Managerial Skills Training

Online Training : Business Analysis (Best Practice)

Deskripsi Pelatihan Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keahlian kepada peserta untuk memahami analisa bisnis mengacu standardisasi international BABOK V 2.0. Merupakan kerangka acuan yang menjelaskan tugas analis bisnis untuk memahami solusi yang dapat memberikan peningkatan nilai kepada organisasi bisnis. Bentuk tugas, urutan pekerjaan, kepentingan, dan aspek lainnya dimana setiap tugas memiliki keterkaitan langsung atau tidak kepada tujuan utama dalam bisnis. Pelatihan dilengkapi perangkat diskusi kelas, studi kasus, untuk mempermudah pemahaman peserta. Tujuan Pelatihan Pada akhir pelatihan, peserta akan dapat memahami analisa bisnis secara komprehensif, secara khusus, yaitu: Memahami tujuan dan frame work analisa bisnis serta penerapannya dalam perusahaan.Menghargai manfaat dan fungsi analisa bisnis untuk memberikan solusi pencapaian tujuan bisnis.Menggunakan teknik-teknik yang efektif digunakan dalam analisa bisnis.Menerapkan pengetahuan dan keahlian untuk pengembangan tujuan bisnis perusahaan dengan nilai-nilai sistematis, penyederhanaan dan pemecahan masalah, pengambilan keputusan yang benar dan integritas. Sasaran Pelatihan Untuk individu dan professional dari berbagai bidang profesi, seperti: Administrasi Bisnis, Sales, Marketing, Manajemen, Operation, HRD, Data Analisis dan Bisnis Analisis. METODOLOGI :Training dilakukan dengan komposisi 40% pemahaman terhadap konsep dan teori inti dan 60% untuk study kasus dan workshop. Pelatihan dilengkapi dengan tampilan slide presentasi dan study kasus agar mudah difahami dan berjalan lancar. Partisipasi aktif peserta diharapkan dalam bentuk tugas individu atau kelompok. PENILAIN KOMPETENSI :Aktifitas dan kompetensi peserta dalam proses training, tugas individu atau kelompok akan dinilai menggunakan perangkat diskusi kelas, pengamatan dan dokumen tugas. Minimal satu (1) dokumen analisa bisnis, study kasus, dan penugasan lainnya dapat digunakan sebaga dasar penilaian. SISTEM PENILAIAN:Peserta akan dinilai menggunakan kriteria berikut ini: Tugas – tugas Pelatihan: 60% Minimal satu (1) dokumen terkait analisa bisnis : 40% RENCANA PELATIHAN : Pengenalan Business Analysis Perencanaan dan Monitoring Analisa Bisnis Elicitation Manajemen dan Komunikasi Persyaratan Analisa Perusahaan Analisa Persyaratan Penilaian dan Validasi Solusi Kompetensi Utama Teknik Summary Facilitator Ade Nugraha, ST, MMSI (MCP, MCSA, MOS, ACA, CEA) Ade Nugraha adalah seorang praktisi dan akademisi dibidang Desain dan Teknologi dengan pengalaman lebih dari 21 tahun. Memulai karir professional sebagai Konsultan, Desainer Grafis dan Multimedia, Arsitek Perencana, Manajer Proyek, Asisten Dosen, Trainer, Guru dan Dosen, Courseware Designer, Chief Administrator, Academic Manager dan Academic Director. Trainer adalah alumni S1 Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang kemudian melanjutkan studi dan lulus S2 bidang Manajemen Sistem Informasi di Binus Bisnis School (BBS). Pemegang Sertifikasi Internasional bidang IT, mulai dari: Microsoft Certified Professional (MCP), Microsoft Certified Systems Administrator (MCSA), Microsoft Office Specialist (MOS), Adobe Certified Associate (ACA) dan Certified Administrator dari Pearson VUE. Sebagai praktisi beliau telah bekerja dan menangani lebih dari 30 proyek bidang Desain dan Teknologi, diantaranya: IT Security Policy and Procedure, Computer Based Testing (Web based and Desktop Application), CBT Policy and Procedure, CBT Exam Content, Network Infrastructure Implementation for MS Dynamic AX 2012, Academic and Exam Policy and Procedures, SLA, Web Design and Development, Multimedia Interactive Applications, Multimedia Presentations, 2D/3D Animations, Residential Design, Commercial Design, CG projects seperti: logo, brochure, name cards, posters, flyers and marketing kit untuk lebih dari 25 personal dan corporate clients. Karir akademisi dimulai dari mahasiswa sebagai asisten dosen di UI, IT trainer dan Lecturer program Diploma IT/CS di Informatics Computer School (Singapore school based), IT Corporate Trainer, Guru Training of Trainers dan Manajer Akademik di berbagai Sekolah RSBI seperti: SMAN 2 Depok, Cibinong, Bogor, Cirebon, Sekolah Bunda Mulia, Al Kausar Boarding School, ICM – BSD, SMK Bhakti Anindya dan Dosen Tamu, Pembicara serta Manajer Pelatihan di berbagai kampus seperti: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina Jakarta, Universitas Mercu Buana Jakarta, AMK Bogor, UNSWAGATI Cirebon, Universitas Bina Darma Palembang, IBI Darmajaya Lampung, Universitas Bandar Lampung, STMIK Swadaharma Jakarta, UPI-YAI, Jakarta. Trainer juga merancang dan membuat lebih dari 15 Official Courseware bidang IT, Networking, CG and Multimedia serta Software Engineering dengan lebih dari 35 course materials dan +1000 assessment dan exam content. Dalam hal leadership dan managerial di struktur organisasi perusahaan, posisi terakhir trainer sebagai Academic Director, 7 tahun sebagai Academic Manager dan 6 tahun sebagai Chief Administrator telah memberikan pengetahuan, keahlian, pengalaman dibidang Manajemen, Bisnis dan Administrasi dalam menangani lebih dari 50 mitra Institusi Akademik (Sekolah dan Kampus) dengan total jumlah siswa dan mahasiswa yang menjadi end-users mencapai lebih dari +25.000 peserta dari tahun 2004 – 2015. Beberapa Corporate Clients yang pernah bekerjasama dalam project, konsultasi maupun corporate training dan testing, yaitu: PT Semen Indonesia (Semen Gresik), AXA Mandiri, Aetra Air Jakarta, Mitsui Sumitomo Indonesia (MSIG), Toyota Astra Motor (TAM), PT Angkasa Pura II, PT RAIN Tbk, PT Prakarsa Tani Sejati, PT Automated Testing Indonesia, Multimatics, Sekolah Ichtus, Informatics Computer School, IPDC, LSP Telematika, Pearson VUE, Prometric, Andrew Tani & Co., NICT, PXmatics and others.  

Online Training : Managing Performance for Leaders

Deskripsi Pelatihan Managing Performance (Mengelola Kinerja) adalah salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki seorang manajer selain managing self, managing task dan managing people. Managing Performance memberikan fokus bagi manajer dalam kerjanya dan memberikan tool bagi manajer untuk memberdayakan resource yang dimilikinya agar dapat ‘seirama’ dalam mencapai fokus tersebut. Tanpa kemampuan ini, kita akan menemui manajer yang sibuk tetapi tidak ‘menghasilkan’. Managing Performance dimulai dari pemahaman akan fungsi dan peran, serta kemampuan mengembangkan fokus dan target dari pemahaman tersebut. Setelah itu, Manajer perlu diberi kemampuan untuk meng-orkestra resource yang ada: subordinate-nya, kolega-nya, serta resource yang lain melalui penataan sasaran kerja agar meningkatkan kemungkinan pencapaian sasaran kerja tersebut. Pengembangan tim (coaching) juga merupakan bagian penting karena hanya dengan cara tersebut para Manajer/Supervisor mempunyai tim yang solid untuk selalu mendukung upayanya dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Untuk itu, tidak hanya skill dalam mengembangkan tim yang diperlukan tetapi juga skill dalam memberikan umpan balik dan mengevaluasi kinerja dari tim, melalui proses Performance Appraisal. Outline Materi Pengenalan Organisasi, Fungsi & Peran serta bagaimana meng-allign hal tersebut dengan aktivitas sehari-hariPrinsip pengembangan fokus dalam pengelolaan kinerja Kemampuan Manajer dalam mengembangkan sasaran yang allign dengan sasaran organisasi Prinsip dan latihan dalam Goal Setting Memahami tuntutan baru dalam pengelolaan manusia di era millenium Prinsip dasar Coaching & Tahap-tahap Coaching (video showing) Bagaimana memberikan feed back secara efektif Sistematika memahami permasalahan manusia, sistem dan budaya di dalam organisasi Proses evaluasi kinerja sehari-hari atapun tahunan (PA) Berbagai latihan dalam tahap-tahap managing performance. Metode Metode yang digunakan: games, simulasi, video training, diskusi dan ceramah. Facilitator

