periksa / cheklist Penyusunan Rencana audit Studi kasus perencanaan audit Pelaksanaan audit Tahapan audit Audit teknik Teknik wawancara Teknik Pemeriksaan data / dokumen Teknik Pemeriksaan lapangan Teknik Pengamatan kegiatan Teknik Pengujian Penulisan Hasil audit Studi kasus Tindak Lanjut Audit Penulisan Tindakan Koreksi Penulisan Laporan Audit Pelaksanaan tindakan revisi Pemantauan hasil Tindakan Koreksi Verifikasi hasil Tindakan Koreksi Hasil reaksi koreksi Studi kasus Tes Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan peserta terhadap Audit Internal RSPO & ISPO memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur berbagai pengetahuan peserta, di mana dapat menjadi bahan pembahasan selama pelatihan Diberikan soal terdiri 10 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penelusuran) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO yang telah disampaikan dan tingkat pencapaian hasil pelatihan Diberikan soal terdiri dari 20 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Testimoni “Materi bagus, mudah dimengerti”“Sangat baik & Lebih dari Ekspektasi”“Penyampaian materi mudah dipahami”“Sangat baik dalam pengiriman materi cukup banyak studi kasus dilapangan”“Sudah memenuhi standar”“Trainer sangat fleksibel dan komunikatif” Facilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai pelatih dan konsultan memiliki berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan / Lembaga. Perusahaan yang telah menjadi pelatih sebanyak 80 perusahaan. Sebagai Konsultan yang sudah diselesaikan 70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit atas nama Lembaga Sertifikasi BMTRADA, Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland Internasional, Aliansi Hutan Hujan Smartwood, Sistem Manajemen BSI (Verificator SOP RSPO). Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International, dan PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan Manajemen Aset Karbon Internasional Kutub Selatan AG Swizerland, dalam proyek Crabon Perdagangan REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan: PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya Nusantara (Pam Oil dan CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Kelapa Sawit dan CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT Kalimantan Sawit Abadi, (Grup Citra Borneo Indah),, PT Sawit Sumbermas sarana, (Grup Citra Borneo Indah), PT Mitra Mendawai Sejati, (Grup Citra Borneo Indah), PT Sawit Multi Utama, (Grup Citra Borneo Indah), PT Tanjung Sawit abadi. (Grup Citra Borneo Indah), PKS Sulung (Grup Citra Borneo Indah), PKS Suayap (Grup Citra Borneo Indah), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Utara ( PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Perusahaan Tambang – Grup Trakindo), PT BP Berau Ltd (Gas LNG), PT Total Kalimantan Timur (Minyak dan Gas), PT Kota Minyak Internusa ( Minyak dan gas, PT Lematang Coal Industri (Penambangan), PT AKR Corporindo Tbk (Penambangan), PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara), PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang, PT Pabrik Rajut Pantjatunggal, PT Trasindo Permai, (Transportaion) layanan),

Free Webinar : Bagaimana Meningkatkan daya saing global di masa pandemi dengan “Lean Six Sigma”

Dalam situasi masa pandemik Covid19 yang belum usai, memanfaatkan waktu luang yang sedikit lebih banyak dibanding masa-masa normal sebelumnya adalah solusi untuk tetap selalu optimis dan positif.Lalu bagaimana cara agar tetap produktif dan efisien di tengah periode pandemi?  Salah satu rintangan yang seringkali dihadapi adalah mencari cara agar tetap produktif dan kreatif di masa pandemik dengan membekali diri dengan pengetahuan yang menunjang efisiensi dan produktivitas kita.untuk itu The Lean Six Sigma Company Indonesia bekerjasama dengan Value Consult akan menyelenggarakan. Free Webinar :Bagaimana Meningkatkan daya saing global di masa pandemi dengan “Lean Six Sigma” Outline : 1. Tentang The Lean Six Sigma Company Indonesia2. Pengenalan Lean Six Sigma dan manfaatnya dalam pekerjaan3. Bagaimana mengaplikasikannya dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari ? TerimakasihTLSSC INDONESIA

