Operation Training

Online Training : Practical Procurement Management

PENGADAAN BARANG/JASA UNTUK OPERASIONAL DAN INVESTASI Deskripsi Pelatihan Masalah manajemen pengadaan merupakan masalah yang sangat penting bagi kehidupan sebuah perusahaan. Industri manufaktur rata-rata menghabiskan lebih dari 65% harga pokok produksinya untuk biaya material sedangkan industri jasa menghabiskan dana yang sangat besar untuk material proyek dan suku cadang. Di sektor pengadaan jasa, perusahaan juga menghabiskan dana yang cukup besar. Peningkatan efisiensi dan efektifitas di sektor pengadaan akan sangat mempengaruhi biaya produksi perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan competitive advantage perusahaan di era globalisasi yang semakin mendekat. Di era globalisasi ini masalah Quality, cost dan delivery dari material yang digunakan akan terasa semakin penting. Training ini dirancang untuk memberikan pemahaman terinci dan mendalam tentang manajemen pengadaan dan Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa, sehingga para peserta siap dan mampu melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari. Materi Training Peran Pengadaan dalam kehidupan perusahaan. Pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi. Objektif kegiatan pengadaan. Pentingnya aspek kualitas dalam kegiatan pengadaan. Aspek hukum pengadaan. Diskusi tentang persoalan purchasing management di beberapa perusahaan dan BUMN. Aturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa. Perencanaan Pengadaan Barang Operasional dan Suku Cadang. Paradigma baru manajemen pengadaan barang dan jasa Statistik Pemakaian Barang. Optimasi Persediaan. Dinamika dan harapan stakeholder. Paradigma lama pengadaan barang dan jasa. Kontribusi profesional manajemen pengadaan. Paradigma baru yang diinginkan. Teknik Pemilihan Peralatan dengan konsep Total Cost of Ownership(TCO) Pre Transaction Cost. Transaction Cost. Post Transaction Cost. Net Present Value /TCO. Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier. Source-selection Model. Teknik pemilihan subkontraktor. Make-or-buy Decision. Teknik evaluasi supplier. Teknik Pembinaan supplier. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE). Definisi dan arti OE. Kontrak Masa Lalu. Harga Pasar. Harga Proposal. Konsep Target Price. Perhitungan Owners Estimate (OE). Seni dan Teknik Negosiasi. Apa manfaat negosiasi. Teknik perencanaan dan persiapan negosiasi. Karakteristik negosiator yang baik. Teknik Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa. Studi Kasus Manajemen Pengadaan di Beberapa Perusahaan Besar. Target Peserta Logistics /supply chain Manager, Purchasing manager, Warehousing manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen pengadaan barang dan jasa serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Facilitator

Online Training : Lean Six Sigma Fundamentals

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Deskripsi Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan.Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan).Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Garis Besar Program Lean Six Sigma Management : Mengintegrasikan metode Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Lean Six Sigma ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six Sigma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Strategi Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus Metode Pelatihan Training Lean Six Sigma dilaksanakan dengan metode: Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Outline Materi Six Sigma Fundamentals Six Sigma Creating Customer Value Six Sigma Improvement Define the Problem Analysis Six Sigma Improvement Define the Project Charter Six Sigma Improvement Measure Data & Analysis Six Sigma Improvement Measure Performance Six Sigma Improvement Analyze Potential Causes Six Sigma Improvement Analyze Root Cause Six Sigma Improvement Identify Solutions Six Sigma Improvement Implement Six Sigma Improvement Control Project Monitoring Strategy Penerapan Six Sigma Fasilitator

Online Training : Negotiation Techniques For Procurement

Deskripsi Pelatihan Sebagai seorang eksekutif, anda pasti dituntut banyak terlibat dalam berbagai bentuk negosiasi. Sering kali seseorang gagal dalam bernegosiasi karena tidak mempersiapkan diri dengan baik atau mungkin karena terjebak hanya karena ucapan lawan bisnis anda. Dalam mengikuti Pelatihan ini, anda akan memperoleh wawasan baru dalam menyusun negosiasi yang efektif dan mampu menerapkannya secara professional dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif, sehingga membawa dampak hubungan panjang yang terus berkesinambungan antara anda dan mitra negosiasi anda. Selain itu, anda akan diarahkan dan diberi kesempatan untuk saling berdiskusi. Anda dipacu akan lebih kreatif dalam mengembangkan alternatif yang bisa diterima oleh mitra negosiasi anda. Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Manfaat : Memahami prinsip –prinsip negosiasi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Memahami keseluruhan proses negosiasi. Mampu merencanakan negosiasi. Memahami berbagai teknik dan taktik negosiasi. Mampu melakukan komunikasi dengan baik. Materi Training Tujuan Pelatihan : Analisa faktor – faktor Review Program Prinsip – prinsip negosiasi Proses negosiasi Perencanaan untuk negosiasi Komunikasi dalam negosiasi Negosiasi kontrak Taktik dalam negosiasi Menghindari “deadlock” Negosiasi melalui telepon Timing Lokasi Listening skills Komunikasi non – verbal Kontribusi verbal Studi Kasus dan diskusi. Target Peserta : Purchasing Director/ Manager Procurement Director Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Facilitator

Online Training : Incoterms® 2020 & International Trade Finance Letter Of Credit Dalam Export Import

