Operation Training

Online Training : Logistic and Supply Chain Management

PENDAHULUAN : Manajemen logistik atau logistic management berfungsi merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan, pelayanan dan informasi dari titik awal (point of origin) sampai ke cotumer (point of consumtion). SCM (Supply Chain Management), suatu sistem aliran yang terintegrasi (internal dan eksternal) bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan persediaan buffer antar bagian dalam satu rantai dengan cara saling memberikan informasi tentang demand dan persediaan yang ada. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Logistic and Supply Chain Management. TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN : Pelatihan ini akan membahas mengenai Logistic And Supply Chain Management. Sehingga diharapkan: Peserta pelatihan mampu memahami konsep dasar, ruang lingkup & permasalahan supply chain management (SCM) & perannya dalam kelancaraan operasional baik untuk produksi maupun distribusi. Peserta pelatihan memperoleh ketrampilan dalam mengaplikasikan metoda SCM Peserta pelatihan memperoleh kemampuan mengidentifikasi masalah & mencari solusi dengan menggunakan metoda dasar/standar untuk perencanaan & pengendalian SCM. CAKUPAN MATERI TRAINING : Konsep Dasar Manajemen Logistik Dan Supply Chain Management (Scm) : Pendahuluan Manajemen Logistik Supply Chain Management (SCM) Perbedaan Logistik dan SCM Manajemen Logistik : Input dan output damal proses Logistik Pendekatan Sistem/Integrasi Aktivitas-Aktivitas Utama Logistik Supply Chain Managemnet Pengendalian Finansial Atas Kinerja Logistik Analisa Biaya Total Studi Kasus Memecahkan Masalah Ketidak Cukupan Data Biaya PESERTA PELATIHAN : Pimpinan perusahaan dan pemegang kebijakan General manajer, manajer, supervisor dan staff atau karyawan dari bidang atau divisi yang bersinggungan langsung dengan proses logistik dan pergudangan. Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Logistic And Supply Chain Management METODE PELATIHAN : Penyampaian konsep Diskusi kelompok Latihan & Studi Kasus FACILITATOR :

Online Training : Effective Expediting Supply Chain

Pendahuluan Pelatihan selama 2 hari ini untuk membantu meningkatkan keandalan dan efisiensi ekspediting pasokan. Pelatihan ini sangat ideal untuk peserta yang sebagai bagian dari pekerjaannya bertanggung jawab atas penjadwalan dan koordinasi pengiriman material dari pemasok baik secara internal maupun eksternal. Persyaratan pengiriman tepat waktu setiap waktu sangat penting untuk bisnis. Pengiriman yang terlambat akan berdampak besar pada kinerja perusahaan pembeli. Mempercepat memiliki peran penting dalam melakukan atau mengkoordinasikan berbagai kegiatan jika pengiriman harus tepat waktu. Oleh karena itu, Percepatan yang Efektif secara langsung terkait dengan keberhasilan keseluruhan proses pasokan lengkap perusahaan. Dalam pelatihan ini, fungsing Efective Exspediting memberi Peranan Penting dalam memantau, mengontrol, dan meningkatkan pengiriman tepat waktu pemasok. Ini termasuk metode untuk menerapkan tekanan kepada pemasok untuk memastikan mereka memenuhi kewajiban yang harus dilakukan. Setelah mengikuti pelatihan ini Peserta akan termotivasi dan percaya diri untuk mengelola pengiriman secara positif dan menggunakan aspek penting lainnya dari kinerja pemasok. Dengan mengikuti pelatihan ini Peserta akan mengembangkan kompetensi berikut: Mengenali posisi Expediting dalam keseluruhan proses pengadaan dan pasokan Menjelaskan faktor-faktor yang menentukan sifat dan frekuensi percepatan untuk diterapkan pada pesanan pembelian Mengidentifikasi apa yang perlu dilakukan pada setiap langkah dalam proses pengiriman – mulai dari lokasi pemasok hingga penerimaan di lokasi perusahaan Memahami nilai komunikasi yang efektif dengan banyak kelompok selama periode pengiriman Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman tentang penting Effective Expediting TUJUAN : Mempercepat dan mengkoordinasikan berbagai proyek Memahami keseluruhan proses pengadaan dan pasokan Evaluasi sifat dan frekuensi percepatan vs pesanan pembelian Mampu memciptakan komunikasi yang efektif dengan berbagai departemen dan fungsi supply chain selama periode pengiriman SIAPA YANG HARUS HADIR? Expeditor yang bekerja di kantor perusahaan – dan mereka yang mengunjungi tempat pemasok selama periode pengiriman Staf, Supervisor, dan manager di departemen pengguna akhir – untuk memahami kesulitan mendapatkan pengiriman tepat waktu Staf, Supervisor dan Manager dalam peran logistik – untuk melihat cara aktivitas mereka berinteraksi dengan percepatan yang efektif Staf, Supervisor, dan Manager  Pengadaan dan Pasokan yang baru dilibatkan – untuk memahami kegiatan ‘pasca-pemesanan’ sebagai bagian dari program Induksi mereka Outline Pelatihan Gambaran Umum Proses Pengadaan Total Apa peran Procurement dan Purchasing? Memahami jenis dan frekuensi Effective Expediting pesanan pembelian Evaluasi aktivitas Expediting kiriman selama pengiriman pesanan Manajemen Hubungan Pemasok Segmentasi Pemasok Mengembangkan Peran Aktif bagi Ekspeditor Memahami Aktivitas Effective Expediting Pencatatan dan pelaporan Kepribadian, Kegigihan & Persuasi Ekspedisi yang efektif Mengevaluasi Transportasi untuk Effective Expediting Peran Transportasi dalam Logistik Persyaratan dan kewajiba Incoterm 2020 dalam transportasi Transport Dokumen dana manajemen Export Import kepabeanan Bahan berbahaya, Kesehatan & Keselamatan Kerja Manajemen Darurat Pengukuran Kinerja Vendor Metode Kuantitatif dan Kualitatif Apa yang Harus Kita Ukur? Bobot Kinerja Model Peringkat Vendor Tingkat Kinerja Kontrak Peningkatan performa Legal Aspek dalam Effective Expediting Common-Law dan Legislasi Bagaimana Hukum Kontrak Berdampak pada Proses Pembelian Pembentukan Kontrak Hukum Penjualan Barang Klausul Penalti, Ganti Rugi Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Own Estimate (OE)

