Training Series

Course Development Program

If your current or future duties require you to design training course, workshops and seminars, you need these two days of practical learning. Whether you are the department head senior trainer, course designer or instructor, this material will make your programs more alive and productive.

Training Course Developer Program

Training instructor is the front liner of a training department. His performance and impact represent the department’s quality. Yet, the quality of material an instructor deliver is actually on the hand of a group called ‘course developer’ Course developer do the business analysis, competency cascading, develop sequential competency development, resulted in training program. Sadly, not many company has capable people on doing this function.

Conducting Corporate Training Curriculum

Deskripsi Salah satu tugas penting dalam mengelola training di perusahaan adalah mengembangkan Kurikulum Training Perusahaan.  Training di Perusahaan pada satu sisi diharapkan bisa menyiapkan manusia ‘siap pakai’ di sisi lain diharapkan juga dapat mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan career path yang ada ataupun untuk kepentingan organisasi di masa mendatang. (Training Curriculum) Sebuah kurikulum training yang optimal di perusahaan dibuat bedasarkan kebutuhan strategis Perusahaan tersebut dan allign dengan career management, competency management, budaya perusahaan serta kebijakan-kebijakan dan sistem SDM lainnya yang dikembangkan di Perusahaan tersebut.  Sebuah kurikulum training yang baik akan menghindari duplikasi material yang ada sehingga akan menyebabkan budget training digunakan seoptimal mungkin. (Training Curriculum) Tentunya akan lebih mudah mengembangkan suatu kurikulum pelatihan apabila perusahaan tersebut telah mengembangkan manajemen kompetensi, namun di dalam pelatihan ini juga akan di share berbagai alternatif yang dapat ditempuh perusahaan bila manajemen kompetensi nya belum tersedia dengan baik. (Training Curriculum) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Conducting Corporate Training Curriculum ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memberikan overview mengenai tahapan membuat kurikulum training yang terintegrasi di suatu Perusahaan. (Training Curriculum) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Conducting Corporate Training Curriculum adalah : Understanding Training: The Process (Training Curriculum) Conducting Training Needs Analysis.(Training Curriculum) Training Evaluation: Measuring Training Impact. (Training Curriculum) ROI in Training. (Training Curriculum) Developing a Training Curriculum. (Training Curriculum) Rationale for the training Identify target audience Responsibilities/tasks of target audience Training objectives & outcome Knowledge & skills requirement Topic development Detailed session plan Review of training plan by expert Finalise training schedule Finalised training plan Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Comprehensive Training Management System for Training Officer

