Managerial Skills Training

Online Training : Coaching For Career And Self Development : System & Practice

Training Coaching For Career And Self Development : System & Practice salah satu tujuannya adalah Memahami tentang kepribadian orang dalam konteks dunia kerja, memahami perbedaan coaching dengan metode pengembangan lainnya. Deskripsi Upaya pengembangan karir perlu dilakukan agar karir karyawan tidak mandek. Selain sistem organisasi yang terbuka dalam hal peningkatan karir, aspek dari diri karyawan juga diperlukan dalam hal kompetensi dan kinerja individu. Untuk terpenuhinya kompetensi dan kinerja ini, ada 2 hal yang perlu diperhatikan. Pertama, yaitu aspek keahlian teknis (hard skills) agar karyawan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan fisik barang atau sistem dengan baik. Kedua, aspek soft skills yang didasari oleh sifat kepribadian atau karakter individu. (Coaching For Career) Umumnya Atasan, ketika menyentuh aspek kepribadian, tidak memiliki cukup pengetahuan sehingga ketika bawahan bermasalah karena hal ini, Atasan menyerahkannya ke HR. Ini adalah hal yang wajar karena atasan di bidang non HR, jarang yang berlatarbelakang Psikologi. Ditambah lagi, tidak semua juga perusahaan memiliki personil HR yang berlatarbelakang dari Psikologi. (Coaching For Career) Akibatnya, persoalan-persoalan kinerja karyawan yang berasal dari sikap-sikap yang keliru dalam menerima pekerjaan, masalah kedisiplinan, salah paham atau konflik akibat perbedaan gaya kepribadian, komunikasi yang tidak nyambung, kurang rasa tanggung jawab atas pekerjaan, dan lain-lain seringkali menjadi masalah rumit yang membuat kepala jadi pening. (Coaching For Career) Oleh karena itu penting untuk memahami tentang ilmu perilaku atau kepribadian manusia, khususnya di tempat kerja. Dengan pengetahuan yang benar, maka Atasan atau personil HR dapat melakukan penanganan dengan tepat. Harapannya, karyawan dapat berkembang kepribadiannya untuk menjadi modal dalam peningkatan kompetensi dan memberikan kinerja (performance) sesuai target yang ditetapkan. (Coaching For Career) Perlu ditekankan bahwa yang dimaksud dengan kepribadian di sini yaitu dalam konteks dunia kerja karena ilmu tentang kepribadian bisa mendalam atau luas cakupannya seperti psikologi klinis, psikologi eksperimen, dan lain-lain. Dengan demikian, penanganan yang dilakukan oleh Atasan atau HR masih dalam batas kemampuan umum. Ketika sumber masalahnya lebih dalam, tentu perlu dibantu profesional. (Coaching For Career) Perlu juga dipahami bahwa kepribadian berbeda dari kompetensi. Berbeda juga dari performance. Bisa dikatakan bahwa kepribadian adalah tempat “menginduk”-nya kompetensi. Sedangkan performance adalah output nya. Berarti kepribadian merupakan dasar penentu. Jika bagus atau berkualitas kepribadiannya maka karyawan tersebut berpotensi besar untuk menjadi kompeten dan memberikan performance yang baik. (Coaching For Career) Lalu apa saja penanganan yang dapat dilakukan oleh Atasan atau HR dalam mengembangkan kepribadian karyawan di tempat kerja ? Dalam konteks dunia kerja, penting agar upaya penanganan dilakukan secara sistematis, terprogram dan terukur sehingga ketika terjadi rotasi ataupun pergantian orang, perusahaan tetap dapat menjalankannya.(Coaching For Career) Langkah pertama upaya penanganan tentunya yaitu mengambil data terlebih dahulu atau identifikasi kondisi kepribadian karyawan melalui assessment. Ini perlu dilakukan agar kita mendapat data yang valid dan tidak menebak-nebak. Dari hasil assessment, kita bisa mengetahui apa aspek kekurangan karyawan sekaligus kelebihannya karena pasti dalam diri manusia ada kekuatan dan kelemahan. (Coaching For Career) Langkah kedua, yaitu memberikan feedback hasilnya agar karyawan menyadari seperti apa dirinya. Tidak jarang orang memiliki pandangan yang keliru tentang dirinya, misalnya merasa dirinya sangat cerdas padahal tidak demikian. Langkah ketiga, yaitu merumuskan rencana pengembangan diri. Di sini kita mendiskusikan dengan karyawan, alternatif tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kekurangan diri. Idealnya Atasan dan HR bersama-sama terlibat. Langkah ke empat yaitu pelaksanaan intervensi. Bisa jadi salah satunya dengan cara mengikuti training. Langkah terakhir yaitu evaluasi. Bisa dilakukan dengan cara assessment ulang untuk melihat tingkat kemajuan atau cukup dengan melihat perubahan sikap dan performance di tempat kerja. (Coaching For Career) Dari semua langkah ini, mungkin muncul pertanyaan bagaimana orang yang tidak berlatarbelakng psikologi dapat melakukan assessment kepribadian ? Lalu jika sudah mendapat hasilnya, apakah bisa langsung dipahami atau apakah perlu pengetahuan yang cukup tentang ilmu kepribadian ? Jawabannya : Bisa. (Coaching For Career) Pelatihan ini akan membantu peserta mempelajari dan memahami konsep-konsep kepribadian secara utuh pada porsi yang pas untuk keperluan dunia kerja. Tidak mempelajari hal-hal yang tidak relevan dengan dunia kerja. Peserta juga akan dipilihkan assessment tools yang mudah digunakan sehingga dapat dimanfaatkan di tempat kerja masing-masing. Peserta juga dapat berkonsultasi dengan Trainer selama menerapkan program ini di perusahaan tanpa dipungut biaya tambahan. Program ini dinamakan 3M Coaching. 3M adalah kependekan dari Mind, Mood dan Movement yang merupakan kategori dari kepribadian. (Coaching For Career) Keunggulan dari program ini adalah pada ciri yang dimilikinya yang menjadi tantangan bagi semua pihak yang bergelut di bidang pengembangan orang, yaitu terukur. Kepribadian sesungguhnya bersifat kualitatif. Dengan ilmu Psikologi, kualitatif bisa diubah menjadi kuantitatif. Program ini bergerak lebih jauh yaitu meng-kuantitatif-kan yang kualitatif dan dapat diimplementasikan oleh orang yang tidak berlatarbelakang ilmu Psikologi. Program ini merupakan hasil perasan dari pengalaman Trainer di bidang training & development bersama ratusan perusahaan dan telah mulai diimplementasikan sejak tahun 1999. (Coaching For Career) TUJUAN PELATIHAN OUTLINE MATERI METODE Ceramah interaktif Latihan mengerjakan tes Role play memberikan feedback hasil assessment Diskusi alternatif tindakan FACILITATOR Agustinar Ginanjar Somantri, Psi Berpengalaman sebagai praktisi dan konsultan pengembangan sumber daya manusia selama lebih dari 20 tahun. Pengalaman konsultan di IMDC (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) dan di MUC Consulting Group. Pengalaman praktisi sebagai pengelola dan pembina dari lebih 100 pengusaha lokal binaan Chevron Geothermal di program Local Business Development CGPO-I. Program ini menggunakan kombinasi metode assessment, training, coaching & counseling serta praktek proyek pengadaan barang dan jasa yang berjalan selama 5 tahun. Program ini berhasil memberi kontribusi yang signifikan bagi Chevron Geothermal dalam meraih penghargaan tertinggi Predikat Emas di program tahunan PROPER yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup RI. Juga sebagai kontributor dalam buku A Journey To Gold, KLH Juni 2013, bagian Local Business Development. Sebagai tim pengembangan masyarakat berhasil meraih 3 kali PROPER Emas dan 2 kali Green. Telah mengimplementasi ISO 9001 dan ISO 27001. Menamatkan pendidikan Psikologi dari Universitas Indonesia pada tahun 1998 dan studi Manajemen di UT. Pengalaman kerja terakhir sebagai People and Organization Development Manager di Mesco. Klien yang pernah ditangani antara lain, Indosat, DHL, Trelleborg, Saraswanti Indo Genetech, Universitas Binadarma, YMPG Matsushita Gobel, Dompet Dhuafa, Unilever Indonesia. Tiga tahun terakhir menjadi Coach bagi PT. ISDM, Daun Biru Engineering, Unggul Pawenang Sentosa dan menjadi nara sumber bagi UNDP – Mahkamah Agung