DESKRIPSI TRAINING Penyusunan spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri / Owner Estimate (HPS/OE) yang komprehensif, actual, & akurat sangat menentukan proses penyusunan anggaran untuk kegiatan proyek konstruksi/ICT/Event, investasi, jasa konsultan, & layanan jasa lainnya, dimana spesifikasi & HPS/OE yang disusun disertai dengan; ruang lingkup pekerjaan, durasi waktu pelaksanaan, desain, detail perhitungan komponen biaya, serta berbagai aspek lainnya. Dalam penyusunan spesifikasi & HPS/OE, mutlak diperlukan pemahaman terhadap; prinsip penyusunan anggaran, perhitungan biaya langsung & tidak langsung secara menyeluruh, ruang lingkup spesifikasi teknis, metode survey harga, metode analisa biaya, serta regulasi, standarisasi, & best practices terkai TUJUAN TRAINING Dalam training selama 2 (dua) hari ini para peserta akan mempelajari Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri / Owner Estimate (HPS/OE) secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, para peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan akan memiliki kemampuan untuk: Memahami definisi, konsep, & regulasi yang terkait dengan estimasi biaya Melakukan proses analisa kebutuhan & perencanaan pengadaan secara lebih baik Menyusun HPS/OE untuk setiap kategori layanan jasa, pekerjaan, & keahlian Memahami, membuat, & mempersiapkan lampiran pendukung yang terkait Menyusun dokumen rencana kerja & syarat-syarat (RKS) yang ideal METODE TRAINING  Proses pengajaran dalam training ini diberikan dalam bahasa Indonesia, menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep best practices, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses & hasil latihan, dengan komposisi materi: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi terkait 40% analisa best practices & benchmarking antar institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta   TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Unit Layanan Pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Teknis Pelaksana Kegiatan, Pejabat Pengadaan/Pembelian, Komite Tender, & Procurement. Perencana Pengadaan/Pembelian, Planner, Estimator, Verifikator, & Cost Control. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Level Management, Supervisor, & Staf yang terkait dengan proses perencanaan proyek & procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini.  RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Hari Pertama Konsep, Regulasi, & Aspek Legal Penyusunan HPS/OE Penyusunan Spesifikasi Produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Lainnya Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR) & Ruang Lingkup Pekerjaan (RLP/SOW) Diskusi, studi kasus, & action plan Hari Kedua Metode Survey Harga Analisa Komponen Biaya Dalam Penyusunan HPS/OE Analisa Biaya Investasi & Biaya Selama Umur Ekonomis Kepemilikan (BSUE/TCO/TVO) Metode Peramalan & Alokasi Kebutuhan Rutin (Forecasting) Kompilasi Diskusi, studi kasus, & action plan Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management

Concept, Strategy and Implementation Deskripsi Dinamika lingkungan industri serta persaingan yang semakin ketat telah mengubah sistem manajemen logistik yang selama ini dikenal. Supply chain management didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas sejak dilakukan pembelian material, proses transformasi material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi serta mendistribusikannya melalui sistem distribusi yang ada. Jadi, Supply Chain mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle. Perkembangan teknologi informasi telah banyak menyumbang tumbuhnya sistem supply chain management. Saat ini semua fungsi manajemen logistik telah dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet dan intranet. Penggunaan Web  dalam supply chain telah menjadi trend di perusahaan industri manufaktur dan industri jasa terkemuka akhir akhir ini. Training tiga hari ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian mendalam tentang supply chain management dan dukungan teknologi informasi dalam operasinya. Training diberikan dengan case method disertai dengan peragaan penggunaan web untuk aktivitas supply chain management. Pemandu Training terdiri dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman melakukan disain sistem web-based supply chain management di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Materi Training Redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha. Paradigma baru manajemen logistik. Manajemen logistik sebagai sebuah sistem. Redefinisi sistem manajemen logistik. Evolusi sistem  manajemen logistik dan supply chain management. Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap sistem manajemen logistik Mengukur performansi sistem manajemen logistik. Ukuran performansi sistem manajemen logistik. Produktivitas sistem manajemen logistik. Kualitas sistem manajemen logistik. Perencanaan dan manajemen persediaan. Dasar manajemen persediaan. Mengukur performansi sistem persediaan. Prakiraan kebutuhan barang. Order quantity engineering. Inventory control policy and replenishment design. Disain sistem dan manajemen persediaan. Supply management. Perkembangan terakhir konsep supply management. Mengukur performansi supply management. Vendor Selection Technique. Negotiation Techcnique Supplier integration and relationship management. Teknologi informasi dan aplikasi sistem internet dalam supply management. Manajemen transportasi dan distribusi Model sistem transportasi dan distribusi. Rincian aktivitas sistem transportasi. Mengukur produktivitas sistem transportasi. Logistics network design. Shipment planning and management. Fleet, container and yard management. Freight and document management. Manajemen Pergudangan Fungsi fungsi dalam manajemen pergudangan. Profil aktivitas manajemen pergudangan. Mengukur performansi manajemen pergudangan. Prinsip prinsip penerimaan barang. Operasi penyimpanan barang. Order picking operations. Shipping principles. Disain organisasi logistik. Manajemen organisasi supply chain. Logistics strategic planning and project management. Logistics process and activity management. Logistics and supply chain information system. Arsitektur sistem informasi manajemen logistik dan supply chain. Logistics data warehousing and decision support system. Manajemen logistik berbasis Web Paperless and wireless logistics system. Pengukuran Kinerja Manajemen logistik dengan Balanced Scorcards Mengenal pengukuran kinerja dengan balanced scorecards Perumusan perspektif kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan Perumusan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerja sistem manajemen logistik Studi kasus. Material Requirement Planning (MRP) and Supply Chain at Alenia Aircraft. Jaguar-Nippondenso Relation. Pengembangan Web-based Logistics Planning System and e-Procurement di sebuah BUMN terkemuka. Studi kasus distribution strategy di Caterpillar. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Logistics /Supply Chain Manager, Purchasing Manager, Warehousing Manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen logistik serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Facilitator