Online Training : Effective Time Management & Delegation

Deskripsi Pelatihan Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan yang ada di area-nya sendiri dan melakukan pendelegasian dengan optimal. Workshop ini menggabungkan kedua ketrampilan tersebut dalam satu pelatihan. Hari pertama akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Manajemen Waktu dengan mengandalkan tidak hanya prinsip-prinsip umum yang ada mengenai Time Management, tetapi juga pendekatan modern yang terkait dengan topik tersebut. Pelatihan akan dimulai dengan sebuah asesmen sederhana mengenai sumber dari permasalahan Manajemen Waktu (MW) yang ada, apakah dari profile pekerjaan, relasi, support, beban kerja, interupsi ataupun diri sendiri. Kemudian masuk kepada pembahasan berbagai tool yang biasa digunakan di pelatihan MW sebelumnya ataupun yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang ada saat ini. Berbagai konsep terkait seperti Get Things Done dari David Allen ataupun manajemen enerji dari Tony Schwartz, juga akan dibahas sekilas di dalam pelatihan ini. Bagi seorang pemimpin salah satu tool yang diperlukan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan waktunya adalah delegasi. Hari kedua akan fokus pada prinsip dan ketrampilan dalam melakukan delegasi, monitoring dan pemberian umpan balik. Outline Materi Hari Pertama: Modern Time Management Asesment sumber masalah dalam MW Analisis penggunaan waktu sehari-hari Diskusi sumber masalah dan tips mengatasinya Apa sumber penyebab dari beban kerja dan bagaimana mengatasinya. Apa sumber penyebab dari interupsi dan bagaimana mengatasinya. Bagaimana cara menentukan prioritas? Menghindari diri dari jebakan urgent-important Memahami aspek internal (diri sendiri) dan eksternal yang mempengaruhi MW Mengelola aspek diri dan aspek eksternal Mengelola enerji dan meningkatkan keterlibatan MW untuk hidup kita, meraih keseimbangan hidup. Hari Kedua (Effective Delegation, Monitoring & Feedback) Prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan Mengenal hambatan dalam proses delegasi Mengembangkan sudut pandang yang tepat dalam delegasi: investasi vs resiko Tipe Kepemimpinan dan kaitannya dengan tujuan dan pendekatan delegasi Tipe-tipe delegasi antara pekerjaan rutin dan non rutin Kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk delegasi, monitoring dan feedback. Memotivasi tim untuk mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan Point informasi yang perlu dimasukan dalam komunikasi delegasi dan umpan balik Mengembangkan indikator dan metode dalam proses monitoring Mengenali tipe staf dan pengaruhnya dalam pola delegasi, monitoring dan feedback Prinsip coaching dalam meningkatkan kompetensi tim untuk dapat menerima pekerjaan saat ini dan di masa yad (kaderisasi) Role play komunikasi delegasi, monitoring dan umpan balik.   Facilitator

Online Training : Effective Coaching – Mentoring And Counseling Based On Set

Di dalam training ini, peserta diajarkan mengenai seluk beluk coaching-mentoring & counselling. Mulai dari peran atasan dalam meningkatkan kinerja bawahan, fungsi dan teknik coaching & counselling, tipe-tipe kepribadian bawahan, survei kompetensi 360 derajat, membangun hubungan baik dengan bawahan. Training ini dilengkapi dengan praktek-praktek langsung. Selain itu juga terdapat sesi real case discussion sehingga pemahaman peserta akan semakin dalam. Di akhir training, peserta akan dipandu unutk membuat rencana step by step peningkatan kinerja bawahan melalui coaching & counselling. Sasaran Program Outline Program Coaching-MentoringDalam training ini peserta akan dipaparkan konsep & diajak berdiskusi secara mendalam tentang: CounselingUntuk meningkatkan skill anda, dalam training ini peserta akan dipandu untuk melakukan: Real Case DiscussionDalam training ini, peserta akan dipandu untuk mendiskusikan: Action PlanDi akhir sesi pelatihan ini, peserta akan dipandu untuk membuat: Metode : Konsep, Contoh, Latihan, Simulasi, Role Play dan Rencana Implementasi Peserta : Manager, Supervisor, Group Leader Facilitator : Mohamad Soleh, S.Psi, MM, CNLP, CRGP Mohamad Soleh, adalah Alumnus Psikologi UII dan Magister Manajemen IPB, adalah Founder Smart Empowerment Technique (SET) dengan teknik-teknik Ajaib yang beliau pelajari sejak 1999. Teknik berbasis ilmiah ini juga telah dibukukan dengan judul “Smart Empowerment Technique: Pelatihan Pengelolaan Jiwa-Otak-Tubuh & Terapi Mandiri yang Membahagiakan ”(Penerbit Republika, Mei 2015). Penulis buku “Strategic Talent Development: Tips & trik Mencetak Talenta Unggul” yang diterbitkan oleh IPB Press, 2019. Serta penulis buku Risk Culture yang ebook Bilingualnya juga telah dimuat di Amazon dan Google Play book. Sebagai trainer & konsultan yang certified NLP International & BNSP, beliau banyak memberikan konsultansi sistem manajemen yang membantu klien mengimplementasikan penerapan Corporate Culture, Reformasi Birokrasi, Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence / KPKU, Balanced Scorecard, Competence-Based Human Resources Management, Work load Analysis, Project management, Risk Management-Risk Culture, Service Excellent, Leadership Development Program, Train the Trainer, Creative Problem Solving & Decision Making, Suggestion System/ Innovation, Developing SOP, Job Analysis, New Business Development, 7 tools, Interpersonal & Mind Setting program dan sistem manajemen lainnya sampai ke level paling operasional. Ratusan program outbound & training telah beliau fasilitasi, (peserta dari berbagai kalangan, baik level operator, para pimpinan, direktur pejabat eselon 1 hingga Menteri ESDM). Organisasi yang pernah beliau bantu hingga saat ini dari Kementerian & Lembaga Negara, Pemda, BUMN, Swasta, NGO Internasional, dan berbagai organisasi lainnya. Disamping itu beliau juga mendalami dan berpengalaman sebagai Business Analist & Project Manager dalam penyusunan Arsitektur Teknologi Informasi. Beliau pernah berkecimpung sebagai konsultan United Nation Development Programme (UNDP). Saat ini beliau menjadi Managing Director AIDA Consultant dan sebagai Senior konsultan & Master trainer. Beliau pernah menjadi narasumber di salah satu TV Swasta Cable dalam acara Inspirator (live) selama 13 episode. Serta banyak aktivitas training skala nasional dan besar (+ 1000 orang peserta) yang telah dimuat oleh Koran nasional seperti Republika. Saat ini beliau juga menjadi kontributor tetap di kanal Empowering Indonesia dalam republika.co.id. Buku yang sudah di terbitkan :

Online Training : Excellent Implementation (Execution)

Kompetensi yang relevan : Menetapkan sasaran, merancang indikator hasil, merancang indikator proses dan proses pertanggungjawaban pemimpin yang komprehensif Sasaran : Dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta akan mampu: Menyusun sasaran dengan baik dan benar Menentukan indikator hasil yang optimal Menentukan indikator proses yang sesuai Menciptakan sistem pertanggungjawaban yang komprehensif Materi Training : 1: Goal Setting 2. Menentukan indikator hasil 3. Menentukan indikator proses 4. Sistem pertanggungjawaban yang komprehensif Facilitator Surya Rachmannuh, MBA, PLT, CLC Surya Rachmannuh adalah seorang Profesional License Trainer dari MWS Internasional dan Certified Leadership Coach dari Cherish Indonesia, yang telah melatih ribuan peserta dalam pengembangan kompetensi Supervisor / Manajer di berbagai perusahaan seperti ADR Groups of Companies, Kalbe Farma, Orang Tua Group dan Mayora Groups, memberikan pelatihan kepada berbagai Rumah Sakit di seluruh Indonesia dengan berbagai topik selain Prolem Solving and Decision Making seperti Service Excellence, Transformational Leadership, Assertiveness, Ekesekusi, dan masih banyak topik lainnya yang berhubungan dengan manajemen dan kepemimpinan. Surya Rachmannuh juga seorang Coach terlatih yang fokus pada pengembangan dan peningkatan kinerja.

