Corporate Communication Training

Online Training : Business Communication

Online Training Business Communication mempelajari bagaimana caranya tekhnik presentasi di depan umum, bagaimana caranya membangun relasi dengan customer dan masih banyak lagi yang akan di pelajari di dalam Online Training Business Communication. Program Virtual Business Presentation (WFH series) Bagaimana menguasai teknik profesional dalam mempresentasikan ide anda kepada pihak internal dan eksternal perusahaan secara Virtual. (Business Communication) Virtual Selling (WFH series) Bagaimana menjual secara virtual dan membangun hubungan dengan pelanggan selama masa WFH.(Business Communication) Tujuan Kemampuan presentasi profesional.(Business Communication) Mempengaruhi Auidens / Pelanggan sekalipun via online.(Business Communication) Menyiapkan dukungan profesional saat Presentasi.(Business Communication) Membangun hubungan pelanggan.(Business Communication) presentasi penjualan jarak jauh yang profesional.(Business Communication) Jurus mengatasi komplain dan penolakan.(Business Communication) Outline Presentation Techniques on Cam Building Your Influence How to set up your Home Office Step to Building Relationship with Customer Virtual Selling Technique Handling objection and complaint Facilitator Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Mr. Agus Gunawan telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Mr. Agus Gunawan telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, PRESENTATION SKILLS, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi. 20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi. Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang management Teknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir. Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar. 20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Online Training : Professional communication

communication3

Dalam sesi Professional Communication ini kita akan mempelajari teknik mengenali karakter tim atau pelanggan anda dengan lebih cepat dan cara menyiapkan strategi yang efektif untuk membangun komunikasi yang profesional Benefit Apa yang akan kita dapatkan dalam pelatihan Professional communication ini : Pemimpin dengan “quick profiling” mampu mengenal karekter diri dan tim Mampu menyusun secara sistematis dan menggunakan strategi komunikasi yang efektif Praktek aplikasi strategi komunikasi sesuai masing-masing karakter Outline Materi Beberapa pebahasan yang akan kita kupas lebih dalam di dalam pelatihan Professional communication ini adalah : Knowing DISC Building Communication Strategy Quick profiling Method Peserta Para pimpinan perusahaan, HRD Manager, para manager yang menangani masalah penggajian Siapa saja yang berminat untuk menambah wawasan tentang teknik penggajian Facilitator Agus Gunawan Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Pembicara Professional communication ini telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Training : Professional communication) , Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional (Training : Professional communication), Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company (Training : Professional communication), SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Pembicara Professional communication ini telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, PRESENTATION SKILLS, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi.Professional communication 20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi dan Professional communication Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang management Teknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir. Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar. 20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Public Relations Officer (PRO) – Intermediate Program

Deskripsi Bagi mereka yang sudah mengetahui (sedikit berpengalaman) dalam tugas-tugas kehumasan; juga mereka yang baru lulus  (fresh graduates) Sarjana ilmu komunikasi atau ilmu jurnalisme ataupun ilmu-ilmu lainnya yang ingin mulai berkarier atau bahkan mremantapkan karier kerja di bidang kehumasan, Program PRO Intermediate ini akan memberikan kepuasan memperdalam ilmu, pengetahuan pilihannya dan langsung dapat mempaktekannya. Profesional kehumasan seperti PRO atau disebat juga Account Executive, Acoount Manager, ataupun Asisten Ahli ataupun Penata Ahli dalam bidang Kehumasan (Public Relations), perlu mendalami spesialisasi ketangkasan (skills) menuju profesionalisme. Studi kasus setiap spesialisasi yang dibahas dalam program pelatihan ini akan diperdalam, misalnya: Makna Informasi Teknologi dalam Cyber PR; bagaimana penanganan instansi pemerintah/partai dalam menangani komunikasi publik dalam topik  Government Relations, dan bahasan Public Opinion; studi kasus Investor Relations bagi perusahaan yang go public; studi kasus memajukan pemasaran melalui pranata kehumasan; pentingnya program CSR yang biasanya ditangani oleh ahli PR; tentu juga agar siap menghadapi isu dan krisis dalam penyampaiannya melalui Media Relations. Pokok Bahasan Intermediate PR Officer Program Cyber PR Government Relations Investor Relations Marketing PR Public Opinion and Political Communication Corporate Social Responsibility (CSR) Programs Issue & Crisis Communication Metodologi Pelatihan Interaktif. Dipentingkan konsentrasi bahasan menurut pilihan/minat peserta. Presentasi langsung dibahasa dalam forum tanya-jawab. Studi kasus dibedah. Peserta dapat mengajukan kasus kehumasan yang harus dihadapi atau kemungkina akan ditugaskan oleh atasan peserta. Lead Trainer: Drs. Ludwig Suparmo, M.Si; berpengalaman sebagai PR/Communications Trainer selama lebih dari 20 tahun sambil bekerja dan mendapat overseas training di UK, Philippines, Malaysia, Thailand dan Singapore. Berpengalaman sebagai Account Director di McCann Erickson Advertising & PR, Burson Marsteller, Fortune Indonesia Advertising & PR Agency, Indo Pacific Corporate Reputation Management. Menangani program-program Public Relatioons bagi perusahaan internasional maupun perushaan negara/instansi pemerintah juga banyak perusahaan nasional. Co Trainer: Praktisi dibidang spesialisasi masing-masing. Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si Ludwig Suparmo. Pelaku manajemen praktis, bekerja 56 tahun di berbagai industri Multi National Companies dan perusahaan nasional terkenal. Sambil bekerja menyelesaikan pendidikan Sarjana FISIP jurusan Adminstrasi Niaga, menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi dengan cum laud ketika berumur 60 tahun. Di undang oleh berbagai perusahaan/instansi pemerintah membagi ilmu dan pengalaman antara lain: Bank Indonesia Jawa Tengah, BPK Jawa Tengah, PELNI, dan beberapa instansi lain. Menjadi Lead Trainer di Value Consult Training & People Development, memberikan pelatihan yang diikuti oleh jajaran pimpinan dan senior maupun junior managers perusahaan BUMN dan Swata. Tiga kali dalam 4 tahun memberikan pelatihan dan simulasi komunikasi dalam Manjemen Krisis untuk perusahaan Fortune 500 yang memiliki 3 pabrik di DKI dan Jawa Barat. Memberikan presentasi sebagai dosen tamu beberapa kali di FISIP Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Univ. BINUS  dan London School of Public Relations. Mantan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi, Jakarta. Menulis beberapa penelitian kualitatif untuk berbagai Jurnal, termasuk Jurnal LIPI dan On-line Journal Pax Humana (UKSW). Buku Akademik dan Popular Science yang diterbitkan: Aspek  Ilmu Komunikasi dalam Public Relations (2011), Manajemen Krisis (2011), Manajemen Krisis, Isu, dan Risiko (2018), Manajemen Agar Tidak Stres (2018). Dalam proses editing buku Bunga Rampai Pengembangan Karakter – Acuan bagi Program Pemerintah Meningkatkan Kualitas SDM Bangsa (segera terbit di tahun 2019). Spesialisasi memberi pelatihan/seminar/workshop dalam Pengetahuan Praktis Ilmiah:  CSR/Community Development, Corporate Branding, Integrated Marketing Communication,  Crisis, Issues and Risks Management, Panic & Stress Management, Conflict Management, Compliance Management, Millenneal Generation Management,  dan facilitator: Business English.