Online Training : Modern Time Management

Deskripsi Pelatihan Workshop singkat ini memberikan prinsip-prinsip Time Management, baik yang tradisional ataupun yang modern dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas diri. Prinsip dari Manajemen Waktu tradisional adalah kemampuan kita untuk melakukan analisa aktivitas kita, serta lebih mengalokasikan waktu kita secara lebih produktif, dengan mengatasi time waster ataupun procrastination. Sedangkan Modern Time Management, menambahkan 3 prinsip penting lain dalam ketrampilan tersebut untuk lebih memastikan terjadinya peningkatan produktivitas diri, yaitu: priority management, keterlibatan penuh dan getting things done. Prinsip dalam Manajemen Prioritas adalah memastikan bahwa input yang kita masukan di dalam aktivitas kita sehari-hari adalah benar-benar prioritas bagi pekerjaan kita ataupun diri kita. Memilah pekerjaan yang perlu didelegasikan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip Manajemen Prioritas. Prinsip keterlibatan penuh mengambil sudut pandang yang berbeda dalam produktivitas diri. Prinsip ini menekankan bahwa produktivitas diri yang optimal bisa dicapai bila kita berhasil mengelola enerji kita pada dimensi fisik, emosi, mental dan spiritual. Prinsip ini terutama bersumber dari best seller book dari Jim Loehr dan Tony Schwartz, ‘The Power of Full Engagement’. Sementara itu prinsip ketiga diilhami oleh buku popular David Allen, Getting Things Done, yaitu berupa prinsip-prinsip dalam mengelola flow kerja kita sehingga kita selalu memiliki mind yang ‘calm’ dan focus karena kita selalu tahu status dari setiap aktivitas kita. Dengan demikian ke-4 prinsip Time Management tersebut akan membantu kita mengalokasikan waktu dengan lebih optimal, memilah aktivitas kita, menyiapkan diri untuk terlibat secara penuh dan mempercepat serta mengoptimalkan proses kerja kita. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Modern Time Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Men-share pada peserta beberapa prinsip utama dalam meningkatkan produktivitas diri Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Modern Time Management adalah : Apakah kita sudah mencapai produktivitas optimal? Tujuan Manajemen Waktu adalah agar kita dapat menikmati aktivitas kita sehari-hari. Manajemen waktu tradisional: analisis penggunaan waktu kita sehari-hari Self reward yang mendasari procrastination, perfectionist ataupun time waster kita lainnya Memahami tujuan diri dan pekerjaan sebagai dasar bagi kita untuk menentukan prioritas kerja kita sehari-hari Menerapkan prinsip Pareto dalam memilih aktivitas impactfull, antara Pengembangan Sistem, Pengembangan Tim dan Operasional Rutin Pentingnya delegasi dalam Manajemen Prioritas Mengelola emosi, fisik, mental dan spiritual untuk mencapai keterlibatan penuh dalam setiap aktivitas Aplikasi Manajemen Enerji: Menentukan purpose hidup, enerji audit, serta mengembangkan kebiasaan positif. Memilah tahap-tahap proses kerja dan tips untuk mengoptimalkan proses kerja The art of execution dalam aktivitas sehari-hari Integrasi produktivitas diri untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan diri. Testimoni Peserta Training Modern Time Management: “Sudah baik & tetapdipertahankan” “Sudah baik” “sudah baik, menyenangkan banyak diskusi 2 arah” Facilitator

Online Training: Pelatihan Peningkatan Kualitas Interaksi Terhadap Pelanggan

Deskripsi Pelatihan Kesadaran tentang pentingnya peningkatan mutu pelayanan terhadap Customer, masih perlu ditingkatkan, mengingat Paradigma Melayani belum benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku melayani dari Front-liners sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan Customer.Di samping sikap dari aspek Manusia, juga masih ada kita temui System Pelayanan yang dirancang bukan berorientasi kepada Pelayanan Pelanggan (Customer Driven), tapi berorientasi pada System Kontrol Perusahaan (Company Driven), sehingga bukan memberikan kemudahan kepada Customer, tapi malah menghambat pelayanan kepada Customer. Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti program ini, para peserta akan : Memahami betapa pentingnya arti Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) terhadap perkembangan perusahaan, yang oleh karena itu sadar akan perannya sebagai personel perusahaan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pelayanan terhadap pelanggan (Customer Service)Memiliki kemampuan dalam merancang dan mengembangkan system yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada pelangganMemiliki keterampilan dalam menerapkan tehnik-tehnik interaksi dan komunikasi effektif dalam proses memberi pelayanan kepada pelanggan, termasuk tehnik menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) Outline Materi Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan) Bagaimana membentuk paradigma “melayani” Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations) Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven” Pemanfaatan Sumber Daya dalam memberi kepuasan kepada pelanggan Hubungan antara Organisasi, System, Sarana serta Manusia terhadap pelayanan Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayanan Contoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayanan Proses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan Pelanggan Proses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan Pelanggan Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & Komunkasi Mengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,sbg dasar memberi pelayanan Pengertian “Personalized Service” Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi ketidakpuasan & keluhan (complaint) Pengertian “Moment Of Truth” dan hubungannya dg “Mouth To Mouth Promotion” Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayanan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelanggan Contoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan Data statistik tentang mengapa pelanggan lari Penggunaan “LAER Process” dalam menangani complaint Pengertian “Mendengar Aktif” Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelanggan Mengenal Jenis serta tehnik Megajukan Pertanyaan dalam menggali akar masalah Bagaimana melakukan respons dg jalan keluar yang memuaskan pelanggan Tindak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” CRS (Customer Response System) & Recording & Reporting System Peserta Target Peserta adalah siapa saja baik level Manager maupun Pelaksana yang berkaitan dengan Pelayanan Pelanggan (Customer Service), bukan saja yang berhubungan langsung dengan Customer (frontliners) , tapi juga pihak-pihak yang bertugas merancang system pelayanan perusahaan (System Designer). Metode Pelatihan Menerangkan konsep yang diikuti dengan contoh,kemudian minta peserta latihan baik perorangan maupun grup.Latihan baik secara berkelompok maupun perorangan meliputi :Latihan merancang System Pelayanan kepada pelanggan (Customer Oriented System)Setiap peserta Role Play di depan kelas memperaktekkan cara menawarkan barang / jasa kepada pelanggan, cara mengatasi keberatam pelanggan, termasuk cara menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint)Durasi PelatihanJangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektifProgram dimulai jam 08.30 dan berakhir jam 17.00. dengan 1,5 jam istirahat, yang terdiri dari 2 kali Break @ 15 menit, dan Makan Siang 1 jam.Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint Jadwal Pelatihan Day 1 08.30 – 10.00 Pendahuluan (latar belakang & sasaran program) Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan) Bagaimana membentuk paradigma “melayani” Latihan 1 : Membuat daftar jenis pelanggan serta jenis pelayanan yg diberikan 10.15 – 12.00 Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations) Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan sekedar memenuhi harapan, tapi melampaui harapan (pelayanan ekstra) Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven” Latihan 2 : Hal-hal yg menjadi harapan Pelanggan anda, dan apa yg telah dilakukan utk memenuhinya 13.00 – 15.00 Sumber daya yang diperlukan dalam memberi kepuasan kepada pelanggan Hubungan antara Organisasi dan Kebijakan Perusahaan terhadap mutu pelayanan Peran System Kerja dalam memberi kemudahan kepada pelanggan Hubungan antara Sarana Kerja dan Kepuasan Pelanggan Peran Faktor Manusia dalam memenuhi Harapan Pelanggan Latihan 3 : Identifikasi: Kebijakan, System, Sarana & Manusia di tempay kerja Anda Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayanan Contoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayanan Proses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan Pelanggan Proses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan Pelanggan Latihan 4 : Rancang Organisasi, System, Manusia & Sarana yg diperlukan (lihat : Latihan 3) Day 2 08.30 – 10.00 Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & Komunkasi Prinsip Dasar Komunikasi Efektif Mengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,dalam memberi pelayanan Pengertian “Personalized Service” Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi keluhan (complaint) Pengertian “Moment Of Truth” dan “Mouth To Mouth Promotion” 10.15 – 12.00 Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayanan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelanggan Contoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan Mengapa pelanggan menyampaikan ketidakpuasannya (complaint) Data statistik tentang mengapa pelanggan lari Latihan 5 : Cara kerja saat ini, dan bagaimana cara memperbaikinya 13.00 – 15.00 Latihan 6 : Membut jenis complaint pelanggan anda Penggunaan “LAER Process” dalam menangani complaint Pengertian “Mendengar Aktif” Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelanggan Mengenal Jenis serta tehnik Megajukan Pertanyaan Bagaimana melakukan saran jalan keluar yang memuaskan pelanggan Tidak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” Latihan 7 : – Sepasang peserta menyiapkan Rencana Handling Complaint Kemudian Role Play di depan kelas, satu sebagai Pelanggan, dan satu sebagai Petugas Peran masing-masing kemudian dibalik. Yg pelanggan menjadiPetugas dan sebaliknya Peserta lain melakukan eavluasi dg menggunakan form evluasi (terlampir) Facilitator