Training Description : Dua hal penting dalam proses kegiatan Ekspor Impor adalah pengetahuan tentang Metode serah terima barang Incoterms 2020 dan cara pembayaran Trade Finance terutama Letter of Credit . Tujuan dari Incoterms® 2020″ adalah sebagai berikut: Untuk memahami tanggung jawab eksportir dan importir di bawah Incoterms® 2020 Untuk mengetahui bagaimana Incoterms® 2020 digunakan dalam transaksi perdagangan internasional Untuk mengetahui cara menghitung harga ekspor berdasarkan Incoterm Untuk mengidentifikasi risiko, biaya, dan formalitas sesuai dengan Incoterm yang dipilih Silabus Incoterms® 2020: Pengantar Incoterms® 2020 Apa itu Incoterms® 2020? Perubahan kunci pada Incoterms® 2020 Review Incoterms® FCA (Free Carrier) Perubahan DAT (Disampaikan di Terminal) menjadi DPU (Disampaikan di Tempat Bongkar) Tingkat perlindungan asuransi yang berbeda menurut CIF dan CIP Biaya terkait untuk setiap Incoterm (pasal A9 / B9) Analisis Incoterms® 2020 Incoterms® 2020 dan transportasi internasional Incoterms® 2020 untuk transportasi jalur air laut dan darat: FAS (Free Alongside Ship) – FOB (Free On Board) – CFR (Cost and Freight) – CIF (Cost, Insurance & Freight) Incoterms® 2020 untuk semua moda transportasi: EXW (Ex Works) – FCA (Free Carrier) – CPT (Carriage Paid To) – CIP (Carriage and Insurance Paid to) – DAP ( Delivery at Place) – DPU (Delivery  at Place Unloaded) – DDP (Delivered Duty Paid) Bagaimana Incoterms digunakan dalam Aktifitas Ekspor Import ? Kriteria pemilihan Incoterms® 2020 Tujuan Webinar International Trade Finance / Letter of Credit adalah dapat: Menganalisis berbagai metode pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional dan menguraikan perbedaan, keuntungan, dan kerugiannya baik bagi importir maupun eksportir Pentingnya Documentary Credits dan letter of credit dalam perdagangan internasional Bagaimana Letter of Credit beroperasi Kewajiban para pihak yang terlibat Silabus International Trade Finance Letter Of Credit adalah : Introduction to the International Payment Methods Countries and payment terms Documentary Collections Letters of Credit (L/C) Types and modalities Terminology Opening a letter of credit Availability Contents of the letter of credit Documents UCP 600 Electronic L/C (e-UCP) Analysis of the Documentary Credits Import letters of credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Applied Letter of Credit Prosudur penerbitan Letter of credit. Dasar hukum Letter of credit,Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit. Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit. Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. DISKUSI DAN STUDI KASUS : FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Own Estimate (OE)

SYLLABUS OUTLINE MATERI : Konsep HPS/OE& Penyusunan Spesifikasi Produk Definisi & regulasi terkait HPS/OE HPS/OE & perencanaan pengadaan Perbedaan HPS/OE, DED, & Forecasting Kendala & kunci sukses dalam memahami HPS/OE Kategorisasi produk & aset Regulasi & standarisasi terkait produk Ruang lingkup spesifikasi produk Metode evaluasi spesifikasi produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Elemen spesifikasi dalam manajemen proyek & layanan jasa TOR/KAK & SOW Technical agreement & services level agreement Ruang lingkup manajemen proyek Ruang Lingkup investasi aset Ruang lingkup jasa konsultansi Ruang lingkup jasa lainnnya Metode seleksi dalam manajemen proyek, konsultan, & jasa lainnya Metode Survey Harga Karakteristik pasar Jenis & sifat pasar Metode praktis survey harga Jalur distribusi & kategorisasi produsen e-commerce & e-katalog pemerintah Publikasi data statistik & indeks harga pasar Eskalasi harga Analisa Biaya Investasi & Umur Ekonomis Kepemilikan Metode analisa biaya investasi Konsep & implementasi Total Cost Ownership Acquisition cost Ownership cost Template simulasi perhitungan Total Cost Ownership Konsep & implementasi Total Value Ownership Template simulasi perhitungan Total Value Ownership Analisa Komponen Biaya dalam Penawaran Supplier/Vendor Ruang lingkup analisa komponen biaya Metode penetapan komponen biaya Metode penawaran harga dalam manajemen proyek Metode penawaran harga dalam jasa konsultan & jasa lainnya Menentukan & mengukur kewajaran harga Critical point dalam analisa komponen biaya Simulasi Penyusunan HPS/OE Pengadaan Aset & Investasi Setiap kelompok akan memilih klasifikasi produk untuk simulasi penyusunan HPS pengadaan aset & investasi Klasifikasi produk yang dipilih berdasarkan contoh nyata dari proses procurement yang telah berjalan selama ini, atau rencana pembelian untuk klasifikasi produk yang belum pernah dibeli Klasifikasi produk untuk pengadaan aset & investasi tersebut mengacu kepada: Surat penawaran harga yang diberikan oleh supplier/vendor Survey pasar melalui e-commerce Survey pasar melalui e-katalog pemerintah Simulasi Penyusunan HPS/OE Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Setiap kelompok akan memilih klasifikasi manajemen proyek di bidang: konstruksi, IT, atau event, serta jasa konsultan, & jasa lainnya untuk simulasi penyusunan HPS Klasifikasi manajemen proyek, jasa konsultan, & layanan jasa tersebut dipilih berdasarkan contoh nyata dari proses procurement yang telah berjalan selama ini, atau rencana pemilihan kontraktor proyek yang belum pernah dibeli Klasifikasi manajemen proyek tersebut mengacu kepada: Regulasi terkait, PMBOK, Rancangan desain dari konsultan perencana, Proses beauty contest Waktu presentasi setiap kelompok adalah 15 menit dengan sesi tanya-jawab & pembahasan sekitar 15 menit Dokumen Rencana Kerja & Syarat-Syarat (RKS) Definisi RKS Regulasi terkait RKS Tujuan & manfaat RKS Ruang lingkup RKS Metode penyusunan RKS Metode publikasi & presentasi RKS Critical point dalam RKS Pengadaan Internasional Keuntungan dan tantangan Pengadaan Internasional Metode Pembayaran Internasional Metode Serah terima barang Incoterm 2020 FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Pelatihan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)