Negotiation and Communication

Negotiation and Communication mempelajari mengenai pelayanan dalam kerja dan bisnis,mengenai mengapa kita bernegoisasi, apa saja tingkatan dalam negosiasi, dan hal lainnya terkait Negotiation and Communication. Deskripsi Negoisasi dan komunikasi sudah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari agar kita dapat bertahan, baik dalam bisnis maupun bidang kehidupan lainnya. Pelatihan ini akan membantu Anda mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri yang dibutuhkan agar berhasil melakukan negosiasi dalam berbagai situasi formal maupun nonformal. Ingatlah, negosiasi tidak hanya terbatas pada hubungan industrial atau kontrak bisnis. Apa yang Anda lakukan jika atasan tiba-tiba memutuskan untuk menambah beban kerja atau mengubah peran Anda dalam perusahaan tanpa berdiskusi terlebih dahulu? Bagaimana menghadapi salah satu anggota tim yang melemahkan kewenangan Anda dengan kepribadiannya yang dominan atau karismatik? Inti dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan dengan lawan negosiasi sehingga dapat mencapai tujuan. Negosiasi adalah usaha untuk mencapai kesepakatan dengan lawan negosiasi sehingga Anda bisa mencapai tujuan. Kita sering tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk bernegosiasi atau terlibat dalam proses tersebut sebelum sempat memikirkannya dengan matang. Ketika negosiasi terjadi kita sering merasa tidak puas. Kita berharap sebelumnya telah meluangkan perhatian dan waktu yang lebih banyak sehingga mencapai hasil yang memuaskan. Jika Anda mengikuti training ini dengan baik maka Anda akan mendapatkan hasil terbaik bagi diri sendiri dan juga pihak lain. Langkah-langkah tersebut akan membantu Anda mencapai hasil yang memuaskan semua pihak dan meningkatkan kualitas hubungan. Outline Materi Pelayanan dalam Kerja dan Bisnis Mengapa kita bernegoisasiTingkatan dalam Negosiasi : Pengalaman Praktek Negosiasi dalam berbagai situasi Memahami orang lain Mengenali harapan dan Kebutuhan Orang lain Relasi bisnis yang sulit didalam negosiasi Menciptakan pengalaman menyenangkan orang lain Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti  program ini  para  Perawat diharapkan akan memiliki kemampuan : Kemampuan bernegoisasi yang handal Memahami prinsip – prinsip negosiasi lobbying yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat Memiliki kemampuan menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi Mampu mengendalikan sikap dan emosi dalam bernegosiasi khususnya dalam situasi sulit. Mampu menangani berbagai situasi dalam berhubungan dengan orang lain baik didalam perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki kemampuan menghadapi “deadlock” Peserta Pelatihan Sales Manager, product Manager, Brand Manager, Marketing manager, Business Manager, Key Account Manager, Busines Unit Manager, Metode Pelatihan Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Facilitator Anwar Haliyanto, MM. Anwar Haliyanto,  salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Posisi  terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Marketing Reasearch adalah salah satu bidang yang selalu menjadi fokus perhatiannya semanjak di posisi Manajer sampai menduduki jajaran direksi karena hal ini merupakan kunci sukses strategy perusahaan Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan Trainer, dengan banyak memberikan pelatihan Marketing, Sales Manegement dan Product Development.

Community Development Organization

Objective CDO merupakan bentuk asli Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikenal sejak tahun 1980an. Proyek-proyek CDO dilaksanakan dilokasi perusahaan beroperasi; terutama di lakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang energi, pertambangan, kehutanan, maritim dan perkebunan. Namun perusahaan sepatu olah raga Amerika terkenal Nike, menganjurkan dan mendanai sebagian sebagai kemitraan berbagai proyek berbasis CDO. Pengalaman saya sebagai trainer CSR di tahun 2015 mendapat tugas memberikan pelatihan kepada beberapa manajer Indonesia yang bekerja di perusahaan investasi Korea berlokasi di Jawa Barat menyelenggarakan CDO (yang oleh perusahaan merupakan salah satu komponen CSR) dalam pengembangan pelatihan menjahit, termasuk menjahit sepatu bagi wanita-wanita pendududk di sekitar lokasi pabrik. Mereka yang lulus pelatihan dapat dipekerjakan sebagai tenaga out-sourching di pabrik Korea yang membuat sepatu Nike berlokasi dekat desa mereka. Tayangan TV “Kick Andi” di Metro TV beberapa kali mempersembahkan karakter mulia orang-orang Indonesia dalam pengabdian pemberdayaan masyarakt di daerah terpencil ataupun yang masih tertinggal (dalam segi ilmu pengetahuan dan sarana/prasarana), seperti tayangan suatu organisasi dipimpin seorang ibu membuka sekolah SD di NTT; seorang sarjana pertanian mendirikan LSM untuk bimbingan dan penyertaan kaum petani tradisionel yang merubah wawasan hanya dapat menggarap sawah mereka di musim hujan, dengan menggali waduk lokal sebagai tadah hujan, sehingga panen bisa dilakukan 2X setahun yang dulunya hanya sekali setahun; sosok yang ditayangkan itu menjadi pelopor penggerak petani di daerah terpencil di NTB, mendapat penghargaan dari organisasi dunia pemerhati pemberdayaan masyarakat terpencil dan tertinggal. Memang, ketentuan umum suatu proyek CDO harus dilaksanakan di lokasi yang mengalami underserved and desinvestment community, di mana masyarakat sekitar lokasi usaha perusahaan masih tertinggal dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Tujuan CDO yang mulia adalah mengangkat harakat dan kemakmuran masyarakat tertinggal tersebut dimana perusahaan besar (seperti PT Indonesia Power) bergerak untuk industri dan perkotaan dan mendapatkan hasil komersial. Outline Materi Political will dan commitment yang mantap dan kuat dari pucuk pimpinan Kesediaan dana cukup dan berkelanjutan (minimum 5 tahun) Sistem pengelolaan dan terutama “turunnya” dana harus profesional dengan sistem pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalah gunaan Rekrutmen proyek officer untuk CDO dilaksanakan seteliti mungkin, terutama pimpinan dan anggota CDO harus berwatak “pengabdian” dengan “leadership” tinggi; senang turun ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat tertinggal Penentuan proyek seperti apa harus dilakukan dalam sesi sumbang saran, kemudian gagasan-gagasan yang timbul di “matrix” untuk menentukan satu (hanya satu saja) proyek CDO yang akan dimulai CDO merupakan pengorganisasian manajemen profesional sehingga perlu menetapkan mitra kerja seperti Value Consult sejak pelatihan pertama dan berkelanjutan; karena perlu pelatihan leadership, negotiation skills serta ilmu komunikasi pedesaan dan kehumasan (Public Relations); untuk ini perlu dipersiapkan nota kesepakatan, MOU. Dalam kemitraan dengan Value Consult, profesional yang ditugaskan tidak hanya berkapasitas pelatih atau trainer saja, siapapun yang ditugaskan harus menjalakan juga profesi advokasi dan coaching demi keberhasil proyek CDO ini. Metodologi Pelatihan Presentasi Power Point Interaktive Presentasi Video dengan pembahasannya Diskusi permasalahan dan opsi problem solving Matrix mendapatkan proyek CDO Diskusi kelanjutan untuk penyertaan pelatihan di lapangan sebagai program pengabdian masyarakat Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si. Pelaku manajemen praktis, bekerja 56 tahun di berbagai industri Multi National Companies dan perusahaan nasional terkenal. Sambil bekerja menyelesaikan pendidikan Sarjana FISIP jurusan Adminstrasi Niaga, menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi dengan cum laud ketika berumur 60 tahun. Di undang oleh berbagai perusahaan/instansi pemerintah membagi ilmu dan pengalaman antara lain: Bank Indonesia Jawa Tengah, BPK Jawa Tengah, PELNI, dan beberapa instansi lain. Menjadi Lead Trainer di Value Consult Training & People Development, memberikan pelatihan yang diikuti oleh jajaran pimpinan dan senior maupun junior managers perusahaan BUMN dan Swata. Tiga kali dalam 4 tahun memberikan pelatihan dan simulasi komunikasi dalam Manjemen Krisis untuk perusahaan Fortune 500 yang memiliki 3 pabrik di DKI dan Jawa Barat. Memberikan presentasi sebagai dosen tamu beberapa kali di FISIP Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Univ. BINUS  dan London School of Public Relations. Mantan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi InterStudi, Jakarta. Menulis beberapa penelitian kualitatif untuk berbagai Jurnal, termasuk Jurnal LIPI dan On-line Journal Pax Humana (UKSW). Buku Akademik dan Popular Science yang diterbitkan: Aspek  Ilmu Komunikasi dalam Public Relations (2011), Manajemen Krisis (2011), Manajemen Krisis, Isu, dan Risiko (2018), Manajemen Agar Tidak Stres (2018). Dalam proses editing buku Bunga Rampai Pengembangan Karakter – Acuan bagi Program Pemerintah Meningkatkan Kualitas SDM Bangsa (segera terbit di tahun 2019). Spesialisasi memberi pelatihan/seminar/workshop dalam Pengetahuan Praktis Ilmiah:  CSR/Community Development, Corporate Branding, Integrated Marketing Communication,  Crisis, Issues and Risks Management, Panic & Stress Management, Conflict Management, Compliance Management, Millenneal Generation Management,  dan facilitator: Business English.