Shipping Management

Shipping Management bagaimana suatu perusahaan pelayaran mengatur jadwal kebutuhan kapal agar kapal tersebut dapat terus beroperasi sesuai kelaiklautannya. Suatu perusahaan belum tentu memanajemen kapal miliknya sendiri, adanya ship management sebagai salah satu department yang terdapat pada perusahaan pelayaran bertugas untuk mengoperasikan suatu kapal milik perusahaan lain, sesuai dengan aturan kontrak yang sudah disetujui (antara ship management dan shipowner) Secara umum shipping  management melakukan tugasnya untuk mengelola suatu kapal dimulai dari mengatur jadwal perbaikan, perawatan, pembelian barang, serta layanan lainnya yang telah tercantum dalam suatu kontrak apabila kapal tersebut merupakan kapal milik orang lain. Secara sepesifik Manajemen Shipping, seperti namanya, berkaitan dengan proses pengelolaan kapal. Pengelolaan kapal dilakukan oleh perusahaan independen yang menggunakan kapal dari beberapa perusahaan lain atau pemilik independen. Perusahaan pengelola kapal mengelola kapal untuk pemilik dan membayarnya jumlah tahunan yang diselesaikan antara pemilik dan perusahaan pengelola kapal. Selain itu, pemilik kapal menandatangani kontrak dan menyewakan kapalnya kepada perusahaan pengelola kapal untuk jangka waktu tertentu. Pemilik kapal dapat melanjutkan dengan perusahaan manajemen yang sama atau dapat mendekati perusahaan lain jika dia tidak puas dengan kinerja perusahaan pengelola kapal tertentu. Perlu dicatat bahwa pemilik dapat menyewa kapal sepenuhnya atau dia dapat memberikan beberapa layanan yang disediakan oleh perusahaan pengelola kapal. Tujuan Pelatihan manajemen shipping ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan pemahaman prosedur serta kebijakan-kebijakan berhubungan dengan di bidang export import serta kemampuan mengenai proses  penanganan cargo hingga selesai. Peserta memahami kegiatan bisnis Shipping Management secara umum guna memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang secara massal melalui perairan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan berdaya guna, dengan biaya yang terjangkau. Peserta Pelatihan ini didesain untuk karyawan Badan Usaha, pelayaran, Forwarding, Pelabuhan atau pemilik Badan Pelabuhan Swasta / BUMN untuk level managerial dan operasional serta pihak-pihak pengguna jasa Shipping, pelabuhan. Ekspor Import dan lain lain dari level Staff, Supervisor, hingga level Manager dari latar belakang Produksi / Operasional, Warehouse, Distribution, Logistic, Purchasing dan Transport Department. Materi Training Shipping Management DAY -1 : Introduction Of Ships General Particular of Ships Liner vs Tramp Shipping Services General Structure of Shipping Industry Cargo Handling Equipment On board and on shore Shipping Documentation, Survey and Safety Certificate The importance of Bill of Lading (Purpose, type and Method of Operation ) Day -2 : Classification of Society Chartering Procedure and Practice Agent of shipping Operation Structure of Shipping management Shipping and Port management Shipping and Customs Export Import Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Eksport Import,Shipping And Customs Procedure

Training ini membahas secara detail tentang tata cara prosudur export impor, aktifitas shipment di pelabuhan dan proses aplikasi pelaksanaan customs clearance dilapangan. Dipresentasikan secara praktis dan disertai pembahasan kasus- kasus yang up to dated dengan carapandang business proses baik dari sisi instansi pemerintah dan dari sisi pelaku usaha dan disertai kiat-kiat solusi jitu karena dibawakan oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang ekspor impor. Dalam pelatihan ini anda akan dibimbing step by step agar bisa menjalankan proses ekspor impor secara efektif dan efisien. AKTIFITAS PELABUHAN DAN CARGO SHIPMENT Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Kawasan Pabean Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Gambaran Alur Cargo di Pelabuhan Local dan International Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pembongkaran , Penimbunan dan Pengeluaran Barang di Pelabuhan TPS Pembongkaran, Penimbunan dan Pengeluaran Barang di Gudang Cargo TPS Biaya-biaya yang terjadi di Pelabuhan Dwelling time, demurrage detention dan redress issue TugasdanFungsi PPJK, Forwarder, Perusahaan Bongkar Muat, Warehousing  AKTIFITAS SHIPMENT: Pengertian dari  Shipment – Pihak – pihak yang Terlibat dalam Shipment Tanggung Jawab & Kewajiban Pihak yang Terlibat Freight & Cara Pembayaran di Kaitkan dengan Shipping Instruction &Penerbitan BL Bill of Lading Shipping Guarantee & Telex Release Prosedur Penyerahan Dokumen DO AKTIFITAS SHIPMENT :  Containerize Cargo Shipment FCL ( Full Container Load ) Shipment LCL ( Less than Container Load ) Konsolidasi Barang Ekspor & Impor Alur Dokumen Ekspor  di Freight Forwarder Alur Dokumen Impor di Freight Forwarder Biaya-biaya di shipping / Forwarding SYARAT PENYERAHAN BARANG INCOTERM 2010  Ex-Works, FCA, FAS, FOB, CFR, CIP, CPT, CIP,DAT, DAP, DDP METODE PEMBAYARAN INTERNATIONAL Advance Payment Open Account Consignment Collection Letter of Credit KEPABEANAN DI INDONESIA : Daerah Pabean Kawasan Pabean Kantor Pabean Pos Pengawasan Pabean Kewajiban Pabean Pemberitahuan Pabean PEB, PPB, NPE, PKBE PIB, SPJM, SPPB, BC 2,3, LHP, DNP PROSUDUR IMPOR :  Dokumen-dokumen impor untuk proses customs Penjaluran dalam proses customs (channel): Jalur hijau, Jalur kuning, Jalur Merah, Jalur Prioritas Pemeriksaan Pabean : Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Prosedur Impor dan Pengeluaran barang impor dari pabean (TPS) Barang dalam Status DaftarLelang / Barang Tidak di Kuasai Pengeluaran Barang dari Tempat Penimbunan Pabean Fasilitas Kepabeanan Fiskal dan prosudural Lartas (larangandan Pembatasan Impor) PROSUDUR EKSPOR : Dokumen-dokumen eksporuntuk proses customs Prosedur Ekspor Pengertian Ekspor Persyaratan Ekspor Pengelompokkan Barang Ekspor Dasar & Tujuan Pengelompokkan Barang Pajak / Pungutan Ekspor Dasar & Tujuan Barang dikenakan Pajak Ekspor Tata Cara perhitungan pajak ekspor Harga Patokan Ekspor (HPE) Pemeriksaan Pabean CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A HS CODE DAN KALKULASI TARIF BM, DAN PAJAK DALAM RANGKA IMPOR Interpretasi penentuan HS Code secara self-assessment Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk (NDPBM) Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) Cara perhitungan Bea Masuk, Cukai, PPN &PPnBM, PPH psl 22 Tata Cara Pembayaran BM, Cukai,    PPN, PPnBMdan PPH psl 22 System PembayaranPajak Export impot (Billing Online) sesuai MPN G2 KEBERATAN DAN BANDING ATAS NOTUL Notul Tarif Notul Nilai Pabean POST CUSTOMS AUDIT UPDATE REGULASI TERBARU DARI PEMERINTAH DISKUSI DAN STUDI KASUS FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Lean Manufacturing System – Operational Excellence to get maximum Profit