DESKRIPSI Era Ekonomi Digital telah memicu peningkatan transaksi bisnis dan perdagangan. Untuk menguatkan Industri Dalam Negeri, Pemerintah Indonesia mensyaratkan penggunaan sebesar-besarnya Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nilainya lebih dari Rp. 2000 Triliun serta Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 750 T merupakan peluang bagi dunia usaha untuk mendapatkan proyek dan pekerjaan dari sektor pemerintah. Dari sektor energi, khususnya minyak dan gas, nilai Belanja Modal (CAPEX) per tahun yang juga sangat besar, membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan pekerjaan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri termasuk biaya pengangkutannya yang ditawarkan dalam daftar penawaran harga barang maupun jasa. TKDN digunakan salah satunya untuk proyek-proyek Engineering Procurement & Construction (EPC), karena untuk pengadaan (Procurement), banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya masih berasal dari luar negeri tapi perakitannya dilakukan di dalam negeri, sementara Pemerintah berharap, untuk proyek-2 yang akan dilaksanakan, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang / jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan. TKDN merupakan salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang / jasa di lingkungan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan SKK Migas, serta perusahaan sektor turunannya. Setiap perusahaan dituntut kemampuannya untuk senantiasa mengadaptasi perobahan tuntutan lingkungan strategis di atas. Khusus dalam bidang industri manufaktur, setiap perusahaan didorong pemerintah terus meningkatkan penggunaan Komponen Dalam Negeri. Pemerintah memberikan insentif terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu yang dimasukkan dalam proses produksi pada pelbagai jenis industri. TUJUAN PELATIHAN TKDN : Memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memahami konsep, filosofi, serta metode aplikasi dan manfaat penerapan Komponen Dalam Negeri dan Cara Menghitung TKDN di perusahaan. Memiliki kemampuan yang lebih aplikatif dan komprehensif dalam implementasi TKDN di perusahaan. Memahami Peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri serta cara penerapanya di organisasi masing-masing. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan organisasi untuk penerapan TKDN. MATERI PELATIHAN TKDN : Perkembangan Ekonomi Digital Peluang dan Tantangan bagi Dunia Usaha Pengertian TKDN Pedoman Teknis Penggunaan Produksi Dalam Negeri Konsep Self Assessment dalam Penentuan TKDN Dasar Hukum Klasifikasi Produk: Barang, Jasa, Gabungan Barang dan Jasa Waktu Penilaian TKDN Metode Penilaian TKDN Harga vs Biaya Pengelompokan Luar Negeri (KLN): Personil, Material, Mesin Pengelompokan Dalam Negeri (KDN): Personil, Material, Mesin Dasar Penilaian TKDN Barang, TKDN Jasa dan TKDN Barang Jasa. Biaya Yang Diperhitungkan Dalam Penilaian TKDN Barang, Jasa dan Gabungan Barang Dan Jasa Dasar Penilaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Dokumen Pendukung Bentuk Format Isian Penilaian Capaian TKDN Gabungan Barang Dan Jasa Perhitungan Penentuan Nilai Bobot Manfaat Perusahaan (Nilai BMP) Dan Formatnya Preferensi Harga Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) Sumber Dana dalam Pengadaan Barang dan Jasa: Dana Dalam Negeri, Hibah, Kerjasama Apresiasi Penggunaan Barang Hasil Produksi Dalam Negeri Studi Kasus FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Shipping Management

Dengan Shipping  Management bagaimana suatu perusahaan pelayaran mengatur jadwal kebutuhan kapal agar kapal tersebut dapat terus beroperasi sesuai kelaiklautannya. Suatu perusahaan belum tentu memanajemen kapal miliknya sendiri, adanya ship management sebagai salah satu department yang terdapat pada perusahaan pelayaran bertugas untuk mengoperasikan suatu kapal milik perusahaan lain, sesuai dengan aturan kontrak yang sudah disetujui (antara ship management dan shipowner) Secara umum shipping  management melakukan tugasnya untuk mengelola suatu kapal dimulai dari mengatur jadwal perbaikan, perawatan, pembelian barang, serta layanan lainnya yang telah tercantum dalam suatu kontrak apabila kapal tersebut merupakan kapal milik orang lain. Secara sepesifik Manajemen Shipping, seperti namanya, berkaitan dengan proses pengelolaan kapal. Pengelolaan kapal dilakukan oleh perusahaan independen yang menggunakan kapal dari beberapa perusahaan lain atau pemilik independen. Perusahaan pengelola kapal mengelola kapal untuk pemilik dan membayarnya jumlah tahunan yang diselesaikan antara pemilik dan perusahaan pengelola kapal. Selain itu, pemilik kapal menandatangani kontrak dan menyewakan kapalnya kepada perusahaan pengelola kapal untuk jangka waktu tertentu. Pemilik kapal dapat melanjutkan dengan perusahaan manajemen yang sama atau dapat mendekati perusahaan lain jika dia tidak puas dengan kinerja perusahaan pengelola kapal tertentu. Perlu dicatat bahwa pemilik dapat menyewa kapal sepenuhnya atau dia dapat memberikan beberapa layanan yang disediakan oleh perusahaan pengelola kapal.  Tujuan Pelatihan manajemen shipping ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan pemahaman prosedur serta kebijakan-kebijakan berhubungan dengan di bidang export import serta kemampuan mengenai proses  penanganan cargo hingga selesai. Peserta memahami kegiatan bisnis Shipping Management secara umum guna memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang secara massal melalui perairan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan berdaya guna, dengan biaya yang terjangkau. Peserta Pelatihan ini didesain untuk karyawan Badan Usaha, pelayaran, Forwarding, Pelabuhan atau pemilik Badan Pelabuhan Swasta / BUMN untuk level managerial dan operasional serta pihak-pihak pengguna jasa Shipping, pelabuhan. Ekspor Import dan lain lain dari level Staff, Supervisor, hingga level Manager dari latar belakang Produksi / Operasional, Warehouse, Distribution, Logistic, Purchasing dan Transport Department. Materi Training Shipping Management DAY -1 : Introduction Of Ships General Particular of Ships Liner vs Tramp Shipping Services General Structure of Shipping Industry Cargo Handling Equipment On board and on shore Shipping Documentation, Survey and Safety Certificate The importance of Bill of Lading (Purpose, type and Method of Operation ) Day -2 : Classification of Society Chartering Procedure and Practice Agent of shipping Operation Structure of Shipping management Shipping and Port management Shipping and Customs Export Import Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Logistics Cargo Materials Handling Management