Online Training : Effective Communication & Collaboration in New Era How to Building and maintain Your Team

Di era Globalisasi, ketahanan Perusahaan atau organisasi harus semakin kokoh dalam menghadapi persaingan. Salah satu faktor utama yang membuat Perusahaan tidak mampu bertahan, adalah komunikasi yang baik antar personal serta kurangnya kerja sama tim yang solid. Perusahaan atau organisasi membutuhkan kerja sama tim yang baik untuk mencapai produktivitas kerja tinggi dan efektif. Bekerja sama sebagai tim berarti melibatkan diri satu sama lain dalam berkoordinasi secara professional dan efektif, sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif dan mendorong bersinergi satu sama lain Kecerdasan dan kemampuan untuk bekerja sama dalam organisasi akan menjadi motivasi memudahkan setiap orang mencapai hasil maksimal, efektif dan produktif. Workshop ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang sesuai dengan perannya akan belajar cara menjalankan peran individu dalam tim dengan komunikasi, kolaborasi, koordinasi dan sinergi. Tujuan Pelatihan Outline Materi  Metode Pelatihan Facilitator

Online Training : Kupas tuntas Customer Satisfaction dan Loyalty

Deskripsi Pelatihan Kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah hubungan antara perusahaan dan para pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik untuk pembelian kembali, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan, dan timbulnya kesediaan pelanggan untuk membayar dengan harga yang wajar atas jasa yang diterimanya. Oleh karena itu di tengah persaingan yang semakin ketat ini diperlukan upaya untuk membina hubungan yang baik antara penyedia jasa dan pelanggan, sehingga terjalinnya kemitraan jangka panjang dengan pelanggan secara terus menerus ini diharapkan dapat menghasilkan bisnis ulangan (repeat business). Dengan upaya ini diharapkan para pelanggan memperoleh kepuasan sesuai harapannya, bersedia membayar dengan harga yang ditetapkan dan mempunyai perasaan komitmen kuat terhadap perusahaan sehingga bersedia untuk menggunakan kembali di masa mendatang. Lalu bagaimana cara membentuk kepuasaan pelanggan? Bagaimana mengukurnya? SOP apa yang harus dilakukan? Bagaimana membentuk KPI untuk divisi servis? Ikuti workshop ini yang sudah teruji berhasil memajukan banyak perusahaan servis di Indonesia dan Jepang. Outline Materi Plan: Mengapa kepuasan pelanggan penting? Sejauh apa kontribusi kepuasan pelanggan terhadap kinerja keuangan perusahaan Faktor-faktor penunjang kepuasan pelanggan. Memahami SOP yang ada dalam pelaksanaan kepuasaan pelanggan Do: Memahami karakter diri sendiri Memahama karakater konsumen dan 10 perilaku konsumen Indonesia Hubungan ekspektasi dengan kepuasan pelanggan Kiat berkomunikasi verbal dengan pelanggan Penggunaan Bahasa tubuh dan pengaruhnya Study Kasus – Best practice perusahaan yang sukses melaksanakan Service Excellence. Apa yang bisa dipelajari dari mereka? Check: Mengukur kepuasan pelanggan melalui kuisioner ServQual Mengukur loyalitas pelanggan melalui Net Promoter Score Act: Audit pelaksanaan customer satisfaction yang sedang berjalan melalui PDCA Trouble Shooter. Apa yang bisa ditingkatkan lagi ? Facilitator

Online Training : Change Your Mindset

Deskripsi Pelatihan Sepanjang perjalanan hidup kita, tanpa sadar kita melakukan perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat. Perubahan yang kita lakukan ini, tidak saja kita lakukan secara sadar melalui sebuah perencanaan hidup, namun bisa juga terjadi secara alami atau tidak disadari , karena menjadi bagian dari mekanisme pertahanan kita untuk bertahan dalam hidup. Dalam konteks pekerjaan, perubahan juga terjadi. Organisasi untuk dapat bertahan dan berkembang sesuai visinya ditengah persaingan global, mau tak mau harus melakukan perubahan. Perubahan yang dilakuakn bisa bersifat inkremental atau malah radikal. Sebagai konsekuensi dari perubahan yang dilakukan organisasi, maka terjadi penyesuaian hal-hal berikut : kebijakan, aturan main, produk baru, layanan dan proses kerja. Karyawanlah yang akan terkena dampak secara langsung untuk ikut melakukan perubahan. Karyawan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan organisasi ini. Namun kenyataannya, ada juga karyawan yang resisten (menentang) perubahan. Banyak alasan yang muncul dari situasi ini sperti : akan kehilangan otoritas, sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini, akan kehilangan sesuatu yang mempengaruhi secara finansial, dll. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini peserta diajak untuk menyadari pentingnya merubah sudut pandang (persepsi) menuju proses berpikir positif (change to positive mindset). Dengan adanya perubahan sudut pandang ini akan membantu karyawan untuk berkontribusi lebih baik dalam melakukan perubahan di organisasi. Untuk mengajak pesertanya dalam membuka mindset akan perubahan, pelatihan akan bersifat : practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaaninspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaanenjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu : Memahami tantangan bisnis yang dihadapi dan apa peran diri untuk membuat organisasi bertahan Memahami perubahan dan resistensi Bersikap kreatif dalam menyikapi perubahan Menebar energi positif saat melakukan perubahan Outline Materi Tantangan bisnis Indonesia Dampak untuk perusahaan, departemen, dan diri sendiri Peran diri untuk menghadapi tantangan bisnis tersebut Perubahan dan resistensi 5 hal yang mendasari orang bersikap resisten Teknik mengelola resistensi Kreatif dalam beradaptasi denan perubahan Merubah sudut pandang Membuka blocking pikiran Menebar energi positif saat melakukan perubahan Peserta Parakaryawan middle level maupun senior levelSiapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan mengenai perubahan mindset Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan : Enhanced Lecture Group discussion Exercise Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Facilitator

Online Training : Membuat Dashboard Interaktif dengan Microsoft Excel

Pendahuluan Business Intellagance atau BI pada dasarnya adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan berbasis fact-based support system. Dashboard adalah sebuah bentuk dari BI dimana di dalamnya ada proses terhadap data mentah, analisa, dan visualisasi, untuk membantu organisasi bisa mengambil keputusan yang cepat dan tepat.Dalam training ini akan dibahas bagaimana menggunakan aplikasi spreadsheet Microsoft Excel untuk membuat dashboard. Dimulai dari prinsip dan langkah perencanaan membangun dashboard yang baik. Kemudian dilanjutkan dengan konsep model data yang efektif, yaitu dengan memisahkan proses data, analisis, dan presentasi menjadi 3-layer terpisah. Hal ini dilakukan untuk menjamin dashboard mudah dipelihara dan dikembangkan, khususnya bagi dashboard yang perlu disediakan secara reguler, tapi dengan tambahan data yang baru misalnya.Visualisasi data adalah bagian yang penting pada sebuah dashboard. Disini akan dibahas prinsip-prinsip visualisasi yang efektif. Kemudian teknik apa saja yang bisa dilakukan dilakukan agar dashboard bisa interaktif. Disini melibatkan komponen Excel seperti Form, Pivot Slicer, dan Macro, yang tentunya akan dilakukan tanpa perlu dasar pemrograman. Penambahan komponen interaktif ini bisa membuat dashboard lebih menarik dan efisien. Metode Presentasi Diskusi Mengerjakan file latihan Outline Konsep dashboard dan Model Data Persiapan membuat dashboard Langkah-langkah membangun dashboard Model data yang efektif untuk dashboard: Layer Data, Layer Analisis, Layer Presentasi Prinsip mendesain dashboard Sharing dashboard (proteksi & eksport ke pdf) Basic Analysis Tools: Table Sort, Filter, dan Advance Filter Fungsi yang sering dipakai di Layer Analisis: IF(S), LOOKUP, dan SUMPRODUCT Pivot Table Visualisasi Interaktif untuk Dashboard Form Control Pivot Slicers Macro-Charged Membuat dashboard (Layer Presentasi) Facilitator Fazri Romadhona, S.Si Lulus dari Insitut Teknologi Bandung tahun 1999, dan telah bekerja lebih dari 20 tahun di bidang teknologi informasi. Pertama bekerja di Lab Fisika Bumi sebagai freelance engineer, kemudian pindah ke perusahaan kontraktor telekomunikasi untuk mengembangkan perangkat komunikasi data berbasis embedded sistem dan Linux. Selanjutnya bekerja di perusahaan alat berat, bertanggung jawab untuk mengelola jaringan komputer, sistem informasi, dan terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan akuisisi data truk-truk di wilayah pertambangan (Papua). Pada tahun 2005 memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan bekerja secara freelance sebagai trainer dan konsultan. Banyak terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan sistem informasi (aplikasi) berbasis web untuk membantu beberapa konsultan pada area psikotest, assessment, recruitment, HR audit, CRM (Customer Relation Management), event management, dashboard, dan keuangan. Beberapa klien (terlibat dalam project mereka) diantaranya: PT Trakindo Utama, PT PZ Cussons Indonesia, PT Prakarsa Indah (pekerjaan untuk Dept. Keuangan, Pertamina, Bank Danamon), PT Insan Performa (pekerjaan untuk BP Migas), PT Bhumi Rantau Energi, PT Kalbe Farma, PT Lintas Media Danawa (Lintasarta Group), PT Upaya Riksa Patra, PT Media Cendekia Utama, PT Kreasi Nilai Grup, dll.