Deskripsi Pelatihan Lean Manufacturing System merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Taiichi Ohno (founder of TPS, 1998) mengatakan: “Yang kita lakukan adalah memperhatikan rentang waktu dari saat pelanggan memberikan pesanan sampai saat kita menerima cash. Dan kita terus menerus memperpendek rentang waktu tersebut dengan menghilangkan non-value added wastes.” Tidak heran jika dengan filosofi diatas Lean Manufacturing bisa mendobrak dunia dan sistemnya dijadikan referensi banyak perusahaan bahkan perusahaan diluar manufacturing. Inti dari konsep Lean Manufacturing adalah Kaizen yang dilakukan di segala bidang mulai dari hulu yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan sampai dengan hilir yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta. Termasuk di dalamnya bagaimana order di handle oleh PPIC, raw material didatangkan oleh bagian purchasing, pembuatan barang oleh bagian produksi, mesin di pelihara oleh bagian maintenance sampai akhirnya bagian shipping mendeliverikan pesanan kepada pelanggan. Konsep diataslah yang dapat menghasilkan keuntungan bagi Toyota sehingga dapat mencapai USD 8.13 milyar pada tahun fiskal 2002. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar perusahaan otomotif sepanjang dekade. Bahkan keuntungan tersebut tidak dapat mengalahkan keuntungan dari gabungan 3 perusahaan otomotif raksasa yaitu GM, Chrysler dan Ford. Nilai sahamnya pun melonjak 24% dari tahun sebelumnya. Suatu hal yang fantastis dan pantas ditiru oleh kita semua. Training dalam 2 hari ini akan mengulas secara konseptual hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan Lean Maniufacturing beserta tools-tools yang digunakan. Outline Materi Konsep dasar Lean Manufacturing Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Lean Manufacturing Prinsip-prinsip dasar implementasi Lean Manufacturing Metode implementasi Lean Manufacturing Tools-tools yang digunakan dalam Lean Manufacturing seperti: 5S & 7 Waste Kaizen Philosophy Value Stream Mapping Value Added Vs Non Value Added Activity Total Productive Maintenance (TPM) Just In Time (JIT) / Pull System / Kanban System Inventory Control by Supply Chain Management (SCM) Lean Manufacturing Methodology Penyebab kegagalan implementasi Lean Manufacturing Ketrampilan yang membuat pekerja menjadi Lean (company sudah berbudaya Lean) Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing : Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Lama Pelatihan : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (10 jam) Peserta Pelatihan Pimpinan Perusahaan, Direktur, Plant Manager, Manager dan Supervisor yang bergerak di bidang purchasing, PPIC, Produksi, Maintenance / Engineering, QA, Shipping, dll Facilitator

Online Training : Food Safety Management System (ISO 22000)

Deskripsi Pelatihan Secara umum seluruh tindakan operasional yang berhubungan dengan konsumsi manusia mempunyai standard yang secara sadar ditempatkan diatas standard-standard yang lain. Akan halnya dengan makanan (food) dan rantai pasokannya (supply chain), mempunyai standard yang sangat ketat dimulai dari pemilahan bahan baku sampai kepada pelanggan/consumer-nya. Sampai sekarang kita sering mendengar tentang HACCP, FDA atau sertifikat lain yang berhubungan dengan makanan dan obat-obatan. Jaminan mutu makanan dan obat-obatan ini mempunyai standard mutu yang spesifik, sehingga bila diikuti semuanya, maka kita akan berhadapan dengan berbagai jenis parameter ukur. Oleh karena itu, untuk mengakomodir seluruh standard produk ini, maka lahirlah standard manajamen kesalamatan bahan makanan (food safety management system), ISO 22000. Training ini bertujuan untuk menyegarkan dan melatih para peserta agar mampu mengidentifikasi bahaya-bahaya yang akan timbul dari operasioanl penyiapan bahan makanan sampai kepada consumer-nya dan mencarikan solusi permasalahan yang dihadapinya. Training ini juga akan memberikan input, bagaimana menghindari terjadinya bahaya yang sudah timbul sehingga calon consumer serta usaha makanan dan rantai supplynya tetap mempunyai image yang baik selama produk makanan terebut tersedia. Training ini diperuntukkan bagi mereka yang akan mengusahakan industri makanan, serta sudah cukup lama terlibat dalam implementasi system manajemen misalnya ISO 9001, ISO 14001, HACCP, dll. Target Peserta Operator produksi makananan dan rantai supplynya, Pengelolah sumber makanan dan olahannya, Industri/retailer makanan, PR, dll. Sasaran Pelatihan Outline Materi Facilitator

Online Training : Quality Assurance for Business Excellence

Deskripsi Pelatihan Pernahkan perusahaan Anda di hadapkan pada kondisi : Banyaknya komplain dari pelanggan, baik melalui call center, surat, formulir saran, atau surat pembaca?Tingginya waktu kerja terbuang untuk melakukan pekerjaan ulang, karena proses kerja tidak efektif?Merasa kurangnya waktu kerja dibandingkan tugas kerja, karena tinggi kesalahan dalam proses?Cost of Poor Quality (COPQ) meningkat karena internal failure maupun external failure?Masalah-masalah tersebut terjadi, karena kualitas proses yang tidak efektif. Maka, pengendalian kualitas proses, merupakan jalan menuju tingkat kesalahan nol (zero defect) dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan. Dampak dari peningkatan kualitas proses, tentunya akan memberikan efek domino bagi : peningkatan kepuasan pelanggan, efisiensi proses, peningkatan performance bisnis, peningkatan jumlah pelanggan, peningkatan ekspansi pasar, dan peningkatan keuntungan perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu : Memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Mengukur dan mengidentifikasi Cost of Quality dan Cost of Poor Quality Memahami teknik dan konsep Manajemen Quality Assurance meliputi Quality Planning, Quality Control, dan Quality Improvement. Menyusun rencana penerapan Manajemen Quality Assurance di perusahaan Garis Besar Program Managing Quality in The Organization Principle of Quality Assurance Develop Quality Planning Measuring Cost of Quality and Cost of Poor Quality Quality Policy Deployment Develop Quality Control System Improved Critical to Quality (CTQ) and Critical to Process (CTP) Improved Quality Standard Improved Capability Process and Stability Develop Quality Improvement Program Managing Quality Improvement Implementing Lean Management and Six Sigma Quality Case Study & Analysis Target Peserta General Manager, Senior Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Kepala Bagaian, dll. Metode Pelatihan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan, Facilitator