Pendahuluan Dalam pengelolaan cargo bagi perusahaan Logistics Provider di gudang atau distribution centers memerlukan proses pemindahan material secara cepat, akurat, aman, dan ekonomis. Kecepatan, keakuratan, keamanan, dan keekonomisan menjadi faktor penting dalam pengelolaan inventory di Gudang Logistic Cargo. Prosesnya menuntut peralatan dan teknologi materials handling yang andal dan efisien. Materials handling memfokuskan pada aktivitas, peralatan, dan prosedur yang terkait dengan pergerakan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dalam sistem pergudangan. Karakteristik material akan menentukan cara handling-nya. Material dapat dibedakan dari: ukuran (lebar, panjang, dan kedalaman), berat (berat per item atau per unit volume), bentuk (round, square, long, rectangular, irregular), dan karakterisitk lain (fragile, sticky, explosive, dan frozen). Dalam konteks logistik, fokus dari materials handling adalah mampu melakukan pemindahan material dan produk-produk dalam jarak yang pendek dan jarak yang jauh sampai saite project secara efisien. Dari perspektif logistik, peralatan dan teknologi materials handling yang dipilih haruslah menggunakan metode yang tepat untuk mengelola pemindahan material dan produk dalam jumlah yang tepat pada tempat dan waktu yang tepat, dalam urutan yang sesuai, dalam posisi yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan biaya yang paling efisien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, efisien, ramah lingkungan, dan operasional yang aman. Pengelola Gudang dan DC seperti Manager dan Supervisor harus mampu menyeimbangkan kinerja logistik antara service dan biaya, safety dan produktivitas, volume dan kapasitas, dengan mengelola empat dimensi penting dari MHE: movement, time, quantity, dan space. Maksud dan Tujuan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat : Memahami konsep Material handling Equipment; Mengetahui teknik-teknik tepat dalam Material handling Equipment; Menganalisis masalah-masalah terkait dengan Material handling Equipment Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan dan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan dan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process receiving dan Warehouse material handling Inventory management Stock and Control dan Storage handling and storage control Tujuan Utama Kargo Material Handling Seni dan ilmu memindahkan, menyimpan, melindungi, dan mengendalikan material Lingkup Gerakan Penanganan Cargo Material dan resiko resikonya Dimensi penting dari Material handling Cargo, dimensi movement, dimensi quantity, dimensi space Prinsip-prinsip Materials Handling Prinsip perencanaan, prinsip standarisasi, prinsip kerja, prinsip ergonomis, prinsip beban unit, prinsip pemanfaatan ruang, prinsip sistem, prinsip otomatisasi, prinsip lingkungan, prinsip biaya siklus hidup Jenis dan klasifikasi fungsi Material Handling. Materials transport equipment, Product positioning equipment, Unit load formation equipment, Storage equipmen Jenis-Jenis Material Handling Equipment dan Prinsip prinsip Load factor Alat-alat  yang digunakan untuk mengelola barang, mengangkat, mengangkut, dan memindahkan barang yaitu: hand pallet, stacker, forklift, dan drum lift, crane dll Project Logistic Material Handling Root Cause Analysis Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan metode: Presentasi, diskusi, latihan dan Root Cause Analysis Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll  