Online Training : Managing Productivity in Digital Era

Kita sudah beberapa tahun belakangan masuk di Era Revolusi Industri 4.0 dan ditandai dengan hadirnya ‘Internet of Things’ yang juga mengubah perilaku serta gaya hidup masyarakat. Bahkan hadirnya konsep ‘Society 5.0’ makin membuat dunia sadar akan kebutuhan perubahan dalam kegiatan sehari-hari dan kerja. Kondisi Pandemi yang tiba-tiba menyeruak di awal 2020, hanya mendorong bahwa pola kegiatan ‘remote working’ harus secepat mungkin teradaptasi di berbagai bidang pekerjaan. Demikian juga dengan Kondisi bekerja dari Rumah atau dikenal dengan istilah WFH, memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan penyesuaian. Kondisi lingkungan, WFH, WFO, lokasi, peralatan, fasilitas, rekanan dan berbagai hal lain menjadi faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Wajar saja jika kondisi ini mempengaruhi produktivitas dan mengakibatkan stress, terutama bagi mereka yang terbiasa bekerja di kantor atau di luar Rumah. Saat ini banyak Perusahaan tetap bertanggung jawab memberikan dukungan dengan mengijinkan Karyawan untuk ‘Remote Working / WFH’, namun tak dapat di pungkiri bahwa kondisi ini tidak dapat berjalan 100% atau bias dibilang kurang produktif karena merupakan hal baru yang butuh diadaptasikan. Selain hal tersebut diatas, kebiasaan melakukan ‘Remote Working’ bukan bersifat sementara saja selama Pandemi, justru dengan sadarnya masyarakat Global akan ‘Society 5.0’, akan membuat system ‘remote working’ makin berkembang dan menjadi pilihan atau kebutuhan baru di berbagai organisasi. Guna tetap mengelola dan meningkatkan produktivitas karyawan sekarang ini, maka salah satu ide terbaik adalah tetap melakukan pengembangan skill sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Untuk itu melalui workshop ini, kami mendukung untuk memfasilitasi kegiatan e-workshop yang tetap mengusung proses pembelajaran aktif, interaktif dan didesign sesuai dengan kondisi ‘Remote Working’. Manfaat : Memberikan dukungan langsung berupa keahlian yang dibutuhkan Karyawan saat ‘Remote Working’ Teknik praktis mengelola stress, relaksasi dan menyelaraskan pikiran Kemampuan mengelola pekerjaan dengan pola dan lingkungan yang baru Keahlian dalam memanfaatkan alat penunjang produktivitas Materi yang dipelajari dalam Workshop adalah : Managing Stress and building positive mentality (self-acceptance, mindful breathing, walking meditation) Managing your Working environment Prepare your working space Dealing with environment (partner or family) Understand your Time Wasters Overcome Procrastination SMART Goal setting The Focus Funnel (time management at Digital Era) The basics of good time management Write things down Use ‘to do’ lists Establish priorities The Pareto principle Do one thing at a time (perfect execution) Re-design inefficient tasks Delegation Avoid interruptions Learn to say “no” Control Information Overload and Disrupting Planning for online meetings Productivity Muscle Detail Workshop and Method Duration : 2 days, 3 session /day 20% Theory, 80% Practice. Module, live sharing, practice, worksheet and evaluation Learning Method : e-Facilitation for (Sharing, oleplay, Simulation & Game) Learning Process using “Zoom” (include introduction and preparation briefing) Participant Requirement Zoom app downloaded Using pc/ laptop (recommended) Using headset / earphone Internet bandwidth 1,5 Mbps Tested before workshop Alat tulis & spidol warna / pensil warna Kertas HVS / A4 Facilitator Mr. Agus Gunawan Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Mr. Agus Gunawan telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Mr. Agus Gunawan telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, PRESENTATION SKILLS, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi.20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi.Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang managementTeknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir.Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar.20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Online Training : Increasing Employee Engagement: Measuring & Managing

Deskripsi Setiap pegawai yang bekerja di dalam sebuah organisasi membutuhkan rasa aman dan nyaman. Rasa ini dibutuhkan oleh mereka untuk dapat berkonsentrasi sehingga dapat mencapai kinerja secara maksimal. Sayangnya di dalam manajemen tidak semua pimpinan mampu membangun rasa ini sehingga dampaknya adalah munculnya rasa frustrasi bahkan sang pegawai keluar dari organisasi tersebut. Apabila yang keluar adalah pegawai yang tidak memiliki komitmen dan kompetensi mungkin hal ini tidak masalah, namun apabila sebaliknya, pegawai yang memiliki komitmen dan kompetensi maka dampaknya akan merugikan organisasi itu sendiri. Untuk dapat membangun rasa aman dan nyaman, pimpinan tidak hanya semata-mata menyediakan gaji atau fasilitas yang baik, namun lebih dari itu. Agar para pimpinan dan staf yang bertugas mampu menciptakan rasa tersebut, maka dibutuhkan berbagai jenis pengetahuan dan keterampilan. Dengan mengikuti program pelatihan Increasing Employee Engagement ini diharapkan para pimpinan dan staf yang bertugas menciptakan iklim organisasi mampu mengembangkan kapasitasnya sebagai pimpinan dan staf yang mumpuni sehingga dapat membangun iklim organisasi yang kondusif bagi peningkatan kinerja organisasi. Apa yang akan didapat peserta dalam pelatihan ini? Peserta mampu memiliki pengetahuan dalam mengukur dan mengelola tingkat keterikatan karyawan (employee engagement level).Peserta mampu mengelola tingkat keterikatan karyawan.Program pelatihan disampaikan dalam format video conference yang interaktif. Kami telah menyesuaikan materi pelatihan untuk dibawakan secara online. Metode Pelatihan Pembelajaran menggunakan aplikasi Zoom Video Conference.Program berlangsung selama 1 hari, total 5 jam.Materi ini disampaikan dengan menekankan penggunaan Diskusi dan Exercise Outline Materi 09:00 – 12:00 Konsep Employee Engagement Kontribusinya terhadap keberhasilan organisasi Faktor-faktor pengendali Employee Engagement Bagaimana mengelola Employee Engagement? Mendesain strategi dan program Employee Engagement 12:00 – 13:00 Istirahat 13:00 – 15:00 Measuring Employee Engagement Metodologi dan tool pengukuran Employee Engagement Langkah-langkah dalam mengukur Employee Engagement Menentukan jenis dan sumber data pengukuran Tindak lanjut hasil survei Employee Engagement Facilitator