Online Training : Practical Procurement Management

PENGADAAN BARANG/JASA UNTUK OPERASIONAL DAN INVESTASI Deskripsi Pelatihan Masalah manajemen pengadaan merupakan masalah yang sangat penting bagi kehidupan sebuah perusahaan. Industri manufaktur rata-rata menghabiskan lebih dari 65% harga pokok produksinya untuk biaya material sedangkan industri jasa menghabiskan dana yang sangat besar untuk material proyek dan suku cadang. Di sektor pengadaan jasa, perusahaan juga menghabiskan dana yang cukup besar. Peningkatan efisiensi dan efektifitas di sektor pengadaan akan sangat mempengaruhi biaya produksi perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan competitive advantage perusahaan di era globalisasi yang semakin mendekat. Di era globalisasi ini masalah Quality, cost dan delivery dari material yang digunakan akan terasa semakin penting. Training ini dirancang untuk memberikan pemahaman terinci dan mendalam tentang manajemen pengadaan dan Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa, sehingga para peserta siap dan mampu melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari. Materi Training Peran Pengadaan dalam kehidupan perusahaan. Pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi. Objektif kegiatan pengadaan. Pentingnya aspek kualitas dalam kegiatan pengadaan. Aspek hukum pengadaan. Diskusi tentang persoalan purchasing management di beberapa perusahaan dan BUMN. Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa. Perencanaan Pengadaan Barang Operasional dan Suku Cadang. Paradigma baru manajemen pengadaan barang dan jasa Statistik Pemakaian Barang. Optimasi Persediaan. Dinamika dan harapan stakeholder. Paradigma lama pengadaan barang dan jasa. Kontribusi profesional manajemen pengadaan. Paradigma baru yang diinginkan. Teknik Pemilihan Peralatan dengan konsep Total Cost of Ownership(TCO) Pre Transaction Cost. Transaction Cost. Post Transaction Cost. Net Present Value /TCO. Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier. Source-selection Model. Teknik pemilihan subkontraktor. Make-or-buy Decision. Teknik evaluasi supplier. Teknik Pembinaan supplier. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE). Definisi dan arti OE. Kontrak Masa Lalu. Harga Pasar. Harga Proposal. Konsep Target Price. Perhitungan Owners Estimate (OE). Seni dan Teknik Negosiasi. Apa manfaat negosiasi. Teknik perencanaan dan persiapan negosiasi. Karakteristik negosiator yang baik. Teknik Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa. Studi Kasus Manajemen Pengadaan di Beberapa Perusahaan Besar. Target Peserta Logistics /supply chain Manager, Purchasing manager, Warehousing manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen pengadaan barang dan jasa serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Facilitator

Online Training : Lean Six Sigma Fundamentals

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Deskripsi Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan.Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan).Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Garis Besar Program Lean Six Sigma Management : Mengintegrasikan metode Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Lean Six Sigma ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six Sigma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Strategi Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus Metode Pelatihan Training Lean Six Sigma dilaksanakan dengan metode: Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Outline Materi Six Sigma Fundamentals Six Sigma Creating Customer Value Six Sigma Improvement Define the Problem Analysis Six Sigma Improvement Define the Project Charter Six Sigma Improvement Measure Data & Analysis Six Sigma Improvement Measure Performance Six Sigma Improvement Analyze Potential Causes Six Sigma Improvement Analyze Root Cause Six Sigma Improvement Identify Solutions Six Sigma Improvement Implement Six Sigma Improvement Control Project Monitoring Strategy Penerapan Six Sigma Fasilitator

Online Training : Negotiation Techniques For Procurement

Deskripsi Pelatihan Sebagai seorang eksekutif, anda pasti dituntut banyak terlibat dalam berbagai bentuk negosiasi. Sering kali seseorang gagal dalam bernegosiasi karena tidak mempersiapkan diri dengan baik atau mungkin karena terjebak hanya karena ucapan lawan bisnis anda. Dalam mengikuti Pelatihan ini, anda akan memperoleh wawasan baru dalam menyusun negosiasi yang efektif dan mampu menerapkannya secara professional dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif, sehingga membawa dampak hubungan panjang yang terus berkesinambungan antara anda dan mitra negosiasi anda. Selain itu, anda akan diarahkan dan diberi kesempatan untuk saling berdiskusi. Anda dipacu akan lebih kreatif dalam mengembangkan alternatif yang bisa diterima oleh mitra negosiasi anda. Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Manfaat : Memahami prinsip –prinsip negosiasi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Memahami keseluruhan proses negosiasi. Mampu merencanakan negosiasi. Memahami berbagai teknik dan taktik negosiasi. Mampu melakukan komunikasi dengan baik. Materi Training Tujuan Pelatihan : Analisa faktor – faktor Review Program Prinsip – prinsip negosiasi Proses negosiasi Perencanaan untuk negosiasi Komunikasi dalam negosiasi Negosiasi kontrak Taktik dalam negosiasi Menghindari “deadlock” Negosiasi melalui telepon Timing Lokasi Listening skills Komunikasi non – verbal Kontribusi verbal Studi Kasus dan diskusi. Target Peserta : Purchasing Director/ Manager Procurement Director Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Facilitator

Online Training : Incoterms® 2020 & International Trade Finance Letter Of Credit Dalam Export Import

Training Description : Dua hal penting dalam proses kegiatan Ekspor Impor adalah pengetahuan tentang Metode serah terima barang Incoterms 2020 dan cara pembayaran Trade Finance terutama Letter of Credit . Tujuan dari Incoterms® 2020″ adalah sebagai berikut: Untuk memahami tanggung jawab eksportir dan importir di bawah Incoterms® 2020 Untuk mengetahui bagaimana Incoterms® 2020 digunakan dalam transaksi perdagangan internasional Untuk mengetahui cara menghitung harga ekspor berdasarkan Incoterm Untuk mengidentifikasi risiko, biaya, dan formalitas sesuai dengan Incoterm yang dipilih Silabus Incoterms® 2020: Pengantar Incoterms® 2020 Apa itu Incoterms® 2020? Perubahan kunci pada Incoterms® 2020 Review Incoterms® FCA (Free Carrier) Perubahan DAT (Disampaikan di Terminal) menjadi DPU (Disampaikan di Tempat Bongkar) Tingkat perlindungan asuransi yang berbeda menurut CIF dan CIP Biaya terkait untuk setiap Incoterm (pasal A9 / B9) Analisis Incoterms® 2020 Incoterms® 2020 dan transportasi internasional Incoterms® 2020 untuk transportasi jalur air laut dan darat: FAS (Free Alongside Ship) – FOB (Free On Board) – CFR (Cost and Freight) – CIF (Cost, Insurance & Freight) Incoterms® 2020 untuk semua moda transportasi: EXW (Ex Works) – FCA (Free Carrier) – CPT (Carriage Paid To) – CIP (Carriage and Insurance Paid to) – DAP ( Delivery at Place) – DPU (Delivery  at Place Unloaded) – DDP (Delivered Duty Paid) Bagaimana Incoterms digunakan dalam Aktifitas Ekspor Import ? Kriteria pemilihan Incoterms® 2020 Tujuan Webinar International Trade Finance / Letter of Credit adalah dapat: Menganalisis berbagai metode pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional dan menguraikan perbedaan, keuntungan, dan kerugiannya baik bagi importir maupun eksportir Pentingnya Documentary Credits dan letter of credit dalam perdagangan internasional Bagaimana Letter of Credit beroperasi Kewajiban para pihak yang terlibat Silabus International Trade Finance Letter Of Credit adalah : Introduction to the International Payment Methods Countries and payment terms Documentary Collections Letters of Credit (L/C) Types and modalities Terminology Opening a letter of credit Availability Contents of the letter of credit Documents UCP 600 Electronic L/C (e-UCP) Analysis of the Documentary Credits Import letters of credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Applied Letter of Credit Prosudur penerbitan Letter of credit. Dasar hukum Letter of credit,Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit. Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit. Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. DISKUSI DAN STUDI KASUS : FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Own Estimate (OE)

