Sales & Marketing Training

Sales Clinic Program

Definisi Bahwa Sales Leader (Sales Manager/Sales Supervisor/Agency Manager/Unit Managaer), bertanggung jawab dalam mengembangkan K.A.S.H Tim-nya (Sales People,Sales Representative atau Life Insurance Agent ) melalui fungsi/tugas/tanggung jawab yang dimilikinya termasuk didalamnya salah satu fungsi pelatihan/training yang kita kenal dengan nama Sales Clinic. Atas dasar tersebut, maka dirasa perlu workshop Sales Clinic ini untuk diikuti oleh setiap Sales Leader untuk menjadi sarana belajar dan pembelajaran serta untuk mendapat pengalaman bagaimana memahami dan menerapkan Sales Clinic tersebut. Sasaran Pelatihan Bahwa dengan mengikuti program ini, seorang Sales Leader dapat mengenal, memahami serta melakukan fungsi training-nya khususnya Sales Clinic dengan benar, baik dan efektif. Dengan demikian Tim-nya yang memerlukan perbaikan dan peningkatan “Selling Skill-nya” dapat di “terapi” dengan baik. Outline Materi Latar Belakang Tujuan Program Definisi & Jenis2 Pelatihan Definisi, Tujuan dan Manfaat Sales Clinic Mendiagnosis Kebutuhan Sales Clinic untuk Tim, dengan alat bantu : Fish Bone Analysis Diagram Kamera “Apel Busuk” Kamera “Skala 1-5” Workshop : Latihan Melakukan Diagnosis Presentasi Peserta Diskusi Persiapan Melakukan Sales Clinic ( PESOS Formula ) Workshop : VCD Presentation Role Play (melaksanakan Sales Cinic) Diskusi Evaluasi Pelatihan & Tindak Lanjut Penutup : Action Plan Feed Back Peserta Sales Manager, Agency Manager, Unit Manager, Sales Supervisor dan Training Manager Durasi 2 (dua ) hari @ 7 jam efektif perhari Metode Pelatihan Edutainment (Musik, Film, Lecture, Discuss, Role play & Presentation) Facilitator Felix E. Simatupang, SE, CLI Pengalaman sebagai : Instructor di Sewu New York Life ( 3 tahun) Branch Manager di Sewu New York Life ( 3 tahun ) Training Supervisor di Astra CMG Life ( 5 tahun ) Call Center Head di Astra CMG Life ( 1 tahun ) Senior Executive Sales Trainer di Commonwealth Life ( 10 tahun ) Trainer, Facilitator & Motivator di FESIMA – Training & People Development ( 1 tahun)

Training Professional Personal Selling

Latar Belakang Training Professional Personal Selling Apapun jenis dan merek produk yang kita jual, yang harus kita hadapi dan kita pengaruhi adalah manusia.  Mereka dikenal dengan sebutan pelanggan atau calon pelanggan.  Tapi, apanya dari pelanggan yang harus kita perhatikan dan kita pengaruhi?! 

Presentation Skills

Deskripsi Salah satu kunci sukses Karyawan dari fungsi apapun dan dari level apapun baik Staff, Supervisor, Manager adalah mampu menyampaikan Idenya ataupun Laporannya dengan baik dan mampu mempengaruhi Pengambil Keputusan untuk setuju dengan apa yang disampaikannya tsb. Namun kenyataannya masih banyak Para Karyawan tsb yang masih kurang mampu dalam mempresentasikan  Ide maupun Laporannya, baik dari bentuk presentasinya/laporannya, teknik penyampaiannya, Posturnya, Gesturnya dan sebagainya yang pada akhirnya mengakibatkan gagalnya Presentasi tsb.  Training Presentasi Skills ini didesain untuk kepentingan Presentasi Internal atau Ekstenal/Cilent.  . Dengan mengikuti Program Training Presentation Skills ini diharapkan segala permasalahan dalam hal Kemampuan Presentasi  Karyawan terjawab. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Presentation Skills ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyadari tanggung jawab peran dalam memberikan pelayanan yang prima Mengasah ketrampilan untuk memahami dan menanggapi kebutuhan pelanggan. Mengembangkan keterampilan pelayanan  untuk meningkatkan hubungan profesional dengan customers Meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada pelanggan. Mengasah ketrampilan  komunikasi yang efektif agar bisa memberikan solusi pemecahan masalah Memberikan kemampuan untuk untuk menyusun Survey Kepuasan Customer Memberikan kemampuan untuk melakukan mengukur  Kepuasan Customer dan Improvement yang tepat. Menyadari pentinganya membangun sikap positif agar dapat membina hubungan efektif dengan pelanggan Metode Pelatihan Training Presentation Skills dilaksanakan dengan metode: Self Learning Social Learning Practical Learning Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Presentation Skills adalah : Introductions Your Experience Planning Presentations 5W + 1H Presentation Type Method Preparing Presentations Personal Notes Visuals Handouts Practicing Presentations Feeling Nervous Practice : Room, Everything, Technology Focus on Your Goal Audience Becoming Confident Delivering Presentations Word, Voice, Body Language Turn yourself on Make a strong start Show your passion Dealing with Questions Closing Presentations Key Message Group Presentations Feedback Group Learning plan and areas development Individual Presentations Feedback Personal learning plan and areas for development Evaluation and wrap up Facilitator Ir. Renardhy H. Lumelle, Mkom Sepanjang karirnya sarat dengan dunia Pendidikan dan Pelatihan (Education & Training). Lebihdari 9 tahun memimpin (Direktur) berbagai Lembaga Pelatihan. Lebihdari 7 tahunsebagai  Kepala  Divisi  (General Manager) Pelatihan dan Perpustakaan   (Kepala    Pusat   Pelatihan Indomobil   Group) di PT. Indomobil     Sukses  Internasional Tbk. Lebih dari 2 tahun sebagaiKepalaDivisi  Marketing Research & Analysis (Indomobil Group) di   PT    Indomobil Sukses Internasional Tbk., Jakarta Hampir 8 tahun SebagaiKepalaDivisiIndomobil For You (Customer Relation) di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Nissan) Topik Training lainnya Beliau bawakan meliputi bidang : Selling Customer Service & Customer Satisfaction (Training, System, Survey) Communication Skill Personal Development Basic Supervisory Leadership. Team Building. Time Management Conflict Management NegotiationSkill Training Within Industry How to Handle Difficult People Dll