Online Training : Business Presentation Skills

Latar Belakang Peran utama seorang Manager dalam Organisasi adalah menerjemahkan Strategi Bisnis ke dalam Program berupa Kebijakan, System & Procedures, serta Rencana KerjaDalam menerjemahkan Business Strategy Into Action, seorang Manager wajib memiliki kemampuan merancang Program untuk diajukan guna memperoleh persetujuan (approval) atasanAgar memperoleh persetujuan atasan, seorang Manager wajib memiliki kemampuan mempengaruhi dan meyakinkan atasan dalam bentuk Tehnik Presentasi EfektifKemampuan presentasi ini bukan saja untuk memperoleh persetujuan atasan, tapi juga presentasi di depaqn tenaga operasional (yang akan melaksanakan Program Kerja di lapangan) Sasaran Pelatihan Setelah selesai mengikuti Program ini para peserta akan memiliki : Pengetahuan & keterampilan tentang cara merancang (men-design) bahan presentasi dalam bentuk Draft Program Kerja, Policies, System & Procedures, yang merupakan terjemahan dari Strategi Bisnis Perusahaan, yang akan dipresentasikan di depan Top Management guna memperoleh persetujuan Pengetahuan & keterampilan tentang tehnik mempengaruhi audiens dalam proses presentasi seperti : Bagaimana harus bersikap selama presentasi, Tehnik merangsang audiens untuk bertanya dan memberi komentar, Tehnik menanggapi pertanyaan, komentar, serta usul & saran audiens, Tehnik menyikapi situasi sulit, Bagaimana memanfaatkan peralatan prsentasi secara efektif, serta Bagaimana melakukan follow up hasil presentasi. Garis Besar Materi Pengertian dan hakekat Presentasi Beberapa contoh materi dan jenis Presentasi 3 Tahap dalam proses Presentasi Bagaimana merancang Materi Presentasi Hubungan antara Materi dan Tehnik Presentasi Alur aktifitas utama seorang Manager Proses merancang Program step by step Bagaimana menetapkan Sasaran Utama Program Aspek Utama dari sebuah Program Kerja Peran Data, Fakta, dan Informasi dalam merancang Program Syarat-syarat data & fakta yang disajikan Perbedaan antara Data, Informasi, dan Opini Format Standar dari sebuah Program Kerja Peran Presentasi dalam proses mempengaruhi Struktur Dasar dari sebuah Presentasi Penggunaan Check List dan Audience Analysis dalam merencanakan Presentasi Tehnik menerangkan materi Presentasi Sikap selama Presentasi Tehnik memberi kesan pertama dengan INTRO Penggunaan Komunkasi Non-Verbal dalam Presentasi Tehnik merangsang audiense mengajukan pertanyaan dan memberi komentar Tehnik menanggapi pertanyaan, komentar, serta usul & saran audiens Tehnik mengatasi situasi sulit Tehnik membawakan Rangkuman dan Penutup Bagaimana memanfaatkan peralatan Presentasi Bagaimana menindaklanjuti hasil Presentasi Target Peserta Manager atau siapa saja yang memiliki tugas utama sebagai seorang yang menerjemahkan Strategi Bisnis ke dalam Program Kerja, yang dijadikan pedoman oleh karyawan pelaksana dalam bekerja Waktu Pelatihan 2 (dua) hari @5 jam efektif per hari METODOLOGI BELAJAR – MENGAJAR : Menerangkan konsep disertai contoh-contoh tentang proses merancang bahan presentasi, merencanakan dan melaksanakan Presentasi, yang selanjutnya peserta diminta untuk latihan dan role play melakkan Presentasi sesuai dengan contoh yang telah diberikan. Facilitator

Online Training : Basic Supervisory Training

Basic Supervisory Skills Training merupakan suatu program training awal yang diberikan kepada mereka yang akan atau baru mendapatkan suatu perubahan peran dari ‘bekerja sendiri’ menjadi bekerja ‘melalui orang lain’ (supervisi). Kegagalan utama yang sering dialami supervisor baru dalam menjalani proses transisi ini adalah kegagalannya untuk melihat peran barunya dan ‘kegagapan’-nya untuk mengemban tugas baru tersebut. Workshop ini akan menekankan pada overview 4 aspek yang perlu dikuasai seorang supervisor: Managing Performance: pengembangkan kemampuan supervisor dalam mengelola kinerja dirinya dan tim nya sesuai dengan arah dan target Perusahaan. Managing Yourself: pengembangan kemampuan untuk mengelola diri sendiri agar bisa melakukan introspeksi dan pengembangan diri untuk berperan efektif sebagai supervisor Managing People: kemampuan untuk mengelola tim dengan keberagaman karakteristik orang yang ada di dalamnya Managing Task: kemampuan untuk membuat prioritas dan mengelola tugas, mulai dari perencanaan sampai dengan kontrol. Dengan keterbatasan waktu yang ada penekanan pada workshop ini adalah pada pengembangan ‘mind set’ yang tepat, sehingga dengan bekal itu, peserta bisa mengambil inisiatif sendiri untuk secara berkesinambungan meningkatkan efektivitasnya sebagai supervisor. Workshop ini tidak akan menawarkan teori2 yang complicated hanya berupa prinsip2 dasar yang perlu dipahami seorang supervisor dalam ke-4 aspek di atas. Outline Materi Pengenalan Organisasi, Peran, Tugas, Otoritas dan Tanggung Jawab Prinsip dan latihan dalam Goal Setting Prinsip dasar Coaching, Counseling & Mentoring Bagaimana memberikan feed back secara efektif Sistematika memahami permasalahan manusia, sistem dan budaya di dalam organisasi Pengenalan dan introspeksi diri Bagaimana mengembangkan dan mempertahankan motivasi diri Manajemen waktu dan prioritas Perencanaan, monitoring, delegasi dan kontrol dalam manajemen tugas Mengenali keberagaman anggota tim dan bagaimana memotivasi mereka Menangani berbagai macam tipe staf (video showing) Metode Pelatihan Metode yang digunakan: games, simulasi, video training, diskusi dan ceramah. Facilitator