Online Training : Effective Inventory Management

Pendahuluan Setiap perusahaan niaga atau industri perlu memiliki persediaan untuk menjamin kelangsungannya. Hal itu perlu dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang ke dalamnya. Mereka harus mampuh mempertahankan jumlah persediaan optimum untuk menjamin kebutuhan bagi kemajuan kegiatan perusahaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Inventory adalah merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah dipahami karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan. Persediaan merupakan bentuk investasi, dari mana keuntungan (laba) itu bisa diharapkan melalui penjualan di kemudian hari. Oleh sebab itu pada kebanyakan perusahaan sejumlah minimal persediaan harus dipertahankan untuk menjamin kontinuitas dan stabilitas penjualannya. Inventory dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, sedikitnya 40% dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga pengelolaan inventory adalah hal yang krusial bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka menginginkan agar inventory sesedikit mungkin sehingga dapat menekan biaya. Sementara itu di pihak internal customer (User) sering mengeluh karena seringnya kasus stockout terjadi. Keseimbangan antara demand & supply adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Sasaran Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Metode Pelatihan 50 % Theory, 30 Case Study, 20 % Sharing Discussion Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: Group discussion, exercise, experiential simulation such as: role-play, and skill practice:  Untuk melengkapi, instruktur akan menyampaikan pelatihan secara: Practical, dilengkapi dengan contoh nyata kasus di pekerjaan/Lapangan. Inspiring, cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan.Enjoyable, instruktur akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta rileks dan antusias selama pelatihan.   Target Peserta Supply Chain Manager, Commercial Manager, Warehouse Manager, PPIC Manager, Procurement/Purchasing Manager, Inventory Manager, Logistics Manager, Maintenance Manager, Productioion Manager, Para Supervisor, dll. Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan di bidang Inventory Management ( Management Perserdiaan ) Manfaat Pelatihan Setelah mengikuti 2 hari Pelatihan ini peserta diharapkan akan: Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Outline Training Hari Pertama : Session 1 (8.00 – 10.00) Pendahuluan Pengertian Inventory Management Tujuan Pengelolaan Persediaan Fungsi Persediaan Coffee Break (10.00 – 10.15) :Session II (10.15 – 12.00) Grouping Inventory Menetapkan Persediaan Keuntungan Meningkatkan Persediaan Kerugian Meningkatkan Persediaan Lunch (12.00 – 13.00) : Session III (13.00 – 15.00 ) Jenis Jenis Persediaan Fokus Pengelolaan Persediaan Sistem Pengendalian Persediaan Menetapkan Nilai Persediaan Session IV Stockout Cost Biaya Biaya Persediaan Carrying Cost Calculation Ordering Cost Hari Kedua : Session V (8.00 – 10.00) Total Inventory Calculation Production Order Quantity (POQ) Quantity Discount Model (QDM) Probability Model (PM) Coffe Break (10.00-10.15) : Session VI (10.15 – 12.00) Economic Order Quanity ( EOQ ) Re Order Point ( ROP ) Stabilization Stock (SS) Master Production Schedule ( MPS ) Lunch ( 12.00 – 13.00 ) :Session VII ( 13.00 – 15.00 ) Production Planning Inventory Control (PPIC) Materials Requirement Planning ( MRP ) Enterprise resource Planning ( ERP) Just In Time ( JIT ) Session VIII Perhitungan & Biaya Safety Stock Analisa Rasio (AR) Cost Analysis (CA ) Role Play, Sharing & discussion. Kesimpulan Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan persediaan harus diisi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat, dalam kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat.atau dengan kata lain, sistem dan model persediaan bertujuan untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan kapan pesanan di lakukan secara optimal. Facilitator

Online Training : Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe)

Deskripsi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah perkiraan harga pengadaan barang/jasa yang dianalisa secara profesional dan disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. Owner Estimate (OE) berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan ketentuan kontrak. Dengan demikian, penyusunan Owners Estimate merupakan kunci keberhasilan purchasing Management sebuah perusahaan. Materi yang dibahas akan sangat bermanfaat untuk perhitungan OE pengadaan barang/jasa dan OE Proyek baik untuk pengadaan dengan anggaran Opex (Operational Expenditures) maupun anggaran Capex(Capital Expenditures). Materi Training Proses Pengadaan Barang dan jasa Objektif pengadaan. Parameter pengadaan barang dan jasa. Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini. Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa. Pengertian Owners Estimate Fungsi Owners Estimate. Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan. Diskusi dan studi kasus. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex. Harga pasar. Data Kontrak masa lalu. Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold. Price list dari pabrikan. Engineering Estimation. Delphi Method. Referensi harga yang lain. Formulasi HPS/OE. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold. Komponen-komponen biaya . Perhitungan Cost of Goods Manufactured. Perhitungan Cost of Goods Sold. Analisis Titik Pulang Pokok (Break even Point Analysis). Apa yang dimaksud dengan fixed cost. Apa yang dimaksud dengan variable cost. Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis. Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin. Latihan dan diskusi. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC). Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing. Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management. Reduksi biaya dengan menggunakan ABC. Teknik pengumpulan data. Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC. Perhitungan OE untuk pengadaaan international Ketentuan –ketentuan pengadaan internasional Biaya-biaya pengadaan internasional Ilustrasi perhitungan OE untuk pengadaan internasional Perhitungan OE untuk pengadaan jasa. Perbedaan barang dan jasa. Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah. Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex. Apa yang dimaksud dengan TCO. Time value of money. Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV). Latihan perhitungan TCO. Studi kasus perhitungan HPS. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Purchasing Director/ Manager Project manager/staff Procurement Director/Staff Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Material Manager Warehousing Manager Dan semua posisi yang erat hubungannya dengan kegiatan Purchasing Management dan penentuan Owner Estimate Facilitator

Online Training : Cost Reduction Program

Cost Reduction Program – Persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Ironisnya dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah. Pelatihan Cost Reduction Program ini memberikan jawaban atas masalah ini dengan mengajarkan siasat jitu mengurangi biaya. Outline Materi Metode Pelatihan FACILITATOR