SYLLABUS OUTLINE MATERI : Konsep HPS/OE& Penyusunan Spesifikasi Produk Definisi & regulasi terkait HPS/OE HPS/OE & perencanaan pengadaan Perbedaan HPS/OE, DED, & Forecasting Kendala & kunci sukses dalam memahami HPS/OE Kategorisasi produk & aset Regulasi & standarisasi terkait produk Ruang lingkup spesifikasi produk Metode evaluasi spesifikasi produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Elemen spesifikasi dalam manajemen proyek & layanan jasa TOR/KAK & SOW Technical agreement & services level agreement Ruang lingkup manajemen proyek Ruang Lingkup investasi aset Ruang lingkup jasa konsultansi Ruang lingkup jasa lainnnya Metode seleksi dalam manajemen proyek, konsultan, & jasa lainnya Metode Survey Harga Karakteristik pasar Jenis & sifat pasar Metode praktis survey harga Jalur distribusi & kategorisasi produsen e-commerce & e-katalog pemerintah Publikasi data statistik & indeks harga pasar Eskalasi harga Analisa Biaya Investasi & Umur Ekonomis Kepemilikan Metode analisa biaya investasi Konsep & implementasi Total Cost Ownership Acquisition cost Ownership cost Template simulasi perhitungan Total Cost Ownership Konsep & implementasi Total Value Ownership Template simulasi perhitungan Total Value Ownership Analisa Komponen Biaya dalam Penawaran Supplier/Vendor Ruang lingkup analisa komponen biaya Metode penetapan komponen biaya Metode penawaran harga dalam manajemen proyek Metode penawaran harga dalam jasa konsultan & jasa lainnya Menentukan & mengukur kewajaran harga Critical point dalam analisa komponen biaya Simulasi Penyusunan HPS/OE Pengadaan Aset & Investasi Setiap kelompok akan memilih klasifikasi produk untuk simulasi penyusunan HPS pengadaan aset & investasi Klasifikasi produk yang dipilih berdasarkan contoh nyata dari proses procurement yang telah berjalan selama ini, atau rencana pembelian untuk klasifikasi produk yang belum pernah dibeli Klasifikasi produk untuk pengadaan aset & investasi tersebut mengacu kepada: Surat penawaran harga yang diberikan oleh supplier/vendor Survey pasar melalui e-commerce Survey pasar melalui e-katalog pemerintah Simulasi Penyusunan HPS/OE Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Setiap kelompok akan memilih klasifikasi manajemen proyek di bidang: konstruksi, IT, atau event, serta jasa konsultan, & jasa lainnya untuk simulasi penyusunan HPS Klasifikasi manajemen proyek, jasa konsultan, & layanan jasa tersebut dipilih berdasarkan contoh nyata dari proses procurement yang telah berjalan selama ini, atau rencana pemilihan kontraktor proyek yang belum pernah dibeli Klasifikasi manajemen proyek tersebut mengacu kepada: Regulasi terkait, PMBOK, Rancangan desain dari konsultan perencana, Proses beauty contest Waktu presentasi setiap kelompok adalah 15 menit dengan sesi tanya-jawab & pembahasan sekitar 15 menit Dokumen Rencana Kerja & Syarat-Syarat (RKS) Definisi RKS Regulasi terkait RKS Tujuan & manfaat RKS Ruang lingkup RKS Metode penyusunan RKS Metode publikasi & presentasi RKS Critical point dalam RKS Pengadaan Internasional Keuntungan dan tantangan Pengadaan Internasional Metode Pembayaran Internasional Metode Serah terima barang Incoterm 2020 FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Pelatihan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)

DESKRIPSI Era Ekonomi Digital telah memicu peningkatan transaksi bisnis dan perdagangan. Untuk menguatkan Industri Dalam Negeri, Pemerintah Indonesia mensyaratkan penggunaan sebesar-besarnya Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nilainya lebih dari Rp. 2000 Triliun serta Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 750 T merupakan peluang bagi dunia usaha untuk mendapatkan proyek dan pekerjaan dari sektor pemerintah. Dari sektor energi, khususnya minyak dan gas, nilai Belanja Modal (CAPEX) per tahun yang juga sangat besar, membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan pekerjaan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri termasuk biaya pengangkutannya yang ditawarkan dalam daftar penawaran harga barang maupun jasa. TKDN digunakan salah satunya untuk proyek-proyek Engineering Procurement & Construction (EPC), karena untuk pengadaan (Procurement), banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya masih berasal dari luar negeri tapi perakitannya dilakukan di dalam negeri, sementara Pemerintah berharap, untuk proyek-2 yang akan dilaksanakan, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang / jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan. TKDN merupakan salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang / jasa di lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan SKK Migas, serta perusahaan sektor turunannya. Setiap perusahaan dituntut kemampuannya untuk senantiasa mengadaptasi perobahan tuntutan lingkungan strategis di atas. Khusus dalam bidang industri manufaktur, setiap perusahaan didorong pemerintah terus meningkatkan penggunaan Komponen Dalam Negeri. Pemerintah memberikan insentif terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu yang dimasukkan dalam proses produksi pada pelbagai jenis industri. TUJUAN PELATIHAN TKDN : Memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memahami konsep, filosofi, serta metode aplikasi dan manfaat penerapan Komponen Dalam Negeri dan Cara Menghitung TKDN di perusahaan. Memiliki kemampuan yang lebih aplikatif dan komprehensif dalam implementasi TKDN di perusahaan. Memahami Peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri serta cara penerapanya di organisasi masing-masing. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan organisasi untuk penerapan TKDN. MATERI PELATIHAN TKDN : Perkembangan Ekonomi Digital Peluang dan Tantangan bagi Dunia Usaha Pengertian TKDN Pedoman Teknis Penggunaan Produksi Dalam Negeri Konsep Self Assessment dalam Penentuan TKDN Dasar Hukum Klasifikasi Produk: Barang, Jasa, Gabungan Barang dan Jasa Waktu Penilaian TKDN Metode Penilaian TKDN Harga vs Biaya Pengelompokan Luar Negeri (KLN): Personil, Material, Mesin Pengelompokan Dalam Negeri (KDN): Personil, Material, Mesin Dasar Penilaian TKDN Barang, TKDN Jasa dan TKDN Barang Jasa. Biaya Yang Diperhitungkan Dalam Penilaian TKDN Barang, Jasa dan Gabungan Barang Dan Jasa Dasar Penilaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Dokumen Pendukung Bentuk Format Isian Penilaian Capaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Perhitungan Penentuan Nilai Bobot Manfaat Perusahaan (Nilai BMP) Dan Formatnya Preferensi Harga Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) Sumber Dana dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Dana Dalam Negeri, Hibah, Kerjasama Apresiasi Penggunaan Barang Hasil Produksi Dalam Negeri Studi Kasus FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Shipping Management