Online Training : Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2018

Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2018 mempelajari mengenai Kebijakan ERM, kerangka implementasi dan proses ERM;Penilaian Risiko – Identifikasi, analisis, dan evaluasi risikoPerawatan risiko (teknik-teknik optimisasi, transfer, penolakan, dan hal lainnya terkait Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2018. Deskripsi Apakah manajemen risiko perusahaan (ERM)? Mengapa ERM penting bagi perusahaan-perusahaan masa kini? Bagaimana Anda dapat menggunakan ERM secara efektif baik biaya maupun Manfaatnya di Perusahaan? Workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui workshop ini Anda akan mendapatkan PEMAHAMAN diperbarui dan praktis tentang: Target Peserta Pelatihan Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2018 ini ditujukan untuk para: Outline Materi Materi Training Enterprise Risk Management Berbasis ISO 31000: 2018 yang akan disajikan adalah: Facilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Pusat Manajemen Risiko dan Pengambilan Keputusan, anggota Komite Eksekutif pada Asosiasi Manajer Risiko Profesional (PRMIA) Indonesia Chapter ( www.prmia.org ) sebuah organisasi profesional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, AS. Dia Eksekutif pada Ikatan Profesional Risiko Indonesia (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai ahli dalam bidang manajemen risiko, tata kelola perusahaan yang baik dan pengendalian internaldan sejak tahun 2004 dia terus memberikan kontribusi besar kliennya yang diharapkan dari berbagai BUMN atau perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Dia mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Bersertifikat dalam Kontrol Penilaian Diri / CCSA) pada tahun 2007 dari Institute of Internal Auditor (IIA) yang berkedudukan di Florida, AS. Pengalaman dalam penerapan manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kawasan Industri Kaltim, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, Kantor Pusat PLN, BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Indonesia Pos, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Holding Pertamina, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Manajemen Risiko Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Bersertifikat Dalam Kontrol Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditor, Florida, AS.

Online Training : ERM Konsep & Integrated Risk Management and Internal Control

Training ERM Konsep & Integrated Risk Management and Internal Control mempelajari mengenai bagaimana pengenalan atas konsep, pentingnya ERM dalam dunia bisnis, bagaimana Kerangka Kerja Internasional ERM, Proses Manajemen Risiko, dan hal lainnya terkait ERM Konsep & Integrated Risk Management and Internal Control. Deskripsi Perubahan yang terjadi dengan cepat menghadapkan perusahaan  modern baik di industri keuangan maupun non-keuangan pada  berbagai ketidakpastian yang timbul dari lingkungan bisnisnya  maupun dari faktor- faktor internal. Risiko terkait dengan efek  ketidakpastian terhadap pencapaian sasaran-sasaran perusahaan.  Pendekatan modern terhadap risiko adalah bahwa risiko perlu  dikelola secara integratif, menyeluruh oleh setiap unit kerja, personal dengan dipimpin langsung oleh pengurus perusahaan, manajemen puncak (Enterprise Risk management). Enterprise Risk Management (ERM) memungkinkan organisasi  mengelola segala jenis risiko di seluruh proses, kegiatan, produk,  layanan, seluruh pemangku kepentingan. ERM juga  memungkinkan organisasi memanfaatkan dan mengoptimisasi (risk  optimization) apa yang dikenal sebagai ‘upside risk’ atau peluang  (opportunities). Tujuan Pelatihan Workshop ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan kompetensi pemahaman tentang Enterprise Risk Management (ERM) kepada peserta, kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk merencanakan, melakukan, mendukung, mengembangkan secara berkelanjutan implementasi Enterprise Risk Management (ERM) di organisasi mereka.Ruang lingkup pembahasan mencakup: Pengenalan atas konsep, pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM; Proses Manajemen Risiko Tentang Key Risk Indicator, Key Control Indicator,  Kaitannya dengan pencapaian KPI Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko,  kontrol internal. Siapa yang bertangguang jawab untuk manajemen risiko, kontrol internal dalam perusahaan. Target Peserta Komite GCG Pimpinan & Staff Manajemen risiko GM/ Manager Teknologi Informasi/ ICT Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary Kepala Satuan Pengawasan Intern ( SPI ) General Manager/ Manager/ Kepala Divisi/ Departemen Internal Audit, Sistem Manajemen , dan Internal ISO. Pimpinan, staf unit-unit operasional Pimpinan dan staf SDM Tim Quality Control Tim budaya perusahaan Tim perencanaan strategik Konsultan manajemen Pemerhati/peminat lainnya Outline Materi Bagian Satu: Konsep Pengenalan atas konsep dan pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM Proses Manajemen Risiko Diskusi kasus : 90’an : Nokia vs Ericsson, Toyota vs General Motor, Long- term, Blue Bird Capital Management, Barings Bank 2000’an : Enron, Lehman Brothers, European and US Financial crisis 2016’an : Blue Bird 2017’an : Sevel 7 II.  Bagian Dua: Implementasi Tentang Key Risk Indicator dan Key Control Indicator dan Kaitannya dengan pencapaian KPI Workshop penerapan manajemen risiko Diskusi kasus III. Integrated Risk Management And Internal Control Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko dan kontrol internal. Siapa yang bertanggung jawab untuk manajemen risiko dan kontrol internal dalam perusahaan. Cara efektif untuk melakukan RCSA (Risk & Control Self-Assesment). Diskusi kasus. Fasilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA. Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut:Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya.Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Online Training : Project Procurement & Tender Management