Keprotokolan

Pendahuluan Pengertian Protokol Landasan dan sumber hukum Protokol Ruang lingkup. Outline Program Konsep Public Relations sebagai bagian Ilmu Komunikasi Verbal & Non Verbal Communication Techniques Internal PR PR Writing: Press Release & Home Journal Organizing a Press Conference Media Relations & Media Monitoring Tata Upacara, Tata Tempat, Tata Penghormatan. Jenis jenis upacara Persiapan Upacara Pelaksanaan Upacara Pedoman umum tata tempat Tata tempat pejabat negara RI dan Pejabat Negara Asing Tata tempat perorangan Penghormatan kepada Pejabat Negara/ Pemerintah,Perwakilan Negara Asing dan/ atau organisasi Internasional serta Masyarakat Tertentu   Macam kunjungan dan tata cara penyambutan. Kunjungan Kepala Negara ke Luar Negeri Kunjungan Kepala Negara ke daerah Kunjungan tamu asing ke Indonesia Konferensi Internasional dan Misi Diplomatik. Jenis Konferensi Internasional Fungsi Protokol dalam Konferensi Internasional Seluk beluk Misi Diplomatik sesuai dengan Konvensi Vienna tahun 1961 dan 1963 Berbagai materi berkenaan dengan Tugas Protokol Negara Tata Busana Etiket dan Pergaulan Internasional Jamuan Facilitator Djoko Hardono Ex Kepala Protokol Negara untuk Dubes RI di Kanada.

Public Relations Officer (PRO) – Advanced Program

Objective Training Public Relations Officer (PRO) – Advanced Program ini merupakan program ke 3; dalam urutan Pelatihan Corporate PRO Program yang disiapkan bagi para manajer senior atau Account Director  dan Kepala Divisi atau Kepala Bagian atau peminat wirausahawan yang akan membuka usaha Agency atau EO (Event Organizer). Bahasan ilmu manajemen, khususnya ilmu komunikasi akan ditampilkan dan diberikan oleh praktisi kehumasan maupun praktisi manajemen perusahaan, termasuk topik Leadership dan bagaimana pimpinan harus berkomunilasi. Dalam pelatihan ini diharapkan peserta membawa dan menyampaiakn kasus atau problem  (komunikasi dan ke PR-an) yang mereka hadapi di tempat bekerja untuk di analisis dibuatkan sistemnya dan didapatkan problem solving –nya. Outline Materi Strategic Manangement Programs Research for PR Programs Identity, Image & Corporate Reputation Building PR Ethics, Corporate Culture & Transformation Program Leadership Communication Program Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si. berpengalaman sebagai PR/Communications Trainer selama lebih dari 20 tahun sambil bekerja dan mendapat overseas training di UK, Philippines, Malaysia, Thailand dan Singapore. Berpengalaman sebagai Account Director di McCann Erickson Advertising & PR, Burson Marsteller, Fortune Indonesia Advertising & PR Agency, Indo Pacific Corporate Reputation Management. Menangani program-program Public Relations bagi perusahaan internasional maupun perushaan negara/instansi pemerintah juga banyak perusahaan nasional.

Public Speaking Training – 1 Day

Tujuan Pelatihan Menyampaikan kepada peserta manfaat penguasaan Public Speaking Menggunakan keahlian Public Speaking untuk mencapai tujuan Menggunakan Public Speaking sebagai sarana aktualisasi diri Jembatan untuk menggali potensi diri Menyampaikan kepada peserta kiat-kiat yang dapat secara praktis dilakukan Mengenali dan mengatasi kendala lapangan Mengenali dan mengatasi kendala teknis Peserta Training Peserta Training di WAJIBKAN membawa LAPTOP. Outline Materi Persiapan: –     Tujuan pembicaraan –     Apa yang patut dan sesuai disampaikan –     Mengenali hadirin: latar belakang, tren, minat, tata cara, bahasa   Perencanaan: –     Pengenalan lokasi dan  peralatan –     Pemilihan dan pemanfaatan waktu yang tepat –     Skenario Pengorganisasian : –     Introduksi –     Isi pembicaraan –     Membuat ringkasan presentasi –     Isi presentasi: Berdasarkan topik, Kronologis, Masalah dan pemecahan, Sebab akibat Alat bantu visual –     Mempersiapkan presentasi –     Menggunakan visualisasi Teknik presentasi –     Percaya diri dan semangat –     Penampilan, –     Postur –     Suara dan intonasi –     Bahasa non verbal –     Blocking Latihan: –     Membuat presentasi –     Melakukan latihan –     Sesi umpan balik Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun bertindak sepagai trainer, konsultan dan coach diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang : Personal Development, Mental Switching, Leadership Skills, Supervisory Management, Coaching and Counseling, Management Training, Creative Problem Solving and Decision Making, Communication Skills, Public Speaking & Presentation Skills, Negotiation Skills, Achievement Motivation Training, Dealing With Difficult People, Team Building, People Development. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Clinical Psychology serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutannya mengambil pendalaman bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua nya di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry

Deskripsi Berbagai musibah peristiwa legendaris yang dialami oleh perusahaan oil & gas dunia antara lain kandasnya super tanker Exxon Valdes dipantai Alaska di tahun 1989 yang mencemari 1.300 mil perairan laut dan 600 mil pantai, membunuh beribu berbagai jenis biota laut, memakan waktu ber-tahun-tahun untuk pembersihan dari 40 juta liter tumpahan minyak mentah, menjadikan suatu peristiwa dunia yang penanganannya baik dari teknis penyelamatan dan pelestarian lingkungan, disiarkan oleh berbagai media yang penanganan komunikasinya menjadikan krisis manajemen kontroversial. (Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Yang tidak kalah kontroversialnya pernyataan CEO British Petroleum, ketika terjadi ledakan, terbakar dan tenggelamnya  anjungan lepas pantai, Deep Water Horizon,  di teluk Mexico pada tahun 2010; menjadi hujatan media Amerika Serikat sebagai “from crisis to disaster”. Sabtu, 6 Januari 2018 21:14 WIB. Karawang, (Antaranews Megapolitan) – Lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek mengalami macet total akibat sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) meledak di KM 51 Karawang, Jawa Barat, Sabtu malam. Pantauan Antara di lokasi melaporkan peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 19.15 WIB untuk jalur kendaraan yang mengarah ke Jakarta. Sejumlah saksi mata mengatakan truk jenis kontainer itu merupakan milik PT Pertamina.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Sedang peristiwa pecahnya pipa BBM di teluk Balikpapan lebih ramai siarannya melalui berbagai  channel TV dan media cetak lebih-lebih media sosial yang sesungguhnya merugikan citra Pertamina pada waktu itu.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Bisnis.com, 04 April 2018: BALIKPAPAN – Penyebab kebakaran hebat di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur akhir pekan lalu akibat ceceran minyak akhirnya mulai menemui titik terang. PT Pertamina Refinery Unit V Balikpapan memastikan bukan berasal dari ceceran minyak yang tumpah dari buangan kapal, melainkan dari pecahnya salah satu Undersea Pipe Line. Sejauh ini perusahaan migas pelat merah itu masih menghitung total kerugian atas insiden ini. Hanya saja GM Refinery Unit V Pertamina Kalimantan Togar MP, kemarin dalam jumpa pers di Mapolda Kaltim mengatakan terdapat penurunan total produksi mencapai 50% pada primary process. “Sementara untuk secondary process aman. Pipa berukuran 20 inci tebal 12 milimeter dengan usia 20 tahun bocor [diduga] akibat hentakan keras hingga bergeser sekira 120 meter,” jelasnya.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Dua berita kejdian di Indonesia diatas merupakan cuplikan dari banyaknya peristiwa yang dialami baik oleh Pertamina maupun industry oil & gas lainnya yang beroperasi di Indonesia.Mitigasi risiko terjadi musibah, kecelakaan tentu sangat diperhatikan oleh industri oil & gas, juga secara periodik dilakukan inspeksi dan latihan penyelamatan, pemadam kebakaran scara fisik. Maka juga sangat penting melakukan simulasi dan pemantapan pengetahuan Manajemen Krisis, Isu dan Risiko dalam penanganan ilmu komunikasi, atau public relations. (Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Tujuan Pelatihan Be Prepared: Siap menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat seperti isu negatif dan musibah fisik yang terjadi di perusahaan maupun kemungkinan terjadi kecelakaan/musibah serta siap menghadapi journalist investigative merupakan keharusan mutlak. (Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Be Available: Berada di tempat perusahaan yang mengalami “musibah” atau isu; bukan di tempat kecelakaan atau kebakaran, tetapi di perusahaan dengan “setting” apik. Meskipun menghadapi “musibah” tetap menyediakan diri untuk memberikan keterangan yang proporsional, menjawab pertanyaan dengan strategis dan taktis. Berada di tempat dalam konperensi pers, maupun bila dihubungi secara elektronik, namun ini semuanya dipersiapkan dengan baik terlebih dahulu. Ada di tempat dengan dokumen lengkap (press release). (Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Be Credible: Data kecelakaan/isu semuanya lengkap, bila belum tersedia secara taktis dapat menjanjikan agar dapat disampaikan dalam waktu singkat. Percaya Diri, karena apa yang terjadi dapat diatasi. Risiko terjadinya keadaan darurat lainnya dapat terjadi kapanpun. Karena sebab itu, setiap business unit dalam perusahaan/instansi/pabrik/industri harus mempunyai SOP, dan setiap anggota unit manufaktur maupun instansi apapun serta manajemen pendukungnya secara periodik mutlak diikutkan dalam pelatihan, sehingga siap menangani dan membantu secara efektif dalam disaster recovery serta siap ikut serta dalam program damage control.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Target Peserta CEO/PresDir/Direksi/Pucuk Pimpinan/General Manager Manager dan Team Divisi Komunikasi/Public Relations/ Kehumasan Manager dan staf  Kecelakaan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) / Health, Security & Environment Safety (HSES) Human Capital dan team SDM Plan & Factory Manager serta Quality Assurance  Manager Finance Manager/Corporate Secretary/General Affairs Manager Secretaries/Front Liners & Field Security Officers Mereka itu yang berkarya dan siap di industri BBM, minyak dan gas bumi; yang bertanggung jawab dalam pengangkutan dan pelayanan di bandara dan di pelabuhan. Mereka yang bertanggung jawab dalam ke maritiman dan eksplorasi serta penambangan lepas pantai. Metode Pelatihan Menekankan pada studi kasus legendaris dan kemungkinan terjadinya krisis di perusahaan para peserta.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Presentasi power point dan video.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Menyiapkan dan mencatat strategi dan taktik menghadapi krisis.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Diskusi interaktif dan problem solving.(Crisis Communication Management for the Oil & Gas Industry) Outline Materi Peserta diikutkan menyimak studi kasus yang mengalami krisis sebagai bahan acuan  the do and don’t; apa yang harus dikerjakan dan apa yang tidak harus dilakukan. Materi berkonsentrasi pada Manajemen Krisis dari tinjauan Ilmu Komunikasi, menyiapkan peserta dapat berkomunikasi secara efektif pada semua pemangku kepentingan (stakeholders), terutama menyiapkan diri mengahadapi media/jurnalis yang karena sifat tugas mereka harus “banyak bertanya” dan mendapatkan berita yang terkini, maka dipersiapkan siapapun yang ditugaskan menghadapi media secara meyakinkan dan benar bertanggung-jawab; sehingga berita yang disiarkan merupakan bagian dari disaster relieve serta persiapan dalam damage control. Apa yang disiarkan langsung, life/real time, baik oleh TV, Radio maupun Cyber/IT Communication; agar menghasilkan opini publik yang positif. Bagi industri maritim dan kepelabuhan merupakan keharusan agar setiap saat siap menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat kebakaran maupun kemungkinan terjadi kecelakaan/musibah lainnya. Selain simulasi fisik pemadaman dan penyelamatan dalam kebakaran dan kecelakaan yang ditangani oleh divisi K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan); diperlukan juga kesiapan menghadapi pertanyaan baik dari pengusaha, masyarakat luas terlebih menghadapi media/jurnalis yang dapat memberitakan peristiwa musibah demikian secara tidak proporsional. Agar petugas lapangan terutama team kehumasan (Div. Komunikasi) instansi dan perusahaan lebih siap, dapat dilakukan pelatihan 2 (dua) hari yang selain materi diatas juga

Training Corporate Secretary

Training Corporate Secretary mempelajari dan memahami secara mendalam pengertian pelaksanaan hukum dan etika menurut Bursa Efek Indonesia (BEI-IDX), bagaimana mekanisme perdagangan Efek di BEI – IDX, dan mengenai pemahaman Good Corporate Governance dan Compliance Management. Deskripsi Training Corporate Secretary Corporate Secretary atau Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi dan bertugas sebagai pejabat penghubung (liaison officer) yang secara profesional melaksanakan tata kelola administrasi serta menyimpan dokumen Perusahaan, termasuk risalah Rapat Direksi maupun Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), agar siap dimanfaatkan seperlunya bagi perusahaan dan stakeholders-nya. Sekretaris Perusahaan juga harus memastikan bahwa Perusahaan mematuhi peraturan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) termasuk persyaratan keterbukaan yang berlaku. Divisi Corporate Secretary juga bertanggungjawab atas pengelolaan dan Manajemen Risiko  yang merupakan salah satu bagian termasuk sebagai  Internal Control System dalam  Risk Management. “Within any organization, a Corporate Secretary’s duties include ensuring the integrity of the governance framework, being responsible for the efficient administration of a company, ensuring compliance with statutory and regulatory requirements and implementing decisions made by the Board of Directors.” Tugas Corporate Secretary : Mengimplimentasikan melalui komunikasi teknologi informasi maupun konvensional segala keputusan Dewan Direksi yang penting dan diperintahkan untuk dilaksanakan Memberikan masukkan mengenai pengertian peraturan dan undang-undang korporasi dan undang-undang perdagangan saham yang berlaku Ikut mengatur kelancaran transaksi jual-beli saham di Bursa Efek, termasuk ketika penerbitan saham baru, pengelolaan administrasi pembayaran dividen sesuai peraturan legal yang berlaku Memberi masukkan dan bekerja sama dengan auditors, biro hukum, juga konsultan pajak sebagai partner perusahaan Bekerja sama untuk mendapatkan informasi dan masukkan secepatnya dengan pihak perbankan, pemegang saham mayoritas agar memenuhi ketentuan perundang-undangan Menghadiri dan mencatat minutes of meeting dalam semua rapat direksi  mengenai perdagangan saham bersama pemegang saham Memahami pelaksanaan Bursa Saham secara Fintech Memastikan pengelolaan manajemen kepatuhan (compliance obligations) sesuai otoritas regulatori Target Peserta Targer Peserta dalam pelatihan Training Corporate Secretary Corporate Secretary dan staf Wakil Perantara Pedagang Efek Direksi/Manajer Senior Perusahaan Tbk (Go-Public) Direksi/Manajer dan Calon Corporate Secretary Perusahaan yang akan IPO/Go-Public Manajer investasi Manajer Kepatuhan Metode Pelatihan Metode yang akan di gunakan dalam Training Corporate Secretary Presentasi Power Point dan Video. Diskusi Interaktif. Pembahasan Studi Kasus. Pembahasan analisis dan problem solving. Outline Materi Materi Materi yang akan di pelajari dalam Training Corporate Secretary Mempelajari dan memahami secara mendalam pengertian pelaksanaan Hukum dan Etika menurut Bursa Efek Indonesia (BEI-IDX) yang meliputi: Emiten dan Perusahaan Publik; Regulasi terkait Perusahaan Efek; Transaksi Efek dan Instrumennya; Perilaku dan Etika Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE); Menghadapi Kejahatan di Bidang Pasar Modal Diskusi dan mendalami Mekanisme Perdagangan Efek di BEI – IDX, meliputi: Lembaga Kliring dan Penjaminan; Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Utang-piutang; Lembaga Perlindungan Investor Efek; Peraturan Keanggotaan; Peraturan Perdagangan; Struktur Pasar Modal Indonesia Mendapat masukkan bagaimana sebenarnya Perdagangan Efek di BEI- IDX: Surat Berharga dan Efek yang diperdagangkan di pasar modal; Indeks Efek dan Aksi Korporasi Pemantapan pengetahuan tambahan dan melaksanakan Komunikasi yang Efektif: Teori Komunikasi Lasswell; Dasar-dasar Public Relations; Menghadapi Isu, Risiko dan Krisis; Etika Bisnis Komunikasi; Pengetahuan Dasar Media Relations Selintas pemahaman Good Corporate Governance dan Compliance Management Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Conflict Resolution Training