Pelatihan Peningkatan Kualitas Interaksi Terhadap Pelanggan

Pelatihan Peningkatan Kualitas Interaksi Terhadap Pelanggan mempelajari mengenai menelusuri data statistik tentang kepuasan pelanggan, pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan), bagaimana membentuk paradigma “melayani”, dan hal – hal lain terkait Pelatihan Peningkatan Kualitas Interaksi Terhadap Pelanggan. Deskripsi Kesadaran tentang pentingnya peningkatan mutu pelayanan terhadap Customer, masih perlu ditingkatkan, mengingat Paradigma Melayani belum benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku melayani dari Front-liners sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan Customer.Di samping sikap dari aspek Manusia, juga masih ada kita temui System Pelayanan yang dirancang bukan berorientasi kepada Pelayanan Pelanggan (Customer Driven), tapi berorientasi pada System Kontrol Perusahaan (Company Driven), sehingga bukan memberikan kemudahan kepada Customer, tapi malah menghambat pelayanan kepada Customer.Tujuan PelatihanSetelah selesai mengikuti program ini, para peserta akan : Memahami betapa pentingnya arti Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) terhadap perkembangan perusahaan, yang oleh karena itu sadar akan perannya sebagai personel perusahaan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pelayanan terhadap pelanggan (Customer Service)Memiliki kemampuan dalam merancang dan mengembangkan system yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada pelangganMemiliki keterampilan dalam menerapkan tehnik-tehnik interaksi dan komunikasi effektif dalam proses memberi pelayanan kepada pelanggan, termasuk tehnik menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) Outline Materi Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelanggan Pengertian dari kata “Customer” (Pelanggan) Bagaimana membentuk paradigma “melayani” Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations) Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelanggan Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven” Pemanfaatan Sumber Daya dalam memberi kepuasan kepada pelanggan\Hubungan antara Organisasi, System, Sarana serta Manusia terhadap pelayanan Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayanan Contoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayanan Proses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan Pelanggan Proses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan Pelanggan Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & KomunkasiMengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,sbg dasar memberi pelayanan Pengertian “Personalized Service” Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi ketidakpuasan & keluhan (complaint) Pengertian “Moment Of Truth” dan hubungannya dg “Mouth To Mouth Promotion” Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayanan Bagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelanggan Contoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan Data statistik tentang mengapa pelanggan lari Penggunaan “LAER Process” dalam menangani complaint Pengertian “Mendengar Aktif” Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelanggan Mengenal Jenis serta tehnik Megajukan Pertanyaan dalam menggali akar masalah Bagaimana melakukan respons dg jalan keluar yang memuaskan pelanggan Tindak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” CRS (Customer Response System) & Recording & Reporting System Peserta : Target Peserta adalah siapa saja baik level Manager maupun Pelaksana yang berkaitan dengan Pelayanan Pelanggan (Customer Service), bukan saja yang berhubungan langsung dengan Customer (frontliners) , tapi juga pihak-pihak yang bertugas merancang system pelayanan perusahaan (System Designer). Metode Pelatihan Menerangkan konsep yang diikuti dengan contoh,kemudian minta peserta latihan baik perorangan maupun grup.Latihan baik secara berkelompok maupun perorangan meliputi :Latihan merancang System Pelayanan kepada pelanggan (Customer Oriented System)Setiap peserta Role Play di depan kelas memperaktekkan cara menawarkan barang / jasa kepada pelanggan, cara mengatasi keberatam pelanggan, termasuk cara menangani keluhan pelanggan (Customer Complaint) Durasi Pelatihan Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektifProgram dimulai jam 08.30 dan berakhir jam 17.00. dengan 1,5 jam istirahat, yang terdiri dari 2 kali Break @ 15 menit, dan Makan Siang 1 jam.Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer ComplaintJadwal Pelatihan Day 1 08.30 – 10.00Pendahuluan (latar belakang & sasaran program)Menelusuri Data Statistik tentang kepuasan pelangganPengertian dari kata “Customer” (Pelanggan)Bagaimana membentuk paradigma “melayani”Latihan 1 : Membuat daftar jenis pelanggan serta jenis pelayanan yg diberikan 10.15 – 12.00Pengertian Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)Pengertian Harapan Pelanggan (Customer Expectations)Hal-hal mendasar yang menjadi harapan pelangganBukan sekedar memenuhi harapan, tapi melampaui harapan (pelayanan ekstra)Bukan “Company Driven” tapi “Customers Driven”Latihan 2 : Hal-hal yg menjadi harapan Pelanggan anda, dan apa yg telah dilakukan utk memenuhinya 13.00 – 15.00Sumber daya yang diperlukan dalam memberi kepuasan kepada pelangganHubungan antara Organisasi dan Kebijakan Perusahaan terhadap mutu pelayananPeran System Kerja dalam memberi kemudahan kepada pelangganHubungan antara Sarana Kerja dan Kepuasan PelangganPeran Faktor Manusia dalam memenuhi Harapan PelangganLatihan 3 : Identifikasi: Kebijakan, System, Sarana & Manusia di tempay kerja Anda 15.15 – 17.00Contoh kombinasi aspek System & Sarana dalam proses memberi pelayananContoh kombinasi aspek Sytem & Manusia dalam proses memberi pelayananProses merancang Organisasi & System dalam memenuhi Harapan PelangganProses menyiapkan Manusia & Sarana dalam memenuhi Harapan PelangganLatihan 4 : Rancang Organisasi, System, Manusia & Sarana yg diperlukan (lihat : Latihan 3) Day 2 08.30 – 10.00Peran faktor Manusia dalam proses Interaksi & KomunkasiPrinsip Dasar Komunikasi EfektifMengenal Sifat Dasar Manusia dalam berkomuniasi,dalam memberi pelayananPengertian “Personalized Service”Peran aspek Manusia dalam mengantisipasi keluhan (complaint)Pengertian “Moment Of Truth” dan “Mouth To Mouth Promotion” 10.15 – 12.00Harapan pelanggan terhadap aspek Manusia dalam memberi pelayananBagaimana harus bersikap dalam memberi pelayanana kepada pelangganContoh kalimat yang digunalkan dalam memberi pelayanan kepada pelangganMengapa pelanggan menyampaikan ketidakpuasannya (complaint)Data statistik tentang mengapa pelanggan lariLatihan 5 : Cara kerja saat ini, dan bagaimana cara memperbaikinya 13.00 – 15.00Latihan 6 : Membut jenis complaint pelanggan andaPenggunaan “LAER Process” dalam menangani complaintPengertian “Mendengar Aktif”Tehnik menyatakan sikap “Empathy” terhadap kekecewaan pelangganMengenal Jenis serta tehnik Megajukan PertanyaanBagaimana melakukan saran jalan keluar yang memuaskan pelangganTidak lanjut dan Cek Pelaksanaan sbg kunci keberhasilan ‘Handling Complaint” 15.15 – 17.00Latihan 7 : – Sepasang peserta menyiapkan Rencana Handling ComplaintKemudian Role Play di depan kelas, satu sebagai Pelanggan, dan satu sebagai PetugasPeran masing-masing kemudian dibalik. Yg pelanggan menjadiPetugas dan sebaliknyaPeserta lain melakukan eavluasi dg menggunakan form evluasi (terlampir)Persyaratan PesertaSemua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Facilitator

Training Pelatihan Strategi dalam Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan Jika Ada Pengaduan Customer

Training Pelatihan Strategi dalam Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan Jika Ada Pengaduan Customer mempelajari mengenai hubungan antara problem, problem solving , dan decision making, creative problem solving, metoda pemecahan masalah dan hal lainnya terkait Strategi dalam Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan Deskripsi Memecahkan masalah dan mengambil keputusan merupakan tugas dan tanggung jawab utama dari seorang pemimpin. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang senantiasa mampu memecahkan masalah secara kreatif dan mengambil keputusan yang tepat. Pemecahan masalah secara kreatif dan pengambilan keputusan yang tepat bukanlah perkara mudah dan sederhana, Untuk mampu memecakan masalah secara kreatif dan mengambil keputusan yang tepat diperlukan bekal pengetahuan dan skill yang memadai, utamanya pengetahuan dan skill mengenai teknik dan metode dari pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Selain juga faktor-faktor penting lainnya yang menentukan. Tujuan Pelatihan Tujuan dari training ini adalah memberikan pemahaman pengetahuan dan ketrampilan kepada para pemimpin dalam hal pemecahan masalah yang kreatif dan pengambilan keputusan yang tepat dengan berbagai teknik dan pendekatan. Manfaat dari training ini, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemimpin dalam hal pemecahan masalah secara kreatif dan pengambilan keputusan yang tepat. Outline Materi Day 1 Day 2 Metode Pelatihan Presentasi, diskusi, brainstorming, case study & exercise/latihan), video, song, ice breaking, games, motivation and inspiration story Dengan menggunakan konsep interactive presentation – komunikasi dua arah, group discussion, brainstorming, team building, games/ jokes/ice breaker, role play, case study, simulasi dan pemutaran video. Motivational dan inspirational workshop ini, materinya akan dibawakan oleh trainer dengan gaya yang khas, bahasa yang lugas/gampang dicerna dan gamblang, mengalir, santai, segar dan bersahabat (friendly, fresh, fun) diselingi video motivasi yang “inspiratif” dan contoh kasus nyata, dengan joke/canda dan games (ice breaker) yang menyentuh dan menggugah nurani. Workshop ini dikemas dengan konsep learning and edutainment – membumi dan applicable. Facilitator