Training Preparing Business Plan

Deskripsi Kursus ini dirancang untuk siapa saja yang telah ditugaskan dengan tanggung jawab memberikan hasil keuangan terhadap anggaran. Apakah Anda seorang manajer, supervisor atau pemilik usaha. Dengan mengikuti program pengembangan ini peserta akan belajar lebih dalam lagi  bagaimana mempersiapkan, memahami dan mengevaluasi sebuah “Business Plan” yang professional, sasaran anggaran yang dijelaskan pencampaiannya dan yang paling penting lagi adalah menyiapkan strategi pemasaran yang handal sehingga semua ini bias terjadi atau paling tidak mendekati sasaran. Peserta Program pegembangan ini adalah para Professional pemasaran dan penjualan,pemilik usaha, tim pengembangan usaha, senior manager,manager unit usaha, konsultan strategi, dan manajer proyek. Hal ini ditujukan untuk siapa saja yang ingin mengembangkan peran yang lebih strategis dalam organisasi mereka, dan mengambil pendekatan yang lebih terpadu untuk fungsi pemasaran. Facilitator Team Trainer Value Consult

Training Persuasive Marketing

Latar Belakang Training Persuasive Marketing – Persaingan bisnis yang sangat kompetitif menuntut peran marketer yang hebat dan tangguh. Kehebatan dan ketangguhan tidak semata – mata atas penguasaan ilmu marketing secara umum dan product konwledge tetapi juga pemahaman atas aspek psikologis pasar.

Perpajakan untuk Marketing

Perpajakan untuk Marketing salah satu tujuannya adalah peserta dapat mengetahui dan memahami peraturan-peraturan terbaru terkit dengan program-program penjualan yang menguntungkan secara perpajakan sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan menghemat pajak. Deskripsi Istilah customer satisfaction berlaku di semua departemen, bukan hanya marketing kepada pelanggan tetapi semua departmen terkait juga merupakan customer yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Ketidak lengkapan dokumen pendukung atau perjanjian yang rancu serta program sales yang tidak menguntungkan secara pajak juga akan merugikan perusahaan. Sering terjadi bagian Accounting dengan bagian Marketing ribut karena banyak dokumen yang tidak memenuhi syarat secara perpajakan. (Perpajakan untuk Marketing) Contoh pemberian potongan penjualan yang tidak tertulis di faktur pajak akan berakibat kewajiban pemotongan PPh pasal 23, atau istilah yang salah juga akan berakibat pemotongan pajak yang salah juga, sehingga seorang marketing juga harus memahami perpajakan tentang hal hal yang berhubungan dengan aktifitas sebagai sales. Contohnya aturan perpajakan tentang Insentif, bonus, diskon, retur,komisi, faktur pajak, uang muka, diskon rabat, biaya entertaint, biaya promosi, perjalanan dinas, PPN, biaya angkut, sewa kendaraan, penjualan lokal dan export, marketing fee. (Perpajakan untuk Marketing) Sasaran Pelatihan Peserta memahami tentang selayang pandang perpajakan baik pajak daerah dan pajak pusat. Peserta dapat mengetahui dan memahami peraturan-peraturan terbaru terkit dengan program-program penjualan yang menguntungkan secara perpajakan sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan menghemat pajak. (Perpajakan untuk Marketing) Peserta mampu melaksanakan tax planning atas semua transaksi yang berhubungan dengan aktivitas penjualan . (Perpajakan untuk Marketing) Outline Materi Peserta memahami tentang selayang pandang perpajakan baik pajak daerah dan pajak pusat. Peserta dapat mengetahui dan memahami peraturan-peraturan terbaru terkit dengan program-program penjualan yang menguntungkan secara perpajakan sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan menghemat pajak. (Perpajakan untuk Marketing) Peserta mampu melaksanakan tax planning atas semua transaksi yang berhubungan dengan aktivitas penjualan . (Perpajakan untuk Marketing) Metode Pelatihan Pelatihan ini disampaikan dengan penggunaan metode pemaparan, Diskusi, tanya jawab, dan studi kasus. Facilitator M. Zeti Arina, MM,BKP Adalah pendiri Artha Raya Consultant, sebuah konsultan yang bervisi menjadi konsultan pajak kelas dunia. Saat ini Artha Raya Consultant mempunyai 3 (tiga) kantor yaitu di Surabaya, Jakarta dan Banyuwangi, untuk  lebih detailnya bisa dilihat di webnya : www.artharayaconsult.com Beliau adalah konsultan pajak terdaftar bersertifkasi Brevet C dengan kewenangan memberikan konsultasi sampai dengan perusahaan multinasional, bahkan boleh dibilang spesialisasinya lebih banyak di perusahaan asing.  Beliau juga pemegang ijin Konsultan Kepabeanan dan pemegang ijin Kuasa Hukum Pengadilan Pajak untuk Sengketa Perpajakan maupun Kepabeanan. Gelar Magister Management diperoleh dari  Universitas Airlangga, Kuliah S-3 nya tertunda karena saai ini harus segera menyelesaikan kuliah S-1 Hukum untuk melengkapi pengetahuannya selain perpajakan, akuntansi, audit, kepabeanan dan keuangan. Sebagai praktisi yang cukup padat jadwalnya masih berusaha menyempatkan diri untuk mengajar di Universitas Airlangga, memberi kuliah tamu di berbagai Universitas, mengajar Brevet maupun mengasuh rubrik konsultasi di tabloid. Beliau juga aktif sebagai pembicara seminar di berbagai forum. Judul Buku Karangannya : Student Enterprise Kini, World Class Company Kemudian,yang ditulis bersama rekannya Iman Supriono dan Niken Hapsari. Kunsultan Pajak = Pencuri Pajak ? (Panduan Untuk Menjadi Klien Yang cerdas dan Mengetahui Seluk Beluk Konsultan Pajak)

Mind Gold Strategy for Sales

Definisi Memenangkan sebuah wawancara penjualan dan presentasi bisnis merupakan langkah awal yang sangat berarti untuk mendapatkan pembelian dan kontrak bisnis. Sering kali kita temui bahwa banyak penjual mempersiapkan materi – materi percakapan yang ditujukan untuk menjawab sebuah pertanyaan “Saya akan ngomong apa yah, jika nanti bertemu dengan customer ?” Itu baru awalnya, bagaimana dengan bagian tengah dan akhir sebuah wawancara atau presentasi penjualan yang effektif dan 90% berhasil ? Workshop ini akan mengungkap misteri – misteri dibelakang kisah – kisah sukses para sales person tingkat dunia. Apa saja yang mereka persiapkan ? Apa saja yang mereka tanyakan ?Apa saja service yang telah mereka persiapkan ? dan yang tidak kalah pentingnya adalah Apa yang selalu mereka pikirkan ? Outline Materi Strategy berpikiruntuk menemukan ide yang spontan Berbicara sesuai dengan “selera” customer, dan tidak mudah ditolak Memadukan bahasa tubuh dan tehnik bicara secara sadarmaupun bawah sadar Menggunakan penolakan sebagai kunci penjualan Menemukan kunci sukses dan kenikmatan saat melakukan wawancara penjualan Metode Pelatihan Workbook, case studi, role play, discussion and materi presentation Facilitator Stephanus Rudi Ok Stephanus Rudi Ok adalah seorang inspirational speaker, yang telah memberikan training, seminar dan counseling dalam bidang internal power yang diaplikasikan pada dunia kerja, bisnis, keuangan, komunikasi, hubungan keluarga dan organisasi Belajar Neuro Linguistic Programming (pemrograman bahasa syaraf) danCertified by National Federation of NLP USA. Dimana NLP menjadi suatu “jembatan” yang sangat fleksibel dalam menemukan pesan-pesan bawah sadar dari diri sendiri maupun mereka yang terlibat dalam komunikasi aktif dengan orang lain Belajar secara aktif mengenai perencanaandanpengelolaan keuangan keluarga saat berkarir di beberapa perusahaan Jasa Keuangan Asuransi Jiwa, baik perusahaan lokal maupun joint venture sampai dengan saat ini,  sebagai Vice President Business Partner di Sinarmas MSIG Life Indonesia. Mengembangkan jaringan distribusi pemasaran produk-produk keuangan dan membangun sales force kearah perencana keuangan.

Training Merchandising Principles

Training Merchandising Principles salah satu tujuannya adalah agar memiliki pemahaman dan kesadaran akan perannya  sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pasar dan berusaha memperoleh lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk yang dijual di outlet. Definisi Sebagian besar shopper mengambil keputusan untuk membeli setelah berada di outlet, karena ia tertarik untuk membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan untuk dibeli. (Merchandising Principles) Tertarik untuk membeli hanya akan muncul bila produk ditata rapi, bisa dilihat dan dijangkau  (visible dan accessible oleh pembeli) Guna membuat konsumen tertarik dan memutuskan untuk membeli maka Sales Person wajib memiliki  pengetahuan & keterampilan tentang tehnik menata dan menampilkan produk di outlet,  baik di Traditional Channel maupun di Modern Channel. (Merchandising Principles) Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti program ini para peserta akan : Memiliki pemahaman dan kesadaran akan perannya  sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pasar dan berusaha memperoleh lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk yang dijual di outlet. (Merchandising Principles) Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana meletakkan, memajang serta menata peoduk di outlet (baik di Traditional Trade maupun di Modern Trade, yang mudah dilihat dan dijangkau oleh pembeli).(Merchandising Principles) Outline Materi Pengertian Merchandising sebagai In-Outlet Execution Mengapa dan untuk apa Merchandising diperlukan Pengertian istilah “Impulse Purchase” Mengenal Perilaku Shopper dalam proses membeli barang dewasa ini Memahami konsep L2P3 sebagai Prinsip Dasar Merchandising Standar Persediaan Produk di outlet sebagai salah satu P dari L2P3 Hubungan antara ketersediaan produk di outlet dengan Merchandising Bagaimana memelihara ketersediaan produk  di outlet Peran Sales Team Leader dalam membuat tersedianya stok yang cukup di outlet Menawarkan stok yang cukup dengan “Making Order” Mengenal Jenis-jenis Display di Modern Channel dan di Traditional Store Mengenal Jenis-jenis Peralatan Display serta fungsinya Mengenal Jenis-jenis material promosi (POP Material) serta fungsinya Fungsi Interruptor, Persuader, dan Reminder di Traditional Store Standar penyajian produk menurut  merk (Brand Order) Apa yang dimaksud dengan Brand Facing dan Standar penerapannya Standar penyajian produk menurut kemasan (Package Order) Cara menata produk di peralatan display Dg system Vertical Block & Single Brand Apa yang dimaksud dengan Point Of Engagement (POE) Standar lokasi penempatan Merchandising Equipments di outlet Standar lokasi penempatan POP Materials di outlet Bagaimana meyakinkan Customer tentang Profit Story Display Bagaimana tehnik melakukan edukasi tentang Merchandising kepada Customer Bagaimana jika Customer menolak penempatan peralatan Display.(Merchandising Principles) Tehnik mengatasi penolakan Customer  dengan metode LAER Process. (Merchandising Principles) Proses step by step dalam membangun Display.(Merchandising Principles) Standar pemeliharaan, terutama untuk Cold Drink Equipment. (Merchandising Principles) Sasaran Pelatihan Sales & Distribution Team, sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan dan penampilan produk di outlet Metode Pelatihan Memberi penjelasan atau  menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang meliputi antara lain : Role Play melakukan “Making Order” Latihan pengenalan pada Produk, POP Material dan Peralatan Display Latihan menunjuk lokasi Display yang tepat di outlet Praktek menata produk sesuai Brand Order, Brand Facing, & Package Order Role Play menawarkan Display kepada Customer dengan Profit Story Role Play tehnik Mengatasi Penolakan Customer  dg LAER  Process Latihan membangun Display  (bila memungkinkan dan dianggap perlu) Durasi Pelatihan Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihan  dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program) Sebagian besar waktu digunakan untuk  Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Facilitator

Menghadapi Kredit Bermasalah

Piutang dalam bisnis yang tidak dapat ditagih menjadi gangguan bagi perputaran arus kas (cash flow) organisasi (perusahaan), karena menjadi suatu beban biaya yang tidak diperhitungkan serta menambah biaya operasional yang harus dibayar oleh organisasi.

Marketing Research for Managers

Iklim persaingan bisnis yang cukup menggairahkan seperti saat ini, sungguh memerlukan sebuah perhatian yang intensif dari para pemegang kebijakan di perusahaan. Proses penetapan strategi bisnis oleh perusahaan, diawali oleh serangkaian proses yang panjang dan berkelanjutan, termasuk didalamnya aktivitas riset. Dengan aktivitas riset, para manajer dapat dengan cepat, tepat, dan akurat untuk memperoleh informasi awal mengenai bidang yang digelutinya, antara lain seperti penilaian kinerja karyawan, kepuasan konsumen, kualitas layanan, hubungan relasional dengan mitra kerja, kinerja merek, dan lain-lain.

Marketing For Non Marketer

Melalui workshop : ”Marketing for non Marketer” diharapkan tenaga kerja (level manajerial) yang termasuk kelompok non Marketer, dapat memahami konsep pemasaran praktis yang bersifat utuh agar dapat mengimbangi dan menyelaraskan langkah usaha dengan para marketer di perusahaannya.  Melalui pemahaman ini, diharapkan tenaga non Marketer, dapat melengkapi dan menyempurnakan usaha pemenuhan kepentingan pasar/pelanggan agar loyalitas pelanggan dapat diciptakan, dihimpun, dan dipelihara demi kemajuan dan perkembangan perusahaan. Workshop yang bersifat praktis dan utuh dalam bidang pemasaran ini, dapat dijadikan sebagai pedoman arah dan pedoman tindakan dalam pengembangan perusahaan melalui peningkatan penguasaan bagian pasar.  Apapun jenis dan atau merek produk yang kita pasarkan dan kita jual yang harus kita pengaruhi adalah manusia. Perubahan sikap dan tingkah laku pasar/pelanggan, merupakan dasar pendekatan materi workshop ”Marketing for non Marketer” ini.  Karenanya, workshop ini masih tetap layak diikuti oleh para marketer itu sendiri. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Marketing For Non Marketer adalah : Dasar orientasi bisnis dan pengembangan produk Pengertian bisnis, pasar, dan pemasaran Memahami tujuan pasar dan atau pelanggan Lima tingkat tujuan pasar/pelanggan Tujuan pasar/pelanggan melahirkan kepentingan Lima tingkat kepentingan pasar Ciri dan sifat kepentingan pasar/pelanggan Kepentingan pasar/pelanggan sebagai medan garap pemasaran Aspek berpengaruh terhadap pembuatan keputusan paar Thinking – Feeling – Processing dan Kegiatan Pemasaran Strategi pemasaran (Segmenting – Targeting – Positioning) Taktik pemasaran (diferensiasi – bauran pemasaran) Nilai-nilai produk bagi pasar/pelanggan Facilitator Moh. Husni, Psi. Lulusan Psikologi Universiatas Padjajaran ini setelah menempuh karir dalam area marketing dan sales sampai posisi senior manajer, maka serius menggeluti dunia training sejak tahun 90-an.  Dari pengalaman profesional, entrepreneur dan trainer, beliua dikenal sebagai trainer dengan pendekatan yang khas dan menarik dalam meberikan berbagai training soft skil pada puluhan Perusahaan besar dan menengah yang menjadi kliennya.  Terus meng update diri dengan berbagai materi training for trainer, antara lain NLP for Trainer, Hypnosis dan lain-lain, memastikan updating beliau dalam area profesinya sebagai Trainer yang menjadi profesi utamanya.

Managing Your Sales & Distribution activities

LATAR BELAKANG PROGRAM Sebagai Komandan Lapangan (Field Commander) atau Manager lini pertama, seorang Sales Supervisor wajib memiliki kemampuan dalam menerjemahkan Program yang telah dirancang oleh Management ke dalam bentu Petunjuk Pelaksanaan Tugas yang praktis di lapangan Sebagai seorang yang memperoleh hasil melalui orang lain, maka keterampilan Interaksi & Komunikasi merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang Sales Supervisor dalam memimpin pengembangan pasar bersama Team Penjualannya Masih ada ditemui Sales Supervisor dalam mengerjakan tugas sehari-hari masih banyak mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Salesman. Pekerjaan utamanya sebagai Supervisor yang harus membuat Perencanaan, Petunjuk Pelaksanaan Tugas, Pendelegasian, Bimbingan & Dorongan, Monitoring & Evaluasi, serta Pengembangan Kinerja bawahan tidak sepenuhnya dilakukan.

Managing Trade Mark Portofolio

Merk adalah sebuah nama, lambang, tanda istilah, desain atau kombinasi terhadap suatu produk yang beredar di pasaran dan dipergunakan oleh pelanggan (konsumen), yang memerlukan perlindungan karena memiliki peran, untuk menyederhanakan penanganan dan penulusuran produk, membantu mengatur catatan persediaan dan perlindungan hukum kepada perusahaan.

Leading & Coaching Your Sales Team

Leading & Coaching Your Sales Team – Mendorong agar tim sales kita bisa selalu mencapai target yang kita harapkan bukanlah perkara mudah.  Terlalu memaksakan pendekatan target dan otoritas akan membuat mereka cepat merasa ‘burn out’ sehingga tidak tertarik lagi berada di bawah kepemimpinan kita.  Sementara itu, pendekatan memahami dan memotivasi, kadang dianggap terlalu ‘lembek’ karena memudahkan staf kita memberikan ‘excuse’ terhadap rendahnya pencapaiannya selama ini.

Kupas tuntas Customer Satisfaction dan Loyalty

Kupas tuntas Customer Satisfaction dan Loyalty mempelajari  mengenai bagaimana memahami karakter diri sendiri, bagaimana memahami karakater konsumen dan 10 perilaku konsumen Indonesia, bagaimana hubungan ekspektasi dengan kepuasan pelanggan dan hal lainnya terkait Customer Satisfaction dan Loyalty. Deskripsi Kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction & Loyalty) dapat memberikan beberapa manfaat, hubungan antara perusahaan, para pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik untuk pembelian kembali, dapat mendorong pelanggan yang loyalitas pelanggan, menumbuhkan kesediaan pelanggan untuk membeli dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan layanan yang diterima. (Customer Satisfaction & Loyalty) Oleh karena itu di tengah persaingan yang membutuhkan ketat ini diperlukan untuk membina hubungan yang baik antara penyedia layanan, pelanggan, sehingga terjalinnya kemitraan jangka panjang dengan pelanggan terus menerus dapat menghasilkan bisnis ulangan (bisnis yang berulang). Dengan upaya Kupas tuntas Customer Satisfaction & Loyalty ini diharapkan para pelanggan mendapat kepuasan sesuai dengan harapannya (Customer Satisfaction & Loyalty), bersedia membayar dengan harga yang telah ditentukan & memiliki komitmen komitmen terhadap perusahaan sehingga siap untuk menggunakan kembali di masa mendatang. Lalu bagaimana cara membuat kepuasaan pelanggan (Customer Satisfaction & Loyalty) ? Bagaimana mengukurnya? SOP apa yang harus dilakukan? Bagaimana membuat KPI untuk divisi servis? Ikuti workshop Kupas tuntas Customer Satisfaction & Loyalty ini yang sudah teruji berhasil memajukan banyak perusahaan servis di Indonesia dan Jepang. Outline Materi Materi pelatihan  yang akan membahas topik Kupas tuntas Kepuasan Pelanggan & Loyalitas adalah: Rencana: Mengapa kepuasan pelanggan penting? Lebih dari apa kepuasan pelanggan terhadap kinerja keuangan perusahaan Faktor-faktor penunjang kepuasan pelanggan. Memahami SOP yang ada dalam pelaksanaan kepuasaan pelanggan Melakukan: Memahami karakter diri sendiri Memahama karakater konsumen & 10 perilaku konsumen Indonesia Hubungan ekspektasi dengan kepuasan pelanggan Kiat berkomunikasi verbal dengan pelanggan Penggunaan Bahasa tubuh & pengaruhnya Studi Kasus – Praktik perusahaan terbaik yang berhasil melakukan Service Excellence. Apa yang bisa dipelajari dari mereka? Memeriksa: Mengukur kepuasan pelanggan melalui kuisioner ServQual Mengukur loyalitas pelanggan melalui Net Promoter Score Bertindak: Audit pelaksanaan kepuasan pelanggan yang dilakukan melalui PDCA Trouble Shooter. Apa yang bisa ditingkatkan lagi? Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro & tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan serta konsultasi khusus di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yaitu: Model Bisnis (termasuk Balanced Scorecard dan Peta Strategi) – Pengembangan Orang – Proses – Internalisasi Budaya, yang disambungkan ke Sistem Pilot Otomatis. Nuqul Group (Yordania) & Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan atau pemerintah. Dijawab Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja & BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Grup Tunas Ridean, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya), Acer (Jakarta), Infomedia, Sentul City. Ia juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA dan pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Bisnis Keluarga, kami membantu kesuksesan dan mentransformasikan perusahaan yang lebih profesional. Dengan cara membentuk Kepemimpinan yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Training Increasing Your Sales Throught Effective Selling

Definisi Increasing Your Sales Throught Effective Selling adalah Training Program yang didesain untuk Para Sales Person Pemula maupun yang sudah mempunyai Jam Terbang memadai.  Training program ini membahas secara lengkap hal-hal kemampuan yang harus dimiliki bagi seorang Sales Person.  Tidak hanya membahas tetapi juga dilatih kemampuan yang harus dimiliki tersebut.  Seringkali Sales Person pandai mendapatkan Prospect tetapi gagal di Closing Sales, atau gagal di Sales Presentation.  Sementara banyak Sales Person Pandai melakukan Sales Presentation tetapi tidak mempunyai Prospect.  Di Training Program ini semua kemampuan yang harus dimiliki seorang Sales Person dibahas tuntas dan dipraktekan. Sasaran Pelatihan Kemampuan mengelola Impian dan Perencanaan Kemampuan mendapatkan dan membuat jaringanProspect Kemapuan Sales Communication Kemampuan Maintenance Customer Penampilan Sales Person yang Profesional Outline Materi 3 points all Sales Person must know Sales Cycle Dream, Goal Setting & Action Plan Prospecting and Networking Power Sales Presentation Technique Closing Sales Presentation Success Secret “Sales Person” Delivery Follow Up Metode Pelatihan Self Learning Social Learning Practical Learning Facilitator Ir. Renardhy H. Lumelle, Mkom Sepanjang karirnya sarat dengan dunia Pendidikan dan Pelatihan (Education & Training) : Lebihdari 9 tahun memimpin (Direktur) berbagai Lembaga Pelatihan. Lebihdari 7 tahunsebagai  Kepala  Divisi  (General Manager) Pelatihan dan Perpustakaan   (Kepala    Pusat   Pelatihan Indomobil   Group) di PT. Indomobil     Sukses  Internasional Tbk. Lebih dari 2 tahun sebagaiKepalaDivisi  Marketing Research & Analysis (Indomobil Group) di   PT    Indomobil Sukses Internasional Tbk., Jakarta Hampir 8 tahun SebagaiKepalaDivisiIndomobil For You (Customer Relation) di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Nissan) Topik Training lainnya Beliau bawakan meliputi bidang : Selling Customer Service & Customer Satisfaction (Training, System, Survey) Communication Skill Personal Development Basic Supervisory Leadership. Team Building. Time Management Conflict Management NegotiationSkill Training Within Industry How to Handle Difficult People Dll

Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy

Latar Belakang Program Masih ditemui kenyataan-kenyataan yang terjadi yaitu : Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy –  Perlu ditingkatkannya kesadaran personel Perusahaan bahwa pesawat telepon adalah media yang dapat memberi kesan baik buruknya citra sebuah Perusahaan terhadap pelanggannya Kesadaran bahwa setiap personel Perusahaan yang berbicara di telepon (telephone courtesy) adalah sebagai duta yang mewakili Perusahaan, perlu ditingkatkan, lebih-lebih dalam proses meningkatkan pelayanan, termasuk menangani keluhan pelanggan (yang dilakukan lewat telepon) Pengetahuan & keterampilan tentang tehnik serta tata-cara dalam menerapkan sikap sopan-santun dalam berbicara di telepon (telephone courtesy), masih perlu ditingkatkan. Sasaran Program Setelah selesai mengikuti Program Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy para peserta akan memiliki : Kesadaran bahwa setiap mereka berbicara di telepon (telephone courtesy), mereka mewakili Perusahaan di mana mereka bekerja, dan akan memberi warna tentang mutu pelayanan yang diberikan Perusahaan kepada pelanggannya Memiliki pengetahuan & keterampilan tentang tehnik Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy, baik sebagai penerima panggilan (Customer Service), maupun yang melakukan panggilan, dengan menerapkan cara-cara yang berlaku secara global Memiliki kemampuan dalam menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) lewat telepon (telephone courtesy) dengan menerapkan tata-cara dan sopan-santun dalam bertelepon. Outine Materi Menelusuri data statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” Bagaimana membentuk Paradigma Melayani Pengertian Harapan Pelanggan yang dikaitkan dengan Kepuasan Pelanggan Hal-hal mendasar yang menjadi Harapan Pelanggan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Contoh kalimat yang digunakan dalam memberi pelayanan kepada Pelanggan Data statistik mengapa Pelanggan lari Sikap bertelepon yang tidak berorientasi pada pelayanan Pelanggan Sikap dan tata-cara bertelepon dengan Pelanggan atau orang yang dihargai Bagaimana harus bertelepon jika Anda seorang Executive Peran Telephone Operator dalam memberi pelayanan telepon kepada Pelanggan Call Center sebagai ujung tombak pelayanan Pelanggan lewat telepon Prosedur penanganan keluhan Pelanggan melalui telepon Tehnik menangani keluhan Pelanggan dengan Metode LAER Peran Call Center dan Bagian terkait dalam menindaklanjuti keluhan Pelanggan Tata-cara menggunakn handset Bagaimana mempersiapkan diri dalam menangani panggilan telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Sikap dan nada suara dalam berbicara di telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menerima telepon Tata-cara menanyakan identitas dan nomor telepon penelepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menerima telepon untuk orang lain (yang tidak berada di tempat) (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menanyakan keperluan penelepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara mengambil, menyampaikan, serta menindaklanjuti pesan telepon Tata-cara melakukan panggilan telepon (ke luar) (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara menghentikan (sejenak) pembicaraan telepon  (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Tata-cara mengakhiri pembicaraan telepon (Customer Service Thru Telephone Courtesy) Peserta Target Peserta Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Telephone Operator, Customer Service,  Call Center, Receptionist, Sekretaris, atau siapa saja yang memiliki pesawat telepon “pribadi” di atas meja kerjanya, lebih-lebih personel yang bertugas menerima dan memberi informasi kepada pelanggan (telephone courtesy), baik dalam meningkatkan pelayanan maupun dalam menangani keluhan Jangka Waktu Pelatihan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy akan dilaksanakan 2 (dua) hari @ 7 (tujuh) jam efektif per hari, atau 14 (empatbelas) jam efektif Metode Pelatihan Metode Pelatihan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Menerangkan tata-cara melayani pelanggan melalui telepon (telephone courtesy), termasuk tehnik menangani keluhan serta tata-cara mengguakan telepon, diikuti oleh contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta untuk laihan / praktek melakukannya sesuai dengan contoh yang diberikan. Persyaratan Peserta Persyaratan Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy : Semua peserta Improving Customer Service Thru Telephone Courtesy DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Facilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain :    Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta. Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public)