Conflict Resolution Training mempelajari bagaimana pemetaan potensi konflik, peta konflik dengan permasalahannya, bagaimana personality menyelesaikan konflik berbasis kecerdasan emosi (EQ) atau Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence atau SQ serta komunikasi efektif, bagiamana memrioritaskan hubungan relasi yang baik, bagaimana menjadi pendengar yang baik; baru memberikan pengarahan eksplorasi bersama mencari jalan keluar, bagaimana meningkatkan saling mengerti dan saling menghargai, bagaimana menyelesaikan isu, krisis agar tidak menjadi permasalahan lain, dan juga mempelajari seputar conflict resolution lainnya. Deskripsi Dalam organisasi perusahaan meskipun sudah diusahakan agar direksi/manajemen, karyawan  mengikuti pandangan yang sama melalui acuan Visi dan Misi, setiap anggota organisasi bisa saja tetap memiliki pandangan berbeda atas suatu isu atau risiko. Belum lagi stakeholders, pemangku kepentingan perusahaan dari luar organisasi, sering mengajukan pendapat lain. Bila pendapat yang berbeda demikian menjadi parah maka terjadi clash, pertentangan hingga tuntuan hukum (litigasi). Kejadian demikian adalah konflik. Usahakanlah menyelesaikan konflik secara efektif, bahkan lebih baik lagi direksi/manajemen sudah mendapatkan early warning signs, akan timbulnya konflik, dapat mencegahnya. Interest-Based Relational Approach – merupakan pendekatan penyelesaian konflik berdasarkan pengertian pembinaan hubungan relasi dengan baik. Pada waktu konflik timbul maka mudah pihak-pihak yang bertentangan menjadi agresif,  tergugah amarah, berdemo dan melalukan tindakan yang merugikan. Marilah kita mendalami bagaimana para akhli resolusi konflik, pengalaman konsultan manajeme, fasilitator pelatihan dapat mengatasi keadaan merugikan demikian. ACUAN PELATIHAN Pemetaan Potensi Konflik, peta konflik dengan permasalahannya Personality menyelesaikan konflik berbasis  Kecerdasan Emosi (EQ) atau Emotional Intelligence, Spiritual Intelligence atau SQ serta Komunikasi Efektif Prioritaskan hubungan relasi yang baik Manjadi pendengar yang baik; baru memberikan pengarahan Eksplorasi bersama mencari jalan keluar Tingkatkan saling mengerti, saling menghargai Selesaikan isu, krisis agar tidak menjadi permasalahan lain Siapkan strategi implementasi penyelesaian konflik Selain itu pengetahuan berbisnis secara etis yang menuntun agar perusahaan jujur, mempunyai integritas merupakan pengetahuan pelengkap sangat penting. Kecakapan menyelesaikan komflik mengacu pada: kepandaian menganalisa masalah, komunikasi efektif, consulting, kecerdasan emosi, menguasai ManajemenTidak Stres, pemahaman persepsi, kecakapan negosiasi. Tambahan Pengetahuan: Problem Solving & Decision Making Manfaat mengikuti pelatihan ini menyiapkan pucuk pimpinan,  jajaran manajer SIAP mengahadapi kemungkinan terjadinya KONFLIK; Bertanggung Jawab, bila terjadi konflik,  mengetahui tahapan peneyelesaiannya sebagai NEGOTIATOR ataupun MEDIATOR. Dalam pelatihan didiskusikan studi kasus yang sedang dialami peserta untuk mencapai resolusi, penyelesaian win-win. Target Peserta Pemilik dan founder perusahaan/Pucuk Pimpinan. Direksi/Management. Human Capital Manager (SDM) dengan team. Public Affairs Manager & Company Secretary. External Relations Manager/ Public Relations Manager dengan team. Head of Legal Department (Divisi Hukum). Metode Pelatihan Presentasi  interaktif melalui Power Point. Pembelajaran dari Makalah Akademik Diskusi studi kasus lapangan Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si Drs. Ludwig Suparmo, M.Si.: meraih Magister Ilmu Komunikasi cum laude dari  Sekolah Pasca Sarjana Sahid. Berkarya di berbagai perusahaan Multi National dan Nasional ternama. Memperoleh pelatihan di berbagai negara. Sejak 1992 menjadi pengajar dan trainer. Telah membaktikan diri untuk beberapa Kementerian, organisasi dan perusahaan BUMN maupun swasta dalam bidang ilmu komunikasi, pembentukan strategi citra serta manajemen issue dan krisis dalam pemantapan ilmu komunikasi praktis.