Online Training : Logistics Management Training

Strategy & Best Practice, and Practical Approach Deskripsi Pelatihan Manajemen Logistik termasuk masalah yang cukup unik dan kompleks karena merupakan salah satu aktivitas perusahaan yang sudah cukup lama dijalankan bahkan mungkin seusia perusahaan itu sendiri. Karena masalah logistik berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi pengelolaan perusahaan, maka pengelolaannya haruslah dilakukan secara profesional Kesadaran akan pentingnya profesionalisme dalam manajemen logistik ini juga dipicu oleh tuntutan efektifitas pelayanan pelanggan yang dalam persaingan bisnis global sekarang ini menjadi segala-galanya bagi perusahaan. Siapa yang perlu hadir Pelatihan ini penting diikuti oleh Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Tujuan Pelatihan Memberikan pemahaman secara mendasar dan sistematis mengenai manajemen logistik dan perkembangannya. Meningkatkan kemampuan dan membekali peserta dengan pengelolaan operasional dan pengukuran kinerja logistik secara umum. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk sharing experience mengenai kasus-kasus yang berkaitan dengan manajemen logistik. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan Logistik dan bagaimana hal tersebut diselesaikan menggunakan Logistics software Manfaat Pelatihan Seluruh peserta akan mendapatkan Logistics Mgmt Toolkit Lengkap yang dikemas dalam 1 (satu) CD berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dllPelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on ApproachSeluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management. Materi Pelatihan The Changing Business Landscape And The Supply Chain Concept The Empowered Consumer Power Shift in the Supply Chain Deregulation Globalization Technology Logistic Management System & Logistical Synchronization Logistic activities Transportation Storage Packaging Materials handling Order fulfillment Forecasting Production planning Purchasing Customer service Site location Other activities Latihan dan studi kasus ( Part I) Logistic Operations & Integration Importance of Logistics to Business Logistics Value Proposition The Work of Logistics Logistics Operations Logistics Operating Structures Logistical synchronization Inventory Management & Strategy Controlling Logistic Inventory Strategy Functions of Inventory Types of Inventory Inventory Management ABC Analysis Record Accuracy Cycle Counting Control of Service Inventories Inventory Models Independent vs. Dependent Demand Holding, Ordering, and Setup Costs A Control Paradigm Schematic of Control Process Auditing Performance Benchmarking Performance Cost-Service Statement The productivity report Performance Control Graph SCOR Model and Balanced Scorecard (BSC) Balanced Scorecard (BSC) Framework Scope of the SCOR Model Process “Thread” Diagram Performance Metrics Linking Processes and Metrics Latihan dan studi kasus (Part II) Logistic performance measurement Logistical Measurement Perspective of Performance Measurement Objectives of Activity Based Measures Internal Performance Measurement Types of Productivity Measures Asset Measurement Quality Measurement Perfect Order External Performance Measurement Best Practices Benchmarking Operation, Financial & Social Performance Measurement Measurement System Objectives Operational Assessment Financial Assessment Social Issues in Logistics Performance Transportation management Transportation system The economic role transportation. The economic and service characteristics of the basic modes. The carrier selection process. The economic effect of rates, transit time, reliability, capability, accessibility, and security in the carrier selection decision The five legal classes of carriers. The economic and service characteristics of intermodal transportation The dominance of rail-truck (piggyback) intermodal service. The economic rationale of using containerization. The economic and service characteristics of indirect and special carriers. Transportation Infrastructure Transportation Functions, Principles, Participants Transportation Regulation Transportation Industry Structure Transportation Services Transportation Operation Transportation Economics & Pricing Transportation Administration Transportation Documentation Transportation Model Network Flow Models Characteristics of Network Models Various Transportation Model Unbalanced Transportation Model Transportation Models With Max-Min and Min-Max Objectives The Transshipment Model Assignment Model The Maximal-Flow Model Road Network Modified Road Network The Shortest Path Model Minimal Spanning Tree Latihan dan studi kasus (Part III) Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Improving Business Performance through Value Stream Mapping

Deskripsi Pelatihan Value Stream Mapping adalah himpunan semua aktivitas yang diperlukan, mulai dari konsep hingga launching, mulai dari pemesanan hingga pengiriman, dan mulai dari bahan baku hingga produk atau jasa sampai ke pelanggan. Sedangkan Lean Thinking berfokus kepada bagaimana melakukan eliminasi pemborosan (waste) yang tidak perlu. Sehingga semua proses dalam sistem bisa menambahkan nilai (value) dari perspektif pelanggan. Pelatihan ini akan mempelajari pembuatan value stream mapping berbasis lean thinking. Dengan menerapkan teknik ini, perusahaan diharapkan akan semakin kompetitif, produktif, dan efektif dalam memenuhi ekspektasi pelanggan yang semakin meningkat. Program pelatihan disampaikan dalam live streaming yang interaktif. Kami telah menyesuaikan materi pelatihan untuk dibawakan secara online. Metode Pelatihan Pembelajaran dengan metode video conference (live streaming). Pelatihan berlangsung selama 2 hari, durasi 10 jam. (5 jam per hari) Materi disampaikan dengan ceramah, tanya jawab, dan latihan. Outline Materi Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan

Deskripsi Pelatihan Mengapa Pelatihan Ekspor Impor, Kepabeanan & Pelabuhan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pelatihan Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. Outline Materi A. CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017) BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO dan Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification dan Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, dan database lartas Lartas post border pada sistem insw Alur data pengawasan post border System dan Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR          

Online Training : Applied Total Productive Maintenance(TPM)

Deskripsi Maintenance merupakan fungsi operasional yang mempunyai tujuan untuk optimasi umur teknis maupun umur ekonomis perangkat yang dimiliki perusahaan. Dengan optimasi perangkat yang dimiliki, maka akan membawa akibat yang sangat positif untuk terciptanya optimasi kualitas, biaya dan waktu produksi. Umumnya lebih dari 65 % biaya maintenance merupakan biaya spare parts. Optimasi biaya spare parts akan sangat mempengaruhi biaya maintenance secara keseluruhan dan biaya produksi perusahaan. Didalam pelatihan ini akan dibahas Maintenance Management secara terpadu dan komprehensif. Peserta juga akan mendapatkan tool untuk mengukur performansi sistem Maintenance Management di perusahaannya masing-masing Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta akan mampu : Konsep modern maintenance management. Komputerisasi sistem maintenance management Total Productive Maintenance (TPM).. Spare parts management. Optimasi persediaan spare parts dengan menggunakan model inventory control. Teknik pengukuran performansi sistem maintenance management perusahaan. Teknik pengukuran performansi sistem spare parts management. Outline Introduksi. Objektif dan fungsi maintenance. Klasifikasi sistem maintenance. Disain sistem maintenance. Teknik membangun rasa memiliki bagi operator dan petugas pemeliharaan. Persoalan yang umumnya dihadapi dalam pemeliharaan. Biaya yang timbul karena performansi peralatan yang kurang baik. Klasifikasi dan evolusi sistem maintenance management. Mengukur performansi system maintenance management perusahaan . Company check list. Machinery design check list. Diskusi tentang maintenance management di perusahaan Konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM). TPM sebagai sebuah filosofi. Equipment management dan defect management. Six Big Losses. Pengukuran overall equipment effectiveness (OEE). Penentuan optimum rate ( ideal cycle time). Diskusi tentang masalah maintenance yang dihadapi di perusahaan. Studi Kasus dan latihan perhitungan pengukuran overall equipment effectiveness (OEE). Mengukur OEE diperusahaan dengan volume produksi tinggi. Mengukur OEE diperusahaan hand assembling. Mengukur OEE diperusahaan semi-automated assembling Mengukur OEE diperusahaan processing system. Modern Maintenance Management. Konsep dasar. System Effectiveness. Planned Maintenance Program. Langkah -langkah implementasi konsep Planned Maintenance Program. Diskusi tentang aspek implementasi di masing masing perusahaan. Computerized Maintenance Management System. Tujuan komputerisasi sistem maintenance management. Manfaat yang akan diperoleh dari komputerisasi sistem maintenance management. Pengembangan sistem komputerisasi. Strategi implementasi. Diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Sistem Maintenance Management. Perlunya evaluasi sistem maintenance. Parameter performansi sistem maintenance. Analisis rasio performansi sistem maintenance. Peragaan penggunaan software untuk analisis rasio performansi sistem maintenance. Studi kasus implementasi system TPM Facilitator