Online Training : Service Excellence for Leader

Kita bergerak di dunia yang bagaikan eskalator bergerak turun. Apa yang menjadi produk unggulan tahun lalu, sudah obsolete di masa kini. Delivery system yang 3 bulan lalu tergolong mutakhir, bisa dengan gampang di-copy oleh perusahaan lain. Persaingan di product dan delivery system menjadi pertempuran berdarah yang tidak ada akhirnya, bahkan dunia marketing yang tadinya merupakan ‘lahan subur’ menjadi tidak gampang lagi diandalkan. Banyaknya pemain baru, membuat suara kita semakin tidak terdengar. Yang terbaik menyadari ini, maka mereka bersaing di service mindset.Mengubah seluruh budaya perusahaan untuk melayani lebih baik.Memberikan service terbaik dengan pelayanan yang bukan hanya basa-basi, namun pelayanan yang dihargai oleh customer.Menyentuh langsung ke emosi client, dan menciptakan client yang loyal. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan pada ini, peserta diharapkan: Membangun budaya service di seluruh lini perusahaan, agar bisa menjadi atau mempertahankan status market leader. Karena perusahaan-perusahaan terbaik mengutamakan service. Mis: Singapore Airlines, Starbucks Coffee, Amazon.com, Bluebird Taxi, Ritz Carlton, UPS, dllMembangun ongoing relationship dengan customer, sehingga menurunkan biaya iklan dan menaikkan tingkat loyal customerMeningkatkan share of wallet per customerMeningkatkan revenue Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Service Excellence for Leader adalah : What’s Service Excellence Lead with Your Customer ” Service Leaders’ Roles & Responsibilities Service Leaders’ Roles & Responsibilities (Con’t) Individual Commitment Facilitator

Online Training : The Fundamental Aspects of Managing People

Online Training : The Fundamental Aspects of Managing People salah satu tujuannya adalah memahami Human Capital Management secara Holistik, lebih percaya diri berkarir di bidang sumber daya manusia Deskripsi Workshop ini dirancang untuk peserta agar mengerti tentang kerangka kerja divisi SDM secara menyeluruh. Dengan demikian peserta ini langsung mempunyai gambar besar tentang pengembangan Sumber Daya Manusia dan peranannya yang sangat krusial dalam setiap organisasi . Workshop ini disampaikan dengan komprehensif dan analitis dari awal sampai terbentuknya setiap seksi dalam Organisasi HRD sehingga menghemat waktu bagi para manajer untuk memberikan training dan tuntunan bagi para staf pemula ini. (Managing People) Workshop ini disampaikan dengan komprehensif dari awal sampai terbentuknya setiap seksi dalam Organisasi Sumber Daya Manusia sehingga menghemat waktu bagi para manajer untuk memberikan training dan tuntunan bagi para staf pemula ini. Juga untuk  Staf Non SDM (Non HR), agar dapat memahami bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan aspek yang penting dan sistematis bukan hal yang instant jika organisasi ingin langgeng dan berkembang serta perlu bekerjasama dengan sangat baik dengan sub organisasi lainnya. (Managing People) Tujuan Pelatihan Peserta pelatihan ini mendapat manfaat :  Metode Pelatihan Peserta  KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN Outline Materi FACILITATOR Bambang Suyono, SH LL.M Bambang Suyono, Alumni Magister Boston University, pernah menjadi active participant di berbagai pelatihan berskala nasional dengan sertifikasi di bidang neuro linguistic programming, performance management, communication skill, cphrm,  training of trainer bnsp dan international conferences antara lain di AIM, Oxford University, Trent University, Melcrum Amsterdam. Beliau juga konselor human capital di berbagai instansi baik pemerintah dan swasta, terutama dalam perubahan pola pikir (mindset), peningkatan kinerja (performance management) dan perubahan budaya kerja.

Online Training : Increasing Performance Through Effective Communication

Online Training : Increasing Performance Through Effective Communication salah satu tujuannya adalah akan menjadikan Anda pribadi yang berkualitas dan dipercaya dalam berhubungan dengan orang lain. Deskripsi Salah satu syarat penting agar seorang Karyawan  layak  disebut Karyawan efektif adalah kalau dia mampu untuk berkomunikasi secara efektif. Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dimanapun dia berada. Komunikasi dapat kita lihat  pada setiap gerak langkah manusia. First Impression atau kesan pertama diri seseorang dapat terlihat dari cara dan gaya ber-komunikasinya. Penilaian kualitas seseorang terhadap diri orang lain juga dapat terlihat dari komunikasinya. Komunikasi juga menentukan bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan, membina hubungan dengan orang lain serta meningkatkan performa kinerja dalam organisasi ataupun perusahaan. (Effective Communication) Dengan pelatihan ini setiap Karyawan akan mampu meningkatkan cara berkomunikasi secara lebih efektif. Dan pada gilirannya ketika seorang karyawan mampu berkomunikasi efektif maka bisa dipastikan kinerjanya juga akan meningkat.  (Effective Communication) Tujuan Pelatihan Outline Materi Peserta Facilitator Andreas, MA Andreas adalah seorang trainer yang handal dan juga seorang “Business Coach” yang berpengalaman. Pelatihan yang dia berikan kepada publik adalah pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan “softkills” dari para pesertanya. Pelatihan-pelatihan tersebut adalah: Andreas mendapatkan gelar S1 (Strata 1) dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan S2 (Strata 2)  dari Ateneo de Manila University Philippines, dalam bidang counseling. Ia adalah seorang “Certified Professional Business Coach” yang lisensinya diperoleh dari International Professional Managers Association (IPMA) United Kingdom (UK). Andreas juga penerima penghargaan “Dale Carnegie’s Highest Award for Achievement”. Pengalamannya yang luas sebagai praktisi Manajeman Sumber Daya Manusia lebih dari 30 tahun di beberapa Perusahaan ternama di Indonesia menjadikan Andreas memiliki nilai lebih dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Online Training : Powerful Business Presentation Skill

Online Training : Powerful Business Presentation Skill salah satu tujuannya adalah untuk memahami dasar dari tipe presentasi, memahami bagaimana dapat mengatasi berbagai macam tipe peserta. Deskripsi Kualitas dari suatu presentasi bisnis memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu usaha. Seorang presenter yang baik dapat memberi yang terbaik dalam berbagai macam situasi dan berbagai tipe peserta yang berlainan. Pelatihan ini akan bermanfaat bagi mereka yang ingin memberikan presentasi bisnis yang baik dalam berbagai macam kondisi dan tipe peserta. (Business Presentation) Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu: Outline Materi Peserta Facilitator Andreas, MA Andreas adalah seorang trainer yang handal dan juga seorang “Business Coach” yang berpengalaman. Pelatihan yang dia berikan kepada publik adalah pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan “softkills” dari para pesertanya. Pelatihan-pelatihan tersebut adalah: Andreas mendapatkan gelar S1 (Strata 1) dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan S2 (Strata 2)  dari Ateneo de Manila University Philippines, dalam bidang counseling. Ia adalah seorang “Certified Professional Business Coach” yang lisensinya diperoleh dari International Professional Managers Association (IPMA) United Kingdom (UK). Andreas juga penerima penghargaan “Dale Carnegie’s Highest Award for Achievement”. Pengalamannya yang luas sebagai praktisi Manajeman Sumber Daya Manusia lebih dari 30 tahun di beberapa Perusahaan ternama di Indonesia menjadikan Andreas memiliki nilai lebih dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Online Training : Coaching Skills For Leaders