Online Training Project Procurement & Tender Management mempelajari mengenai bagaimana memahami regulasi project procurement dan tender, bagaimana memahami tahapan persiapan, administrasi, dan pelaksanaan dalam project procurement dan tender, dan hal – hal lainnya terkait Project Procurement & Tender Management. Deskripsi Project procurement dan tender adalah 2 kegiatan yang saling terkait dalam implementasi project management, kegiatan pengadaan raw material, vendor, dan kontraktor merupakan phase penting yang akan menentukan sukses tidaknya pelaksanaan project itu sendiri. Mulai dari proses tender yang meliputi: administrasi tender, seleksi vendor/kontraktor, evaluasi sampai penetapan pemenang. Setelah itu phase project procurement akan memastikan semua komitmen yang tertuang dalam work order dan kontrak dengan vendor/kontraktor terpilih, dapat direalisasikan tepat waktu sesuai rencana proyek. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami regulasi project procurement dan tender. Memahami tahapan persiapan, administrasi, dan pelaksanaan dalam project procurement dan tender. Memahami metode, teknik evaluasi, dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Memahami bagaimana proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi calon rekanan dalam tender. Mengambil keputusan secara tepat dan strategis dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Target Peserta Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan.  Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait Project dan Tender. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Project Procurement & Tender Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri, pelaku bisnis, dan instansi terkait. 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Project Procurement & Tender Management adalah : Day 1 :09:00 – 15:00 Tender Management Based on Government Regulation (Perpres No. 54/2010) The pre-Qualification & Administration Process Tender Evaluations Methods Post Tender Settlement Case study Tendering Process Day 2 :09:00 – 15:00 Project Procurement Logistics & Resources Mobilization Project Progress Monitoring Work Order Settlement Case study Project Procurement Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Laboratory Information Management System (LIMS)

Online Training Laboratory Information Management System (LIMS) mempelajari mengenai bagaimana pembuatan Functional Design System (FDS) LIMS : peserta akan mempunyai kemampuan untuk membangun sistem LIMS yang sesuai dengan kebutuhan operasional Laboratorium dan hal lainnya terkait Laboratory Information Management System (LIMS). Deskripsi LIMS bersifat web based sehingga customer Laboratorium termasuk Manajemen dapat melihat hasil analisis yang diinginkan, kapan saja & dimana saja ! LIMS bisa diintegrasikan dengan berbagai instrument Laboratorium sehingga data analisisnya bisa langsung dicatat secara cepat & benar dalam sistem komputer. LIMS dapat juga dikoneksikan dengan sistem aplikasi lain untuk memudahkan pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang dalam suatu Perusahaan atau Instansi. Umumnya fungsi LIMS bisa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu (1)  Manajemen sampel; (2) Instrument & Integrasi Aplikasi; (3) Pertukaran data elektronik; (4) Fungsi – fungsi lainnya seperti Manajemen audit, chain of custody, barcode handling, compliance, customer relationship management, kalibrasi instrument & perawatan, inventory & manajemen instrument, personnel & workload management dsb. Untuk membangun LIMS agar sesuai kebutuhan operasional Laboratorium diperlukan pengetahuan yang baik tentang bagaimana pembuatan sistem yang ada dalam LIMS. Kita juga harus mengerti data – data apa saja yang harus dipersiapkan untuk pembuatan sistem tsb. Walaupun saat in telah banyak vendor  untuk LIMS, namun tidak mudah untuk bisa mendapatkan vendor yang tepat sesuai kebutuhan operasional Laboratorium kita. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan kita tentang LIMS sangat kurang. Penyebab lainnya, kita malah tidak mengerti akan kebutuhan sistem untuk operasional Laboratorium kita sendiri ! Materi Utama Workshop How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) akan memfokuskan pada 3 materi yang penting : Pengenalan tentang LIMS : peserta akan memiliki pengetahuan tentang filosofi dasar & teknis LIMS, keuntungan yang akan diperoleh, organisasi LIMS agar implementasinya bisa baik, strategi agar LIMS bisa benar – benar berfungsi membantu operasional Laboratorium Pembuatan Functional Design System (FDS) LIMS : peserta akan mempunyai kemampuan untuk membangun sistem LIMS yang sesuai dengan kebutuhan operasional Laboratorium Perencanaan proyek LIMS : peserta akan mampu untuk membuat perencanaan & pelaksanaan proyek LIMS secara efektif & efisien Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) adalah : Sejarah LIMS Teknologi & vendor LIMS Aspek teknis & standar yang dipakai LIMS Function Development System (FDS) : pengenalan sistem, Laboratory Operation Workflow, User & Role, Template & Specification, Certificate, Reagent, Inventory dsb Project schedule plan & project kick off meeting Metode Pelatihan Training How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) dilaksanakan dengan metode:  Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

