Latar Belakang Program Masih ditemui kenyataan-kenyataan yang terjadi yaitu : Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy – Perlu ditingkatkannya kesadaran personel Perusahaan bahwa pesawat telepon adalah media yang dapat memberi kesan baik buruknya citra sebuah Perusahaan terhadap pelanggannya Kesadaran bahwa setiap personel Perusahaan yang berbicara di telepon (telephone courtesy) adalah sebagai duta yang mewakili Perusahaan, perlu ditingkatkan, lebih-lebih dalam proses meningkatkan pelayanan, termasuk menangani keluhan pelanggan (yang dilakukan lewat telepon) Pengetahuan & keterampilan tentang tehnik serta tata-cara dalam menerapkan sikap sopan-santun dalam berbicara di telepon (telephone courtesy), masih perlu ditingkatkan. Sasaran Program Setelah selesai mengikuti Program Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy para peserta akan memiliki : Kesadaran bahwa setiap mereka berbicara di telepon (telephone courtesy), mereka mewakili Perusahaan di mana mereka bekerja, dan akan memberi warna tentang mutu pelayanan yang diberikan Perusahaan kepada pelanggannya Memiliki pengetahuan & keterampilan tentang tehnik Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy, baik sebagai penerima panggilan (Customer Service), maupun yang melakukan panggilan, dengan menerapkan cara-cara yang berlaku secara global Memiliki kemampuan dalam menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) lewat telepon (telephone courtesy) dengan menerapkan tata-cara dan sopan-santun dalam bertelepon. Outine Materi Menelusuri data statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” Bagaimana membentuk Paradigma Melayani Pengertian Harapan Pelanggan yang dikaitkan dengan Kepuasan Pelanggan Hal-hal mendasar yang menjadi Harapan Pelanggan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Contoh kalimat yang digunakan dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Data statistik mengapa Pelanggan lari Sikap bertelepon yang tidak berorientasi pada pelayanan Pelanggan Sikap dan tata-cara bertelepon dengan Pelanggan atau orang yang dihargai Bagaimana harus bertelepon jika Anda seorang Executive Peran Telephone Operator dalam memberi pelayanan telepon kepada Pelanggan Call Center sebagai ujung tombak pelayanan Pelanggan lewat telepon Prosedur penanganan keluhan Pelanggan melalui telepon Tehnik menangani keluhan Pelanggan dengan Metode LAER Peran Call Center dan Bagian terkait dalam menindaklanjuti keluhan Pelanggan Tata-cara menggunakn handset Bagaimana mempersiapkan diri dalam menangani panggilan telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menerima telepon Tata-cara menanyakan identitas dan nomor telepon penelepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menerima telepon untuk orang lain (yang tidak berada di tempat) (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menanyakan keperluan penelepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara mengambil, menyampaikan, serta menindaklanjuti pesan telepon Tata-cara melakukan panggilan telepon (ke luar) (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menghentikan (sejenak) pembicaraan telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara mengakhiri pembicaraan telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Peserta Target Peserta Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Telephone Operator, Customer Service, Call Center, Receptionist, Sekretaris, atau siapa saja yang memiliki pesawat telepon “pribadi” di atas meja kerjanya, lebih-lebih personel yang bertugas menerima dan memberi informasi kepada pelanggan (telephone courtesy), baik dalam meningkatkan pelayanan maupun dalam menangani keluhan Jangka Waktu Pelatihan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy akan dilaksanakan 2 (dua) hari @ 7 (tujuh) jam efektif per hari, atau 14 (empatbelas) jam efektif Metode Pelatihan Metode Pelatihan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Menerangkan tata-cara melayani pelanggan melalui telepon (telephone courtesy), termasuk tehnik menangani keluhan serta tata-cara mengguakan telepon, diikuti oleh contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta untuk laihan / praktek melakukannya sesuai dengan contoh yang diberikan. Persyaratan Peserta Persyaratan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Semua peserta Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Facilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta, – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan Melia Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain : Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management (AIM), Manila, Philippines Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta. Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan kepada para Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public)