Online Training : Basic Communication Skills

Online Basic Communication Skills ini mempelajari mengenai bagaimana proses komunikasi, building blocks yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan baik dan hal lainnya terkait dengan Basic Communication Skills. Deskripsi Komunikasi adalah ketrampilan dasar yang diperlukan untuk dapat berinteraksi dengan optimal di tempat kerja.  Permasalahan yang muncul dalam kaitan dengan kerja sama, hubungan atasan – bawahan, ataupun hubungan antara departemen di dalam organisasi, seringkali disebabkan oleh kuranganya kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik.  Baik itu pemilihan kata, intonasi suara ataupun kemampuan mengekspresikan pendapat dengan jelas.  Pelatihan ini didisain untuk menjadi dasar bagi pelatihan komunikasi yang diperlukan oleh semua anggota organisasi.  Tujuan dari pelatihan ini adalah mengingatkan akan pentingnya ketrampilan komunikasi di dalam organisasi, serta memberikan pemahaman dan latihan beberapa ketrampilan utama dalam komunikasi. Outline Materi 09:00 – 15:00 Materi Basic Communication Skills Training yang akan dibahas adalah : Proses Komunikasi Building blocks yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan baik Struktur content dalam komunikasi: mengajukan pertanyaan, mengajukan keberatan, menyampaikan masukan. Ketrampilan mendengarkan empatik dan bahasa tubuh Komunikasi Asertif Menangani keluhan Facilitator Dianti Arudi, MBA. Komunikasi tidak hanya karir profesional Dianti namun juga menjadi personal interest yang bersangkutan. Memulai pengalamannya dalam bidang komunikasi sebagai Journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, surat kabar ekonomi Jepang, Dianti kemudian melanjutkan karirnya dalam area yang membutuhkan komunikasi intens Dianti menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan, Master in Business Administration, di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Journalist, the Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) EXPERTISE : Secretarial Skills, Communication and Presentation Skills, Business Writing Skills, Service Excellence Trainer and Consultant Lecturer on Human Resources, Marketing Fundamental, Business Communication at Binus International University CERTIFICATIONS : Certified Trainer, Persuasive Communication, Persona Global, US MBA Indonesian Institute for Management Development (IPMI) – Monash University Sarjana Sastra, University of Indonesia, Faculty of Culture

Online Training : Facility Management

Training Facility Management mempelajari bagaimana untuk mengerti dan praktek melakukan perencanaan manajemen fasilitas. Peserta belajar untuk merencanakan pemeliharaan, perawatan fasilitas dan hal lainnya terkait Facility Management. Deskripsi Facility management adalah gabungan beberapa fungsi manajemen terintegrasi yang dikhususkan untuk koordinasi ruang, infrastruktur, orang-orang  & organisasi. Facility Management ini sering dikaitkan dengan administrasi kantor, arena, sekolah, pusat konvensi, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, dll . Padahal fungsinya lebih luas dari sekedar layanan bisnis. Dalam pelatihan facility management ini akan dibahas kronologis kegiatan dalam manajemen fasilitas meliputi kegiatan-kegiatan: pengadaan, penyimpanan, penggunaan, pengaturan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, rehabilitasi, penghapusan. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Facility Management ini diharapkan  peserta agar memahami penggunaan alat-alat managemen, mampu berpikir strategis, efektif, efisien dalam melakukan proses analisa, perencanaan, monitoring serta termasuk praktek untuk mengaplikasikan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Facility Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta akan belajar konsep manajemen fasilitas mulai dari analisa, perencanaan, hingga tahap monitoring, melalui teori, praktek langsung. Peserta akan belajar untuk mengerti dan praktek melakukan perencanaan manajemen fasilitas. Peserta belajar untuk merencanakan pemeliharaan, perawatan fasilitas. Peserta belajar menyiapkan dan merencanakan keamana fasilitas,  menganalisa risiko fasilitas. Peserta praktek menganalisa kebutuhan fasilitas untuk pengadaan, penyimpanan, efisiensi hingga Analisa Risiko. Mempelajari penggunaan alat-alat untuk menganalisa kebutuhan, risiko, peluang dll. Menguasai teknik pendataan barang dan inventarisasi fasilitas, barang. Peserta juga akan mempelajari perencanaan Inovasi, emergency, hingga pengembangan asset. Target Peserta Pelatihan Facility Management ini ditujukan untuk para: saja yang harus hadir ? Manager hingga staff bagian General Affair (Bagian Umum) serta karyawan lain yang berminat atau ditugaskan mengembangkan fungsi facility management di perusahaannya Metode Pelatihan Training Facility Management dilaksanakan dengan metode: 20% teori 80% praktek, anatara lain melalui diskusi, simulasi, paper work Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Facility Management adalah : Analisa kebutuhan fasilitas Analisa pengembangan fasilitas Perencanaan proyek dan controlling Konsep penggunaan Analisa SWOT, Analisa Risiko, Problem Solving, mind mapping Konsep penggunaan Decicion tree Konsep penggunaan Gantt chart Fleet Management Housekeeping management – 5R Tools Mengelola Asset and Investment Manajemen kantor Detail Pelatihan Dilaksanakan selama 2 hari Pukul 09.00 – 16.00, setiap harinya Peserta 10  – 30 orang Suasana santai dan fun Diskusi, simulasi dan paper work dilakukan berkelompok Free soft skills test for Facility Management Facilitator Mr. Agus Gunawan Mr. Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, yang memberikan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM, organisasi, perusahaan, lembaga tinggi Negara, departemen pemerintahan serta kepada perorangan. Beliau memiliki pengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC,  Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Kyocera Indonesia, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan banyak lagi lainnya. Berbagai program yang telah dibawakan, antara lain : sales, leadership, team work, motivation, public speaking, TFT, communication skill, problem solving, SOP, TNA, managing risk, managing conflict, supervisory skills, time management, coaching skills dan lain sebagainya.

Online Training : Effective Business Writing

Training Effective Business Writing mempelajari bagaimana memahami surat-surat bisnis dengan baik, bagaimana memiliki kemampuan menulis yang mumpuni, bagaimana memiliki kemampuan untuk menciptakan ide / kreatifitas dengan optimal dan hal – hal lain terkait Effective Business Writing. Deskripsi Sebagai pekerja profesional, sudah selayaknya seseorang memiliki keterampilan berkomunikasi, tidak hanya kemampuan berkomunikasi secara lisan, tetapi juga mampu berkomunikasi melalui tulisan. Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki tersebut adalah kemampuan Business writing. Dari penulisan yang dibuat, setiap profesional akan memperlihatkan, merefleksikan citra pimpinan serta perusahaan dimana ia bekerja. Oleh karenanya, kemampuan menulis, menyampaikan dengan bahasa lisan, tertulis dengan tepat, lugas,  etis menjadi kebutuhan/kemampuan mendasar menjadi kian penting. Kagiatan penulisan surat sekilas memang terlihat sebagai pekerjaan yang sederhana dan mudah, namun untuk melakukannya dengan optimal tentunya diperlukan keahlian didalamnya. Kegagalan dalam melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan citra buruk bagi perusahaan, dimana perusahaan akan dianggap sebagai perusahaan yang kurang professional. Bahasa, teknik penyampaian yang salah juga dapat menyebabkan mis komuniaksi yang dapat menyebabkan hubungan perusahaan terkait menjadi tidak baik. Mengingat bahwa business writing skills mempunyai andil yang penting bagi image,  kinerja perusahaan, maka dengan mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk memahami teknik peningkatan business writing skills serta peserta diharapkan mampu untuk menyiapkan surat-surat bisnis yang dibutuhkan dalam kegiatan kerja perusahaannya. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective Business Writing ini, peserta diharapkan : Memahami surat-surat bisnis dengan baik. Memiliki kemampuan menulis yang mumpuni Memiliki kemampuan untuk menciptakan ide / kreatifitas dengan optimal Memahami teknik dan strategi komunikasi melalui tulisan Mampu menyusun/membuat surat, memo dan email dengan baik dan benar. Metode Pelatihan Presentasi   Diskusi   Praktik  Studi kasus Outline Materi Day1 & Day 209:00 – 15:00 Proses Komunikasi melalui Tulisan Konseptual surat-surat bisnis secara keseluruhan (Ruang Lingkup, Jenis-jenis surat, karakteristik, anatomi dan format surat bisnis) Batasan-batasan surat bisnis Prosedur dan Aliran surat-surat bisnis Memahami khalayak pembaca dan fokus masalah Menetapkan fokus tulisan dan teknik pengemasan pesan Menetapkan tipe surat yang tepat dan pemilihan medianya Kemampuan dasar menulis, pengembangan ide/gagasan dan proses editing tulisan Proses Penulisan (Rencana Penulisan, Organisasi Penulisan,  Gaya Penulisan) Business Writing serta etika penulisan dan pengirimannya (Surat, E-mail, Memo, Laporan, Minutes of meeting, Undangan / invitation) Business Writing yang efektif (pengaturan tulisan, pemilihan kata-kata, penekanan pesan). Komunikasi Efektif; Mengkomunikasikan surat melalui Lisan Studi kasus dan latihan Effective Business Writing Testimoni “Materi yang disampaikan bersifat general”“Menambah wawasan”“Baik, banyak informasi bisnis yang di share”“Thank you for the good sharing, keep, keep up the good work!” Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Online Training : Coaching & Counseling for Manager in Modern Era