Online Training : Total Quality Management ( TQM )

Online Training Total Quality Management (TQM) mempelajari bagaimana peserta mampu merubah institusi yang mengoperasikannya menjadi sebuah tim yang ikhlas, tanpa konflik dan kompetisi internal, untuk meraih sebuah tujuan tunggal, yaitu memuaskan pelanggan, dan hal – hal lainnya terkait Total Quality Management (TQM). Deskripsi Manajemen Mutu Terpadu-MMT (Total Quality Management,TQM) dapat diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari organisasi ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitass, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa dalam Pawitra, 1993: 135). Menurut Juran dan Ishikawa, MMT adalah upaya organisasi menilai kembali cara-cara, kebiasaan, praktik, dan aktivitas yang ada dan kemudian secara inovatif memfungsikan seluruh sumber dayanya kedalam proses lintas fungsi yang mengabdi pada kepentingan klien, sehingga organisasi mampu mencapai visi  dan misinya. (TQM) Dr. Joseph M. Juran adalah salah seorang guru dalam manajemen kualitas memberikan definisi tentang manajemen kualitas sebagai suatu kumpulan aktivitas yang berkaitan dengan kualitas tertentu yang memiliki karakteristik: Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda manajemen atas.(TQM) Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis.(TQM) Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking: fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi; disana adalah sasaran untuk peningkatan kualitas tahunan.(TQM) Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan.(TQM) Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat.(TQM) Pengukuran ditetapkan seluruhnya.(TQM) Manajer atas secara teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran.(TQM) Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik.(TQM) Sistem imbalan (reward system) diperbaiki.(TQM) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Total Quality Management (TQM) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta mampu merubah institusi yang mengoperasikannya menjadi sebuah tim yang ikhlas, tanpa konflik dan kompetisi internal, untuk meraih sebuah tujuan tunggal, yaitu memuaskan pelanggan.(TQM) Peserta memahami kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk diterjemahkan ke dalam produk-produk dan pendekatan bisnis baru.(TQM) Selama 2 hari Pelatihan ini akan mengupas secara tuntas TQM, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan.(TQM) Target Peserta Pelatihan Total Quality Management ( TQM ) ini ditujukan untuk para: Supervisor and Manager Level in Operations & Production, Quality, Purchasing/Procurement, Supply Chain, Sales & Marketing, and Customer Services. Outline Materi Materi Training Total Quality Management yang akan dibahas adalah : DAY1 :09:00 – 15:00 Session 1 Pengertian Dasar dari Qualitas Definisi Manajemen Kualitas Faktor Pendukung Kepuasan Pelanggan Session 2 Dimensi Mutu Produk Dimensi Emosional Jenis Pelanggan Session 3, Alat – alat TOM Benchmark Busines Balanced Socrecard Session 4  Six Sigma International Standard Organisation DAY 2 :09:00 – 15:00 Session, 5 Penyusunan Kontrak Bisnis Pengukuran Performace Kualitas 7 Sumber Pemborosan Session 6 Konsep dan Applikasi Total Quality Marketing (TQM) Konsep & Applikasi Total Quality Human Resources Management(TQHRM) Konsep & Applikasi Total Quality Accounting Session 7, Case Study Sharing & Discussion Facilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia.