Online Training : Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination)

Deskripsi  Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….??? Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut. Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi. Outline Materi Sejarah Perkembangan Dunia Industri Apa itu Small Defect Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect Apa itu Ideal State Konsep Small Defect dengan Zero Break Down Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage Restoration of Deterioration & Defect Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect Apa itu 3-Gen dan 2-Gen Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house TrainingDialog Interaktif / SharingDiskusi GrupLatihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Seminar / In Class Training >>> 1 hari (5 jam)PesertaTeknisi / Supervisor / Foreman Maintenance / EngineeringOperator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor ProduksiDan lain-lain. Facilitator

Online Training : Distribution Management

Deskripsi Hubungan kerja sama jangka panjang antara  Kepala Sekolah  dan  Distributor  perlu dibangun dan dikembangkan, yang untuk itu peran Manajer Akun / Eksekutif Akun (yang mewakili Kepala Sekolah) dalam meningkatkan hubungan kerja sama panjang dan profesional perlu ditingkatkan. Peran Account Manager / Eksekutif Akun yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Pemasok masih perlu peningkatan, yang perlu diperlukan program pengembangan pengetahuan & keterampilan yang memerlukan pengembangan Sistem Distribusi, khusus Sistem Pengelolaan Distributor sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan pasar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Manajemen Distribusi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Prinsip Dasar Sistem Distribusi. Peran Distributor dan Harapan dan Kebutuhan mereka dalam proses distribusi. Bagaimana membantu Distributor secara efektif guna mencapai sasaran Perusahaan. Bagaimana membangun hubungan kerja yang solid dan jangka panjang dengan Distributor. Bagaimana melakukan Tinjauan Kinerja Distributor secara teratur. Mengenai hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional. Bagaimana membina komunikasi dalam menyampaikan Strategi dan Sasaran Perusahaan kepada Distributor. Bagaimana mengatasi dan menyikapi kepentingan, setuju, dan keluhan Distributor. Bagaimana membuat Kesepakatan dengan Distributor dalam meningkatkan volume . Target Psesrta Pelatihan Manajemen Distribusi ini dirancang untuk para: Manajer Akun / Manajer Penjualan Area / Pejabat Akun Area, atau jabatan apa saja, yang  bertanggung jawab  (mewakili Kepala Sekolah) dalam hubungan kemitraan kerja sama dengan Distributor. Metode Pelatihan Pelatihan Manajemen Distribusi dilaksanakan dengan metode:   Outline Materi Manajemen Distribusi Pelatihan Materi yang akan dibahas adalah: Memperkenalkan  Sistem Penjualan & Distribusi,   serta pengertian dan resolusi dari kata “Distributor” Distributor Peran sebagai ujung tomak menuju pasar ( Rute Menuju Pasar ) Distributor Peran Principal dalam Mengelola ( Manajemen Distributor ) Memahami peran dan tanggung jawab Manajer Akun yang ditugaskan (bertanggung jawab) di Distributor Memahamai harapan Distributor terhadap Perusahaan (Principal) dalam mengembangkan pasar Tantangan-tantangan yang dihadapi Perusahaan yang berasal dari Distributor Bagaimana melakukan Penilaian Kinerja Distributor ( Tinjauan Bisnis ) secara rutin Distributor dan Sistem Penilaian terhadap Kinerja (dengan Kartu Skor) Bagaimana rapat dan rapat diadakan untuk melakukan  Tinjauan Bisnis Daftar Pertanyaan yang digunakan dalam  Rapat Tinjauan Bisnis Bagaimana melakukan follo up hasil  Business Review Meeting, dan  juga Ceck List  yang digunakan Bagaimana hubungan kerja sama dengan Distributor baik dan profesional Memahami pentingnya Hubungan Kerjasama Yang KUAT (kuat  hubungan ) ANTARA Principal Dan Distributor 3 Tingkat  Kepercayaan  dalam hubungan  dengan Distributor 7 Ketentuan Utama. Hubungan kerja sama jangka panjang dengan Distributor Matriks Hubungan  dalam proses mengembangkan  hubungan  dengan Distributor Bagaimana menentukan Obiectives (Sasaran) Perusahaan, yang harus dicapai bersama-sama Distributor Bagaimana mengatur Sasaran yang SMART Tehnik Presentasi Efektif dalam Mengkomunikasikan Tujuan dan Strategi Perusahaan kepada Distributor Bagaimana melakukan kesepakatan dengan Distributor melalui Negosiasi Efektif Kemampuan Berkomunikasi, dalam  Proses Penjualan  kepada Distributor Dukungan yang diwajibkan oleh Manajer Akun dalam hubungan dengan Distributor Kemungkinan sikap yang diperlihatkan Distributor selama berlangsungnya hubungan kerja sama Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop / Notebook Fasilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengerjakan masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta, – di mana ia bekerja selama lebih dari 10 tahun sebagai Manajer Pembelajaran & Pengembangan Nasional, serta bekerja lebih dari 35 tahun pada saat manajerial di bidang Sumber Daya Manusia & Pelatihan di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Manajer Sumber Daya Manusia di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan Melia Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulusan terbaik), selanjutnya mengikuti berbagai Program Pengembangan Manajemen dan Seminar baik di dalam maupun luar negeri, antara lain: Program Pengembangan Manajemen, oleh Prof. Alejandro Reyes dari Asian Institute of Management (AIM), Manila, Filipina Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory dari Lausanne Hotel School, Swiss – Siswa Terbaik Pengembangan Pengawasan Komunikasi, oleh Bpk. Sandy Strayer dari Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Kepemimpinan dan Pengaruh, oleh DR. Roger Gill dari Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negosiasi & Presentasi Penjualan, oleh Direktur Layanan Pelanggan The Coca-Cola Company, Grup Pasifik, Kuala Lumpur Dealing With Changes, program pelatihan psikologis, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Cara Efektif Dalam Proses Pembelajaran, oleh Mr. Rolando Alpe dari Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, spesialis dalam penelitian tentang peran musik dalam proses pembelajaran, Jakarta. Subliminal Dynamic, belajar tentang fungsi bagian bawah sadar otak dalam proses pembelajaran, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu dimulai dari periode pra-pembukaan dan sebagai tim pembukaan yang terlibat dalam proses yang disetujui dan menyiapkan sistem & prosedur di bidang Sumber Daya Manusia & Pelatihan. Pada saat ia masih aktif di perhotelan, ia melanjutkan pelatihan selama 3 bulan untuk para manajer dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Pelatih Terbaik (di antara Peserta) di antara 10 pelatih yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Konsultan Senior Independen di bidang Pembelajaran & Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang hingga kini telah memberikan pelatihan kepada banyakorang dari berbagai perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses pelatihan, memfasilitasi, meluncurkan, dan memberikan Pelatihan Program untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Penjualan & Distribusi, yaitu Manajer Pusat Penjualan, Supervisor Penjualan, dan Penjual, di samping ia juga terlibat dalam peroses yang digunakan Pusat Pembelajaran Nasional Coca-Cola. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Pelatihan Program yang dirancang dan diberikan di Rumah atau Publik yang berhubungan dengan Kepemimpinan & Komunikasi, Penjualan & Distribusi, Layanan Pelanggan, Manajemen Sumber Daya Manusia & Manajemen Pelatihan, Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan , dan soft skill lainnya (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir). Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering untuk menjadi pembicara (pembicara) di berbagai seminar manajemen yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Lembaga Pendidikan dan Asosiasi Profesional, di samping ia juga banyak menambah di majalah dan surat Berita antara lain di Suara Karya, Bali Post, Buletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Kepemimpinan