Online Training : Coaching Skills For Leaders salah satu tujuannya adalah agar Kita bisa mengembangkan ketrampilan manajerial Anda untuk dapat meningkatkan karir Anda dan memperluas pengembangan diri. Apakah Anda mengalami kesulitan dalam mengarahkan anak buah Anda? Apakah Anda pernah kehilangan kontrol ketika mengelola anak buah yang potential? Dalam konsep kompetensi, coaching adalah skill yang harus dimiliki oleh setiap atasan dalam perusahaan, karena coaching adalah skill yang sangat “powerful” dalam mengembangkan anak buah dan meningkatkan kinerja mereka. (Coaching) Pernahkah Anda memikirkan cara mengembangkan ketrampilan manajerial Anda untuk dapat meningkatkan karir Anda dan memperluas pengembangan diri Anda? (Coaching) Jika Ya, maka program ini adalah  jawaban bagi Anda. Outline Materi Being A Leader Coach: Tujuan hidup, persayaratan menuju sukses, perubahan paradigma menciptakan lingkungan yang kondusif. How to coach: Dialog, proses dan berbagai praktek coaching lain. Coaching Skill and Style: Cara mendengarkan, cara bertanya, penggunaan bahasa dan pesan, menciptakan gaya coaching Anda sendiri. Coaching in Organization: Mengapa coaching dapat  berhasil, tantangan yang dihadapi, kiat-kiat dan cara mengimplementasikan dalam organisasi. Tujuan Pelatihan Melipatgandakan taraf perkembangan Anda sebagai Supervisor atau Manager. Salah satu cara cepat untuk seseorang berkembang adalah dengan melakukan coaching terhadap orang lain. (Coaching) Akan jauh lebih dihargai oleh anak buah Anda. Melakukan coaching terhadap orang lain adalah suatu konribusi yang bagus dan akan jauh lebih dihargai anak buah. Dapat membuat perubahan. Dapat berkontribusi untuk banyak orang, bukan hanya anak buah Anda tetapi juga keluarga dan masayarakat sekitar. (Coaching) Posisi Anda semakin mantap untuk kesempatan yang akan dating. Ketrampilan yang di pelajari dan gunakan sebagai coach akan memposisikan Anda secara sempurna untuk kesempatan kesempatan lain yang bahkan bukan hanya bertaraf nasional tetapi internasional. (Coaching) Peserta Para Supervisor atau Manager dari Perusahaan.(Coaching) Anda yang mengikuti trend bisnis yang sedang berkembang pesat saat ini yakni bisnis coaching.(Coaching) Anda yang berkeinginan kuat untuk bisa meningkatkan kemampuan berinterakasi dengan orang lain. (Coaching) FACILITATOR Andreas, MA Andreas adalah seorang trainer yang handal dan juga seorang “Business Coach” yang berpengalaman. Pelatihan yang dia berikan kepada publik adalah pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan “softkills” dari para pesertanya. Pelatihan-pelatihan tersebut adalah: The 7 Habits of Highly Effective People Executive Coach & Life Coach Emotional Intelligence HR For Non HR Effective Communication Presentation Skills Andreas mendapatkan gelar S1 (Strata 1) dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan S2 (Strata 2)  dari Ateneo de Manila University Philippines, dalam bidang counseling. Ia adalah seorang “Certified Professional Business Coach” yang lisensinya diperoleh dari International Professional Managers Association (IPMA) United Kingdom (UK). Andreas juga penerima penghargaan “Dale Carnegie’s Highest Award for Achievement”. Pengalamannya yang luas sebagai praktisi Manajeman Sumber Daya Manusia lebih dari 30 tahun di beberapa Perusahaan ternama di Indonesia menjadikan Andreas memiliki nilai lebih dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Online Training : Menjadi Pribadi Tangguh Lewat Kebiasaan Kebiasaan Efektif

Online Training : Menjadi Pribadi Tangguh Lewat Kebiasaan Kebiasaan Efektif salah satu tujuannya adalah menyadarkan peserta tentang Etika Kepribadian dan Etika Karakter sebagai bagian dasar orang yang efektif. (Kebiasaan Efektif) Deskripsi Di tengah perubahan yang serba cepat, tekanan pekerjaan, dan ketidakpastian global, ketangguhan pribadi menjadi keterampilan penting bagi setiap profesional. Pribadi tangguh tidak hanya mampu menghadapi tekanan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bangkit, beradaptasi, dan terus berkembang. Sayangnya, banyak individu yang belum menyadari bahwa ketangguhan bukan bawaan lahir, tetapi hasil dari kebiasaan yang dibentuk secara sadar dan konsisten. Pelatihan ini dirancang untuk membimbing peserta mengenali kebiasaan pribadi yang produktif, serta mengembangkan pola pikir (mindset) yang tangguh dan solutif. Peserta akan dibekali keterampilan membentuk rutinitas yang mendukung resiliensi, mengelola emosi dalam tekanan, hingga mengembangkan sistem pribadi yang memperkuat performa kerja. Dengan pendekatan praktis dan kontemporer, pelatihan ini sangat relevan untuk kebutuhan pengembangan SDM saat ini. Sasaran Pelatihan (Kompetensi yang Akan Dicapai Peserta) Meningkatkan kesadaran diri terhadap pola pikir dan kebiasaan pribadi Mengembangkan kebiasaan yang menunjang produktivitas dan ketahanan mental Mampu mengelola stres dan emosi secara positif dalam konteks pekerjaan Membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan daya juang (grit) Mampu menyusun dan menjalankan rencana aksi perubahan pribadi Target Peserta Supervisor, team leader, dan manajer tingkat menengah Profesional di bidang HR, organisasi & pengembangan SDM Karyawan yang sedang atau akan dipromosikan ke posisi kepemimpinan Staf dengan tingkat tekanan kerja tinggi atau tantangan perubahan besar Individu yang ingin meningkatkan ketangguhan pribadi dan profesionalisme Outline Materi Hari 1: Membangun Kesadaran Diri dan Kebiasaan Positif Pengantar: Mengapa Ketangguhan Pribadi Dibutuhkan di Era Modern Mengenal Konsep Resiliensi dan Grit dalam Dunia Kerja Refleksi Diri: Identifikasi Pola Kebiasaan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Prinsip Pembentukan Kebiasaan Efektif: Pola 21 Hari dan Lingkaran Kebiasaan Membedakan Fixed Mindset vs Growth Mindset Latihan Praktis: Membentuk Rutinitas Pagi yang Memberdayakan Hari 2: Manajemen Emosi dan Transformasi Pribadi Teknik Dasar Manajemen Stres dan Pengendalian Emosi Praktik Mindfulness dan Self-Reset di Tengah Tekanan Komunikasi Positif dan Pengaruh Sosial terhadap Ketangguhan Rencana Aksi 30 Hari: Menyusun Personal Habit Tracker Simulasi & Studi Kasus: Menghadapi Tantangan di Lingkungan Kerja Evaluasi & Komitmen Perubahan: Dari Kebiasaan ke Karakter Facilitator Andreas, MA Andreas adalah seorang trainer yang handal dan juga seorang “Business Coach” yang berpengalaman. Pelatihan yang dia berikan kepada publik adalah pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan “softkills” dari para pesertanya. Pelatihan-pelatihan tersebut adalah: The 7 Habits of Highly Effective People Executive Coach & Life Coach Emotional Intelligence HR For Non HR Effective Communication Presentation Skills Andreas mendapatkan gelar S1 (Strata 1) dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan S2 (Strata 2)  dari Ateneo de Manila University Philippines, dalam bidang counseling. Ia adalah seorang “Certified Professional Business Coach” yang lisensinya diperoleh dari International Professional Managers Association (IPMA) United Kingdom (UK). Andreas juga penerima penghargaan “Dale Carnegie’s Highest Award for Achievement”. Pengalamannya yang luas sebagai praktisi Manajeman Sumber Daya Manusia lebih dari 30 tahun di beberapa Perusahaan ternama di Indonesia menjadikan Andreas memiliki nilai lebih dalam mengembangkan sumber daya manusia.    

Online Training : Increasing Your EQ/EI (Emotional Quotient / Emotional Intelligence)

Online Training : Increasing Your EQ (Emotional Quotient) salah satu tujuannya adalah memahami apa kecerdasan emosional dan perannya dalam pekerjaan dan karir Anda. Menjawab Masalah Apa? Setiap orang ingin sukses dan berhasil dalam karirnya yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi keberhasilan organisasi tempat ia bekerja. Dari hasil pengamatan dan penelitian, kecerdasan (IQ) atau kemampuan teknis hanya berperan 20% terhadap suksesnya seseorang, sedangkan 80% lainnya dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EI atau EQ). Bagaimana Anda bisa menerapkan dan mengembangkan kecerdasan emosi Anda untuk mencapai suskses di tempat kerja? Manfaat Pelatihan Garis Besar Program Pelatihan  Methode Pelatihan Peserta Facilitator Andreas, MA Andreas adalah seorang trainer yang handal dan juga seorang “Business Coach” yang berpengalaman. Pelatihan yang dia berikan kepada publik adalah pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan “softkills” dari para pesertanya. Pelatihan-pelatihan tersebut adalah: Andreas mendapatkan gelar S1 (Strata 1) dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan S2 (Strata 2)  dari Ateneo de Manila University Philippines, dalam bidang counseling. Ia adalah seorang “Certified Professional Business Coach” yang lisensinya diperoleh dari International Professional Managers Association (IPMA) United Kingdom (UK). Andreas juga penerima penghargaan “Dale Carnegie’s Highest Award for Achievement”. Pengalamannya yang luas sebagai praktisi Manajeman Sumber Daya Manusia lebih dari 30 tahun di beberapa Perusahaan ternama di Indonesia menjadikan Andreas memiliki nilai lebih dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Online Training : Coaching For Career And Self Development : System & Practice