Online Training Coaching & Counseling for Manager in Modern Era mempelajari mengenai apa itu coaching? Kenapa coaching adalah tugas dari setiap manajer? Proses Coaching: preparation-coaching discussion-follow up dan hal lainnya terkait Coaching & Counseling for Manager. Deskripsi Salah satu ketrampilan penting yang perlu dimiliki oleh supervisor atau manajer adalah kemampuan melakukan coaching. Secara sederhana hambatan yang dihadapi staf dalam mengembangkan diri terdiri atas 3 aspek, yaitu apakah ia tahu apa yang perlu ia kembangkan, apakah ia mampu melakukannya, dan apakah ia mau mengembangkan dirinya. Pada tahap awal karyawan baru bekerja, maka aspek ‘tahu’ dan ‘mampu’ bisa menjadi focus dari coaching. Tetapi setelah beberapa lama ia bekerja, seorang atasan harus mengatasi bagaimana agar seorang staf ‘mau’ untuk tetap berkinerja pada level yang diharapkan. Kami berkeyakinan inilah bagian dari coaching skill yang paling sulit, namun juga paling penting untuk dikuasai oleh seorang atasan. Workshop ini memberikan wawasan mengenai hal tersebut sekaligus memberikan ketrampilan dasar yang dibutuhkan agar partisipan dapat selalu menjaga kinerja dari staf nya sesuai target perusahaan. Outline Materi Day 1 09:00 – 15:00 Apa itu coaching? Kenapa coaching adalah tugas dari setiap manajer? Proses Coaching: preparation-coaching discussion-follow up Apa KPI yang kita gunakan, bagaimana mempersiapkan skenario coaching berdasarkan KPI tersebut Framework untuk menganalisa masalah kinerja Mengembangkan coaching style yang efektif Skill yang dibutuhkan good coach: active listening, assertive communication, dll Kenapa staf mengalami burn out setelah sekian lama kerja? Bagaimana mengatasi motivasi yang turun dan burn out yang dihadapi staf? Bagaimana membantu staf mengatasi stres kerja yang diantaranya diakibatkan oleh kejenuhan. Video: contoh coaching yang baik Day 2 09:00 – 15:00 Prinsip pengelolaan dan pendekatan.  Menghitung modal kita: kredibilitas, trust sebelum intervensi Beda antara pendekatan konseling dan pendisiplinan Mengenal diri kita dan staf kita melalui MBTI Prinsip dalam kepemimpinan yang terkait Membedakan permasalahan perilaku staf yang masih berada di area kemampuan kita dan yang sudah perlu di-refer ke proffesional counselor Menggali dan mengenali akar masalah. Menemukan sumber masalah yang ada Identifikasi Interaksi antara faktor internal dan lingkungan Beberapa tipe karyawan bermasalah dari alasannya dan jenis pelanggarannya Pendekatan konseling. Prinsip dan proses konseling Berangkat dari kinerja dan konsekuensi Mendorong munculnya rasa tanggung jawab Menyepakati dead line untuk perubahan Pendekatan pendisiplinan. Menemukan pola perilaku yang ingin diubah Membentuk kebiasaan yang baru secara bertahap Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Saat ini Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id.Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com.  Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Online Training : Managing Team, People and Relationship

Online Training Managing Team, People and Relationship mempelajari mengenai bagaimana permasalahan yang ada dalam Manajemen Orang, bagaimana keterkaitan permasalahan orang dan organisasi, bagaimana memisahkan masalah personal dan masalah kinerja dan hal – hal lain terkait Managing Team, People and Relationship. Deskripsi Faktor manusia seringkali menjadi masalah terberat bagi seorang leader.  Mengelola dan mengarahkan sumber daya terpenting ini untuk mencapai tujuan organisasi merupakan penentu keberhasilan seorang leader.  Tantangan yang berbeda akan dihadapi leader ketika ia mengelola manusia di tim,  struktur dan sebagai stake holder yang se-level ataupun di atas mereka (pimpinan).  Pelatihan Managing Team, People and Relationship ini akan membahas pengelolaan aspek manusia di  berbagai seting yang berbeda tersebut. Dimulai dengan pengenalan tim melalui MBTI, dan berbagai asesmen lainnya, maka peserta Pelatihan Managing Team, People and Relationship diharapkan lebih mengenal tipe anggota tim yang dihadapinya serta implikasinya di pengelolaan tim. Mapping dari anggota tim juga dapat dilihat dari profile kemampuannya, motivasinya, komitmennya, dan lain-lain yang bisa menjadi salah satu dasar mengalokasi resource SDM yang ada dan melakukan pendekatan yang personal pada saat mengelola tim. Sementara itu, bila yang dihadapi adalah team di sebuah proyek maka memimpin sebuah projek atau tim pada umumnya jauh lebih sulit daripada memimpin sebuah departemen atau bagian di Perusahaan.  Beberapa kesulitan yang ada diantaranya ditimbulkan karena sifat keanggotaannya yang cross functional, jangka waktu yang pendek dan garis komando yang kadang tidak terlalu jelas.  Karenanya seorang pemimpin projek/tim di satu sisi perlu dapat mempengaruhi orang lain dengan pola hubungan yang lebih bersifat personal daripada otoritatif (karena anggota tim nya, tidak secara struktural berada di bawah dia). Kemampuan utama dalam pengelolaan orang juga akan diuraikan prinsip-prinsipnya.  Seperti kemampuan  memberikan instruksi, memotivasi, memberi teguran.  Kelompok kemampuan mengelola orang berikutnya yang akan diberikan dalam pelatihan Managing Team, People and Relationship ini adalah: coaching, konseling masalah ringan, serta memberikan evaluasi melalui diskusi Performance Appraisal. Sepanjang waktunya tersedia, sebanyak mungkin skill yang ada di materi pelatihan Managing Team, People and Relationship ini akan dilatihkan melalui role playing. Outline Materi Day 1& Day 209:00 – 15:00 Peran Pemimpin dalam Manajemen Orang Mapping anggota tim Orang di dalam proyek atau kelompok Mengenal permasalahan dalam Manajemen Orang Skills utama pengelolaan orang Group skills lainnya Mengevaluasi efektivitas pengelolaan orang Mengelola Relasi Testimoni “Training ok”“Materinya pas dgn posisi saya”“penyampaian jelas, tidak hanya terbatas jadi materi tapi banyak sharing dan diskusi”“sangat menguasai dengan menarik dalam penyampaian” Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Saat ini Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id. Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com.  Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Online Training : Comprehensive Managerial Skills & Leadership Training