Pelatihan Integrated Marketing Communication

Salah satu tujuan Training Integrated Marketing Communication mempelajari bagaimana menentukan STP (Segmenting Targeting Positioning) produk-oproduk peserta pelatihan. Deskripsi Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan cara pemasaran dengan mangadaptasi perkembangan teknologi informasi. IMC harus disiapkan di mana fungsi komunikasi pemasaran dirancang, termasuk jenis media yang digunakan, berapa frekwensinya dan kapan waktu yang tepat menayangkannya. Manajemen IMC berfokus pada pengelolaan merek atau produk dan menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak lain yang mengarah ke Customer Relation Management (CRM). Bagaimana langkah-langkah menjadikan merek sukses? Ikutilah pelatihan Integrated Marketing Communication ini. Peserta Marketing/Sales Director/Manager, Group atau Product Manager/Specialist, Account Director/Manager, Marketing Services Manager, Public Relations Director/Manager, Brand Manger/Specialist, Communications Manager, Pimpinan Advertising/Research/Public Relations Agency. Outline Materi Pengertian IMC: Marketing Conventional versus Integrated Marketing Segmenting: Mengapa dan Bagaimana Grouping Customers dan Prospect Membuat Matrix Segmenting Targeting: Bagaimana menentukan sasaran Positioning dimulai dari manajemen Product Pelatihan menentukan STP (Segmenting Targeting Positioning) produk-oproduk peserta pelatihan Pelatihan menentukan Branding Product, Target Customers, Benefits, Pricing Policy dan Value Proposition Lebih mendalami Stragy Branding Dari Brand Perception hinggga membuat Perceptual Map Budgetting Strategy Brand Activation dan Brand Communication Strategy IMC, proses Branding yang kuat menuju Customer Relationship Management Monitoring and Evaluating your Brand(s) serta Success Stories Marketing Planning IMC Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si (Kode: Kom) Ludwig Suparmo: Menyelesaikan studi S 2 Manajemen Ilmu Komunikasi dalam waktu singkat dengan kelulusan cum laud setelah bekerja selama 30 tahun dimulai dari Sales Promotion Rep., menaiki jenjang Supervisor, Manajer Lapangan, Direktur Agency, hingga ke GM dan Konsultan di berbagai perusahaan ternama internasional maupun perusahaan  nasional.  Sejak 20 tahun lalu diundang menjadi pembicara/trainer dan memberi kuliah di berbagai institusi dan perusahaan ternama. Mendapat pelatihan dan pendidikan manajemen di Manila, Filipina dan London, UK.

How To Make A Great Sales Presentation & Negotiation Technique

Latar Belakang Banyak Tenaga Penjual pandai mendapatkan Prospect, tetapi selalu gagal dalam Sales Presentation. Training ini akan membekali Para Peserta dengan ide-ide praktis untuk menyampaikan Presentasi yang Efektif dan Impresif. Tetapi…… banyak pula Tenaga Penjual pandai mendapatkan Prospect dan pandai dalam Sales Presentation. Training, namun tidak mampu bernegosiasi dengan prospect apalagi melakukan penutupan penjualan (Sales Closing), bahkan tidak jarang terjadi sebaliknya ter-influence oleh Propect.  Training ini akan membekali Para Peserta dengan ide-ide praktis dalam menyampaikan Presentasi Penjualan dan bernegosiasi yang Efektif dan Impresif sehingga memperkuat kepercayaan Prospect terhadap Product yang ditawarkan dan  mampu menggiring Prospect untuk melakukan penutupan penjualan (Sales Closing) dengan efektif dan nyaman bagi bagi Customer. Tujuan Training Peserta setelah mengikuti Training ini : Mampu mempersiapkan Sales Presentasi dengan baik dan benar Mampu melakukan Presentasi dengan Efektif dan Impresif. Mampu meng-influence Prospect dengan baik Mampu membantu Prospect mengambil keputusan Pokok Bahasan : Before the Sales Visit à Preparation You Company Product Client Existing Competitor Future Competitor The Sales Visit 5 Tips You must do during Your Sales Visit. What type of ENTRY do you want to make ? Your Opening Statement 8 Steps to make Sales Presentation Sales Talk Barrier in Sales Communication After The Sales Visit WOW Follow – Through What is Negotiation ? Everyone in their every day is lives an Negotiator Why Negotiate ? Sales Negotiation Customer Attitude Why do you need Negotiation Skills ? Negotiating with Prospect and Customers ? (Before – During – After) Negotiation Principles Negotiation Outcomes Common Mistake to be Avoided in Negotiation. How to Overcome Objection ? Peserta : Sales Person Sales Head/Supervisor Sales Manager Agent Asuransi Owner Perusahaan Metode Training Self Learning Social Learning Practical Learning Facilitator Ir. Renardhy H. Lumelle, Mkom Sepanjang karirnya sarat dengan dunia Pendidikan dan Pelatihan (Education & Training) : Lebihdari 9 tahun memimpin (Direktur) berbagai Lembaga Pelatihan. Lebihdari 7 tahunsebagai  Kepala  Divisi  (General Manager) Pelatihan dan Perpustakaan   (Kepala    Pusat   Pelatihan Indomobil   Group) di PT. Indomobil     Sukses  Internasional Tbk. Lebih dari 2 tahun sebagaiKepalaDivisi  Marketing Research & Analysis (Indomobil Group) di   PT    Indomobil Sukses Internasional Tbk., Jakarta Hampir 8 tahun SebagaiKepalaDivisiIndomobil For You (Customer Relation) di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Nissan) Topik Training lainnya Beliau bawakan meliputi bidang : Selling Customer Service & Customer Satisfaction (Training, System, Survey) Communication Skill Personal Development Basic Supervisory Leadership. Team Building. Time Management Conflict Management NegotiationSkill Training Within Industry How to Handle Difficult People Dll