Dengan Shipping  Management bagaimana suatu perusahaan pelayaran mengatur jadwal kebutuhan kapal agar kapal tersebut dapat terus beroperasi sesuai kelaiklautannya. Suatu perusahaan belum tentu memanajemen kapal miliknya sendiri, adanya ship management sebagai salah satu department yang terdapat pada perusahaan pelayaran bertugas untuk mengoperasikan suatu kapal milik perusahaan lain, sesuai dengan aturan kontrak yang sudah disetujui (antara ship management dan shipowner) Secara umum shipping  management melakukan tugasnya untuk mengelola suatu kapal dimulai dari mengatur jadwal perbaikan, perawatan, pembelian barang, serta layanan lainnya yang telah tercantum dalam suatu kontrak apabila kapal tersebut merupakan kapal milik orang lain. Secara sepesifik Manajemen Shipping, seperti namanya, berkaitan dengan proses pengelolaan kapal. Pengelolaan kapal dilakukan oleh perusahaan independen yang menggunakan kapal dari beberapa perusahaan lain atau pemilik independen. Perusahaan pengelola kapal mengelola kapal untuk pemilik dan membayarnya jumlah tahunan yang diselesaikan antara pemilik dan perusahaan pengelola kapal. Selain itu, pemilik kapal menandatangani kontrak dan menyewakan kapalnya kepada perusahaan pengelola kapal untuk jangka waktu tertentu. Pemilik kapal dapat melanjutkan dengan perusahaan manajemen yang sama atau dapat mendekati perusahaan lain jika dia tidak puas dengan kinerja perusahaan pengelola kapal tertentu. Perlu dicatat bahwa pemilik dapat menyewa kapal sepenuhnya atau dia dapat memberikan beberapa layanan yang disediakan oleh perusahaan pengelola kapal.  Tujuan Pelatihan manajemen shipping ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan pemahaman prosedur serta kebijakan-kebijakan berhubungan dengan di bidang export import serta kemampuan mengenai proses  penanganan cargo hingga selesai. Peserta memahami kegiatan bisnis Shipping Management secara umum guna memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang secara massal melalui perairan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan berdaya guna, dengan biaya yang terjangkau. Peserta Pelatihan ini didesain untuk karyawan Badan Usaha, pelayaran, Forwarding, Pelabuhan atau pemilik Badan Pelabuhan Swasta / BUMN untuk level managerial dan operasional serta pihak-pihak pengguna jasa Shipping, pelabuhan. Ekspor Import dan lain lain dari level Staff, Supervisor, hingga level Manager dari latar belakang Produksi / Operasional, Warehouse, Distribution, Logistic, Purchasing dan Transport Department. Materi Training Shipping Management DAY -1 : Introduction Of Ships General Particular of Ships Liner vs Tramp Shipping Services General Structure of Shipping Industry Cargo Handling Equipment On board and on shore Shipping Documentation, Survey and Safety Certificate The importance of Bill of Lading (Purpose, type and Method of Operation ) Day -2 : Classification of Society Chartering Procedure and Practice Agent of shipping Operation Structure of Shipping management Shipping and Port management Shipping and Customs Export Import Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Logistics Cargo Materials Handling Management

Pendahuluan Dalam pengelolaan cargo bagi perusahaan Logistics Provider di gudang atau distribution centers memerlukan proses pemindahan material secara cepat, akurat, aman, dan ekonomis. Kecepatan, keakuratan, keamanan, dan keekonomisan menjadi faktor penting dalam pengelolaan inventory di Gudang Logistic Cargo. Prosesnya menuntut peralatan dan teknologi materials handling yang andal dan efisien. Materials handling memfokuskan pada aktivitas, peralatan, dan prosedur yang terkait dengan pergerakan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dalam sistem pergudangan. Karakteristik material akan menentukan cara handling-nya. Material dapat dibedakan dari: ukuran (lebar, panjang, dan kedalaman), berat (berat per item atau per unit volume), bentuk (round, square, long, rectangular, irregular), dan karakterisitk lain (fragile, sticky, explosive, dan frozen). Dalam konteks logistik, fokus dari materials handling adalah mampu melakukan pemindahan material dan produk-produk dalam jarak yang pendek dan jarak yang jauh sampai saite project secara efisien. Dari perspektif logistik, peralatan dan teknologi materials handling yang dipilih haruslah menggunakan metode yang tepat untuk mengelola pemindahan material dan produk dalam jumlah yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat, dalam urutan yang sesuai, dalam posisi yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan biaya yang paling efisien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, efisien, ramah lingkungan, dan operasional yang aman. Pengelola Gudang dan DC seperti Manager dan Supervisor harus mampu menyeimbangkan kinerja logistik antara service dan biaya, safety dan produktivitas, volume dan kapasitas, dengan mengelola empat dimensi penting dari MHE: movement, time, quantity, dan space. Maksud dan Tujuan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat : Memahami konsep Material handling Equipment; Mengetahui teknik-teknik tepat dalam Material handling Equipment; Menganalisis masalah-masalah terkait dengan Material handling Equipment Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan dan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan dan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process receiving dan Warehouse material handling Inventory management Stock and Control dan Storage handling and storage control Tujuan Utama Kargo Material Handling Seni dan ilmu memindahkan, menyimpan, melindungi, dan mengendalikan material Lingkup Gerakan Penanganan Cargo Material dan resiko resikonya Dimensi penting dari Material handling Cargo, dimensi movement, dimensi quantity, dimensi space Prinsip-prinsip Materials Handling Prinsip perencanaan, prinsip standarisasi, prinsip kerja, prinsip ergonomis, prinsip beban unit, prinsip pemanfaatan ruang, prinsip sistem, prinsip otomatisasi, prinsip lingkungan, prinsip biaya siklus hidup Jenis dan klasifikasi fungsi Material Handling. Materials transport equipment, Product positioning equipment, Unit load formation equipment, Storage equipmen Jenis-Jenis Material Handling Equipment dan Prinsip prinsip Load factor Alat-alat  yang digunakan untuk mengelola barang, mengangkat, mengangkut, dan memindahkan barang yaitu: hand pallet, stacker, forklift, dan drum lift, crane dll Project Logistic Material Handling Root Cause Analysis Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan metode: Presentasi, diskusi, latihan dan Root Cause Analysis Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll  