Training Comprehensive Managerial Skills & Leadership mempelajari mengenai bagaimana meningkatkan self productivity: meningkatkan engagement dan mempercepat proses kerja (getting things done), mengenai emotional & adversity intelligence, from good to great manager: menjadi manajer yang inovatif dan mampu meng-handle perbedaan/konflik dan hal – hal lain terkait Comprehensive Managerial Skills & Leadership. Deskripsi Posisi middle management, menuntut kemampuan memimpin yang lebih besar dari seorang leader, karena ia kini tidak hanya mengembangkan tim yang berupa pekerja, tetapi mengembangkan para leader yang memiliki tim di bawahnya.  Kematangan diri, kemampuan menjadi role model, menjadi sangat vital untuk dapat menjalankan peran ini dengan sangat baik. (Managerial Skills & Leadership Training) Di sisi lain, perkembangan konsep dan aplikasi kepemimpinan berkembang dengan pesat di jaman yang berubah dengan cepat ini.  Manajer dituntut untuk menangani tim yang sudah berbeda karakteristik dan tuntutannya dibanding beberapa tahun yang lalu.  Manajer yang masih mengikuti pola kepemimpinan dari atasan-nya sebelumnya, bisa jadi ditinggalkan oleh tim nya karena dianggap tidak mampu memberdayakan tim yang ada.(Managerial Skills & Leadership Training) Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan leadership secara integratif dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai seorang manajer.(Managerial Skills & Leadership Training) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Comprehensive Managerial Skills & Leadership Training adalah : Day 1 & Day 209:00 – 15:00 Role of Manager Peran yang dimiliki seorang Manajer dalam manajemen madya Perubahan lingkungan dan tantangan baru seorang Manajer Basic Tools for Manager Self Leadership: dari role model ke efektif transformasi menjadi leader Manajemen Kinerja: Goal Setting, Coaching, Effective feedback Manajemen Tugas: Perencanaan, Monitoring dan Kontrol Manajemen Orang: Komunikasi, Motivasi dan Empowerment Overview on New Tools for Manager Meningkatkan self productivity: meningkatkan engagement dan mempercepat proses kerja (getting things done) Emotional & Adversity Intelligence From good to great manager: menjadi manajer yang inovatif dan mampu meng-handle perbedaan/konflik Overview on Leadership Antara managerial skills dan leadership Mengembangkan gaya kepempinan yang tepat: situational leadership Last trend on leadership: transformational leader Fasilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN Testimoni “Sangat baik”“Materi sangat membantu Saya untuk pengembangan diri Saya pribadi & tentunya dalam Organisasi”“OK”“Trainer sangat memahami & mudah dimengerti dalam menjelaskan materi”“Lebih Komunikatif”“Sangat baik & beberapa topiknya terupdate & sesuai aplikasi”

Online Training : Coaching and Counseling Skills

Training Coaching and Counseling Skills mempelajari mengenai bagaimana mendapatkan pemahaman secara detail tentang Coaching and Counseling Skills, bagaimana mendapatkan keterampilan untuk menjalankanCoaching and Counseling Skills terhadap anak buahnya, dan hal – hal lain yang terkait materi ini. Deskripsi Training Coaching & Counseling Skills. (C&C) Tidak jarang dalam organisasi di suatu perusahaan terjadi permasalahan yang menyangkut kinerja karyawan baik sebagai individu maupun dalam kelompok. Interaksi antar atasan dan bawahan seringkali menimbulkan persoalan hubungan yang berdampak pada turunnya kinerja kelompok. Dalam mensikapi permasalahan inilah perusahaan harus mampu memberikan bekal kepada para Leader untuk mampu memberikan C&C kepada anak buahnya secara optimal. Dengan kemampuan memberikan C&C kepada anak buahnya, maka para Leader akan mampu menjaga kinerja organisasi yang dipimpinnya dan sekaligus akan berdampak positif terhadap kinerja usaha. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Coaching &Counseling Skills (C&C) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta akan mendapatkan pemahaman secara detail tentang C&C. Peserta akan mendapatkan keterampilan untuk menjalankan C&C terhadap anak buahnya. Mampu menyelesaikan persoalan anak buah yang dikarenakan kesenjangan kompetensi yang dimiliki. Mampu menjalankan C&C secara efektif. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Coaching & Counseling Skills adalah : Day 1 & Day 209:00 – 15:00 WIB Sesi  1. Pengantar pemahaman Coaching & Counseling Mengapa Leader perlu keterampilan Coaching & Counseling Pengertian Coaching & Counseling Pemahaman dampak Coaching & Counseling bagi tim Sesi   2.  Model dan Metode Coaching & Counseling yang efektif Memahami model–model Bagaimana  menggunakan metode Coaching & Counseling yang efektif Hambatan–hambatan dalam penerapannya Pendekatan Model GROW dalam Coaching & Counseling Sesi 3.   Proses Coaching & Counseling Komunikasi dalam Coaching & Counseling Memahami proses Coaching & Counseling Kunci sukses dalam Coaching & Counseling Sesi 4.   Praktek Coaching and Counseling Role Play berdasarkan Kasus yang disiapkan berdasarkan kasus nyata di Lapangan Metode  Pelatihan Administrasi Kantor Modern Pelatihan Administrasi Kantor Modern Untuk Sekretaris Eksekutif dan Administrasi Eksekutif dilaksanakan dengan metode: Pelatihan diskusi Kasus dan analisis kuesioner Game dan latihan Role Play Target Peserta Targer dari pelatihan Coaching and Counseling Skills ini : HR staf Midle Management Supervisor Testimoni Bebebrapa Komentar dari peserta yang telah ikut dalam pelatihan Coaching and Counseling Skills ini : “Materi sudah Ok, kalau bisa ditambahkan video”“membangun Hubungan baik dengan peserta, berbagi pengalaman”“Trainer sudah sangat baik & bagus dalam menyampaikan materi”“OK, role play dibuat lebih Fun”“Trainer sangat menguasai materi”“Bagus” Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun bertindak sepagai trainer, konsultan dan coach diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang : Personal Development, Mental Switching, Leadership Skills, Supervisory Management, Coaching and Counseling, Management Training, Creative Problem Solving and Decision Making, Communication Skills, Public Speaking & Presentation Skills, Negotiation Skills, Achievement Motivation Training, Dealing With Difficult People, Team Building, People Development. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Clinical Psychology serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutannya mengambil pendalaman bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua nya di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Online Training : Business Development Specialist – 1 Day

BusDev

Online Training Business Development Specialist adalah training yang Membekali peserta dengan kemampuan memperluas pasar dan mempertahankan pasar yang ada, dan hal hal lain terkait Business Development Specialist. Deskripsi Pelatihan Business Development Specialist Salah satu tujuan organisasi adalah GROWTH, karenanya dibutuhkan people dengan kompetensi yang dapat membantu organisasi memperluas pasar. Sayangnya tidak banyak yang menguasai kompetensi ini. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Pelatihan Business Development Specialist ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Membekali peserta dengan kemampuan memperluas pasar dan mempertahankan pasar yang ada. Juga dibekali kemampuan membaca laporan keuangan dan cara mengambil keputusan secara kuantitatif Outline Materi What is Business Development Why is it important? Connected to 7S – Strategy Understanding Organization goals and Road Map Ansoff Matrix Strategy in Red Ocean (Quadrant 1) Strategy in New Market ( Quadrant 2) Strategy to launch a new product (Quadrant 3) Strategy Blue Ocean ( Quadrant 4) Reading Financial Report Feasibility Study and Effective Business Plan QuantitativeDecision Making Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Pelatihan Business Development Specialist Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard. Testimoni “sesuai Ekspektasi”“Keep Up the good work”“Lugas 7 banyak memberikan share Experience”“Ok”“Semuanya Baik sesuai Yg diharapkan”“Materi Bagus”“Materi tersamoaikan dengan baik”“Sangat bagus”“Sangat jelas, komunikatif”“Trainer sangat interaktif”“Membawakan materi sangat bagus, menguasai materi”

Online Training : Building Corporate Culture

CC

Building Corporate Culture mempelajari mengenai bagaimana memahami peran Corporate Culture dalam meningkatkan kinerja organisasi, bagaimana memahami cara mengelola Corporate Culture untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan, , dan hal lainnya terkait materi ini. Deskripsi Corporate Culture yang efektif dapat menyatukan cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh komponen perusahaan. Dengan Corporate Culture yang baik dan efektif dapat memudahkan penetapan dan implementasi visi, misi dan strategi dalam perusahaan. Corporate Culture yang efektif mampu mempererat kerjasama dalam tim serta menghilangkan gep-gep internal yang timbul. Pembentukan Corporate Culture yang baik, yang paling menentukan adalah orang-orang didalamnya. Sebaik apapun aturan atau sistem di buat, tanpa ada keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang lebih baik, semuanya menjadi sia-sia. Tujuan Pelatihan Memahami peran Corporate Culture dalam meningkatkan kinerja organisasi. Memahami cara mengelola Corporate Culture untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan. Memahami cara perusahaan mengelola Corporate Culture secara efektif dan efisien. Mampu mengimplementasikan perilaku organisasi dengan efektif Outline Materi Day1 & Day 209:00 – 15:00 Corporate Culture dampaknya terhadap organisasi dan sumber daya manusia Nilai-nilai dan kepercayaan organisasi. Mengelola Corporate Culture. Etika dan Corporate Culturen. Integritas dan loyalitas untuk merawat budaya organisasi Komponen–komponen penting untuk membangun  fondasibudaya perusahaan yang kuat Visi mengarahkan dan membimbing perusahaan/karyawan untuk mengejar misi, tujuan, dan target Corporate Culture untuk pencapaian kinerja yang tinggi Corporate Culture kuat dengan lingkungan kerja yang unggul Kompetensi Corporate Culture untuk penguatan perilaku kerja Bekerja dan hidup sejujurnya dalam satu budaya dan satu visi perusahaan Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange