Operation Training

Online Training : Document Control & Filling System

Document Control & Filling System training mempelajari bagaimana memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan, bagaimana memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen, bagaimana memahami dan menguasai konsep management change pada dokumen, dan hal – hal lain terkait mengenai Document Control & Filling System. Deskripsi ISO 9001 dan Standar internasional lainnya seperti ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000 dan yang lainnya mewajibkan adanya pengendalian dokumen yang efektif untuk memastikan hanya dokumen yang sudah mendapatkan persetujuan yang digunakan, mengetahui riwayat perubahan pada dokumen, mencegah terpakainya dokumen yang sudah kadaluarsa, manajemen penyimpanan arsip/dokumen untuk memastikan arsip/data tidak rusak dan hilang selama masa penyimpanan. Pengendalian Dokumen & Filling System juga sangat diperlukan baik dalam perusahaan maupun dalam project (proses Tender serta Engineeringm Procurement & Construction di Oil & Gas Industry). Tujuan Pelatihan Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen. Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen. Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang). Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan. Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan satus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa. Outline Konsep Implementasi Pengendalian Dokumen yang Efektif Identifikasi Dokumen (penomoran, kode revisi dan riwayat perubahan dokumen) Konsep Management Change pada Dokumen Approval System pada Dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang) Manajemen Distribusi Salinan Dokumen (Controlled Copy & Uncontrollerd Copy) Manajemen Dokumen Kadaluarsa Manajemen Dokumen Eksternal (dokumen yang berasal dari luar perusahaan) Pengendalian Data / Arsip & Filling System Improvement dalam sistem Pengendalian Dokumen & Data Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes) Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendalami aplikasinya. Pelatihan ini akan memberikan skill / ketrampilan bagi keberhasilan peran seorang Management Representative terutama sebagai Konsultan Internal Produktivitas dan Improvement di Organisasi. Hal ini juga merupakan kesempatan yang sangat baikuntuk mempertajam keterampilan Management Representative yang sudah ada dalam mejalankan peran & tanggung jawabnya. Peserta Management Representative Document Controller HRD Kandidat MR / Wakil Manajemen Project Owner / EPC Contractor Konsultan Manajemen Proyek Pihak-pihak yang berkepentingan dalam Pengendalian dokumen proyek Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor).Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management), Auditing Skill, Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Online Training : Best Practices Logistics Management

Online Training Best Practices Logistics Management mempelajari bagaimana caranya pembaruan dari konsep, praktik terbaik, & aplikasi teknologi terkini di bidang Manajemen Logistik, mengenai memahami bagaimana melakukan proses pemantauan & evaluasi kinerja Manajemen Logistik, bagaimana mengaplikasikan materi pelatihan yang diperoleh dalam proses kerja sehari-hari, dan hal – hal lain terkait dengan Best Practices Logistics Management. Deskripsi Manajemen Logistik adalah “aktivitas tulang punggung” di korporasi / instutusi yang terintegrasi “ujung ke ujung”, mulai dari dinding; perencanaan, sumber, penyimpanan inventaris, & distribusi ujung ke ujung, manajemen logistik. Ekpektasi terhadap proses Manajemen Logistik yang efektif, efisien, & terukur, akan membuat tim & individu pelaksana proses Manajemen Logistik idealnya memiliki; kompetensi, disiplin, komitmen, & disiplin yang baik, serta selalu mengutamakan kerja tim & memiliki semangat untuk melakukan peningkatan. Tujuan Training Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Target Peserta Pelatihan Manajemen Logistik ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: Metode Pelatihan Pelatihan Pengelolaan Logistik dilaksanakan dengan metode: Presentasi kelas, diskusi, studi kasus, & presentasi video, dengan konsep: Outline Materi Day 1 Day 2 Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020

Online Training Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 mempelajari mengenai bagaimana kemudahan Impor Tujuan Ekspor, bagaimana pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat, apa saja f asilitas Vooruitslag, bagaimana pelayanan segera (Rush Handling), mengenai fasilitas jalur prioritas dan hal – hal lain terkait Online Training Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020. Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah, pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, dll. Dengan demikian maka banyak peraturan,  prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir & importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan Ekspor  Impor, Kepabeanan & Pelabuhan – Update Incoterms 2010 Menjadi Incoterm 2020 sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas, kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk, Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur & Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur,  Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan,  Pembatasan Ekspor Impor. OUTLINE MATERI A.   CERTIFICATE OF ORIGIN & FREE TRADE AGREEMENT B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Garis Besar Materi FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi, Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat, non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak, gas, construction material, supplier piping oil and gas,  perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers,  suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import, Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing, jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak,  Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Fundamental of Reliability Engineering

Online Training : Fundamental of Reliability Engineering is designed to teach the skills of Reliability Engineering as detailed in the Facilities Maintenance Management and Reliability Engineering Competency Maps. We will use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plant availability and optimize it against business need. Case studies and exercises will be used to demonstrate availability optimization techniques and their benefits. Goals Goals of Fundamental of Reliability Engineering: Understand the concept of reliability. (Reliability Engineer) Learn Some Reliability Analysis Techniques.(Reliability Engineer) Find out how to use Weibull Analysis and Monte Carlo Simulation to measure plan reliability.(Reliability Engineer) Understand the role of Preventive and Predictive Maintenance in Improving Reliability.(Reliability Engineer) Learn how to create reliability improvement actions in organization.(Reliability Engineer)  Outline Material Day 1 09:00 – 12:00 Introduction MTBF MTTR 13:00 – 15:00 Reliability analysis FMEA FTA RBD Weibull Analysis Day 2 09:00 – 12:00 Monte Carlo simulation Preventive Maintenance Predictive maintenance 13:00 – 15:00 Reliability improvement project planning Equipment performance gap analysis Creating reliability improvement actions in the organization Participants Maintenance, engineering and operations personnel involved in improving reliability, availability, condition monitoring, and maintainability of process equipment and systems. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah seorang praktisi dan trainer di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Management dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan alumi ITB, ia mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan pemasok genset system yang sempat menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam deployment jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya itu, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang management operasi, financial dan sumber daya manusia. Saat ini ia juga aktif sebagai professional trainer di beberapa lembaga trainer dan telah berpengalaman memberikan berbagai topic training untuk perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Total, Holcim, Star Energy, Indoenesian Power dan Viar.