Training Coaching For Career And Self Development : System & Practice salah satu tujuannya adalah Memahami tentang kepribadian orang dalam konteks dunia kerja, memahami perbedaan coaching dengan metode pengembangan lainnya. Deskripsi Upaya pengembangan karir perlu dilakukan agar karir karyawan tidak mandek. Selain sistem organisasi yang terbuka dalam hal peningkatan karir, aspek dari diri karyawan juga diperlukan dalam hal kompetensi dan kinerja individu. Untuk terpenuhinya kompetensi dan kinerja ini, ada 2 hal yang perlu diperhatikan. Pertama, yaitu aspek keahlian teknis (hard skills) agar karyawan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan fisik barang atau sistem dengan baik. Kedua, aspek soft skills yang didasari oleh sifat kepribadian atau karakter individu. (Coaching For Career) Umumnya Atasan, ketika menyentuh aspek kepribadian, tidak memiliki cukup pengetahuan sehingga ketika bawahan bermasalah karena hal ini, Atasan menyerahkannya ke HR. Ini adalah hal yang wajar karena atasan di bidang non HR, jarang yang berlatarbelakang Psikologi. Ditambah lagi, tidak semua juga perusahaan memiliki personil HR yang berlatarbelakang dari Psikologi. (Coaching For Career) Akibatnya, persoalan-persoalan kinerja karyawan yang berasal dari sikap-sikap yang keliru dalam menerima pekerjaan, masalah kedisiplinan, salah paham atau konflik akibat perbedaan gaya kepribadian, komunikasi yang tidak nyambung, kurang rasa tanggung jawab atas pekerjaan, dan lain-lain seringkali menjadi masalah rumit yang membuat kepala jadi pening. (Coaching For Career) Oleh karena itu penting untuk memahami tentang ilmu perilaku atau kepribadian manusia, khususnya di tempat kerja. Dengan pengetahuan yang benar, maka Atasan atau personil HR dapat melakukan penanganan dengan tepat. Harapannya, karyawan dapat berkembang kepribadiannya untuk menjadi modal dalam peningkatan kompetensi dan memberikan kinerja (performance) sesuai target yang ditetapkan. (Coaching For Career) Perlu ditekankan bahwa yang dimaksud dengan kepribadian di sini yaitu dalam konteks dunia kerja karena ilmu tentang kepribadian bisa mendalam atau luas cakupannya seperti psikologi klinis, psikologi eksperimen, dan lain-lain. Dengan demikian, penanganan yang dilakukan oleh Atasan atau HR masih dalam batas kemampuan umum. Ketika sumber masalahnya lebih dalam, tentu perlu dibantu profesional. (Coaching For Career) Perlu juga dipahami bahwa kepribadian berbeda dari kompetensi. Berbeda juga dari performance. Bisa dikatakan bahwa kepribadian adalah tempat “menginduk”-nya kompetensi. Sedangkan performance adalah output nya. Berarti kepribadian merupakan dasar penentu. Jika bagus atau berkualitas kepribadiannya maka karyawan tersebut berpotensi besar untuk menjadi kompeten dan memberikan performance yang baik. (Coaching For Career) Lalu apa saja penanganan yang dapat dilakukan oleh Atasan atau HR dalam mengembangkan kepribadian karyawan di tempat kerja ? Dalam konteks dunia kerja, penting agar upaya penanganan dilakukan secara sistematis, terprogram dan terukur sehingga ketika terjadi rotasi ataupun pergantian orang, perusahaan tetap dapat menjalankannya.(Coaching For Career) Langkah pertama upaya penanganan tentunya yaitu mengambil data terlebih dahulu atau identifikasi kondisi kepribadian karyawan melalui assessment. Ini perlu dilakukan agar kita mendapat data yang valid dan tidak menebak-nebak. Dari hasil assessment, kita bisa mengetahui apa aspek kekurangan karyawan sekaligus kelebihannya karena pasti dalam diri manusia ada kekuatan dan kelemahan. (Coaching For Career) Langkah kedua, yaitu memberikan feedback hasilnya agar karyawan menyadari seperti apa dirinya. Tidak jarang orang memiliki pandangan yang keliru tentang dirinya, misalnya merasa dirinya sangat cerdas padahal tidak demikian. Langkah ketiga, yaitu merumuskan rencana pengembangan diri. Di sini kita mendiskusikan dengan karyawan, alternatif tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kekurangan diri. Idealnya Atasan dan HR bersama-sama terlibat. Langkah ke empat yaitu pelaksanaan intervensi. Bisa jadi salah satunya dengan cara mengikuti training. Langkah terakhir yaitu evaluasi. Bisa dilakukan dengan cara assessment ulang untuk melihat tingkat kemajuan atau cukup dengan melihat perubahan sikap dan performance di tempat kerja. (Coaching For Career) Dari semua langkah ini, mungkin muncul pertanyaan bagaimana orang yang tidak berlatarbelakng psikologi dapat melakukan assessment kepribadian ? Lalu jika sudah mendapat hasilnya, apakah bisa langsung dipahami atau apakah perlu pengetahuan yang cukup tentang ilmu kepribadian ? Jawabannya : Bisa. (Coaching For Career) Pelatihan ini akan membantu peserta mempelajari dan memahami konsep-konsep kepribadian secara utuh pada porsi yang pas untuk keperluan dunia kerja. Tidak mempelajari hal-hal yang tidak relevan dengan dunia kerja. Peserta juga akan dipilihkan assessment tools yang mudah digunakan sehingga dapat dimanfaatkan di tempat kerja masing-masing. Peserta juga dapat berkonsultasi dengan Trainer selama menerapkan program ini di perusahaan tanpa dipungut biaya tambahan. Program ini dinamakan 3M Coaching. 3M adalah kependekan dari Mind, Mood dan Movement yang merupakan kategori dari kepribadian. (Coaching For Career) Keunggulan dari program ini adalah pada ciri yang dimilikinya yang menjadi tantangan bagi semua pihak yang bergelut di bidang pengembangan orang, yaitu terukur. Kepribadian sesungguhnya bersifat kualitatif. Dengan ilmu Psikologi, kualitatif bisa diubah menjadi kuantitatif. Program ini bergerak lebih jauh yaitu meng-kuantitatif-kan yang kualitatif dan dapat diimplementasikan oleh orang yang tidak berlatarbelakang ilmu Psikologi. Program ini merupakan hasil perasan dari pengalaman Trainer di bidang training & development bersama ratusan perusahaan dan telah mulai diimplementasikan sejak tahun 1999. (Coaching For Career) TUJUAN PELATIHAN OUTLINE MATERI METODE Ceramah interaktif Latihan mengerjakan tes Role play memberikan feedback hasil assessment Diskusi alternatif tindakan FACILITATOR Agustinar Ginanjar Somantri, Psi Berpengalaman sebagai praktisi dan konsultan pengembangan sumber daya manusia selama lebih dari 20 tahun. Pengalaman konsultan di IMDC (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) dan di MUC Consulting Group. Pengalaman praktisi sebagai pengelola dan pembina dari lebih 100 pengusaha lokal binaan Chevron Geothermal di program Local Business Development CGPO-I. Program ini menggunakan kombinasi metode assessment, training, coaching & counseling serta praktek proyek pengadaan barang dan jasa yang berjalan selama 5 tahun. Program ini berhasil memberi kontribusi yang signifikan bagi Chevron Geothermal dalam meraih penghargaan tertinggi Predikat Emas di program tahunan PROPER yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup RI. Juga sebagai kontributor dalam buku A Journey To Gold, KLH Juni 2013, bagian Local Business Development. Sebagai tim pengembangan masyarakat berhasil meraih 3 kali PROPER Emas dan 2 kali Green. Telah mengimplementasi ISO 9001 dan ISO 27001. Menamatkan pendidikan Psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1998 dan studi Manajemen di UT. Pengalaman kerja terakhir sebagai People and Organization Development Manager di Mesco. Klien yang pernah ditangani antara lain, Indosat, DHL, Trelleborg, Saraswanti Indo Genetech, Universitas Binadarma, YMPG Matsushita Gobel, Dompet Dhuafa, Unilever Indonesia. Tiga tahun terakhir menjadi Coach bagi PT. ISDM, Daun Biru Engineering, Unggul Pawenang Sentosa dan menjadi nara sumber bagi UNDP – Mahkamah Agung