Online Training : Failure Mode Analysis of Mechanical Component

Online Training Failure Mode Analysis of Mechanical Component mempelajari mengenai implikasi keandalan mekanik, bagaimana definisi keandalan mekanik, bagaimana keandalan dan tingkat kegagalan, dan hal – hal lainnya terkait Failure Mode Analysis of Mechanical Component. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Untuk memberikan pernyataan dasar filosofi, prinsip, konsep, kemudian untuk memperkenalkan teknik, metodologi penilaian, evaluasi keandalan sebagaimana diterapkan pada komponen mekanik, peralatan, sistem dan sub-sistem pabrik mekanik. Untuk meningkatkan pemahaman tentang kegagalan yang terkait dengan simpul, sebab dan akibatnya. Outline Materi Materi pelatihan Failure Mode Analysis of Mechanical Component yang akan bahas topik Failure Mode Analysis of Mechanical Component adalah: Pengantar. Implikasi keandalan mekanik. Definisi keandalan mekanik. Keandalan dan tingkat kegagalan. Analisis Keamanan Sistem. Kesalahan manusia Operasi Rutin Operasi Darurat Metode Analisis. Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA) Pohon Acara Pohon kesalahan Prediksi keandalan: Analisis Weibull. Simulasi Ketersediaan Sistem: Simulasi Montecarlo. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Online Training : Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice dan menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia. Deskripsi Dalam training ini akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang dan System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya). Materi pembelajaran dalam training ini mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin. Target Peserta Pelatihan Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance ini ditujukan untuk para: Metode Pelatihan Training Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance dilaksanakan dengan metode: 1.      Seminar / In Class Training / In house Training 2.      On Job Training / Project Development Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance adalah : Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

Online Training : Supply Chain Management

Online Training Supply Chain Management mempelajari mengenai bagaimana memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management, bagaimana memahami solusi sekaligus penerapan dan hal lainnya terkait materi ini. Deskripsi Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Supply Chain Management Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Sasaran Pelatihan Melalui Supply Chain Management Training ini diharapkan: Target Peserta Supply Chain Management Training ini ditujukan untuk para: Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Outline Materi Materi Supply Chain Management Training yang akan dibahas adalah : 1. Supply Chain Management 2. Supply Chain Configuration Problem and Issues 3. Latihan dan studi kasus ( Part I) 4. Scope of Supply Chain Problem 5. Latihan dan studi kasus ( Part II) 6. Supply Chain Solution and Application 7. Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.