Media Relations Dalam Isu & Krisis

LATAR BELAKANG Isu merupakan “kabar burung”, “celotehan”, kabar yang belum pasti; biasanya mengenai peristiwa yang di “gosipkan”, juga hal-hal yang negatif. Isu yang tidak cepat ditanggapi dengan benar dan sistematis dapat berkembang menjadi krisis, yang berimbas pada image atau citra organisasi atau korporasi. Salah satu contoh isu yang berkempanjangan sehingga melelahkan berlangsung ber-tahun-tahun berakhir secara ironis dengan pengumpulan koin untuk Prita Mulyasari, ketika dia menulis di-email pengalamannya memerikasakan kesehatan di suatu RS di kawasan Alam Sutra. Banyak isu yang menerpa selebritis yang sebagian memang benar adanya dan sebagian lagi adalah berita tidak benar, sekarang disebut “hoax”. Bagi Rumah Sakit dan institusi kesehatan, Asosiasi Profesi, ataupun Pengurus Yayasan pengelola Rumah Sakit ataupun instansi kesehatan lainnya:  isu atau complaint malaprktik sering diberitakan di media. Akibat berita demikian berdampak negatif pada Rumah Sakit / Instani Kesehatan yang diberitakan. Penyidikan adalah tanggung jawab kepolisian atas kebenaran isu, sementara itu isu yang berkenjutan berdampak KRISIS. Bila krisis terjadi lebih lama menjadikan lebih serious penanganan yang diperlukan, meskipun harus dapat diatasi. Aspek Risiko, Isu, dan kemungkinan terjadinya Krisis, dibahas dalam Workshop ini dengan tujuan mendapatkan penyelesaian (problem solving). Workshop ini siap juga membahas kasus yang mungkin masih perlu jalan keluarnya (mendapatkan resolution) bagi persoalan yang ingin mendapatkan penyelesaiannya yang dibawa oleh peserta. Isu yang berimbas negatif menjadikan krisis harus ditangani oleh Divisi Komunikasi/Public Relations atau Kehumasan dantentu Direksi / Pucuk Pimpinann mengikuti kaedah ilmu Manajemen Isu dan Krisis. Komunikasi yang tidak lancar atau karena tidak adanya orang/manager yang bertanggung jawab menangani krisis, berakibat terpuruknya citra organisasi/korporasi. Isu dan krisis menjadi berita menarik bagi media; karena memang tugas jurnalis atau awak media memberitakan peristiwa yang “heboh”, peristiwa terkini; meskipun awak media mengikuti kaedah etika jurnalistik, mereka ditugaskan juga sebagai journalists investigative. Bagi insan kehumasan Media Relations menjadi pengetahuan fundamental, yang harus dapat dipraktekan secara apik. Dalam workshop ini akan dipresentasikan dan didiskusikan studi kasus mengelola Media Relations dan Manajemen Isu & Krisis secara akademik, benar dan tuntas, serta sajian  studi kasusyang aktual. Bonus Buku Edisi Terbaru “ Manajemen Krisis, Isu dan Risiko dalam Komunikasi” MANFAAT : Membangkitkan semangat mendalami Media Relations dan Manajemen Isu & Krisis Meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya Media Relations dan Manajemen Isu & Krisis Menyimak studi kasus sebagai pengalaman menangani Media Relations dan Manajemen Isu & Krisis Meningkatkan ilmu terapan bagi peserta pimpinan usaha dan peserta masyarakat umum Dapat diaplikasikan untuk Fakultas Kedokteran Masyarakat, Ilmu Komunikasi dan Ilmu   Psikologi  serta Fakultas Bisnis Manajemen Kajian dan permulaan/pengembangan untuk penelitian ilmiah  mahasiswa senior juga bagi dosen Metodologi : Presentasi dengan Power Point dan Video Diskusi interaktif Penyampaian akademik namun humoristis (meskipun dalam krisis, manajemen tidak harus stres) Bonus Buku Lainnya: ”Manajemen Stres agar TidakStres” Terbitan paling baru memberikan acuan yang mudah diikuti agar TidakStres. Disusun berdasarkan pengalamann lebih dari 70 tahun ”hidup Tidak Mau Stres” Nara Sumber : Drs. Ludwig Suparmo, M.Si, pelaku manajemen bisnis dan praktisi di berbagai industri, dengan pengalaman kerja 36 (tigapuluh enam tahun) dalam Manajemen Isu & Krisis. Lead Trainer Value Consul  dan berbagai Training Agency; sebagai pembawa makalah dengan presentasi dan diskusi ilmiah di berbagai instansi dan kampus.

Pelatihan Corporate Secretary

Tujuan Training Corporate Secretary salah satunya adalah peserta akan dibekali pengetahuan dan ketrampilan tentang konsep sekretaris perusahaan serta memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan sekrtearis perusahaan guna membangun keunggulan kompetitif yang didisain berdasarkan pengalaman para pakar manajemen kelas dunia, khususnya yang bergerak dalam bidang SDM. Deskripsi Pada saat ini dunia sedang berada dalam suasana ketidakpastian akibat dari krisis ekonomi dan keuangan yang berkepanjangan. Kita mengetahui dampak krisis tersebut sudah menerpa Eropa, terutama Yunani. Dan sebentar lagi akan menghentak Spanyol dan Itali.(Corporate Secretary) Dari pengalaman para ahli manajemen, krisis haya bisa diatasi apabila suatu negara, termasuk organisasi lainnya, seperti perusahaan, NGO dan sebagainya hanya bisa survive apabila memiliki SDM yang berkualitas. Sehingga mereka berpandangan bahwa satu-satunya  cara yang  efektif adalah membangun manusianya terlebih dahulu baru strategi  dan lainnya. (Corporate Secretary) Dalam konteks ini, kami menawarkan suatu bentuk program pelatihan yang disebut dengan Pelatihan Corporate Secretary yang didisain berdasarkan pengalaman para pakar manajemen kelas dunia, khususnya yang bergerak dalam bidang SDM. Dengan demikian kami berharap dengan   mengikuti program ini diharapkan para pimpinan organisasi mampu merealisasikan visi organisasi yang diinginkan sehingga organisasi nya bisa tumbuh menjadi organisasi kelas dunia.(Corporate Secretary) Tujuan Pelatihan Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep sekretaris perusahaan kepada peserta pelatihan.(Corporate Secretary) Memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan sekrtearis perusahaan guna membangun keunggulan kompetitif.(Corporate Secretary) Target Peserta Untuk dapat menerapkan proses perubahan yang efektif, selayaknya yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para kandidat dan para Corporate Secretary di dalam dan staf yang tergabung di dalam bidang tersebut. Namun demikian pelatihan ini juga dapat diikuti oleh para konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan. (Corporate Secretary) Metode Pelatihan Ceramah. (Corporate Secretary) Diskusi (Corporate Secretary) Games (Corporate Secretary) Tugas Individual dan Kelompok (Corporate Secretary) Outline Materi Good Corporate Governance Pasar Modal Good Corporate Governance dalam Pasar Modal Pelaku di dalam Pasar Modal Peranan Bapepam dalam IPO Mekanisme dan Proses Perdagangan di Pasar Modal Mekanisme Pemeringkatan efek Financial Market Instrument Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Coporate Secretary Investor dan Media Relation Pengembangan Kompetensi Coporate Secretary Case Study, Sharing and Closing Review Testimoni “Sangat sesuai dengan harapan saya” “Komunikatif hanya perlu pengembangan pengetahuan terkait materi yg disampaikan” “OK” “Sangat menguasai Materi” Facilitator Hendra Kusnoto Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Strategic Media Planning Training

Deskripsi Strategic Media Planning Training – Proses perencanaan media dimulai berdasarkan Media Objective dan Media Strategy. Keduanya dibuat atas dasar, analisa situasi, rencana marketing strategi dan rencana strategi kreatif. Dalam proses tersebut, penilaian media merupakan bagian terpenting untuk perencanaan media yang merupakan dasar pengalokasian sekitar 70 – 80 % dari keseluruhan biaya. Untuk melihat efisiensi penggunaan media, perencana media yang baik perlu mempertimbakan Cost Efficiency dan cost per thousand (CPM) atau cost per TARP. Tujuan Pelatihan Memberikan mindset terkait Strategic Media Planning Meningkatkan keterampilan media planning dan creative communication Mengelola komunikasi perusahaan secara strategis melalui media massa. Target Peserta Corporate Communication, Public Relations, Media Relations, Marketing Communication atau Profesional yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang media Metode Pelatihan Presentasi Diskusi Studi Kasus Praktik Outline Materi Hari 1 Memahami Media Massa; Cetak, Elektronik dan Internet Ragam sajian media massa dan rate card media Penetapan khalayak dan penyusunan pesan berorientasi khalayak Menentukan Audiens Sasaran Proses Komunikasi Kreatif (creative communication) Proses Perencanaan Media Menentukan Tujuan Media, Strategi Media dan Jadwal Media Hari 2 Penilaian Media; Tujuan Strategis dan poin penting Tahapan Seleksi Media Menetapkan pembelian media (Media Buying) Efisiensi Biaya Mengoptimalkan sumber – sumber data dan referensi Mekanisme Pengumpulan Data Dari Media dan Kelompok Sasaran   Testimoni “Baik” Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari Delapan tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Opini Publik Politik Pemilihan