Online Training : Effective Inventory Management

Pendahuluan Setiap perusahaan niaga atau industri perlu memiliki persediaan untuk menjamin kelangsungannya. Hal itu perlu dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang ke dalamnya. Mereka harus mampuh mempertahankan jumlah persediaan optimum untuk menjamin kebutuhan bagi kemajuan kegiatan perusahaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Inventory adalah merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah dipahami karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan. Persediaan merupakan bentuk investasi, dari mana keuntungan (laba) itu bisa diharapkan melalui penjualan di kemudian hari. Oleh sebab itu pada kebanyakan perusahaan sejumlah minimal persediaan harus dipertahankan untuk menjamin kontinuitas dan stabilitas penjualannya. Inventory dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, sedikitnya 40% dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga pengelolaan inventory adalah hal yang krusial bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka menginginkan agar inventory sesedikit mungkin sehingga dapat menekan biaya. Sementara itu di pihak internal customer (User) sering mengeluh karena seringnya kasus stockout terjadi. Keseimbangan antara demand & supply adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Sasaran Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Metode Pelatihan 50 % Theory, 30 Case Study, 20 % Sharing Discussion Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: Group discussion, exercise, experiential simulation such as: role-play, and skill practice:  Untuk melengkapi, instruktur akan menyampaikan pelatihan secara: Practical, dilengkapi dengan contoh nyata kasus di pekerjaan/Lapangan. Inspiring, cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan.Enjoyable, instruktur akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta rileks dan antusias selama pelatihan.   Target Peserta Supply Chain Manager, Commercial Manager, Warehouse Manager, PPIC Manager, Procurement/Purchasing Manager, Inventory Manager, Logistics Manager, Maintenance Manager, Productioion Manager, Para Supervisor, dll. Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan di bidang Inventory Management ( Management Perserdiaan ) Manfaat Pelatihan Setelah mengikuti 2 hari Pelatihan ini peserta diharapkan akan: Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Outline Training Hari Pertama : Session 1 (8.00 – 10.00) Pendahuluan Pengertian Inventory Management Tujuan Pengelolaan Persediaan Fungsi Persediaan Coffee Break (10.00 – 10.15) :Session II (10.15 – 12.00) Grouping Inventory Menetapkan Persediaan Keuntungan Meningkatkan Persediaan Kerugian Meningkatkan Persediaan Lunch (12.00 – 13.00) : Session III (13.00 – 15.00 ) Jenis Jenis Persediaan Fokus Pengelolaan Persediaan Sistem Pengendalian Persediaan Menetapkan Nilai Persediaan Session IV Stockout Cost Biaya Biaya Persediaan Carrying Cost Calculation Ordering Cost Hari Kedua : Session V (8.00 – 10.00) Total Inventory Calculation Production Order Quantity (POQ) Quantity Discount Model (QDM) Probability Model (PM) Coffe Break (10.00-10.15) : Session VI (10.15 – 12.00) Economic Order Quanity ( EOQ ) Re Order Point ( ROP ) Stabilization Stock (SS) Master Production Schedule ( MPS ) Lunch ( 12.00 – 13.00 ) :Session VII ( 13.00 – 15.00 ) Production Planning Inventory Control (PPIC) Materials Requirement Planning ( MRP ) Enterprise resource Planning ( ERP) Just In Time ( JIT ) Session VIII Perhitungan & Biaya Safety Stock Analisa Rasio (AR) Cost Analysis (CA ) Role Play, Sharing & discussion. Kesimpulan Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan persediaan harus diisi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat, dalam kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat.atau dengan kata lain, sistem dan model persediaan bertujuan untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan kapan pesanan di lakukan secara optimal. Facilitator

Online Training : Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe)

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah perkiraan harga pengadaan barang/jasa yang dianalisa secara profesional dan disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. Owner Estimate (OE) berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan ketentuan kontrak. Dengan demikian, penyusunan Owners Estimate merupakan kunci keberhasilan purchasing Management sebuah perusahaan. Materi yang dibahas akan sangat bermanfaat untuk perhitungan OE pengadaan barang/jasa dan OE Proyek baik untuk pengadaan dengan anggaran Opex (Operational Expenditures) maupun anggaran Capex(Capital Expenditures). Materi Training Proses Pengadaan Barang dan jasa Objektif pengadaan. Parameter pengadaan barang dan jasa. Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini. Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa. Pengertian Owners Estimate Fungsi Owners Estimate. Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan. Diskusi dan studi kasus. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex. Harga pasar. Data Kontrak masa lalu. Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold. Price list dari pabrikan. Engineering Estimation. Delphi Method. Referensi harga yang lain. Formulasi HPS/OE. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold. Komponen-komponen biaya . Perhitungan Cost of Goods Manufactured. Perhitungan Cost of Goods Sold. Analisis Titik Pulang Pokok (Break even Point Analysis). Apa yang dimaksud dengan fixed cost. Apa yang dimaksud dengan variable cost. Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis. Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin. Latihan dan diskusi. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC). Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing. Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management. Reduksi biaya dengan menggunakan ABC. Teknik pengumpulan data. Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC. Perhitungan OE untuk pengadaaan international Ketentuan –ketentuan pengadaan internasional Biaya-biaya pengadaan internasional Ilustrasi perhitungan OE untuk pengadaan internasional Perhitungan OE untuk pengadaan jasa. Perbedaan barang dan jasa. Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah. Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex. Apa yang dimaksud dengan TCO. Time value of money. Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV). Latihan perhitungan TCO. Studi kasus perhitungan HPS. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Purchasing Director/ Manager Project manager/staff Procurement Director/Staff Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Material Manager Warehousing Manager Dan semua posisi yang erat hubungannya dengan kegiatan Purchasing Management dan penentuan Owner Estimate Facilitator

Online Training : Cost Reduction Program

Cost Reduction Program – Persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Ironisnya dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah. Pelatihan Cost Reduction Program ini memberikan jawaban atas masalah ini dengan mengajarkan siasat jitu mengurangi biaya. Outline Materi Metode Pelatihan FACILITATOR