Salah satu tujuan Comprehensive Training Management System for Training Officer adalah mengenai pemahaman tentang peran training, dan arti dari sebuah training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya. Deskripsi Masih dijumpai adanya persepsi yang keliru tentang Training, di mana  keberhasilan Training diukur dari proses penyelenggaraan atau tercapainya target ‘mandays”, padahal indikator utama keberhasilan Training adalah jika terjadi perubahan cara kerja karyawan di tempat kerja. (Training Management System) Guna mengetahui adanya perubahan cara kerja di tempat kerja, maka monitoring & evaluasi di tempat kerja (setelah Training diberikan) mutlak perlu dilakukan secara berkesinambungan (Measuring Training Impact at work – MTI). (Training Management System) Kesadaran bahwa proses training yang efektif bermula dari bagaimana memilih program yang tepat untuk orang yang tepat (Training Needs Assessment – TNA).(Training Management System) Dua aspek utama yaitu Identifikasi Kebutuhan Training (TNA) dan Evaluasi Dampak Training di tempat kerja (MTI) merupakan inti dari proses Training Management, selain aspek aspek Penyelenggaraan, Rancangan Materi, dan Mengajarkan Materi.(Training Management System) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Management System for Training Officer ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pemahaman tentang peran training, dan arti dari sebuah training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Pengetahuan tentang cara memilih program yang tepat untuk orang yang tepat, yaitu pengetahuan & keterampilan tentang tehnik & metode  identifikasi dan analisa kebutuhan training (Training Needs Assessment) Pengetahuan tentang cara menerjemahkan hasil TNA ke dalam Perencanaan yang matang & realsitik, dan menerjemahkan Training Plan ke dalam Action Plan untuk Penyelenggaraan Program, termasuk pengetahuan & keterampilan tentang cara Merancang Materi Training.(Training Management System) Pengetahuan tentang berbagai Tehnik & Metode Memberi Training sesuai dengan jenis dan materi yang diberikan.(Training Management System) Mengenal hal-hal yang menjadi hambatan yang membuat tidak berhasilnya Program Training, dan bagaimana cara mengantisipasi dan mengatasinya.(Training Management System) Pengetahuan tentang cara Merancang System dan Mekanisme Monitoring & Evaluasi hasil Training di tempat kerja. (Training Management System) Target Peserta Pelatihan Comprehensive Training Management System for Training Officer ini ditujukan untuk para: Siapa saja baik langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan fungsi Learning & Development, baik sebagai Manager / Supervisor, termasuk  personel yang menangani kegiatan Training, seperi Training Manager / Training Coordinator / Training Officer Metode Pelatihan Training Management System for Training Officer dilaksanakan dengan metode: Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain : Membuat Training Matrix / Competency Based Training Membuat Action Plan sebagai pedoman penyelenggaraan Training Merancang Training Material Praktek melakukan INTRO dalam memberi Training Melakukan Evaluasi peserta selama training di kelas Membuat Key Indicator dan Standar (SOP) Merancang Rencana Pola Evaluasi di tempat kerja Outline Materi Materi yang akan dibahas adalah : Peran Training dalam Pengembanngan Sumber Daya Manusia Apa yang disebut Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss concept) tentang Training Pengertian, hakekat , dan sasaran utama dari Training Needs Assessment (TNA) Mengenal 3 jenis TNA Proses TNA yang berbasiskan Kompetensi, Kinerja, dan Program Bagaimana merancang Action Plan sebagai pedoman penyelenggaraan Training Bagaimana membuat Check List untuk proses penyelenggaraan Training Mengenal jenis-jenis bentuk ruangan dan peralatan Training Mengenal unsur-unsur yang termasuk katagori sebagai Training Material Standar Struktur Design dari sebuah Training Material Bagaimana merancang Training Material step by step Tehnik dan Metode Dasar dalam Memberi Training Penerapan Metode INTRO untuk merangsang peserta tertarik pada program sejak awal Sikap selama memberi Training serta tehnik  membuat peserta mudah mengerti i Tehnik mengajukan  dan menanggapi pertanyaan, jawaban,  dan komentar,   peserta Apa sebenarnya sasaran Akhir dari sebuah Training? Mengapa Training tidak berhasil Mengenal hambatan-hambatan penerapan hasil Training di tempat kerja Langkah-langkah yg perlu dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan Bagaimana merancang System & Mekanisme evaluasi hasil training Aspek-aspek yang perlu dievaluasi dalam proses Training Korelasi antara Training Mgr, Line Mgr, Trainer,dan Organizer, dlm system evaluasi System evaluasi di kelas dan system evaluasi di tempat kerja Monitoring & Evaluasi training di tempat kerja, pengertian dan sasaran Proses tahap demi tahap dalam melakukan evaluasi hasil training di tempat kerja Memahami arti Key Indicators dan Standards dalam melakukan Evaluasi Bagaimana merancang Pola Dasar Evaluasi On-The-Job Training sebagai salah tindak lanjut  hasil evaluasi Durasi Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,  atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,  dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihandan Praktek peserta (Lihat Agenda Program) Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint Agenda DAY 1 08.30 – 10.00 Sambutan Selamat Datang oleh Organizer Pendahuluan Program (Latar Belakang & Sasaran) Peran Training dalam Pengembanngan Sumber Daya Manusia Apa yang disebut Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss concept) tentang Training 10.15 – 12.00 Pengertian, hakekat , dan sasaran utama dari Training Needs Assessment (TNA) Mengenal 3 jenis TNA Proses TNA yang berbasiskan Kompetensi, Kinerja, dan Program Latihan 1 : Membuat Training Matrix Bagaimana menerjemahkan TNA ke dalam Perencanaan Training Bagaimana merancang Action Plan sebagai pedoman penyelenggaraan Training Bagaimana membuat Check List dalam proses penyelenggaraan Training 13.00 – 15.00 Mengenal jenis-jenis Peralatan Training serta cara menggunakannya Mengenal berbagai bentuk set up ruangan serta penggunaannya Latihan 2 : Membuat Action Plan untuk penyelenggaraan Training Mengenal unsur-unsur yang termasuk katagori sebagai Training Material Standar Struktur Design dari sebuah Training Material Bagaimana merancang Training Material step by step Latihan 3 : Merancang materi Training 15.15 – 17.00 Tehnik dan Metode Dasar dalam Memberi Training Penerapan Metode INTRO untuk merangsang peserta tertarik pada program sejak awal Latihan 4 : Praktek melakukan INTRO Sikap selama memberi Training serta Ttehnik  membuat peserta mudah menerima dan memahami materi DAY 2 08.30 – 10.00 Apa sebenarnya sasaran Akhir dari sebuah Training? Mengapa Training tidak berhasil Mengenal hambatan-hambatan penerapan hasil Training di tempat kerja Langkah-langkah yg perlu dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan Bagaimana merancang System & Mekanisme evaluasi hasil training

360 for Training Evaluation

Mengukur perubahan perilaku setelah training yang dilakukan merupakan hal yang penting dalam memastikan efektif tidaknya suatu rangkaian program training. Tidak hanya training-training yang bersifat pengembangan kepribadian, kemampuan manajerial, atau bahkan training yang bersifat skill teknis. Training 2 hari ini mengajak Anda untuk mempelajari implementasi metode 360-degree feedback untuk mengevaluasi perubahan perilaku pasca training. Implementasi tersebut terkait desain alat ukur, teknik pengukuran, dan analisa laporan. Tentunya implementasi ini akan dikaitkan dengan deskripsi master plan pengembangan SDM terkait.