Online Training : Maintenance Management

Online Training Maintenance Management mempelajari bagaimana Machine Improvement bagaimana mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen, bagaimana mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance, dan hal – hal lain terkait Maintenance Management. Deskripsi Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis. (Maintenance Management) Pelatihan Maintenance Manajemen ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. (Maintenance Management) Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance.(Maintenance Management) Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%. (Maintenance Management) Target Peserta Training Maintenance Manajemen ini ditujukan untuk para: Teknisi Maintenance Manajemen / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain.(Maintenance Management) Outline Materi Materi Training Maintenance Manajemen yang akan dibahas adalah : 09:00 – 12:00 Triangle Maintenance Manajemen System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting.(Maintenance Management) Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition.(Maintenance Management) Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.(Maintenance Management) 13:00 – 15:00 Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.(Maintenance Management) Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin.(Maintenance Management) Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line. Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance. Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliautelah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan

Online Training : Air Cargo

Dalam Online Training Air Cargo mempelajari bagaimana peserta dapat memahami aturan penanganan pengiriman barang / cargo melalui angkutan udara, bagaimana peserta dapat memahami cara pengiriman cargo melalui angkutan udara, bagaimana peserta mampu menjelaskan kembali tata cara penanganan pengiriman cargo melalui angkutan udara baik general cargo maupun special cargo, dan hal – hal lain terkait Air Cargo. Deskripsi Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan penambahan pengetahuan serta kecakapan dalam menangani pengiriman kargo melalui tarsportasi udara (air cargo) mengacu pada ketentuan national dan international. Peserta akan menjadi cakap membuat keputusan dalam penerimaan, penanganan pengiriman cargo memakai transportasi udara mengacu pada aturan national dan international yang berlaku. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Air Cargo ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat memahami aturan penanganan pengiriman barang / cargo melalui angkutan udara Peserta dapat memahami cara pengiriman cargo melalui angkutan udara Peserta mampu menjelaskan kembali tata cara penanganan pengiriman cargo melalui angkutan udara baik general cargo maupun special cargo Peserta mampu mengklasifikasikan Dangerous Goods berdasarkan sifat dan jenis zatnya, mengidentifikasi dangerous goods berdasarkan data Material Safety Data Sheets (MSDS), tampilan fisik, packing, proper shipping name maupun UN number dari suatu zat dan tata cara dokumentasi Dangerous Goods Peserta memahami penanganan irregularity & claim kehilangan, kerusakan cargo Target Peserta Training Air Cargo ini ditujukan untuk para: Freight Forwarder Perusahaan Cargo Perusahaan Jasa Titipan (courier) Perusahaan logistic Perusahaan dagang / exporter Perusahaan minyak dan gas bumi Metode Pelatihan Training Air Cargo dilaksanakan dengan metode: Klasikal Diskusi Latihan soal Praktek pengisian dokumen pengiriman barang Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Air Cargo adalah  Day 109:00 -15:00 Kargo Udara Definisi Kargo Udara Kode Untuk Penanganan Khusus Singkatan-singkatan Penerimaan Kargo Prosedur Reservasi & Penerimaan Kargo Umum Dokumentasi Tanggung jawab Pengirim Pengemasan & Penandaan Barang Pemberian Label Cara-cara Pembayaran Hak Disposisi Pengirim Petunjuk-petunjuk Bagi Staff Kargo Penerimaan Kargo Khusus Penerimaan, penanganan dan perlindungan bagi barang kiriman berupa hewan hidup Barang Berharga Jenazah / Abu Jenazah Barang-barang Campuran Barang Berbahaya Penerimaan dan penanganan Transfer Kargo Dari atau Ke Penerbangan lainnya Tariff & biaya Definisi Biaya Kargo Tarif & Biaya Konstruksi Tarif Day 209:00 – 15:00 Surat muatan udara (SMU)/ air waybill Definisi Surat Muatan Udara Komposisi Isi Surat Muatan Udara Cara Pengisian Surat Muatan Udara Pengiriman kargo dari airport asal Pengiriman Yang Sebagian Pemeriksaan kargo di tempat tujuan Pemeriksaan Kargo Pada Stasiun yang Dituju Pengiriman Kargo Pada Stasiun yang Dituju Pengiriman Yang Tidak diakui / Diambil- Prosedue Penolakan Pelacakan kargo, klaim & refund Prosedur Pelacakan Kargo Umum Prosedur Pelacakan Kargo Hilang Penanganan Klaim Refun (Penggantian) Facilitator Muhammad Rifni, SE, MMTr Praktisi dan trainer  yang mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dibidang manajemen tansportasi udara khususnya dibidang cargo, dangerous goods,  multimoda transport dan freight forwarder.  Beliau saat ini juga sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor-STMT Trisakti Jakarta.