Online Training : Penyusunan RJP dan RKAP

Online Training Penyusunan RJP dan RKAP mempelajari mengenai Strategic Thinking and Orientation  , bagaimana Penyusunan Rencana Jangka Panjang, mengenai Analisa PESTEL – TOWS, mengenai IKSF – 5 Forces – VRIN, dan hal lainnya mengenai RJP & RKAP Deskripsi Latar Belakang. Mengapa ada organisasi yang bisa bertahan lama ? Mengapa ada yang langsung terjerembab diterpa gelombang perubahan? Ya, perubahan bisnis yang cepat menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang tepat. Jika gagal menyusun perencanaan berarti merencanakan untuk gagal. (RJP & RKAP) Bagi yang belum menyusun, Peta  Jangka Panjang sangat membantu memotivasi karyawan karena mengetahui tujuan organisasi 5-10 tahun mendatang. Rencana Kerja yang detail akan membantu pencapaian target  karena menunjukkan  peta strategy dan KPI. Memang tidak gampang membuatnya. Justru karena itulah Workshop Penyusunan RJP & RKAP diadakan. Ajak 2-3 orang agar organisasi anda mampu mencapai visi yang diidamkan. (RJP & RKAP) Outline Materi Day 1 09:00 – 12:00 Strategic Thinking and Orientation  (RJP & RKAP) Penyusunan Rencana Jangka Panjang (RJP & RKAP) Analisa PESTEL – TOW (RJP & RKAP) IKSF – 5 Forces – VRIN (RJP & RKAP) 13:00 -15:00 Core Competence, Competitive Benchmark (RJP & RKAP) Penyempurnaan Blue Print dengan Strategy Map (RJP & RKAP) Penyusunan Rencana Kerja dan Target (RJP & RKAP) Budgeting: Capex-Opex-Stratex (RJP & RKAP) Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro & tim Business Buddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) , Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja, BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya), Acer (Jakarta) , Infomedia, Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dll. Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis, pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional, menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard. 

Online Training : Contractor Safety Management System (CSMS)

Online Training Contractor Safety Management System (CSMS) online training csms ini mempelajari bagaimana memahami dasar dasar contractor safety management system CSMS, bagaimana memahami struktur dan procedure CSMS, bagaimana mengetahui tata cara membangun CSMS, memahami CSMS  dalam proses seleksi kontraktor, memahami pelaksanaan CSMS di lapangan dan hal – hal lain terkait CMSM Deskripsi Jumlah kecelakaan kerja di industri sebagian besar terjadi pada pekerja kontraktor di bandingkan dengan pegawai tetap pada perusahaan induknya. Hal ini tentu tidak bisa di biarkan terus menerus terjadi, karena walau bagaimanapun safety performance pada perusahaan kontraktor akan berakibat juga kepada safety performance di perusahaan induknya. Ujung dari penyebab kecelakaan adalah lack of system yang tidak bisa sepenuhnya di bebankan kepada perusahaan kontraktor saja. Di samping memang keterbatasan SDM dan biaya pada kontraktor, keterbatasan pemahaman tentang cara membangun SMK3 menjadi problem utama dari kontraktor apalagi kontraktor yang masih terbilang kelas menengah ke bawah. Dengan semakin terbukanya system outsourcing, perusahaan besar lebih banyak memberikan pekerjaannya kepada para kontrator dan kadang sistem pembentukan CSMS yang masih terbilang lemah. Secara ideal di mulai dari proses seleksi di purchasing, CSMS sudah harus menjadi tolok ukur seleksi. Kemudian di lanjutkan oleh bagian HSE yang harus sudah mempersiapkan sistem evaluasi dan pelaksanaan HSE system bagi kontraktor sehingga kecelakaan bisa di tekan sekecil mungkin. Juga bagi users yang berhubungan langsung dengan para kontraktor harus bisa ikut membangun safety management pada diri kontraktor. Online Training Csms ini membahas dari ke dua sisi, baik sebagai kontraktor bagaimana cara mempersiapkan diri dalam hal safety management system kepada perusahaan induk. Juga membahas dari sisi perusahaan induk yang terdiri dari pihak purchasing sebagai proses seleksi awal kontraktor, pihak HSE dan pihak user yang bekerja sama di lapangan dan melakukan evaluasi system. Menarik untuk di ikuti bagi semua lini kontraktor yang akan masuk ke perusahaan besar dunia, juga bagi perusahaan besar yang ingin mendevelop para kontraktor dalam hal safety management system sehingga bisa lebih maju. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Contractor Safety Management System (CSMS) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami dasar dasar contractor safety management system (CSMS) Memahami struktur dan procedure CSMS Mengetahui tata cara membangun CSMS Memahami CSMS  dalam proses seleksi kontraktor Memahami pelaksanaan CSMS di lapangan Evaluasi safety performance dari kontraktor Target Peserta Pelatihan Contractor Safety Management System (CSMS) ini ditujukan untuk para: Kontraktor yang bekerja untuk perusahaan induk, HSE yang menangani kontraktor, purchasing yang menseleksi kontraktor, maintenance / users yang berhubungan dengan kontraktor. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Contractor Safety Management System (CSMS) adalah : 09:00 – 12:00 Pengenalan contractor safety management system (CSMS) Pengenalan safety management system Struktur dari CSMS meliputi proses kualifikasi dan pelaksanaan Proses qualifikasi yang terdiri dari risk assessment, pre qualification dan selection 13:00 – 15:00 Pelaksanaan CSMS di lapangan CSMS pre job activities CSMS work in progress CSMS evaluation Check list yang mendukung CSMS Contoh contoh CSMS Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Online Training : Effective Spare Part Management

Online Training Spare Part Management (SPM) mempelajari bagaimana memahami strategi penyediaan , memahami dan mampu melakukan pengendalian Spare Part (SS), mampu menyediakan barang yang diperlukan dalam proses overhaul, dan mampu mengelola suku cadang dengan efisien. Deskripsi Di dalam dunia industri, peran SS sangat penting bayangkan apa dampak yang terjadi jika mesin berhenti tidak direncanakan  berapa kerugian yang diakibatkan karena kerusakan mesin atau peralatan saat proses produksi berlangsung? Kemudian bagaimana jika proses perbaikan yang dilakukan terganggu karena ketiadaan SS? Nilai kerugiaan atas kejadian tersebut, dipastikan sangat besar. Tidak hanya kerugiaan yang dapat dihitung, juga kerugian yang tak dapat dihitung seperti image, kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, penerapan program perawatan mesin atau peralatan yang efektif, serta pengendalian manajemen suku cadangmenjadi sangat penting. Pengendalian suku cadang ini dalam hal : penentuan keputusan suatu barang diperlukan, termasuk perlu atau tidaknya melakukan penyimpanan, kepada siapa pembelian dilakukan, kapan dilakukan pemesanan, apa dan berapa yang dipesan, tingkat, jaminan mutu suku cadang yang diperlukan, anggaran suku cadang. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola warehouse SS dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi SS sangat terkait dengan Optimalisasi Management Maintenace. Sasaran Pelatihan Training SPM Memahami strategi penyediaan SS Memahami dan mampu melakukan pengendalian SS Mampu menyediakan barang yang diperlukan dalam proses overhaul Mampu mengelola suku cadang dengan efisien Ouline Materi Day 1: 09:00 – 12:00 Strategi Persediaan spare part untuk mendukung proses produksi Prencanaan, pengelolaan persediaan SS Keunikan Spare Part Management, strategi pengendaliannya 13:00 – 15:00 Klasifikasi Suku Cadang, Klasifikasi Peralatan Perhitungan pemesanan ulang Persediaan Pengelolaan Administrasi suku cadang Day 2 09:00 – 12:00 Perencanaan, Pengendalian Spare Part untuk Kebutuhan Overhaul Pengendalian Stock Spare Part : Safety Stock, over Stock, Dead Stock Perhitungan, analisa Biaya Spare Part 13:00 -15:00 Pengelolaan Gudang Spare Part yang efektif, efisien Pengendalian faktor terjadinya kehilangan barang Sistem Kodifikasi, Standarisasi Spare Part KPI untuk Bagian spare part Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Effective Warehouse Management

Online Training Effective Warehouse Management ini memberikan manfaat untuk staff Logistics , para supervisor yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Deskripsi Di dalam dunia industri, peran warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Pengelolaan gudang yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi gudang.  Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola warehouse dengan efektif,efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya  “Manajemen Pergudangan” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory Management, Order Point Management harus bisa dipahami, tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan, wireless warehouse management. Pelatihan Warehouse Management memberikan manfaat untuk staff Logistics, para supervisor yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory , efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Pernahkah Anda mengalami hal seperti berikut : kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang, menemukan karyawan gudang tertidur di shift 3 di sela-sela rak barang, dll. Dalam training Wa rehouse Managementpeserta tidak hanya mendesain suatu gudang yang tidak hanya rapi sesuai kaidah 5S, tetapi juga efektif, efisien secara biaya pengelolaan.  Sasaran Pelatihan FUNGSI GUDANG DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES PERGUDANGAN Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material PENGENDALIAN INVENTORY GUDANG Pengendalian safety stock Pengendalian over stock Pengendalian dead stock Pengendalian barang limbah PEMELIHARAAN PERALATAN DAN FASILITAS GUDANG Pemeliharaan material Pemeliharaan Rak dan Bin Material Pemeliharaan Peralatan : trolley, handlift, forklift, dll Pemeliharaan Gudang : Garis batas rak, ventilasi udara, dll KPI DI GUDANG Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI PENERAPAN K3 DI GUDANG Gudang sebagai tempat kerja yang sehat, aman Dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknik Safety di Gudang MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang APLIKASI MANAJEMEN VISUAL GUDANG Visual control Visual display Visual improvement Target Peserta Staf, SPV, Manager, General Manager, DirectorGeneral manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head. Metode Pelatihan Training Effective Warehouse Management ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus Outline Materi Day 1 09:00 – 12:00 Fungsi Gudang Dalam Kegiatan Logistik Perusahaan Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Proses Pergudangan 13.00 – 15:00 Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (1) Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (2) Day 2 09:00 – 12:00 Pengelolaan Gudang dengan 5S Warehouse productivity Improvement 13.00 – 15:00 Pengendalian Utility dan Warehouse Safety Aplikasi KPi Gudang REVIEW & FEEDBACK Testimoni “Materinya jelas, metodenya Bagus & mudah dipahami”“Materi & cara penyampaiannya baik & mudah dipahami”“Penjelasan dari trainer baik 7 bahasannya mudah dipahami”“Baik”“Materi yg disampaikan sangat bagus & bisa diimplementasikan ditempat kerja”“Sangat dibutuhkan di perusahaan kami utk materi warehouse”“Trainernya Bagus bisa mengatur waktu”“Baik,. menarik & Bagus”“Materi bagus, karena peserta dari banyak background perusahaan sehingga cenderung general”“OK”“Bagus & berwawasan luas”“Sangat baik dan sangat implementasi untuk diwarehouse”“penguasaan materi bagus, informasi disampaikan cukup clear”“Semoga Tuhan mempertemukan kembali dalam training yang lain” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Best Practices Procurement & Purchasing Management

Online Training Best Practices Procurement & Purchasing Management mempelajari mengenai bagaimana memahami regulasi, administrasi, & prosedur procurement & purchasing, bagaimana memahami mekanisme serta perbedaan procurement & purchasing lintas sektoral, keterkaitan antara planning & realisasi order dan hal – hal lain terkait mengenai Best Practices Procurement & Purchasing Management. Deskripsi Procurement & Purchasing Management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & layanan jasa pada korporasi/institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur Procurement & Purchasing yang terintegrasi, terstruktur, akuntabel, & transparan. Dalam proses implementasi di lapangan seringkali timbul kendala, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier/vendor yang bermasalah, miskomunikasi, hingga supplier/vendor yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Target Peserta Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, & General Affairs. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Day 1 09:00 – 12:00 Procurement & Purchasing Principles Strategic Sourcing 13:00 – 15:00 Plan & Order Management Vendor Selection Methods Discussion sharing & case study Day 2 09:00 – 12:00 Vendor Selection Methods Bidding Evaluation Methods 13:00 – 15:00 Order Decision, Renewal, & Vendor Replacement Vendor Performance Management Discussion sharing & case study Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Accurate Inventory Planning & Stock Control

Online Training Accurate Inventory Planning & Stock Control mempelajari mengenai belajar memahami perencanaan dan pengontrolan stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif, dan hal lainnya terkait Accurate Inventory Planning & Stock Control. Inventory adalah salah satu asset termahal dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, dimana biasanya merepresentasikan sedikitnya 40% dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga pengelolaan inventory adalah hal yang krusial bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka menginginkan agar inventory sesedikit mungkin sehingga dapat menekan biaya.  Sementara itu di pihak customer, mereka sering mengeluh karena seringnya kasus stockout terjadi. Kesetimbangan antara demand & supply adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Dalam workshop ini, selain teory tentang bagaimana merencanakan inventory dan mengontrol jumlah stock barang di warehousenya, peserta juga diajak mengerjakan beberapa latihan dan praktek dalam melakukan pengendalian inventory. Tujuan Pelatihan Dengan mengikuti Seminar ini, peserta akan: Belajar memahami perencanaan dan pengontrolan stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Belajar memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time Belajar cara mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Menerapkan KPI (Key Performance Indicator) inventory secara tepat untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja departemen inventory Peserta Pelatihan Workshop ini bisa sangat tepat untuk diikuti oleh para manager, supervisor departement: Manufaktur, produksi, Warehouse, Material Logistik, Material Controller, Master Scheduler ataupun accounting/finance. Outline Materi Day 109:00 – 15 :00 WIB Pada hari pertama ini peserta akan diajak untuk memahami: Sasaran dan Peran Inventory Management Layanan Customer dalam inventory Management Beberapa tipe/jenis inventory Teori ABC dalam pengklasifikasian inventory Spesifikasi Material Teknik Forecasting Demand Seasonal Demand Moving Average Exponential Smooth Pengontrolan Lead Time Day 209:00- 15:00 WIB Pada hari kedua peserta diajak untuk memahami: Biaya-biaya inventory Konsep/sistem Min-Max Pengendalian Safety Stocks Identification & Disposal of Surplus Konsep Just-In-Time (JIT) Metoda penghitungan dan keakuratan inventory Periodic  Counting Cycle Counting Pengukuran kinerja Inventory Management Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.  

Online Training : Strategic Sourcing and Vendor Management

Online Training  Strategic Sourcing and Vendor Management mempelajari bagaimana mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategik & profesional, bagaimana memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management dan hal – hal lain terkait Strategic Sourcing and Vendor Management Deskripsi Procurement/purchasing dan vendor management  sangat ditentukan oleh bagaimana proses hubungan dengan para supplier/vendor dilaksanakan. Mengapa vendor harus dimanagemeni dengan baik karena cukup besar uang perusahaan mengalir ke vendor. Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor idelnya harus lebih bagus dari harapan, bagaimana dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk reject delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, hingga konflik kepentingan, seringkali berawal dari kurang baiknya hubungan antara; team procurement/purchasing & team internal lainnya yang terkait dengan para supplier/vendor. Team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung & menguntungkan bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang sehingga menguntungkan kedua belah pihak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategik & profesional Memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management Mampu melakukan Audit vendor dengan baik Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Mengembangkan sistem vendor management yang baik, terukur, & terencana. Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses vendor management Mampu memberikan bimbingan ke vendor untuk menyelamatkan pemborosan yang terjadi diproses supplier/ vendor dengan pendekatan lean Membangun komunikasi dan semangat untuk bersama meningkatkan profit Mampu membangun  hubungan jangka panjang dengan vendoa Mampu menyusun strategy inisisiatif vendor dengan pendekatan KPI Mampu melakukan continous improvement bersama vendor Target Peserta Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management Supply Chain Management, Logisticians Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Day 1 :09:00 – 15:00 WIB Strategic Souching 1Vendor Selection Cost of poor Quality Strategic partnership Day 2 :09:00 – 15:00 WIB Lean procurement Vendor Audit Key Performance Indocator by Vendor Vendor Development Program Testimoni “Materi & metode sudah sesuai”“Trainer berpengalaman” Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Lean Six Sigma Management

Online Training Lean Six Sigma Management ini akan membahas bagaimana caranya kita bisa Mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing di perusahaan kita, kita juga akan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses dari beberapa perusahaan seperti Toyota, Motorola, dan General Electric yang sudah kita akui terdepan dalam penerapan Lean Six Sigma Management ini, kita juga akan Melakukan analisa dari 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality dan masih banyak yang akan kita pelajari dalam training Lean Six Sigma Management selama kurang lebih 1 hari ini. Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Lean Six Sigma. Lean Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan  mutu sebagai strategi usaha,  dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Lean Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Lean Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Lean Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan (Zero Waste). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time). Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Lean Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Sasaran Pelatihan Memahami pentingnya Lean Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six SIgma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Outline Materi 09:00 – 15:00 Mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Lean Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : 5s Safety & Visual Management

Online Training 5s Safety & Visual Management ini kita akan pelajari Bagaiman Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management, apa pengertian dari Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton, Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik, bagaimn Implemetation 5s Safety nya dan masih banyak yg akan kita pelajari dalam training 5s Safety & Visual Management ini. Meningkatkan produktivitas perusahaan demi peningkatan efisiensi, kompatibilitas dan kualitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih terkenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu). pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan Konsep 5s Safety ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam perencanaan budaya kerja, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin serta aman. Program 5s Safety juga menyediakan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit peningkatan bertahap tetapi terus menerus. Penerapan Konsep 5s Safety dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5s Safety , maka disusunlah Modul Penerapan 5s Safety dan manajemen visual dan keselamatan di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan dan keselamatan kerja. Salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat dilakukan dengan cara-cara besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus ditingkatkan terlebih dahulu, kemudian dibangun lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menyetujui 5S Manajemen visual dan Keselamatan di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh lisensi: Tanpa Pemborosan (Tanpa Limbah). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu. Tanpa Keterlambatan Pengiriman. Tanpa Keluhan Pelanggan (Klaim Pelanggan Nol). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikanberkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan aksi nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan mempelajari pribadi ke Arah kienerja yang baik dan positif. 5S Manajemen Visual & Keselamatan Sebagai ilmu perilaku lebih memastikan kata-kata. Sebagai barometer manajemen. perusahaan yang dikembangkan oleh setiap orang.Sebagai falsafah manajemen dan sebagai sasaran utama produktivitas. Sasaran Pelatihan Setelah menerima pelatihan 5s Safety & Visual Management, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik Pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Pentingnya keselamatan kerja Program Memahami Konsep 5S dan Manfaat 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5s Safety & Visual Management di pabrik Memahami dan mampu melakukan perbaikan Manajemen visual di tempat kerja Mempersiapkan Penerapan Konsep 5s Safety & Visual Management di Perusahaan Outline Materi 09.00 – 15.00 WIB 5S Fundamental: Yayasan Keunggulan Operasi Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik Evaluasi & Umpan Balik 09.00 – 15.00 WIB Ulasan Hari 1 Implementasi 5S – S4 – Seiketsu dan S5 – Shitsuke Implemetation 5s Safety Implementasi manajemen visual Coaching Clinic 5S, Manajemen visual & Implementasi Keselamatan Rencana aksi Evaluasi & Umpan Balik Facilitator Surachman. ST., MT Adalah Profesional yang memiliki lebih dari 22 tahun. Lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program Meningkatkan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta pelatihan. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai Mitra Asosiasi AOTS untuk Beasiswa Teknis Luar Negeri Jepang. Yokohama Kenshu pusat pada bidang Peningkatan Kualitas Berpengalaman di dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manajer Manajemen Mutu dan Manajemen Representatif di sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Keterampilan Manajerial, Sistem Manajemen Mutu TPM ISO 9001: 2000, ISO TS 16949, Sistem Manajemen Lingkungan 14000: 2004, Kompet Bisnis & Organisasi, Manajemen Kinerja, Indikator Pemasok, Pengembangan Pemasok, 5S, Inovasi Kualitas, dan Sistem Manajemen Kualitas Total.

Online Training : Total Quality Management

Deskripsi TQM merupakansuatupendekatanterintegrasiolehmanajemenuntukmemfokuskansemuafungsidan level organisasipadakualitasdan continuous improvement. Sampaisekarang TQM menjadisangatpentinguntukmeningkatkankapabilitas proses perusahaanuntukmencapaikeunggulankompetitif. Setelahmengikutipelatihaninidiharapkanpesertadapatmemahamikonsep-konsep TQM sertamenerapkannyadalamruanglingkuppekerjaanuntukmemenuhiharapankonsumendalamupayameningkakandayasaing. Asal-usul Total Quality Management atau TQM bermuladaripendekatan W. Edwards Deming terhadapmanajemen. PendekataninidiperkenalkankedalamindustriJepang di tahun 1950 denganbanyakkeberhasilan. Implementasi TQM di Barat selamatahun 1980-antidakpernahcukupefektif. Abad ke-21 menawarkanberbagaitantanganbarutapidayatarik TQM tetapkuat. Variasipadametodologi TQM adalahperbaikan/peningkatanberkelanjutan (Continuous Improvement),Semuametodologiiniterfokuspadapenyediaankualitasbarangdanjasa. Semuapelangganterfokus, danproduksidioptimalkanmelaluikerjatim, kepemimpinandanpengukuranstatistik.Fokusutama Total Quality Management danpendekatanterkaitberada/terfokuspadapelanggan. Pelangganadalahalasanuntuksebuahbisnistetapada, dandenganmengarahkansetiapoperasibisnisterhadaphasilpelanggandalamhalproduk yang berkualitasdantingkatcacat yang rendah. Faktor-faktor yang menyebabkanlahirnya “perubahanparadigma” adalahmenajamnyapersaingan, ketidak-puasanpelangganterhadapmutupelayanandanproduk, pemotongananggaransertakrisisekonomi. Meskipunakar Total Quality Management berasaldari model-model perusahaandanindustri, namunkinipenggunaannyatelahmerambahsturukturmanajemen, baik di lembagapemerintahmaupunlembaganirlaba.terkemukadanperusahaanmiliknegaratelahmengadopsi TQM sebagaibagiandaristrategiuntukdapatkompetitifbaik di tingkatnasionalmupuninternasional.Penerapan Total Quality Management adalahsuatu proses jangkapanjangdanberlangsungterusmenerus, karenabudayasuatuorganisasisangatlahsulituntukdirubah. Potensikeberhasilan Total Quality Management sudahnampakdandampaknya pun bisadiperlihatkan, sekarang yang dibutuhkanadalahkeputusanuntukmelaksanakan Total Quality Management . Hal inimestinyamenjadibagiandarisuatustrategiuntukmeningkatkankomitmenkepadapelanggan. Outline Materi 09.30 ~ 10.00            Peningkatan & Pengendalian KualitaS 10.00 ~ 10,30            Quality Control Management 10.30 ~ 11.00            Development of Quality Policy 11.00 ~ 11.30            TQM Continuous Improvement 11.30 ~ 12.00            Diskusi& Tanya jawab Durasi Durasi training 2,5 jam 9:30 – 12:00 wib atau 13:00 – 15:30 wib Facilitator SURACHMAN. ST.,MT SURACHMAN  merupakanProfesional Consultant yang memfokuskandiripadabidang Quality Management dan Productivity yang telahmembantubanyakperusahaanindustrimanufakturdanjasaberskalanasionaldanmultinasional. Surachman berpengalamandalamimplementasi program peningkatanproduktivitas,Qualityimprovement & development, efisiensidan cost reduction, operation management. Surachman memilikilatarbelakangSarjanaTeknikMesin, dan Magister TeknikIndustri, Sebagailulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center padabidang Quality Improvement Surachman memilikipengalamansebagaipraktisiindustrilebihdari 22 tahun. Sebagai Deputy General Manager, Serta lebihdari 9  tahunsebagaikonsultanmanajemen, yang telahmembantubanyakperusahaanNasionaldanMultinasionaldalam program peningkatandayasaingperusahaan BeberapaPelatihandanKonsultansi yang pernahditangani : LG Innotek Indonesia Sampoerna Strategic Square Lafarge Cement Indonesia Aceh PT Enkei Indonesia NSK Bearing ROKI HIT ( Polytron ) Saitama Stamping Indonesia TirtaInvestamaDanone Aqua. Volex Indonesia Batam. AlvindoCaturSentosa. BumiMulia Lestari. AngkasaPura II Jakarta. ISTW BPIS. Tekpak Indonesia PLN APP Pulogadung Taroco Indonesia. Medion BansuElektronik Transindo Perkasa Samindo Ceva Logistic Indolakto Garuda Maintenance Facility KompasGramedia Medion Bandung Toyo Ink ITDF SenayanTrikaryaSempana Supernova Flexible Packaging SuryajayaTeknotama Hirose Hogy Sugiura Plasindo Lestari TigaRaksaTbk. PT Astra Honda Motor Indo kordsa IndofoodSuksesMakmur Amanah Prima Indonesia. SANYO Indonesia PLN DistribusiJa-Tim. Knauf Gypsum. Travira Air. NSK Bearing Mfg Indonesia UPN “Veteran” Jakarta Sumatra Prima Fidbreboard Pertamina Gas WGI BangunPersadaAditama Sentra FajarBenua PELNI (Latihangabungandengan TNI AL Semarang) Musashi Indonesia Transportasi Gas Indonesia Airnav Indonesia Evonic Indonesia Sankei Dharma Indonesia BANK INDONESIA Pertamina Retail Sharp Indonesia PK Manufacturing Indonesia Gammaplast Indonesia Frigoglass Indonesia Samudera Indonesia CKB ( CiptaKridaBahari ) Kito Indonesia Asahi Denso Indonesia Toyota Astra Motor

Best Practices Warehouse Management

Best Practices Warehouse Management mempelajari mengenai mengapa perusahaan memerlukan gudang? bagaimana pengendalian inventory di gudang, Apa saja biaya-biaya pergudangan dan hal lainnya terkait Best Practices Warehouse Management. Deskripsi Di customer. Kecepatan penyediaan barang, kerapihan gudang dan dalam dunia industri, peran pergudangan semakin penting dalam mendukung pelayanan kemudahan mencari barang menjadi bagian penting dalam pengelolaan gudang. Namun Yang terjadi seringkali layout yang baik, akurasi order, peralatan yang tidak sesuai, gudang terasa sempit dan sulit dalam mencari barang gudang berantakan. Gudang bagian penting dalam menunjang kelancaran  kegiatan transportasi batu bara di pelabuhan  karena akan terjadi dampak kerugian yang sangat besar apabila barang yang diperlukan tidak tersedia, seperti Spare part alat angkat dan transportasi , bahan baku chemical dan supporting kegiatan operasi perusahaan dampak yang dapat dirasakan langsung pegawai tidak bekerja dan berdampak langsung terhdap kerugian perusahaan. Dengan pengelolaan Gudang yang efektif dan efisien akan berdampak pada kepusan pelanggan dengan pengelolaan gudang  dengan tepat,cepat, bersih dan teratur, akan Berdampak langsung pada efisiesinya biaya operasional serta meningkatkan keamanan dan keselamat kerja adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta mampu medisain KPI menjadi aksi adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola inventory dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficien. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya “Manajemen Pergudangan” yang berperan penting dalam Warehouse Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory Management, lay-out  dan Order Point Management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan dan Inventory management. Pelatihan ini memberikan manfaat untuk staff Logistic, para supervisor dan Manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Masalah di gudang yag perlu diantisipasi adalah kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang. Dalam inhouse training ini peserta tidak hanya mendesain suatu gudang yang tidak hanya rapi sesuai kaidah 5S, tetapi juga efektif dan efisien secara biaya pengelolaan. Outline Materi Best Practices Warehouse Management FUNGSI INVENTORY DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES INVENTORY & LINE WAREHOUSING Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material Analisa proses kritis, mengenali pemborosan,VA & NVA MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Medesain Lay Out gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang Penyimpanan dokumen dengan 5S KPI INVENTORY Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI   Facilitator Best Practices Warehouse Management SURACHMAN. ST.,MT SURACHMAN  merupakan Profesional Consultant yang memfokuskan diri pada bidang Warehouse management yang telah membantu banyak perusahaan berskala nasional dan multinasional. Surachman berpengalaman dalam implementasi program peningkatan produktivitas , Quality improvement, efisiensi dan cost reduction, operation management. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement. Surachman memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Sebagai Deputy General Manager, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Beberapa Pelatihan dan Konsultansi yang pernah ditangani : LG Innotek Indonesia Sampoerna Strategic Square Lafarge Cement Indonesia Aceh PT Enkei Indonesia NSK Bearing ROKI HIT ( Polytron ) Saitama Stamping Indonesia TirtaInvestamaDanone Aqua. Volex Indonesia Batam. AlvindoCaturSentosa. BumiMulia Lestari. AngkasaPura II Jakarta. ISTW BPIS. Tekpak Indonesia PLN APP Pulogadung Taroco Indonesia. Medion BansuElektronik Transindo Perkasa Samindo Ceva Logistic Indolakto Garuda Maintenance Facility KompasGramedia Medion Bandung Toyo Ink ITDF SenayanTrikaryaSempana Supernova Flexible Packaging SuryajayaTeknotama Hirose Hogy Sugiura Plasindo Lestari TigaRaksaTbk. PT Astra Honda Motor Indo kordsa IndofoodSuksesMakmur Amanah Prima Indonesia. SANYO Indonesia PLN DistribusiJa-Tim. Knauf Gypsum. Travira Air. NSK Bearing Mfg Indonesia UPN “Veteran” Jakarta Sumatra Prima Fidbreboard Pertamina Gas WGI BangunPersadaAditama Sentra FajarBenua PELNI (Latihangabungandengan TNI AL Semarang) Musashi Indonesia Transportasi Gas Indonesia Airnav Indonesia Evonic Indonesia Sankei Dharma Indonesia BANK INDONESIA Pertamina Retail Sharp Indonesia PK Manufacturing Indonesia Gammaplast Indonesia Frigoglass Indonesia Samudera Indonesia CKB ( Cipta Krida Bahari ) Kito Indonesia Asahi Denso Indonesia Toyota Astra Motor

Online Training : Continuous Improvement With 7-Step Problem Solving Methodology And The A3

Deskripsi Banyak perusahaan besar di dunia memulai berpikir untuk menstabilkan kinerjanya dalam hal keselamatan, kehandalan dan operasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mungkin sekarang saatnya stabilitas terjadi dan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) bisa segera dimulai. Perusahaan – perusahaan telah menetapkan metodologi dan alat (tool) untuk melakukan continuous improvement. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja operasionalnya. Outline Materi Cara – cara yang ditempuh untuk mempertahankan continuous improvement diperoleh antara lain: Mendorong setiap pekerja dalam bertugas untuk selalu meningkatkan kinerjanya; Secara sistematis untuk mengidentifikasi masalah – masalah atau kesempatan untuk melakukan perbaikan (improvement); Menerapkan suatu metodologi problem solving yang ketat; Membuat setiap langkah perbaikan (improvement) sebagai bagian dari cara bekerja. Continuous improvement akan membantu perusahaan untuk menciptakan suatu bisnis yang berkelanjutan setiap tahunnya. Banyak perusahaan telah memilih 7-Step Problem Solving sebagai sebuah alat untuk melakukan continuous improvement. Dalam training online ini akan dipelajari beberapa hal yang kritikan berkaitan dengan implementasi 7-Step Problem Solving, yaitu: Metodologi 7-Step; Format A3; Pernyataan Masalah; Proses Memetakan Nilai, Memilih Nilai Untuk Eliminasi dan Analisis Waktu; 5S; 5WHY; Pengurangan Variasi; Software untuk Continuous Improvement. Continuous Improvement menjadi sebuah kunci cara bekerja untuk mencapai operasi perusahaan yang aman, handal dan penuh kepatuhan kepada peraturan yang berlaku. Dengan membangun proyek Continuous Improvement, pekerja akan secara sistematis melakukan perbaikan (improvement) di setiap area kerjanya baik di lingkungan kerja lapangan dan di lingkungan perkantoran. Durasi Durasi training 2,5 jam 9:30 – 12:00 wib atau 13:00 – 15:30 wib Facilitator Alief Bactiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia. Training yang dibawakan: Laboratory Safety & Health Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) Statistical Analysis of Laboratory Data

Supply Chain Management for Best Operation

Supply Chain Management for Best Operation salah satu tujuannya adalah dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi, menentukan strategi distribusi. Deskripsi Supply chain management (SCM) adalah pengelolaan arus barang, termasuk pergerakannya dan penyimpanan bahan baku sebagai persediaan barang dalam proses, serta barang jadi dari titik asal sampai ke titik konsumsi, yang merupakan saluran bisnis dalam penyediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir dalam mata rantai pasokan. (Supply Chain) Manajemen mata rantai suplai sebagai suatu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan kegiatan rantai pasokan dengan tujuan untuk menciptakan pendapatan bersih, membangun infrastruktur yang kompetitif, meningkatkan fungsi logistik, sinkronisasi pasokan dengan permintaan dan mengukur kinerja secara global. (Supply Chain) Latar Belakang Supply chain management adalah suatu fungsi lintas sektoral yang meliputi pengelolaan pergerakan material mentah sampai kedalam sebuah organisasi untuk melakukan proses produksi, termasuk aspek-aspek tertentu dari internal untuk pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, dan pergerakan barang jadi keluar organisasi dan menuju konsumen akhir, dimana kegiatan tersebut berfokus pada kompetensi inti dan mengurangi proses yang tidak diperlukan dalam distribusi, dimana fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh internal akan dilakukan outsourcing ke perusahaan lain yang dapat melakukan aktivitas yang lebih baik atau untuk mencapai biaya yang efektif.(Supply Chain) Untuk meningkatkan jumlah organisasi yang terlibat dalam memenuhi permintaan pelanggan, namun mengurangi kontrol manajerial operasi logistik sehari-hari dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di antara mitra dalam mata rantai suplai, sehingga meningkatkan visibilitas persediaan dan kecepatan pergerakan persediaan. (Supply Chain) Tujuan Pelatihan Dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi (Supply Chain) Menentukan Strategi Distribusi (Supply Chain) Melakukan Trade- off dalam kegiatan logistik.(Supply Chain) Memberikan Informasi yang terintegrasi (Supply Chain) Mengelola persediaan (stock) termasuk bahan baku untuk proses produksi (Supply Chain) Mengelola arus kas dalam pembayaran dan metodenya dalam entitas rantai pasokan (Supply Chain) Mengelola mata rantai suplai dan melakukan eksekusi yang tepat pada pengelolaan dan koordinasi pergerakan material, informasi dana yang tersedia pada seluruh kegiatan rantai pasokan. (Supply Chain) Outline Materi Pengertian Supply Chain Management Perencanaan produksi dan pengelolaan logistik Kaitan antara Supply Chain dengan Selling Product Vendor management dan assessment Faktor yang mempengaruhi Supply Chain Distribusi dan bisnis proses Indikator kinerja Supply Chain Metode Pelatihan Pembahasan Teori yang ditujukan untuk membuat penyegaran (re-freshing); Sinkronisasi antara Teori dengan kondisi yang terjadi; Mendiskusikan permasalahan yang terjadi dengan mengimplementasikan teori disertai dengan contoh kasus; Membuat perencanaan tugas yang efektif dan efisien dengan berlandaskan teori; Melakukan on-job training di dalam kelas, sebagai suatu simulasi atas contoh permasalahan yang harus diselesaikan Peserta Senior Staff dan Supervisor General Manager dan Manager Direktur Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

PPIC & Pergudangan Sesuai SCM Modern

Deskripsi Banyak industri manufaktur di Indonesia yang masih mempraktekkan sistem manajemen industri tradisional, dengan memperlakukan departemen pemasaran sebagai departemen yang bertugas sekedar menjual produk dan mengelola administrasi penjualan. Kondisi ini diperparah lagi dengan departemen PPIC yang berfungsi sekedar sebagai stempel untuk menyetujui dan mengeluarkan pesanan produksi, tanpa memainkan peranan penting sebagaimana yang diharuskan oleh fungsi production planning and inventory control yang sesungguhnya. Berdasarkan kenyataan di atas, bagaimana mungkin kita akan berbicara tentang meningkatkan efisiensi, kualitas, produktivitas, daya saing, dan istilah-istilah canggih lainnya, kalau para manajer dari industri manufaktur belum memainkan peranan yang benar dalam system industri manufaktur tersebut. Dalam kompetisi yang demikian ketat,  peranan Manajemen Pergudangan menjadi sangat  penting karena berkontribusi besar dalam Modern Supply Chain. Dasarnya adalah bagaimana mengelola supplier dan pelanggan (eksternal dan internal) agar tidak kecewa karena pengiriman yang terlambat atau pemborosan yang tidak perlu. Hal tersebut juga akan dikombinasikan dengan JIT system, dimana ketepatan waktu menjadi tolak ukur utama keberhasilan manajemen dalam pengaturan Supply Chain. Dilain pihak, Proses pengelolaan pergudangan memerlukan keahlian khusus agar efektif dan efisien, jauh dari pemborosan (lean practice) sehingga tidak membuat produk/material rusak, kotor atau sulit dicari. Penerapan konsep 5S dari Jepang, sebagai prinsip dasar merupakan fondasi pergudangan modern. Keseluruhan topik diatas akan dibagikan dalam sebuah workshop yang diwarnai studi kasus berdasarkan pengalaman dari pengajar sebagai praktisi maupun konsultan dibidang SCM. Agenda Training Sesi 1. Peranan & Fungsi Pergudangan dalam Modern Supply Chain Management : Memahami peranan & fungsi Supply Chain dalam day-to- day business management Peranan & Fungsi pergudangan dalam modern supply chain management. Memahami aspek Kontribusi dalam konteks effisiensi dan manajemen biaya. Memahami hubungan jenis Produk, Tipe Material dan pemilihan lokasi gudang dengan strategi pengelolaannya Sesi 2 Implementasi Supply Chain Manajemen : Kriteria-kriteria keberhasilan melakukan Implementasi SCM. Jalan menuju sukses Implementasi SCM. SCM as a Strategi Asset. Merancang SCM dari Hulu sampai Hilir. Pengembangan SDM dalam SCM dan Bagaimana Merancang Organisasinya. Model Kolaborasi dalam SCM. Model Pengukuran Kinerja dalam SCM. Sesi 3 Penggunaan Konsep 5S atau 5R (Lean Warehousing) dalam Manajemen Pergudangan : Pentingnya 5S (5 R) dalam pergudangan berikut pemahaman konsepnya. Peranan Manager, Supervisor dan Pelaksana dalam 5S. Tehnik Aplikasi 5S dalam manajemen pergudangan. Perubahan paradigma karyawan tim logistik sebagai suport produce. Pemahaman sistem dan prosedur untuk menunjang kinerja tim logistic. Sesi 4 Administrasi & Teknik Penyimpanan Barang: Ukuran Besar, Ukuran Kecil, Barang yang Disimpan Menggunakan Karton (full-case) dan Palet : Pemahaman tentang sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang. Dokumen-Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang. Pemahaman terhadap aktivitas unloading barang berukuran kecil serta pengendalian atas kualitas dan kuntitasnya Teknik pengaturan penyimpanan barang menggunakan karton, dan manfaat penyimpanan barang menggunakan karton. Teknik melakukan identifikasi posisi karton dan palet. Sesi 5 Memahami Sistem Manufakturing Modern, Manajemen Distribusi dan Logistik, termasuk Auditnya : Konsep Deming tentang Sistem Industri Modern. Pemahaman terhadap konsep dasar dari system produksi. Strategik Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manufaktur Pengenalan dengan Sistem Manufakturing Resources Planning (MRP). Konsep dasar Sistem KANBAN Sesi 6 Manajemen Permintaan Sebagai Tolak Ukur Implementasi Production Planning and Inventory Control (PPIC) : Pemahaman konsep dasar Manajemen Permintaan. Konsep dasar sistem peramalan dalam Manajemen Permintaan. Mempelajari beberapa teknik model-model peramalan dan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari setiap model peramalan tersebut. Sesi 7 Production Planning and Inventory Control (PPIC) & Memaksimalkan Sumber Daya yang ada : Memahami Hierarki Perencanaan Prioritas dan Perencanaan Kapasitas dalam Sistem Manufakturing. Konsep Dasar tentang Aktivitas Penjadwalan Produksi Induk.(Master Production Scheduling à MPS) Teknik Penyusunan MPS dan permsalahan yang sering terjadi. Sesi 8 Inventory Control Techniques dan Audit Persediaan : Memahami bagaimana mendesain, menghitung, menjalankan siklus dari kebutuhan yang spesifik dari costumer anda, untuk mengetahui berapa barang dari gudang yang harus dikeluarkan dan berapa persediaan yang ada di gudang Permasalahan yang sering terjadi adalah transit barang di gudang, yang mengakibatkan jumlahnya berkurang saat barang persediaan tersebut berada di luar gudang Dengan teknologi, arus perputaran barang tersebut dapat dipantau dengan akurat dan efisien sehingga dapat mengurangi kekeliruan. Workshop ini sangat tepat jika diikuti oleh Supply Chain Manager (dan Supervisor), Sales Manager, Finance Manager, Logistic Manager  dan Warehouse Manager, Departemen PPIC Facilitator Natar Adri Natar Adri berpengalaman di bidang Corporate Planning, Finance, Accounting, serta Office & Warehouse Management  sejak karir pertamanya selama 7 tahun di Djajanti Group dengan posisi terakhir sebagai Accounting Manager, keterlibatan Adri juga sebagai Financial Restrukturing saat Djajanti Group masuk ke dalam BPPN, kemudian melanjutkan karirnya di perbankan selama 2 tahun di HSBC sebagai Business Banking Officer Corporate Specialist. Adri juga terlibat sebagai Financial Specialist dalam pembuatan Master Plan dan Bisnis Plan untuk  BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), serta menguasai model implementasi 5S System dan Production Management. Adri memperoleh pasca sarjananya di bidang Manajemen dari Universitas Gadjah Mada. Beliau pernah turut serta mengembangkan sumber daya manusia dan membangun Departement Marketing Support & Training di Prudential BancBali. Natar Adri juga ikut membuat Master Plan & Business Plan, serta melakukan project promosi pariwisata untuk kawasan Sabang. Sebagai seorang konsultan, ia telah terlibat dalam berbagai proyek pengembangan keahlian SDM, antara lain pada topik-topik Accounting & Business Banking, Handling Customer & Complaints, Office & Filing Management, serta Financial Management  & Retirement Planning. Adri juga menulis buku dengan judul ”Solusi Cerdas Mengatasi Hutang dan Kredit” , “Investasi Mudah dan Murah” dan “80 Bisnis Sampingan Modal < 5Juta”