Online Training : Modern Time Management

Deskripsi Pelatihan Workshop singkat ini memberikan prinsip-prinsip Time Management, baik yang tradisional ataupun yang modern dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas diri. Prinsip dari Manajemen Waktu tradisional adalah kemampuan kita untuk melakukan analisa aktivitas kita, serta lebih mengalokasikan waktu kita secara lebih produktif, dengan mengatasi time waster ataupun procrastination. Sedangkan Modern Time Management, menambahkan 3 prinsip penting lain dalam ketrampilan tersebut untuk lebih memastikan terjadinya peningkatan produktivitas diri, yaitu: priority management, keterlibatan penuh dan getting things done. Prinsip dalam Manajemen Prioritas adalah memastikan bahwa input yang kita masukan di dalam aktivitas kita sehari-hari adalah benar-benar prioritas bagi pekerjaan kita ataupun diri kita. Memilah pekerjaan yang perlu didelegasikan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip Manajemen Prioritas. Prinsip keterlibatan penuh mengambil sudut pandang yang berbeda dalam produktivitas diri. Prinsip ini menekankan bahwa produktivitas diri yang optimal bisa dicapai bila kita berhasil mengelola enerji kita pada dimensi fisik, emosi, mental dan spiritual. Prinsip ini terutama bersumber dari best seller book dari Jim Loehr dan Tony Schwartz, ‘The Power of Full Engagement’. Sementara itu prinsip ketiga diilhami oleh buku popular David Allen, Getting Things Done, yaitu berupa prinsip-prinsip dalam mengelola flow kerja kita sehingga kita selalu memiliki mind yang ‘calm’ dan focus karena kita selalu tahu status dari setiap aktivitas kita. Dengan demikian ke-4 prinsip Time Management tersebut akan membantu kita mengalokasikan waktu dengan lebih optimal, memilah aktivitas kita, menyiapkan diri untuk terlibat secara penuh dan mempercepat serta mengoptimalkan proses kerja kita. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Modern Time Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Men-share pada peserta beberapa prinsip utama dalam meningkatkan produktivitas diri Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Modern Time Management adalah : Apakah kita sudah mencapai produktivitas optimal? Tujuan Manajemen Waktu adalah agar kita dapat menikmati aktivitas kita sehari-hari. Manajemen waktu tradisional: analisis penggunaan waktu kita sehari-hari Self reward yang mendasari procrastination, perfectionist ataupun time waster kita lainnya Memahami tujuan diri dan pekerjaan sebagai dasar bagi kita untuk menentukan prioritas kerja kita sehari-hari Menerapkan prinsip Pareto dalam memilih aktivitas impactfull, antara Pengembangan Sistem, Pengembangan Tim dan Operasional Rutin Pentingnya delegasi dalam Manajemen Prioritas Mengelola emosi, fisik, mental dan spiritual untuk mencapai keterlibatan penuh dalam setiap aktivitas Aplikasi Manajemen Enerji: Menentukan purpose hidup, enerji audit, serta mengembangkan kebiasaan positif. Memilah tahap-tahap proses kerja dan tips untuk mengoptimalkan proses kerja The art of execution dalam aktivitas sehari-hari Integrasi produktivitas diri untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan diri. Testimoni Peserta Training Modern Time Management: “Sudah baik & tetapdipertahankan” “Sudah baik” “sudah baik, menyenangkan banyak diskusi 2 arah” Facilitator

Online Training: Pelatihan Peningkatan Kualitas Interaksi Terhadap Pelanggan

Deskripsi Pelatihan Kesadaran tentang pentingnya peningkatan mutu pelayanan terhadap Customer, masih perlu ditingkatkan, mengingat Paradigma Melayani belum benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku melayani dari Front-liners sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan Customer.Di samping sikap dari aspek Manusia, juga masih ada kita temui System Pelayanan yang dirancang bukan berorientasi kepada Pelayanan Pelanggan (Customer Driven), tapi berorientasi pada System Kontrol Perusahaan (Company Driven), sehingga bukan memberikan kemudahan kepada Customer, tapi malah menghambat pelayanan kepada Customer. Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti program ini, para peserta akan : Memahami betapa pentingnya arti Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) terhadap perkembangan perusahaan, yang oleh karena itu sadar akan perannya sebagai personel perusahaan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pelayanan terhadap pelanggan (Customer Service)Memiliki kemampuan dalam merancang dan mengembangkan system yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada pelangganMemiliki keterampilan dalam menerapkan tehnik-tehnik interaksi dan komunikasi effektif dalam proses memberi pelayanan kepada pelanggan, termasuk tehnik menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) Outline Materi Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan) Bagaimana membentuk paradigma “melayani” Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations) Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven” Pemanfaatan Sumber Daya dalam memberi kepuasan kepada pelanggan Hubungan antara Organisasi, System, Sarana serta Manusia terhadap pelayanan Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayanan Contoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayanan Proses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan Pelanggan Proses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan Pelanggan Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & Komunkasi Mengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,sbg dasar memberi pelayanan Pengertian “Personalized Service” Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi ketidakpuasan & keluhan (complaint) Pengertian “Moment Of Truth” dan hubungannya dg “Mouth To Mouth Promotion” Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayanan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelanggan Contoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan Data statistik tentang mengapa pelanggan lari Penggunaan “LAER Process” dalam menangani complaint Pengertian “Mendengar Aktif” Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelanggan Mengenal Jenis serta tehnik Megajukan Pertanyaan dalam menggali akar masalah Bagaimana melakukan respons dg jalan keluar yang memuaskan pelanggan Tindak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” CRS (Customer Response System) & Recording & Reporting System Peserta Target Peserta adalah siapa saja baik level Manager maupun Pelaksana yang berkaitan dengan Pelayanan Pelanggan (Customer Service), bukan saja yang berhubungan langsung dengan Customer (frontliners) , tapi juga pihak-pihak yang bertugas merancang system pelayanan perusahaan (System Designer). Metode Pelatihan Menerangkan konsep yang diikuti dengan contoh,kemudian minta peserta latihan baik perorangan maupun grup.Latihan baik secara berkelompok maupun perorangan meliputi :Latihan merancang System Pelayanan kepada pelanggan (Customer Oriented System)Setiap peserta Role Play di depan kelas memperaktekkan cara menawarkan barang / jasa kepada pelanggan, cara mengatasi keberatam pelanggan, termasuk cara menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint)Durasi PelatihanJangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektifProgram dimulai jam 08.30 dan berakhir jam 17.00. dengan 1,5 jam istirahat, yang terdiri dari 2 kali Break @ 15 menit, dan Makan Siang 1 jam.Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint Jadwal Pelatihan Day 1 08.30 – 10.00 Pendahuluan (latar belakang & sasaran program) Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan) Bagaimana membentuk paradigma “melayani” Latihan 1 : Membuat daftar jenis pelanggan serta jenis pelayanan yg diberikan 10.15 – 12.00 Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations) Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan sekedar memenuhi harapan, tapi melampaui harapan (pelayanan ekstra) Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven” Latihan 2 : Hal-hal yg menjadi harapan Pelanggan anda, dan apa yg telah dilakukan utk memenuhinya 13.00 – 15.00 Sumber daya yang diperlukan dalam memberi kepuasan kepada pelanggan Hubungan antara Organisasi dan Kebijakan Perusahaan terhadap mutu pelayanan Peran System Kerja dalam memberi kemudahan kepada pelanggan Hubungan antara Sarana Kerja dan Kepuasan Pelanggan Peran Faktor Manusia dalam memenuhi Harapan Pelanggan Latihan 3 : Identifikasi: Kebijakan, System, Sarana & Manusia di tempay kerja Anda Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayanan Contoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayanan Proses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan Pelanggan Proses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan Pelanggan Latihan 4 : Rancang Organisasi, System, Manusia & Sarana yg diperlukan (lihat : Latihan 3) Day 2 08.30 – 10.00 Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & Komunkasi Prinsip Dasar Komunikasi Efektif Mengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,dalam memberi pelayanan Pengertian “Personalized Service” Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi keluhan (complaint) Pengertian “Moment Of Truth” dan “Mouth To Mouth Promotion” 10.15 – 12.00 Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayanan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelanggan Contoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan Mengapa pelanggan menyampaikan ketidakpuasannya (complaint) Data statistik tentang mengapa pelanggan lari Latihan 5 : Cara kerja saat ini, dan bagaimana cara memperbaikinya 13.00 – 15.00 Latihan 6 : Membut jenis complaint pelanggan anda Penggunaan “LAER Process” dalam menangani complaint Pengertian “Mendengar Aktif” Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelanggan Mengenal Jenis serta tehnik Megajukan Pertanyaan Bagaimana melakukan saran jalan keluar yang memuaskan pelanggan Tidak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” Latihan 7 : – Sepasang peserta menyiapkan Rencana Handling Complaint Kemudian Role Play di depan kelas, satu sebagai Pelanggan, dan satu sebagai Petugas Peran masing-masing kemudian dibalik. Yg pelanggan menjadiPetugas dan sebaliknya Peserta lain melakukan eavluasi dg menggunakan form evluasi (terlampir) Facilitator

Online Training : Effective Communication & Collaboration in New Era How to Building and maintain Your Team

Di era Globalisasi, ketahanan Perusahaan atau organisasi harus semakin kokoh dalam menghadapi persaingan. Salah satu faktor utama yang membuat Perusahaan tidak mampu bertahan, adalah komunikasi yang baik antar personal serta kurangnya kerja sama tim yang solid. Perusahaan atau organisasi membutuhkan kerja sama tim yang baik untuk mencapai produktivitas kerja tinggi dan efektif. Bekerja sama sebagai tim berarti melibatkan diri satu sama lain dalam berkoordinasi secara professional dan efektif, sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif dan mendorong bersinergi satu sama lain Kecerdasan dan kemampuan untuk bekerja sama dalam organisasi akan menjadi motivasi memudahkan setiap orang mencapai hasil maksimal, efektif dan produktif. Workshop ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang sesuai dengan perannya akan belajar cara menjalankan peran individu dalam tim dengan komunikasi, kolaborasi, koordinasi dan sinergi. Tujuan Pelatihan Outline Materi  Metode Pelatihan Facilitator

Online Training : Kupas tuntas Customer Satisfaction dan Loyalty

Deskripsi Pelatihan Kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah hubungan antara perusahaan dan para pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik untuk pembelian kembali, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan, dan timbulnya kesediaan pelanggan untuk membayar dengan harga yang wajar atas jasa yang diterimanya. Oleh karena itu di tengah persaingan yang semakin ketat ini diperlukan upaya untuk membina hubungan yang baik antara penyedia jasa dan pelanggan, sehingga terjalinnya kemitraan jangka panjang dengan pelanggan secara terus menerus ini diharapkan dapat menghasilkan bisnis ulangan (repeat business). Dengan upaya ini diharapkan para pelanggan memperoleh kepuasan sesuai harapannya, bersedia membayar dengan harga yang ditetapkan dan mempunyai perasaan komitmen kuat terhadap perusahaan sehingga bersedia untuk menggunakan kembali di masa mendatang. Lalu bagaimana cara membentuk kepuasaan pelanggan? Bagaimana mengukurnya? SOP apa yang harus dilakukan? Bagaimana membentuk KPI untuk divisi servis? Ikuti workshop ini yang sudah teruji berhasil memajukan banyak perusahaan servis di Indonesia dan Jepang. Outline Materi Plan: Mengapa kepuasan pelanggan penting? Sejauh apa kontribusi kepuasan pelanggan terhadap kinerja keuangan perusahaan Faktor-faktor penunjang kepuasan pelanggan. Memahami SOP yang ada dalam pelaksanaan kepuasaan pelanggan Do: Memahami karakter diri sendiri Memahama karakater konsumen dan 10 perilaku konsumen Indonesia Hubungan ekspektasi dengan kepuasan pelanggan Kiat berkomunikasi verbal dengan pelanggan Penggunaan Bahasa tubuh dan pengaruhnya Study Kasus – Best practice perusahaan yang sukses melaksanakan Service Excellence. Apa yang bisa dipelajari dari mereka? Check: Mengukur kepuasan pelanggan melalui kuisioner ServQual Mengukur loyalitas pelanggan melalui Net Promoter Score Act: Audit pelaksanaan customer satisfaction yang sedang berjalan melalui PDCA Trouble Shooter. Apa yang bisa ditingkatkan lagi ? Facilitator

Online Training : Change Your Mindset

Deskripsi Pelatihan Sepanjang perjalanan hidup kita, tanpa sadar kita melakukan perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat. Perubahan yang kita lakukan ini, tidak saja kita lakukan secara sadar melalui sebuah perencanaan hidup, namun bisa juga terjadi secara alami atau tidak disadari , karena menjadi bagian dari mekanisme pertahanan kita untuk bertahan dalam hidup. Dalam konteks pekerjaan, perubahan juga terjadi. Organisasi untuk dapat bertahan dan berkembang sesuai visinya ditengah persaingan global, mau tak mau harus melakukan perubahan. Perubahan yang dilakuakn bisa bersifat inkremental atau malah radikal. Sebagai konsekuensi dari perubahan yang dilakukan organisasi, maka terjadi penyesuaian hal-hal berikut : kebijakan, aturan main, produk baru, layanan dan proses kerja. Karyawanlah yang akan terkena dampak secara langsung untuk ikut melakukan perubahan. Karyawan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan organisasi ini. Namun kenyataannya, ada juga karyawan yang resisten (menentang) perubahan. Banyak alasan yang muncul dari situasi ini sperti : akan kehilangan otoritas, sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini, akan kehilangan sesuatu yang mempengaruhi secara finansial, dll. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini peserta diajak untuk menyadari pentingnya merubah sudut pandang (persepsi) menuju proses berpikir positif (change to positive mindset). Dengan adanya perubahan sudut pandang ini akan membantu karyawan untuk berkontribusi lebih baik dalam melakukan perubahan di organisasi. Untuk mengajak pesertanya dalam membuka mindset akan perubahan, pelatihan akan bersifat : practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaaninspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaanenjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu : Memahami tantangan bisnis yang dihadapi dan apa peran diri untuk membuat organisasi bertahan Memahami perubahan dan resistensi Bersikap kreatif dalam menyikapi perubahan Menebar energi positif saat melakukan perubahan Outline Materi Tantangan bisnis Indonesia Dampak untuk perusahaan, departemen, dan diri sendiri Peran diri untuk menghadapi tantangan bisnis tersebut Perubahan dan resistensi 5 hal yang mendasari orang bersikap resisten Teknik mengelola resistensi Kreatif dalam beradaptasi denan perubahan Merubah sudut pandang Membuka blocking pikiran Menebar energi positif saat melakukan perubahan Peserta Parakaryawan middle level maupun senior levelSiapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan mengenai perubahan mindset Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan : Enhanced Lecture Group discussion Exercise Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Facilitator