Deskripsi Pemahaman secara komprehensi Opini Publik bertumpu pada ilmu Public Relations sangat penting dikuasai bagi pimpinan dan manajemen partai juga para kadernya yang akan mendukung kampanye pemilihan. Opini Publik atau Public Opinion merupakan fenomena dalam kehidupan sosial dan politik dan dalam dua dekade terakhir menjadi sorotan pinting di Indonesia. Tujuan Pelatihan Tujuan Instruksional Umum Memahami secara komprehensif mengenai Opini Publik ditinjau dari ilmu Public Relations dan Ilmu Komunikasi, sehingga para peserta workshop mampu mengikuti fenomena sosial dalam kancah politik yang dinamis. Tujuan Instruksional Khusus Peserta diberi bekal pendekatan ilmiah menghadapi dinamika opini publik dan jika perlu ikut dalam pementasan opini serta pengendaliannya kearah yang positif  sesuai kaidah ilmu Public Relations dan Etika Kehumasan serta kesantunan berpolitik. Metode Pelatihan Penyampaian materi melalui power point, foto copy dan clipping media cetak Pada setiap pokok bahasan dipresentasikan studi kasus Interaktif: merangsang tanya-jawab; bukan hanya antara pelatih – peserta, tetapi melibatkan seluruh forum peserta Peserta diberikan refernsi bacaan akademik sesuai pokok bahasan yang perlu difahami Para peserta dipandu untuk membahas rencana peningkatan opini publik dalam pemilihan untuk dibahas dalam forum diskusi Pada akhir workshop, para peserta dipandu agar mengajukan presentasi kelompok disertai bahasan: anilisis, sistematika dan saran bagaimana agar tercapai sikap publik yang disasar sebaiknya memberikan pendapatnya (opini)  atau penanganan komunikasi suatu kejadian fenomena Opini Publik sesuai visi /misi partai. Outline Materi Pemahaman konsep dan pengertian Opini Publik Pemahaman kebebasan informasi dan perilaku media Proses terjadinya Opini dan Opini Publik serta survey Opini Publik yang meliputi polling dan pemahaman hasil polling Studi Kasus Opini Publik mengarah pada Ilmu Public Relations  atau keHumasan dan Komunikasi Politik Pemilihan. Referensi Arifin, Anwar (2010) Opini Publik. Gramata Publishing: Depok. Cutlip, Scott. (2006) Effective Public Relations; terjemahan: Kencana Publishing, Jakarta. Denton, Robert E., Jr. (2000). Political Communication Ethics An Oxymoron?. Praeger, Westport, Connecticut Kasali, Rhenald. (2003) Manajemen Public Relations: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. Lippmann, Walter. (1965). Public Opinion. Free Press, New York Pawito,Ph.D.(2006) Komunikasi Politik Media Massa dan Kampanye Pemilihan. Jalasutra, Sudibyo, Agus. (2004). Ekonomi Politik Media Penyiaran. LKiS Yogyakarta, Yogyakarta Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si: Berpengalaman sebagai dosen cum pelatih manajemen ilmu komunikasi selama 30 tahun Co-Trainer Tina Agustarini, M.Si Dosen dan praktisi program wawancara di media TV.

Mengelola Company Profil Berbasis Digital

Deskripsi Company Profile merupakan deskripsi ringkas dan lengkap tentang suatu perusahaan yang dijabarkan melalui beberapa informasi. Bentuknya kini semakin beragam, tidak hanya melalui media cetak, tapi juga melalui media elektronik. Apapun bentuknya, baik Public Relations maupun unit terkait dengan pekerjaan ini, dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik untuk mengelolanya. Tujuannya agar komunikasi yang disampaikan melalui media elektronik terkait perusahaan menjadi lebih efektif. Kondisi sebaliknya akan terjadi, bila praktisi terkait tidak memiliki keterbatasan untuk mengembangkan Company Profile berbasis digital. Tujuan Pelatihan Memberikan mindset dan pemahaman terkait Company Profile. Peserta dapat merancang Company Profile yang lebih efektif dan terlihat profesional. Target Peserta Corporate Communication Internal/External Relations Public Relations/Humas Media Relation Outline Materi Konseptual dan Karakateristik Company Profile Menemukan ide, tema dan pengembangan Menyusun strategi komunikasi yang efektif untuk Company Profile Teknik Pengumpulan Data Company Profile Teknik-teknik Penulisan Company Profile Mengenal Typography dan Warna Teknik penyajian gambar dan caption foto Teknik desain dan layouts Company Profile Strategi Publikasi Company Profile Teknik dan Strategi Website Profile Teknik dan Strategi Video Profile Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Good Corporate Governance (GCG) Implementation