Material Handling Management

Objective Di dalam dunia industri, peran Warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Pengelolaan gudang yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola Warehouse serta perangkat alat angkat Forklift dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta pelatihan Material Handling Management akan belajar mengenai pentingnya  “ Material Handling Management ” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas keluar masuk barang, teknik yang tepat dalam penggunaan Forklift yang benar agar efektif dan terhindar dari kecelakaan kerja. Pelatihan Material Handling Management ini memberikan manfaat untuk karyawan yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Sasaran Pelatihan Sasaran Pelatihan Material Handling Management : Peserta pelatihan Material Handling Management memahami arti penting gudang dalam aliran supply chain dan pengelolaannya, sehingga potensi diri dalam pengelolaan pergudangan muncul. Peserta mampu melaksanakan Good Warehouse Practices di area kerjanya sehingga proses pergudangan menjadi efisien dan efektif. Mampu mendisai layout warehouse yang efektif dan efisien Mampu melakukan material handling dengan baik Melakukan penataan digudang dengan tertib dan teratur Dapat mengetahui keberadaan barang yang disimpan dengan sekilas  pandang mudah dicari dan mudah didapat Peserta pelatihan Material Handling Management mampu melakukan improvement di proses pergudangan sehingga kinerja meningkat menjadi lebih baik secara konsisten. Peserta pelatihan Material Handling Management mempu meningkatkan konsistensi service level, menjaga safety maupun keamanan produk. Mampu melakukan penenerimaan barang dari supplier dengan baik dari aspek Quality inspection Mampu mengoperasikan forklift dengan aman Memahami konsep distribusi barang dengan baik dan benar Agenda Pelatihan Agenda Pelatihan Material Handling Management : AGENDA PELATIHAN HARI KE 1 : 08.30 – 10.00                    Quality Assurance In The Warehouse 10.00 – 10.15                    Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                    Pengendalian proses pergudangan 12,00 – 13.00                    Makan Siang 12.00 – 14.45                     Teknik material handling 14.45 – 15.00                     Rehat Kopi / Teh 15.00 –  16.30                    Warehouse layout and stock location AGENDA PELATIHAN HARI KE. 2 : 08.30 – 10.00                     Teknik Mengoprasikan forklift 10.00 – 10.15                     Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                     Receiving Inspection                                          Menentukan safety stock, Cycle Count monitoring 12.00 – 13.00                     Makan Siang 13.00 – 14.45                     QHSE in the Warehouse 14.45 – 15.00                     Rehat Kopi / Teh 15.00 – 16.30                      andart Operating Prosedure Pada Proses Handling Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Maintenance Management

Objective Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem TPM. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan Perawatan Preventive, predictive, corrective peran Manager dan supervisor dalam mengerakan maintenance management  merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kegiatan perawatan pasti akan lebih murah disbanding dengan perbaikan, mesin boleh saja berhenti asalkan direncanakan jika mesin berhenti tidak direncanakan (Break down ) ini yang disebut dengan perbaikan akan beresiko kerugian yang sangat besar sehingga berdampak menggerogoti profit anda. Tugas perwatan seringkali semua dibebankan pada bagian Maintenance ini kesalahan yang fatal, Untuk  itu diperlukan pengelolaan manajemen yang terencana sebagai pimpinan Spv/Manager adalah pengerak perubahan TPM untuk menjalankan program dan membangun system secara terencana dan terukur serta mampu melibatkan partisipasi seluruh karyawan dan juga pimpinan dapatmen jabarkan sasaran target perusahaan  dari rencana strategy menjadi Aksi yang terukur untuk peningkatan berkelanjutan. Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, termasuk ketersediaan sparepart sebagai penunjang vital kegiatan perawatan karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Idealnya ketersediaan peralatan atau mesin (Availability) dapat beroperasi 100% dalam kondisi 100% full capacity dan menghasilakan kualitas produk 100% oke,  Untuk itu diperlukan perawatan, perbaikan dan penggantian suku cadang yang telah aus secara periodic. Total Productive Maintenance adalah hasil perpaduan antara preventive maintenance dengan total quality employee involvement. TPM bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang telah diterapkan diberbagai penjuru dunia. TPM merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi termasuk operator produksi, sasaran penerapan TPM adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE) Outline Program Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Manajemen pemberdayaan untuk kegiatan perawatan terencana Membangun komitmen bersama untuk implementasi TPM Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Sasaran Program Tujuan Akhir dari Implementasi Total Productive Maintenance for Manager / Supervisor bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Agenda Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus AGENDA HARI KE. 1 : 08.00 ~ 10.00          Maintenance & Asset Management 10.00 ~ 10.15          Coffe Breake 10.15 ~ 12.00          Maintenance Efficiently & Measurement 12.00 ~ 13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45          Maintenance Cost Analysis 14.45 ~ 15.00          Coffe Breake 15.00 ~ 16.30          Maintenance Planning & Scheduling AGENDA HARI KE. 2 : 8.00 ~ 10.00           Maintenance Standard & Preventive 10.00 ~ 10.15         Coffe Breake 10.15 ~ 12.00         Managing Spare Part & Stock Control 12.00 ~ 13.00         Isoma 13.00 ~ 14.45         Maintenance Performance Indicators 14.45 ~ 15.00         Maintenance Skills Development 14.45 ~ 15.00         Coffe Breake 15.00 ~ 16.30         Maintenance Skills Development Strategy Implementasi Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.