Good Corporate Governance (GCG) Implementation

Training Good Corporate Governance (GCG) Implementation mempelajari bagaimana GCG di Indonesia: Peluang dan Tantangan, bagaimana Konsep dan Tujuan GCG, apa saja Prinsip-prinsip GCG, Studi kasus BUMN yang sukses melaksanakan GCG, dan hal – hal lain terkait GCG. Deskripsi Indonesia terlambat dalam memahami, implimentasi Good Corporate Governance (GCG). Konsep GCG diperkenalkan oleh International Monetary Fund (IMF) dalam rangka pemulihan ekonomi pasca krisis moneter tahun 1998. Pada tahun 2001 Komite Nasional Indonesia untuk Kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, mengeluarkan panduan, arahan bagi perusahaan bisnis Indonesia yang antara lain berkaitan dengan: Pemegang Saham; Fungsi Dewan Komisaris; Fungsi Direksi; Sistem Audit; Sekretaris Perusahaan; Stakeholders;  Prinsip Transparansi; Prinsip Kerahasiaan; Etika Bisnis; Perlindungan Lingkungan Hidup. Dengan usaha, kemauan mantap, Indonesia berusaha mempraktekan konsep GCG, dapat dikatakan sebagian besar telah berhasil melalui Gerakan Moral Bersih, Transparansi, Profesionalism yang merupakan perwujudtan dari Revolusi Mental, sehingga banyak perusahaan BUMN, beberapa perusahaan nasional besar, lembaga/organisasi lainnya telah berhasil dalam implementasi GCG. POKOK BAHASAN Implementasi konsep GCG menyagkut pengembangan 2 (dua) aspek: hardware dan software.  Aspek pertama merupakan teknis pembentukan atau perubahan struktur sistem organisasi; sedang aspek kedua mencakup perubahan paradigma: visi, misi, nilai-nilai etika;  sikap (attitudes and behavioral conducts). Di dunia bisnis lebih mudah, memang merasa perlu untuk mengikuti, memperbaharui penyusunan system, prosedur serta pembentukan sistem organisasi menurut kebutuhan perkembangan dunia usaha. Untuk perubahan software skills & behavioral conducts,peran penting adalah di pucuk pimpinan, leadership. Pucuk pimpinan akan menularkan tindakan manajemen, kemampuan manajemen yang harus dapat mengelola keteraturan, kelancaran proses organisasi serta ketaatan anggota perusahaan terhadap kebijakan, sistem yang dirancang untuk melaksanakan prinsip GCG. Indonesia boleh bangga bahwa yang melopori  tetap memajukan GCG adalah beberapa perusahaan BUMN, berkat ketentuan, arahan Kementerian BUMN, pengembangan serta pemahaman pucuk pimpinan beberapa BUMN. Dalam Penjelasan UU No. 19 tahun 2003 disebutkan Tujuan GCG yang meliputi: Memaksimalkan Nilai BUMN dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan; Mendorong Pengelolaan BUMN secara Profesional; Mendorong agar organisasi dalam membuat keputusan, menjalankan tindakan dilandasi Nilai Moral, Kepatuhan; Meningkatkan Kontribusi BUMN; Meningkatkan Iklim Investasi, Mesukseskan Program Privatisasi. Menjadi contoh nyata juga Pasar Modal mengajarkan  mengharuskan Korporasi Terbuka (Go Public) menjalankan GCG. Dalam implimentasi GCG bagi perusahaan Tbk tentu harus menguasai Manajemen Risiko, Pengelolaan Informasi Teknologi, Pemahaman Regulasi Audit  Praktek Audit yang Transparan, Benar. Contoh keberhasilan menerapkan GCG oleh perusahaan BUMN, korporasi Tbk  yang masuk pasar modal yang nyata-nyata memberi manfaat “lebih” ; haruslah dapat diikuti oleh perusahaan lain baik menengah maupun yang sedang merintis usaha baru. Tidak kalah penting dalam implementasi GCG adalah pemahaman Ilmu Komunikasi yang antara lain berupa penyampaian Informasi, Komunikasi. Informasi bisnis, ekonomi, politik harus difahami, dikomunikasikan dalam bentuk,kerangka waktu yang tepat agar manajemen memungkinkan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan: mengikuti dan mendapat informasi eksternal, internal yang penting sehubungan dengan bisnis perusahaan. Menyediakan informasi yang tepat bagi institusi/mereka yang harus diinformasikan. Informasi yang disampaikan terperinci, tepat waktu dapat memberdayakan dalam melaksanakan tanggung jawab secara efektif, efisien. Komunikasi yang efektif harus terjadi dalam pengertian : mengalir kebawah, melintas dan naik ke atas dalam suatu organisasi.  Memahami pentingnya komunikasi demikian mrempermudah untuk pelaporan terjadinya ketidakwajaranyang diduga terjadi, semisal kecurangan: fraud. Dengan sistem komunikasi yang baik dapat dipastikan efektifitas keterbukaan: tranperancy. Tentu ada juga hambatan implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan kemungkinan terjadi kegagalan. Kegagalan dapat diindentifikasi dan diperbaiki antara lain: karena terjadinya pengendalian internal yang tidak dihiraukan; karena pengendalian rumit atau terlalu kompleks; karena informasi dan komunikasi tidak berjalan (jelek); karena seringnya terjadi perubahan/modifikasi; dan karena terjadi kebosanan ataupun penolakan. Target Peserta Direksi, Pucuk Pimpinan, Company Secretary Manajemen Level 1 dan 2 Manajemen Pelaksana dan Supervisors Level Metode Pelatihan Bahasan Makalah Ilmiah dan Presentasi Power Point Presentasi Video Studi Kasus Perusahaan yang sukses melaksanakan GCG Interaktif: Diskusi dan pembahasan Problem Solving Bahasan per kelompok dan presentasi dari Brain Storming Sessions Result Oriented Outline Materi GCG di Indonesia: Peluang dan Tantangan Konsep dan Tujuan GCG Prinsip-prinsip GCG: Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi  dan Kemitraan Studi kasus BUMN yang sukses melaksanakan GCG Hardware: Struktur Organisasi, Direksi dan Komisaris, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan. Software: Vision, Mission & Values;corporate ethics; attitudes and behavioral conducts; corporate responsibility & sustainable company. Sistem Pengendalian Internal Studi kasus GCG di Perbankan Pelaporan Keuangan dan Persaingan Usaha Tender secara Elektronik Selintas Manajemen Risiko Tanggung Jawab Sosial, Budaya, Moral dan Etika Perusahaan Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, MSi & Amirullah MM Lead Trainer: Drs. Ludwig Suparmo, MSi; berpengalaman 30 tahun sebagai supervisor, Manager, General Manager hingga Account Director. Dosen Ilmu Komunikasi, Integrated Marketing Communication, Corporate Social Responsibility, Corporate Ethics & Culture, Issue & Crisis Management. Menulis buku referensi akademik, aktif menulis Jurnal Ilmiah. Berpengalaman 10 tahun sebagai trainer, termasuk untuk institusi pemerintah dan BUMN. Co-Trainer: Amirullah MM, berpengalaman dalam industri perbankan dan dosen manajemen di beberapa PTS.

Meng Optimalkan Peran HUMAS

PENDAHULUAN Permulaan bulan Oktober 2017 ini, Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden, Johan Budi, ketika menjadi narasumber dalam Forum Merdeka Barat 9 di Bandung, menyatakan belum optimalnya peran hubungan masyarakat (humas). Banyak capaian Pemerintah kurang terekspos, menganjurkan Kementerian terkait bersama Pemda perlu mengoptimalkan peran humas. Informasi perlu dikemas dengan baik agar menarik bagi masyarakat. Ditambahkan bahwa humas sekarang juga harus mengikuti perkembangan media social. Tujuan Workshop Memahami dan melaksanakan Strategi Kehumasan yang tepat Membina hubungan yang efektif dengan Media (Media Relations) Menyiapkan Program-program kehumasan: penulisan Press Release, penulisan artikel, perencanaan dan mengadakan kunjugan ke tempat-tempat yang harus lebih diekspos (site visits), mengadakan Press Coference Memahami Komunikasi Eksternal yang Efektif Menyiapkan berita yang bermakna dan penting untuk disiarkan oleh Media (news worthy) Membentuk tim Humas yang Percaya Diri dan Trampil Memahami Media Konvensional dan Digital PR – termasuk Media Sosial Mengevaluasi Program untuk Revisi dan Perbaikan Berikut tinjaun ilmiah Strategi PR (Kehumasan) yang akan diperdalam untuk pemahaman dan pelaksanaan lapangan: Proses PERENCANAAN STRATEGI PR Langka Empat Langkah MEndefinisikan Masalah Perencanaan dan peograman Mengambil tindakan dan komunikasi Mengevaluasi program Langkah Perencanaan Strategis dan Outline Program Problem, perhatian atau peluang apa yang sedang terjadi Analisis situasi (Internal dan Eksternal) Tujuan Program Publik Sasaran Sasaran apa yang harus dicapai Startegi aksi Strategi komunikasi apa isi pesan yang harus di sampaikan Rencana Implementasi Rencana evaluasi Umpan Balik dan Penyesuaian program Yang Wajib Menhadiri Workshop Kepala Divisi Humas (Komunikasi) dengan seluruh jajaran stafnya; Sekretaris Kementerian/Pemda/Instansi pemerintah; Bupati/Wakil Bupati; Walikota/Wakil Walikota; Wakil Gubernur. Facilitator  Drs. Ludwig Suparmo, M.Si praktisi Humas, Akademisi Ilmu Komunikasi selama 30 (tigapuluh tahun) lebih. Membaktikan  Pelatihan dan Penyertaan bagi perusahaan swasta dan instansi Pemerintah.

Good Corporate Governance – Best Practice (BUMN)

Good Corporate Governance – Best Practice (BUMN)

Good Corporate Governance – Best Practice (BUMN) mempelajari mengenai Visi, Misi dan Value ke Corporate Culture, bagaimana pembinaan Corporate Culture ke Good Corporate Governance dan hal lainnya terkait Good Corporate Governance – Best Practice. Deskripsi GCG atau Tata kelola Perusahaan yang Baik merupakan “Conditio sine Quanon” bagi perusahaan BUMN/organisasi bisnis, baik dibidang finansial/perbankan/asuransi maupun industri modern menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat serta arahan pemerintah. Outline Materi Dari Visi, Misi dan Value ke Corporate Culture Pembinaan Corporate Culture ke Good Corporate Governance Studi Kasus perusahaan yang melaksanakan GCG dengan berhasil sangat baik Best Practice Code of Conduct sebagai pelaksanaan GCG Facilitator Ludwig Suparmo Ludwig mendapat undangan presentasi untuk BI Jawa Tengah di Magelang; membahas kasus Ibu Miranda Gultom sebagai imbas Issue komunikasi; turut serta sebagai pelatih berkomunikasi dengan baik bagi wajib pajak di Dirjen Pajak Pusat ketika sosialisasi kesadaran bagi wajib pajak. September 2017, memberikan problem solving dalam mengajag karyawan dalam pelaksaan Code of Conduct.